Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 7115

TB Dzakiyyah Marine 99 Tenggelam Dihantam Ombak

0

batampos- Tugboat (TB) Dzakiyyah Marine 99 yang berlayar tanpa tongkang dari Bengkalis, Riau menuju ke Selat Malaka, Jumat (22/7) malam mengalami musibah. Angin kencang dan gelombang menyebabkan kapal yang terbuat dari besi ini tenggelam.

”Kita mendapatkan laporan dari KM Tanto Bersinar jenis kapal tanker yang membawa muatan kontainer bahwa ada musibah yang dialami TB Dzakiyyah Marine 99 pada posisi koordinat 02-19.1’U / 101-41.3 ‘S. Nakhoda kapal bersama semua kru berhasil diselamatkan. Kejadian kapal tenggelam pada pukul 22.45 WIB,” ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Joko Santosa, Sabtu (23/7).

Anggota Lanal TBK saat mengevakuasi nakhoda dan kru TB Dzakiyyah Marine 99 yang tenggelam di laut.

Hanya saja, lanjut Danlanal, untuk mengantarkan ke daerah terdekat untuk menurunkan nakhoda bersama kru kapal yang berhasil diselamatkan. Sehingga, melapor dan meminta bantuan untuk penjemputan di tengah laut. Yakni, di Selat Durian pada koordinat 00°56.8 ‘U / 103° 34.0 ‘T.

”Permintaan dari KM Tanto direspon Lanal Tanjungbalai Karimun dengan mengirimkan KAL Pelawan, Patkamla Pulau Karimun dan Sea Rider 2 untuk penjemputan. Nakhoda bersama 6 orang ABK berhasil dijemput dan tiba di Mako Lanal dengan selamat pukul 15.10 WIB. Tidak ada korban luka-luka dalam peristiwa ini. Semua kru kapal yang tiba langsung dicek kesehatannya di Lanal. Alhamdulillah semuanya sehat,” paparnya.

BACA JUGA: Anita, Korban Kapal TKI Tenggelam di Malaysia Permisi Berangkat ke Malaysia dari Jalur Resmi

Nakhoda TB Dzakiyyah Marine 99, Ade Kurniawan yang ditemui Batam Pos di Mako Lanal Tanjungbalai Karimun menyebutkan, saat kejadian kapalnya tidak sedang menarik atau menggandeng tongkang. ”Kita berangkat dari Bengkalis tujuan ke Selat Malaka untuk menjemput kapal rusak. Jadi kita berlayar dalam keadaan kosong,” jelasnya.

Dalam perjalanan, sambung, Ade, dihantam angin kencang dan gelombang. Saat itu, kapal memang dalam keadaan bocor, namun biasanya dapat dipompa dengan mesin air untuk membuang air. Tapi, saat kejadian mesin pompa air rusak dan gelombang menyebabkan kapal miring.

”Saat itu, ada kapal tanker yang lewat dan kita minta bantuan untuk merapatkan kapal kita ke kapal tersebut untuk menyelamatkan diri. KM Tanto Bersinar mengizinkan dan menurunkan tangga kita untuk naik ke atas. Pada saat kita sudah di atas, kapal sudah tenggelam seluruhnya ke dalam laut,” ungkapnya. (*)

reporter: sandi

Antre Muat Batu Bara, Kapal Meledak

0
SATU MASIH HILANG: Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Yusuf Sutejo (kanan) bersama Direktur Polairud Polda Kaltim, Kombes Donny Adityawarman, merilis kasus tenggelamnya Kapal Blue Dragon 12, Minggu (24/7). (BAIM/KALTIM POST)

batampos – Kapal Blue Dragon 12 yang tenggelam di anak Sungai Semoi, Kelurahan Mentawir, Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diketahui berlayar dari Pelabuhan Kamal, Madura, Kamis (21/7).

Nahas saat memasuki anak Sungai Semoi, Sabtu (23/7) sore, kapal tiba-tiba saja meledak dan terbakar sebelumnya akhirnya tenggelam. Akibatnya, satu dari 12 ABK di dalam kapal terkonfirmasi hilang, dan empat ABK mengalami luka cukup serius.

“Kapal ini bersama tongkang sedang antre untuk memuat batu bara. Tiba-tiba sore meledak dan terbakar lalu tenggelam setelah 10 menit meledak,” kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Yusuf Sutejo bersama Direktur Polairud Polda Kaltim, Kombes Donny Adityawarman, Minggu (24/7).

Meski belum merinci sebab ledakan, Yusuf menyebut, ledakan diduga berasal dari lambung kapal. “Penyebab pasti (ledakan) baru bisa diketahui setelah bangkai kapal diangkat dan diselidiki tim forensik,” katanya.

Selain E yang dikonfirmasi hilang, Yusuf menyebut, empat ABK lainnya mengalami luka dan kini sedang menjalani perawatan di RS Pertamina Balikpapan. Kondisi empat ABK ini juga sudah mulai stabil. “Mereka rata-rata mengalami luka bakar dan dislokasi bahu,” ujar Yusuf.

Proses pencarian terhadap E alias Erol, terus berlanjut. “Saat ini, Ditpoalirud bersama perangkat SAR yang lain terus berupaya menemukan Erol dan bangkai Kapal Blue Dragon 12,” paparnya.

Donny menambahkan, saat insiden ledakan yang berujung tenggelamnya kapal Blue Dragon 12, Erol diduga sedang berada di dalam kamar dan tak sempat menyelamatkan diri. “Dugaannya, korban berada di kamar dan tenggelam bersama kapal,” imbuhnya. (*)

Reporter: JP Group

 

Ortu Jadi Sahabat Anak Agar Anak Terhindar Kecanduan Gadget

0
Ilustrasi anak dengan gadget (Shutterstock/Antara)

batampos – Orang tua (ortu) jadi sahabat anak. Ini salah satu yang disarankan kak Seto agar si anak terhindar kecanduan gadget.

Psikolog Prof. Dr. H. Seto Mulyadi, S. Psi., M.Si atau yang akrab disapa Kak Seto menyebutkan bahwa salah satu penyebab anak mengalami kecanduan gadget adalah karena meniru perilaku lingkungan.

“Tentu sesuatu itu ada sebabnya ya. Ada yang membuat dia jadi demikian. Nah, pertama adalah anak-anak itu peniru yang terbaik di dunia. Jadi perilakunya itu justru meniru dari lingkungannya,” kata Kak Seto saat dihubungi ANTARA, Minggu.

“Sekarang ini gimana anak tidak bermain dan kecanduan gadget? Karena pertama tentu meniru dari orangtuanya. Jadi jangan salahkan anak kalau kecanduan gadget, sementara ayah atau bundanya juga sibuk bermain gadget. Kadang-kadang tidak ada waktu untuk anak. Kadang kalau ada kegiatan lain, anak dikasih gadget supaya tenang,” tambahnya.

Baca juga:Maya Septa “Dokter Cinta” Ladeni Curhat Online

Setelah meniru perilaku dari sekitarnya, Kak Seto mengatakan bahwa hal tersebut akan berlanjut ketika sang anak merasa menikmati dan nyaman dengan hal tersebut. Akhirnya, sang anak pun dapat menjadi candu saat menggunakan gadget.

“Kedua, dari meniru itu dia menikmati sesuatu yang menyenangkan. Itu akan terus ditingkatkan. Akhirnya, itulah yang membuat anak-anak menjadi kebablasan mencandu gadget. Karena nikmat dan nyaman,” jelas Kak Seto.

Selain itu, Kak Seto juga mengatakan kecanduan gadget juga dipengaruhi oleh situasi saat ini dimana anak-anak tak dapat pergi ke sekolah dan belajar menggunakan gadget karena pandemi.

Namun sayangnya, kini gadget tersebut tak hanya dipakai untuk belajar karena dianggap kurang menyenangkan. Akhirnya, sang anak pun mengeksplor sendiri penggunaan gadget tersebut untuk mengakses situs-situs lainnya.

“Sebelum pandemi juga dijelaskan anak-anak harus ke sekolah, tidak boleh pegang gadget, sekarang terbalik. Anak-anak tidak boleh ke sekolah, harus pegang gadget. Karena mula-mula untuk belajar. Setelah itu mungkin belajar kurang menyenangkan, kenapa nggak keterusan saja bisa mengakses ke berbagai situs yang kadang negatif atau berbahaya,” ujar Kak Seto.

Agar anak terhindar dari kecanduan gadget, Seto menyarankan agar orang tua dapat mendekatkan diri menjadi sahabat anak. Dengan demikian, anak pun akan merasa nyaman untuk berkomunikasi dengan orang tuanya.

Sebaliknya, jika orang tua hanya melarang anak untuk bermain gadget namun tetap sibuk dengan kegiatannya masing-masing, hal tersebut akan membuat anak merasa frustasi atau bahkan menyebabkan melakukan hal yang negatif.

“Sering di dalam keluarga, orangtua tidak menjadi sahabat anak. Jadi hanya main perintah, instruksi, komando, tapi tidak mendengar suara anak. Jadi marilah mulai diubah gaya mendidik orang tua. Mulai banyak berdialog dengan anak, bermain bersama, dan sebagainya,” kata Kak Seto.

“Jangan cuma ‘Nggak boleh main gadget!’ lalu gadget dirampas atau bahkan ada juga yang sampai dibanting. Itu anak akan sakit hati sekali dan frustasi sekali. Malah salah-salah bisa melakukan tindakan yang nekat mungkin. Jadi tetap dengan cara ramah anak dan memposisikan ayah bunda itu adalah sahabat anak,” tutupnya.(*)

Reporter: jp group

 

Kadis Perkim Bintan, Herry Wahyu Ditahan Jaksa, Bayu Wicaksono jadi Plt Kadis Perkim Bintan

0
Pj Sekda Bintan, Ronny Kartika. F.Slamet Nofasusanto

batampos- Sekretaris Dinas Permukiman dan Kawasan Perumahan (Perkim) Bintan, Bayu Wicaksono ditunjuk sebagai Plt Kadis Perkim Bintan.

Hal ini setelah Kadis Perkim Bintan, Herry Wahyu ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan bersama dua tersangka lainnya, Ari Safdiansyah dan Supriatna atas tindak pidana korupsi pengadaan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) di Tanjunguban seluas 2 hektare pada tahun 2018.

Dalam kasus ini, kerugian negara yang ditimbulkan sekira Rp 2,44 miliar.

“Sudah ditunjuk Sekretaris Dinas Perkim sebagai plt,” kata Pj Sekda Bintan, Ronny Kartika.

Ronny mengatakan, penunjukkan plt Kadis Perkim Bintan sudah didiskusikan bersama kepala daerah.

BACA JUGA: Kadis Perkim Bintan jadi Tersangka Kasus Pengadaan Lahan TPA di Tanjunguban

Ronny berharap, dengan penunjukkan Plt Kadis Perkim Bintan roda pemerintahan tetap dapat berjalan dengan baik.

“Langkah-langkah prosedur administrasi tata pemerintahan harus tetap berjalan,” kata Ronny.

Terkait penahanan Kadis Perkim Bintan, Herry Wahyu, Ronny mengatakan, Pemkab Bintan menghormati proses hukum yang dijalani Kadis Perkim Bintan.

“Kita hormati proses hukum, selama masa persidangan dan pembuktian di pengadilan,” katanya singkat. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

 

Kopda M Hilang setelah Istrinya Ditembak di Depan Rumah

0
 Kopda M. (Antara)

batampos –  Tim Gabungan TNI-Polri masih memburu Kopda M, suami Rina Wulandari, 34, yang menjadi korban penembakan di depan rumahnya di Jalan Cemara III, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 18 Juli 2022.

Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro Letkol Bambang Hermanto mengatakan, Tim Gabungan TNI-Polri masih memburu Kopda M, suami Rina Wulandari 34, yang menjadi korban penembakan di depan rumahnya sendiri.

“Saat ini tim tengah fokus mencari keberadaan Kopda M untuk dimintai keterangan dalam rangka proses hukum lebih lanjut,” kata Bambang Hermanto di Semarang, Sabtu, (23/7).

Dia mempersilakan masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui keberadaan Kopda M.

Kopda M sendiri diduga menghilang usai peristiwa penembakan yang menimpa istrinya oleh empat orang tak dikenal di depan rumahnya.

Bambang menuturkan Kopda M mangkir dari kesatuannya usai kejadian penembakan itu hingga saat ini. Sebelumnya, petugas gabungan kepolisian telah meringkus empat pelaku penembakan Rina Wulandari.

Bersama dengan para pelaku tersebut diamankan pula senjata api dan dua sepeda motor yang diduga sebagai sarana dalam tindak pidana tersebut.

Polisi juga mengamankan satu pelaku lain yang diduga sebagai penjual senjata api yang digunakan dalam penembakan itu. (*)

Reporter: JP Group

Daya Tarik Personality Tak Lekang oleh Usia dan Waktu

0
Ilustrasi. (Nina/Jawa Pos)

batampos – Daya tarik personality yang tak akan lekang oleh usia dan waktu. Baby Joewono, Founder & trainer of Baby Joewono Soft Skills Center memaparkan soal cantik atau charming? daya tarik personality bisa sangat memesona.

Kalau cantik, semua tentu tahu bahwa itu berkaitan dengan keindahan fisik atau bentuk. Bisa wajah, tubuh, rambut, dan kulit. Atau keindahan suatu benda. Meski, definisi cantik bagi tiap orang bisa berbeda. Bergantung selera. Ada orang yang tertarik pada lawan jenis bertubuh agak berisi. Ada yang lebih suka langsing bak model. Begitu juga tentang rambut, kulit, dan sebagainya. Cantik itu daya tarik fisik.

Bagaimana dengan charming? Asal katanya charm yang artinya daya tarik. Nah, biasanya seseorang dikatakan charming bila sebagai pribadi, dia sangat menarik. Jadi, lebih pada pembawaan pribadinya.

Yang seperti apa? Kebanyakan ahli berpendapat, yang dianggap charming adalah mereka yang ramah, mudah tersenyum, accessible (tidak tertutup), menyenangkan atau bikin nyaman bila diajak bicara, peduli, hangat, mau mendengarkan, menghargai orang lain, penyayang, apa adanya, tertarik pada banyak hal, serta punya hobi dan wawasan-wawasan menarik. Intinya, punya positive attitude and activities. Ramah, hangat, dan tidak membosankan. Enak diajak berkomunikasi.

Baca juga:Sule Akan Nafkahi Anak Rp 25 Juta Per Bulan

Puluhan tahun lalu, ada seorang perjaka muda jatuh cinta kepada ibu temannya dan lalu menikahinya, hingga kini. Seorang janda yang saat itu berusia sekitar 40 tahun. Mungkin begitu besar daya tarik personality sang perempuan sehingga pautan usia yang belasan tahun tidak menghalangi rasa cintanya. Tidak heran, di samping memang berparas menawan, personality sang perempuan memang sangat menarik. Ramah, komunikatif, cerdas berdiskusi, berwawasan, dan hangat. Daya pikat personality-nya sangat kuat dan memikat.

Ada lagi kisah di Jakarta, seorang mahasiswa pria menikahi dosennya yang usianya 9 tahun lebih tua. Pribadi yang tegas, cerdas, dan baik hati ada pada diri sang dosen. Bagaimana si mahasiswa bisa jatuh cinta? Mungkin bagi dia, personality yang tegas dan cerdas tapi baik hati itu terasa sangat ”sexy”. Berdaya tarik tinggi. Sesuai dengan hal-hal yang membuat dia terpikat.

Nah, jika merujuk dua kisah nyata di atas, kita bisa lihat bahwa ada daya tarik personality yang bisa memikat orang lain, terutama lawan jenis. Pembawaan yang menarik secara alami, kebaikan hati, kepedulian tulus, sifat penolong, misalnya, bisa jadi daya pikat bagi orang lain. Untuk jadi sebagai kekasih atau sebagai sahabat bila sesama jenis.

Kisah nyata lain, ini tentang seseorang yang cantik, keren, dan penuh gaya. Dia dijauhi kelompok kawan-kawan barunya secara berbarengan. Kenapa? Karena si ”keren” ini rupanya sama sekali bukan orang yang bisa menghargai keberadaan orang lain.

Padahal, mereka tulus ingin jadi teman-teman yang mendukungnya. Personality-nya ”pahit”. Pelit dalam banyak hal. Secara materi, perhatian, dukungan, dan kepedulian. Maunya hanya dipedulikan. Dia pikir, teman-teman itu yang lebih butuh untuk bergaul dengannya. Mungkin dia pikir karena dia keren.

Barangkali dia lupa. Cantik itu fisik. Charming lahir dari berbagai inner beauties. Daya tarik personality yang tak akan lekang oleh usia dan waktu. (*)

Reporter: jpgroup

Maya Septa “Dokter Cinta” Ladeni Curhat Online

0
Maya Septha. (Instagram @mayaseptha7)

batampos – Beberapa tahun terakhir, Maya Septha jarang wira-wiri di layar kaca. Sebab, dia fokus mengurus tiga buah cintanya dari Krisna Wardhana Sidarta. Presenter 35 tahun tersebut jadi lebih produktif di media sosial. Maya aktif bikin konten atau sesi tanya jawab seputar percintaan untuk para pengikutnya. Bahkan, sebagian orang menjulukinya ’’Dokter Cinta’’ karena saran dan konsultasi online gratis Maya cukup jitu.

Maya sering kasih tips soal relationship. Bekal ilmunya dari mana, sih?

Aku sebenarnya hobi ikut beragam seminar, baik tentang pernikahan maupun ilmu parenting. Nah, aku merasa tertolong sama pengetahuan dan informasi dari kelas-kelas itu. Terus, juga dari buku-buku yang aku baca berkat rekomendasi di kelas itu. Makanya, aku sharing lagi di medsosku semua ilmu yang aku dapat.

Baca juga:WhatsApp Nantinya Bisa Sembunyikan Status Online dan Simpan Pesan Temporer

Apa Maya punya tujuan khusus bikin konten-konten tersebut?

Nggak ada, sih. Aku nge-share bukan karena merasa hebat, melainkan supaya informasi yang aku dapat tuh bisa membantu yang lain juga. Apalagi ilmu yang aku dapat ngebantu aku banget. Lagi pula, nggak semua orang dapat channel buat masuk ke kelas-kelas yang aku ikuti.

Kalau niat awal Maya ikut kelas-kelas itu apa?

Karena background aku kan dari orang tua yang bercerai. Jadi, aku takut itu akan terjadi sama kehidupanku. Makanya, aku ikut kelas supaya bisa meminimalkan permasalahan di masa depan. Jadi, pernikahanku berhasil dan nggak gagal.

Karena sering buka konsultasi online, Maya disebut Dokter Cinta. Gimana nih menurut Maya?

Hahahaha, nggak tahu aku, mah. Itu bisa-bisaan netizen aja.

Berarti sekarang isi DM (direct message) di Instagram Maya kebanjiran curhatan warganet dong?

Iya, banyak banget. Kadang pas aku baru live aja udah banyak yang curhat. Padahal, aku baru nyapa, hai, dan curhatannya langsung yang panjang-panjang, gitu. Hahaha seru, sih.

Selain di sesi live atau lewat fitur QnA, Maya buka konsultasi online ini di DM juga?

Iya, suka aku ladenin memang. Beberapa jawabannya memang aku taruh di feed kalau pertanyaannya dirasa umum dan banyak yang mengalami. Jadi, yang lain bisa baca juga. Aku kan nggak mungkin balas semua pertanyaan yang sama terus ke orang-orang. Tapi, itu pastinya udah dapat persetujuan dari si pengirimnya.

Selama ini, Maya selalu kasih konsultasi online gratis. Kenapa nggak dibuat berbayar aja?

Nggaklah, aku kan juga bukan ahlinya. Aku cuma jawab pertanyaan-pertanyaan yang umum. Aku sharing karena itu bikin aku happy walaupun nggak dapat apa-apa. Keuntungannya bisa bikin aku senang. Hehehe.

Komentar-komentar pedas pasti juga mampir di akun media sosial Maya terkait konten konsultasi hubungan, ya?

Pasti, kayak bilang ’’ah lo kayak yang paling pintar dan hebat aja’’ atau ’’macam pernikahan lo yang paling sempurna aja’’. Aku kan nggak bisa tahu isi pikiran orang dan mengaturnya. Jadi, ya sudah kalau nggak butuh (saran, Red). Kalau pikirannya jelek, biarin aja itu urusannya sendiri.

Rumah tangga nggak pernah tersentuh gosip miring. Lalu, apa tips dari Maya supaya pernikahan langgeng dan harmonis?

Setiap orang kan berbeda-beda kebutuhannya. Jadi, dasarnya memang kita harus mengerti dulu karakter suami atau istri kita. Terus, tanya ke mereka karena kemauan dan kebutuhan orang juga beda-beda. Komunikasi juga harus lancar, tanyain sendiri ke pasangan masing-masing. Semakin kita mengerti pasangan, makin baik hubungannya.

Setiap hubungan pasti pernah terjadi perselisihan. Gimana cara Maya supaya itu tidak membesar?

Bergantung gimana cara kita nyikapinnya. Kalau aku, dianalisis dulu nih perselisihannya karena apa? Kalau hal besar, kami mencoba saling mengerti, lalu diskusi cari solusinya bareng-bareng. Sedangkan hal-hal kecil kayak suami sering lupa nutup pintu lemari, itu aku udah ada di fase menerima. Awalnya memang aku tegur, tapi sekarang, ya udahlah, aku tutup sendiri aja pintunya. Lebih banyak ikhlas, lebih banyak bahagia. (*)

Reporter: jpgroup

Kapolri Tunjuk Brigjen Anggoro Jadi Plh Karopaminal

0
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Mabes Polri untuk JawaPos.com)

batampos – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Brigjen Anggoro Sukartono yang saat ini juga menjabat sebagai Karowabprof Divisi Propam Polri, sebagai pelaksana harian (Plh) Karopaminal Divisi Propam Polri. Hal ini setelah Brigjen Hendra Kurniawan dinonaktifkan dari jabatan Karopaminal Divisi Propam Polri terkait kasus penembakan Brigadir J.

Penunjukan itu berdasarkan Surat Perintah Kapolri Nomor: Sprin/2149/VII/KEP./2022 tanggal 22 Juli 2022.

“Penunjukan Karowabprof Divpropam Polri sebagai Pelaksana Harian (Plh) Karopaminal Divpropam Polri,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo kepada awak media, Jakarta, Minggu (24/7).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya telah menonaktifkan dua perwira tinggi dan satu perwira menengah terkait munculnya kasus penembakan Brigadir J.

Pertama, Irjen Ferdy Sambo yang dinonaktifkan sebagai Kadiv Propam. Kedua, Brigjen Hendra Kurniawan dinonaktifkan sebagai Karopaminal. Kemudian ketiga, Kombes Budhi Herdi Susianto dinonaktifkan selaku Kapolres Metro Jakarta Selatan.

Dedi mengungkapkan, penonaktifan tersebut guna menjaga independensi dalam mengusut peristiwa baku tembak antar kedua anggota Polri di kediaman Irjen Pol Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Untuk menjaga independensi, transparansi dan akuntabel,” pungkas Dedi. (*)

Reporter: JP Group

Mayoritas Masyarakat Meyakini Ada Keterlibatan Mafia di Kasus Migor

0
ILUSTRASI. Minyak goreng curah. (Antara)

batampos – Kasus dugaan korupsi izin ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya, termasuk minyak goreng (Migor), masih terus didalami Kejaksaan Agung.

Selain mantan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana, total Kejaksaan Agung telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka.

Dalam survei terbaru, Lembaga Survei Indonesia (LSI), menempatkan 1.206 responden, mayoritas masyarakat optimistis Kejaksaan Agung akan menuntaskan kasus tersebut. Totalnya mencapai 72,1 persen.

Survei dilakukan dalam rentang 27 Juni hingga 5 Juli 2022. Pada temuan lain, Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menyatakan, mayoritas masyarakat juga meyakini ada keterlibatan mafia dalam kasus minyak goreng, totalnya mencapai 83,1 persen.

“Mayoritas percaya telah terjadi tindak pidana korupsi yang melibatkan mafia minyak goreng dalam penjualan (ekspor) minyak goreng ke luar negeri,” kata Djayadi saat memaparkan hasil survei bertajuk Persepsi Publik Terhadap Penegakan Hukum, Tugas Lembaga-Lembaga Hukum, dan Isu-Isu Ekonomi secara virtual, Minggu (24/7).

Pada temuan lain di survei tersebut, LSI juga memotret keinginan masyarakat terkati sanksi yang harus diberikan jika ada keterlibatan pejabat negara dalam kasus minyak goreng.

Menurut Djayadi, dari mereka yang mengetahui bahwa mantan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan menjadi tersangka, 38,5 persen menginginkan hukuman seumur hidup.

“Ada juga 16 persen yang menginginkan hukuman mati, sementara yang ingin sanksi 20 tahun mencapai 19,5 peren,” ungkap Djayadi.

Survei LSI juga mencatatkan, tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum. Hasilnya, Kejaksaan dan pengadilan mengalami peningkatan ketimbang Mei 2022.

“Tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan dari 64 persen (Mei 2022) menjadi 70 persen pada Juli 2022. Pengadilan juga naik, dari 60 persen (Mei 2022) menjadi 65 persen,” kata Djayadi. (*)

Reporter: JP Group

Indonesia Darurat Kekerasan terhadap Anak

0
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait. (Fisca Tanjung/Dok. JawaPos.com)

batampos – Anak selalu menjadi pihak yang rentan dalam kasus kekerasan. Tidak terkecuali kasus kekerasan seksual. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menerima 2.739 laporan kasus tahun ini. Jumlah tersebut merupakan 52 persen dari akumulasi laporan yang masuk.

”Lokus kekerasan seksual sangat beragam,” tutur Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait kepada Jawa Pos (jaringan batampos.co.id), Rabu (20/7) lalu. Ironisnya, sebagian besar kasus justru terjadi di tempat-tempat yang seharusnya steril dari kekerasan seksual. Misalnya, rumah, sekolah, dan tempat bermain.

Yang membuat lebih miris, mayoritas pelaku kekerasan seksual justru orang-orang yang kenal dengan korban. Orang tua kandung atau sambung, guru, kerabat dekat, dan teman. ”Indonesia berada dalam situasi darurat,” kata Arist.

Menurut dia, hukum di Indonesia belum berpihak pada anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual. Mulai penyidikan di kantor polisi hingga sidang di pengadilan. Pertanyaan yang dilontarkan sebagai bagian dari penyidikan sering kali justru membuat korban semakin trauma. Belum lagi perlakuan aparat dan masyarakat.

Di sisi lain, tekanan terhadap pelaku nyaris tidak ada. Ambil contoh, kasus kekerasan seksual di sekolah Selamat Pagi Indonesia, Jawa Timur. Meski ancaman hukumannya di atas lima tahun, tersangka tidak ditahan. Padahal, korbannya lebih dari satu. Relasi kuasa memungkinkan pelaku untuk melakukan hal-hal yang bisa memengaruhi kesaksian korban.

Sebagai pendamping korban, Arist bisa berbicara banyak tentang trauma. Terutama trauma pada korban anak-anak. Trauma itu akan membuat para korban menderita kecemasan berlebih. Mudah insecure dan ketakutan. Termasuk gemetaran jika berhadapan dengan orang baru.

Gejala-gejala traumatik itu akan kian kentara jika korban diminta untuk menceritakan ulang kejadian yang dialaminya. Lagi dan lagi. Trauma itu bisa menghantui korban sepanjang hidupnya. ”Negara tidak hadir. Hukum lemah. Bagaimana negeri ini ke depan?” kritik Arist.

Apakah trauma korban bisa diobati? Arist menyatakan, jika pelaku dihukum berat, trauma korban bisa berkurang. Pemberatan hukuman untuk pelaku dengan profesi dan hubungan kedekatan tertentu dengan korban membuat korban merasa terlindungi. Misalnya, ancaman hukuman kebiri kimia dan hukuman mati. Sanksi berat dengan tujuan membuat pelaku jera juga akan mendatangkan kelegaan bagi korban.

Lebih lanjut, Arist menyatakan bahwa pemerintah belum menganggap serius kekerasan seksual terhadap anak. Juga bentuk-bentuk kekerasan lain. Misalnya, kasus perundungan yang berbuntut fatal seperti di Jawa Barat baru-baru ini atau di Sulawesi Utara bulan lalu. Jika ada kasus yang korbannya anak-anak, negara akan membebankannya pada keluarga atau lembaga terkait.

”Belum ada perlindungan anak berbasis keluarga dan komunitas,” kata Arist. Idealnya, setiap kampung punya wadah yang khusus melindungi korban kekerasan. Dengan demikian, kasus-kasus seperti itu bisa dipantau dari tingkat masyarakat yang paling bawah. Yakni, kampung.

Kasus-kasus kekerasan seksual, menurut Arist, sangat cepat viral. ”Kita hanya sering kaget. Tapi, sebenarnya kasus-kasus seperti itu tidak diberi atensi,” ucapnya.

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mencatat temuan yang mirip dengan data Komnas PA. Kekerasan seksual terhadap anak menjadi laporan yang paling banyak diterima LPSK. ”Kekerasan seksual terhadap anak memang selalu menjadi permohonan perlindungan yang paling tinggi di LPSK,” ungkap Wakil Ketua LPSK Livia Iskandar kepada Jawa Pos (jaringan batampos.co.id).

Fakta yang menyebutkan bahwa pelaku kekerasan seksual terhadap anak adalah orang-orang dekat perlu segera disikapi. ”Perlindungan terhadap anak harus diganti fokusnya. Kalau dulu jangan bicara atau jangan percaya sama orang asing, sekarang berbeda. Para pelaku kekerasan seksual terhadap anak justru orang yang dikenal baik,” beber Livia.

Penting juga mengajarkan kepada anak untuk menolak dan berani bersuara. ”Sering kali kasus tidak terungkap karena dianggap aib dan malu mengungkapnya,” imbuh Livia. Akibatnya, korban tidak mendapat keadilan. (*)

Reporter: JP Group