Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 6855

Skincare Juga Penting untuk Pria, Atasi Masalah Jerawat hingga Kulit Berminyak

0
lLUSTRASI. Menjaga kebersihan dan kesehatan wajah tak hanya wajib untuk wanita, tetapi juga pria. (jawapos)

batampos – Skincare juga penting untuk pria. Dengan perawatan teratur bisa mengatasi masalah kulit berjerawat, kering, kusam hingga kulit berminyak.

Menganggap masalah perawatan kulit hanya untuk kaum hawa, membuat pria sering abai dengan perawatan kulitnya. Beberapa pria bahkan khawatir disebut tidak macho hanya karena memperehatikan penampilannya.

Padahal jika kulit wajah tidak dirawat, akan timbul maslah seperti jerawat, kulit kusam, atau memiliki minyak berlebih di bagian wajah. Padahal permasalahan kulit seperti ini mudah diatasi.

”Tapi karena pria tidak peduli maka mereka membiarkannya sehingga membuat penampilan menjadi kurang menarik,” kata Andika Ramadhan Febriansah dari CLORISMEN, kepada wartawan baru-baru ini.

Menurutnya, jika kulit tidak dirawat, maka akan timbul jerawat. Selain itu, kulit kering juga disebabkan karena ketidaksehatan kulit. Sehingga membuat kulit terlihat kusam, tidak bercahaya, dan kelihatan lebih tua.

”Rata-rata pria tidak peduli dengan perawatan karena menganggap perawatan kulit dan wajah selalu identik dengan kaum hawa,” ungkapnya.

”Bukan takdir atau keturunan, semangat bahwa semua pria bisa tampil lebih baik dan lebih keren dengan mulai peduli pada penampilan sendiri,” tambahnya.

Seperti apa masalah kulit yang dialami pria? Berikut masalah mereka serta solusinya.

1. Kulit berjerawat

Masalah jerawat tak akan berhenti begitu mereka melewati masa pubertas. Jerawat dapat datang kepada siapa dan kapan saja tergantung pada kondisi kulit saat itu. Jerawat pada pria pun disebabkan oleh perubahan kadar hormon yang memproduksi minyak, sehingga pori-pori tersumbat.

Baca juga: Penuaan Dini Dapat Dicegah, Salah Satunya Hindari Stres

2. Kulit berminyak

Para pria cenderung memiliki pori-pori yang lebar sehingga mampu menghasilkan minyak wajah lebih banyak dari perempuan. Terkadang mereka malas membersihkan wajah.

Maka minyak bisa muncul dari pori-pori. Akibatnya wajah jadi timbul komedo dan juga jerawat.

3. Kulit kusam

Kulit pria kusam karena mereka tidak menggunakan pelindung saat ke luar rumah. Paparan sinar matahari dan radikal bebas dapat memperparah hal ini. Wajah pria jadi lebih cepat kusam karena tidak menggunakan perlindungan wajah.

Solusinya

Untuk mengatasi masalah itu, pria dapat memilih produk skincare seperti sabun muka atau facial wash, cleansing foam, acne gel, brightening cream, serum, hingga parfum. Maka tak hanya perempuan, pria juga penting memakai skincare. Selain itu, penting juga bagi para pria merawat dan memperhatikan kesehatan rambutnya dengan haircare.

“Memilih kandungan alami penting untuk membuat kulit dan tubuh pria semakin sehat dan sempurna,” ujarnya. (*)

Reporter : JPGroup

Komnas HAM Serahkan Rekomendasi ke Timsus Polri

0
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Komnas HAM mengakhiri penyelidikan dan pemantauan kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J atau Yosua. Hasil dari penyelidikan dan pemantauan itu berupa rekomendasi dan telah diserahkan ke Tim Khusus (Timsus) Polri.

“Saya Ketua Komnas HAM dan Pak Irwasum sebagai Ketua Timsus ingin menyampaikan kepada publik bahwa semua kami akhiri,” kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (1/9).

Taufan memastikan pihaknya tetap melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap kasus pembunuhan Brigadir J alias Yosua yang melibatkan mantan Kadivpropam Polri Irjen Ferdy Sambo. Pengawasan itu sangat penting, agar proses persidangan nantinya berjalan optimal.

“Tentu saja masih ada tugas lain dari Komnas HAM yaitu melakukan pengawasan proses selanjutnya sampai nanti di persidangan. Teman-teman media juga sangat diharapkan kontribusinya untuk melakukam pengawasan. Ini penting sekali buat keadilan ditegakkan di negeri yang kita cintai ini,” tegas Taufan.

Taufan tak memungkiri awal pengusutan kasus itu menimbulkan disinformasi di publik. Namun, kini kasus pengusutan kasus dugaan pembunuhan Brigadir Yosua berjalan optimal.

“Sehingga di awal-awal kita tahu bagaimana kasus ini membuat kebingungan di masyarakat karena adanya disinformasi. Adanya alat-alat bukti dan lain-lain yang dihilangkan yang kemudian kami sebut itu sebagai obstruction of justice,” ucap Taufan.

Dalam kesempatan yang sama, Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto menyatakan, rekomendasi dari Komnas HAM akan ditindaklanjuti oleh tim khusus (Timsus) Polri.

“Rekomendasi kepada kami, Polri terutama Bareskrim dan tentu Polri, akan menindaklanjuti apa-apa yang direkomendasikan Komnas HAM untuk kita lakukan penyidikan sampai dengan persidangan,” ujar Agung.

Dia pun memastikan, proses pengusutan kasus dugaan pembunuhan Brigadir J dilakukan secara transparan. Terlebih, Polri telah menetapkan Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka.

“Pak Kapolri pada saat pembentukan timsus ini menekankan untuk ungkap kasus ini harus transparansi, buka apa adanya, pendekatan scientific crime investigation,” pungkas Agung. (*)
Reporter: JP Group

Sabtu, Pawai Budaya dan Kendaraan Hias Digelar di Tanjungpinang 

0
Tari piring yang ditampilkan Kelompok Sangar Seni dan Budaya Minang Serumpun Bintan dalam ajang Bintan Utara Ethnic Festival 2022 di halaman Gedung Nasional Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Minggu (21/8). F.Slamet Nofasusanto

batampos- Tanjungpinang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) akan menggelar pawai budaya dan pawai kendaraan hias pada Sabtu (3/9) besok.

Kegiatan akan dimulai pada pukul 07.30 WIB, dengan titik kumpul pawai kendaraan hias dari sepanjang Jalan Agus Salim dengan rute menuju Jalan Hang Tuah hingga Jalan Sulaiman Abdullah.

Sedangkan pawai budaya, peserta akan berjalan dari Jembatan Tugu Raja Haji Fisabilillah hingga Gedung Daerah.

BACA JUGA: Gubkepri: Kita Sangat Bersyukur Pawai Muharam Bisa Diadakan Lagi

Koordinator acara Syafaruddin menyampaikan, pawai budaya dan pawai kendaraan hias itu digelar dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-77.

Pawai kendaraan hias akan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), Kecamatan dan seluruh kelurahan di Kota Tanjungpinang.

“Sedangkan untuk pawai budaya melibatkan semua paguyuban se-Kota Tanjungpinang, sanggar seni, sekolah dari SMP dan SMA,” kata Syafaruddin, Rabu (31/8).

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menunjukkan keragaman budaya masyarakat untuk mempererat lagi silaturahmi antar sesama, agar tumbuh lagi kesadaran akan hidup bersama lagi setelah pandemi covid-19.

“Dengan menampilkan budaya dari berbagai daerah ini, kita berharap masyarakat menjadi lebih bersemangat dan bersinergi antara satu suku dan suku lainnya di bawah payung budaya melayu kita,”sebutnya.

Ia berharap para peserta pawai budaya dapat memberikan penampilan yang maksimal. Karena pawai tersebut diperlombakan.

“Disbudpar sebagai panitia, jadi kami berharap para peserta dapat menampilkan yang terbaik,” tambahnya. (*)

reporter: Peri Irawan

PKS Tolak Rencana Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

0
Pengendara sepeda motor antre mengisi pertalite di SPBU Pemda III Batuaji, Batam, Rabu (24/8). (Dalil Harahap/ Batam Pos)

batampos – Presiden PKS Ahmad Syaikhu secara tegas menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Penolakan dilakukan karena kebijakan itu bkal menurunkan daya beli masyarakat dan akan menambah jumlah orang miskin.

“Berangkat dari jeritan hati dan suara rakyat, demi menyuarakan rasa keadilan rakyat, DPP PKS menyatakan dengan tegas menolak kebijakan kenaikan harga BBM dan Solar Bersubsidi. Semoga pemerintah meninjau kembali rencana kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi. Rakyat membutuhkan keberpihakan dan kepedulian yang nyata dari Pemimpinnya,” kata Syaikhu dalam pernyataannya, Kamis (1/9).

Menurut Syaikhu, mereka yang terkena dampak merupakan masyarakat kecil yang kondisi ekonominya belum pulih pasca pandemi. Seperti di antaranya tukang ojek, pedagang kaki lima, tukang bakso, supir truk dan angkot, buruh, UMKM, emak-emak, pelajar, petani, peternak, nelayan dan elemen masyarakat lainnya akan menjerit.

“Mereka akan terpukul ekonominya dan sulit bangkit kembali dari keterpurukan,” tegas Syaikhu.

Kenaikan harga pangan dan energi secara langsung akan berdampak pada meningkatnya jumlah orang miskin. Karena mayoritas masyarakat kita berada dalam kategori rentan miskin. Sedikit saja ada guncangan ekonomi akibat kenaikan harga BBM, maka itu akan membuat mayoritas masyarakat rentan miskin tersebut menjadi miskin.

Ditambah lagi, saat ini sedang terjadi krisis pangan dan energi. Harga-harga sembako saat ini sudah naik, apalagi nanti saat BBM dinaikkan.

Syaikhu menambahkan, beberapa waktu yang lalu, rakyat sudah terpukul kenaikan harga minyak goreng. Belum selesai harga minyak goreng melonjak, harga telur meroket. Rumah tangga di seluruh Indonesia akan semakin terpukul jika harga BBM bersubsidi naik.

“Kalau BBM dan Solar bersubsidi ikut naik, harga secara keseluruhan akan naik signifikan. Akan terjadi efek domino di sektor lainnya,” ungkap Syaikhu.

Syaikhu menjelaskan, saat ini rakyat masih berjuang bangkit kembali setelah terdampak secara ekonomi akibat Pandemi Covid-19. Tapi ironisnya, pemerintah justru akan menaikkan harga BBM dan solar bersubsidi. “Kebijakan ini sungguh tidak berempati dengan kondisi masyarakat yang masih dalam kesulitan ekonomi,” tegas Syaikhu.

Syaikhu menyinggung soal Ibu Kota Negara (IKN) dan proyek kereta cepat Jakarta -Bandung. Menurut Syaikhu, kenaikan harga BBM bersubsidi dan solar mengundang pertanyaan besar di benak masyarakat.

“Mengapa untuk membangun IKN pemerintah ada dana? Mengapa untuk menanggung pembengkakan biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung pemerintah sanggup? Namun, untuk memastikan harga BBM tetap terjangkau sebagai kebutuhan mendasar justru tidak sanggup?,” papar Syaikhu.

Syaikhu juga menyoroti bantuan sosial yang dicanangkan pemerintah sebagai kompensasi hanya bersifat sementara. Menurutnya, efek domino akibat kenaikan harga BBM bersubsidi akan berdampak luas dan signifikan. Terlebih, penyalurannya bantuan sosial selama ini banyak catatan, ketidakakuratan data, tidak tepat sasaran dalam penyaluran hingga terjadinya korupsi.

“Pembengkakan biaya APBN yang oleh pemerintah kerap disebut karena adanya subsidi BBM. Seharusnya pembengkakan APBN bisa dikurangi dengan melakukan usaha ekstra dalam melakukan efisiensi APBN agar bebas dari pemborosan belanja dan praktik korupsi,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group

Pemko Batam Komitmen Tekan Angka Stunting

0
WhatsApp Image 2022 07 06 at 12.25.50 e1657117075553
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. F.Immanuel Sebayang

batampos – Pemko Batam terus berkomitmen untuk menekan angka stunting. Hal itu disampaikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi

Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama kader posyandu untuk segera melaporkan jika menemukan anak-anak yang berpotensi stunting.

“Mari kita sukseskan sama-sama, kita harus berupaya bagaimana mencegah angka stunting ini tidak terus bertambah,” kata Rudi, Rabu (31/8/2022).

Rudi juga mengajak kepada masyarakat yang mampu untuk mau menjadi bapak asuh anak-anak stunting di Kota Batam. Sehingga dapat membantu peningkatan gizi.

“InsyaAllah bapak asuh ini akan terus bertambah,” ujarnya.

Disisi lain, tentu kata dia sebagai Wali Kota Batam dan Kepala BP Batam pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Batam. Sehingga dapat memberikan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harapkan dalam satu tahun ke depan angka stunting di Batam dapat terus menurun,” jelasnya.(*)

Pemko Batam Komitmen Tekan Angka Stunting

0
WhatsApp Image 2022 07 06 at 12.25.50 e1657117075553
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. F.Immanuel Sebayang

batampos – Pemko Batam terus berkomitmen untuk menekan angka stunting. Hal itu disampaikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi

Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama kader posyandu untuk segera melaporkan jika menemukan anak-anak yang berpotensi stunting.

“Mari kita sukseskan sama-sama, kita harus berupaya bagaimana mencegah angka stunting ini tidak terus bertambah,” kata Rudi, Rabu (31/8/2022).

Rudi juga mengajak kepada masyarakat yang mampu untuk mau menjadi bapak asuh anak-anak stunting di Kota Batam. Sehingga dapat membantu peningkatan gizi.

“InsyaAllah bapak asuh ini akan terus bertambah,” ujarnya.

Disisi lain, tentu kata dia sebagai Wali Kota Batam dan Kepala BP Batam pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Batam. Sehingga dapat memberikan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harapkan dalam satu tahun ke depan angka stunting di Batam dapat terus menurun,” jelasnya.(*)

Kirab Budaya di Desa Toapaya, Bintan Digelar Meriah Setelah 2 Tahun Vakum

0
Sejumlah anak terlihat mengenakan busana adat dalam kirab budaya yang digelar di Desa Toapaya, Bintan, Rabu (31/8). F.kiriman Alex

batampos– Kirab budaya dalam rangka merayakan HUT Ke-77 RI digelar meriah di Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya, Bintan, Rabu (31/8).

Sejumlah anak mulai PAUD hingga SD dan masyarakat Desa Toapaya terlihat mengenakan berbagai busana adat. Bahkan, ada yang mengenakan busana TNI Polri dan dokter.

Camat Toapaya, Nepy Purwanto mengatakan, kirab budaya ini merupakan pertama kali digelar setelah dua tahun vakum akibat pandemi covid-19.

BACA JUGA: Asrianto Nomor Urut 1, Mulyono 2, dan Zukri 3, Nomor Urut Cakades Toapaya

“Alhamdulillah meriah dan menghibur khususnya masyarakat di Desa Toapaya,” kata Nepy.

Selain kirab budaya, penghujung Agustus ini juga digelar pagelaran budaya kuda kepang dan hiburan rakyat pada malam hari.

Sebelumnya, berbagai lomba digelar mulai lomba voli, pertandingan domino, lomba karaoke hingga perlombaan rakyat diantaranya panjat pinang dan berbagai lomba untuk anak-anak. (*)

reporter: Slamet

Tak Bisa Sembuh, Hipertensi Hanya Dapat Dikendalikan

0
Ilustrasi hipertensi. Hipertensi rupanya tak bisa disembuhkan dan harus minum obat seumur hidup untuk mengendalikannya. (Istimewa)

batampos – Tak bisa sembuh, hipertensi hanya dapat dikendalikan. Mengendalikannya dengan minum obat seumur hidup.

Menurut Dokter Spesialis Saraf RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S, hipertensi sendiri merupakan penyakit kronik yang tidak bisa disembuhkan. ”Jika tekanan darah seseorang sudah mencapai target bukan berarti dia sembuh, tapi terkontrol,” katanya.

“Kalau sudah terkontrol maka diharapkan bisa menghindari komplikasinya, salah satunya kerusakan otak seperti stroke,” katanya kepada wartawan dalam webinar baru-baru ini.

Sayangnya, kata dia, banyak orang tidak mengetahui bahwa dirinya telah menderita tekanan darah tinggi karena seringkali tidak adanya gejala. Sering sekali seseorang terserang stroke tiba-tiba karena hipertensi.

Baca juga: Dipicu Obesitas, Hipertensi Mulai Ancam Anak Usia 6-16 Tahun

“Akan tetapi, si penderita tidak pernah tahu bahwa dirinya memiliki hipertensi. Oleh karenanya, hipertensi sering disebut sebagai pembunuh senyap atau silent killer,” jelasnya.

Penyebab Hipertensi

Menurut dr. Eka, seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila memiliki tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg.

Maka pertama-tama, perlu diperhatikan faktor-faktor risiko atau penyebab yang bisa menyebabkan hipertensi itu sendiri. Misalnya usia, obesitas, makanan yang terlalu mengandung garam dan sedikit kalium, kurangnya berolahraga, merokok dan konsumsi alkohol, hingga stres.

“Faktor risiko tersebut mampu membuat tekanan darah tidak stabil. Saat ini, ada dua faktor risiko tambahan yang juga perlu diperhatikan seperti udara dingin dan polusi udara,” tutur dr. Eka.

“Salah satu yang menjadi tantangan dalam penanganan hipertensi adalah pasiennya kadang tidak sadar kalau mereka mengidap hipertensi dan baru ketahuan saat tekanan darah sudah di angka yang sangat tinggi. Maka penting untuk rutin cek tekanan darah,” tutupnya. (*)

Reporter : JPGroup

TNI AL dan AL Vietnam Latihan Bersama Codex 22 B-1 di Bintan dan Batam

0
Laksamana Pertama Kemas (kanan) salam komando bersama perwakilan Perwira AL Vietnam. F. Dispen Lantamal IV Tanjungpinang

batampos- Untuk Meningkatkan profesioanlisme prajurit, TNI Aangkatan Laut (AL) bersama AL Vietnam menggelar latihan bersama Coordinated Exercise 22B-1 (Codex 22 B-1) di Bintan dan Batam.

Laksamana Pertama Kemas M. Ikhwan Madani, mengatakan latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit. Selain itu sebagai upaya nyata pembangunan kepercayaan (confidence building measures) dua AL dalam menciptakan lingkungan maritim di kawasan yang aman dan damai.

Kemas menekankan pada latihan bersama ini, prajurit AL agar melaksanakan rangkaian kegiatan sesuai dengan rencana dan mengutamakan keselamatan. “Melalui interaksi sosial antar para pengawak kapal VPN dan KRI Bung Tomo-357 diharapkan akan terjalin persahabatan dan saling memahami,” kata Kemas, Rabu (31/8).

BACA JUGA: Dukung Bintan Bekarya, KBRI Singapura Serahkan Donasi Rp 50 Juta untuk Pelatihan UMKM di Bintan

Sementara itu, Komandan KRI Bung Tomo – 357 Kolonel Laut Ludfy mengatakan latihan ini merupakan latihan pertama antara TNI AL dan AL Vietnam. Hal ini menjadi tonggak sejarah kerjasama militer antara dua AL. “Kegiatan melibatkan tiga unsur yang terdiri dari 2 unsur TNI-AL yaitu KRI Bung Tomo-357, Helikopter HS1311 dan 1 kapal perang Angkatan Laut Vietnam 012-Ly Thai To,” terangnya.

Pada latihan di KRI Bung Tomo-357, berlangsung fase darat, berupa kegiatan OCS Brief, Table Top Exercise (TTX), dan Familiarisasi Replenishment at Sea (RAS) antar perwira beserta staf Departemen Operasi kedua unsur tugas. “Rangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan guna mendapatkan kesamaan pola pikir dan pola tindak di seluruh serial latihan saat manuver lapangan atau fase laut nantinya,” jelas Ludfy. (*)

reporter: Yusnadi

Ombudsman Masih Temukan Penyimpangan Saat PPDB di Kepri

0
kepala ombudsman kepri lagat
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Lagat Siadari. Foto: Ombudsman Kepri untuk Batam Pos

batampos – Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau, Lagat Siadari, menyebut masih terdapat penyimpangan saat penyelenggaraan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun anggaran 2022.

Ini disampaikannya melalui Konferensi Pers Daring beberapa waktu lalu terkait saat Hasil Pengawasan Penyelenggaraan PPDB.

“Kami telah lakukan pengawasan pada satuan pendidikan mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas pada penyelenggaraan PPDB. Kami masih temukan ada penyimpangan,” jelasnya dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Batam Pos, Kamis (1/9/2022).

Lagat mengatakan, pada tingkat sekolah menengah atas, ditemukan adanya intervensi oknum pejabat mulai dari titip menitip siswa hingga keluarnya surat dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Nomor B/421/590.21/DISDIK/2022 tanggal 18 Juli 2022 perihal Penambahan Rencana Daya Tampung (RDT) yang memaksa sekolah membuka pendaftaran meskipun kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah usai. Padahal Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 Pasal 27 ayat 6 melarang Pemerintah Daerah untuk menambah rombel dan ruang kelas baru.

“Sangat disayangkan, kami temukan pada sekolah-sekolah favorit satu kelas diisi melebihi kapasitas yang seharusnya. Bahkan satu kelas dapat diisi oleh 65 siswa. Kami yakinkan bila ratio batas siswa tidak terpenuhi, proses belajar mengajar bisa terganggu. Sebelum ditambah, perhatikan sarprasnya terlebih dahulu,” ujarnya.

Lagat menyebut, penambahan RDT tersebut bertentangan dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, oleh karenanya ada dugaan telah terjadi penyimpangan data Dapodik terkait jumlah siswa di setiap kelas.

“Seharusnya ada sistem blokade pada Dapodik bila ruang kelas sudah melebihi kapasitas sehingga menutup cela terjadinya kecurangan yang dilakukan pihak sekolah maupun kepala dinas,” tegasnya.

Selain melakukan pemantauan, Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau pun menerima beberapa aduan masyarakat terkait penyelenggaraan PPDB Tahun 2022 ini yang meliputi dugaan penyimpangan prosedur dan dugaan adanya pungutan liar yang dilakukan oleh pihak sekolah.

“Laporan tersebut kami selesaikan dengan sistem RCO, Respon Cepat Ombudsman. Kami pun berhasil mendorong instansi terkait dalam penyelesaian laporan tersebut dan menerbitkan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP),” jelasnya.

Mengakhiri pemaparan Lagat menekankan agar seluruh pihak terutama anggota dewan, pejabat, kepala dinas dan LSM tidak mengintervensi berjalannya PPDB di Provinsi Kepulauan Riau ini.

“Jangan mengintervensi lagi. Tegakkan aturan. Jangan sampai menjadi pendorong pelanggaran aturan agar tidak terjadi hal yang sama setiap tahunnya,” tutupnya.(*)

Reporter: Messa Haris