batampos-Komisi III DPRD Kepulauan Riau (Kepri) melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Perhubungan Kepri dan penyelenggara angkutan sewa khusus, Jumat (5/8) di Gedung Graha Kepri, Batam
Wakil Ketua Komisi III Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, RDP tersebut membahas mengenai tarif dasar angkutan sewa khusus di Kota Batam. Menurutnya, angkutan sewa khusus atau taksi online ini sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat perkotaan seperti Kota Batam.

“Kita tidak bisa pungkiri bahwa taksi online ini memang dibutuhkan oleh warga, oleh sebab itu kita perlu menjaganya baik dari sisi keamanan, kenyamanan dan lainnya,” ujar Nyanyang.
Politisi Partai Gerindra tersebut menjelaskan, tak hanya itu, tarif taksi online ini nantinya jangan sampai membebani konsumen, karena saat ini perekonomian di Batam khususnya sedang mulai tumbuh dan banyak wisatawan baik lokal maupun internasional banyak yang berkunjung ke Batam.
“Kondisi ini harus sama-sama kita jaga, sehingga pergerakan ekonomi daerah terus membaik,” tegasnya.
Anggota Komisi III lainnya, Irwansyah mengatakan saat ini ada keluhan dari sopir taksi online terkhusus mengenai tarif yang diusulkan ke Pemprov Kepri. Menurutnya, tarif yang diusulkan ini hendaknya dibahas terlebih dahulu oleh tim khusus yang terdiri dari driver, aplikator serta perwakilan pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan.
BACA JUGA: PPDB SMA di Batam Berpotensi Kisruh, DPRD Ingatkan Kadisdik Kepri
“Ada undang-undang yang harus menjadi dasar dalam menentukan tarif minimum ini yakni Permenhub untuk tarif serta Permendag tentang penggunaan jasa aplikasi,” ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan Asosiasi Driver Online (ADO) Kota Batam menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan survey dan disepakati tarif dasar minimum angkutan sewa khusus ini sebesar Rp. 24.000.
Dari nilai tersebut kemudian dipotong pihak aplikator sebesar 20 persen.
“Ini sesuai dengan ketentuan dari Permenhub dan kami menyetujuinya, tapi masih ada lagi penambahan potongan sebesar Rp. 3.000 yang dilakukan oleh aplikator itu yang membuat kami keberatan,” jelasnya. (*)
reporter: Jailani









