Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 693

Video Kekerasan Diputar di PN Batam, ART Disiksa Majikan, Dipaksa Makan Kotoran Anjing

0
Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Intan menceritakan penderitaan yang dialaminya selama hampir satu tahun bekerja sejak Juni 2024. Ia mengaku kerap dipukul, dijambak, bahkan disiram air kotor oleh majikannya. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Batam mendadak hening saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) memutar video yang menampilkan adegan kekerasan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART). Dalam video itu, terdakwa Roslina tampak melakukan kekerasan terhadap korban bernama Intan, perempuan muda yang selama setahun bekerja di rumahnya.

Sidang lanjutan perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa Roslina digelar Kamis (13/11). Majelis hakim yang dipimpin Andi Bayu bersama anggota Douglas dan Dina Puspasari menghadirkan Intan sebagai saksi sekaligus korban.

Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Intan menceritakan penderitaan yang dialaminya selama hampir satu tahun bekerja sejak Juni 2024. Ia mengaku kerap dipukul, dijambak, bahkan disiram air kotor oleh majikannya.

Baca Juga: Sidang KDRT ART Intan Kembali Tegang, Romo Paschal: “Perdamaian Bukan Kosmetik Moral”

“Saya dijambak, dipukul, disiram air pel kotor kalau buat salah,” ujar Intan di hadapan majelis hakim.

Kekerasan yang dialami Intan tak berhenti di situ. Ia mengaku diperlakukan tidak manusiawi, tidur di lantai dekat kamar mandi tanpa kasur maupun bantal, bekerja sejak pukul 04.00 pagi hingga dini hari, dan gajinya kerap dipotong karena alasan sepele.

Namun yang paling menyayat hati, Intan mengaku dipaksa memakan kotoran anjing dan meminum air kloset oleh Roslina karena dianggap bersalah.

“Saya disuruh makan kotoran anjing dan minum air kloset karena dianggap bikin tersumbat tisu. Saya takut dipukul, jadi saya turuti,” kata Intan lirih sambil menahan tangis.

Selain itu, ia juga mengaku kerap dikurung, tidak diberi makan, dan diancam akan dibunuh jika mencoba kabur.

“Roslina pernah bilang, kalau saya dibunuh dan dikubur di sini, tak akan ada yang tahu,” ungkapnya.

Terdakwa Roslina membantah seluruh tuduhan yang disampaikan korban. Ia menegaskan tidak pernah menyiksa maupun mengurung Intan.

“Tidak benar saya menyiksa Intan atau mengambil ponselnya. Semua tuduhan itu tidak sesuai kenyataan,” ujar Roslina.

Dalam sidang tersebut, JPU Aditya menghadirkan alat bukti elektronik berupa video yang memperlihatkan tindakan kekerasan terhadap korban. Video tersebut disebut direkam sendiri oleh terdakwa menggunakan ponselnya.

Selain Roslina, seorang perempuan bernama Merliyati juga turut terlihat dalam rekaman dan diduga ikut melakukan kekerasan. Keduanya dijerat dengan Pasal 44 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga jo Pasal 64 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang perbuatan berlanjut dan penyertaan.

Sidang ini turut mendapat perhatian publik. Ketua KKPPMP Kepri, Chrisanctus Paschalis Saturnus (Romo Paschal), yang hadir langsung di ruang sidang, menilai kesaksian Intan sangat kuat dan berani.

“Banyak pertanyaan yang membuka kembali trauma Intan, tapi dia luar biasa tegar. Kesaksiannya, ditambah bukti video, sudah cukup kuat menunjukkan adanya penganiayaan yang sangat keji,” ujar Romo Paschal.

Majelis hakim menunda sidang untuk agenda pemeriksaan saksi tambahan pekan depan. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Video Kekerasan Diputar di PN Batam, ART Disiksa Majikan, Dipaksa Makan Kotoran Anjing pertama kali tampil pada Metropolis.

Bayi Prematur Tewas, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Ibu Hamil

0
Ilustrasi

batampos – Suasana duka mendalam menyelimuti rumah duka di Kampung Bintang, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji. Tangis keluarga pecah sejak kabar meninggalnya bayi prematur milik Al (25) diterima pada Kamis (13/11) dini hari. Bayi kedua Al, yang lahir pada 7 November dalam kondisi prematur, menghembuskan napas terakhir saat dirawat di RSUD Embung Fatimah Batam.

Keluarga dan tetangga terlihat berkumpul untuk memberikan dukungan kepada Al dan kerabat terdekat. Kepergian sang bayi menjadi pukulan berat, terlebih karena kehamilan tersebut sempat terganggu akibat dugaan penganiayaan yang dialami ibu korban beberapa minggu sebelumnya. Situasi ini menambah kesedihan mendalam bagi keluarga besar yang masih terpukul dengan kejadian tersebut.

Kasus ini berawal dari tindakan penganiayaan yang terjadi pada 28 Oktober malam. Ky, kekasih Al, datang ke rumah korban di kawasan ruli Kampung Bintang bersama kekasih barunya. Mereka mendobrak pintu rumah dan langsung melakukan kekerasan terhadap Al yang tengah hamil tujuh bulan. Aksi brutal tersebut membuat kondisi kandungan Al terganggu.

Tidak hanya Al yang menjadi korban, bayi perempuan pertama Al juga turut menjadi sasaran penganiayaan oleh Ky dan pasangan barunya. Kedua korban mengalami luka akibat serangan tersebut. Kondisi Al semakin memburuk sehingga harus melahirkan bayinya secara prematur pada 7 November.

Setelah dilahirkan, bayi tersebut mendapatkan perawatan intensif di RSUD Embung Fatimah. Namun kondisinya tidak stabil. Meski tim medis berupaya memberikan penanganan maksimal, nyawa sang bayi tidak tertolong pada Kamis dini hari. Keluarga meyakini peristiwa penganiayaan menjadi salah satu penyebab utama kondisi kritis sang bayi.

Tidak terima dengan rangkaian kekerasan tersebut, keluarga Al melalui Heribertus resmi melapor ke Mapolsek Batuaji. “Kami sebagai keluarga sangat terpukul. Kami ingin proses hukum berjalan dan para pelaku bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan,” ujar Heribertus. Ia menambahkan bahwa keluarga berharap kasus ini tidak diabaikan mengingat dampaknya sudah merenggut nyawa bayi yang baru lahir.

Wakapolsek Batuaji, Iptu Ridho, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian tengah menelusuri dan mendalami kasus ini untuk memastikan seluruh pelaku dapat diproses sesuai hukum. Polsek Batuaji menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus yang menelan korban jiwa ini. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Bayi Prematur Tewas, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Ibu Hamil pertama kali tampil pada Metropolis.

Industri Sawit Nasional Menguat, Eddy Martono Paparkan Strategi Perdagangan, Tata Kelola dan Biofuel

0
Ketua GAPKI Eddy Martono saat membuka IPOC 2025. f. Mifta/Radar Bali

batampos-Industri sawit nasional tengah menghadapi dinamika yang semakin kompleks dan belum pernah terjadi pada periode sebelumnya. Dunia perdagangan yang berubah cepat, tuntutan tata kelola yang makin ketat dan kebijakan energi baru menjadi faktor besar yang membentuk masa depan komoditas strategis Indonesia ini.

Pada pembukaan 21st Indonesia Palm Oil Conference di Bali, Kamis 13 November 2025, Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menjelaskan bahwa organisasi ini telah menyiapkan langkah nyata untuk menjawab tantangan tersebut. Ia menyampaikan bahwa forum IPOC menjadi ruang strategis tahunan untuk merumuskan arah kebijakan dan membaca prospek industri sawit global.

BACA JUGA: IPOC 2025 Resmi Dibuka di Bali, Bahas Arah Baru Industri Sawit Dunia

“Inilah strategi yang akan GAPKI terapkan,” ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia tersebut saat menyampaikan sambutan. Dua kalimat itu menandai dimulainya pemaparan mengenai arah baru industri sawit yang perlu diambil secara kolektif.

Optimisme Eddy tidak datang tanpa alasan karena kinerja sawit nasional sepanjang Januari hingga September 2025 menunjukkan perbaikan. Produksi telah menembus angka 43 juta ton yang berarti naik 11 persen dari tahun sebelumnya dan menandai bergeraknya mesin industri ke arah positif.

Di sisi ekspor, termasuk CPO, turunannya, oleokimia dan biodiesel, volume mencapai lebih dari 25 juta ton atau 13,4 persen lebih tinggi dibanding tahun lalu. Nilai itu menyumbang devisa sebesar 27,3 miliar dolar Amerika Serikat yang berarti meningkat 40 persen dari periode yang sama.

Sementara konsumsi domestik tetap kuat karena berada di angka 18,5 juta ton dibandingkan 17,6 juta ton pada tahun sebelumnya. Eddy menyebut performa ini sebagai sinyal penting yang menegaskan perlunya strategi baru untuk memastikan industri tetap tumbuh dan kompetitif.

“Kinerja industri sawit menunjukkan sedikit percepatan dibandingkan periode yang sama,” lanjut Eddy sambil mengingatkan bahwa capaian tersebut harus diterjemahkan sebagai wake up call. Ia menjelaskan bahwa ada tiga lingkup besar yang harus ditata agar industri sawit terus berperan sebagai penopang perekonomian nasional.

Tema konferensi tahun ini, “Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy and Global Trade,” dipilih karena menggambarkan peta jalan industri yang semakin menantang. Menurut Eddy, seluruh pelaku usaha harus mampu membaca arah kebijakan global dan menyiapkan respons yang proporsional.

Pada aspek perdagangan global, Eddy menilai peluang pertumbuhan industri sawit Indonesia sebenarnya sangat terbuka. Momentum penting hadir melalui Indonesia–EU CEPA yang memberi akses lebih luas ke pasar Eropa dan dapat mengubah struktur rantai pasok dunia.

Namun regulasi EU Deforestation Regulation menjadi tantangan besar yang memerlukan strategi khusus karena berdampak langsung pada penerimaan produk Indonesia di Eropa. EUDR disebutnya bukan sekadar regulasi karena harus dipandang sebagai cermin sistem yang perlu dibangun oleh industri.

BACA JUGA: Booth BPDP Hadirkan Misi Sawit Berkelanjutan dan Perluasan Pasar di CAEXPO-CABIS 2025

Ia menegaskan bahwa informasi keliru harus diluruskan dengan data dan fakta yang benar agar citra sawit tidak terus disalahpahami. Tuntutan standar yang diberlakukan Eropa harus dihadapi dengan penerapan standar yang lebih baik dan berkelanjutan.

Itulah mengapa tata kelola menjadi strategi kedua yang disorot oleh Eddy karena menjadi fondasi untuk menjaga kepercayaan global. Ia menegaskan perlunya memperkuat sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil agar tidak sekadar menjadi simbol di atas kertas.

ISPO, kata Eddy, harus menjadi standar emas global yang menunjukkan bahwa keberlanjutan adalah prinsip utama. Ia mengingatkan bahwa penerapan nilai keberlanjutan bukan hanya slogan karena “Sustainability adalah komitmen GAPKI.”

Selain itu, Eddy mengapresiasi langkah pemerintah terkait kebijakan energi terbarukan yang semakin memberi ruang bagi sawit sebagai bahan baku biofuel. Mandat B35 dan B40 dinilainya menciptakan permintaan domestik yang stabil dan membantu menurunkan emisi secara nasional.

Agar kebijakan ini bertahan dan dapat dikembangkan, ia berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku industri semakin konsisten. Ia menegaskan bahwa stabilitas regulasi menjadi kunci karena kepastian hukum akan membuat industri lebih gesit menghadapi dinamika global yang cepat.

“Untuk mendorong pertumbuhan, kita membutuhkan setiap bagian dari mesin pemerintahan kita bekerja secara harmonis,” kata Eddy Martono. Ia menambahkan bahwa ekosistem sawit memerlukan kerangka kebijakan yang solid agar dapat terus berinovasi dan berdaya saing tinggi.

Selain memperkuat struktur industri, GAPKI juga ingin memastikan bahwa petani kecil merasakan manfaat terbesar dari kemajuan sawit nasional. Selama bertahun-tahun organisasi ini rutin menggelar kompetisi untuk menobatkan koperasi pekebun paling produktif di Indonesia.

Tahun ini pemenang berasal dari Kutai Timur, Kalimantan Timur dengan capaian 37,4 ton TBS yang naik 9 persen dari tolok ukur produktivitas. Angka ini sedikit lebih tinggi dari pemenang tahun lalu sehingga menunjukkan adanya peningkatan pada tingkat pekebun.

Upaya memperkuat industri juga dilakukan melalui dorongan bagi generasi muda untuk berinovasi dan menciptakan solusi baru. Pada pembukaan IPOC 2025, GAPKI menyoroti semangat luar biasa dari Hackathon Minyak Sawit Nasional 2025 yang diikuti ratusan mahasiswa.

Juara kompetisi tersebut adalah Tim BiFlow dari ITS Surabaya yang mempersembahkan proyek bernama RAPIDS. Inovasi itu menggunakan pembelajaran mesin dan radar non invasif untuk mendeteksi dini penyakit Ganoderma Boninense sehingga dapat meningkatkan keberlanjutan produksi.

“Kami juga bangga mengumumkan inisiatif yang diluncurkan oleh Konsorsium Elaeidobius,” ujar Eddy. Ia memperkenalkan kolaborasi antara GAPKI, lembaga pemerintah, lembaga riset dan organisasi profesi untuk memperbaiki penyerbukan alami kelapa sawit.

Konsorsium itu bekerja sama dengan Tanzania Agricultural Research Institute dalam program peningkatan produktivitas melalui introduksi tiga spesies serangga penyerbuk Elaeidobius. Program ini sudah berjalan dan dinilai mampu meningkatkan hasil panen pada masa mendatang.

Menurut Eddy, langkah-langkah tersebut menjadi modal penting untuk membawa industri sawit Indonesia menuju masa depan yang lebih kuat. Ia optimistis upaya kolektif antara pemerintah, pelaku industri, petani dan generasi muda akan menjadikan sawit tetap kompetitif di pasar global.(*)

Artikel Industri Sawit Nasional Menguat, Eddy Martono Paparkan Strategi Perdagangan, Tata Kelola dan Biofuel pertama kali tampil pada News.

Hadiri ALFI Convex 2025, BP Batam Dorong Penguatan Sektor Logistik

0

batampos — BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan dan Lalu Lintas Barang, Irjen Pol. Ruslan Aspan, menghadiri ALFI Conference and Exhibition (Convex) 2025 di ICE BSD Tangerang Selatan, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan ini merupakan forum strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, asosiasi, investor guna mendorong transformasi sektor logistik dan rantai pasok nasional.

Ruslan menjelaskan bahwa ALFI Convex 2025 bertujuan untuk memperkuat ekosistem logistik yang efisien, terintegrasi, dan berdaya saing global.

Melalui forum ini, BP Batam bersama pelaku industri membahas empat aspek penting sebagai arah strategis dalam mempercepat penguatan sektor logistik nasional, yaitu:
1. Penguatan infrastruktur backbone dan sarana penunjang logistik;
2. Integrasi dan digitalisasi layanan logistik;
3. Peningkatan kualitas SDM dan daya saing penyedia jasa logistik;
4. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan pelaku usaha.

“Sebagai negara maritim, kelancaran arus barang menjadi kunci daya saing. BP Batam pun berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur, digitalisasi layanan, dan pengembangan SDM agar sektor logistik bisa tumbuh efisien dan kompetitif,” ujar Ruslan.

Ia mengatakan, daya saing logistik memang perlu mendapat perhatian penuh. Di antaranya pembenahan infrastruktur dan sektor pendukung lainnya sebagai sarana dan prasarana logistik.

Percepatan transformasi logistik ini, lanjut Ruslan, akan memberi dampak signifikan terhadap pertum ekonomi Batam sebagai gerbang investasi nasional.

“Pemerintah juga perlu melibatkan banyak sektor termasuk pihak swasta. Jadikan momentum ini sebagai semangat gotong royong dalam mendorong daya saing industri,” tambahnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono, menilai forum seperti ALFI CONVEX menjadi wadah penting bagi dialog antara pemerintah dan pelaku industri. Tujuannya untuk mengetahui kendala dan tantangan sektor logistik selama ini.

“Masih ada tantangan yang mesti kita benahi dan selesaikan. Perlu kerja nyata dan kerja sama lintas sektor serta komitmen bersama untuk menyelesaikannya,” tegas AHY.

Pemerintah juga telah menyiapkan Rancangan Peraturan Presiden tentang Penguatan Logistik Nasional. Rancangan regulasi ini mendorong keterpaduan antarinstansi dan mengefisienkan rantai pasok, terutama melalui tiga langkah utama. Peningkatan konektivitas infrastruktur, digitalisasi layanan logistik, dan pengembangan sumber daya manusia.

Upaya ini juga dapat menciptakan sistem logistik yang lebih cepat, murah, dan mudah.

“Sektor logistik adalah urat nadi perdagangan. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha akan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global,” jelas Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri. (*)

Artikel Hadiri ALFI Convex 2025, BP Batam Dorong Penguatan Sektor Logistik pertama kali tampil pada Metropolis.

Hadiri ALFI Convex 2025, BP Batam Dorong Penguatan Sektor Logistik

0

batampos — BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan dan Lalu Lintas Barang, Irjen Pol. Ruslan Aspan, menghadiri ALFI Conference and Exhibition (Convex) 2025 di ICE BSD Tangerang Selatan, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan ini merupakan forum strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, asosiasi, investor guna mendorong transformasi sektor logistik dan rantai pasok nasional.

Ruslan menjelaskan bahwa ALFI Convex 2025 bertujuan untuk memperkuat ekosistem logistik yang efisien, terintegrasi, dan berdaya saing global.

Melalui forum ini, BP Batam bersama pelaku industri membahas empat aspek penting sebagai arah strategis dalam mempercepat penguatan sektor logistik nasional, yaitu:
1. Penguatan infrastruktur backbone dan sarana penunjang logistik;
2. Integrasi dan digitalisasi layanan logistik;
3. Peningkatan kualitas SDM dan daya saing penyedia jasa logistik;
4. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan pelaku usaha.

“Sebagai negara maritim, kelancaran arus barang menjadi kunci daya saing. BP Batam pun berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur, digitalisasi layanan, dan pengembangan SDM agar sektor logistik bisa tumbuh efisien dan kompetitif,” ujar Ruslan.

Ia mengatakan, daya saing logistik memang perlu mendapat perhatian penuh. Di antaranya pembenahan infrastruktur dan sektor pendukung lainnya sebagai sarana dan prasarana logistik.

Percepatan transformasi logistik ini, lanjut Ruslan, akan memberi dampak signifikan terhadap pertum ekonomi Batam sebagai gerbang investasi nasional.

“Pemerintah juga perlu melibatkan banyak sektor termasuk pihak swasta. Jadikan momentum ini sebagai semangat gotong royong dalam mendorong daya saing industri,” tambahnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono, menilai forum seperti ALFI CONVEX menjadi wadah penting bagi dialog antara pemerintah dan pelaku industri. Tujuannya untuk mengetahui kendala dan tantangan sektor logistik selama ini.

“Masih ada tantangan yang mesti kita benahi dan selesaikan. Perlu kerja nyata dan kerja sama lintas sektor serta komitmen bersama untuk menyelesaikannya,” tegas AHY.

Pemerintah juga telah menyiapkan Rancangan Peraturan Presiden tentang Penguatan Logistik Nasional. Rancangan regulasi ini mendorong keterpaduan antarinstansi dan mengefisienkan rantai pasok, terutama melalui tiga langkah utama. Peningkatan konektivitas infrastruktur, digitalisasi layanan logistik, dan pengembangan sumber daya manusia.

Upaya ini juga dapat menciptakan sistem logistik yang lebih cepat, murah, dan mudah.

“Sektor logistik adalah urat nadi perdagangan. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha akan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global,” jelas Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri. (*)

Artikel Hadiri ALFI Convex 2025, BP Batam Dorong Penguatan Sektor Logistik pertama kali tampil pada Metropolis.

Kolaborasi Wamen UMKM, BP Batam, dan BRI Wujudkan Ekosistem UMKM Berdaya Saing

0

batampos – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI bersama Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem pengembangan UMKM di Kota Batam.

Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan pada Rabu (12/11/2025), yang dihadiri Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza dan Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis beserta jajaran.

Utamanya, langkah ini didukung dengan data Sensus Ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, yang mencatat 75.575 unit UMKM aktif di Kota Batam hingga akhir 2024.

Jumlah tersebut menegaskan potensi Batam sebagai pusat pertumbuhan UMKM, ditunjang posisi strategisnya sebagai kawasan industri, perdagangan, dan logistik internasional.

“UMKM merupakan pilar penting dalam menggerakkan perekonomian Kota Batam,” ujar Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza.

Ia menambahkan, program kolaboratif ini akan dijalankan melalui tiga pilar utama: Akses Permodalan Berkelanjutan, Peningkatan Kapasitas Usaha, serta Penguatan Peluang Investasi dan Kemitraan Industri yang akan difasilitasi oleh BP Batam.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan pelaku usaha di Batam mendapatkan kemudahan akses permodalan, pendampingan berkualitas, dan peluang pasar yang luas, termasuk melalui jejaring investasi di kawasan industri dan pariwisata Batam,” lanjutnya.

Sementara itu, Fary Francis menyambut positif inisiatif ini dan menegaskan komitmen BP Batam untuk menjadikan UMKM sebagai bagian integral dari ekosistem investasi di Batam.

“Kami memastikan setiap arus investasi yang masuk ke Batam dapat memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, BP Batam juga tengah menyiapkan platform inventarisasi aset pengusahaan yang akan mempermudah pelaku UMKM dalam memanfaatkan aset-aset produktif milik BP Batam untuk kegiatan produksi, distribusi, maupun kolaborasi bisnis.

Dengan demikian, Fary berharap, kolaborasi ini dapat mendorong peningkatan ekspor Batam hingga 10 persen serta menjadi model kemitraan ideal dalam membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing global, berbasis investasi, dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. (*)

Artikel Kolaborasi Wamen UMKM, BP Batam, dan BRI Wujudkan Ekosistem UMKM Berdaya Saing pertama kali tampil pada Metropolis.

Kolaborasi Wamen UMKM, BP Batam, dan BRI Wujudkan Ekosistem UMKM Berdaya Saing

0

batampos – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI bersama Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem pengembangan UMKM di Kota Batam.

Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan pada Rabu (12/11/2025), yang dihadiri Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza dan Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis beserta jajaran.

Utamanya, langkah ini didukung dengan data Sensus Ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, yang mencatat 75.575 unit UMKM aktif di Kota Batam hingga akhir 2024.

Jumlah tersebut menegaskan potensi Batam sebagai pusat pertumbuhan UMKM, ditunjang posisi strategisnya sebagai kawasan industri, perdagangan, dan logistik internasional.

“UMKM merupakan pilar penting dalam menggerakkan perekonomian Kota Batam,” ujar Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza.

Ia menambahkan, program kolaboratif ini akan dijalankan melalui tiga pilar utama: Akses Permodalan Berkelanjutan, Peningkatan Kapasitas Usaha, serta Penguatan Peluang Investasi dan Kemitraan Industri yang akan difasilitasi oleh BP Batam.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan pelaku usaha di Batam mendapatkan kemudahan akses permodalan, pendampingan berkualitas, dan peluang pasar yang luas, termasuk melalui jejaring investasi di kawasan industri dan pariwisata Batam,” lanjutnya.

Sementara itu, Fary Francis menyambut positif inisiatif ini dan menegaskan komitmen BP Batam untuk menjadikan UMKM sebagai bagian integral dari ekosistem investasi di Batam.

“Kami memastikan setiap arus investasi yang masuk ke Batam dapat memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, BP Batam juga tengah menyiapkan platform inventarisasi aset pengusahaan yang akan mempermudah pelaku UMKM dalam memanfaatkan aset-aset produktif milik BP Batam untuk kegiatan produksi, distribusi, maupun kolaborasi bisnis.

Dengan demikian, Fary berharap, kolaborasi ini dapat mendorong peningkatan ekspor Batam hingga 10 persen serta menjadi model kemitraan ideal dalam membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing global, berbasis investasi, dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. (*)

Artikel Kolaborasi Wamen UMKM, BP Batam, dan BRI Wujudkan Ekosistem UMKM Berdaya Saing pertama kali tampil pada Metropolis.

Polda Kepri dan Satgas Pangan Turun ke Pasar, Harga Beras Terpantau Stabil

0
Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri bersama Tim Satgas Pangan saat inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan retail modern di Batam, Kamis (13/11). Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri bersama Tim Satgas Pangan kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan retail modern di Batam, Kamis (13/11).

Sidak ini dilakukan untuk memastikan harga eceran tertinggi (HET) beras, baik medium maupun premium, tetap stabil dan tidak melebihi ketentuan pemerintah.

Tiga titik yang menjadi sasaran pemantauan antara lain Pasar Tos 3000 Jodoh, SP Plaza Batuaji, dan pusat grosir modern Indogrosir. Tim gabungan turun langsung ke lapangan memantau harga dan ketersediaan stok di setiap lokasi.

Kanit IV Subdit Indagsi Ditkrimsus Polda Kepri, AKP Alfin Dwi Wahyudi Nuntung, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah rutin untuk memastikan kestabilan harga kebutuhan pokok, khususnya beras.

“Untuk wilayah Batam, kami turun di tiga lokasi — Pasar Tos 3000, SP Plaza, dan Indogrosir. Dari hasil pemantauan, harga beras masih berada di bawah HET yang ditetapkan pemerintah,” ujar Alfin.

Menurutnya, tim Satgas Pangan Polda Kepri secara berkala turun ke pasar-pasar tradisional maupun retail modern. Tujuannya, memastikan harga beras tidak mengalami lonjakan dan stok di seluruh wilayah Kepri tetap aman.

“Kami turun minimal sekali sebulan. Dari hasil pengecekan kali ini, stok beras masih aman dan tidak ditemukan kenaikan harga signifikan,” jelasnya.

Sidak serupa, lanjut AKP Alfin, juga dilakukan serentak di sejumlah wilayah lain di Provinsi Kepulauan Riau. “Bukan hanya di Batam, tim kami juga melakukan pemantauan di Tanjungpinang, Karimun, dan daerah lainnya untuk memastikan harga beras tetap stabil di seluruh Kepri,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, menegaskan hasil pengecekan di lapangan menunjukkan harga beras di Batam masih terkendali.

“Sudah empat kali kami turun bersama Satgas Pangan. Alhamdulillah, semua harga beras, baik di pasar tradisional maupun retail modern, masih di bawah HET,” kata Mardanis.

Ia menjelaskan, perbandingan dilakukan antara harga beras di pasar tradisional dan di retail modern. Di pasar Tos 3000, harga beras medium masih di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram, sementara di SP Plaza dan Indogrosir sedikit lebih tinggi namun masih di bawah batas tertinggi Rp15.500 per kilogram.

“Perbedaan harga antar lokasi disebabkan faktor biaya transportasi dan distribusi. Namun secara umum, harga di Batam masih sesuai ketentuan dan terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.

Mardanis juga memastikan ketersediaan beras di gudang Bulog dan distributor masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Batam hingga beberapa bulan ke depan.

“Kondisi ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang memastikan stok beras nasional dalam kondisi surplus. Jadi masyarakat tak perlu khawatir,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Polda Kepri dan Satgas Pangan Turun ke Pasar, Harga Beras Terpantau Stabil pertama kali tampil pada Metropolis.

Cabuli Anak Tirinya, Pria 38 Tahun Dibekuk Polisi Sekupang

0
Ilustrasi.

batampos – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sekupang mengamankan seorang pria berinisial WW, 38, yang diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap anak tirinya yang masih berusia 14 tahun. Kasus ini menjadi perhatian publik karena pelaku merupakan orang yang seharusnya melindungi korban.

Peristiwa itu terungkap setelah korban memergoki ayah tirinya merekam dirinya saat mandi pada Selasa (11/11) pagi. Merasa tidak nyaman, korban kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada kakaknya PL, 17, yang selanjutnya memberitahukan hal itu kepada ibu mereka, HR, 40.

Setelah mendengar pengakuan anak-anaknya, HR menanyakan langsung kepada suaminya. Dalam perbincangan itu, korban akhirnya mengaku bahwa ayah tirinya telah beberapa kali melakukan perbuatan tidak pantas terhadap dirinya.

Tidak ingin peristiwa tersebut berlanjut, HR segera melapor ke Polsek Sekupang.

Menerima laporan tersebut, tim Unit Reskrim Polsek Sekupang langsung melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para saksi. Korban juga menjalani visum et repertum di fasilitas kesehatan, yang hasilnya menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dari hasil penyelidikan, diketahui pelaku telah tinggal bersama korban sejak 2016, setelah menikah siri dengan ibu korban, dan baru menikah secara resmi pada 2024.

Pelaku akhirnya diamankan di rumahnya di kawasan Sekupang pada Rabu (12/11) sore tanpa perlawanan, dan langsung dibawa ke Mapolsek Sekupang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait melalui Kanit Reskrim Ipda Riyanto, membenarkan penangkapan tersebut.

“Pelaku sudah kami amankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujarnya, Kamis (13/11).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) dan/atau Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar.

Kapolsek Sekupang menegaskan, pihaknya akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan terhadap anak, baik fisik maupun seksual.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang merusak masa depan anak-anak. Perlindungan anak menjadi prioritas kami,” tegas Kompol Hippal Tua Sirait.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melapor jika mengetahui adanya dugaan kekerasan terhadap anak.

“Peran keluarga dan masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya kasus serupa. Jangan ragu untuk melapor,” ujarnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Cabuli Anak Tirinya, Pria 38 Tahun Dibekuk Polisi Sekupang pertama kali tampil pada Metropolis.

Kunjungan Wisman ke Batam Tembus 1,15 Juta, Naik 22 Persen

0
Ilustrasi. Wisman asal Singapura dan Malaysia memadati Pelabuhan Internasional Batam Center beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Sektor pariwisata Batam terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Batam selama periode Januari hingga September 2025 mencapai 1.150.567 kunjungan.

Angka ini meningkat sekitar 22 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang mencatatkan 943.531 kunjungan. Lonjakan tersebut menegaskan posisi Batam sebagai gerbang utama pariwisata internasional di Provinsi Kepulauan Riau, sekaligus menjadi kontributor terbesar terhadap kunjungan wisman ke Indonesia dari jalur laut.

Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan peningkatan kunjungan wisman sepanjang 2025 tidak terlepas dari pemulihan aktivitas perjalanan pascapandemi, serta gencarnya promosi pariwisata dan penyelenggaraan event internasional di Batam.

“Dari awal tahun, pergerakan wisatawan terus menunjukkan tren positif. Singapura dan Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan ke Batam,” ujar Eko, Kamis (13/11).

Dari total kunjungan September 2025, wisatawan asal Singapura tercatat paling mendominasi dengan 63.125 kunjungan atau 44,47 persen dari total wisman bulan tersebut. Disusul oleh Malaysia dengan 46.190 kunjungan (32,54 persen). Negara lainnya yang juga berkontribusi adalah Cina (4.114 kunjungan), India (3.151), Myanmar (1.812), dan Filipina (1.734).

Kunjungan terbanyak terjadi melalui pelabuhan internasional Batam Center, Nongsa Pura, Harbour Bay, dan Sekupang, serta Bandara Hang Nadim.

Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kota Batam selama September 2025 tercatat sebesar 52,10 persen. Angka ini turun tipis dibanding Agustus (53,82 persen), namun masih tergolong stabil. Adapun rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik di hotel berbintang selama September tercatat 1,83 malam, dengan tamu asing menginap lebih lama yaitu 1,92 malam.

Dengan capaian lebih dari 1,15 juta kunjungan hingga September 2025, Batam terus memperkuat perannya sebagai pusat pertumbuhan pariwisata Kepulauan Riau. Kota ini menjadi destinasi utama bagi wisatawan mancanegara, terutama karena akses pelabuhan yang strategis, fasilitas hotel yang lengkap, dan event internasional yang rutin digelar.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan capaian ini menjadi bukti kuat bahwa Batam tetap menjadi destinasi favorit bagi wisatawan luar negeri, terutama dari kawasan Asia Tenggara.

“Alhamdulillah, pariwisata Batam semakin membaik. Ini tentu berkat kerja sama yang baik antara pemerintah, pelaku pariwisata, serta dukungan masyarakat. Keamanan yang terjaga, kekompakan stakeholder, dan bertambahnya akses, amenitas, serta atraksi menjadi faktor utama Batam semakin maju di sektor pariwisata,” ujarnya.

Ardi menambahkan, memasuki penghujung tahun, berbagai agenda wisata telah disiapkan untuk terus menggerakkan sektor pariwisata Batam. Sejumlah event besar seperti Batam Golf Tournament, Bajafash, dan Beratap Langit akan kembali digelar, melengkapi rangkaian kegiatan musik dan sport tourism yang sebelumnya sukses menarik perhatian wisatawan, seperti Batam Batik Fashion Week (BBFW).

Berdasarkan data Disbudpar, puncak kunjungan terjadi pada Juni 2025 dengan total 167.469 wisatawan, seiring banyaknya agenda wisata dan momentum libur panjang yang dimanfaatkan wisatawan asal Singapura dan Malaysia untuk berkunjung ke Batam.

“Target kami hingga akhir tahun adalah mempertahankan tren positif ini dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pelaku usaha dan operator kapal penyeberangan,” tambah Ardi.

Disbudpar Batam optimistis, dengan masih adanya sejumlah agenda wisata besar hingga Desember 2025, jumlah kunjungan wisman akan terus bertambah dan melampaui capaian tahun sebelumnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Kunjungan Wisman ke Batam Tembus 1,15 Juta, Naik 22 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.