batampos- Tugboat (TB) Dzakiyyah Marine 99 yang berlayar tanpa tongkang dari Bengkalis, Riau menuju ke Selat Malaka, Jumat (22/7) malam mengalami musibah. Angin kencang dan gelombang menyebabkan kapal yang terbuat dari besi ini tenggelam.
”Kita mendapatkan laporan dari KM Tanto Bersinar jenis kapal tanker yang membawa muatan kontainer bahwa ada musibah yang dialami TB Dzakiyyah Marine 99 pada posisi koordinat 02-19.1’U / 101-41.3 ‘S. Nakhoda kapal bersama semua kru berhasil diselamatkan. Kejadian kapal tenggelam pada pukul 22.45 WIB,” ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Joko Santosa, Sabtu (23/7).

Hanya saja, lanjut Danlanal, untuk mengantarkan ke daerah terdekat untuk menurunkan nakhoda bersama kru kapal yang berhasil diselamatkan. Sehingga, melapor dan meminta bantuan untuk penjemputan di tengah laut. Yakni, di Selat Durian pada koordinat 00°56.8 ‘U / 103° 34.0 ‘T.
”Permintaan dari KM Tanto direspon Lanal Tanjungbalai Karimun dengan mengirimkan KAL Pelawan, Patkamla Pulau Karimun dan Sea Rider 2 untuk penjemputan. Nakhoda bersama 6 orang ABK berhasil dijemput dan tiba di Mako Lanal dengan selamat pukul 15.10 WIB. Tidak ada korban luka-luka dalam peristiwa ini. Semua kru kapal yang tiba langsung dicek kesehatannya di Lanal. Alhamdulillah semuanya sehat,” paparnya.
BACA JUGA: Anita, Korban Kapal TKI Tenggelam di Malaysia Permisi Berangkat ke Malaysia dari Jalur Resmi
Nakhoda TB Dzakiyyah Marine 99, Ade Kurniawan yang ditemui Batam Pos di Mako Lanal Tanjungbalai Karimun menyebutkan, saat kejadian kapalnya tidak sedang menarik atau menggandeng tongkang. ”Kita berangkat dari Bengkalis tujuan ke Selat Malaka untuk menjemput kapal rusak. Jadi kita berlayar dalam keadaan kosong,” jelasnya.
Dalam perjalanan, sambung, Ade, dihantam angin kencang dan gelombang. Saat itu, kapal memang dalam keadaan bocor, namun biasanya dapat dipompa dengan mesin air untuk membuang air. Tapi, saat kejadian mesin pompa air rusak dan gelombang menyebabkan kapal miring.
”Saat itu, ada kapal tanker yang lewat dan kita minta bantuan untuk merapatkan kapal kita ke kapal tersebut untuk menyelamatkan diri. KM Tanto Bersinar mengizinkan dan menurunkan tangga kita untuk naik ke atas. Pada saat kita sudah di atas, kapal sudah tenggelam seluruhnya ke dalam laut,” ungkapnya. (*)
reporter: sandi









