Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 6929

Tolak Kapal Cantrang dan Trawl di Perairan Bintan, Nelayan Curhat Tak Mampu Biayai Anak Sekolah ke Dewan

0

batampos- Puluhan nelayan Bintan mendatangi kantor DPRD Bintan di Bintan Buyu, Senin (22/8). Kedatangan mereka untuk menyampaikan penolakan kapal cantrang dan trawl yang beroperasi di perairan Bintan.

Awalnya mereka melakukan orasi di depan kantor DPRD Bintan. Tidak lama, Wakil Ketua I DPRD Bintan, Fiven Sumanti dan Ketua Komisi I DPRD Bintan, Hasriawady menemui nelayan.

Ibu rumah tangga, Marjanah yang anaknya bekerja sebagai nelayan menyampaikan keluhannya dalam audiens bersama nelayan soal penolakan cantrang dan trawl di kantor DPRD Bintan, Bintan Buyu, Senin (22/8). F.Slamet Nofasusanto

Kemudian, perwakilan kelompok nelayan diterima untuk melakukan audisi dengan Komisi II DPRD Bintan yang diketuai Zulfaefi.

Perwakilan nelayan, Dato Musaffa Abbas menyampaikan, kedatangan mereka ingin menyampaikan penolakan kapal cantrang dan trawl di perairan Bintan karena dinilai merugikan nelayan tradisional.

“Kita menolak tegas kapal cantrang dan trawl yang beroperasi di perairan Bintan,” kata Musaffa Abbas.

BACA JUGA: 90 Nelayan Tanjungpinang Dilatih Membuat Bubu dan Pengikat Jaring Gillnet

Perwakilan lainnya, Ewin pun menyampaikan penolakan tegas terhadap penggunaan cantrang dan trawl karena menindas nelayan tradisional yang hanya menggunakan jaring, bubu dan alat tangkap tradisional lainnya.

“Nelayan kita terjejas dengan kapal cantrang dan trawl,” katanya.

Nelayan Bintan Pesisir, Nurdin mengatakan, dirinya sangat mengharapkan aturan pemerintah pusat mengenai penggunaan cantrang dan trawl dapat dihapus. Karena sudah menyusahkan nelayan tradisional yang hanya menggunakan alat tangkap tradisional.

“Penghasilan kami turun jauh,” katanya.

Dikatakannya juga, alat tangkap ikan seperti bubu yang ditaruhnya di laut banyak yang hilang dan rusak setelah terkena kapal cantrang dan trawl.

“1 bubu saja modalnya sudah Rp 600 ribu,” katanya.

Nurdin yang biasa mencari ikan di perairan Tambelan, Bintan ini mengibaratkan cantrang dan trawl seperti penghapus papan tulis.

“Kalau sudah kapal cantrang dan trawl yang lewat, tidak ada tersisa,” katanya.

Dia berharap, keluhannya didengar anggota dewan sehingga masalah ini bisa diteruskan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat.

Seorang ibu rumah tangga yang anaknya bekerja sebagai nelayan, Marjanah ikut dalam audiensi itu.

Perempuan yang memperkenalkan diri sebagai Mak Jan ini sempat menangis tersedu mengungkapkan masalah ekonomi yang dihadapi keluarganya.

Dia mengatakan, anaknya kesulitan membayar uang sekolah cucunya karena hasil dari melaut tidak lagi menjanjikan akibat adanya kapal-kapal cantrang dan trawl.

Bahkan, katanya, cucu yang dirawatnya tersebut sampai malu bersekolah lantaran belum membayar uang sekolah.

“Saya titipkan masa depan anak dan cucu saya, saya harap dari tanggapan yang baik dari masalah ini,” kata Mak Jan.

Perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Bintan, Sarvidin Alosko mengatakan, kewenangan pengawasan kelautan bukan lagi di pemerintah kabupaten/kota.

Dijelaskannya, kapal 5 GT hingga 30 GT berada di bawah pengawasan pemerintah provinsi sedangkan kapal di atas 30 GT di bawah kewenangan pemerintah pusat.

Kemudian, lanjutnya, pengoperasian kapal trawl memang dilarang karena merusak hamparan dasar laut. Sementara, terkait wilayah tangkap dan alat tangkap, katanya, telah diatur oleh Kementerian Kelautan.

“Tidak boleh melaut di luar wilayah tangkap perikanan yang diizinkan,” katanya.

Wakil Ketua I DPRD Bintan, Fiven Sumanti mengatakan, pihaknya telah menampung aspirasi dan keluh kesah nelayan terkait penolakan kapal cantrang dan trawl yang beroperasi di perairan Bintan.

Fiven mengatakan, kondisi sekarang nelayan yang pergi ke laut bukan kembali membawa uang tetapi utang yang bertambah.

Mirisnya lagi, kata Fiven, masalah kapal cantrang dan trawl menyebabkan nelayan Bintan tidak mampu menafkahi keluarga dan membiayai anaknya sekolah.

Dari keluh kesah yang diterimanya, Fiven mengatakan, keberadaan kapal cantrang dan trawl jelas sangat menganggu nelayan tradisional.

“Ini menjadi keprihatinan kita bersama, kami akan memperjuangkan nasib nelayan yang tidak menginginkan kapal cantrang dan trawl di perairan Bintan, apalagi kerusakannya sangat jelas,” kata Fiven.

Terkait masalah ini, Fiven mengatakan, akan mendorong pemerintah provinsi yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah pusat melalui pemerintah kabupaten untuk memperjuangkan nasib nelayan tradisional yang ada di Bintan.

“Masalah ini bukan hanya di kabupaten Bintan saja, tapi kabupaten kota lain di Kepri juga berdampak. Karena itu, kami berharap masalah ini dapat diteruskan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan agar PP Nomor 18 tahun 2021 ditinjau kembali,” katanya.

Rusunawa Pemko Batam di Tanjunguncang Kurang Diminati, Ini Penyebabnya

0
PMI Dalil Harahap6363
Rusunawa di Batam. ( F Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos – Peminat rumah susun sewa (Rusunawa) Pemko Batam Tanjunguncang 3 di Batuaji terus menurun dari waktu-waktu. Rusunawa yang berada di simpang PT Batamec ini semakin sedikit penghuni. Saat ini, tinggal sekitar 100-an hunian yang terisi.

Menurunnya minat warga untuk berdiam di rusunawa ini sebut Kepala UPT Rusunawa Pemko Batam Roni karena suplai air bersih yang kurang maksimal. Selama ini penghuni rusunawa di sana kewalahan dengan suplai air bersih. Air hanya mengalir di malam hari dan tidak bisa naik ke hunian lantai atas. Penghuni harus mengambil air dari lokasi bak penampungan yang ada di halaman rusun.

“Airnya masih bermasalah sampai saat ini. Tinggal sedikit penghuni,” ujarnya, Senin (22/8).

Rusunawa yang terisi hanya blok A bagian bawah yang memang dekat dengan lokasi bak penampungan air. Sementara blok lain termasuk blok F dan G yang selama ini dijadikan lokasi karantina PMI kosong sama sekali. “Air tak bisa naik sampai ke atas makanya tak ada penghuni,” kata Roni.

Secara umum sebut Roni, rusunawa tersebut sangat siap untuk menampung masyarakat atau pekerja yang membutuhkan tempat tinggal. Namun karena kendala suplai air minum tadi maka minim sekali warga yang berminat. Warga hanya mau menempati blok rusunawa bagian bawa yang memang dekat dengan bak penampungan air bersih.

“Tak ada masalah lain. Untuk harga sewa masih terjangkau sesuai perwako. Keamanan cukup aman. Cuman masalah suplai air bersih ini yang jadi masalah,” katanya.

Untuk diketahui sesuai dengan perwako, harga sewa Rusunawa Pemko Batam adalah lantai satu sebesar Rp 400 ribu, lantai dua sebesar Rp 385 ribu, lantai tiga sebesar Rp 370 ribu dan lantai empat sebesar Rp 355 ribu per bulan. (*)

Reporter : Eusebius Sara

Puan Dinilai Bakal Jadi Penentu Koalisi

0
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani disebut akan menjadi penentu koalisi di 2024. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos– Pengamat politik, Khoirul Umam menilai, koalisi parpol untuk pemilu 2024 yang terbentuk sejauh ini, dinilai belum menunjukkan visi politik yang jelas. Bahkan ia menyebut kerja sama antara Gerindra-PKB maupun Golkar, PAN dan PPP dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), lebih didasari pada kalkulasi politik praktis 2024.

“Sejauh ini pola koalisi yang terbentuk belum menunjukkan pertemuan visi misi yang clear, termasuk siapa tokoh yang akan ditampilkan. Ini ibarat resepsi, perkawinannya sudah ada tapi orang masih bingung pengantinnya siapa?” sindir Khoirul Umam.

Sementara PDI Perjuangan sebagai partai penguasa juga belum memberi sinyal kuat, bakal kemana bandul koalisinya mengarah. Meskipun, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu diam-diam menyiapkan Puan Maharani untuk berlaga di pilpres nanti.

“Saya mendengar ada upaya internal PDI Perjuangan menghidupkan mesin politik agar lebih efektif untuk mengusung mbak Puan,” ujarnya.

Keputusan politik PDI Perjuangan itu juga terkonfirmasi dari pidato Puan sebagai Ketua DPR, jelang hari kemerdekaan RI ke-77. Saat itu Puan menganalogikan keseimbangan kepak sayap burung, dan menegaskan bahwa penempatan perempuan dalam posisi jabatan publik adalah sebuah kelaziman dalam berdemokrasi.

“Itu adalah sinyal kuat bagaimana Puan mampu menunjukkan kapasitasnya untuk masuk dalam politik patriarki, dan menjadi representasi perempuan untuk maju di pilpres 2024,” analisa Khoirul.

Ia mengakui, masih ada yang menganggap remeh Puan karena bayang-bayang besar kakek dan ibunya. Tapi, dalam dunia politik posisi Puan tidak sesimpel itu.

“Memang dia memiliki keterbatasan elektabilitas saat ini. Tapi fakta politik menunjukkan Puan memiliki mesin politik yang solid dan mampu menggerakkan 21 persen suara. Itu adalah kunci riil dalam mesin pencapresan,” tegasnya.

Hal senada juga ditegaskan politisi PDI Perjuangan Johan Budi. Ia optimis pada peluang Puan Maharani untuk maju di Pilpres 2024. Puan memiliki rekam jejak yang jelas.

“Diskusi kita jangan hanya berkutat pada apakah calon disukai atau tidak, dengan berbasis hasil survei dan popularitas di media sosial,” kata Johan Budi.

Johan menyindir tokoh tertentu, yang getol bikin konten di media sosial untuk membangun citra diri sebagai calon pemimpin yang merakyat.

“Sering bikin konten, mengupload makan mie instan di pinggir jalan seolah-olah dia calon pemimpin yang merakyat. Atau meninjau sambil marah-marah menendang pintu melihat kesalahan anak buahnya, itu kan dalam rangka membentuk citra,” sindir mantan jubir KPK ini.

Kebiasaan ini akhirnya membuat bakal capres berlomba-lomba membuat konten supaya viral dan berimbas pada elektabilitas.

“Jadi bukan perang gagasan,” sambung dia.

Karena itu, Johan mengajak rakyat Indonesia, untuk menilai calon pemimpinnya dari sisi kapasitas dan kapabilitas. “Itu bisa diukur dari bagaimana track record calon menjalani jenjang-jenjangk epemimpinan,” ucapnya.

Penentu Koalisi

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Pangi Syarwi Chaniago meyakini Puana kan menjadi penentu peta koalisi partai politik di pemilihan presiden 2024 mendatang. Pasalnya,

puan saat sudah diberi mandat oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk membuka komunikasi dengan semua partai politik.

“Di sisi lain, seluruh parpol juga dinilai masih menunggu langkah dari partai berlambang banteng. Kita melihat prospek koalisinya, PDI-P mudah berkoalisi dengan siapa saja, itu kan tergantung Mbak Puan ya,” kata Pangi kepada wartawan, Senin (22/8).

Pangi juga mengatakan, sejumlah parpol lain saat ini memang sudah membangun koalisinya masing-masing.

Namun ia menilai koalisi yang sudah terbangun itu bisa dilihat hanya sekedar penjajakan dan basa-basi karena belum memiliki arah yang jelas. Sebab, dengan ditugaskannya Puan untuk membuka komunikasi dengan seluruh parpol, maka bukan tidak mungkin koalisi yang ada saat ini bisa buyar.

“Praktis enggak ada satupun sampai sekarang yang koalisinya sudah matang. Itu menurut saya karena masih menunggu PDI-P,” kata Pangi.

Direktur Eksekutif Voxpol Center ini pun meyakini kepiawaian Puan dalam membuka komunikasi dengan semua partai politik yang ada. Sebab, Puan tidak punya sejarah masa lalu dengan tokoh politik lain yang membuat ia bisa lebih fleksibel dalam membuka komunikasi dengan semua pihak.

“Puan lebih lincah, mahir dan piawai karena dia tidak punya beban masa lalu atau hubungan yang tidak baik dengan parpol lain. Ruang gerak beliau lebih mudah ketimbang Ibu Mega yang jalan,” kata Pangi.

Ia mencontohkan langkah Puan yang hari ini mau bertandang ke kantor Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Ia menilai, hal itu tidak mungkin dilakukan oleh Megawati.

“Puan bisa lebih merendah dalam arti untuk kemenangan. Kan enggak mungkin Bu Mega mau mengunjungi surya paloh, tapi mbak puan mau melakukan itu,” ujar Pangi.

Pangi juga mengatakan, keberhasilan Puan nantinya bisa diukur dari dua aspek. Pertama, apakah ia bisa membangun koalisi yang matang antara PDI-P dengan partai lain. Kedua, apakah koalisi itu juga menghasilkan kandidasi capres yang sesuai harapan.

“Dan di tangan Puan, partai yang hendak bergabung dengan PDI-P itu akan jauh lebih banyak karena kerannya dibuka lebar. Kandidasi yang bakal diusung juga akan makin baik karena opsinya jadi lebih banyak,” ucap Pangi. (*)

Reporter:  JP Group

Juarai Piala AFF, Timnas U-16 Kembali Terima Hadiah Miliaran Rupiah

0
Ketum PSSI Iwan Bule dan Menpora ikut mengangkat trofi Piala AFF U-16 2022 bersama skuad Timnas U-16. (Antara Photo)

batampos – Setelah mendapatkan bonus senilai Rp1 miliar dari Presiden Joko Widodo dan Rp 1,385 miliar dari PSSI setelah menjuarai Piala AFF U-16 2022, tim nasional U-16 Indonesia kembali menerima hadiah Rp 1 miliar untuk alasan serupa, kali ini dari bank BUMN BRI.

Dikutip dari laman PSSI di Jakarta, Sabtu, bonus tersebut diberikan langsung oleh Direktur Utama BRI Sunarso di Jakarta, Sabtu (20/8). “Semoga timnas U-16 Indonesia terus berprestasi dan konsisten. Kami berharap mereka akan menjadi generasi penerus timnas Indonesia yang kuat nantinya,” kata Sunarso.

Timnas U-16 menerima apresiasi tersebut melalui pelatih Bima Sakti dan sang kapten Muhammad Iqbal Gwijangge. Beberapa petinggi PSSI seperti Wakil Sekretaris Jenderal Maaike Ira Puspita, Direktur Teknik Indra Sjafri, Manajer Timnas U-16 Endri Erawan dan Kepala Tim Medis Syarif Alwi.

Pelatih timnas U-16 Indonesia Bima Sakti pun mengucapkan terima kasih kepada BRI atas bonus tersebut. Bima berjanji akan terus mengawal para pemainnya agar tetap mempertahankan performa mereka.

“Saat ini pemain sudah kembali ke klub atau daerah masing-masing. Kami akan memonitor perkembangan mereka dan diharapkan, saat berkumpul kembali, tidak ada masalah dengan kondisi mereka,” tutur pria berusia 46 tahun itu.

Timnas U-16 Indonesia berhasil menjadi kampiun Piala AFF U-16 2022 setelah menundukkan Vietnam dengan skor 1-0 pada laga final di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (12/8). Itu adalah gelar kedua Indonesia di turnamen tersebut setelah tahun 2018.

Prestasi tersebut membuat timnas U-16 Indonesia bergelimang pujian. Mereka pun mendapatkan gelontoran bonus dari berbagai pihak yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari Rp3 miliar. Berikutnya, skuad berjuluk Garuda Asia kini ditunggu turnamen berikutnya yakni Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 pada 1-9 Oktober 2022 yang digelar di Indonesia. Di kualifikasi itu, Indonesia berada di Grup B bersama Malaysia, Uni Emirat Arab, Palestina dan Guam. (*)

 

 

Reporter: Antara

Pelajar di Lagoi Diedukasi Cara Cegah Penyakit yang Ditularkan Nyamuk

0
Siswa memanfaatkan botol bekas untuk meminimalisir berkembangnya nyamuk dalam kegiatan dalam upaya mencegah penyakit yang disebabkan penularan nyamuk di Lagoi. F.Bintan Resort

batampos – Siswa Tunas Bangsa dan mahasiswa Politeknik Bintan Cakrawala (PBC) maupun Sahid Bintan Tourism Institute (SBTI) menerima edukasi mengenai upaya pencegahan penyakit yang disebabkan penularan dari nyamuk.

Kegiatan yang digelar selama seminggu berturut-turut mulai Jumat (19/8) ini untuk memperingati hari nyamuk sedunia, 20 Agustus  2022.

Kepala Departemen Health, Safety and Environmental  (HSE) PT. BRC, Ray Manaek mengatakan, kegiatan ini digelar untuk siswa TK, SD hingga SMA, dan mahasiswa Diploma I dan Politeknik.

BACA JUGA: Wisatawan Berburu Kuliner dan Hasil Produk UMKM di Kampung Peranakan, Lagoi Bay, Bintan

“Moto dari kegiatan ini adalah kontribusi kecilmu, berdampak besar bagi  lingkungan,” kata Ray.

Menurut Ray, membangun kesadaran sejak usia dini dengan memberikan ilmu pengetahuan yang benar dalam upaya pencegahan penyakit yang disebabkan penularan dari nyamuk sangat penting.

Karena banyak penyakit yang disebabkan penularan dari nyamuk seperti malaria, demam berdarah,  filariasis dan penyakit dari nyamuk lainnya.

Dikatakannya, sebenarnya banyak kegiatan bersifat edukasi mengenai lingkungan yang diberikan ke sekolah di bawah Yayasan Bintan Resorts yang berada dalam kawasan wisata Lagoi.

Pihaknya juga telah melakukan berbagai program pencegahan penyakit tular vektor di kawasan wisata Lagoi seperti perawatan sistem drainase untuk mencegah genangan air yang  berpotensi menjadi tempat  perkembangbiakan nyamuk, inspeksi rutin oleh tim jumantik, pembuatan dan penggunaan Ovitrap (perangkap tempat bertelur nyamuk), termasuk pengawasan kondisi kesehatan karyawan yang dikakukan departemen HSE bekerjasama  dengan Dinas Kesehatan Bintan.

Dalam kegiatan ini, siswa juga diberikan pelatihan tentang pemanfaatan  kembali botol plastik bekas menjadi barang yang sangat berdaya guna, untuk mengeliminasi telur nyamuk dengan metode  ovitrap.

“Jadi dari usia anak-anak  sudah dibekali ilmu tentang bahaya penyakit  tular vektor dan tindakan pencegahannya,” katanya.

Ray mengharapkan, kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran dan kepedulian untuk mengetahui cara mencegah penyakit yang benar serta mampu menciptakan budaya yang kuat dalam hal kesehatan lingkungan. (*)

Reporter: Slamet

Musim Demam, Batasi Anak Bermain Ponsel dan Perbanyak Minum Air Putih

0
jangan sepelekan demam tinggi kenali 5 gejala penyakit dbd m 640x447 1
Ilustrasi anak demam. (jpg)

batampos – Banyak anak yang terserang penyakit radang tenggorokan dan demam dalam sepekan terakhir ini. Orangtua diminta untuk kembali memperhatikan pola hidup sehat sang anak di rumah. Cuci tangan, minum air putih dan konsumsi nutrisi yang secukupnya serta kurangi bermain ponsel adalah hal yang harus diperhatikan orangtua terhadap sang anak di rumah.

Kepala Puskesmas Batuaji dr Sri Fetra Neti menyebutkan ada banyak anak yang dilarikan ke Puskesmas selama musim pancaroba ini. Kebanyakan keluhannya adalah radang tenggorokan dan demam.

Selain karena musim yang tak menentu, pola hidup sehat anak di rumah kurang diperhatikan menjadi penyebab. Jadi, hal wajib yang harus dilakukan orangtua adalah menjaga kebersihan sang anak sendiri. Biasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah kegiatan atau anak bermain.

“Cuci tangan itu jangan dianggap sepele. Itu pintu masuk kuman ke tubuh anak. Perhatikan betul itu. Pastikan anak cuci tangan dengan bersih sebelum dan sesudah aktifitas. Nutrisi anak juga diperhatikan dengan baik. Jaga pola makan agar selalu ada unsur empat sehat lima sempurnanya. Tidak harus mahal atau mewah itu. Yang tak kalah penting juga adalah perbanyak minum air putih. Kalau akal masi susu kasi asupan susu yang sesuai,” ujar Sri.

Hal lain yang juga harus diperhatikan orangtua adalah ponsel. Anak tidak boleh dibiarkan bermain ponsel berlama-lama atau sampai larut malam. Jam istirahat anak harus mencukupi.

“Kalau anak dibiarkan main ponsel tentu tak akan tidur dia. Banyak hal negatif juga dengan membiarkan anak berlama-lama main ponsel. Ini juga penting diperhatikan. Anak harus punya waktu istirahat yang cukup,” kata Sri lagi.

Selain anjuran pencegahan diatas, Sri juga meminta agar orang tua menyediakan obat Paracetamol dan pengukur suhu anak di rumah. Jika terjadi demam tinggi di tengah malam langka pertama adalah kompres dan memberi obat penurun panas. Jika memungkinkan segeralah dilarikan ke klinik atau rumah sakit.

“Minimal ada Paracetamol di rumah. Kalau sudah demam tinggi segara ke rumah sakit atau klinik,” ujarnya. (*)

 

 

Reporter : Eusebius Sara

Dokter Forensik Sebut Ini Penyebab Jari Brigadir J

0
Ibu Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak, didampingi kerabatnya histeris saat mendatangi makam anaknya sebelum autopsi ulang di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). (ANTARA/Wahdi Septiawan)

batampos– Kejanggalan luka-luka di tubuh jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J terjawab sudah. Salah satunya terkait putusnya jari korban yang sempat menjadi spekulasi liar.

Ketua Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Ade Firmansyah Sugiharto mengatakan, luka di tangan Brigadir J dipastikan karena rekoset (pantulan) peluru yang ditembakkan ke tubuhnya. Proyektil kemudian menembus badannya dan mengenai jari tersebut.

“Kalau luka yang ada di tangan itu karena alur lintasan anak peluru, anak peluru itu masuk ke dalam tubuh, dan keluar mengenai bagian lainnya termasuk jarinya,” kata Ade di Bareskrim Porli, Jakarta Selatan, Senin (22/8).

Ade mengatakan, temuan ini mematahkan isu liar yang menyebutkan jika jari Brigadir diputus menggunakan pisau. Dia memastikan tidak ada penganiayaan sebelum korban tewas.

“(Penyebab kematian) kekerasan senjata api. Tidak ada kekerasan lain,” jelasnya.

Diketahui, 5 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS), Kuat Ma’raf (KM), dan yang terbaru adalah istri Sambo, Putri Chandrawathi.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E.

“RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan. “FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Sedangkan Putri terekam CCTV berada di di lokasi dan ikut serta dalam proses pembunuhan berencana kepada Brigadir J. “(PC) mengikuti dan melakukan perencanaan pembunuhan Brigadir J,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (*)

Reporter: JP Group

Hasil Otopsi Kedua Brigadir J, Tak Ada Luka Selain Akibat Senjata Api

0
Kerabat memegang foto almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J saat pemakaman kembali jenazah setelah autopsi ulang di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/hp.)

batampos – Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) telah menyelesaikan hasil otopsi kedua terhadap jenazah Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Hasilnya dipastikan tidak ada penganiayaan sebelum tewas kepada Brigadir J.

“Tidak ada luka-luka di tubuhnya (Brigadir J), selain akibat kekerasan senjata api,” kata Ketua PDFI, Ade Firmansyah Sugiharto di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/8).

Ade menuturkan, Brigadir J murni tewas akibat luka tembak. Dia memastikan tidak ada penganiayaan seperti pemukulan maupun penyayatan dengan senjata tajam.

“Yang fatal itu di dada dan kepala. Tidak ada kekerasan lain,” jelas Ade.

Diketahui, 5 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS), KM, dan yang terbaru adalah Putri Chandrawathi.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E.

“RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan. “FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Sedangkan Putri terekam CCTV berada di di lokasi dan ikut serta dalam proses pembunuhan berencana kepada Brigadir J. “(PC) mengikuti dan melakukan perencanaan pembunuhan Brigadir J,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (*)

Reporter:  JP Group

Berbagai Budaya Nusantara Ikut Karnaval HUT ke 77 di Kecamatan Kundur

0
Peserta karnaval HUT ke 77 RI di Kundur

batampos– Berbagai kesenian, adat, budaya Nusantara ikut menyemarakan karnaval HUT ke 77 RI di Kecamatan Kundur, Senin (22/8). Atraksi dan keikutsertaan kesenian adat budaya berbagai suku di kecamatan Kundur mampu menghibur masyarakat Kundur.

Karnaval diikuti berbagai pelajar dari tingkat Taman kanak-kanak, SD, MIN, SMP MTsN, SMA, MA, SMK, umum hingga paguyuban di kecamatan Kundur. Menariknya kegiatan karnaval ini baru dilaksanakan setelah tiga tahun fakum karena covid 19.

Madi seorang warga mengaku senang tahun ini kembali dapat menyaksikan beragam penampilan kesenian, pakaian adat, serta atraksi dari berbagai suku di Kundur. Semua kesenian adat budaya dari berbagai suku tampil di acara karnaval.

BACA JUGA: Lepas Rindu Perayaan HUT RI, Masyarakat Desa Teluk Sasah, Bintan Antusias Ikut Lomba Rakyat

“Saya cukup senang akhirnya kegiatan karnaval kembali dilaksanakan pada peringatan HUT ke 77 RI. Masyarakat kembali menyaksikan atraksi berbagai kesenian dari berbagai suku di Kecamatan Kundur,”ujarnya.

Pantauan di lapangan jadwal karnaval tahun ini berubah dari jadwal semula pukul 14.00 Wib menjadi pukul 08.00 Wib pagi. Karnaval dimulai dari lapangan sepak bola stadion mini dan selesai di balai Pemuda Tanjungbatu kota. Peserta karnaval menempuh jarak sekitar dua kilometer peserta sangat antusias dan berlangsung meriah. (*)

reporter: Imam Sukarno

Ketua DPP NasDem: Kunjungan PDIP Bernuansa Nostalgia

0
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya saat memberikan keterangan kepada wartawan di NasDem Tower, Jakarta, Senin (22/8/2022). (ANTARA/Tri Meilani Ameliya.)

batampos – Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya menyampaikan bahwa kunjungan PDI Perjuangan (PDIP) yang diwakili Ketua DPP PDIP Puan Maharani serta beberapa elite partai tersebut menghadirkan nuansa nostalgia.

“Tentu, (dalam kunjungan ini) ada nostalgia,” kata Willy kepada wartawan di Kantor DPP NasDem atau NasDem Tower, Jakarta, Senin.

Lebih lanjut dia menjelaskan suasana nostalgia itu terasa karena pada awal NasDem didirikan, PDIP merupakan partai politik yang pertama kali mereka kunjungi. Di samping itu, tambah Willy, nostalgia juga terasa karena semasa hidup ayahanda Puan Maharani, yakni Taufiq Kiemas, beliau telah mempertemukan Puan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

“Almarhum Pak Taufiq Kiemas membawa Mbak Puan ke Pak Surya untuk bersama-sama (bertemu). Hubungan Pak Surya dengan keluarga besar Bung Karno itu terjaga cukup baik,” ujar Willy.

Kemudian, dia mengatakan pula NasDem merasa terhormat berkesempatan menjadi partai politik yang pertama kali dikunjungi oleh PDIP melalui Puan Maharani dalam safari politik mereka.

Menurut Willy, ada sejumlah hal yang akan dibahas dalam pertemuan antara kedua partai ini, mulai dari obrolan tentang persoalan kebangsaan, kepemiluan, dan kerja sama politik. Dengan demikian, dia berharap pertemuan ini akan melahirkan kebajikan.

“Harapannya tentu melahirkan kebajikan, melahirkan kesepahaman bersama tentang hal yang selama ini sering kali menjadi miskomunikasi atau mispersepsi seolah-olah dianggap hubungannya panas-adem, padahal fine-fine (baik-baik) saja,” jelas Willy.

Sebelumnya, Puan Maharani yang mengenakan setelan busana serba hitam beserta Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto, Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey, Bapilu PDIP Bambang Wuryanto, dan beberapa elite partai PDIP lainnya dengan menggunakan seragam partai berwarna merah itu tiba di NasDem Tower, Jakarta, pukul 11.00 WIB.

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Hi Ali, Sekjen NasDem Johnny G. Plate, Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya, dan elite partai NasDem lainnya, seperti Lestari Moerdijat. (*)

Reporter: Antara