Pegawai Pos Indonesia menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM kepada salah seorang warga yang menetap di kawasan 3T. Foto: Istimewa untuk Batam Pos
batampos – PT Pos Indonesia (Persero) kembali dipercaya pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial (Bansos).
Kali ini Pos Indonesia menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM bagi 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan target penyaluran selama dua minggu di seluruh Indonesia.
Tercatat, sampai dengan Jumat, 23 September 2022, BLT BBM telah disalurkan kepada 19.464 juta KPM atau 94,4 persen. Untuk mengejar sisa target penyaluran, saat ini Pos Indonesia fokus pada penyaluran di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Penyaluran BLT BBM di daerah 3T tidak mudah karena petugas Pos berhadapan dengan medan dan topografi, serta faktor alam yang berpotensi mengancam keselamatan.
Seperti apa kendala dan strategi Pos Indonesia dalam menyalurkan BLT BBM di daerah 3T?
Plt Direktur Bisnis, Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero), Tonggo Marbun, menjelaskan, metode penyaluran BLT BBM dilakukan dengan tiga cara.
Yaitu disalurkan di kantor pos, di titik komunitas, serta diantar langsung ke rumah KPM (door to door) untuk KPM yang berusia lanjut, sakit, maupun disabilitas.
“Penyaluran di komunitas realisasinya signifikan. Saat ini yang tersisa 1.165 KPM, yaitu KPM yang berlokasi di daerah 3T dan sisa KPM yang tidak hadir saat pembagian di komunitas,” kata Tonggo.
Berdasarkan pengalaman penyaluran bansos periode sebelumnya, Pos Indonesia memperbanyak titik penyaluran, menambah jumlah petugas juru bayar dan mitra bayar demi mempercepat penyaluran sesuai target.
Tonggo menegaskan, Pos Indonesia memegang teguh komitmen menyalurkan BLT BBM tepat waktu dan tepat sasaran.
Bahkan, Tonggo ikut menyalurkan BLT BBM di Pulau Pelampong, Kota Batam, yang masuk dalam kategori daerah 3T.
“Kami fokus menyelesaikan tugas penyaluran BLT BBM di pulau terluar dan terdepan. Kami turun ke lapangan bersama pejuang bansos, mengantarkan langsung BLT BBM untuk dua KPM yang tinggal di Pulau Pelampong. Ini adalah pulau terluar yang hanya berjarak kurang dari 3 mil dari Singapura,” katanya.
Camat Belakang Padang, Kota Batam, Yudi Admadjianto, menjelaskan penyaluran BLT BBM di Kecamatan Belakang Padang terdiri atas 6 kelurahan.
“Pulau terluar yaitu Pulau Nipah, Pelampong, dan Batu Berhenti (tidak ada penduduk, hanya pos terluar). Di Pulau Pelampong ada tiga KK dengan 11 jiwa. Alhamdulillah, meski cuma tiga KK tetap menerima BLT BBM,” ujarnya.
Tantangan penyaluran BLT BBM adalah wilayah yang luas, keterbatasan personel dan armada.
“Alhamdulillah kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan Pos Indonesia sebagai penyalur kini menyalurkan hingga tingkat ibu kota kelurahan,” tuturnya.
Sebab, kata Yudi, jika masyarakat mengambil ke kantor pos di ibu kota kecamatan harus mengeluarkan biaya tambahan, melintasi pulau-pulau membutuhkan biaya pulang-pergi sekitar Rp100 ribu.
Yudi mengatakan kenaikan harga BBM memengaruhi kondisi perekonomian warga Belakang Padang yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, terutama mereka yang berprofesi sebagai nelayan tangkap yang bergantung pada alam.
“Pengeluaran untuk beli BBM bertambah, tapi pendapatannya tidak bisa diprediksi karena bergantung dengan hasil alam,” katanya.
Meski berada di daerah 3T dengan segala keterbatasan, rupanya tak semua masyarakat menerima BLT BBM.
“Harapan kami karena masyarakat kami bisa dibilang juga sebagai penjaga batas negeri, bisalah mereka semua ini menerima bantuan. Jika tidak dapat BLT BBM, mungkin bisa dapat di PKH, BPNT. Kalau ada yang dapat dan ada yang tidak, kami bingung juga menjelaskannya kepada masyarakat,” kata Yudi.
Menanggapi aspirasi yang disampaikan Camat Yudi, Tonggo berjanji akan meneruskan kepada Kementerian Sosial.
“Kami menerima usulan atau aspirasi dari Pak Camat akan kami sampaikan kepada Kementerian Sosial saat menyampaikan progress kami. Kami juga melihat sendiri warga di Pulau Pelampong ada 3 KK dan 11 jiwa, berprofesi sama-sama nelayan hanya bergantung dengan hasil tangkapan ikan di laut, tapi ada 1 KK yang tidak dapat BLT BBM. Ini menjadi amanah kami untuk menyampaikan masukan dari masyarakat,” kata Tonggo.(*)
batampos – Lomba menggambar dan mewarnai Batam Pos yang digelar di One Batam Mall pada Minggu (25/9/2022) nanti diprediksi akan diikuti ratusan peserta dari belasan sekolah di Batam.
“Ada belasan sekolah yang ikut serta dalam lomba ini. Saat ini kota masih menerima pendaftaran,” ujar Ketua Panitia Batam Pos Auto Show, Ratika Anggara, Jumat (23/9/2022).
Ratika menjelaskan pendaftaran akan berakhir pada hari ini, Sabtu (26/9). Untuk itu, ia meminta pihak sekolah, orangtua, ataupun anak-anak yang berminat mengikuti lomba agar segera mendaftar.
“Besok (Sabtu) terakhir pendaftaran. Karena ditakutkan pada hari Minggu, peserta sudh penuh,” katanya.
Adapun peserta yang mendaftar diantaranya dari sekolah TK Pembina, TK Darusalam Insan Harapan, SD Harapan Utama, Sekolah Kartini 3, Al Farabi, serta Al Wafa.
Lomba ini dijadwalkan akan dimulai pukul 14.00 WIB. Sebelum mengikuti lomba, peserta diwajibkan hadir terlebih dahulu atau registrasi pendaftaran pada pukul 12.30 WIB.
Rencananya, lomba ini akan dibuka langsung oleh Wagub Kepri, Marlin Agustina yang juga dikenal sebagai Bunda PAUD Kota Batam.
Lomba ini tersedia beberapa kategori. Untuk lomba mewarnai terdiri dari kategori TK (5 tahun- 6,11 bulan), dan SD (6,12 tahun-9 tahun). Sedangkan lomba menggambar tersedia kategori SD (6,12 tahun.-9 tahun).
“Peserta harus membawa meja, alat menggambar dan crayon sendiri,” ungkap Ratika.
Pendaftarannya yakni dengan biaya Rp 30 ribu per orang. Pendaftaran bisa dilakukan dengn menghubungi panitia di nomor 081367086709 untuk area Batamcenter, 081271597999 area Sekupang, dan 08127042973 area Batuaji.
Ratika menambahkan untuk event Batam Pos Autow Show hari ini sudah bisa dinikmati masyarakat. Event ini menghadirkan sejumlah produk terbaru otomotif serta menawarkan ragam kemudahan proses pembeliannya..
“Yang ingin melihat produk terbaru, atau membeli bisa mengunjugi langsung ke pameran,” tutupnya.(*)
Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengatakan, sebagian besar masyarakat Bintan tinggal secara turun-temurun di daerah pesisir.
Sebagian dari mereka, kata Roby, sudah memiliki legalitas surat atas lahannya sejak lama, namun tidak sedikit yang belum memiliki surat atas lahan yang ditempatinya karena terkendala regulasi yang ada.
“Ada perubahan regulasi terkait perhitungan bibir pantai dan wilayah ini berada di bawah wewenang KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan),” kata Roby.
Karenanya, Roby meminta adanya koordinasi lebih lanjut bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar masyarakat yang tinggal di daerah pesisir bisa nyaman tinggal di lahannya sendiri. (*)
Grup band legendaris Dewa 19 akan mengadakan konser di Temenggung Abdul Jamal, Batam. Konser ini bertajuk “30 Tahun Dewa 19 Berkarya”. Foto: jawapos.com
batampos – Konser Grup band legendaris Dewa 19 yang bertajuk “30 Tahun Dewa 19 Berkarya” tak hanya dipadati penggemar dari Kepri.
Konser yang dijadwalkan berlangsung pada 2 November 2022 mendatang di Temenggung Abdul Jamal, Batam, turut dihadiri Baladewa-Baladewi (sebutan penggemar Dewa 19) dari Malaysia dan Singapura.
“Baladewa-Baladewi dari Malaysia dan Singapura juga akan hadir. Terlihat dari tiket yang terjual,” ujar Promotor Konser 30 Tahun Dewa 19 Berkarya, Agus, Jumat (23/9/2022).
Agus menilai hadirnya penggemar Dewa 19 dari Malaysia dan Singapura ini sangat menguntungkan bagi pemerintah.
“Artinya konser ini sangat membantu sekor pariwisata. Dan menambah pendapatan daerag,” katanya.
Dalam konser ini, Batam Pos menyediakan tiket untuk para penggemar di Gedung Graha Pena Lantai III, Batam Center. Tiket tersedia 3 jenis, yakni Diamond, Gold, dan Silver.
“Tiket masih tersedia. Hanya beberapa jenis tiket saja yang tersisa,” katanya.
Band Dewa 19 merupakan salah satu band legendaris Indonesia yang terkenal di era
90-an. Dewa mulanya dibentuk oleh Ahmad Dhani (keyboard, vokal), Erwin Prasetyo
(bass), Wawan Juniarso (drum) dan Andra Junaidi (gitar) pada 1986 di Surabaya.
Dewa kemudian menambah member baru yakni Ari Lasso untuk mengisi posisi vokalis.
Tak lama kemudian mereka menambah angka 19 di belakang nama Dewa untuk memberi tanda bahwa terbentuknya band ini ketika mereka samasama berumur 19 tahun.
Di tahun 1997, Once Mekel menggantikan Ari Lasso hingga Once mengundurkan diri pada 2011. Sepanjang karirnya, Dewa telah merilis 8 album.(*)
Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Polresta Barelang melaksanakan kegiatan jumat berbagi ke panti asuhan di seputaran pelabuhan di Batam. Polsek KKP untuk Batam Pos
batampos – Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Polresta Barelang melaksanakan kegiatan jumat berbagi ke panti asuhan di seputaran pelabuhan di Batam, Jumat (23/9/2022).
Kapolsek KKP Polresta Barelang, AKP Awal Sya’ban Harahap, mengatakan, bantuan diserahkan ke Panti Asuhan Al-Hidayah Sekupang dan Panti Asuhan Yayasan Hope Sekupang.
“Bantuan sosial yang diberikan 10 paket sembako. Berupa beras, telur ayam dan minyak goreng,” ujarnya melalui pernyataan tertulisnya.
Selain itu pihaknya juga menyalurkan bantuan sembako yang terdampak kenaikan BBM di Pelabuhan Roro telanga Punggur, Nongsa.
“Dalam pemberian bantuan sosial ini juga dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” tuturnya.(*)
Barang bukti yang diamankan Polsek KKP dari tangan Sa. Foto: Polsek KKP untuk Batam Pos
batampos – Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Polresta Barelang mengamankan seorang perempuan yang diduga pelaku tindak pidana perlindungan Pekerjaan Migran Indonesia (PMI), Rabu (21/9/2022) lalu.
Dari pers rilis yang diterima Batam Pos, PMI ini diamankan sekira pukul 15.30 Wib oleh unit Reskrim Polsek KKP yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipti Agusapriadi Lubis.
“PMI ini diamankan di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre Atas nama korban Sa. Sementara tersangka IP,” ujar Kaposlek KKP, AKP Awal Harahap.
Ia menjelaskan, awal mula terungkanya pengungkapan PMI ini dari seorang pria ke pos polisi pelabuhan Internasioal Batam Centre dengan niat menumpang untuk mengisi daya telepon genggam miliknya.
Setelah itu, petugas polisi pelabuhan langsung menanyakan mau kemana dan kenapa berada di sekitar pelabuhan Internasional Batam Center. Karena dicurigai sebagai PMI, petugas pos polisi pelabuhan melakukan pengecekan dan pria tersebut mengaku bernama Sa.
Dari Sa petugas mendapati satu lembar kertas yang menyatakan ditolak masuk ke Negara Malaysia. Selanjutnya Sa menelepon pengurusnya yang di Batam untuk menjemput kembali.
Setelah pengurus datang menjemput personel KKP langsung mengamankan IP dan Sa ke pos polisi guna pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah itu, unit Reskrim Polsek KKP melakukan penangkapan terhadap IP. Penangkapan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan serta keterangan korban dan dikuatkan dengan barang bukti.
Dari keduanya polisi mengamankan barang bukti yang diamankan satu buah paspor atas nama Sa, satu lembar tiket kapal ferry atas nama Sa, satu lembar tiket pesawat atas nama Sa, KTP atas nama IP, satu unit handphone merk vivo warna silver, satu unit mobil xenia warna putih Nopol BP 1860 FE dan satu lembar surat Notis penolakan masuk ke Negara Malaysia Sahdan.
Bea Cukai menyita kapal high speed crafts (HSC) yang diduga digunakan untuk penyelundupan. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Bea Cukai bekerja sama dengan aparat penegak hukum (APH) lainnya berhasil mengungkap tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam aksi penyelundupan rokok impor ilegal menggunakan high speed crafts (HSC) di Perairan Batam, Kepulauan Riau.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani, menjelaskan, kasus tersebut terungkap saat Bea Cukai menggelar Operasi Laut Terpadu Jaring Sriwijaya Bea Cukai pada Oktober 2020.
Petugas patroli laut Bea Cukai menindak kapal layar motor (KLM) Pratama yang mengangkut sekitar 51.400.000 batang rokok impor ilegal merek Luffman yang dibawa dari Vietnam menuju Perairan Berakit, Kepri, Indonesia.
Para pelaku diketahui melakukan pembongkaran muatan di tengah laut (ship to ship), dan memindahkan muatan ke beberapa HSC yang rencananya akan dibawa ke beberapa lokasi di wilayah Pesisir Timur Sumatra.
“Dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau terhadap penyelundupan rokok impor ilegal tersebut, Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun dan Pengadilan Negeri Tanjung Pinang telah menetapkan lima belas orang tersangka yang terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pasal 102 huruf (a) dan/atau Pasal 102 huruf (b) U Kepabeanan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde),” ujarnya, saat konfresi pers di Dermaga PT. Sekupang Makmur Abadi, Jumat (23/9/2022).
Sebagai tindak lanjut penanganan kasus, Bea Cukai melalui Satgas TPPU Bea Cukai berkoordinasi dengan PPATK, Direktorat Jenderal Pajak, Kejaksaan, Bais TNI, Polisi Militer, TNI AD, dan instansi terkait lainnya melakukan pengembangan penyidikan.
Hasilnya pada bulan September 2021, kembali ditetapkan seorang tersangka berinisial LHD yang terbukti melakukan tindak pidana yang melanggar Pasal 102 huruf (a) dan/atau Pasal 102 huruf (b) UU Kepabeanan dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang periode tahun 2019 sampai dengan 2020.
“Pada akhir Agustus 2022 lalu, Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyatakan hasil penyidikan telah lengkap (P-21), berkas perkara tersangka LHD ditetapkan sebagai kasus TPPU terbesar yang proses penyidikannya dilakukan oleh Bea Cukai, dengan potensi kerugian pendapatan negara mencapai satu triliun rupiah,” lanjut Askolani.
Saat ini, Satgas TPPU Bea Cukai telah berhasil melakukan asset recovery berupa 1 unit KLM Pratama GT210, 1 unit mobil, 1 unit kapal giant HSC 38 meter mesin MAN 3×1.800 HP, 5 unit HSC, 3 unit speedboat, serta uang tunai dalam bentuk rupiah dan dolar Singapura, dengan total nilai barang dan uang tunai mencapai 44,6 miliar rupiah.
Askolani menambahkan, penyelundupan menggunakan HSC secara ship to ship awalnya terbatas di wilayah Batam dan Kepulauan Riau. Tetapi saat ini HSC dapat langsung berlayar menuju daratan Sumatra atau Jakarta tanpa pengisian BBM.
Bahkan telah terdeteksi juga di wilayah Aceh, Riau, Kalimantan Bagian Barat, hingga Kalimantan Utara. Di wilayah perairan Selat Singapura pun frekuensi pelintasannya meningkat, dari 3-6 kali deteksi pelintasan, menjadi 10 14 kali deteksi pelintasan per minggu.
HSC sendiri merupakan kapal dengan konstruksi fiber yang dilengkapi 4-8 unit mesin berkecepatan tinggi dengan desain open-top yang dirancang khusus untuk penyelundupan. Tidak memiliki surat perizinan dari Direktorat Jendral Perhubungan Laut, HSC kerap digunakan untuk melakukan penyelundupan barang-barang bersifat high value goods.
Seperti narkotika, rokok dan minuman beralkohol, benih bening lobster, pasir timah, telepon seluler, dan barang elektronik lainnya, serta pekerja migran ilegal.
Untuk mencegah terjadinya kasus serupa, Askolani menegaskan bahwa perlu adanya koordinasi high-level untuk penerbitan regulasi larangan HSC oleh kementerian-kementerian terkait, seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta melibatkan Kementerian Luar Negeri. Sanksi tegas pun harus diberikan atas kewajiban penggunaan automatic identification system (AIS).
“Saat regulasi sudah terbentuk, Bea Cukai bersama APH lainnya siap berkoordinasi dan berkomitmen dalam pelaksanaannya di lapangan. Tidak hanya untuk meningkatkan pengawasan atas penyelundupan TPPU, koordinasi yang baik juga diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dalam mencegah masuknya barang ilegal dan berbahaya ke wilayah pabean Indonesia,” pungkas Askolani.(*)
batampos– Dalam rangka menyambut hari jadi kabupaten Karimun yang ke-23 pada bulan Oktober mendatang pemerintah kabupaten Karimun menyelenggarakan berbagai kegiatan, salah satunya menggerakan dunia pariwisata dengan even-even menarik. Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Karimun Ahadian Zulseptriadi menuturkan, ada beberapa even-even untuk menarik kunjungan wisawatan manca negara mulai awal bulan Oktober mendatang.
Parade tari saat tampil beberapa waktu lalu
” Nanti, kita tampilkan kesenian tradisional Melayu, permainan rakyat, gerak jalan dan sebagainya,” terang Ahadian, Jumat (23/9).
Dikatakan, adapun agenda Dinas Pariwisata Karimun di awal Oktober yaitu tepatnya 2 Oktober dimulai dari parade pencak silat yang berlokasi di Coastal Area dan Padepokan, kemudian dilokasi yang sama 16 Oktober mendatang dilaksanakan fun walk yang dibuka untuk umu. Selanjutnya, pada tanggal 21 dan 22 Oktober malam ada pagelaran tari pelangi budaya nusantara yang berpusat di Coastal Area dan terakhir festival gasing dan layang-layang 29-30 Oktober.
” Ada juga kegiatan dari OPD lain. Insyallah, bisa menarik Wisman untuk berkunjung ke Karimun nanti,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karimun Agustyawarman saat diminta tanggapan tentang even-even yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Karimun dalam rangka menyambut hari jadi kabupaten Karimun ke-23. Mengatakan, pihaknya mendukung atas even-even tersebut. Mengingat, sudah dua tahun lebih dunia pariwisata di Karimun vakum akibat pandemi Covid-19.
” Kita siap menyambut wisman yang akan berkunjung ke Karimun bulan depan. Tinggal pihak, Dinas Pariwisatan melakukan promosi even-even tersebut,” jawabnya.
Selain dukungan dari BPC PHRI Karimun atas kegiatan Dinas Pariwisata Karimun pada bulan Oktober, juga didukung oleh operator pelayaran yang telah menambah pelayaran tujuan Singapura pada setiap hari weekend. Sehingga, jumlah wisman dari Singapura yang akan masuk ke Karimun akan meningkat.
” Selain wisman dari Singapura dan Malaysia, kita juga optimis kunjungan wisatawan lokal juga akan naik nanti,” ucapnya.(*)
SEBAGAI sebuah negara multikultural yang merdeka, Indonesia memiliki identitas penyatuan rasa yang tercermin dalam alat komunikasi yang disebut bahasa Indonesia. Kedudukannya sebagai simbol negara pun telah tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 36. Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia telah disiapkan menjadi bahasa internasional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009. Undang-undang itu memperlihatkan bahwa pemerintah secara resmi telah merencanakan peningkatan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Hal ini bukanlah suatu hal yang mustahil karena bahasa Indonesia telah memenuhi beberapa syarat, salah satunya adalah banyaknya jumlah penutur bahasa Indonesia yang saat ini sudah mencapai 269 juta penutur.
Jika ditilik ke belakang, terbentuknya bahasa Indonesia telah melalui perjuangan yang sangat panjang. Dimulai dengan adanya ketertarikan bangsa-bangsa Eropa untuk meneliti bahasa yang standar dan maju pada abad ke-19, hingga lahirnya semangat pemerjuangan bahasa Indonesia untuk mendeklarasikan berdirinya suatu bangsa yang merdeka. Mari, kita telusuri kembali sejarah itu.
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang berakar dari bahasa Melayu yang tumbuh dan berkembang sejak abad ke-7 Masehi dan dipergunakan sebagai bahasa penghubung (lingua franca) di Indonesia dan Asia Tenggara. Bahasa ini termasuk ke dalam rumpun bahasa Melayu-Polinesia (Malay-Polynesian) yang menjadi bagian dari rumpun Austronesia. Dalam perkembangannya, bahasa Melayu-Polinesia itu telah bercabang dengan arah perkembangan tiap-tiap bahasanya berbeda.
Meski sering kali bahasa Indonesia dianggap sama dengan bahasa Melayu yang ada di Malaysia, Singapura, dan Brunei, sebenarnya bahasa-bahasa tersebut memiliki banyak perbedaan dan mengalami perkembangan dengan berbagai faktor. Peran pemerintah kolonial juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan dan perkembangan bahasa-bahasa ini.
Bahasa Melayu yang berkembang menjadi bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang berasal dari dialek Riau. Dalam konteks ini, yang dimaksud sebagai Riau adalah wilayah yang dahulunya menjadi pusat Kesultanan Riau-Lingga. Pada saat ini, wilayah itu telah berubah menjadi Provinsi Kepulauan Riau.
Bahasa Melayu dialek Riau mengalami arah perkembangan yang tidak terlepas dari peran bangsa Eropa pada sekitar abad ke-19. Pada masa itu, terdapat obsesi tertentu yang dimiliki oleh sarjana dan administrator Belanda dan Inggris untuk mencari Melayu yang standar dan benar. Para sarjana dan administrator itu antara lain: Roorda van Eijsinga, Von de Wall, Klinkert, Gerth van Wijk, Den Hollander, Pijnappel, Spat, Van Ophuijsen, Marsden, Swettenham, Shellabear, Clifford, Wilkinson, dan Winsted. Pada masa itu, Riau menjadi pusat geografis dunia Melayu dan bahasa Melayu Riau menjadi bahasa komunikasi yang dianggap standar.
Penyelidikan bahasa Melayu yang standar dan benar dimaksudkan untuk berbagai tujuan, seperti direncanakan menjadi bahasa pengajaran dalam dunia pendidikan, digunakan sebagai alat misionaris (penerjemahan Alkitab), hingga digunakan sebagai alat untuk menyelidiki pandangan hidup dan sosiokultural masyarakat pribumi. Istilah yang menggambarkan masyarakat pemilik tanah air karena saat itu belum muncul istilah Indonesia. Dari sekian banyak nama sarjana dan administrator Eropa yang disebutkan di atas, nama yang sering kali muncul karena pengaruhnya yang besar adalah Von de Wall dan Klinkert. Kedua tokoh ini sekaligus menjadi tokoh yang berhasil menerbitkan karya di bidang tata bahasa dan perkamusan Melayu pada masa-masa awal.
Putten dan Al-Azhar (2007) banyak memberikan informasi mengenai riwayat hidup dan kiprah Von de Wall. Tokoh yang memiliki nama lengkap Herman Theodor Friedrich Karl Emil Wilhelm August Casimir von de Wall ini merupakan seorang kelahiran Giessen, Jerman, pada 30 Maret 1807 yang mulanya bekerja sebagai pasukan tentara Belanda. Pada 1855, Von de Wall diangkat menjadi pegawai bahasa yang memiliki tugas menyusun tata bahasa Melayu, kamus Melayu-Belanda, dan kamus Belanda-Melayu. Dengan mengemban tugas itu, Von de Wall datang ke Riau dan menjalin hubungan erat dengan keluarga Yang Dipertuan Muda dan telah diperkenalkan dengan Raja Ali Haji oleh Residen Nieuwenhuyzen. Selama di Riau, informan yang membantu penerjemahan kosakata bahasa Melayu adalah Raja Ali Haji dan Haji Ibrahim.
Von de Wall juga melakukan perjalanan ke Semenanjung Melaka, tetapi akhirnya kembali lagi ke Riau. Ia kerap juga pergi ke Batavia karena berbagai urusan, salah satunya adalah mengawasi pencetakan buku tata bahasa yang dikirimkannya kepada pemerintah kolonial. Pada 2 Mei 1873, ia meninggal dunia karena sakit yang dialaminya. Akan tetapi, ia telah berhasil menerbitkan kamus meskipun baru sebagian kecil yang diawasi langsung olehnya. Selanjutnya, naskah kamus yang diwariskan Von de Wall disunting dan diterbitkan secara ringkas dalam tiga jilid oleh Van der Tuuk.
Tokoh kedua setelah Von de Wall adalah Klinkert. Ia merupakan pria berkebangsaan Belanda yang lahir di Amsterdam pada tahun 1829. Ia menjadi seorang penerjemah Alkitab dalam bahasa Melayu. Untuk mendukung profesinya itu, ia membutuhkan banyak kosakata dan mempelajarinya secara teliti. Dalam rangka melancarkan misinya ini, akhirnya Klinkert dikirim ke Riau dan tiba di Tanjungpinang, Pulau Bintan, pada Juni 1864. Klinkert tinggal bersama keluarganya selama dua setengah tahun. Tahun-tahun ini merupakan tahun tersulitnya dan juga menjadi tahun terproduktifnya. Klinkert berulang kali mengeluh tentang kondisi hidup yang menyedihkan: tinggal di rumah kayu yang usang, bocor, tanpa kamar terpisah sehingga tiada privasi, dan dibangun di kawasan Cina berlumpur.
Karena kondisi itulah, Klinkert mengajukan permintaan untuk dipulangkan ke Belanda dan menyelesaikan terjemahan Alkitabnya di sana. Selama di Riau, dia memanfaatkan sebagian waktunya untuk membeli dan menyalin banyak manuskrip Melayu guna memahami bahasa yang lebih baik. Klinkert mengirim setidaknya 90 manuskrip ke Belanda. Dengan data itu, Klinkert menyusun suplemen untuk kamus yang dikerjakan oleh J. Pijnappel. Kamus tersebut menjadi dasar dari kamus yang dikerjakan oleh Klinkert sejak tahun 1885 (Hoekema, 2001). Kamus yang disusun Klinkert berjudul Maleisch-Nederduitsch Woordenboek diterbitkan pada 1890 dan diterbitkan ulang oleh E.J. Brill pada tahun 1947 dengan judul Nieuw Maleisch-Nederlandsh Woordenboek. Kamus ini lemanya sangat spesifik. Kata-kata Melayu yang didefinisikannya masih ditulis dalam aksara Jawi.
Pada masa yang sama dengan penyusunan kamus yang dilakukan oleh Von de Wall dan Klinkert, tokoh dari dalam negeri juga mulai melakukan penyusunan kamus. Tokoh itu adalah Raja Ali Haji yang saat itu juga bertindak sebagai informan Von de Wall. Ketika membantu Von de Wall menyusun kamus, Raja Ali Haji mencatat penjelasan yang panjang mengenai definisi kosakata Melayu. Penjelasan yang panjang ini akhirnya berkembang menjadi kamus ekabahasa yang berjudul Kitab Pengetahuan Bahasa. Dalam pengerjaan kamus ekabahasa ini, Raja Ali Haji menyadari nilai penting suatu kamus bagi orang Melayu. Raja Ali Haji telah berhasil mengumpulkan 3.000 lema untuk kamusnya, tetapi belum termasuk dengan penjelasannya. Kitab Pengetahuan Bahasa yang telah berhasil terkumpul hanya memuat lema sampai huruf /g/ (sesuai urutan aksara Arab). Akan tetapi, Kitab Pengetahuan Bahasa yang dicetak ulang oleh Matba’ah Al-Ahmadiyah pada tahun 1929 (1348 H) hanya memuat lema sampai huruf /c/.
Baik tokoh-tokoh Eropa (yang dalam tulisan ini diwakili oleh Von de Wall dan Klinkert) maupun tokoh dari dalam negeri (Raja Ali Haji), semuanya telah memiliki peran dan pengaruh yang besar terhadap perkembangan bahasa Melayu (dialek Riau). Upaya penyelidikan kosakata dan penyusunan kamus yang dilakukan oleh tokoh-tokoh tersebut telah melahirkan adanya bahasa Melayu dialek Riau yang standar dan bernilai tinggi. Bahasa tersebut dapat berperan terhadap segala kepentingan. Bahasa Melayu dialek Riau inilah yang kemudian disebut sebagai bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia merupakan ciptaan hibrida dari bentuk bahasa Melayu, khususnya dialek Riau (Kepulauan Riau), yang telah disistematisasi oleh gagasan tata bahasa Eropa dan diperluas melalui kategori-kategori yang didasarkan pada linguistik Eropa: warisan dari para sarjana dan administrator Eropa. Meskipun sama-sama berakar dari rumpun bahasa Melayu-Polinesia, bahasa Indonesia telah berkembang dan menjadi bentuk bahasa sendiri dan berbeda dengan bahasa Melayu yang ada di negara lain di Asia Tenggara.
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang besar dan memiliki pengaruh yang kuat terhadap dunia internasional sejak awal kemunculannya hingga masa kini. Upaya standardisasi yang telah berlangsung sejak abad ke-19 membuktikan bahwa bahasa Indonesia telah menjadi bahasa yang standar. Maksud dari istilah standar pada konteks ini adalah bentuk kelayakan bahasa Indonesia untuk dapat digunakan dalam berbagai ranah kehidupan, termasuk menjadi bahasa akademik dan menjadi penyeimbang kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Dengan demikian, patut kiranya bahasa Indonesia diusung menjadi bahasa internasional. Upaya ini tentunya merupakan kelanjutan dari perjuangan para nasionalis untuk memajukan bahasa Indonesia menjadi bahasa yang menawan. (*)
Priyo Joko Purnomo: Pengkaji Bahasa dan Sastra di Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau. Pos-el: [email protected].
Rombongan BP Batam bersama Kementerian ESDM, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan PLN Batam melakukan peninjauan lapangan di Waduk Duriangkang dan Waduk Tembesi. Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kementerian ESDM, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan PLN Batam melakukan peninjauan lapangan di Waduk Duriangkang dan Waduk Tembesi dalam rangka melihat ketahanan energi sektor ketenagalistrikan di Batam, Rabu (21/9/2022).
Kunjungan tersebut untuk mendapatkan informasi terkait ketenagalistrikan seperti kecukupan pasokan dan jaringan listrik, rasio elektrifikasi, hingga rencana perkembangan pembangunan ketenagalistrikan energi terbarukan (PLTS) di Batam.
“Mengenai kecukupan dan kebutuhan listrik di Batam, kita melihat dari rencana PLN Batam akan ada penambahan kapasitas dan pemindahan gardu ke Batam. Rencana jangka panjangnya yaitu interkoneksi Sumatera-Batam, jika investasi ini terealisasi maka ada tambahan sekitar 2000-3000 MW dan ini sangat besar,” kata Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK BP Batam selaku Ketua Tim Teknis Kerja Sama Pengembangan PLTS Waduk KPBPBB, Irfan Syakir Widyasa
Irfan menyebutkan untuk pengembangan PLTS sendiri akan dikembangkan dengan skala besar dan sudah masuk proyek strategis nasional. BP Batam berharap di tahap pertama ini, paling tidak ada 40 MW di Waduk Tembesi dan 720 MW di Waduk Duriangkang.
“Kedepan rencana kebutuhan di Batam banyak pengembangan besar, butuh dukungan listrik, seperti pengembangan di Rempang sesuai rencana induk, kebutuhannya bisa mencapai 2.000 MW. Kemudian, data center di Nongsa, jika 11 data center sudah terealisasi maka membutuhkan 500 MW,” sebut Irfan.
“Mudah-mudahan dengan pertemuan ini apa yang kita rencanakan bisa sinkron dengan rencana PLN, ESDM dan didukung oleh seluruh pihak yang terkait,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Auditor Ahli Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Reinaldy Agung mengatakan peninjauan lapangan ini tindak lanjut dari rapat terbatas yang di pimpin Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada 20 Juni 2022 lalu, itu terkait antisipasi krisis pangan dan energi.
“Kondisi global saat ini tidak menentu, sehingga menyebabkan harga komoditas dunia terus meningkat. Aspek ketersediaan utamanya sumber energi, di mana Batam sangat bergantung pada gas. Kalau kita lihat dari sisi cadangan sendiri sebenarnya tidak sampai 20 tahun lagi gas kita akan habis. Jadi memang perubahan transformasi ke energi EBT itu sudah menjadi suatu ke niscayaan,” jelas Reinaldy.
Ia pun meyakini kebutuhan listrik akan terus meningkat sesuai dengan pertumbuhan penduduk. “Sehingga langkah-langkah antisipasi segera harus dilakukan supaya tidak terlambat dalam memenuhi kebutuhan yang terus meningkat,” ujarnya.
Analis Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Firdaus Pioneertha Ibo, menyampaikan pihaknya juga fokus kepada rasio elektrifikasi dan System Average Interruption Duration Index, System Average Interruption Frequency Index dimana terdapat kurang lebih 20 pulau yang masih belum dialiri listrik di Batam khususnya dan Kepri umumnya.
“Kedepan baik dari kebijakan dedisilesasi, konversi dari PLTD ke PLTS dan atau juga grip paket laut semoga bisa mendorong peningkatan rasio eletrikfikasi juga,” imbunya.
Sementara, EVP PPRM PLN Batam, Mohammad Arief Rachman menyatakan saat ini kondisi pelistrikan di Batam bisa dikatakan cukup, namun menurutnya Batam harus punya cadangan operasi minimal 20 persen.
“Tentu kita perlu dukungan dari pemerintah agar ada sumber pasokan gas dari sumber lain,” ucapnya.