Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 6898

Inggris Kembali Dipimpin Perdana Menteri Perempuan Bernama Liz Truss

0
Liz Truss, Perdana Menteri Inggris yang baru, menggantikan Boris Johnson. F Phil Noble/Reuters.

batampos – Inggris kembali dipimpin perdana menteri perempuan. Dia adalah Liz Truss yang memenangi 57 persen pemungutan suara oleh Partai Konservatif, Senin (5/9/2022) waktu setempat.

BACA JUGA:
Ditinggalkan Parlemen, PM Inggris Boris Johnson Mengundurkan Diri

Liz menggantikan perdana menteri sebelumnya, Boris Johnson yang memilih mundur setelah mendapat tekanan dari warganya sendiri akibat berbagai skandal yang dilakukannya.

Truss mengalahkan pesaingnya, Rishi Sunak yang sebelumnya menjabat sebagai menteri keuangan. Demikian dilansir dari Reuters, Selasa (6/9/2022).

Pemilik nama lengkap Mary Elizabeth Truss ini akan melaksanakan serah terima jabatan dari Johnson. Setelahnya, ia akan berkunjung ke Skotlandia bertemu dengan Ratu Elizabeth, Selasa (6/9/2022) hari ini. Kegiatan ini dilakukan sebelum ia membentuk pemerintahan di bawah pimpinannya sendiri.

Truss menjadi perdana menteri keempat dari Partai Konservatif sejak pemilihan 2015. Selama periode itu Inggris diterpa berbagai krisis, dan kini diperkirakan menghadapi resesi panjang yang dipicu kenaikan inflasi hingga 10,1 persen pada Juli lalu. Selain itu, dia juga menjadi perdana menteri perempuan ketiga di Inggris setelah Margareth Thatcher dan Theresa May.

Sebelumnya, Truss sudah lama berkecimpung menjadi anggota parlemen Inggris. Dia juga menjabat sebagai menteri luar negeri di bawah pemerintahan Boris Johnson.

Perempuan berusia 47 tahun ini, setelah terpilih, berjanji akan bekerja cepat dalam mengatasi krisis biaya hidup Inggris.

Dalam pekan pertama bertugas, ia menargetkan akan mengatasi kenaikan biaya energi dan mengamankan pasokan bahan bakar dalam menghadapi musim dingin dan di masa depan.

Truss telah memberi isyarat selama kampanye kepemimpinannya bahwa dia akan menantang konvensi dengan menghapus kenaikan pajak serta memotong pungutan lain. Langkah ini, menurut beberapa ekonom, akan memicu inflasi. Ia juga berjanji meninjau kewenangan Bank of England namun tetap melindungi independensinya.

Sebagai perdana menteri yang baru, Truss sudah memiliki daftar tugas yang panjang, termasuk menyelesaikan inflasi, krisis ekonomi, dan juga pengaruh pasokan bahan pangan akibat perang Rusia dan Ukraina yang berdampak ke gas energi di negerinya. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak

Harga BBM Naik, Wakil Wali Kota Batam: Pasti Semua Juga Ikut Naik

0
Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad 1 F Cecep Mulyana
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kebijakan kenaikan harga Bahan bakar Minyak (BBM) dipastikan berdampak langsung kepada berbagai sektor. Tidak terkecuali harga komoditi, dan biaya operasional angkutan dan lainnya.

Hal itu diutarakan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, usai menghadiri Rapat Paripurna di Kantor DPRD Batam, Senin (5/9/2022).

“Sudah tidak terhindarkan dampak dari kenaikan ini, pasti semua juga ikut naik. Namun begitu, Pemerintah Daerah berharap ada kebijakan penyerta yang digulirkan pusat, sebagai antisipasi dampak serius kenaikan harga BBM,” kata dia

Amsakar menjelaskan, kebijakan penyerta ini bisa berupa subsidi atau bantuan yang diberikan pusat kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini bisa berupa sembako, bansos atau bisa juga produk kesehatan, dan sebagainya.

“Saya yakin pusat tengah mempersiapkan hal itu. Karena dampak kenaikan ini yang utama adalah meningkatnya angka inflasi yang diperkirakan bisa berada di angka lima persen,” ujarnya.

Langkah penting yang harus dilakukan saat adalah bekerja keras, agar angka inflasi ini tetap berada di angka yang aman. Untuk menyikapi hal tersebut Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan membahas bersama terkait kenaikan harga BBM tersebut.

“Pertamina tentu menjadi kunci utama karena persoalannya ada di situ,” sebutnya.

Diharapkan dampak dari kenaikan harga ini tidak begitu signifikan. Hal ini menurutnya, bisa ditekan dengan hadirnya kebijakan penyerta yang mungkin tengah direncanakan pemerintah pusat.

Kenaikan harga BBM ini berdampak hampir di semua sektor. Untuk komoditi misalnya tentu harus menghitung biaya operasional yang dikeluarkan distributor dalam mendatangkan komoditi ke Batam. Tentunya hal ini diperkirakan juga akan berdampak terhadap harga komoditi di pasar.

“Pemerintah daerah selama ini sangat fokus untuk menjamin ketersediaan harga komoditi di Batam. Jangan sampai ada kendala soal pasokan akibat kenaikan harga BBM ini. Untuk itu kami dalam waktu dekat ini akan membahas bersama tim TPID yang di dalamnya juga ada BI, distributor, Pertamina, asosiasi angkutan dan lainnya,” bebernya.

Mengenai rencana operasi pasar untuk menekan kenaikan harga komoditi, Amsakar menjelaskan dibutuhkan pembahasan bersama.

Hal ini karena kegiatan tersebut membutuhkan biaya, serta kerja sama dengan distributor. Sehingga tidak bisa diputuskan sendiri.

“Kami bahas dulu bersama TPID. Kira-kira apa yang bisa kami lakukan untuk mengendalikan inflasi akibat dampak kenaikan harga BBM ini,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia

Harga BBM Naik, Wakil Wali Kota Batam: Pasti Semua Juga Ikut Naik

0
Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad 1 F Cecep Mulyana
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kebijakan kenaikan harga Bahan bakar Minyak (BBM) dipastikan berdampak langsung kepada berbagai sektor. Tidak terkecuali harga komoditi, dan biaya operasional angkutan dan lainnya.

Hal itu diutarakan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, usai menghadiri Rapat Paripurna di Kantor DPRD Batam, Senin (5/9/2022).

“Sudah tidak terhindarkan dampak dari kenaikan ini, pasti semua juga ikut naik. Namun begitu, Pemerintah Daerah berharap ada kebijakan penyerta yang digulirkan pusat, sebagai antisipasi dampak serius kenaikan harga BBM,” kata dia

Amsakar menjelaskan, kebijakan penyerta ini bisa berupa subsidi atau bantuan yang diberikan pusat kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini bisa berupa sembako, bansos atau bisa juga produk kesehatan, dan sebagainya.

“Saya yakin pusat tengah mempersiapkan hal itu. Karena dampak kenaikan ini yang utama adalah meningkatnya angka inflasi yang diperkirakan bisa berada di angka lima persen,” ujarnya.

Langkah penting yang harus dilakukan saat adalah bekerja keras, agar angka inflasi ini tetap berada di angka yang aman. Untuk menyikapi hal tersebut Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan membahas bersama terkait kenaikan harga BBM tersebut.

“Pertamina tentu menjadi kunci utama karena persoalannya ada di situ,” sebutnya.

Diharapkan dampak dari kenaikan harga ini tidak begitu signifikan. Hal ini menurutnya, bisa ditekan dengan hadirnya kebijakan penyerta yang mungkin tengah direncanakan pemerintah pusat.

Kenaikan harga BBM ini berdampak hampir di semua sektor. Untuk komoditi misalnya tentu harus menghitung biaya operasional yang dikeluarkan distributor dalam mendatangkan komoditi ke Batam. Tentunya hal ini diperkirakan juga akan berdampak terhadap harga komoditi di pasar.

“Pemerintah daerah selama ini sangat fokus untuk menjamin ketersediaan harga komoditi di Batam. Jangan sampai ada kendala soal pasokan akibat kenaikan harga BBM ini. Untuk itu kami dalam waktu dekat ini akan membahas bersama tim TPID yang di dalamnya juga ada BI, distributor, Pertamina, asosiasi angkutan dan lainnya,” bebernya.

Mengenai rencana operasi pasar untuk menekan kenaikan harga komoditi, Amsakar menjelaskan dibutuhkan pembahasan bersama.

Hal ini karena kegiatan tersebut membutuhkan biaya, serta kerja sama dengan distributor. Sehingga tidak bisa diputuskan sendiri.

“Kami bahas dulu bersama TPID. Kira-kira apa yang bisa kami lakukan untuk mengendalikan inflasi akibat dampak kenaikan harga BBM ini,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia

Kontras: 27 Dugaan Rekayasa Kasus Terjadi Selama 2019-2022

0
Ilustrasi. Ferdy Sambo bersama istri, Putri Candrawathi saat rekonstruksi. (Dery Ridwansah JawaPos.com)

batampos – Dugaan rekayasa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat oleh Irjen Pol Ferdy Sambo dkk menunjukkan betapa mudahnya kepolisian merekayasa sebuah perkara. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyebut rekayasa semacam itu bukan yang pertama. Ada 27 dugaan rekayasa kasus diidentifikasi terjadi selama 2019-2022.

Divisi Riset dan Dokumentasi Kontras Rozy Brillian menjelaskan puluhan dugaan rekayasa kasus itu umumnya berupa jebakan perkara dalam pengedaran narkoba, mendapatkan pengakuan secara paksa melalui intimidasi serta tindak kekerasan, serta salah tangkap atau tindakan penangkapan tanpa prosedur yang diatur dalam KUHAP.

”Kontras mendampingi serta mengeluarkan respons terhadap empat rekayasa kasus (dari 27 dugaan rekayasa kasus) yang dilakukan oleh Polri, baik itu rekayasa kasus pembunuhan, kekerasan, hingga kasus narkoba,” kata Rozy dalam konferensi pers secara dalam jaringan (daring), kemarin (5/9).

Rozy memerinci, 27 dugaan rekayasa kasus itu tersebar di 15 provinsi di Indonesia. Oknum polisi yang diduga melakukan rekayasa kasus itu tercatat bertugas di tiga institusi Polri. Mulai dari Polda, Polres hingga Polsek. ”Dari 27 peristiwa rekayasa kasus itu, delapan diantaranya merupakan rekayasa kasus terkait narkotika,” ungkapnya.

Menurut Rozy, jebakan perkara yang dimaksud dalam rekayasa kasus itu identik dengan tindakan kesengajaan memasukkan barang bukti narkoba kepada orang tertentu, kemudian menangkapnya. Sementara modus salah tangkap, identik dengan penindakan yang tidak disertai dengan surat tugas. ”Dan dilakukan dengan tindak penganiayaan dan penangkapan sewenang-wenang,” ujarnya.

Rekayasa kasus dengan modus jebakan perkara pernah menimpa RN, seorang remaja di Binjai, Sumatera Utara, yang dijebak membeli sabu oleh anggota Polres Binjai pada 21 Maret lalu. ”Akibat dari dugaan rekayasa itu, Kasat Narkoba Polres Binjai dicopot dari jabatannya,” terang Rozy.

Sementara contoh salah tangkap dialami MS, warga Pinrang, Sulawesi Selatan. Peristiwa itu terjadi pada 1 Oktober 2021 lalu. Dalam penangkapan tersebut, MS sempat dipukul hingga mengalami luka lebam. ”Padahal korban (MS) sama sekali tidak mengetahui apa pun,” imbuhnya.

Sementara Polri terbuka untuk menerima kritik dari Kontras terkait dugaan rekayasa kasus. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadan menjelaskan, analisa untuk memberikan penilaian terhadap Polri tentunya diterima dengan terbuka.”untuk siapapun itu, POlri menerima kritik,” ujarnya.

Analisa yang dilakukan Kontras tersebut akan menjadi bahan evaluasi. Semua catatan tersebut mendorong agar POlri menjadi lebih baik. ”Kami akan menghilangkan upaya-upaya yang disebutkan itu,” ujarnya.

Tugas utama Polri adalah memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat. Semua tugas itu akan dijalankan dengan baik untuk masyarakat. ”POlri akan menindak anggota yang melakukan pelanggaran,” terangnya. (*)

Reporter: JP Group

PPK dan Koordinator BKM Maju Bersama jadi Tersangka, Dugaan Korupsi Pembangunan TPS 3R Kampung Bugis

0

batampos– Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang telah menetapkan dua tersangka dugaan korupsi pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS 3R) Kampung Bugis Tanjungpinang. Dua tersangka yakni AMP selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan SA selaku Koordinator Badan Kewaspadaan Masyarakat (BKM) Maju Bersama.

Kasi Intel Kejari Tanjungpinang Dedek Syumarta Suir, mengatakan AMP bersama saksi AA selaku Ketua KSM Perkasa sempat menandatangani kerjasama untuk melakukan pembangunan TPS 3R Kelurahan Kampung Bugis pada 27 Juni 2019.

Namun saat proses pembangunan, terjadi sengketa lahan tempat pembangunan TPS 3R tersebut. Hal itu, karena ada masyarakat mengkalim sebagai pemilik tanah di lokasi pembangunan TPS.

BACA JUGA: Kejari Tanjungpinang Telusuri Indikasi Korupsi Pembangunan TPS 3R Kampung Bugis

AMP bersama Kepala Dinas Perkim Tanjungpinang, Amrialis telah menandatangani addendum sebanyak dua kali soal surat perjanjian kerjasama kegiatan pembangunan TPS 3R. AMP telah mengklaim pembangunan TPS 3R tersebut telah dikerjakan 100 persen oleh KSM Perkasa. “Padahal Kepala Dinas Perkim Tanjungpinang tahun 2020 yang saat itu dijabat Djasman, tidak pernah menandatangani berita acara tersebut,” terang Dedek, Senin (5/9).

Sementara itu, lanjut Dedek, tersangka SA telah mengambil alih dan mengelola setiap pencairan dana pembangunan TPS 3R. “Seharusnya pencairan dana tersebut dikelola oleh KSM Perkasa,” terangnya.

Perbuatan dua tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana sudah dirubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Subsider pasal 3 junto pasal 18 Undang Undang Nomor 18 Tahun 1999. “21 saksi dimintai keterangan termasuk pemilik lahan, pihak swasta hingga Pemerintah,” kata Dedek.

Sebelumnya diberitakan, penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS 3R) Kampung Bugis Tanjungpinang, naik ke tahap penyidikan. Dalam tahap penyelidikan, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang menemukan unsur pidana. Diduga menyebabkan kerugian negara senilai Rp 556 juta. (*)

reporter: Yusnadi

Diancam Orangtua Santri, Pihak Pondok Gontor Akhirnya Mengakui AM Tewas Akibat Kekerasan

0
Ilustrasi suasana di Ponpes Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. (Dok/JawaPos com)

batampos – Kementerian Agama (Kemenag) hingga tadi malam (5/9) masih tertutup soal kasus kekerasan santri di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam Gontor. Mulai dari Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas hingga Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani tidak memberikan komentar.

Tanggapan hanya disampaikan oleh oleh Direktur Pondok Pesantren (Pontren) Kemenag Waryono, itu pun sangat singkat. ’’Sedang proses,’’ katanya melalui pesan singkat.

Sementara itu Pondok Gontor akhirnya menyampaikan pernyataan resmi terkait meninggalnya santri berinisial AM tersebut. Juru bicara Pondok Modern Darussalam Gontor Noor Syahid mengatakan keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor menyampaikan permohonan maaf sekaligus belasungkawa atas wafatnya AM. Permohonan maaf khususnya terkait proses pengantaran jenazah yang dianggap tidak jelas dan tak terbuka.

BACA JUGA: Pulang Perkajum, Santri Gontor Tewas Dianiaya Senior 

’’Berdasarkan temuan tim pengasuhan santri, kami memang menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum wafat,’’ katanya. Para pelaku kekerasan sudah dijatuhi hukuman, yaitu dengan mengeluarkan secara permanen dan sudah diantarkan langsung ke orang tua masing-masing.

Noor Syahid mengatakan pondok mereka tidak mentoleransi segala bentuk aksi kekerasan apapun bentuknya. ’’Termasuk dalam kasus almarhum AM ini,’’ jelasnya. Dia juga mengatakan pondok siap untuk mengikuti segala bentuk upaya dalam rangka penegakan hukum atas peristiwa itu.

Kasus kematian tidak wajar santri Gontor tersebut mencuat setelah orang tuanya bertemu dengan Hotman Paris pada Minggu (4/9) lalu. Soimah orang tua dari Albar Mahdi bin Rusdi menyampaikan ada yang tidak wajar atas kematian anaknya. Dia mengatakan anaknya tercatat sebagai santri kelas 5i di Pondok Modern Darussalam Gontor 1 Pusat di Ponorogo, Jawa Timur.

Informasi Albar meninggal dunia diterima keluarga pada Senin (22/9) pukul 10.20 WIB. Keluarga curiga karena di surat keterangan yang mereka terima, Albar meninggal pada hari yang sama jam 06.45 WIB. Adanya rentang waktu tersebut yang memunculkan pertanyaan di keluarga.

Jenazah almarhum akhirnya tiba di Palembang pada 23 Agustus siang diantar oleh perwakilan dari pesantren. Saat itu perwakilan pesantren menyampaikan bahwa Albar meninggal saat mengikuti kegiatan Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum).

Keluarga sempat mengancam akan melakukan otopsi pada jenazah. Tetapi akhirnya pihak pesantren mengakui adanya kekerasan. Dari pengakuan tersebut, akhirnya keluarga tidak jadi melakukan otopsi.

Kasus kekerasan fatal di Gontor tersebut, menambah panjang daftar kasus serupa di pesantren lainnya. sebelumnya pada 28 Agustus lalu seorang santri di Pesantren darul Qur’an Lantaburo, Cipondoh, Kota Tangerang, meninggal setelah dianiaya 12 santri lainnya. Santri yang meninggal masih berusia 13 tahun. Sementara 12 pelakunya berumur mulai dari 13 tahun hingga 15 tahun.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menyampaikan kekerasan terjadi pada Sabtu (27/8) pagi di lingkungan pesantren. Pemicu kekerasan berujung kematian tersebut juga karena urusan sepele. Yaitu provokasi dari salah seorang pelaku yang berinisial AI. Dia memprovokasi bahwa korban sering membangkunkan seniornya secara tidak sopan, yaitu menggunakan kaku. Korban dianiaya dengan dipukul, ditendang, diinjak-injal oleh pelaku di kamar, setelah korban melakukan pengajian.

Munculnya sejumlah kasus kekerasan di lingkungan pesantren sempat menjadi perhatian Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Saat kunjungan kerja di Bekas pada 31 Agustus lalu, Ma’ruf mengatakan kaget adanya laporan kekerasan di lingkungan pesantren hingga berujung kematian. ’’Di Tangerang ada di beberapa tempat ada kekerasan. Ini harus betul-betul diawasi lagi. ini mencoreng dunia pesantren,’’ katanya.

Ma’ruf mengatakan lembaga pendidikan Islam harus mencetak generasi yang wasatiyah, toleran, dan menjauhi kekerasan. Ketika saat jadi santri sudah diajarkan kekerasan, maka akan membawa sikap yang tidak baik ke depannya. Dia mengatakan menjadi umat Islam yang baik itu harus santun. (*)

Reporter: JP Group

Zailis, ART Asal Indonesia Disiksa di Malaysia

0
Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono. F Hilmi Setiawan/Jawa Pos

batampos – Lagi-lagi kasus penyiksaan terhadap pekerja migran yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Malaysia kembali terjadi. Kali ini dialami oleh Zailis,46. Dia disiksa secara keji oleh majikannya di kawasan Batu Caves.

BACA JUGA:
Pekerja Migran Indonesia Bisa Kembali Bekerja di Korsel

Berdasarkan keterangan dari KBRI Kuala Lumpur, Zailis sudah lama menghadapi siksaan dari majikan perempuannya. Hal ini terlihat dari bekas luka dan memar di tubuhnya.

“Sangat keji. Jadi saat kami mendapat laporan adanya warga kita yang disiksa di sini, saya bersama atase dan polisi langsung menemui korban di Rumah Sakit Selayang. Kondisinya sangat luar biasa ya. Kesimpulan saya, ini penyiksaan yang sangat keji,” ujar Duta Besar RI untuk Malaysia, Hermono kepada kantor berita Indonesia, Antara di Kuala Lumpur, Senin (5/9/2022) malam.

Dia pun menyebutkan, kasus yang dialami Zailis menjadi salah satu uji keseriusan Pemerintah Malaysia menjalankan nota kesepahaman (MoU) bersama Pemerintah Indonesia, yang baru ditandatangani 1 April 2022 lalu.

“Ya, tergantung pada penyelesaian kasus inilah. Ya, tentu kami akan memberikan masukan kepada Jakarta. Karena kami tidak ingin juga kasus ini seperti kasus-kasus sebelumnya, banyak ketidakadilan dialami para pekerja migran di sini,” ujarnya saat ditanya apakah kasus tersebut bisa memengaruhi MoU Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Sektor Domestik di Malaysia.

Terkait kasus ini, Hermono menyebutkan, salah satu perwakilan perdana menteri Malaysia menghubunginya dan menyebutkan akan menyelesaikan kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku di Malaysia.

“Ada staf khusus Perdana Menteri yang menghubungi saya. Dia jamin ini akan diselesaikan secara hukum, tak peduli siapa … dia juga tahu kalau si majikan (laki-laki) ini oknum polisi di sini, dia tahu,” ungkapnya.

Hal ini mengingat banyak kasus yang sebelumnya, seperti yang dialami Adelina Lisao dari NTT atau kasus pekerja-pekerja migran Indonesia lainnya yang tidak dibayar gajinya, yang masuk pengadilan tetapi kalah.

“Indonesia sudah menandatangani MoU yang tujuannya adalah kasus-kasus penyiksaan, pelanggaran terhadap hak-hak PMI sektor domestik ini bisa dicegah. Nah, sekarang terjadi lagi kasus seperti ini, kita akan melihat kesungguhan pemerintah Malaysia mengatasi kasus ini,” ujarnya.

Hermono berjanji, KBRI Kuala Lumpur akan memonitor secara seksama proses hukum yang akan dijalankan untuk kasus Zailis ini.

“This is test. Mereka serius apa enggak. Karena mereka sudah kasih komitmen pada Indonesia, termasuk kepada Menlu RI, kasus ini akan diprioritaskan,” ujarnya.

Menurut Hermono, kasus Zailis ini yang paling parah sejak MoU ditandatangani. Akan tetapi, di luar itu KBRI juga menerima laporan kasus-kasus yang tingkatannya lebih ringan.

“Kami tahu kalau dilapori, atau mereka melarikan diri ke sini (KBRI), atau ada masyarakat yang melaporkan pada kami. Di luar sana bisa saja banyak yang terjadi tetapi mereka tidak punya kemampuan melapor karena selalu di dalam rumah,” kata dia.

Zailis dalam keadaan luka dan trauma berhasil melarikan diri dari rumah majikannya,Selasa (30/8/2022) lalu. Dia dibantu oleh warga lain yang kebetulan melihatnya sebelum dibawa ke kantor polisi untuk membuat laporan.

Saat ini dia berada dalam rumah perlindungan setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Selayang. Meski demikian, KBRI sedang berupaya meminta agar Zailis mendapatkan perawatan terlebih dahulu hingga sembuh sebelum di rumah perlindungan.

KBRI juga mendapat laporan Zailis mulai terlihat lebih ceria dan kesehatannya membaik. Pihak KBRI masih berupaya menghubungi pihak keluarganya di Indonesia. (*)

Sumber: Antara

Tarif Trans Batam Tidak Naik, Tapi…

0
Trans Batam
Ilustrasi. Tarif bus Trans Batam dipastikan tidak akan naik hingga akhir tahun. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos 

batampos – Tarif bus Trans Batam dipastikan tidak akan naik hingga akhir tahun. Namun dengan kenaikan tarif bahan bakar minyak (BBM), Dinas Perhubungan Kota Batam akan mengurangi ritase atau perjalanan trayek.

“Kita masih ada subsidi. Jadi tidak akan ada kenaikan sampai akhir tahun, hanya ada pengurangan ritase saja. Nanti pengurangannya akan disesuaikan dengan sisa anggaran yang ada,” ujar Kepala UPT Trans Batam, Bambang Sucipto, Senin (5/9/2022).

Sucipto menjelaskan pengurangan ritase tersebut seperti trayek Batamcenter-Nongsa biasanya dengan 3 bis x 10 rit, kemudian dikurangi menjadi 3 bis x 8 rit.

“Untuk itu sekarang masih kita sesuaikan trayek mana saja yang dikurangi. Baru nanti disampaikan ke masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan tarif bus Trans Batam baru mengalami kenaikan pada Septermber 2021 lalu. Untuk tarif umum tunai Rp 6 ribu, dan non tunai Rp 5 ribu. Sedangkan tarif pelajar tunai Rp 3 ribu, dan non tunai Rp 2.500.

“Tapi kenaikan BBM jenis solar saat ini cukup tinggi sampai 30 persen. Ini nanti dampaknya akan besar,” ungkapnya.

Menurut Sucipto, penumpang Trans Batam saat ini meningkat drastis. Jumlah penumpang mencapai 3000-3500 perhari, dan setiap hari Trans Batam mengopersikan 40 armada dengan jam operasional dari pukul 07.00-18.00 WIB.

Selain itu, pihaknya sudah tidak memberlakukan pembatasan jarak penumpang. Untuk bis besar dengan 80 penumpang, dan bis kecil 50 penumpang.

“Target kita tahun ini pendapatan naik dibandingkan tahun lalu. Karena tahun sekarang penumpang sudah mulai ramai,” tutupnya.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Timsus Polri Dalami Keterkaitan Tiga Kapolda Dalam Kasus Ferdy Sambo

0
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. (Dok jawapos.com)

batampos – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Tim Khusus (Timsus) Polri mendalami informasi keterkaitan tiga kapolda dalam kasus Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) tersangka pembunuhan Brigadir J.

”Dari Timsus Polri akan mendalami apabila memang ada keterkaitan dengan kasus Irjen FS,” kata Dedi seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Senin (5/9).

Ketiga kapolda yang dimaksudkan adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra.

Dedi menyebutkan Timsus Polri sudah mendapatkan informasi terkait pihak-pihak yang diduga ikut terlibat kasus Ferdy Sambo. Termasuk ketiga kapolda yang disebutkan tersebut.

”Ya dari Timsus Polri sudah mendapat informasi tersebut,” ujar Dedi.

Namun, ketiga kapolda tersebut belum ada yang dimintai keterangan ataupun diperiksa Timsus Polri. Menurut jenderal bintang dua itu, tim sidik saat ini fokus melengkapi berkas perkara kelima tersangka agar segara dinyatakan lengkap dan bisa dibuktikan di persidangan secara ilmiah.

”Yang jelas untuk tim sidik saat ini fokus terkait menyangkut masalah penuntasan lima berkas perkara yang sudah di P-19 oleh jaksa penuntut umum (JPU),” tutur Dedi.

Dedi menambahkan, Timsus Polri akan mendalami peran pihak-pihak yang terkait dengan kasus Ferdy Sambo. Termasuk dengan peran ketiga kapolda tersebut.

Beberapa media mengulas adanya keterlibatan tiga kapolda dalam kasus Irjen Pol Ferdy Sambo membunuh Brigadir J. Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana dan obstruction of justice atau menghalangi penyidikan pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J.

Dalam kasus pembunuhan, istrinya Putri Candrawathi juga ditetapkan sebagai tersangka bersama Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf. (*)

Reporter: JP Group

Operator Kapal Ajukan Penyesuaian Tarif Tiket

0

batampos-Legislator Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah mengingatkan operator kapal untuk tidak melakukan tindakan sepihak, dalam menaikkan harga tiket kapal dalam provinsi. Karena secara resmi, kebijakan tersebut harus ditetapkan lewat Keputusan Gubernur.

Irwansyah

“Adanya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memang memberikan dampak pada banyak sektor. Salah satunya adalah jasa transportasi laut,” ujar Irwanssyah, Senin (5/9) di Tanjungpinang.

Sekretaris Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, pihaknya sampai saat ini juga belum mendapatkan laporan adanya permintaan atau pengajuan kenaikan harga tiket kapal oleh operator dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri.

BACA JUGA: Harga BBM Naik, Tiket Feri Segera Naik

“Aturan mainnya sudah jelas, penyesuaian tarif angkutan laut antardaerah dalam Provinsi harus dibahas bersama. Karena, apabila operator menaikan sepihak, ada sanksi yang harus dikenaka,” tegasnya.

Lebih lanjut katanya, apabila ditemukan ada operator yang menaikan harga tiket kapal secara sepihak, pihaknya mengharapkan masyarakat membuat laporan atau pengaduan ke DPRD Provinsi Kepri.

“Kita tidak ingin ada gejolak di tengah-tengah masyarakat. Maka dari itu, semua pihak harus menunggu adanya keputusan resmi dari Pemerintah sebagai pemegang kebijakan,” tutup Irwansyah.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Perairan Dinas Perhubung Provinsi Kepri, Ferry Gustiawan mengatakan, operator kapal melalui organisasi pelayaran sudah mengajukan permintaan penyesuaian tarif angkutan. Menyikapi kondisi ini, pembahasan lanjutan masih menunggu arahan dari Gubernur Kepri.

“Ya benar, pihak operator kapal sudah ada mengajukan. Pembahasan secara internal sudah kami lakukan. Langkah selanjutnya, masih menunggu arahan dari Pak Gubernur,” ujar, kemarin.

Menurutnya, Kadishub Kepri, Junaidi akan menyampaikan kondisi yang terjadi, paska kenaikan BBM ke Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Ditegaskannya, sebelum ini juga sudah permintaan penyesuaian tarif. Namun karena kondisi ekonomi daerah yang kurang baik, makanya belum dilakukan pembahasan.

“Kami sudah sampaikan, penyesuaian tarif harus melalui keputusan resmi Gubernur. Maka dari itu, operator kapal tidak boleh membuat kebijakan sepihak,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat secara resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu (3/9) lalu, langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri kabinet. menyesuaikan harga BBM. Kenaikan tersebut mulai dari BBM jenis solar, pertalite, hingga pertamax. Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter. Solar subsidi dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter. Serta Pertamax non subsidi dari Rp12.500 perliter menjadi Rp14.500 per liter.(*)

reporter: Jailani