batampos – Para pihak yang dilibatkan dalam upaya revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bakal diperluas. Tidak hanya dilakukan pemerintah pusat, rencananya, pemerintah provinsi juga akan ikut berpartisipasi dalam proyek perbaikan besar-besaran tersebut.
Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri saat mendampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikso memantau progres pembangunan TMII Jakarta, kemarin (17/7). Keterlibatan daerah, akan dikhususkan pada perbaikan di koridor anjungan masing-masing provinsi.
Tito mengatakan, setelah diakuisisi pemerintah pusat, masing-masing anjungan di TMII akan dihibahkan kepada pemerintah provinsi. Oleh karenanya, pihaknya meminta semua provinsi untuk ikut berpartisipasi.
Dari pembicaraan awal, kata dia, pemprov menyambut baik. “Mereka sangat antusias,” ujarnya. Sebab, daerah diberi ruang untuk menyusun konsep anjungan masing-masing. Nantinya, konsep tersebut akan diintegrasikan dengan pusat.
Mantan Kapolri itu menyebut, kebutuhan untuk perbaikan anjungan seluruh daerah diperkirakan mencapai Rp 45 – 50 miliar. Jumlah itu dinilai tidak bisa sepenuhnya dibiayai oleh APBN. Sehingga pusat meminta APBD bisa ikut membiayai.
Adapun kebutuhan masing-masing daerah sangat beragam. Mulai dari Rp100 juta sampai Rp2 miliar. Perbedaan tersebut disebabkan kondisi masing-masing anjungan yang juga berbeda. Pihaknya mencatat, ada 19 anjungan yang rusak ringan. Sementara lainnya sedang dan berat. “Ada yang rusak berat seperti Anjungan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah,” tuturnya.
Selain itu, ada juga provinsi yang belum memiliki anjungan mandiri. Misalnya provinsi-provinsi baru seperti Bangka Belitung dan Gorontalo yang masih bergabung dengan provinsi induk. Kemudian, ada juga yang belum memiliki seperti Kalimantan Utara. “Nanti kami koordinasikan supaya dapat lahan,” tuturnya.
Untuk pembiayaan, kata Tito, ada beberapa opsi yang bisa dilakukan pemda. Misalnya pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Namun jika memungkinkan, pemda juga bisa meminta dana CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan yang ada di provinsi.
Sementara itu, Mensesneg Pratikno berharap Mendagri bisa mengawal realisasi partisipasi daerah. “Kami minta tolong kepada pak mendagri untuk menjamin agar masing-masing provinsi merenovasi,” ujarnya.
Pihaknya menargetkan, revitalisasi TMII bisa tuntas pada bulan agustus nanti. Sehingga pada alkhir agustus, pemerintah sudah bisa melakukan soft launching bersamaan dengan kegiatan G20 di Jakarta.
Tak hanya anjungan provinsi, Pratikno menyebut Kementerian/Lembaga yang memiliki anjungan juga sudah diminta untuk berpartisipasi melakukan perbaikan. Dia sudah meminta para menteri atau kepala lembaga terkait. (*)
Suasana pasar Ikan Barek Motor Kijang, Kecamatan Bintan Timur yang terlihat sepi pembeli. F.Slamet Nofasusanto
batampos – Rencana PT. Bintan Inti Sukses (BIS) selaku pengelola Pasar Ikan Barek Motor Kijang, Kecamatan Bintan Timur, menaikkan tarif sewa lapak juga dikeluhkan pedagang ikan.
Seorang pedagang ikan di Pasar Ikan Barek Motor Kijang, Roby membenarkan sejumlah pedagang ikan keberatan dengan rencana PT. BIS yang akan menaikkan tarif sewa lapak di Pasar Ikan Barek Motor, Kijang.
Dikatakan Roby, awalnya tarif sewa lapak di Pasar Ikan Barek Motor Kijang, sekira Rp 135 ribu per lapak sebulan, kemudian Januari 2022 sewa lapak naik menjadi sekira Rp 197 ribu sebulan. Kini, kata Roby, setelah 6 bulan, sewa lapak kembali mau dinaikkan menjadi sekira Rp 20 ribu per hari atau Rp 600 ribu per lapak sebulan.
“Kalau pedagang bayarnya sebulan langsung menjadi sekira Rp 575 ribu per lapak,” kata Roby.
Roby mengatakan, banyak pedagang ikan yang keberatan dengan rencana kenaikan tarif sewa lapak hampir tiga kali lipat dari tarif sebelumnya tersebut.
“Kita lagi mencoba mediasi agar jangan sampai ada kenaikan tarif sewa lapak,” kata Roby.
Menurut Roby, kondisi pedagang ikan saat ini masih berat, apalagi ekonomi baru mau kembali bangkit setelah pandemi.
“Lihat saja sendiri, jam segini sudah sepi pembeli. Kita di sini baru bernafas, sudah ditekan kenaikan tarif sewa lapak. Kalau naiknya 10 persen, wajarlah,” kata Roby.
Roby mengatakan, alasan pengelola mau menaikkan tarif sewa lapak karena untuk pemeliharaan dan perbaikan pasar. Namun setahu Roby, selama ini tidak ada pemeliharaan yang dilakukan pengelola pasar terhadap Pasar Ikan Barek Motor, Kijang.
“Tidak ada sama sekali,” kata Roby. Roby mengatakan, pedagang ikan pernah meminta tempat pembuangan sampah, namun belum terealisasi.
“Kita minta bak sampah bukan gentong,” kata Roby.
Roby juga mengatakan, pengelola selalu beralasan tekor sehingga perlu menaikkan tarif. “Kalau tekor kembalikan saja ke pemerintah,” kata Roby.
Roby berharap, masalah ini bisa didengar hingga ke Bupati Bintan sehingga dicarikan jalan terbaiknya.
“Kita berharap pak Bupati bisa turun ke pasar untuk mengetahui masalah ini sebenarnya,” kata Roby.
Sementara admin Pasar Ikan Barek Motor Kijang PT. BIS, Endang Susilawati mengatakan, penyesuaian tarif sewa lapak di Pasar Ikan Barek Motor Kijang yang dilakukan PT. BIS berdasarkan kemampuan jualan pedagang ikan.
“Kita melihat kemampuan dan omset dari mereka berjualan, makanya kita bisa menaikkan tarif yang seperti itu,” kata Endang.
Endang juga mengatakan, tarif sewa lapak yang dinaiknan lebih rendah jika dibandingkan dengan tarif sewa lapak di pasar lain.
“Tarif lama sewa lapak di pasar ikan lebih rendah dari pasar di luar. Tarif lama pasar ikan Barek Motor masih sekira Rp 6 ribu per hari, ada yang Rp 7 ribu per hari, kalau kios yang di ujung Rp 9 ribu per hari. Kita mau naikkan menjadi Rp 20 ribu per lapak per hari,” kata Endang.
Endang mengatakan, penyesuaian tarif sewa lapak dimaksudnya untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di Pasar Ikan Barek Motor Kijang. (*)
batampos- Beberapa komoditi sembako kini terjadi penurunan dipasar tradisional Karimun. Salah satunya komoditi cabai merah yang sejak usai lebaran Idul Fitri 1443 H lalu menjadi primadona dan diburu oleh masyarakat, dengan harga yang mencapai Rp140 ribu per kilogram.
” Alhamdulillah, harga cabai merah sudah turun sekarang berkisar antara Rp110 ribu hingga Rp115 ribu per kilogram. Dibandingkan, beberapa bulan lalu cukup tinggi harganya dan pasokan mencukupi,” terang Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan ESDM Karimun Basori, Minggu (17/7).
Fatimah salah seorang pedagang sayuran ketika memperlihatkan komodisi sembako jenis cabe merah yang beberapa bulan belakangan cukup pedas harganya mencapai Rp140 ribu per kilogram yang kini menjadi Rp110 ribu per kilogram.f.TRI HARYONO
Dengan turunnya harga cabai merah, sangat berdampak terhadap kebutuhan masyarakat maupun bagi para pedagang. Sedangkan, harga cabai rawit sendiri juga terjadi penurunan harga menjadi Rp110 ribu per kilogram yang sebelumnya Rp130 ribu per kilogram. Begitu juga komoditi sayur-sayuran yang turun seperti kacang panjang Rp14 ribu per kilogram, kangkung Rp7.000 per kilogram, bayam Rp13 ribu per kilogram, sawi Rp18 ribu per kilogram.
” Hampir semua komoditi sembako turun. Termasuk, minyak goreng saat ada yang Rp16 ribu per liter dan minyak goreng curah Rp15 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Sedangkan, untuk jenis daging sendiri masih stabil hingga sekarang mulai dari daging sapi segar Rp 170 ribu per kilogram, daging sapi beku Rp100 ribu per kilogram, daging ayam kampung Rp60 ribu per kilogram, daging ayam potong Rp47 ribu per kilogram dalam kondisi bersih.
” Telor ayam juga sudah turun sekarang Rp32 ribu per kilogram. Dampak dari pasokan sembako dari luar daerah yang masuk ke Karimun lancar. Artinya, daerah-daerah penghasil sembako seperti cabai, kentang, tomat cukup berlimpah,” jelas Basori lagi.
Sementara itu pantauan dilapangan, aktivitas transaksi jual beli sembako di pasar Puan Maimun mulai dari pedagang basar seperti penjualan ikan, daging sapi segar, daging sapi beku, daging ayam terlihat seperti biasa. Termasuk, para pedagang yang ada dilantai dua yang berjualan bumbu-bumbu, sayuran.
” Lumayanlah, sudah seminggu ini harga komoditi sembako turun. Tapi, ya ginilah harapannya Sabtu dan Minggu yang belanja cukup ramai. Kalau, hari-hari biasa pas cukup makan saja,” ucap Fatimah.(*)
Ilustrasi: Para calon penumpang memberikan surat keterangan rapid test dan PCR kepada petugas KKP Kelas I Batam di depan pintu masuk keberangkatan di Bandara Internasional Hang Nadim. Foto: Messa Haris/batampos.co.id
batampos – Program vaksinasi Covid-19 terus digencarkan Binda Kepri dengan membuka rutin gerai vaksinasi, termasuk pada Minggu (17/7).
Dalam rangka mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan domestik, Binda Kepri membuka gerai vaksinasi tidak hanya di SP Plaza Sagulung tetapi juga di Bandara Hang Nadim Batam.
Kabinda Kepri, Brigjen Pol. R. C. Gumay mengatakan Binda Kepri berkomitmen memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat untuk mendapat vaksin Covid-19.
“Pemerintah telah resmi memberlakukan kembali kewajiban tes skrining Covid-19 bagi pelaku perjalanan domestik sehingga vaksinasi di bandara akan sangat membantu masyarakat yang butuh segera vaksin, khususnya booster,” jelas Gumay.
Ketentuan mengenai tes skrining Covid-19 tersebut resmi berlaku mulai 17 Juli 2022 yang tertuang dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 21 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19.
“Tentunya apabila masyarakat telah mendapat booster maka dengan diberlakukannya kebijakan tersebut, tidak perlu melengkapi hasil negatif RT-PCR atau rapid test Antigen apabila akan bepergian,” imbuhnya.
Vaksinasi booster juga saat ini tidak hanya diperlukan bagi pelaku perjalanan yang menggunakan transportasi udara, tetapi juga transportasi laut.
Menindaklanjuti SE Satgas Covid-19, Gubernur Kepri juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 698/SET-STC19/VII/2022 tentang Ketentuan PPDN dengan Menggunakan Moda Transportasi Umum Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri.
Sesuai dengan SE Gubernur Kepri, maka bagi PPDN yang melakukan perjalanan antar kabupaten/kota di wilayah aglomerasi Provinsi Kepri juga diwajibkan memenuhi kewajiban tes skrining Covid-19.
Bagi masyarakat yang telah mendapat booster yang akan bepergian di wilayah aglomerasi Kepri tidak perlu melakukan tes skrining Covid-19. (*)
Arsip – Marina Ovsyannikova, karyawan Channel One yang melakukan protes dengan mengangkat poster anti-perang di belakang seorang penyiar berita, berbicara kepada media saat meninggalkan gedung pengadilan di Moskow, Rusia, 15 Maret 2022 dalam gambar diam yang diambil dari video. (ANTARA/Reuters TV via Reuters/as)
batampos- Karena menentang invasi pemerintah ke Ukraina, pekerja media Rusia Marina Ovsyannikova, ditahan beberapa jam di Moskow, Minggu (18/7).
“Marina telah ditahan,” tulis sebuah unggahan di kanal Telegram-nya, disertai foto dua petugas polisi yang membawanya ke sebuah mobil van putih.
Beberapa waktu kemudian, Ovsyannikova memasang foto dirinya dan dua anjingnya di Facebook.
“Berjalan-jalan dengan anjing, baru melangkah keluar gerbang, orang-orang berseragam mendekati saya,” tulisnya.
“Sekarang saya duduk di unit urusan internal Krasnoselsky,” kata Ovsyannikova, menyebut kantor polisi di sebuah distrik di Moskow.
Tiga jam kemudian, dia mengaku telah dibebaskan.
“Saya ada di rumah. Semuanya oke,” tulisnya di halaman Facebook miliknya.
“Namun sekarang saya tahu, paling baik membawa koper dan paspor jika kalian keluar.”
Ovsyannikova menjadi terkenal pada Maret setelah menerobos ke dalam studio televisi pemerintah Rusia, tempat dia bekerja, untuk menentang perang di Ukraina ketika siaran berita sedang berlangsung.
Dia lalu didenda setelah dinyatakan bersalah menghina undang-undang unjuk rasa.
Penahanannya yang singkat pada Minggu menyusul unggahan di media sosial pada 15 Juli, di mana dirinya terlihat bersama sebuah poster yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pembunuh dan tentara Rusia sebagai kaum fasis.
“Berapa banyak lagi anak-anak yang harus mati sebelum Anda akan berhenti?” kata tulisan di poster itu.
Media Jerman Welt merekrut Ovsyannikova sebagai koresponden pada April.
Usai kembali ke Rusia awal bulan ini, dia menulis di Facebook bahwa dia terpaksa kembali untuk membela hak asuh anaknya dalam kasus melawan suaminya di pengadilan. (*)
batampos – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) secara penuh mengungkap tampilan dinamis, ekspresif, dan futuristik dari produk MPV-nya yang akan segera diluncurkan, Hyundai Stargazer. Produk baru ini dirancang khusus untuk keluarga Indonesia dengan tampilan yang futuristik dan menjawab karakteristik jalanan di Indonesia, menjadikan Hyundai Stargazer sebagai pusat perhatian di setiap perjalanan.
Dipadukan dengan berbagai fitur teknologi dan keselamatan membuat Hyundai Stargazer menjadi tolak ukur baru untuk sebuah MPV sebagai bintang baru keluarga. Sebagai informasi unit ini akan hadir pada pertengahan bulan depan di Kota Batam.
Woojune Cha, President Director PT Hyundai Motors Indonesia, mengungkapkan, Hyundai Stargazer dirancang dengan nuansa kabin lapang dan pemanfaatan ruang yang maksimal namun tetap mengutamakan kenyamanan. Produk ini didesain khusus sebagai tolak ukur baru di kelasnya.
Produk terbaru yang akan dipasarkan di tanah air ini merupakan respon Hyundai dalam memenuhi kebutuhan dan gaya hidup modern konsumen Indonesia.
”Hadir dengan teknologi yang inovatif serta fitur keamanan terkini, Stargazer dapat menjadi kendaraan pilihan keluarga yang nyaman dan praktis untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari hingga perjalanan jauh,” ungkapnya, Minggu (17/7).
Hyundai mengusung tipologi sleek one box dengan one curve design yang membuat ketinggian kabin semakin dioptimalkan dengan sempurna. Lengkungan pada langit-langit kendaraan memberikan kesan tampilan interior yang lebih tinggi, lebih lapang, dan lebih luas, sehingga ideal untuk perjalanan keluarga Indonesia dan memberikan nilai kenyamanan serta makna kenyamanan yang sesungguhnya.
”Didesain sebagai pencuri perhatian, dengan tampilan dihiasi dengan hirizontal DRL pada bagian depan yang membuatnya semakin memikat ,” terangnya.
Penerapan dari horizontal DRL menjadi bahasa desain Hyundai Stargazer dan mencerminkan Indonesia sebagai negara yang terletak di garis khatulistiwa. Pada bagian belakang, MPV ini juga terpasang distinctive H rear lamp yang menekankan bahwa Stargazer merupakan produk dari Hyundai, meski tampak dari kejauhan.
”Demi memberikan kenyamanan maksimal, mobil ini memiliki captain seat pada baris kedua. yang menambah kesan ruang yang lapang dan rasa open-space lebih besar,” sebutnya.
Terlebih lagi, lengkap dengan armrest, yang membuat tangan penumpang lebih rileks dan konfigurasi kursi yang dapat disesuaikan maju, mundur, tegak, maupun direbahkan
Hyundai Motors Indonesia juga menghadirkan teknologi inovatifnya dengan menyematkan Hyundai Bluelink, sebuah inovasi connected car service dari Hyundai yang memungkinkan pelanggan untuk selalu terhubung dengan mobil mereka melalui smartphone.
”Hyundai Bluelink memberikan akses penuh kepada pemilik kendaraan untuk fitur-fitur penting, seperti mengetahui kondisi terkini kendaraan,” ujarnya.
Seperti menghidupkan atau mematikan mesin, mengatur suhu kabin, mengunci atau membuka kunci pintu, menyalakan klakson, menyalakan atau mematikan lampu, juga untuk mengetahui di mana kendaraan diparkir.
Untuk informasi lebih lanjut terkait inovasi dan program terbaru dari Hyundai, silakan kunjungi situs resmi di: https://www.hyundai.com/id/id, atau melalui berbagai kanal media sosial Hyundai di Instagram Hyundai Motor Indonesia, Youtube Hyundai Motors Indonesia, Facebook Hyundai Motors Indonesia, dan Twitter @HyundaiMotorID. (*)
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juara Singapore Open 2022. (Humas PP PBSI)
batampos – Laga All Indonesian Final pada nomor ganda putra Singapore Open 2022, akhirnya dimenangi Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang kini mengantongi gelar juara perdana BWF World Tour setelah mengalahkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Minggu.
Aksi Leo/Daniel tak berlangsung mulus pada gim pertama, namun mampu mengamankan dua gim terakhir dan mengunci gelar juara BWF Super 500 lewat skor 9-21, 21-14, 21-16 setelah berjuang selama 52 menit.
Dalam pertandingan sebelumnya pada babak semifinal, Leo/Daniel juga terlambat panas saat menghadapi pasangan peringkat tiga dunia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Dalam pertandingan itu, Leo/Daniel juga mencatatkan laga rubber game 9-21, 21-18, 22-20.
Pasangan berjuluk The Babies itu mengawali pertandingan dengan bermain terlalu lambat sehingga memberi kesempatan bagi Fajar/Rian untuk menekan. Saat skor Leo/Daniel tersusul dari 4-1 menjadi 5-4, mereka pun selalu kesulitan untuk mengejar poin.
Pada gim kedua dan ketiga, pola dan ritme Leo/Daniel mengalami peningkatan secara signifikan. Tidak seperti pada gim pembuka yang hanya lebih banyak bertahan, Leo/Daniel menjadi asyik memainkan drive dan reli.
Selain itu, kompetisi antar rekan sepelatnas ini juga ramai dengan permainan netting. Meski sempat gagal dalam pengembalian, namun Leo/Daniel bisa mengakali strategi yang diusung oleh seniornya.
Hasil positif ini tidak hanya membawa Leo/Daniel masuk dalam daftar sukses ganda putra Indonesia pada turnamen papan atas, namun juga menambah catatan pertemuan mereka menjadi 3-1 atas ganda putra peringkat kelima dunia. (*)
Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat semasa hidup (Istimewa)
batampos – Dugaan adanya penyiksaan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat sebelum penembakan semakin menguat. Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak membeberkan fakta-fakta yang mendukung dugaan itu. Diantaranya kondisi jenazah Yosua yang penuh luka memar bekas pukulan dan sayatan senjata tajam.
Kamaruddin menyebut kondisi jasad penuh luka itu tergambar dalam foto-foto yang diambil sebelum pemakaman Yosua. Sejumlah ponsel keluarga Yosua sebelumnya sempat mengalami peretasan oleh pihak tidak bertanggung jawab, namun beruntung foto-foto tersebut bisa diselamatkan. ”Foto-foto itu ada back-up-nya,” kata Kamaruddin saat dihubungi Jawa Pos (jaringan batampos.co.id), kemarin (17/7).
Dari foto-foto itu, kata Kamaruddin, dapat dilihat bahwa selain bekas luka tembak, ada pula beberapa luka yang diduga bekas pukulan dan robekan akibat benda tajam di tubuh Yosua. Diantaranya terdapat di tangan, kaki, belakang telinga dan di dagu sampai ke leher. ”Lubang telinganya bengkak, sampai rahangnya itu berpindah,” ujar advokat asal Medan itu.
Bukan hanya itu, ada pula luka memar di bagian bahu dekat tulang selangka. Sekilas, kata Kamaruddin, bagian tubuh itu tampak rusak. Kerusakan parah yang diduga akibat penyiksaan juga terlihat di bagian jari-jari tangan. ”Pertanyaannya itu luka setelah ditembak atau sebelum ditembak?” kata pengacara yang ditunjuk sebagai kuasa hukum keluarga Yosua tersebut.
Sederet fakta bekas luka di sekujur tubuh itu membuat Kamaruddin berkeyakinan bahwa Yosua mengalami penganiayaan dan penyayatan atau disiksa lebih dulu sebelum ditembak. Keyakinan itu tentu berseberangan dengan penjelasan resmi Polri yang menyebut bahwa Yosua tewas karena baku tembak dengan Bharada E.
”Kalau itu luka setelah ditembak, untuk apa lagi tangannya dirusak, kakinya ditusuk, bahunya juga dirusak, dan perutnya memar seperti pukulan benda tumpul?” terangnya. Atas nama keluarga Yosua, Kamaruddin menegaskan pihaknya akan terus menyuarakan kejanggalan-kejanggalan peristiwa tewasnya ajudan Kadivpropam Irjen Pol Ferdy Sambo tersebut.
Kamaruddin menegaskan bahwa narasi baku tembak di rumah dinas Kadivpropam yang bermula dari pelecehan jelas tidak bisa diterima. Sebab, sebelum meninggal, tepatnya pukul 10.00, Yosua sempat menelepon pihak keluarga tengah berada di Magelang menuju Jakarta bersama Kadivpropam dan istrinya.
”Estimasi perjalanan itu sekitar tujuh jam, berarti sampai di Jakarta pukul 5 sore,” paparnya. Merujuk keterangan resmi Polri, Yosua terlibat adu tembak dengan Bharada E pukul 17.00. ”Kalau tewasnya jam 5 sore, kemungkinan besar tewasnya bukan di rumah itu (Kadivpropam, Red), tapi di tempat lain,” imbuh advokat yang punya hubungan saudara dengan ibu Yosua tersebut.
Di sisi lain, Komisioner Komnas HAM M. Choirul Anam menyebut pihaknya mendapat banyak keterangan dari pihak keluarga Yosua di Jambi. Komnas HAM juga sudah mengantongi foto-foto dan video yang berkaitan dengan peristiwa meninggalnya Brigadir Yosua. ”Kami juga diberikan konteks, foto-foto itu diambilnya gimana, konteksnya apa,” terangnya.
Langkah Komnas HAM menemui pihak keluarga di Jambi merupakan bagian dari upaya mengungkap tabir misteri kematian Yosua. Anam menyebut, dari langkah itu pihaknya akan mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak lain yang terkait. ”Bertemu dengan keluarga adalah langkah pertama kami, setelah itu kami pasti akan panggil teman-teman di pihak lain,” imbuhnya.
Sementara itu, Jawa Pos kemarin menyambangi RS Bhayangkara Tk. 1 R. Said Sukanto (RS Polri) di Kramat Jati, Jakarta Timur. RS tersebut ditengarai menjadi lokasi pengurusan jasad Yosua pasca insiden di rumah Kadivpropam Jumat (8/7) lalu. ”Kebanyakan baru tahu (kalau dibawa ke RS Polri) setelah viral hari Senin (11/7) itu,” kata salah seorang petugas RS Polri.
Petugas yang tidak ingin disebut namanya itu tidak tahu persis kronologi pasti kapan jasad Yosua tiba di RS Polri. Sebab, pada saat itu, dia sedang libur. ”Setahu saya nggak banyak yang tahu. Ketika ramai baru pada tahu kalau jenazah sempat dibawa ke sini (RS Polri, Red),” ungkapnya.
Yang menarik, lanjut petugas tersebut, kemarin pagi ada rombongan anggota polisi yang datang ke RS Polri menggunakan ambulans. Mereka meminta petugas untuk menghapus rekaman CCTV, khususnya yang mengarah ke jalur masuk kendaraan. ”CCTV di tempat parkir juga diminta dihapus,” tuturnya.
Petugas itu tidak tahu persis alasan penghapusan memori CCTV tersebut. Namun, dia menduga ada kaitannya dengan peristiwa tewasnya Brigadir Yosua. ”Di sini (RS Polri, Red) sudah biasa begitu, kalau ada kasus pasti CCTV minta dihapus,” paparnya.
Sementara Korps Bhayangkara berupaya memperkuat proses pembuktian ilmiah dalam kasus penembakan Brigadir Yosua. Salah satunya dengan mengkombinasikan bukti ilmiah itu dengan keterangan saksi. Bukti ilmiah tersebut diharapkan bisa menghindari spekulasi-spekulasi dalam kasus penembakan di kediaman Kadivpropam Irjen Ferdy Sambo.
Kadivhumas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, jangan sampai kasus tersebut dianalogikan dengan tanpa bukti ilmiah. Serta, bukan orang yang ahli dalam bidangnya. “Ini justru bisa memperkeruh keadaan,” terangnya.
Tim gabungan internal dan eksternal melakukan beberapa langkah pendekatan scientific crime investigation. Seperti, kedokteran forensik berupaya merampungkan hasil otopsi. “Laboratorium forensi juga melakukan uji balistik dari proyektil, selongsong dan senjata api,” jelasnya.
Selanjutnya, ada sejumlah langkah yag ditempuh di tempat kejadian perkara. Dia mengatakan, Inafis Polri melakukan olah TKP untuk menemukan sidik jari dan deoxyribonucleic acid (DNA). “Jarak dan sudut tembakan juga dicari,” urainya.
Petugas saat ini juga masih berupaya menemukan closed circuit television (CCTV) baik di dalam dan luar rumah. Bahkan, handphone dari korban penembakan juga sedang coba ditemukan. “Semua dilakukan,” ungkapnya.
Tak hanya otopsi, uji balistik, dan oleh TKP, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. “Pembuktian ilmiah dan pemeriksaan saksi dilakukan pararel atau sejajar,” jelasnya.
Yang cukup menarik, kendati tim gabungan dan Dittipidum dikerahkan. Ternyata penyidik dari Polres Metro Jakarta Selatan masih juga menangani kasus tersebut. “Dittipidum akan berikan asistensi,” tegasnya.
Langkah selanjutnya, nantinya setiap bukti ilmiah itu akan dilihat kesesuaiannya dengan hasil pemeriksaan saksi-saksi. Dengan semua proses itu, diharapkan fakta yang sebenarnya akan terungkap. “Polri akan menyampaikan secara obyektif, mohon bersabar. Tim sedang bekerja,” ujarnya. (*)
batampos – Ancaman krisis pangan yang mulai dirasakan masyarakat, disikapi serius oleh Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Ia meminta pemerintah segera bersikap agar masalah ini tidak menjadi bom waktu.
“Ancaman krisis pangan tidak bisa dianggap enteng. Karena akan berdampak pada sebagian besar masyarakat. Pemerintah pun harus menyikapi dengan serius,” tutur LaNyalla, Senin (18/7/2022).
Senator asal Jawa Timur itu mengingatkan pemerintah akan menjalankan komitmen untuk memperkuat ketahanan pangan dan akselerasi pertumbuhan dan aktivitas perekonomian nasional.
“Pemerintah harus memiliki strategi yang tepat. Pasalnya, ancaman krisis pangan dalam negeri kini sudah mulai dirasakan. Hal ini terlihat dari pasokan sejumlah komoditas yang terus berkurang,” katanya.
LaNyalla menambahkan, kondisi ini semakin memberatkan masyarakat karena dibarengi harga yang terus melonjak.
“Kondisi ini yang saya bilang bisa menjadi bom waktu apabila pemerintah tidak benar-benar mempersiapkan strategi yang matang,” katanya.
Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu mengaku belum melihat strategi konkret dari pemerintah untuk menghadapi ancaman global krisis pangan. Aktivitas ekonomi dan sektor-sektor pendukungnya pun masih berjalan normatif.
“Pemerintah perlu secepatnya mempersiapkan rantai pasokan dan produksi pangan yang seimbang. Selain itu masyarakat pun harus diberikan pemahaman terkait ancaman krisis pangan dan upaya serta langkah menghadapinya,” katanya.(*)
Jasad Muhamad Hasan saat di Rumah Sakit Soedarsono Darmosoewito. F.Yudi untuk Batam Pos
batampos – Muhamad Hasan tewas saat berenang di Pantai Sekilak Batubesar, Nongsa, Sabtu (16/7) siang, sekitar pukul 13.20 WIB. Remaja 17 tahun ini diduga tenggelam karena terseret arus laut yang deras.
Kapolsek Nongsa, Kompol Yudi Arvian mengatakan, kejadian ini berawal saat Hasan bersama rekannya menuju pantai pada pukul 09.00 WIB. Mereka kemudian memutuskan berenang hingga siang hari. “Saat berenang, tiba-tiba korban terbawa arus dan berteriak minta tolong,” ujar Yudi.
Atas kejadian itu, kata Yudi, rekan dan pengunjung berusaha menyelamatkan Hasan menggunakan boat pancung. Kemudian, korban berhasil diselamatkan selama 30 menit.
“Teman-temannya mencoba memberikan pertolongan namun tidak mampu. Mengingat korban semakin ke arah laut karena terbawa arus,” kata Yudi.
Yudi menambahkan setelah berhasil dievakuasi, Hasan dilarikan ke Rumah Sakit Soedarsono Darmosoewito untuk diberikan pertolongan. “Sampai di rumah sakit, dokter menyatakan yang bersangkutan sudah tidak bernyawa,” ungkapnya.
Atas kejadian ini, Yudi mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada saat mengunjungi atau berliburan ke pantai. Selain itu, ia meminta para orangtua untuk tetap mengawasi anak-anak saat berenang.
“Anak-anak tetap diawasi, dan jangan biarkan berenang terlalu jauh,” tutupnya. (*)