Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 7012

Kenaikan Harga Angkutan Udara dan Cabai Merah Dorong Inflasi Juli 2022

0
Cabai Merah f Iman Wachyudi
Pembeli memilih cabai merah di pasar malam Bengkong Sadai, Kamis (9/12). Terkendalanya distribusi cabai jadi penyebab mahalnya komoditas tersebut. F.oto: Iman Wachyudi/Batam Pos

batampos – Pada Juli 2022, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepulauan Riau (Kepri) secara bulanan mengalami inflasi sebesar 0,61% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan Juni 2022 yang mengalami inflasi sebesar 0,84% (mtm).

Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Musni Hardi K. Atmaja mengatakan, inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga kelompok komoditas yang harganya diatur oleh pemerintah (administered prices) utamanya tarif angkutan udara dan rokok kretek filter.

Sementara itu, tekanan inflasi kelompok makanan bergejolak (volatile food) cenderung berkurang terutama pada komoditas minyak goreng dan cabai merah serta bawang merah. Di sisi lain kelompok inti juga mengalami inflasi yang didorong oleh kenaikan upah asisten rumah tangga.

“Pada saat yang sama, IHK Nasional tercatat mengalami inflasi sebesar 0,64% (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,61% (mtm),” katanya.

Dengan perkembangan tersebut, lanjutnya, secara tahunan Kepri pada Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 6,09% (yoy), atau meningkat dibandingkan Juni 2022 sebesar 5,89% (yoy), dan berada di atas sasaran inflasi nasional sebesar 3 ± 1% (yoy).

Inflasi di Kepri pada Juli 2022 terutama bersumber dari kelompok transportasi utamanya tarif angkutan udara, serta kelompok makanan, minuman dan tembakau utamanya pada cabai merah dan bawang merah.

“Kenaikan tarif angkutan udara didorong oleh kenaikan harga avtur di tengah kenaikan permintaan seiring kebijakan pelonggaran mobilitas,” ujarnya.

Sementara itu inflasi cabai merah dan bawang merah utamanya disebabkan oleh terbatasnya pasokan akibat gangguan cuaca di sentra produksi. Secara spasial, Kota Batam dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,61% (mtm) dan 0,66% (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan Kota Batam mengalami inflasi sebesar 6,15% (yoy),dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 5,59% (yoy).

“Komoditas utama penyumbang inflasi di Kota Batam adalah angkutan udara, cabai merah, dan bawang merah sedangkan komoditas penyumbang inflasi di Kota Tanjungpinang adalah cabai merah, angkutan udara, dan bahan bakar rumah tangga,” jelasnya.

Ia menambahkan, memasuki bulan Agustus 2022, tekanan inflasi diperkirakan masih berlanjut namun cenderung melemah. Beberapa risiko inflasi yang perlu diwaspadai, yakni Masih tingginya harga energi secara global yang dapat mendorong kenaikan harga avtur dan berlanjutnya kenaikan tarif angkutan udara dan Inflasi pada kelompok biaya Pendidikan.

Sementara itu tekanan inflasi kelompok bahan makanan diperkirakan berkurang seiring panen yang dimulai pada akhir Agustus 2022. Sehubungan dengan hal tersebut, upaya pengendalian inflasi oleh TPID akan difokuskan untuk memantau perkembangan harga dan kelancaran pasokan bahan pangan terutama aneka cabai, bawang merah, dan sayur-sayuran.

“Dalam hal masih dibutuhkan TPID juga akan melakukan operasi pasar murah,” tuturnya.

Selain itu, TPID juga akan terus mendorong realisasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan daerah penghasil baik di internal maupun luar Provinsi Kepri.

“Dalam jangka panjang, TPID akan terus mendorong upaya peningkatan kapasitas produksi lokal melalui penguatan kelembagaan nelayan/petani, perluasan lahan, dan implementasi teknik budidaya yang lebih baik seperti Program Lipat Ganda, serta program Pekarangan Pangan Lestari (P2L),” imbuhnya. (*)

 

 

Reporter : Eggi Idriansyah

Hasil Autopsi Kedua Brigadir J, Otaknya Tak Ada di Tengkorak Kepala

0
Jenazah Brigadir Yosua dimakamkan ulang secara kedinasan. Setelah sebelumnya dilakukan autopsi kedua. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

batampos – Pengacara keluarga Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin membeberkan hasil autopsi kedua jenazah Brigadir J. Dalam proses autopsi ini pihak keluarga mengirim 2 dokter untuk menyaksikan langsung otopsi di ruang bedah.

“Autopsi kedua salah satunya itu soal otak yang tak ditemukan di kepala,” kata Kamaruddin kepada wartawan, Rabu (3/8).

Kamaruddin mengungkapkan, rambut di bagian belakang kepala Brigadir J sudah dipotong botak dan ditemukan bekas lem. Saat lem dibuka ada beberapa luka yang tembus ke arah hidung maupun mata.

“Berarti tembakan dari belakang tembus ke puncak hidung. Itu yang waktu itu saya tunjukan gambarnya dijahit itu tembakan pertama,” imbuhnya.

Selain itu, menurutnya, ada tembakan kedua berada di bawah leher ke arah bibir bawah dan tembakan ketiga berada di dada kiri menembus ke arah belakang. Kemudian, tembakan keempat di pergelangan.

“Di luar dari pada itu, ada lagi luka lain. Di tengkorak itu ada enam retakan dan otak tak ditemukan lagi di situ. Kemudian di bawah mata ada sobekan-sobekan diduga benda tajam. Kemudian di atas alis, kemudian di bahu sebelah kanan ada luka terbuka. Dokter belum tahu penyebabnya maka diambil sampelnya untuk diperiksa di lab,” jelasnya.

Kemudian ditemukan patah tulang pergelangan tangan dan jari tangan. Ada pula luka lain yaitu lebam pada bagian punggung dan kaki hingga luka lain yang belum jelas penyebabnya.

“Sementara yang lain seperti ginjal, itu dipotong untuk diuji di lab. Demikian organ yang lain, diambil untuk diuji di lab,” pungkas Kamaruddin.

Sebelumnya, baku tembak antara sesama anggota polisi terjadi di rumah dinas Perwira Tinggi (Pati) Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Peristiwa ini melibatkan Brigadir J dan Barada E. Keduanya adalah ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

“Benar telah terjadi pada hari Jumat, 8 juli 2022, kurang lebih jam 17.00 atau jam 5 sore,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/7).

Peristiwa bermula saat Brigadir Nopryansah Josua memasuki area rumah dinas pejabat Polri. Dia kemudian ditegur oleh Barada E.

“Saat itu yang bersangkutan (Brigadir J) mengacungkan senjata, kemudian melakukan penembakan, dan Barada E tentu menghindar dan membalas tembakan terhadap Brigadir J,” imbuhnya. (*)

Reporter: JP Group

BP Batam Pasang Road Barriers di Jalan Hang Kesturi

0
bp batam jalan
Badan Pengusahaan (BP) Batam memasang road barries di Jalang Hang Kesturi, Kabil. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memasang road barries di Jalang Hang Kesturi, Kabil, untuk menghindari kecelakaan lalu lintas di area tersebut yang saat ini mengalami kerusakan.

Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Abadi Paranoan, mengatakan, status Jalan Hang Kesturi adalah jalan provinsi, sehingga pihak provinsi Kepri yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab atas jalan tersebut.

“Namun jika provinsi tidak memiliki anggaran untuk perbaikan jalan tersebut (Simpang Taiwan – Batu Besar), sebagaimana keterangan Bapak Gubernur di media beberapa waktu lalu, maka sebaiknya dikoordinasikan dengan BP Batam dalam perencanaan dan penganggarannya, dan tidak memberikan statement di media setelah adanya keluhan dari para investor dan masyarakat,” jelasnya.

Ruas jalan itu kata dia, menurut statusnya merupakan Jalan Provinsi Kepulauan Riau, berdasarkan Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 1863 Tahun 2016.

Wewenang pemerintah provinsi meliputi pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan pada jalan-jalan tersebut. Kondisi jalan yang rusak tepat di depan Kawasan industri ini harus ditangani.

Pemerintah Provinsi semestinya harus punya concern juga ke arah sana, karena Batam adalah penopang perekonomian Kepri.

“Apa langkah yang kemudian dilakukan BP Batam, meskipun jalan berada pada ranah Provinsi Kepri, kita tidak bisa mengabaikan kondisi kerusakan jalan ini berlarut-larut, karena jalan ini masuk dalam Kawasan Strategis Nasonal, yang mana Kawasan industri ada di sana. Sebagai langkah mengamankan jalannya arus lalu lintas di Kawasan Industri, saat ini BP Batam telah mengajukan anggaran perbaikan jalan Hang Kesturi sesuai dengan mekanismenya,” ujarnya.

Rekayasa lalu lintas untuk menghindari lakalantas berupa Pengalihan jalur atau re-route ke jalan baru yang telah dibangun BP Batam (Kabil–Batu Besar), dengan penempatan road barriers atau traffic block juga terlihat sudah dipasang oleh tim dari BP Batam pada Selasa (2/8/2022).

Di saat BP Batam tengah mengajukan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan jalan Hang Kesturi, BP Batam, Pemerintah Kota Batam juga terlihat melakukan penanganan awal.(*)

BP Batam Pasang Road Barriers di Jalan Hang Kesturi

0
bp batam jalan
Badan Pengusahaan (BP) Batam memasang road barries di Jalang Hang Kesturi, Kabil. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memasang road barries di Jalang Hang Kesturi, Kabil, untuk menghindari kecelakaan lalu lintas di area tersebut yang saat ini mengalami kerusakan.

Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Abadi Paranoan, mengatakan, status Jalan Hang Kesturi adalah jalan provinsi, sehingga pihak provinsi Kepri yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab atas jalan tersebut.

“Namun jika provinsi tidak memiliki anggaran untuk perbaikan jalan tersebut (Simpang Taiwan – Batu Besar), sebagaimana keterangan Bapak Gubernur di media beberapa waktu lalu, maka sebaiknya dikoordinasikan dengan BP Batam dalam perencanaan dan penganggarannya, dan tidak memberikan statement di media setelah adanya keluhan dari para investor dan masyarakat,” jelasnya.

Ruas jalan itu kata dia, menurut statusnya merupakan Jalan Provinsi Kepulauan Riau, berdasarkan Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 1863 Tahun 2016.

Wewenang pemerintah provinsi meliputi pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan pada jalan-jalan tersebut. Kondisi jalan yang rusak tepat di depan Kawasan industri ini harus ditangani.

Pemerintah Provinsi semestinya harus punya concern juga ke arah sana, karena Batam adalah penopang perekonomian Kepri.

“Apa langkah yang kemudian dilakukan BP Batam, meskipun jalan berada pada ranah Provinsi Kepri, kita tidak bisa mengabaikan kondisi kerusakan jalan ini berlarut-larut, karena jalan ini masuk dalam Kawasan Strategis Nasonal, yang mana Kawasan industri ada di sana. Sebagai langkah mengamankan jalannya arus lalu lintas di Kawasan Industri, saat ini BP Batam telah mengajukan anggaran perbaikan jalan Hang Kesturi sesuai dengan mekanismenya,” ujarnya.

Rekayasa lalu lintas untuk menghindari lakalantas berupa Pengalihan jalur atau re-route ke jalan baru yang telah dibangun BP Batam (Kabil–Batu Besar), dengan penempatan road barriers atau traffic block juga terlihat sudah dipasang oleh tim dari BP Batam pada Selasa (2/8/2022).

Di saat BP Batam tengah mengajukan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan jalan Hang Kesturi, BP Batam, Pemerintah Kota Batam juga terlihat melakukan penanganan awal.(*)

 Gorong-Gorong Simpang Aviari Dilebarkan

0
e0f4b093 d0ae 4830 a699 0782880871af e1659507507633
pengerjaan pelebaran gorong gorong di Batuaji

batampos- Drainase masih jadi penyebab utama banjir di Batuaji dan Sagulung. Banyak drainase yang tidak befungsi maksimal karena terlampau kecil dan tersumbat sampah atau material tanah.

Drainase induk di sekitaran pasar Aviari, RSUD dan Mitra Mall misalkan belum berfungsi maksimal karena jalur penyebrangan air yang kurang lebar. Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga tengah upaya keras untuk mengatasi masalah tersebut sepanjang tahun ini. Setelah selesai dengan pelebaran dan pendanaan drainase induk depan pasar Aviari dan RSUD Embung Fatimah, proyek peningkatan drainase kembali dilanjutkan dengan pelebaran gorong-gorong di simpang empat antara Mitra Mall dan pasar Aviari.

Pekerja tengah menggali ulang lubang gorong-gorong di simpang empat itu agar lebih lebar dan tinggi nantinya. Selama ini gorong-gorong ini bermasalah sehingga air sering meluap ke jalan raya yang menyebabkan banjir.

BACA JUGA: Kadis DBMSDA: Bukan Tutup Gorong-gorong, Tapi Tutup Utilitas Komunikasi

Pantauan di lapangan pengerjaan sudah dimulai dengan penggalian kubangan yang berbentuk kolam besar di mulut drainase dari arah Mitra Mall. Rencananya mulut drainase ini juga dilebarkan dan diberi batu miring untuk mencegah longsor ke lahan kawasan Mitra Mall. Alat berat dan pekerja tengah sibuk dengan pekerjaan mereka. Ada yang menggali, ada juga yang mulai memasang kerangka untuk corran beton.

“Seperti bak kontrol ini nantinya. Kalau ada sampah atau tanah terbawa arus tak langsung masuk ke gorong-gorong. Bak kontrol ini untuk menyaring air supaya bisa tetap mengalir dengan lancar nantinya,” ujar Budi, pekerja di lapangan.

Camat Batuaji Ridwan juga menuturkan hal yang sama. Pemko Batam masih konsisten dengan proyek normalisasi Drainase di wilayah Batuaji. “Terus berlanjut karena memang masih banyak yang mau dibenahi. Itu dari Bina Marga. Pemko Batam terus konsisten dengan proyek normalisasi Drainase,” ujar Ridwan. (*)

reporter: Eusebius Sara

Diduga Otak Jaringan Internasional, Densus 88 Tangkap 1 Teroris JI di Jatim

0
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan. (Divisi Humas Polri/Antara)

batampos – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 1 tersangka terorisme berinisial RY alias D di Jalan Raya Magetan, Jawa Timur pada Selasa (2/8) pukul 08.13 WIB. Hasil identifikasi diketahui jika pelaku merupakan jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

“Yang bersangkutan keterlibatannya adalah pada 2013 mengikuti seleksi anggota hubungan internasional JI dan melakukan perjalanan ke Suriah melalui Dubai untuk membuka jalur hubungan dengan Free Syiria Army dan bergabung di pelatihan militer,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu (3/8).

RY juga terdaftar sebagai anggota bidang hubungan internasional JI. Pada 2015 melakukan perjalanan kembali ke Suriah melalui Istanbul untuk membangun hubungan dengan Jabah Musrok.

“Pada saat di Suriah yang bersangkutan ditahan oleh kelompok militer ISIS,” imbuh Ramadhan.

RY juga diketahui mempunyai koneksi langsung ke Yaman untuk membuka jalur hubungan JI dengan Al Qaeda. Guna melakukan pelatihan militer di Suriah.

“Kemudian juga yang bersangkutan pernah berkomunikasi dengan Dulmatin di Magetan,” jelasnya.

Sebagai informasi, Dulmatin adalah Djoko Pitono, salah satu pelaku Bom Bali pada 2002. Dia dikrtahui sebagai otak serangan tersebut. Selain Indonesia, Dulmatin juga menjadi buronan di Filipina, Amerika Serikat, dan Australia. Dia tewas pada 9 Maret 2010 saat penggerebekan di Pamulang, Tangerang Selatan. (*)

Reporter: JP Group

Hutan Bukit Daeng Dijadikan Kaveling, Dijual Rp 30 Juta Perkaveling

0
8736fddb 5c9e 4803 85af 3829d0fce8d9 e1659507300604
lahan yang dijadikan kaveling

batampos- Lokasi hutan di kawasan Bukit Daeng kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung perlahan-lahan dibuka. Proyek pematangan lahan mulai merambat ke dalam kawasan hutan.

Informasi yang didapat, pembukaan lokasi hutan ini untuk dijadikan kawasan pemukiman. Lahan hutan dijadikan Kaveling dan dijual seharga Rp 30 juta per Kaveling ukuran 6×10 meter persegi. Saat ini pematangan tengah berjalan. Pepohonan telah ditumbangkan semua dan kawasan perbukitan itu sedang diratakan.

Warga sekitar menutur, penanggung jawab dan penjual kaveling di lokasi hutan tersebut adalah seorang warga di Tembesi berinisial R. R ini warga biasa namun sudah lama menetap di Tembesi. Warga yang berminat dengan Kaveling tersebut sudah belasan orang namun mereka masih ragu dengan legalitas Kaveling tersebut. Mereka berharap ada penjelasan pasti dari instansi pemerintah terkait agar tidak bermasalah di kemudian hari.

BACA JUGA: Hutan Bukit Daeng Dibabat Jadi Kaveling

“Karena surat-surat cuman sebatas kwitansi jual beli saja. Surat Kaveling belum ada katanya. Itu yang kita ragu dan berharap ada penjelasan dari pihak terkait,” ujar Anwar, seorang warga yang berminat memiliki Kaveling tersebut.

Sementara R yang disebutkan penanggungjawab tadi belum bisa dikonfirmasi sebab tak ada informasi pasti keberadaanya ataupun nomor teleponnya.

Lurah Tembesi Arfie mengaku belum mengetahui secara pasti terkait dugaan jual beli Kaveling di atas bukit tersebut. Dia akan cek ke lokasi dan koordinasi dengan instansi pemerintah terkait untuk memperjelas legalitas lahan yang dijadikan Kaveling tersebut. “Nanti kita koordinasi dengan Dinas Kehutanan, apakah itu masuk hutan lindung atau tidak. Begitu juga dengan BP Batam apakah ada alokasi lahan Kaveling di situ atau tidak,” ujar Arfie. (*)

Reporter: Eusebius

4 Pelajar Bintan Terima Beasiswa dari PT. BIIE Lobam, Dikuliahkan di PBC dan SBTI Lagoi

0
GGM PT. BIIE Lobam, Aditya Laksamana disaksikan Kadis Pendidikan Bintan, Tamsir menyerahkan secara simbolis beasiswa ke pelajar yang menerima beasiswa di Wisma Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam, Rabu (3/8). F.Slamet Nofasusanto

batampos – Sebanyak empat pelajar SMA/SMK di Kabupaten Bintan menerima beasiswa peduli pendidikan dari PT. Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Lobam.

Mereka adalah Dhimas F, Indah Kumalasari, Muhammad Haykal dan Dian Bintani.

Tiga diantaranya akan menempuh program studi diploma 3 (D3) jurusan kuliner dan perjalanan wisata di Politeknik Bintan Cakrawala (PBC), sedangkan 1 lainnya terpilih untuk menempuh pendidikan di Sahid Bintan Tourism Institute (SBTI).

Penyerahan beasiswa ditandai penandatanganan oleh penerima beasiswa yang disaksikan GM PT. BIIE Lobam, Aditya Laksamana, Direktur Politeknik Bintan Cakrawala (PBC), Dewi dan Kadis Pendidikan Bintan, Tamsir di Wisma Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam, Rabu (3/8).

GM PT. BIIE, Aditya Laksamana mengatakan, PT. BIIE berkomitmen terhadap dunia pendidikan yang ada di Bintan dengan memberikan beasiswa kepada putra-putri daerah.

BACA JUGA: PT. BIIE Lobam Bagikan 500 Bingkisan Lebaran dan Santuni 100 Anak Yatim

“Komitmen kita untuk mendidik putra putri daerah sehingga ke depan mereka bisa membangun daerah,” kata Aditya.

Selain itu, program beasiswa ini diharapkan membantu meringankan beban pemerintah dalam mencerdaskan dan meningkatkan sumber daya manusia lokal.
Kepada penerima beasiswa,

Aditya berpesan agar menggunakan kesempatan ini dengan belajar yang baik.

“Ini kesempatan yang bagus, saya melihat sektor pariwisata mulai mengeliat. Mudah-mudahan 2 atau 3 tahun lagi, prospek pariwisata Bintan lebih bagus,” kata Aditya mengharapkan dukungan dari orangtua.

Aditya juga mengharapkan industri di kawasan industri Bintan, Lobam makin berkembang dan maju sehingga makin banyak pelajar yang menerima beasiswa PT. BIIE peduli pendidikan.

Sementara Kadis Pendidikan Bintan, Tamsir mengapresiasi PT. BIIE yang selama ini sudah membantu pendidikan di Bintan.

Tamsir mengatakan, pemerintah daerah tidak bisa memajukan dunia pendidikan sendiri, terlebih adanya keterbatasan kewenangan dan aturan.

“Jadi, perlunya kerja sama dan dukungan dari pihak swasta untuk membangun pendidikan di Bintan,” kata Tamsir.

Tamsir berharap, setelah lulus dari program studi, penerima beasiswa dapat berkontribusi untuk daerah.

“Setelah lulus, berikan kontribusi yang baik untuk daerah. Jangan jadi penonton di daerah sendiri tapi bersaing yang sehat dengan daerah lain,” kata Tamsir. (*)

reporter: Slamet

Untuk 17 Pembeli Pertama, Promo Ultah Republik Indonesia (PURI)– Merdeka!!!

0

pict adv merdeka 01 1 scaledbatampos- Kemeriahan Ultah kemerdekaan Republik Indonesia adalah momen yang paling ditunggu–tunggu oleh seluruh rakyat Indonesia. Selain identik dengan peringatan detik-detik proklamasi melalui upacara hari kemerdekaan.

Juga tidak kalah meriahnya dengan berbagai perayaan di seluruh wilayah republik ini dengan ciri khas hari kemerdekaan yaitu dengan berbagai perayaan yang biasa disebut “pesta rakyat” yang meriah seperti menghias jalan, rumah, gedung, gerbang dan berbagai obyek lainnya dengan ornamen bernuansa merah putih, hingga berbagai perlombaan yang mengundang keramaian dan kebersamaan yang menambah seru dan semaraknya peringatan hari kemerdekaan. Nuansa ini biasanya sudah mulai terasa saat memasuki bulan Agustus, dan puncak euforia Agustusan ini lebih terasa pada pertengahan bulan yaitu tepatnya di hari H – tanggal 17 Agustus.

logo puri merdeka e1659506245637PT Puri Global Sukses Tbk (PURI Group) juga turut memeriahkan bulan paling bersejarah bagi bangsa Indonesia khususnya kepada para PURIERS, berupa semarak promo yang bertajuk PURI 1708 (Promo Ultah Republik Indonesia) yaitu khusus bagi 17 (tujuh belas) pembeli pertama berkesempatan mengambil kupon merah putih sebagai potongan harga (diskon) dengan nominal sampai dengan Rp 8.000.000.

Periode promo ini berlaku mulai tanggal 1 Agustus 2022, untuk pembelian seluruh properti yang dikembangkan oleh PURI GROUP. Promo ini adalah benefit tambahan (additional Promo) diluar promo – promo standard yang diberikan oleh PURI Group di bulan kemerdekaan Republik Indonesia ini. Item – item promo standard dari PURI GROUP sangat beragam ( tergantung pembelian produk PURI GROUP ), seperti :

Free Iphone 13 Pro Max, SHGB, AJB, Smart Home System, Carport Canopy, Service Charge 12 bulan, Pengalihan Hak, Provisi Bank, Smart TV 50 inci, earlybird Price, subsidi Bunga KPR dan Bayar DP langsung huni.

“Promo Ultah Republik Indonesia ini berbatas waktu dan unit, jadi jangan lewatkan kesempatan berharga ini, segera hubungi langsung team sales inhouse PURI atau kantor agent yang telah bekerja sama dengan PURI GROUP untuk mendapatkan informasi produk dan limited promo dari PURI GROUP,”. ujar Direktur Utama PURI GROUP Eko Saputro Wijaya.

Untuk diketahui, produk – produk yang dikembangkan dan dipasarkan oleh PURI GROUP adalah proyek – proyek yang telah direncanakan dengan baik dan dikembangkan secara bertahap dan berkesinambungan (sustainable development) dengan memperhatikan mutu dan waktu serta melalui analisa marketing mix yang sempurna yang dituangkan dalam istilah The Perfect 10P yang terdiri dari: Place (lokasi), Product (produk), Price (Harga), Promotion (Promosi), Payment Plan (Cara bayar), Potential (Potensi Investasi), People (Developer), Physical Evidence (Portfolio Project), Process (Proses), Progress (Progres Lapangan).

“Kami menyiapkan banyak pilihan / varian properti yang dapat dijadikan sebagai instrument investasi bagi Puriers, mulai dari properti hunian (rumah dan apartemen) sampai dengan komersil (ruko) dengan kondisi ready stock (siap huni) ataupun indent (masih dalam tahap pembangunan) yang dipasarkan dengan harga terjangkau mulai Rp200 jutaan dan cicilan ringan mulai Rp 1 jutaaan/bulan“, sambung Helli Saputra, selaku jajaran Direksi PURI GROUP.

Proyek – proyek yang tengah dipasarkan oleh PURI GROUP antara lain: The Monde Residence, The Monde Signature, De Monde Bay, De Diamond Residence II, Permata Residences, Monde Bay Commercial Block, The Monde City, dan Monde Raffle Residence.

“Pilihan cara bayar (payment plan) yang kami tawarkan juga beragam seperti: Cash Keras, Cash Bertahap ke Developer s/d 60 kali, KPR / KPA Cicil DP, KPR Express, Payment by Progress, dan Payment Holiday.” Ucap Edi Yanto, selaku General Manager Sales & Marketing PURI GROUP.
Untuk diketahui, sejak IPO (penawaran saham ke publik) dengan pencatatan saham perdana pada tahun 2020, PT Puri Global Sukses Tbk semakin gencar melakukan terobosan dalam pengembangan proyek – proyek baru secara berkesinambungan (sustainable development).

Seiring dengan semangat 2022 PURI Breakthrough The Limit dan untuk menjaga konsistensi akan predikat yang telah diraih dari kategori developer yaitu 2021 Highly Commended Best Breakthrough Developer dari ajang Indonesia Property Award, PURI telah menyiapkan 2 (dua) proyek unggulan yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini untuk menjawab minat pasar yaitu: The Mix dan MONDERICH.

Informasi lebih lengkap guna mendapatkan layanan seputar produk-produk PURI, kami persilakan untuk mengunjungi booth pameran PURI GROUP di Grand Batam Mall atau di Club House The Monde Residence atau menghubungi Hotline Marketing PURI. (*)

Setelah Ditahan, Mardani Maming Jalani Pemeriksaan Perdana

0
Tersangka kasus dugaan suap izin usaha pertambangan di Tanah Bumbu Mardani H Maming (tengah) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/7/2022). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp)

batampos – Mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming (MM) menjalani pemeriksaan perdana setelah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap pemberian izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Benar hari ini, MM diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka,” kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu (3/8).

Saat ini, Mardani sudah berada di lantai II Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk diperiksa tim penyidik.

“Perkembangan materi pemeriksaan akan disampaikan,” tambahnya.

KPK mengumumkan Mardani sebagai tersangka, Kamis (28/7). Dalam konstruksi, KPK menjelaskan Mardani selaku Bupati Tanah Bumbu periode 2010-2015 dan periode 2016-2018 memiliki kewenangan, di antaranya memberikan persetujuan izin usaha pertambangan operasi dan produksi (IUP OP) di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Di 2010, KPK mengungkapkan salah satu pihak swasta, yaitu Henry Soetio selaku pengendali PT Prolindo Cipta Nusantara (PCN), bermaksud memperoleh IUP OP milik PT Bangun Karya Pratama Lestari (BKPL) seluas 370 hektare yang berlokasi di Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu.

Agar proses pengajuan peralihan IUP OP tersebut bisa segera mendapatkan persetujuan, Henry Soetio diduga melakukan pendekatan dan meminta bantuan pada Mardani agar dapat memperlancar proses peralihan IUP OP dari PT BKPL ke PT PCN.

Menanggapi keinginan Henry Soetio itu, KPK menduga di awal tahun 2011 Mardani mempertemukan Henry Soetio dengan Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo, yang saat itu menjabat Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tanah Bumbu.

Dalam pertemuan tersebut, Mardani diduga memerintahkan Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo agar membantu dan memperlancar pengajuan IUP OP dari Henry Soetio.

Selanjutnya, Juni 2011, surat keputusan Mardani selaku bupati tentang IUP OP terkait peralihan dari PT BKPL ke PT PCN ditandatangani, yang diduga ada beberapa kelengkapan administrasi dokumen yang sengaja di-back date (dibuat tanggal mundur) dan tanpa bubuhan paraf dari beberapa pejabat berwenang.

Mardani juga meminta Henry Soetio mengajukan pengurusan perizinan pelabuhan untuk menunjang aktivitas operasional pertambangan. Usaha pengelolaan pelabuhan itu diduga dimonopoli PT Angsana Terminal Utama (ATU) yang merupakan perusahaan milik Mardani.

KPK menduga PT ATU dan beberapa perusahaan lain yang melakukan aktivitas pertambangan adalah perusahaan fiktif. Perusahaan-perusahaan fiktif itu sengaja dibentuk MM untuk mengolah dan melakukan usaha pertambangan hingga membangun pelabuhan di Kabupaten Tanah Bumbu.

Susunan direksi dan pemegang sahamnya di berbagai perusahaan itu diduga masih berafiliasi dan dikelola pihak keluarga Mardani dengan kendali perusahaan tetap dilakukan oleh Mardani.

Kemudian, di 2012, PT ATU mulai melaksanakan operasional usaha membangun pelabuhan dalam kurun waktu 2012-2014, dengan sumber uang seluruhnya dari Henry Soetio. Pemberian itu melalui permodalan dan pembiayaan operasional PT ATU.

KPK menduga terjadi beberapa kali pemberian sejumlah uang dari Henry Soetio kepada Mardani melalui perantaraan orang kepercayaannya dan/atau perusahaan yang terafiliasi dengan Mardani.

Dalam aktivitasnya, kemudian dibungkus dalam formalisme perjanjian kerja sama underlying guna memayungi dugaan aliran uang dari PT PCN melalui beberapa perusahaan yang terafiliasi dengan Mardani .

KPK menduga Mardani menerima uang dalam bentuk tunai maupun transfer rekening, dengan jumlah sekitar RP104,3 miliar dalam kurun waktu 2014-2020. (*)

Reporter: Antara