Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 703

Mabuk, Pria di Sagulung Dilaporkan Melalui Layanan Call Center Polri 110

0
Polisi mendatangi warga yang mencurigakan.

batampos – Seorang pria berinisial BAM diamankan Polisi di kawasan Swalayan TOP 100, Sagulung, Minggu (29/12) siang. Pria 35 tahun ini meresahkan pengunjung dan dicurigai hendak melakukan pencurian sepeda motor.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris mengatakan BAM diamankan setelah mendapatkan laporan melalui layanan Call Center Polri 110.

“Pelapor menyampaikan informasi adanya seorang pria tidak dikenal yang diduga dalam keadaan mabuk dan berupaya melakukan pencurian sepeda motor di lokasi tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Pekerja PT Vinex Caatindo Tewas Tersengat Listrik di Galangan PT ASL

Aris menjelaskan dari pemeriksaan, pelaku mengaku tengah dipengaruhi minuman keras (miras). Sedangkan hasil penggeledahan tidak ditemukan peralatan maupun kunci T untuk melakukan pencurian.

“Tidak ditemukan kunci T dan korban tidak membuat laporan. Sehingga kita kenakan wajib lapor,” kata Aris.

Sementara Kapolresta Barelang, Kombes Anggoro Wicaksono mengatakan bahwa layanan Call Center 110 merupakan sarana utama bagi masyarakat untuk menyampaikan aduan, informasi, maupun permintaan bantuan kepolisian secara cepat.

“Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh personel di lapangan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Kasus Dugaan Video Asusila Pejabat Pemko Batam, Amsakar: Jika Benar, Masuk Pelanggaran Berat

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Batam agar tidak ragu memanfaatkan layanan 110 apabila menemukan atau mengalami kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Sinergi antara masyarakat dan kepolisian diharapkan dapat terus terjalin guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polresta Barelang,” tutupnya. (*)

Artikel Mabuk, Pria di Sagulung Dilaporkan Melalui Layanan Call Center Polri 110 pertama kali tampil pada Metropolis.

KPK Tegaskan SP3 Kasus Tambang Nikel Konawe Utara Tanpa Intervensi

0
Ilustrasi KPK (FOTO: Antara)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah adanya intervensi dalam penghentian penyidikan kasus dugaan suap izin tambang nikel di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 2,7 triliun. Dalam perkara tersebut, mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman, sempat ditetapkan sebagai tersangka.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan keputusan penghentian perkara dilakukan secara profesional dan independen tanpa campur tangan pihak mana pun.

“KPK memastikan tidak ada intervensi dari pihak manapun,” kata Budi kepada wartawan, Selasa (30/12).

Budi menjelaskan, penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) sepenuhnya didasarkan pada materi dan perkembangan penyidikan yang dimiliki KPK. Salah satu kendala utama dalam penanganan perkara ini adalah tidak diperolehnya hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari auditor.

“Penerbitan SP3 ini murni pertimbangan teknis dalam proses penyidikan, yakni penghitungan kerugian keuangan negara yang tidak dapat dilakukan oleh auditor,” ujarnya.

KPK menyadari keputusan tersebut menimbulkan kekecewaan di tengah publik, mengingat kasus korupsi di sektor pertambangan merupakan isu sensitif dan mendapat sorotan luas. Namun demikian, Budi menegaskan penegakan hukum harus tetap berpijak pada kecukupan alat bukti.

“Tentu dalam proses hukum, semuanya harus berdasarkan alat bukti,” imbuhnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Aswad Sulaiman, Bupati Konawe Utara periode 2007–2009 dan 2011–2016, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian izin kuasa pertambangan eksplorasi dan eksploitasi serta izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi.

Kasus tersebut berkaitan dengan penerbitan izin pertambangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara pada periode 2007–2014 yang diduga dilakukan secara melawan hukum. Dalam konstruksi perkara, KPK memperkirakan kerugian negara mencapai sedikitnya Rp 2,7 triliun yang berasal dari penjualan hasil produksi nikel melalui perizinan yang tidak sesuai ketentuan.

Selain itu, Aswad juga diduga menerima suap terkait penerbitan izin kuasa pertambangan. Selama periode 2007–2009, ia disebut menerima suap sekitar Rp 13 miliar dari sejumlah perusahaan yang mengajukan izin kuasa pertambangan kepada Pemerintah Kabupaten Konawe Utara. (*)

Artikel KPK Tegaskan SP3 Kasus Tambang Nikel Konawe Utara Tanpa Intervensi pertama kali tampil pada News.

Kasus TPPO di Kepri Naik, Batam Masih Jadi Jalur Favorit Sindikat PMI Ilegal

0
Tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dimintai keterangan oleh polisi.

batampos – Penanganan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural di wilayah Kepulauan Riau menunjukkan tren peningkatan. Data Satgas TPPO Polda Kepri mencatat jumlah kasus sepanjang Januari hingga Desember 2025 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data resmi Polda Kepri, pada periode Januari–Desember 2024 tercatat 68 kasus TPPO/PMI dengan jumlah korban sebanyak 242 orang dan 101 tersangka. Seluruh perkara tersebut telah diselesaikan hingga tahap P21 (tahap II).

Sementara pada periode Januari–Desember 2025, jumlah kasus meningkat menjadi 82 perkara. Jumlah korban juga naik menjadi 277 orang, dengan total 113 tersangka. Dari jumlah tersebut, sebanyak 61 perkara telah dinyatakan lengkap (P21), sementara 21 perkara masih dalam tahap penyidikan.

Jika dirinci berdasarkan satuan kerja, Ditreskrimum Polda Kepri pada 2024 menangani 14 kasus dengan 54 korban dan 26 tersangka. Seluruh perkara telah P21. Pada 2025, jumlah kasus naik menjadi 20 perkara dengan 90 korban dan 33 tersangka. Dari jumlah tersebut, 14 perkara telah P21, sementara enam perkara masih dalam tahap penyidikan.

Baca Juga: Pekerja PT Vinex Caatindo Tewas Tersengat Listrik di Galangan PT ASL

Ditpolairud Polda Kepri juga mencatat peningkatan. Pada 2024, Ditpolairud menangani 11 kasus dengan 61 korban dan 18 tersangka, seluruhnya P21. Pada 2025, jumlah kasus naik menjadi 16 perkara dengan 76 korban dan 26 tersangka. Sebanyak 14 perkara telah P21 dan dua perkara masih dalam penyidikan.

Kontribusi terbesar masih datang dari Polresta Barelang dan jajaran Polsek. Pada 2024, satuan ini menangani 35 kasus dengan 111 korban dan 43 tersangka.

Pada 2025, jumlah kasus meningkat menjadi 37 perkara, meski jumlah korban tercatat menurun menjadi 79 orang, dengan 42 tersangka. Dari jumlah tersebut, 28 perkara telah P21 dan sembilan perkara masih dalam tahap penyidikan.

Sementara itu, Polresta Tanjungpinang mencatat kenaikan kasus dari tiga perkara pada 2024 menjadi empat perkara pada 2025. Polres Karimun menangani tiga perkara pada kedua periode, namun jumlah korban meningkat dari sembilan orang pada 2024 menjadi 16 orang pada 2025.
Adapun Polres Bintan mencatat dua perkara pada 2024 dan tetap dua perkara pada 2025, dengan peningkatan jumlah korban dari dua orang menjadi 10 orang.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Andyka Aer, mengatakan peningkatan kasus tersebut seiring dengan semakin lihainya sindikat perdagangan orang memanfaatkan teknologi digital.

“Tren saat ini menunjukkan pola perekrutan semakin rapi. Mereka tidak lagi bergerak secara konvensional. Ada yang memanfaatkan media sosial, grup Telegram, bahkan mengatur pergerakan korban dari jauh dengan sistem remote,” ujar Andyka.

Baca Juga: UMSK Batam 2026 Ditetapkan, Apindo Minta Pengusaha Patuhi dan Hindari PHK

Menurutnya, para korban umumnya berada pada usia produktif antara 18 hingga 40 tahun. Mereka dijanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi di luar negeri, seperti karyawan restoran, cleaning service, hingga buruh perkebunan sawit.

“Sulitnya mendapatkan pekerjaan di dalam negeri membuat sebagian masyarakat mudah terpengaruh iming-iming gaji besar,” katanya.

Andyka menjelaskan, dalam setiap kasus, para tersangka memiliki peran berbeda. Ada yang bertugas merekrut korban di daerah asal, ada yang mengurus keberangkatan di Batam sebagai titik transit, hingga jaringan di negara tujuan yang menunggu kedatangan korban.

Ia menegaskan, posisi geografis Kepulauan Riau, khususnya Batam, masih menjadi daya tarik utama bagi sindikat TPPO. Letaknya yang dekat dengan Malaysia, Singapura, hingga Kamboja menjadikan Batam sebagai jalur favorit keberangkatan PMI ilegal.

“Batam ini pintu terdekat ke negara-negara tersebut. Karena itu, sindikat tidak pernah sepi mencari mangsa di Kepri,” ujarnya.

Meski kasus meningkat, Andyka memastikan penegakan hukum terus diimbangi dengan upaya pencegahan. Polda Kepri bersama BP3MI secara rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ilegal. (*)

Artikel Kasus TPPO di Kepri Naik, Batam Masih Jadi Jalur Favorit Sindikat PMI Ilegal pertama kali tampil pada Metropolis.

Ramalan Shio 30 Desember 2025: 6 Shio Diprediksi Tarik Keberuntungan dan Uang

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Ramalan shio Selasa, 30 Desember 2025, membawa energi positif bagi sejumlah shio. Hari ini berada dalam Hari Penerimaan dengan pengaruh Ayam Air, dipadukan dengan Tahun Ular Kayu dan Bulan Tikus Tanah.

Energi tersebut menekankan pentingnya keteraturan, kejernihan berpikir, serta kemampuan menghargai diri sendiri. Keberuntungan dan aliran rezeki diprediksi datang secara alami bagi mereka yang tidak memaksakan hasil, melainkan siap menerima peluang yang hadir.

Berikut enam shio yang diprediksi paling kuat menarik keberuntungan dan uang pada hari ini:

1. Shio Ayam

Pemilik shio Ayam berpotensi menerima kabar terkait pekerjaan atau proyek yang pernah dirintis sebelumnya. Meski hasilnya belum langsung terlihat, perkembangan ini memperkuat siklus keuangan jangka panjang.

2. Shio Ular

Usaha dan koneksi di masa lalu kembali membuka peluang baru. Tawaran yang datang bergantung pada cara pemilik shio Ular merespons dengan pendekatan yang lebih bijak dan matang.

3. Shio Kerbau

Keuangan shio Kerbau menguat melalui stabilitas, bukan ambisi berlebihan. Hari ini membawa pemahaman baru soal penghasilan dengan cara yang lebih realistis dan membumi.

4. Shio Kuda

Kerja keras yang dilakukan shio Kuda mulai menunjukkan hasil. Percakapan penting berpotensi membawa keuntungan, terutama yang berkaitan dengan tujuan finansial jangka panjang.

5. Shio Anjing

Validasi atas usaha dan kerja keras menjadi kunci keberuntungan shio Anjing. Kelimpahan datang lebih dulu dalam bentuk pengakuan sebelum berujung pada peningkatan finansial.

6. Shio Babi

Keberuntungan berpihak pada pengelolaan waktu dan keuangan shio Babi. Peluang berupa diskon, pembayaran, hingga informasi penting tentang keuangan tahun depan berpotensi muncul.

Ramalan shio 30 Desember 2025 menegaskan bahwa rezeki datang bagi mereka yang terbuka dan siap menerima. Enam shio di atas diprediksi mendapatkan keberuntungan dengan cara yang berbeda-beda, sesuai dengan energi harian yang mengalir. (*)

Artikel Ramalan Shio 30 Desember 2025: 6 Shio Diprediksi Tarik Keberuntungan dan Uang pertama kali tampil pada Lifestyle.

Konservasi Laut Anambas Raih Kategori Emas

0
Ekosistem laut Anambas yang stabil dengan terumbu karang, mangrove, dan padang lamun terjaga berkat pengelolaan konservasi berkelanjutan.
Pemandangan bawah laut di Kawasan Konservasi Maritim Anambas yang terus dijaga, dirawat, dan direstorasi terumbu karangnya oleh Anambas Foundation bekerja sama dengan berbagai pihak agar tetap menjadi habitat bagi beragam jenis ikan. Tampak penyelam Anambas Foundation memeriksa kondisi terumbu karang di kawasan konservasi tersebut. F. Anambas Foundation untuk Batam Pos

batampos – Pengelolaan Kawasan Konservasi Nasional Kepulauan Anambas menunjukkan capaian menggembirakan sepanjang 2025. Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru mencatat kondisi ekosistem laut Anambas relatif stabil, dengan tren pengelolaan yang semakin efektif dan berkelanjutan.

Kepala LKKPN Pekanbaru–Anambas, Andri, mengatakan kesehatan ekosistem utama seperti terumbu karang, mangrove, dan padang lamun masih terjaga dengan baik.

Selain itu, pengawasan kawasan juga semakin diperkuat melalui pelibatan aparat penegak hukum dan kelompok masyarakat pengawas.

“Sepanjang 2025, pengelolaan kawasan konservasi menunjukkan kemajuan nyata, baik dari sisi ekologi, pengawasan, maupun partisipasi masyarakat,” ujar Andri, Senin (29/12).

Capaian tersebut tercermin dari hasil penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi oleh tim nasional.

Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas meraih skor 86,74 persen atau masuk kategori emas, dengan status dikelola secara berkelanjutan. Angka ini meningkat 1,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dibandingkan beberapa tahun lalu, Andri menilai kondisi ekosistem laut Anambas kini jauh lebih terkelola.

Meski tekanan akibat faktor alam dan aktivitas manusia masih ada, kesadaran berbagai pihak untuk terlibat dalam pengelolaan kawasan terus meningkat.

“Kolaborasi yang semakin solid membuat pengelolaan kawasan konservasi terus bergerak menuju kondisi yang efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Ekosistem laut Anambas yang stabil dengan terumbu karang, mangrove, dan padang lamun terjaga berkat pengelolaan konservasi berkelanjutan.
Penyu berenang bebas di perairan Anambas saat seorang penyelam melakukan pemantauan bawah laut. Kawasan Konservasi Nasional Kepulauan Anambas mencatat capaian kategori emas dalam pengelolaan berkelanjutan sepanjang 2025. F. Anambas Foundation

Namun, tantangan tetap besar. Luas wilayah konservasi yang terdiri dari pulau-pulau terpencil membuat pengawasan membutuhkan dukungan sarana, sumber daya manusia, dan pendanaan berkelanjutan.

“Keterbatasan sarana, SDM, dan pendanaan masih menjadi tantangan utama. Tapi kami terus mendorong inovasi untuk menutup celah-celah pengelolaan tersebut,” ujarnya.

Friends of Anambas, Menyatukan Banyak Kepentingan

Dari keterbatasan itulah lahir kolaborasi multipihak bertajuk Friends of Anambas. Skema ini dirancang untuk menyatukan peran pemerintah, NGO, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Menurut Andri, pendekatan multipihak menjadi kunci karena pengelolaan kawasan konservasi tidak bisa dijalankan oleh satu pihak saja.

“Setiap pemangku kepentingan punya fungsi dan tujuan utama. Ketika disatukan dalam satu rencana pengelolaan, sumber daya, keahlian, dan pendanaan bisa saling melengkapi,” jelasnya.

Dalam skema ini, LKKPN berperan sebagai regulator dan koordinator. NGO dan yayasan menjalankan program lapangan serta pendampingan teknis, sektor swasta mendukung pembiayaan dan inovasi, perguruan tinggi melakukan pendataan serta validasi ilmiah, sementara masyarakat menjadi pelaksana langsung di lapangan.

Dari Rehabilitasi Karang hingga Ekowisata Penyu

Dampak kolaborasi tersebut mulai terasa nyata. Rehabilitasi terumbu karang membantu pemulihan kawasan yang terdampak kenaikan suhu permukaan laut.

Penanaman mangrove memperkuat perlindungan pesisir pulau-pulau kecil sekaligus menyediakan sumber pakan ikan.

Pendampingan masyarakat juga mendorong lahirnya nilai ekonomi baru. Warga kini terlibat dalam pengelolaan paket ekowisata, produk turunan mangrove, pengelolaan sampah bernilai ekonomi, hingga menjadi pemandu wisata.

Salah satu contoh nyata adalah konservasi penyu. Ribuan sarang penyu direlokasi dan ratusan ribu telur berhasil diselamatkan. Andri menegaskan, peran masyarakat lokal menjadi kunci utama menjaga siklus hidup penyu.

“Masyarakat adalah pihak yang setiap hari berada di lapangan. Mereka menjadi pengendali utama tekanan pengambilan telur penyu dan penjaga lokasi peneluran,” ujarnya.

Hasilnya, praktik pengambilan telur penyu ilegal menurun signifikan. Konservasi penyu kini dikembangkan sebagai wisata minat khusus berbasis edukasi. Saat ini, 15 warga lokal telah memperoleh penghasilan rutin sebagai enumerator dan pemandu ekowisata penyu.

Kondisi terumbu karang di Kawasan Konservasi Nasional Kepulauan Anambas yang terjaga sebagai hasil kolaborasi multipihak sepanjang 2025.
Seorang penyelam menyelam di kawasan gua perairan Kepulauan Anambas, wilayah yang masuk Kawasan Konservasi Nasional dengan pengelolaan berkelanjutan. F. Anambas Foundation

Sampah Laut dan Ketahanan Terumbu Karang

Dalam pengendalian sampah laut, kolaborasi multipihak berhasil mengangkat hampir lima ton sampah dari 11 lokasi di Anambas. Meski demikian, Andri mengakui persoalan sampah belum sepenuhnya tuntas.

“Akar masalahnya masih pada pengelolaan sampah di darat, perilaku masyarakat, serta sampah kiriman dari laut lepas,” katanya.

Program sosialisasi, upcycling, dan small grant dinilai efektif mendorong perubahan perilaku masyarakat pesisir agar lebih peduli dan terlibat langsung dalam pengelolaan sampah.

Sementara itu, hasil monitoring menunjukkan tidak adanya pemutihan karang massal di Anambas. Posisi strategis dengan arus laut yang terus bergerak serta minimnya tekanan aktivitas manusia di daratan menjadi faktor utama ketahanan terumbu karang.

Namun, ancaman biota pemangsa karang seperti Drupella sp. mulai terdeteksi. Untuk mengantisipasinya, LKKPN bersama mitra dan kelompok masyarakat melakukan pemantauan rutin dan menyiapkan langkah respons cepat jika populasinya melebihi batas normal.

Arah Lima Tahun ke Depan

Ke depan, LKKPN Pekanbaru menargetkan penguatan efektivitas kawasan konservasi, ekosistem yang semakin sehat, serta masyarakat yang kian merasakan manfaat ekonomi dari konservasi.

Andri juga menaruh harapan besar pada generasi muda Anambas.

“Generasi muda adalah agen perubahan. Edukasi, inovasi, teknologi, dan kampanye lingkungan akan menjadi modal kuat menjaga laut Anambas di tengah tekanan pembangunan,” ujarnya.

Ia menegaskan, menjaga Kawasan Konservasi Nasional Kepulauan Anambas adalah tanggung jawab bersama.

“Menguatkan kolaborasi, terus bergerak, dan menciptakan dampak nyata adalah kunci agar laut Anambas tetap lestari dan memberi manfaat jangka panjang bagi semua,” pungkas Andri. (*)

Artikel Konservasi Laut Anambas Raih Kategori Emas pertama kali tampil pada Kepri.

Permintaan Tiket Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor, Tembus 150 Juta Aplikasi

0
Konferensi pers TVRI sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026 di Gedung TVRI, Senayan, Jakarta, Senin (29/12/2025). (ANTARA/FAJAR SATRIYO)

batampos – Permintaan tiket Piala Dunia FIFA 2026 memecahkan rekor setelah lebih dari 150 juta permohonan tiket diajukan selama fase penjualan Undian Acak.

Dalam rilisnya, seperti dikutip di situs ANTARA, Selasa, FIFA menyebutkan jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. Fase Undian Acak dijadwalkan ditutup pada Selasa, 13 Januari 2026, pukul 11.00 waktu setempat.

Pada pertengahan fase penjualan, Piala Dunia FIFA 2026 tercatat menerima lebih dari 150 juta permintaan tiket dari penggemar yang berasal dari lebih dari 200 negara. Angka tersebut menunjukkan tingkat antusiasme global yang sangat tinggi terhadap turnamen empat tahunan tersebut.

FIFA mencatat, fase penjualan yang dibuka pada Kamis, 11 Desember 2025 itu membuat Piala Dunia 2026 mengalami kelebihan permintaan lebih dari 30 kali lipat. Perhitungan tersebut didasarkan pada nomor kartu kredit individu yang telah diverifikasi dalam setiap pengajuan tiket.

Jumlah permintaan tiket ini juga tercatat 3,4 kali lebih besar dibandingkan total penonton yang menghadiri 964 pertandingan pada 22 edisi Piala Dunia sejak pertama kali digelar pada 1930.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut tingginya permintaan tiket sebagai bukti besarnya daya tarik Piala Dunia 2026.

“Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi pertunjukan terbesar dan paling inklusif di dunia. Lebih dari 150 juta tiket telah diminta hanya dalam 15 hari pertama, menjadikan edisi ini mengalami kelebihan permintaan hingga 30 kali lipat,” ujar Infantino.

Ia menambahkan, Piala Dunia 2026 akan mencatatkan sejarah baru ketika digelar di kawasan Amerika Utara dengan format dan skala yang belum pernah ada sebelumnya.

Piala Dunia FIFA 2026 dijadwalkan berlangsung mulai Kamis, 11 Juni 2026 hingga Minggu, 19 Juli 2026. Turnamen ini akan digelar di 16 kota di tiga negara tuan rumah, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, serta diikuti oleh 48 tim yang akan memainkan total 104 pertandingan. (*)

Artikel Permintaan Tiket Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor, Tembus 150 Juta Aplikasi pertama kali tampil pada Olahraga.

Pekerja PT Vinex Caatindo Tewas Tersengat Listrik di Galangan PT ASL

0
Sejumlah rekan korban berkumpul di depan Rumah Sakit Elisabeth, Sei Lekop, Sagulung. F.Yofi Yuhendri

batampos – Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan industri galangan kapal PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Senin (29/12) sore, sekitar pukul 15.30 WIB. Pekerja subkontraktor PT Vinex Caatindo berinisial RS, 34, tewas tersengat aliran listrik.

Informasi yang didapatkan peristiwa tersebut terjadi saat korban melakukan pengecatan kapal menggunakan spray gun. Saat itu, boom lift yang digunakan tersangkut pada kabel power dari box panel listrik, sehingga korban tersetrum.

“Korban kerja pengecatan bersama satu rekannya yang bertugas operator boom lift,” ujar salah seorang pekerja yang enggan menyebutkan namanya.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Elisabeth, Sei Lekop, Sagulung, namun nyawanya tak tertolong. “Korban meninggal di perjalanan rumah sakit,” sambung pekerja tersebut.

Baca Juga: Kasus Dugaan Video Asusila Pejabat Pemko Batam, Amsakar: Jika Benar, Masuk Pelanggaran Berat

Sementara Kapolsek Batuaji, AKP Bimo Dwi Lambang, membenarkan adanya kecelakaan kerja yang menewaskan pekerja subcon PT ASL tersebut.

“Benar ada kecelakaan kerja, korban satu orang. Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dan kelalaian dalam pekerjaan ini,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPL FSPMI) Kota Batam, Suprapto menyayangkan adanya kecelakaan kerja yang berulang kali di PT ASL ini.

“Seharusnya PT ASL ini melakukan verifikasi terhadap subcon. Atau jangan-jangan subconnya ini orang mereka (PT ASL) juga,” katanya.

Baca Juga: Malam Tahun Baru di Batam Diprediksi Berawan, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lokal

Menurut dia, Pemerintah Kota Batam harus mengambil sikap tegas terhadap perusahaan ini. Sehingga, SOP maupun penerapan K3 di PT ASL berjalan sesuai aturan.

“Tapi pemerintah ini seperti takut pengusaha yang punya uang,” tegasnya.

Selain itu, Suprapto juga mengingatkan pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas seluruh kecelakaan kerja di PT ASL ini. Termasuk menyerat managemen pihak perusahaan tersebut.

“Harus ada sanksi yang tegas. Maincon dan subcon harus bertanggung jawab,“ tutupnya. (*)

Artikel Pekerja PT Vinex Caatindo Tewas Tersengat Listrik di Galangan PT ASL pertama kali tampil pada Metropolis.

Ini 7 Hal Krusial yang Wajib Kamu Pahami Sebelum Modifikasi Rangka Motor

0
Ilustrasi sepeda motor. (Pixabay)

batampos – Modifikasi rangka motor memang sering jadi pilihan buat kamu yang ingin tampil beda atau mengejar karakter berkendara tertentu. Dengan perubahan pada rangka, motor bisa terlihat lebih agresif, lebih ramping, atau bahkan terasa lebih responsif saat dikendarai. Tak heran kalau modifikasi jenis ini banyak diminati pecinta motor custom maupun performa.

Namun di balik tampilannya yang menggoda, modifikasi rangka menyimpan risiko besar jika dilakukan tanpa perhitungan matang. Rangka adalah tulang punggung motor, sehingga kesalahan kecil saja bisa berdampak pada kenyamanan, kestabilan, hingga keselamatan.

Karena itu, sebelum mulai memotong atau mengelas rangka, ada 7 hal penting yang wajib kamu pahami berikut ini seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

1. Pahami Fungsi dan Geometri Dasar Rangka Motor
Rangka motor berfungsi sebagai pusat penopang seluruh komponen, mulai dari mesin, suspensi, sistem kemudi, hingga posisi pengendara. Pabrikan merancang rangka dengan perhitungan presisi agar motor tetap stabil dalam berbagai kondisi jalan dan kecepatan.

Geometri rangka mencakup sudut kemudi, panjang sumbu roda, serta posisi mesin yang saling berkaitan. Jika kamu mengubah sudut atau dimensi rangka tanpa pemahaman yang cukup, motor bisa kehilangan keseimbangan. Dampaknya, bagian depan terasa terlalu ringan, motor sulit dikendalikan saat menikung, atau bahkan terasa goyah di jalan bergelombang.

2. Pilih Material dan Metode Penguatan yang Tepat
Dalam modifikasi rangka, material yang digunakan tidak boleh asal pilih. Bahan tambahan harus memiliki karakteristik kekuatan dan elastisitas yang mendekati material rangka asli. Perbedaan sifat material bisa menimbulkan titik lemah, terutama di area sambungan.

Biasanya, penguatan dilakukan dengan menambahkan bracket atau gusset di titik tertentu. Namun pemasangannya harus melalui perhitungan, bukan sekadar mengikuti tampilan. Karena itu, proses ini sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang benar-benar memahami struktur dan karakter material rangka motor.

3. Konsultasi dengan Ahli Rekayasa atau Teknisi Berpengalaman
Sebelum melakukan modifikasi besar, konsultasi dengan ahli sangat disarankan. Teknisi berpengalaman atau ahli rekayasa struktur memahami bagaimana distribusi beban bekerja pada rangka motor saat digunakan.

Mereka bisa membantu menghitung batas aman perubahan yang masih bisa dilakukan tanpa mengorbankan kestabilan. Bahkan, dalam beberapa kasus, kamu bisa mendapatkan simulasi sederhana untuk melihat dampak modifikasi terhadap handling dan kekuatan rangka.

4. Sesuaikan Modifikasi dengan Fungsi Motor
Setiap motor punya fungsi utama yang berbeda. Motor harian dirancang untuk kenyamanan, kepraktisan, dan kestabilan di berbagai kondisi jalan. Sementara itu, motor balap atau kompetisi lebih menekankan pada kekakuan rangka, bobot ringan, dan respons cepat.

Kalau motor kamu digunakan sehari-hari, modifikasi rangka yang terlalu ekstrem justru bisa mengurangi kenyamanan dan membuat motor melelahkan saat dipakai jauh. Sebaliknya, untuk motor kompetisi, rangka yang lebih kaku dan agresif memang dibutuhkan demi performa maksimal.

5. Perhatikan Aspek Legalitas dan Aturan yang Berlaku
Banyak orang fokus pada tampilan dan performa, tapi lupa soal legalitas. Padahal, modifikasi rangka termasuk perubahan struktural yang dalam banyak aturan dianggap sebagai modifikasi besar.

Tanpa mengikuti regulasi, motor kamu bisa bermasalah saat pemeriksaan fisik, perpanjangan dokumen, atau bahkan razia. Memastikan modifikasi tetap sesuai aturan akan membuat kamu lebih tenang dan aman saat berkendara di jalan umum.

6. Hitung Dampaknya pada Komponen Lain
Perubahan rangka tidak pernah berdiri sendiri. Suspensi, posisi mesin, sudut kemudi, hingga jalur kabel kelistrikan akan ikut terpengaruh. Sedikit perubahan sudut rangka saja bisa membuat karakter handling motor berubah drastis.

Misalnya, sudut fork depan yang terlalu tegak atau terlalu landai dapat memengaruhi kestabilan saat menikung dan pengereman. Selain itu, kabel sensor, selang rem, dan jalur kelistrikan mungkin perlu ditata ulang agar tetap aman dan tidak terjepit.

7. Pastikan Kualitas Las dan Sambungan Benar-Benar Aman
Pengelasan adalah tahap paling krusial dalam modifikasi rangka motor. Las yang tidak sempurna bisa menyisakan celah kecil yang lama-kelamaan berkembang menjadi retakan akibat getaran dan tekanan.

Teknik pengelasan seperti TIG atau MIG welding sering dipilih karena hasilnya lebih rapi dan kuat. Namun, teknik ini membutuhkan keahlian tinggi. Dengan kualitas las yang baik dan standar pengerjaan yang benar, rangka motor tetap kokoh dan aman meskipun sudah mengalami perubahan struktur. (*)

Artikel Ini 7 Hal Krusial yang Wajib Kamu Pahami Sebelum Modifikasi Rangka Motor pertama kali tampil pada News.

Malam Tahun Baru di Batam Diprediksi Berawan, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lokal

0
Cuaca mendung menyelimuti kawasan Telaga Punggur, Nongsa dan sekitarnya, Senin (15/12). Kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan, terutama bagi warga yang beraktivitas di laut. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam menyampaikan prakiraan cuaca sepekan ke depan untuk wilayah Batam dan Kepulauan Riau (Kepri). Secara umum, cuaca diperkirakan didominasi kondisi berawan, dengan potensi hujan ringan yang bersifat lokal di sejumlah wilayah.

Forecaster on duty BMKG Hang Nadim Batam, Rizky Fatimahtuzzuhro W, menjelaskan bahwa pada Selasa (30/12) cuaca di Batam diperkirakan mengalami hujan ringan pada pagi hari.

“Hujan ringan diperkirakan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB dengan suhu 20 derajat Celsius. Kemudian cuaca kembali berawan tebal sekitar pukul 10.00 WIB dengan suhu meningkat hingga 27 derajat Celsius,” jelasnya melalui paparan data.

Baca Juga: Kasus Dugaan Video Asusila Pejabat Pemko Batam, Amsakar: Jika Benar, Masuk Pelanggaran Berat

Pada siang hari, hujan ringan kembali berpotensi turun sekitar pukul 13.00 WIB dengan suhu mencapai 31 derajat Celsius. Setelah itu, kondisi cuaca kembali didominasi awan tebal hingga malam hari.

Sementara itu, untuk Rabu (31/12), BMKG memprakirakan cuaca di Batam akan didominasi awan tebal, dengan suhu udara berkisar antara 25 – 30 derajat Celsius, serta kecepatan angin sekitar 13 kilometer per jam.

“Secara umum, cuaca di Batam masih berawan. Namun tetap ada potensi hujan ringan yang bersifat lokal di beberapa tempat,” ujar Rizky.

Meski demikian, Rizky menegaskan bahwa tidak ada potensi hujan lebat di wilayah Batam pada tanggal tersebut. Namun, masyarakat di wilayah Kepri lainnya diminta untuk tetap waspada.

“Untuk tanggal 31, yang perlu diwaspadai justru potensi hujan lebat di wilayah Natuna,” katanya.

Baca Juga: Warga Tanjunguncang Tuntut TPS Ditutup, Keluhkan Pencemaran dan Lambatnya Penanganan

Terkait lokasi hujan ringan bersifat lokal di Batam, Rizky menjelaskan bahwa hujan jenis ini sulit diprediksi secara spesifik untuk jangka waktu yang panjang.

“Hujan lokal itu sulit diprediksi secara detail wilayahnya, apalagi untuk satu minggu ke depan. Biasanya hujan lokal baru bisa terdeteksi melalui radar cuaca dan bersifat nowcasting atau prakiraan jangka pendek, sekitar 3 – 6 jam ke depan,” kata dia

BMKG, terus melakukan pemantauan dan pembaruan informasi cuaca secara berkala. Informasi peringatan dini cuaca tiga harian selalu diperbarui melalui kanal resmi BMKG.(*)

Artikel Malam Tahun Baru di Batam Diprediksi Berawan, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lokal pertama kali tampil pada Metropolis.

Nilai Pasar Phil Foden Anjlok Drastis di Akhir 2025, Terdevaluasi Tertinggi di Eropa

0
Nilai pasar Phil Foden anjlok paling tinggi. (@PhilFoden/X)

batampos – Dinamika bursa transfer sepak bola Eropa di penghujung 2025 menghadirkan kejutan besar. Meski mulai menemukan kembali performa terbaiknya di lapangan, bintang Manchester City Phil Foden justru mengalami penurunan nilai pasar paling signifikan di antara pemain top Eropa.

Berdasarkan data terbaru Transfermarkt, nilai pasar Foden merosot hingga 60 juta euro atau sekitar Rp1,18 triliun dalam kurun satu tahun kalender. Penurunan tersebut menjadi yang terbesar di liga-liga elite Eropa pada 2025.

Saat ini, gelandang serang berusia 25 tahun itu diperkirakan memiliki nilai pasar sebesar 80 juta euro atau setara Rp1,57 triliun, hampir separuh dari valuasi sebelumnya.

Penurunan nilai ini terbilang ironis karena Foden mulai menunjukkan tren performa positif. Musim ini, ia telah mencatatkan 10 gol dan 4 assist serta kembali mendapat kepercayaan membela tim nasional Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel.

Namun, dilansir dari Daily Mail, valuasi pasar Foden masih dipengaruhi performa kurang konsisten Manchester City pada musim lalu. Sepanjang kampanye tersebut, Foden hanya mencetak 13 gol dari 49 penampilan, yang berdampak signifikan terhadap penilaian pasar.

Selain Foden, rekan setimnya di Manchester City, Rodri, menempati posisi kedua pemain paling terdevaluasi. Pemenang Ballon d’Or 2024 itu mengalami penurunan nilai sebesar 55 juta euro atau sekitar Rp1,08 triliun, sehingga kini bernilai 75 juta euro (Rp1,47 triliun).

Berbeda dengan Foden, penurunan nilai Rodri lebih dipicu cedera lutut serius yang disusul masalah hamstring berkepanjangan, membuatnya jarang tampil bersama skuat Pep Guardiola.

Fenomena penurunan nilai pasar juga melanda Real Madrid. Vinicius Junior, yang sempat difavoritkan meraih Ballon d’Or, mengalami penurunan performa setelah gagal memenangkan penghargaan tersebut. Di bawah asuhan pelatih anyar Xabi Alonso, Vinicius baru mencetak lima gol musim ini.

Akibatnya, nilai pasar Vinicius turun sebesar 50 juta euro atau sekitar Rp986 miliar, dengan valuasi terkini berada di angka 150 juta euro (Rp2,95 triliun).

Dua pemain Real Madrid lainnya, Rodrygo dan Eduardo Camavinga, juga masuk daftar 10 besar pemain paling terdevaluasi. Rodrygo mengalami penurunan nilai sebesar 40 juta euro (Rp789 miliar), sementara Camavinga turun 30 juta euro (Rp591 miliar).

Di Liga Inggris, tren serupa dialami kapten Arsenal Martin Odegaard dan gelandang Liverpool Florian Wirtz. Odegaard kehilangan nilai pasar sebesar 35 juta euro (Rp690 miliar) akibat cedera berkepanjangan.

Sementara itu, Florian Wirtz yang didatangkan Liverpool dengan status rekrutan termahal dalam sejarah Liga Inggris, mengalami penurunan nilai 30 juta euro menjadi 110 juta euro (Rp2,17 triliun), seiring kesulitan adaptasi di Premier League. (*)

Artikel Nilai Pasar Phil Foden Anjlok Drastis di Akhir 2025, Terdevaluasi Tertinggi di Eropa pertama kali tampil pada Olahraga.

Play sound