
batampos-Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Kepri sudah menuntaskan tender dua paket peningkatkan jalan provinsi di Batam. Kedua ruas jalan tersebut adalah dari Simpang Frengky ke Simpang BNI dan dari Simpang BNI ke Underpass, Pelita.
Peningkatan kedua ruas jalan tersebut sudah mangkrak beberapa tahun anggaran. Kondisi tersebut disebabkan terbatasnya ketersediaan APBD Provinsi Kepri. Peningkatan dua ruas jalan tersebut sudah mangkrak atau terhenti sejak 2020 lalu.
Berdasarkan Detail Engineering Design (DED) yang dibuat Pemprov Kepri melalui pada tahun 2020 lalu, kebutuhan untuk peningkatan jalan dari Simpang Frengky ke Simpang BNI adalah sebesar Rp14 miliar. Anggaran tersebut diperuntukan bagi beberapa pekerjaan. Diantaranya adalah pembangunan parit, retaining wall (dinding penahan tanah), dan pengaspalan jalan.
Kemudian untuk Jalan Laksamana Bintan (BNI-Underpass) secara keseluruhan masih membutuhkan sekitar Rp40 miliar lagi. Sementara itu, lewat APBD TA 2022 ini, untuk lanjutan proyek jalan Simpang Frengky ke Simpang BNI dialokasikan sebesar Rp4 miliar. Kemudian dari Simpang BNI ke Underpass adalah sebesar Rp6 miliar.
“Dari laporan lelang, tender sudah selesai. Selanjutnya untuk penandangan kontrak kerja akan dilakukan antara pemenang lelang dengan Dinas PUPP Provinsi Kepri,” ujar Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Kepri, Azwandi, Minggu (14/8).
BACA JUGA: Hati-Hati… Ada Lubang di Tengah Jalan Brigjen Katamso Tanjungpinang
Belum lama ini, Kepala Seksi Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri, Danil mengatakan, persoalan ketersediaan anggaran menjadi penyebab ruang gerak Pemprov Kepri menjadi terbatas. Kondisi Jalan Provinsi di Batam yang rusak memang ada dibeberapa titik. Ditegaskannya, ini sudah masuk dalam database jalan yang tidak layak.
“Kami memang punya keinginan cepat untuk menyelesaikan kerusakan jalan yang ada. Namun lagi-lagi karena anggaran, maka langkah yang dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Disebutkannya, pada tahun 2022 ini, Pemprov Kepri akan kembali melanjutkan pembangunan jalan dari Simpang Franky ke Simpang BNI. Kemudian dari Simpang BNI menuju Perowongan Pelita. Menurutnya, pembangunan tersebut membutuhkan data besar.
“Alokasi yang tersedia tahun ini belum mampu untuk mengcover kebutuhan kesuruhan. Makanya pembangunan dilaksanakan secara bertahap,” ungkap Danil. (*)
reporter: jailani










