Keluarga almarhum Brigadir Pol Yushua di makam sebelum pembongkaran.(ANTARA/Nanang Mairiadi)
batampos – Peti jenazah Brigadir Polisi Yosua Hutabarat diangkat dari liang kuburnya yang kemudian dibawa ke rumah sakit guna diotopsi ulang tim dokter forensik.
Penggalian makam Hutabarat di TPU Sungai Bahar Unit 1, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, pada Rabu pukul 07.30 WIB mulai dibongkar dengan mengerahkan lima penggali.
Di TPU Sungai Bahar hadir Wakil Kepala Polda Jambi, Brigadir Jenderal Polisi Yudawan, Kepala RS Bhayangkara Jambi, Komisaris Besar Polisi Yandiko, Kepala Biro Operasi Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi Ferry Handoko, dan Kepala Polres Muaro Jambi, AKBP Yuyan Priatmaja, perwakilan TNI, Forkompinda Muaro Jambi, serta pihak keluarga terutama bapak dan ibu almarhum.
Setelah hampir lebih kurang satu jam makam itu bisa dibongkar dan peti jenazah diangkat petugas dan dibawa naik mobil menuju RSU Sungai Bahar yang berjarak dua kilometer untuk diotopsi ulang di sana oleh tim ahli forensik.
Selain polisi-polisi juga hadir perwakilan dokter forensik yang didatangkan dari Jakarta untuk mengungkap kasus kematian Hutabarat yang sangat viral di berbagai pemberitaan arus utama dan media sosial, yang dianggap ganjil oleh keluarga dan publik. Tidak kurang Presiden Joko Widodo juga memberi tanggapan atas kasus itu.
Peti jenazah kemudian dimasukkan ke dalam ambulans dan dibawa ke RSU Sungai Bahar untuk diotopsi ulang. (*)
Sampai kemarin, Vitinha menjadi satu-satunya rekrutan baru Paris Saint-Germain di bursa transfer musim panas tahun ini. (TOSHIFUMI KITAMURA/AFP )
batampos – Aktivitas Paris Saint-Germain dalam bursa transfer musim panas tahun ini sangat berbeda dengan tahun lalu.
Jika tahun lalu mendatangkan banyak pemain dan semuanya berlabel kondang, kali ini Les Parisiens pasif dalam perekrutan.
Sampai kemarin (25/7), praktis hanya gelandang Vitinha dari FC Porto yang berstatus pembelian. PSG mendatangkan pemain 22 tahun tersebut dengan nilai transfer EUR 41,5 juta (Rp 634,6 miliar).
Mempertahankan Kylian Mbappe dari godaan Real dan memermanenkan bek kiri Nuno Mendes, tampaknya, membuat PSG sudah punya dua rekrutan baru lainnya.
Justru Les Parisiens sibuk ”membuang” para pemainnya.
Beberapa nama sudah angkat kaki seperti winger Angel Di Maria (Juventus), kiper Alphonse Areola (West Ham United), kiper Marcin Bulka (OGC Nice), hingga gelandang muda Xavi Simons (PSV Eindhoven).
Kebijakan minim perekrutan dan getol melepas pemain tersebut tak lain diambil karena entraineur Christophe Galtier menginginkan skuad ramping.
”Saya tidak ingin di ruang ganti bersama para pemain yang nyaris tidak pernah saya mainkan sepanjang musim,” ungkapnya.
Daftar lego PSG masih bisa bertambah dalam bursa transfer yang tersisa sebulan lagi. Sasarannya adalah sektor gelandang karena skema 3-4-1-2 ala Galtier hanya butuh dua gelandang utama.
Sementara, skuad PSG saat ini dihuni enam gelandang. Vitinha, Marco Verratti, Idrissa Gueye, dan Leandro Paredes termasuk aman seiring menjadi pilihan Galtier saat menghadapi Gamba.
Yang tidak aman adalah Georginio ”Gini” Wijnaldum dan mungkin Ander Herrera. Gini malah sudah terang-terangan ditawarkan ke beberapa klub oleh agennya.
Di sisi lain, kabar PSG menginginkan gelandang Lille OSC Renato Sanches, rupanya, tidak akan terealisasi alias sebatas rumor oleh media. (*)
Ilustrasi. Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri akan bekerjasama dengan Pemko Batam untuk memaksimalkan jumlah kamera pengawas yang dipasang di jalanan Batam. Hal ini akan disejalankan dengan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau e-tilang di Provinsi Kepri, khususnya di Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Pemerintah Provinsi Kepri akan mendukung penambahan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk wilayah Batam dan Tanjungpinang. Komitmen Pemrov Kepri ini tidak hanya untuk kamera statis, tapi juga ETLE mobile hand held.
Sebagai balasan atas bantuan ini, Korlantas Mabes Polri akan mendukung sepenuhnya program unggulan Pemprov Kepri. Salah satunya meningkatkan kepatuhan membayar pajak, serta memwujudkan keamanan keselamatan ketertiban berlalu lintas di Kepri.
“Hal itu disampaikan gubernur, saat audiensi kami lakukan kemarin (25/7),” kata Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Tri Yulianto, Selasa (26/7).
Tujuan dari pelaksanaan ETLE demi meningkatkan kesadaran masyarakat mematuhi aturan dan membayar pajak. Dengan adanya ETLE, tingkat kepatuhan masyarakat dapat lebih meningkat.
Penerapan ETLE, semakin memaksimalkan E-tilang. Sehingga, masyarakat melengkapi surat kendaraan dan patuh pajak. Dampaknya, masyarakat Kepri akan lebih nyaman dalam berkendara, jika seluruh pengendara taat dengan lalu lintas.
Untuk saat ini, Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri sudah memasang tiga kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Tiga kamera ini memiliki teknologi berbasis Artifical Intelligence (AI). Sehingga setiap tangkapan dari ETLE diproses oleh AI, barulah dikirimkan ke dashboard Polda Kepri. Tiga lokasi itu di KDA luar, depan Panbil, dan persimpangan dekat Masjid Raya.
ETLE akan diterapkan mulai 22 September. Kota Batam akan menjadi daerah pertama di Kepri yang menerapkan ETLE.
Manfaat penerapan ETLE seperti memantau oknum masyarakat yang melanggar marka jalan, melampui batas kecepatan, menerobos lampu merah, tidak menggunakan sabuk keselamatan, menggunakan ponsel saat berkendara, dan tidak menggunakan helm.
ETLE juga memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, menjadikan Batam sebagai Smart City, meningkatkan PAD, serta menumbuhkan budaya tertib berlalu-lintas.
“Kepada masyarakat, saya harap akan selalu tertib berlalu lintas. Aturan dibuat, demi menghindarkan masyarakat dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Tri. (*)
Tampilan depan buku Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan Kelas7 SMP/MTs terbitan kemendikbudristek 2021. (Dok kemendikbudristek )
batampos – Gonjang-ganjing terkait Kurikulum Merdeka kembali terjadi. Kali ini menyangkut muatan informasi buku pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Kelas VII SMP/MTs yang salah kaprah soal teologi Kristiani.
Dalam buku terbitan Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2021 disebutkan bahwa Agama Kristen Protestan mulai berkembang setelah kedatangan bangsa-bangsa Eropa, terutama Belanda dan Inggris, sekitar Abad ke-17. Tuhannya yakni Allah, Bunda Maria, dan Yesus Kristus sebagai tiga yang tunggal atau Trinitas.
Kemudian, hal tersebut pun kembali diulang pada penjelasan tentang Agama Katolik. Yang mana disebutkan bahwa Tuhannya sama dengan Kristen Protestan, yakni Trinitas Allah, Bunda Maria, dan Yesus Kristus.
Terkait hal ini, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom menjelaskan, ada kesalahan dalam muatan buku PPKn kelas VII tersebut, terutama menyangkut Trinitas. Tidak benar jika trinitas di buku tersebut tertulis Tuhan Allah, Bunda Maria, dan Yesus Kristus. ”Dalam tradisi gereja Trinitas atau Allah Tritunggal adalah kesatuan Tuhan dalam penampakan tiga pribadi: Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus,” paparnya saat dihubungi, kemarin (26/7).
Kesalahan fatal ini tentu sangat disayangkan olehnya. Karenanya, pihaknya pun langsung bersurat pada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim terkait persoalan tersebut. ”Mereka berjanji akan menarik buku tersebut dari peredaran,” ungkapnya.
Melihat kekeliruan yang terjadi, Gultom pun meminta agar muatan kurikulum terkait Pancasila dan Kewarganegaraan dibebaskan dari tafsir agama. Tak hanya agama Kristen, tapi juga agama apapun. Apalagi di setiap agama ada denominasi/aliran yang masing-masing punya ajaran/dogma berbeda. Kalaupun muatan kurikulum tersebut harus menyinggung agama, disarankan hanya sebatas cukup sejarah singkatnya dan aspek etikanya saja. tentu, dengan catatan tetap dijaga agar bebas dari kemungkinan bias tafsir tertentu.
Ia pun berharap, ada keterlibatan organisasi keagamaan di dalamnya. Apalagi, jika buku tersebut diterbitkan secara resmi oleh negara dan menjadi buku pegangan/pelajaran di sekolah umum.
Menurutnya, keterlibatan ini bukan berarti menempatkan organisasi keagamaan pada posisi “super” atau menjadi imprimatur menyangkut keagamaan. Tapi, hal ini dinilai dapat mengurangi kemungkinan kesalahan fatal seperti kasus yang sekarang terjadi. ”Tentu sifatnya konsultatif, tidak menjadi semacam pemegang otoritas “kebenaran” layaknya label halal/haram,” ungkapnya.
Kendati begitu, ia pun menilai tak ada urgensinya dogma/ajaran agama masuk dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Karena itu termasuk dalam pendidikan keagamaan.
Senada, Wakil Ketua Umum Asosiasi Guru PPKn Indonesia (AGPPKnI) Satriwan Salim menilai, jika bahasan mengenai teknis keimanan tak perlu ada di buku PPKn. Sebab, itu merupakan domain buku Pendidikan Agama.
Selain itu, ramainya jagad medsos mengenai kesalahan informasi yang bersifat esensial ini pun dinilainya sangat beralasan. Mengingat, konten buku memberikan informasi yang keliru mengenai teologi kristiani (katolik dan protestan).
”Apalagi buku PPKn yang dikeluarkan Kemendikbudristek yang sedang ramai dibincangkan tersebut statusnya adalah buku teks utama,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) tersebut.
Merujuk pada Permendikbudristek Nomor 25 Tahun 2022 tentang Penilaian Buku Pendidikan, buku teks utama ialah buku pelajaran yang wajib digunakan dalam pembelajaran berdasarkan kurikulum yang berlaku dan disediakan oleh
pemerintah pusat tanpa dipungut biaya. Artinya, keberadaan buku teks ini sangat vital dan determinatif terhadap terselenggaranya proses pembelajaran yang baik.
Menurutnya, buku teks tersebut juga menjadi salah satu bahan ajar yang akan selalu dirujuk siswa dan guru. Bahkan, di level teknis, banyak guru meyakini bahwa kurikulum itu adalah buku itu sendiri. Sehingga, keberadaan buku teks benar-benar menentukan jalannya pembelajaran. Aktivitas siswa di kelas juga berdasarkan petunjuk-petunjuk buku teks. ”Oleh karena itu, kami berharap segera ditarik dari sekolah sekolah yang menggunakan kurikulum merdeka,” jelasnya.
Setidaknya, ada sekitar 140 ribu sekolah yang menggunakan kurikulum merdeka. Untuk jenjang SMP, diperkirakan mencapai puluhan ribu.
Selain ditarik dari sekolah, lanjut dia, buku tersebut juga sudah saatnya direvisi. Sebab, buku teks utama PPKn yang sedang ramai ini justru dinilai tidak mengikuti perkembangan terbaru kebijakan capaian pembelajaran di Kurikulum Merdeka yang dikeluarkan BSKAP Kemendikbudristek. Menurutnya, buku teks PPKn tersebut masih menggunakan kebijakan capaian pembelajaran 2021 yang lama. Sehingga, sudah tak relevan.
Selanjutnya, pihaknya pun berharap agar Pusat Perbukuan BSKAP Kemendikbudristek meninjau ulang konten-konten buku teks utama lainnya yang diterbitkan Pusbuk BSKAP. Langkah ini sebagai upaya antisipatif sekaligus kuratif adanya konten-kontek keliru dan fatal yang luput dari bacaan penulis dan penelaah.
Dikonfirmasi atas hal ini, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo Kemendikbudristek mengatakan, pihaknya tengah melakukan kajian dan menindaklanjuti konten di dalam buku mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) SMP Kelas VII terbitan 2021 tersebut. Khususnya, mengenai penjelasan tentang Trinitas dalam agama Kristen Protestan dan Katolik.
Dalam proses melakukan perbaikan ini, lanjut dia, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek akan melibatkan pakar dari Konferensi Waligereja Indonesia dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia. ”Untuk buku yang saat ini beredar dengan format elektronik tengah kami tarik dan akan segera kami ganti dengan edisi revisi,” ujarnya saat dihubungi, kemarin (26/7).
Sementara, untuk versi cetak, Kemendikbudristek sudah menghentikan proses pencetakan versi lama. Pencetakan selanjutnya akan menggunakan edisi revisi. ”Kami juga akan segera mengedarkan suplemen perbaikannya bagi yang sudah menerima buku,” sambung pria yang akrab disapa Nino tersebut.
Ia mengaku, pihaknya selalu terbuka untuk menerima masukan, koreksi, dan saran untuk memperbaiki kualitas buku-buku pendidikan. Masukan, koreksi, dan saran dapat dialamatkan kepada penulis atau melalui alamat surel [email protected]. Ia pun mengapresiasi bila ada masukan, saran, dan koreksi yang disampaikan.
”Buku pendidikan yang diterbitkan Kemendikbudristek merupakan dokumen hidup yang senantiasa diperbaiki dan dimutakhirkan,” pungkasnya. (*)
Jemaah Haji kloter pertama debarkasi Batam disambut haru oleh sanak keluarganya di Asrama Haji Batam, Selasa (26/7).F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Jemaah haji Batam telah tiba kemarin. Agus salah seorang jemaah asal Batam menuturkan pengalaman spiritual selama menjalani ibadah di tanah suci. Semua tahapan ibadah dijalani dengan baik, dan sangat bermakna.
Terpisah dari keluarga kurang lebih 40 hari menimbulkan kerinduan yang sangat dalam kepada keluarga. Ia berharap segera bisa bertemu keluarga, dan membagikan pengalaman spiritual ini kepada keluarga.
“Tentu yang paling dirindukan adalah keluarga, apalagi saya berangkat sendiri. Ada banyak cerita, dan oleh-oleh yang disiapkan juga untuk keluarga,” ujarnya.
Selama berada di tanah suci, Agus memanfaatkan momen tersebut untuk meningkatkan kualitas ibadah, dan dia untuk keluarga, dan Kota Batam. Ia juga berharap untuk pelaksanaan ibadah haji tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini.
“Alhamdulillah, pelayanan baik semua. Kalau tahun depan semoga tidak ada pembatasan usia lagi, dan jemaah yang berangkat lebih banyak,” imbuhnya.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyambut bahagia kepulangan jemaah haji ini. Semua jemaah yang masuk dalam kloter pertama ini pulang dengan sehat dan selamat, serta lengkap sesuai dengan jumlah yang berangkat.
“Alhamdulillah, semua proses berjalan dengan lancar, dan semoga semua menjadi haji yang mabrur,” kata dia.
Amsakar menambahkan masih ada kloter lainnya yang akan datang ke Batam. Ia berharap semua proses berjalan lancar, dan petugas yah ditugaskan melaksanakan tugas dengan baik.
“Masih ada dari Provinsi Kalbar, Jambi, dan Riau yang masih akan datang. Kita doakan mereka kembali dalam keadaan sehat, dan tidak ada kekurangan apapun,” terangnya. (*)
Warung di Tanjung Moco yang rusak diterpa angin kencang. F. Polsek Bukit Bestari.
batampos – 1 Warung di kawasan pelabuhan Tanjung Moco, Dompak, Tanjungpinang dihantam angin kencang, Selasa (26/7). Akibatnya warung non permanen yang terbuat dari kayu itu, mengalami rusak parah.
Kapolsek Bukit Bestari Tanjungpinang Kompol Adi Sumardi, mengatakan kejadian tersebut terjadi pada subuh sekitar pukul 03.00 WIB. Angin kencang membuat warung yang berada di pesisir pantai itu, rusak berat. “Atap serta bagian dindingnya rusak di terjang angin kencang” ungkapnya.
Setelah mendapatkan informasi, pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kelurahan serta masyarakat langsung turun ke lokasi kejadian. Pihaknya juga telah mengevakuasi korban serta barang-barang korban. “Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,” kata Adi.
Menurut Adi, pihak Kelurahan bersama Dinas Pekerjaan Umum Tanjungpinang, telah melakukan pendataan dan pengecekan lokasi guna melakukan perbaikan. “Saat ini kerugian masih dicek oleh dinas terkait,” tutupnya. (*)
Aidil Putrawan, menjadi terdakwa kasus narkoba menjalani sidang online di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (19/7). F.Yashinta
batampos – Aidil Putrawan, buruh penggali tanah terdiam saat mendengar dituntut 6 tahun penjara oleh JPU dalam sidang yang berlangsung virtual, kemarin. Atas tuntutan itu, pria berusia 40 tahunan ini meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Batam memberikan hukuman seadil-adilnya.
Sebab pada fakta persidangan, terungkap sabu seberat 2,3 gram itu merupakan milik Bakrul. Aidil yang sering diberi makan oleh Bakrul pun tidak tahu jika dirinya dititipi sabu dalam bungkus rokok.
Fakta persidangan itu dipertegas dari keterangan saksi polisi penangkap dan penyidik. Dimana polisi menjelaskan, terdakwa Aidil hanya dititipi bungkus rokok berisi sabu oleh Bakrul yang saat ini DPO. Aidil pun tidak mendapat keuntungan apa-apa dari Bakrul.
Namun, JPU Karyo So Immanoel berpendapat lain, Menurutnya, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat 1 tentang narkotika.
“Terdakwa terbukti bersalah, menyimpan, memiliki, menjadi perantara narkotika golongan 1 bukan tanaman,” ujar Noel
Namun sebelum menjatuhkan hukuman, JPU Noel juga mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan terdakwa. Hal memberatkan yakni terdakwa tidak mengikuti program pemerintah dalam peredaran narkotika yang dapat merusak generasi bangsa. Sedangkan hal meringankan terdakwa bersikap sopan, berterus terang, tidak berbeli-belit dan belum pernah dihukum.
“Memperhatikan unsur pasal telah terpenuhi, maka menuntut terdakwa Aidil dengan 6 tahun penjara. Menjatuhkan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan,” terang Noel.
Atas tuntutan itu, Aidil sempat terdiam. Ia pun langsung meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman seadil-adilnya. “Saya mohon hukuman yang adil pak hakim,” ujar Aidil menangis.
Menurutnya, ia tak sama sekali tak tahu akan dititipi sabu. Sebab selama ini Bakrul, bersikap baik kepadanya dan sering memberi makan. Ternyata dibalik kebaikan itu, Bakrul malah menjerumusmannya ke dalam penjara dengan menitipkan rokok yang ternyata berisi sabu.
Atas pembelaan terdakwa, sidang pun ditunda hingga minggu depan dengan agenda putusan.
Sidang sebelumnya, Aidil Putrawan, buruh kasar pengali tanah yang menjadi terdakwa kasus narkoba di Pengadilan Negeri Batam menangis, Selasa (19/7). Ia lega setelah mendengar keterangan saksi polisi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Karyo So Immanoel dalam sidang beragendakan keterangan saksi
Saksi polisi penangkap dan penyidik menjelaskan terdakwa Aidil ditangkap usai pihaknya mendapat informasi akan adanya transaksi narkoba di Ruli Kampung Aceh, Tembesi. Informasi itu dengan jelas juga menyebutkan ciri-cirj orang yang membawa sabu.
Diakui saksi polisi, dari hasil penyidikan menyimpulkan jika sabu itu memang bukan milik terdakwa. Terdakwa hanya dititipi oleh Bakrul (DPO) sabu sebanyak 5 gram. Bahkan jumlah barang bukti sabu tak berkurang sedikitpun dari jumlah yang diinformasikan ke polisi.
“Paket sabu itu punya Bakrul (DPO), terdakwa hanya dititipi dan memang tak mendapat keuntungan apa-apa,” jelas saksi polisi.
Keterangan saksi langsung membuat Aidil menangis. Ia berterimakasih karena saksi polisi sudah jujur dan mengungkap fakta yang sebenarnya.
Diketahui, Penangkapan Aidil berawal dari informasi yang diterima tim Satnarkoba Polresta Barelang. Dimana ada seorang pria dari Ruli Kampung Aceh hendak mengantarkan sabu kepada seseorang. Berdasarkan informasi itu, polisi pun turun dan menangkap Aidil sesuai dengan ciri yang disebutkan informasi tersebut.
Benar saja, dari Aidil polisi menemukan 5 paket sabu seberat 2,23 gram yang hendak diberikan kepada seseorang. Menurut Aidil barang haram itu merupakan milik Bahrul (DPO). Untuk mengantarkan sabu itu, Aidil diberi upah sabu juga untuk dikonsumsi sendiri.
Kepada polisi, Aidil mengaku hanya sebagai buruh pengali tanah di Kampung Aceh. Sehari-hari ia hanya mendapat upah puluhan ribu. (*)
Ilustrasi. Harga gula pasir curah di Kota Batam yang awalnya Rp 10-11 ribu per kilogram (kg) kini naik menjadi Rp 13-14 ribu per kg. Foto: Jawapos.com
batampos – Selama sepekan terakhir harga gula di Batam mengalami kenaikan hingga 30 persen. Kenaikan harga gula ini diduga karena larangan impor gula dari negara India.
Kondisi itu paling terlihat untuk gula pasir jenis curah yang biasanya dijual Rp 10 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 13 ribu. Bahkan di pasaran Batam, harga gula pasir curah dijual hingga Rp 14 ribu per kg, sedangkan untuk gula pasir premium dijual hingga Rp 17 ribu per kg.
Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam membenarkan kenaikan harga gula pasir. Bahkan kenaikan harga gula pasir sudah terjadi sejak dua pekan terakhir.
“Iya harga gula pasir naik, ini dampak larangan (India) ekspor gula pasir. Naiknya lumayan juga dibanding biasa,” ujar Aryanto.
Dijelaskannya, naiknya harga gula pasir menurutnya terjadi di banyak negara. Sebab India sebagai penghasil gula pasir terbesar, menghentikan ekspor gula pasir ke sejumlah negara.
“Dampaknya tak hanya untuk Batam atau Indonesia saja, tapi sudah internasional,” jelasnya.
Disinggung apakah ada kemungkinan harga gula pasir kembali naik, Aryanto tak menampik. Sebab harga gula juga berpengaruh terhadap kondisi global.
“Ya bisa saja naik lagi, tapi mudah-mudahan tidak terlalu tinggi,” jelasnya.
Sementara Ayu, warga Batamcenter kaget mendapati harga gula pasir mendadak naik drastis. Biasanya harga gula hanya naik berkisar ratusan rupiah, saat ini naik sampai empat ribuan.
“Kaget juga lihat harga gula, biasanya cuma Rp 10 ribuan, kemarin belinya sudah Rp 14 ribu. Ini untuk yang curah loh, biasanya Rp 14 ribu ini sudah yang premium,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah bisa mengambil tindakan cepat, agar harga gula tidak mengila seperti harga minyak goreng. Sebab kondisi masyarakat sudah sangat panik ditengah tingginya harga-harga sejumlah komoditi pokok yang tinggi.
“Kondisi seperti ini semua serba mahal, yang makin susah rakyat menengah ke bawah seperti saya. Sudah juga menyesuaikan dengan gaji suami yang pas-pasan,” pungkasnya. (*)
MELEGENDA: Dari kiri-kekanan Ricky Coen manager Power Metal dan Bais vokalis, Ipunk, dan Ekko Dinaya saat mengunjungi studio Jawa Pos Tv di Grana Pena, Jalan A. Yani, Surabaya, Kamis (21/7/2022). Kunjungan ke redaksi tersebut sekaligus memperkenalkan singel terbarunya. (ROBERTUS RISKY/ JAWA POS)
Dengan vokalis anyar, Power Metal mengubah pilihan genre dan warna lirik dengan maksud merebut hati pendengar muda. Di dua show untuk memperkenalkan album terbaru, keinginan itu mulai membuahkan hasil.
FAHMI SAMASTUTI, Surabaya
SELERA makan Bais Gondrong langsung hilang setelah membaca pesan WhatsApp siang itu. Ipunk, gitaris Power Metal, memberinya tawaran yang sulit dia jawab: jadi vokalis band metal kenamaan asal Surabaya tersebut.
”Saya bingung jawabnya,” kenang mantan vokalis band Ninety Nine itu saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos di Surabaya pada Kamis (21/7) pekan lalu.
Tawaran pada 21 April tahun lalu tersebut tidak mudah dijawab bukan hanya karena nama besar Power Metal, band yang telah melahirkan sepuluh album dengan sekian banyak hit. Tapi juga karena Bais sadar dirinya bakal menggantikan Arul Efansyah, vokalis sebelumnya yang sejak 1989 nada tingginya demikian identik dengan Power Metal.
Akhirnya bernegosiasilah Bais dengan Ipunk, satu-satunya personel formasi pertama Power Metal yang tersisa. Dari masalah kontrak hingga kesanggupan meninggalkan Medan, kota tempat Bais tinggal. ”Jam 14.00 dikontak, jam 17.00 deal,” lanjut Bais.
Bais memang sangat mengenal Power Metal. Sebab, dia lama berkiprah dalam band cover yang membawakan karya-karya band yang berdiri sejak 1987 itu.
Ipunk menyebutkan, untuk bisa sampai pada keputusan menawari Bais posisi yang ditinggalkan Arul tahun lalu itu, ada tahapan kurasi dan seleksi ketat yang kudu dilalui. Awalnya Bais dipantau lewat YouTube. Saat itu vokalis 39 tahun tersebut menyanyikan hit Steelheart She’s Gone dalam versi dinaikkan dua nada. Padahal, kunci aslinya saja sudah menyiksa tenggorokan.
Ipunk juga mengamati penampilan hingga cara bicara Bais via video. Setelah mantap, barulah dia mengajukan namanya ke grup WhatsApp Power Metal. ”Ya alhamdulillah, akhirnya awet sampai sekarang ini,” imbuhnya.
Dari band-band rock seangkatannya yang rata-rata dibesarkan festival besutan Log Zhelebour, Power Metal bisa dibilang ”the last man standing”. Memang masih ada Grass Rock, tapi dari sisi produktivitas, Power Metal jauh di atas.
Grass Rock terakhir merilis album pada 2016 yang merupakan album studio kelima mereka. Sedangkan Power Metal sudah menelurkan sebelas album, termasuk Power XI yang dirilis pekan lalu dengan Bais sebagai vokalis.
Power One (1991) yang diproduseri Log bisa dibilang album Power Metal yang paling banyak melahirkan hit. Dari Satu Jiwa serta Angkara yang kuat sentuhan heavy dan speed metal sampai balada semacam Bayangan Dirimu dan Pengakuan.
Peran Log memang sangat besar dalam tumbuh kembang Power Metal. Pemilik hit Timur Tragedi dan Sirna itu menjuarai festival besutan promotor asal Surabaya tersebut mulai level Jawa Timur, Jawa, sampai Indonesia. Power Metal juga berkembang dalam lingkungan musik Surabaya yang merupakan ladang subur band rock. Sejarahnya sudah terentang jauh ke belakang, termasuk turut melahirkan dua band legendaris AKA dan SAS.
Setelah melalui berkali-kali pergantian personel, selain Ipunk dan Bais, line-up Power Metal kini juga diisi Ekko Dinaya (drum), Baba Blunky (bas), dan Moryn Alfredo (kibor). Dengan formasi terbaru itu, Power Metal pun memilih menjajal jalur baru. Jika biasanya membawakan heavy metal bertempo cepat, kini mereka memilih progressive rock/metal yang lebih eksperimental.
Konsekuensinya jelas: stamina mereka ditantang dengan teknik permainan yang lebih njelimet. Di album ini pula, untuk kali pertama, Ipunk membawa gitar tujuh senarnya –yang dia miliki sejak 1988– masuk dapur rekaman.
Pembaruan itu tak cuma bertujuan memperkenalkan Bais. Tapi karena Power Metal juga ingin merebut hati pendengar muda. Karena itu, bukan hanya genre yang dikulik. ”Kami juga bawain lagu cinta. Di album ini saja ada dua. Pintu Hati dan Dilema, dua-duanya punya lirik galau anak muda,” ungkap Ekko.
Mengulik genre, lirik, atau sound adalah upaya sebuah band senior agar tetap relevan dengan zaman. Ada inti atau karakter yang tetap dipertahankan. Sembari merangkul elemen-elemen baru.
Eksperimen itu pun diujicobakan. Pertama, lewat showcase sekaligus rilis album di Colors Pub & Restaurant, Surabaya, pada 17 Juli lalu. Lalu di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 20 Juli.
Hasilnya? ”Kaget. Kami ngira yang nonton bakal banyak bapak-bapaknya. Ternyata, milenial yang mungkin belum lahir pas Power Metal ada juga muncul,” kelakar Ipunk.
Bais, Ipunk, maupun Ekko amat sadar, ”hilangnya” Arul bakal membelah respons fans. Tidak sedikit yang membanding-bandingkan vokal keduanya.
Namun, di dua panggung itu, Bais sukses membuktikan diri. Bahkan, Ekko mengakui, respons penonton di luar dugaan. ”Mereka positif. Ini yang bikin kami semangat. Ini saatnya kami bangkit lagi, menata diri, nggak bisa terpuruk terus,” tegas Ekko.
Di Power XI, Power Metal berpisah dengan label rekaman terdahulu lantaran masalah internal. Di album kesebelas itu, mereka akhirnya menggandeng 3F Records, label baru yang didirikan Ricky Coen Arifin, yang juga merangkap executive producer album tersebut.
Di industri musik, Ricky adalah orang baru. Dulunya dia investor di label rekaman lawas Power Metal. Ketika band itu keluar, dia segera mencabut investasinya. Namun, para personel Power Metal kadung cocok dengan Ricky. Mereka pun mendesak pria yang juga general manager hotel itu memproduseri album kesebelas.
”Saya bilang, ’Oke, dengan syarat, kalau istri saya ngasih izin.’ Ekspektasi saya, istri bilang nggak boleh. Eh, dia malah dukung,” papar Ricky seraya tergelak.
Setelah tercapai kesepakatan, produksi album pun mulai dikebut. Selama Februari–April 2022, kelima personel Power Metal melakukan workshop dan rekaman, dilanjutkan mixing dan mastering pada Mei 2022. ”Proses workshop molor dari target satu bulan. Gara-garanya, Ipunk cacar (air), nular ke yang lain,” imbuhnya.
Power Metal saat ini, menurut Ricky, punya pesona berbeda dari formasi sebelumnya. Dia menilai Bais punya ciri khas yang tak dipunyai Arul, yakni rentang vokal yang lebih lebar.
”Arul memang punya dasar yang tinggi, jadi dari awal lagu udah nggeber tinggi. Sementara Bais nada tinggi bisa, nada rendah pun bisa. Suaranya juga punya ciri khas serak,” paparnya.
Kritikus musik Paul Heru Wibowo pun menilai perubahan ”arah” Power Metal merupakan hal yang natural. ”Jalur yang ditempuh benar-benar segar. Kalau di 2013 dan zaman Arul, Power Metal itu pasti kebayangnya Iron Maiden. Sekarang lebih ke band progresif seperti Dream Theater,” ungkapnya ketika diwawancarai via telepon pada Senin (25/7).
Paul mengapresiasi keberanian Power Metal. ”Fans harus melepas anggapan, band itu memorabilia. Kasihan kalau Power Metal sudah bangkit dan meninggalkan zona nyaman, justru fansnya yang gagal move on,” tuturnya.
Power Metal, tambah Paul, mustahil kembali ke masa lalu. Bahkan meski umpama kelak Arul kembali. ”Usia dan stamina nggak bisa bohong. Mas Ipunk mungkin sudah nggak bisa secepat dulu. Suara Arul di XREAL (band Arul bersama mantan personel Power Metal lainnya, Red) pun, meski tinggi, nggak bisa menyamai rekaman lamanya,” terang dia. (*/c9/ttg)
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat menyapa seorang siswa Sekolah Dasar (SD). Foto: Diskomonfo Kota Batam untuk Batam Pos
batampos – Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin mengatakan pihaknya berupaya menangani persoalan anak yang terjadi di Batam. Saat ini Batam berada di level tiga untuk kota layak anak.
“Ada lima tingkatan, dan Batam berada di tingkat tiga. Jadi masih ada PR yang harus dikerjakan agar Batam ini benar-benar aman dan ramah bagi anak,” sebutnya.
Terciptanya kota ramah anak memerlukan peran serta semua elemen. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sangat menjunjung dan mendorong Batam menjadi Kota Ramah Anak.
Penanganan persoalan anak ini masuk dalam RPJMD Batam setiap tahunnya. Banyak program untuk anak yang disiapkan. Ke depan pihaknya akan terus berbenah, demi memenuhi lima tingkatan untuk menjadi kota yang layak anak.
“Saya mengapresiasi adanya yayasan ini. Kehadiran yayasan ini bisa membantu pemerintah dalam mengatasi persiapan anak,” tutupnya.
Sebelumnya, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait menyoroti kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak yang terjadi di Kota Batam. Menurutnya pembangunan di Batam belum dibarengi dengan fasilitas anak.
“Sangat disayangkan. Masih banyak kasus anak yang terjadi di Batam. Kota Madani ini termasuk kota yang sering saya datangi, untuk melihat kasus kekerasan terhadap anak,” kata dia saat menghadiri Deklarasi Batam Menuju Kota Layak Anak di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (26/7).
Aris menyebutkan informasi terbaru yang diterima adalah, terkait kasus kekerasan seksual yang terjadi belakangan ini di Batam yang melibatkan anak. Kekerasan, pelecehan di tempat mereka mendapatkan pendidikan baik rohani maupun jasmani. (*)