Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 710

Pertamax Langka di Batam, Warga Keliling Cari SPBU yang Masih Punya Stok

0
Kelangkaan BBM jenis Pertamax membuat pemilik kendaraan yang tak punya barcode BBM subsidi menjadi kelimpungan. Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos.

batampos – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dalam beberapa hari terakhir mulai dirasakan masyarakat di Kota Batam. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Nagoya, Batuampar, dan Baloi terpantau kehabisan stok hingga Rabu (11/10). Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan pengendara yang terpaksa berkeliling mencari SPBU yang masih memiliki pasokan.

Di kawasan Lubukbaja, antrean kendaraan tampak hanya mengarah ke jalur Pertalite. Sementara dispenser Pertamax ditutup dengan tanda keterangan “habis”. Petugas SPBU menyebutkan bahwa pasokan Pertamax sudah tidak diterima sejak beberapa hari terakhir dan belum ada kepastian kapan distribusi akan kembali normal. “Sudah tiga hari tidak ada kiriman Pertamax, kami juga menunggu informasi dari pihak distribusi,” ujar seorang petugas SPBU di kawasan Lubukbaja.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Akui Gangguan Pasokan Pertamax di Batam

Situasi serupa juga terlihat di SPBU Batuampar. Sejumlah pengendara yang datang dengan harapan dapat mengisi Pertamax akhirnya pulang dengan kecewa. “Saya sudah keliling ke empat SPBU dari tadi pagi, semua habis. Kalau pakai Pertalite, mobil saya sering knocking,” keluh Andika, salah satu pengendara mobil pribadi. Menurutnya, kelangkaan ini sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu dan sangat mengganggu aktivitas kerja sehari-hari.

SPBU di kawasan Baloi pun mengalami kondisi serupa. Petugas menyampaikan bahwa suplai Pertamax belum tiba sejak akhir pekan lalu dan masih menunggu konfirmasi dari pihak distribusi. “Kami sudah menanyakan ke pihak pengiriman, tapi belum ada jadwal pasti,” kata seorang operator SPBU Baloi. Beberapa pengendara mengeluhkan tidak semua kendaraan cocok menggunakan Pertalite karena berpotensi menurunkan performa mesin. “Motor saya jadi terasa berat kalau pakai Pertalite, padahal setiap hari dipakai antar anak sekolah,” ujar Lina, warga Baloi.

Pihak Pertamina melalui pernyataan resminya menegaskan bahwa stok Pertamax di wilayah Kepulauan Riau sedang dalam proses penyesuaian distribusi. Pertamina memastikan kelangkaan hanya bersifat sementara dan menyebutkan bahwa stok Pertalite masih aman di seluruh SPBU. Meski demikian, masyarakat berharap agar informasi mengenai proses distribusi dan suplai disampaikan lebih terbuka agar tidak menimbulkan kepanikan.

Warga juga meminta agar pemerintah daerah dan Pertamina segera turun tangan memantau langsung jalur distribusi BBM di Batam. “Kalau dibiarkan lama, bisa berdampak ke transportasi dan logistik. Pemerintah harus ikut memastikan pasokan ini lancar,” ucap Suryanto, pengendara lainnya di kawasan Batuampar. Koordinasi yang cepat diharapkan mampu mempercepat normalisasi distribusi di seluruh wilayah kota.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah SPBU di Nagoya, Batuampar, dan Baloi masih belum mendapatkan pasokan Pertamax. Masyarakat diimbau menyesuaikan penggunaan BBM sementara waktu sembari menunggu suplai kembali normal. Kondisi ini diharapkan segera teratasi agar aktivitas warga Batam tidak semakin terganggu oleh kelangkaan bahan bakar tersebut. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Pertamax Langka di Batam, Warga Keliling Cari SPBU yang Masih Punya Stok pertama kali tampil pada Metropolis.

Satlantas dan Dishub Batam Kolaborasi Sosialisasi Jalur Kiri untuk Pengendara Motor

0
Satlantas Barelang gencarkan kanalisasi, wujudkan Batam tertib dan aman berlalu lintas. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) terus digencarkan Polresta Barelang melalui kegiatan Kanalisasi Pagi di sejumlah ruas utama Kota Batam. Kegiatan ini berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman, mulai dari Simpang KDA hingga Fly Over Laluan Madani, pada Rabu (12/11) pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang ini melibatkan 20 personel yang disebar di beberapa titik strategis seperti depan Dang Anom, depan Perumahan Plamo, Simpang KDA, dan Lengan Jalan Pos 909. Petugas tampak aktif mengatur arus lalu lintas serta memberikan imbauan kepada pengendara untuk menempati jalur sesuai peruntukannya.

Baca Juga: Dishub dan Satlantas Barelang Gencarkan Penataan Lajur Motor di Batam, Sosialisasi Dimulai dari Baloi–Punggur

Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengendalian lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan sekaligus menumbuhkan budaya tertib di jalan. “Lajur kiri adalah jalur aman untuk pengendara roda dua. Dengan tertib di lajur kiri, potensi senggolan dan tabrakan dapat diminimalisir. Ini bukan sekadar pengaturan arus, tapi pembiasaan menuju budaya keselamatan bersama,” ujarnya.

Dari hasil pantauan, arus kendaraan di sepanjang Jalan Sudirman terpantau lancar, terutama pada jam padat pagi hari. Petugas juga terus melakukan sosialisasi penggunaan lajur kiri bagi sepeda motor, seiring dengan program marka jalan sepanjang 22 ribu meter dari Baloi hingga Punggur yang digarap oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.

Kepala Dishub Batam Leo Putra menjelaskan, pemasangan marka jalan ini merupakan bagian dari tahapan sosialisasi agar masyarakat terbiasa dengan dua jalur terpisah antara roda dua dan roda empat. “Untuk Batam saat ini masih tahap sosialisasi. Kami pasang marka dan turunkan petugas agar pengendara membiasakan diri. Nanti setelah masyarakat terbiasa, baru dilakukan penertiban penuh,” terangnya.

Namun, di lapangan, kesadaran sebagian pengendara masih rendah. Pantauan hingga Selasa (11/10) menunjukkan masih banyak pengendara yang belum disiplin mematuhi pembagian jalur. Beberapa marka pembatas bahkan tampak rusak akibat tertabrak kendaraan. “Belum terbiasa saja, kadang saya masih masuk jalur motor tanpa sadar,” ujar Sumardi, pengendara roda empat yang melintas di kawasan Batam Center.

Hal senada disampaikan Udin, salah satu pengendara sepeda motor yang mengaku masih sering berada di jalur mobil saat kondisi jalan lengang. “Masih belum terbiasa, tapi saya setuju kalau nanti dibiasakan, biar aman,” katanya saat ditemui di Jalan Sudirman.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin, S.I.K. mengapresiasi kinerja Satlantas dan Dishub Batam yang terus konsisten melaksanakan sosialisasi kanalisasi. “Ini bagian dari pelayanan publik yang responsif dan humanis. Kami ingin keselamatan menjadi budaya, bukan sekadar aturan,” tegasnya.

Kapolresta menambahkan, kegiatan kanalisasi ini akan dilakukan secara berkelanjutan dan rutin di titik-titik rawan kecelakaan dan kemacetan. Polresta Barelang berkomitmen menjaga kelancaran lalu lintas serta mendukung program Polri Presisi yang berfokus pada pelayanan prima kepada masyarakat.

Secara umum, situasi lalu lintas selama pelaksanaan kegiatan terpantau lancar dan kondusif. Satlantas Polresta Barelang mengimbau seluruh pengguna jalan agar disiplin, tertib, dan mengutamakan keselamatan. “Langkah kecil seperti mematuhi lajur kiri bisa menyelamatkan nyawa. Di rumah ada keluarga yang menunggu kita pulang selamat,” tutup Kompol Afiditya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Satlantas dan Dishub Batam Kolaborasi Sosialisasi Jalur Kiri untuk Pengendara Motor pertama kali tampil pada Metropolis.

Rawan Kecelakaan, Dinas Bina Marga Tindaklanjuti Keluhan Warga di Simpang Calista

0
Tidak ada pembatas jalan di kawasan Simpang Calista, tepatnya di sepanjang Jalan Raja Isa menuju Simpang KDA, Batam. Kondisi jalan dua lajur tanpa pembatas ini dinilai membahayakan, terutama pada malam hari karena minim penerangan. Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Sejumlah pengendara mengeluhkan tidak adanya pembatas jalan di kawasan Simpang Calista, tepatnya di sepanjang Jalan Raja Isa menuju Simpang KDA, Batam. Kondisi jalan dua lajur tanpa pembatas ini dinilai membahayakan, terutama pada malam hari karena minim penerangan.

Indra Bayu, salah seorang pengendara, mengaku khawatir setiap kali melintas di jalur tersebut. “Jalannya dua lajur, tapi di tepinya langsung parit dalam. Kalau ada pengendara hilang kendali bisa langsung terjun ke parit. Apalagi kalau malam, lampu jalannya minim,” ujarnya kepada, Selasa (12/11).

Hal senada disampaikan Rozy Faisal, pengendara lainnya. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan jika tidak segera ditangani.
“Bahaya banget, apalagi kalau hujan atau malam hari. Harusnya ada pagar pengaman di pinggir jalan,” katanya.

Menanggapi keluhan warga, Pemerintah Kota Batam melalui Kepala Bidang Bina Marga Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA), Dohar, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan akan segera melakukan penanganan.

“Di simpang Calista itu rencananya akan kita pasang guardrail atau pagar pengaman jalan,” ujar Dohar.

Ia menjelaskan, pihaknya kini tengah menunggu kedatangan peralatan trailer untuk proses pemasangan pagar pengaman tersebut.
“Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa kita kerjakan,” katanya.

Dohar juga mengimbau agar pengendara tetap berhati-hati saat melintas di kawasan itu sambil menunggu pekerjaan rampung.
“Yang penting hati-hati dulu, terutama malam hari. Kami pastikan segera ditangani,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Artikel Rawan Kecelakaan, Dinas Bina Marga Tindaklanjuti Keluhan Warga di Simpang Calista pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Pekan Dibiarkan, Sampah Menumpuk di Jalan Protokol Batam

0
Tumpukan sampah rumah tangga dan barang bekas menumpuk di tepi jalan raya tepatnya di ruas protokol arah Batuampar menuju Simpang Indomobil. Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Pemandangan tak sedap menyambut para pengguna jalan di ruas protokol arah Batuampar menuju Simpang Indomobil, Batam. Tepat sebelum lampu merah persimpangan Indomobil, tumpukan sampah rumah tangga dan barang bekas menumpuk di tepi jalan raya. Bau menyengat pun kerap tercium hingga ke badan jalan.

Sudah hampir dua pekan, tumpukan itu tak kunjung diangkut. Kondisi ini bukan hanya merusak keindahan kota, tapi juga mengganggu kenyamanan warga dan wisatawan yang melintas di jalur utama tersebut.

“Sudah hampir dua minggu sampahnya di situ saja. Setiap lewat, bau sekali. Padahal ini jalan besar, jalur utama,” keluh Isti Nugraha, pengendara motor yang saban hari melintas di lokasi itu, Selasa (12/11).

Baca Juga: Haloo Pemko Batam, Sampah sudah Menumpuk, Pembakaran pun Terjadi di Bida Ayu

Pantauan Batam Pos di lapangan, terlihat berbagai jenis sampah berserakan di bahu jalan, mulai dari limbah rumah tangga, ban bekas, hingga perabot rusak. Sebagian tampak tercecer hingga ke selokan.

Menurut warga sekitar, tumpukan itu sering bertambah setiap malam. Diduga, ada oknum warga yang sengaja membuang sampah di lokasi tersebut karena jauh dari tempat penampungan sementara (TPS).

“Ini kan jalan utama, banyak wisatawan lewat menuju kawasan industri dan pelabuhan. Kalau dilihat orang luar, malu juga kita. Masa kota besar seperti Batam masih begini,” tambah Isti sambil menunjuk tumpukan sampah yang mulai menggunung.

Warga berharap, pihak terkait segera turun tangan untuk membersihkan area tersebut dan menertibkan pembuangan sampah liar di sepanjang jalur Batuampar–Indomobil. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Artikel Dua Pekan Dibiarkan, Sampah Menumpuk di Jalan Protokol Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Atap Taman Batu 10 Tanjungpinang Rusak, Pengunjung Khawatir Keselamatan

0
Kondisi plafon bangunan berbentuk atap di Taman Batu 10 Tanjungpinang yang sudah mulai mengalami kerusakan, Rabu (12/11). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Kondisi atap bangunan di Taman Batu 10, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mulai rusak dan dikhawatirkan membahayakan pengunjung. Padahal, taman ini menjadi salah satu ruang publik favorit warga karena lokasinya berada di tengah kota.

Pantauan Batam Pos, Rabu (12/11), menunjukkan bagian plafon atap dengan corak hijau-oranye tampak retak dan mengelupas di beberapa titik. Sejumlah bagian bahkan sudah bolong dan menggantung, membuat pengunjung waswas saat berada di bawahnya.

Selain plafon, tiang penyangga dan elemen taman lainnya terlihat mulai kusam akibat faktor usia dan cuaca.

“Memang sering saya ke sini, sekadar istirahat dan makan bekal. Sayang sekali kalau dibiarkan rusak begitu, kan banyak juga yang datang,” ujar Wandi, salah seorang pengunjung Taman Batu 10.

Ia berharap pemerintah segera melakukan perawatan dan perbaikan terhadap fasilitas umum tersebut agar kerusakan tidak semakin parah.

“Kalau dibiarkan, takutnya tambah rusak dan bisa membahayakan pengunjung. Banyak juga yang datang ke sini buat main WiFi gratis,” tambahnya.

Taman Batu 10 berlokasi tidak jauh dari Pasar Bintan Center dan diketahui selesai dibangun serta diresmikan pada tahun 2026 lalu. Proyek taman ini menelan anggaran APBN sebesar Rp4,7 miliar.

Kini, kondisi sebagian fasilitasnya mulai menurun, dan warga berharap Pemkot Tanjungpinang segera turun tangan untuk melakukan perbaikan demi keamanan dan kenyamanan pengunjung. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Atap Taman Batu 10 Tanjungpinang Rusak, Pengunjung Khawatir Keselamatan pertama kali tampil pada Kepri.

MedcoEnergi Resmikan Pembangkit Listrik Ramah Karbon di Batam

0
Ilustrasi, fasilitas pembangkit listrik Add-On Combined Cycle Power Plant (CCPP) di Tanjung Uncang, Batam, yang dioperasikan MedcoEnergi melalui Medco Power Indonesia.F. Humas Medco untuk Batam Pos

batampos – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) melalui anak usahanya, PT Medco Power Indonesia (Medco Power), resmi memulai operasi komersial (COD) Pembangkit Listrik Add-On Combined Cycle Power Plant (CCPP) berkapasitas 39 megawatt (MW) di Tanjung Uncang, Batam, pada 8 November 2025.

Proyek ini dikembangkan oleh PT Energi Listrik Batam (ELB), anak perusahaan Medco Power, berdasarkan perjanjian jual beli listrik jangka panjang dengan PT PLN Batam.

Melalui proyek ini, fasilitas pembangkit open-cycle berkapasitas 70 MW dikonversi menjadi pembangkit combined cycle berkapasitas 109 MW.

Teknologi ini memanfaatkan panas buang dari turbin gas untuk menghasilkan listrik tambahan melalui turbin uap, meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi karbon hingga 50 persen.

Presiden Direktur & CEO Medco Power Indonesia, Eka Satria, mengatakan proyek tersebut menjadi langkah nyata perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem ketenagalistrikan di Batam dan Bintan.

“Dengan menghasilkan lebih banyak listrik dari sumber energi yang sama, proyek ini sejalan dengan fokus kami dalam mengoptimalkan aset dan menurunkan intensitas karbon,” kata Eka.

CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, menambahkan bahwa proyek ini memperkuat komitmen MedcoEnergi dalam membangun portofolio energi yang efisien, rendah karbon, dan berkelanjutan.

“Kami ingin berkontribusi pada keandalan energi nasional dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.

Proyek tersebut diselesaikan dengan lebih dari 2,7 juta jam kerja aman tanpa insiden kehilangan waktu kerja, menunjukkan standar tinggi Medco Power dalam keselamatan, efisiensi, dan kinerja operasional. (*)

Artikel MedcoEnergi Resmikan Pembangkit Listrik Ramah Karbon di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Ratusan PTK Non-ASN di Kepri Terancam Dirumahkan, BKD: Tak Ada Dasar Hukum

0
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepri, Yenni Tri Isabella. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Ratusan Pegawai Tenaga Kependidikan (PTK) Non-ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terancam dirumahkan, usai adanya pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu dan paruh waktu beberapa waktu lalu.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepri mengklaim langkah ini terpaksa dilakukan karena tidak ada dasar hukum yang mengatur keberadaan pegawai bukan ASN di instansi pemerintah setelah kebijakan PPPK diterapkan.

“Ke depan hanya ada ASN, termasuk PPPK paruh waktu. Jadi tidak ada lagi pegawai bukan ASN,” ujar Kepala BKD Kepri, Yenni Tri Isabella, Rabu (12/11).

Yenni menjelaskan, hingga kini belum ada rekomendasi dari pemerintah pusat untuk memperbolehkan daerah mempertahankan tenaga Non-ASN. Akibatnya, Pemprov Kepri tidak memiliki dasar hukum untuk tetap mempekerjakan mereka.

Meski demikian, proses perumahan PTK Non-ASN tidak bisa dilakukan secara mendadak. Pemerintah wajib melakukan sosialisasi terlebih dahulu, terutama di Dinas Pendidikan (Disdik) yang memiliki banyak tenaga Non-ASN.

“Sosialisasi sudah dilakukan. Namun, Disdik dan Dinas Kesehatan masih berupaya mencari solusi, karena banyak PTK Non-ASN dan tenaga medis Non-ASN di Kepri,” jelas Yenni.

BKD Kepri juga belum dapat memastikan jumlah pasti tenaga Non-ASN yang akan terdampak kebijakan tersebut. Namun, berdasarkan informasi dari salah satu PTK Non-ASN, setidaknya lebih dari 500 orang terancam kehilangan pekerjaan dalam waktu dekat. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Ratusan PTK Non-ASN di Kepri Terancam Dirumahkan, BKD: Tak Ada Dasar Hukum pertama kali tampil pada Kepri.

Infonya Ada Aroma Persaingan Bisnis, Kombes Zaenal: Tidak Ada Intervensi, Kami Tegak Lurus

0
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin.

batampos— Penyelidikan kasus penangkapan lima truk dan kontainer bermuatan barang impor bekas di Sagulung oleh Polresta Barelang kini memasuki babak baru. Aroma persaingan bisnis dan dugaan permainan antara pengusaha.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kontainer yang diamankan di salah satu gudang Sagulung itu ternyata bukan berisi balpres atau pakaian bekas seperti dugaan awal, melainkan furniture impor. Meski demikian, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang masih mendalami kemungkinan keterlibatan pengusaha barang bekas berinisial Hi, yang disebut sebagai pemilik muatan tersebut.

Modus penyelundupan yang digunakan terbilang rapi. Pemilik barang berbeda dengan pemilik kendaraan pengangkut, diduga untuk mengelabui aparat penegak hukum. Dua dari truk kontainer tersebut diketahui menggunakan kendaraan milik PT PLS, perusahaan jasa logistik laut dan darat.

BACA JUGA: Polisi Periksa 5 Saksi, Kecelakaan Kerja di Workshop 5 PT Batamec

PLS disebut-sebut dimiliki oleh pengusaha berinisial As, yang telah lama berkecimpung dalam bisnis logistik di Batam. Namun, dalam kasus kali ini, penyidik masih menelusuri sejauh mana keterlibatan pihak perusahaan tersebut.

Di sisi lain, penangkapan oleh Polresta Barelang disebut terlambat dilakukan. Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, lima kontainer lain diduga telah lolos sebelum operasi berlangsung. Kontainer tersebut disebut milik pengusaha berinisial Se, Im, dan Ni, yang sebelumnya telah memasukkan barang melalui perusahaan berinisial Inf pada 4 dan 5 November lalu. Seluruhnya kini telah berada di gudang masing-masing di Batam.

Sumber internal di lingkungan pelaku usaha mengungkapkan, modus para penyelundup biasanya menggunakan jalur hijau dengan dokumen pengiriman berisi “beras”, padahal muatan sebenarnya berupa barang bekas, minuman beralkohol, hingga perabot rumah tangga. “Diduga kuat ada permainan antara pengusaha dan oknum instansi yang memuluskan masuknya barang selundupan ke Batam,” ujar sumber tersebut.

Status Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) juga disebut menjadi celah yang dimanfaatkan para pelaku. Longgarnya pengawasan terhadap arus barang impor dinilai membuka peluang praktik penyelundupan yang sudah berlangsung lama dan menguntungkan pihak tertentu. “Persaingan di antara mereka bukan hanya soal kelancaran masuknya barang, tapi juga soal harga dan pajak,” lanjut sumber tersebut.

Menurutnya, sebagian pengusaha hanya melaporkan dan membayar pajak untuk sebagian kecil kontainer, sementara sisanya masuk tanpa setoran resmi. Praktik ini menciptakan ketimpangan harga dan merusak iklim usaha yang sehat di pasar lokal.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin membenarkan pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. “Kami akan mengusut tuntas dugaan kebocoran kekayaan negara ini. Dari 25 orang yang sudah diamankan, perannya sudah kami petakan. Saat ini kami fokus memeriksa pihak lain, termasuk instansi dan perusahaan yang diduga terkait,” ujarnya, Rabu (12/11).

Zaenal menegaskan penyidikan dilakukan secara profesional dan transparan. “Tidak ada intervensi. Kami tegak lurus menjalankan perintah Presiden dan Kapolri, untuk memastikan kekayaan negara tidak bocor,” tegasnya. Ia menambahkan, sejumlah dokumen penting milik perusahaan telah disita untuk diperiksa secara mendalam. “Kami tidak main-main. Polri bertugas mencegah dan menindak setiap pelanggaran yang merugikan negara,” tutupnya.(*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Infonya Ada Aroma Persaingan Bisnis, Kombes Zaenal: Tidak Ada Intervensi, Kami Tegak Lurus pertama kali tampil pada Metropolis.

EOS C50: Inovasi Kamera Sinema Ringkas, Kualitas Profesional, Fleksibilitas Maksimal

0

batampos – Di era ketika kreativitas dan teknologi semakin menyatu, setiap momen berharga menuntut ketepatan, kualitas, dan kecepatan untuk diabadikan. Dibutuhkan perangkat yang mampu menghasilkan kualitas sinematik tanpa menghambat mobilitas.

Hadir sebagai solusi, Canon melalui PT Datascrip sebagai distributor tunggal produk pencitraan digitalnya di Indonesia menghadirkan Canon EOS C50, kamera Cinema EOS paling ringkas dan pertama yang dirancang dengan teknologi Open Gate. Memungkinkan para kreator berkreasi lebih bebas dan fleksibel.

Canon EOS C50 hadir sebagai kamera Cinema EOS hybrid full-frame terkecil di jajaran Cinema EOS yang mengusung sensor CMOS full-frame 7K terbaru. Kamera ini mampu merekam video RAW internal hingga 7K 60P, perekaman kecepatan tinggi hingga 4K 120P/2K 180P, serta menangkap foto beresolusi 32MP.

EOS C50 merupakan kamera Cinema EOS pertama yang telah dilengkapi dengan teknologi open gate recording 3:2 memungkinkan pemanfaatan penuh area sensor untuk fleksibilitas reframing dan kemudahan mengkonversi format horizontal maupun vertikal. Dilengkapi Dual Pixel CMOS AF II, kamera ini menawarkan deteksi dan pelacakan subjek cepat dan akurat, termasuk mata manusia, hewan, hingga obyek bergerak lainnya dengan pengaturan kecepatan dan respons sesuai kebutuhan pengambilan gambar.

BACA JUGA: Canon EOS R5 Mark II: Mirrorless “Hybrid” Profesional untuk Segala Kebutuhan

Dengan bodi ringkas dan ringan, EOS C50 memudahkan integrasi dengan rig modern serta orientasi horizontal atau vertikal yang dapat disesuaikan otomatis. Handle unit yang dapat dilepas-pasang hadir dengan dua terminal audio profesional 3-pin XLR, kontrol audio, tombol REC, dan tuas zoom untuk kemudahan operasional pengguna.

Dukungan konektivitas luas dan real-time, EOS C50 hadir memberikan fitur Frame.io Camera to Cloud, memungkinkan pengguna mengirimkan file proxy langsung dari kamera ke cloud sehingga mempercepat alur kerja produksi hingga pascaproduksi yang cepat dan efisien.

“Kami percaya teknologi tidak hanya soal spesifikasi, tetapi tentang bagaimana perangkat dapat menjadi mitra kreatif. Dengan sensor full-frame 7K terbaru, sistem autofocus cerdas Dual Pixel CMOS AF II, dan inovasi Open Gate. Canon membuktikan bahwa teknologi canggih dapat dikemas dalam desain ringkas tanpa mengorbankan kualitas. Melalui produk ini, kami ingin menginspirasi para kreator untuk lebih bebas berkarya, dari set produksi film layar lebar hingga konten media sosial dengan standar profesional,” ujar Monica Aryasetiawan – Canon Business Unit Director PT Datascrip.

Dengan hadirnya EOS C50, semakin memperkuat komitmen Canon dalam menghadirkan teknologi pencitraan mutakhir yang mendukung industri kreatif di berbagai level. Baik untuk sineas profesional, fotografer, maupun kreator konten digital. Inovasi ini dirancang untuk memberikan kemudahan, fleksibilitas, dan kualitas visual yang terbaik. Canon akan terus menghadirkan produk dan solusi yang relevan dengan kebutuhan zaman, mendukung para kreator untuk menghasilkan karya yang inspiratif dan berkualitas.

Pembelian Canon EOS C50 dilengkapi garansi resmi Canon selama 1 tahun. Dukungan layanan purnajual juga disediakan melalui jaringan Canon Service Center di berbagai kota di seluruh Indonesia, memastikan kemudahan perawatan unit serta ketersediaan suku cadang resmi.

PT Datascrip sebagai distributor tunggal produk pencitraan digital Canon di Indonesia memasarkan; EOS C50 (Body only) seharga Rp 49.999.000 (Sudah termasuk PPN 11%).

Untuk informasi dan ulasan terkini dari kamera dan lensa Canon, pengguna bisa mengunjungi akun Instagram resmi @CanonImagingIndonesia, termasuk informasi promo, tips and tricks penggunaan, hingga berbagai event atau workshop yang diselenggarakan oleh Canon–Datascrip. Selain itu, para pengguna kamera Canon juga bisa mengirimkan karya-karya terbaiknya untuk ditampilkan di @CanonImagingIndonesia sebagai sumber ide dan inspirasi baru dalam mengeksplorasi dunia foto dan videografi. (*)

Artikel EOS C50: Inovasi Kamera Sinema Ringkas, Kualitas Profesional, Fleksibilitas Maksimal pertama kali tampil pada Lifestyle.

Tiga ASN Bintan Lolos Seleksi Administrasi Jabatan di KPK RI

0
F. dok. Batam Pos.

batampos – Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan lolos seleksi administrasi untuk pengisian seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

Ketiganya adalah Didi Kurniadi dan Mohammad Ami Roffian yang mengikuti seleksi untuk jabatan Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat, serta Niken Wulandari untuk posisi Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V.

Informasi tersebut tercantum dalam Pengumuman Nomor B/002/PANSELKPK/11/2025 tentang Hasil Seleksi Administrasi, Jadwal, dan Tata Cara Penulisan Policy Brief atau Makalah dan Bahan Presentasi pada seleksi terbuka pengisian JPTP di lingkungan KPK.

Para peserta yang lolos tahap administrasi akan melanjutkan ke ujian penulisan policy brief dan bahan presentasi, yang dijadwalkan berlangsung di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jakarta Timur, pada Jumat (14/11) mendatang.

Sumber di Pemkab Bintan membenarkan bahwa dua dari tiga ASN yang lolos seleksi administrasi merupakan pejabat kepala dinas, yakni Kepala Dinas Kominfo Bintan Didi Kurniadi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan Niken Wulandari.

“Ada nama Kadiskominfo, Didi, dan Kepala DLH, Niken,” ujar sumber tersebut.

Selain itu, terdapat pula nama Sekretaris Dinas Kominfo Bintan, Mohammad Ami Roffian, yang juga ikut lolos tahap administrasi.

“Ami masih menjabat Sekretaris Dinas Kominfo,” tambahnya.

Kepala Dinas Kominfo Bintan, Didi Kurniadi, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

“Baru tahap administrasi,” ujarnya singkat. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Tiga ASN Bintan Lolos Seleksi Administrasi Jabatan di KPK RI pertama kali tampil pada Kepri.