
batampos – Rekonstruksi ulang kejadian Magelang atas tragedi pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tidak dilangsungkan di Magelang. Rekonstruksi digelar di aula samping rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling III.
Terlihat polisi sudah menyiapkan berbagai properti untuk mendukung jalannya rekonstruksi agar sebisa mungkin mirip dengan rumah Sambo di Magelang. “Rekonstruksi hari ini akan meliputi 78 adegan. Di rumah Magelang sebanyak 16 adegan,” jelas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo.
Berikut adalah hasil pantauan JawaPos.com (jaringan batampos.co.id) atas konstruksi ulang kejadian di rumah Sambo di Magelang.
Adegan 1: Putri Candrawathi rebahan dengan menggunakan pakaian serba putih di kamar lantai 2 di Magelang sambil memegang handphone dan menempelkannya di telinga. Terlihat tersangka Kuat Ma’ruf memakai baju oranye berdiri di dekatnya.
Adegan 2: Bripka Ricky Rizal berhadapan dengan tersangka Kuat Ma’ruf. Keduanya terlihat mengenakan baju oranye dengan tulisan “Tahanan Bareskrim Polri”.
Adegan 3: Bripka Ricky Rizal masuk ke kamar tersangka Putri Candrawathi. Terlihat Putri masih berbaring dan Ricky berdiri di depannya.
Adegan 4: Bripka Ricky menyerahkan senjata api kepada Bharada Richard Eliezer.
Adegan 6: Bharada Eliezer berhadapan dengan Brigadir Yosua yang sedang memegang ponsel.
Adegan 7: Bripka Ricky berhadapan dengan Brigadir Yosua.
Adegan 8: Brigadir Yosua memasuki kamar Putri dan duduk di lantai depan ranjang Putri yang sedang rebahan.
Adegan 9: Giliran Kuat Ma’ruf yang masuk ke kamar Putri dan duduk bersila di depan ranjang yang digunakan Putri. Terlihat Putri masih rebahan.
Adegan 10: Brigadir Yosua kembali memasuki kamar Putri dan duduk bersila di lantai depan ranjang Putri. Istri Sambo itu masih terlihat sedang berbaring.
Adegan 11: Bripka Ricky bertatap-tatapan dengan Brigadi Yosua di luar kamar Putri. Keduanya terlihat seperti bersitegang.
Adegan 12: Brigadir Yosua, Bharada Eliezer, Bripka Ricky, dan Kuat Ma’ruf terlihat berbaring di lantai.
Adegan 13: Posisi Putri Candrawathi terlihat seperti sedang menelepon dalam keadaan berbaring.
Adegan 14: Bripka Ricky berhadapan dengan Putri Candrawathi terhalang dengan tembok.
Adegan 15: Bripka Ricky terlihat mengambil senjata yang sebelumnya ia simpan dari Bharada Eliezer.
Adegan 16: Bharada Eliezer memegang senjata api laras panjang yang diserahkan Bripka Ricky. Hal itu dilakukan di luar rumah dan di depan mobil.
Senjata api tersebut lalu disimpan di kursi depan mobil dekat kursi sopir. Bharada Eliezer masuk mobil dan duduk di samping kursi sopir. Kemudian masuk sang sopir, yaitu Kuat Ma’ruf dan disusul Putri Candrawathi yang duduk di belakang dengan saksi yang bernama Susi. (*)
Reporter: JP Group








