Foto arsip – Pesepak bola Arema FC Dedi Setiawan (kiri) berusaha merebut bola yang dikuasai pesepak bola PSIS Semarang Wahyu Prasetyo (kanan) dalam pertandingan Semifinal Piala Presiden Leg Kedua di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Senin (11/7/2022). Arema FC berhasil unggul agregat 4-1 atas PSIS Semarang usai menang 2-1 dan berhak melaju ke babak final. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa.
batampos- Pertandingan Liga 1 Indonesia musim 2022-2023 digelar malam hari demi menghibur penonton televisi.
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita menyebut hal itu sesuai dengan kesepakatan dengan pemegang hak siar. Laga malam Liga 1 terkini digelar di atas pukul 20.00 WIB, bahkan ada yang dimulai pukul 20.45 WIB.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa unsur pemegang hak siar (broadcaster) harus diikuti dalam menyusun jadwal. Menurut mereka, pada jam segitulah penonton sudah santai di rumah sambil menunggu istirahat,” kata Akhmad.
Dia menyadari ada beberapa klub yang tidak sepakat dengan banyaknya pertandingan ada malam hari, salah satunya Persib.
Untuk itu, LIB mengakomodasi permintaan tersebut. Namun, tidak semua dapat diwujudkan, apalagi untuk tim seperti Persib atau Persija yang memiliki daya tarik tinggi.
“Kami tidak dapat memungkiri tim-tim tertentu banyak penontonnya. Akan tetapi, ada pula klub yang ingin bermain malam. Jadi kami menggeser-geser jadwalnya agar 18 tim mendapatkan jadwal yang rata,” tutur Akhmad.
Mengenai WIB menjadi acuan jadwal, meski ada pertandingan di wilayah waktu Indonesia bagian tengah (WITA), Akhmad menyatakan bahwa pihaknya membutuhkan satu acuan waktu untuk penyusunan jadwal.
“Jadi harus ada satu standar waktu, nanti dikonversi ke waktu lokal,” kata dia.
Mengenai kesepakatan jadwal dengan pemegang hak siar, Direktur Operasional LIB Sudjarno mengaku mesti menyesuaikan diri dan menyepakati kesepakatan jalan tengah.
“Ada win win solution kami dengan broadcaster. Tak menutup nanti ada perubahan jadwal, melihat dinamika yang terjadi di lapangan,” kata Sudjarno.
Liga 1 Indonesia akan diikuti oleh 18 tim di mana tiga di antaranya yakni Persis, RANS Nusantara FC dan Dewa United berstatus tim promosi.
Tidak seperti musim 2021-2022 yang berformat seri dan berlangsung dalam wilayah klaster, Liga 1 musim ini akan kembali ke sistem sebelum pandemi COVID-19, dengan kandang-tandang, termasuk dapat dihadiri penonton di stadion dengan jumlah sesuai level PPKM di wilayah masing-masing. (*)
batampos – Setelah anggota parlemen Hongaria mempercepat pembuatan undang-undang yang secara tajam menaikkan pajak pada usaha kecil, ribuan warga Hongaria pada Rabu melancarkan protes terhadap pemerintahan Perdana Menteri Viktor Orban.
Petugas polisi berusaha menarik demonstran yang berunjuk rasa atas langkah pemerintah Hongaria untuk memperketat tarif pajak yang menguntungkan usahawan kecil, di Budapest, Hongaria pada Selasa (12/7/2022). (ANTARA FOTO/REUTERS/Marton Monus/KZU).
Sebelumnya pada Selasa (13/7), blokade yang dilakukan di sebuah jembatan di Budapest tidak berhasil menggagalkan keputusan pemerintahan nasionalis untuk menaikkan tarif pajak pada ratusan ribu perusahaan kecil. Dan pada Rabu, para pengunjuk rasa kembali berkerumun di luar gedung parlemen.
Mereka meneriakkan kata-kata “Cukup sudah!” sambil berpawai di pusat kota Budapest.
Aksi para demonstran itu sempat membuat lalu lintas terhenti di beberapa persimpangan jalan serta di jembatan lainnya yang membentang di atas Sungai Danube.
PM Orban, yang terpilih kembali pada April, menghadapi tantangan terberat sejak ia naik ke kursi kekuasaan setelah menang telak pada pemilihan 2010.
Inflasi berada pada tingkat tertinggi dalam dua dasawarsa terakhir ini, nilai mata uang forint mencapai rekor terendah, dan tidak ada kejelasan soal dana dari Uni Eropa di tengah perselisihan soal standar demokrasi.
Orban juga semakin tertekan dengan pasokan gas yang semakin ketat ke Eropa serta harga bahan bakar yang melonjak sejak Rusia mulai menyerbu Ukraina pada Februari.
Namun partai sayap kanan tempat Orban berasal, Fidesz, sejauh ini masih menjadi yang paling populer di Hongaria.
Pemerintahan Orban pada Rabu (13/7) memerintahkan larangan ekspor sejumlah komoditas, seperti gas.
Pemerintah juga, setelah bertahun-tahun, menghapus batas harga utilitas terhadap rumah tangga yang lebih banyak menggunakan layanan publik tersebut.
Langkah tersebut merupakan pembatalan terhadap salah satu kebijakan ekonomi andalan yang dulu dibuat sang perdana menteri berusia 59 tahun itu.
Langkah yang baru akan secara tajam meningkatkan harga listrik dan gas bagi rumah-rumah tangga yang menggunakan layanan itu lebih tinggi dibandingkan tingkat pemakaian rata-rata. (*)
Polisi berjaga di depan rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo pasca peristiwa baku tembak dua ajudannya di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (12/7). (Indrianto Eko Suwarso/Antara)
batampos – Polri serta satgas khusus yang dibentuk belum juga memiliki jawaban berdasarkan scientific crime investigation atas serangkaian kejanggalan kasus yang menewaskan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat dalam kasus penembakan polisi di kediaman kadivpropam.
Malahan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menolak bergabung dengan satgasus dan memutuskan melakukan penyelidikan independen tersendiri.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadan menuturkan, setelah dibentuk satgas khusus pada Selasa (12/7), kemarin (13/7) satgas khusus telah melakukan olah tempat kejadian perkara (olah TKP). Namun, hasil dari olah TKP tersebut belum bisa diumumkan. “Olah TKP yang didatangi kabareskrim itu akan diumumkan secara periodik. Tidak dilakukan secara parsial,” ujarnya.
Nantinya, semua hasil penyelidikan yang dilakukan Bareskrim akan dikombinasikan dengan berbagai hasil dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri. Seperti, hasil otopsi dari jenasah. “Semua hasil itu akan merekomendasikan untuk ditindaklanjuti penyidik,” terangnya.
Bagaimana dengan berbagai kejanggalan yang terjadi dalam kasus? Dia mengatakan bahwa justru dibentukan satgasus tersebut untuk menjawab keraguan tersebut. “Menghilangkan keraguan itu,” paparnya.
Seperti, mengapa kejadian itu baru diungkap setelah dua hari. Dia mengatakan bahwa kasus diungkap setelah dua hari karena memang Polri fokus untuk menanganinya, seperti mendatangi dan olah TKP. “Kami mengutamakan penanganan kasus,” ungkapnya.
Yang juga menjadi tanda tanya adalah istri kadivpropam memiliki sopir dari anggota polisi. Padahal, pada mantan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti saat masih menjabat wakapolri telah mengeluarkan telegram larangan ajudan untuk setingkat kapolres. Istri dari kadivpropam bahkan bukanlah anggota Polri. Menjawab hal tersebut, Ramadan menuturkan bahwa Brigadir Yosua bukan ajudan, melainkan sopir. “Tapi, untuk dasar aturan ibu bhayangkari memiliki sopir anggota polisi masih dicari,” jelasnya menjawab pertanyaan Jawa Pos.
Setelah karopenmas memberikan update perkembangan kasus Brigadir Yosua, malam harinya pukul 19.00 satgasus kembali memberikan informasi perkembangan kasus. Sayangnya, berbagai kejanggalan tersebut tak satu pun yang terjawab. Kendati Satgasus itu menekankan penggunaan scientific crime investigation dalam menangani kasus.
Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Agung Budi Maryoto mengatakan, langkah pertama yang dilakukan satgasus adalah melakukan olah TKP. Dilakukan pendalaman di tempat kejadian tersebut. Selanjutnya, melakukan otopsi terhadap jenasah Brigadir Yosua dan menambah pemeriksaan saki-saksi untuk melengkapi semuanya. “Semua langkah sesuai dengan koridor hukum,” urainya.
Dalam kasus itu satgasus menekankan penggunaan scientific crime investigation. Serta, menangani kasus secara obyektif transparan dan akuntabel.”Kita terbuka, fair dan hasil bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sayangnya, dalam konferensi pers tersebut justru tidak membolehkan wartawan untuk bertanya. Kadivhumas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa tidak ada sesi tanya jawab dalam update kasus tersebut. “Tidak ada tanya jawab ya,” ujarnya.
Sementara Komisioner Kompolnas Irjen (Purn) Benny Mamoto justru memberikan pernyataan yang bertolak belakang dengan Ketua Kompolnas sekaligus Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam). Mahfud dalam keterangan resminya menyebut ada banyak kejanggalan dalam proses penanganan dan penjelasan Polri sendiri.
Benny malah menyebut bahwa Kompolnas memberikan apresiasi yang tinggi atas langkah membentuk tim gabungan. Melibatkan unsur eksternal sebagai wujud dari transparansi. Walau begitu, memang perlu untuk mengklirkan satu per satu isu yang terkait dengan fakta di lapangan. “Hingga hasilnya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” paparnya.
Bagian lain, Komnas HAM memberikan respon yang mengejutkan dengan menolak bergabung dengan satgasus. Bahkan, akan membuat penyelidikan independen atau terpisah dari satgasus bentukan Polri. Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menjelaskan, Komnas HAM bekerja sendiri sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan mekanisme internal. Artinya, Komnas HAM tidak menjadi anggota dari satgasus bentukan Korps Bhayangkara. “Kami bukan bagian dari tim khusus ini,” tegasnya.
Komnas Ham dengan pengalaman dan mekanisme internal akan berupaya menjawab berbagai pertanyaan masyarakat. Sehingga, bisa memenuhi harapan dari masyarakat.”Terutama harapan dari keluarga korban,” jelasnya.
Komisioner Komnas HAM Chairul Anam menambahkan bahwa walau penyelidikan dilakukan terpisah, Komnas HAM tetap membutuhkan koordinasi dan aksesibilitas dalam kasus tersebut. Dalam pertemuan dengan irwasum, sudah dipastikan bahwa Polri membuka lebar-lebar pertukaran informasi dan akses dalam kasus tersebut. “Komitmen membuka akses ini penting membuat semakin terang perkara,” jelasnya.
Bagian lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD memang masih berada di Madinah, Arab Saudi. Namun, sebagai ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mahfud tidak luput memberi atensi terhadap peristiwa saling tembak yang terjadi di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Lewat keterangan resmi siang kemarin, Mahfud menyampaikan bahwa penanganan kasus tersebut harus dikawal. Tidak boleh dibiarkan mengalir begitu saja. ”Karena banyak kejanggalan yang muncul dari proses penanganan maupun penjelasan Polri sendiri,” terang dia. Menurut pejabat asal Madura itu, penjelasan dari Polri belum cukup mengungkap hubungan sebab dan akibat di setiap rantai peristiwa yang terjadi Jumat pekan lalu.
Mahfud menilai, penanganan kasus tersebut menjadi pertaruhan kredibilitas Polri dan pemerintah. Mengingat selama satu tahun belakangan penilaian publik terhadap kerja-kerja Polri selalu baik. ”Kinerja positif pemerintah dikontribusi secara signifikan oleh bidang politik dan keamanan serta penegakan hukum,” beber mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.
Kepada sekretaris Kompolnas Benny J. Mamoto, Mahfud sudah meminta supaya Kompolnas menelisik kasus tersebut. Juga membantu Polri untuk membuat perkara yang memakan satu korban jiwa itu menjadi terang-benderang. Dia pun mendukung langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Menurut Mahfud, pembentukan Tim Investigasi oleh kapolri sudah tepat. Apalagi tim itu dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy. ”Itu sudah mewakili sikap dan langkah pemerintah. Sehingga Kemenko Polhukam akan mengawalnya,” terangnya. Dia pun sepakat dengan keputusan Jenderal Sigit yang melibatkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk mengungkap kasus tersebut.
Orang-orang yang dipilih oleh kapolri, lanjut Mahfud, sangat kredibel. Dia optimistis mereka dapat mengungkap kasus yang menyeret-nyeret Irjen Sambo yang notabene adalah salah seorang petinggi Polri. Berkaitan dengan status jenderal bintang dua itu, Mahfud menyebutkan bahwa kapolri pasti akan mengambil keputusan bila sudah ada temuan awal. ”Kapolri pasti menunggu (temuan pendahuluan) itu untuk menonaktifkan atau tidak menonaktifkan Ferdy Sambo,” ungkapnya.
Sementara Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung Kapolri yang telah membentuk tim khusus untuk membuat terang kasus itu. Dia yakin Polri akan bekerja dengan profesional, objektif, transparan dengan mengedepankan metode scientific crime investigation. “Yang sejalan dengan slogan Polri saat ini, Polri Presisi,” kata Bamsoet, Bambang Soesatyo.
Mantan Ketua Komisi III DPR RI itu, Polri akan menuntaskan kasus penembakan yang terjadi antar anggota Polisi. “Saya prihatin atas peristiwa yang menjadi atensi dari banyak pihak,” ungkapnya.
Bahkan, Presiden Joko Widodo ymemberikan atensi dan secara tegas meminta proses hukum dilakukan terkait kasus penembakan antar-anggota polisi yang terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Jakarta.
Perintah dan arahan presiden harus segera ditindaklanjuti untuk menjamin kepastian dalam penegakan hukum. Selain menjamin kepastian hukum bagi pihak keluarga dan masyarakat, tentu juga harus tetap menjaga kaidah- kaidah yang mempertimbangkan kaum rentan, khususnya secara psikologis, seperti Putri Ferdy Sambo.
Begitu juga anak-anak Irjen Sambo yang pasti merasakan dampak dari kejadian itu. Termasuk dampak dari pemberitaan di media sosial. “Sebaiknya langsung diadakan konseling dan pendampingan untuk menghindari traumaistis,” ungkapnya.
Bamsoet mengajak masyarskat untuk mengedepankan azas praduga tak bersalah dan tidak menjustifikasi secara berlebihan. Dia juga mengajak publik memberi dukungan kepada Polri yang telah membentuk tim khusus dengan melibatkan Kompolnas dan Komnas HAM.
Sementara Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto mengatakan, dalam kasus penembakan Brigadir Yosua itu terasa adanya juwa korsa yang keliru. Seharusnya, Polri yang profesional itu bukan kepada pimpinan atau petingginya, namun kepada visi dan misi pimpinan dan negara. “Kalau ada tindak pidana melibatkan petinggi ya tetap harus dipidana,” tegasnya.
Menurutnya, Divpropam itu polisinya polisi yang seharusnya memberikan teladan. Namun, justru terjadi masalah di Divpropam yang memperkuat bahwa conflict of interest kasus yang dilakukan oknum polisi sangat tinggi. “Karena itu perlu untuk menengok kembali usulan Gubernur Lemhanas untuk pembentukan Dewan Keamanan Nasional,” ujarnya.
Lalu, untuk satgasus juga seharusnya melibatkan pihak keluarga korban. Dia mengatakan, keluarga korban ini akan menjaga obyektivitas penanganan kasus. “Sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam penanganan kasus ini,” tegasnya (*)
Reporter: JP Group
Mana yang Benar dalam Kasus Penembakan di Kediaman Kadiv Propam?
Polri
– Kasus baru diumumkan tiga hari setelah kejadian.
– Brigadir Yosua baru disebut melecehkan istri Kadiv propam pada jumpa pers kedua.
– Sebut Brigadir J (Yosua) adalah sopir istri Kadiv propam.
– Luka sobek di wajah akibat pecahan proyektil.
– Versi berbeda pada keterangan peristiwa tembak-menembak antara Brigadir J dan Bharada E.
– Kadiv propam disebut menjalani tes PCR saat kejadian, tetapi tidak diketahui tujuannya.
– Namun, Bharada E sebagai ajudan justru tidak menemani Kadiv propam.
– CCTV di rumah Kadiv propam rusak.
– Ada tujuh luka tembak dari lima tembakan.
– Tidak banyak saksi. Semua keterangan hanya bersumber dari istri Kadiv dan Bharada E.
Keluarga
– Menyatakan Yosua sudah dua tahun menjadi ajudan Kadiv propam.
– Keluarga menyebut, sebelum ke kediaman, Brigadir J mengantar istri Kadiv propam ke Magelang.
– Keluarga menyebutkan, ada empat luka tembak. Selain itu, ada sayatan di wajah dan jari terputus seperti bekas penganiayaan.
– Menilai lambat mengungkapkan kasus dan berbelit.
Polisi berjaga di depan rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo pasca peristiwa baku tembak dua ajudannya di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (12/7). (Indrianto Eko Suwarso/Antara)
batampos – Polri serta satgas khusus yang dibentuk belum juga memiliki jawaban berdasarkan scientific crime investigation atas serangkaian kejanggalan kasus yang menewaskan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat dalam kasus penembakan polisi di kediaman kadivpropam.
Malahan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menolak bergabung dengan satgasus dan memutuskan melakukan penyelidikan independen tersendiri.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadan menuturkan, setelah dibentuk satgas khusus pada Selasa (12/7), kemarin (13/7) satgas khusus telah melakukan olah tempat kejadian perkara (olah TKP). Namun, hasil dari olah TKP tersebut belum bisa diumumkan. “Olah TKP yang didatangi kabareskrim itu akan diumumkan secara periodik. Tidak dilakukan secara parsial,” ujarnya.
Nantinya, semua hasil penyelidikan yang dilakukan Bareskrim akan dikombinasikan dengan berbagai hasil dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri. Seperti, hasil otopsi dari jenasah. “Semua hasil itu akan merekomendasikan untuk ditindaklanjuti penyidik,” terangnya.
Bagaimana dengan berbagai kejanggalan yang terjadi dalam kasus? Dia mengatakan bahwa justru dibentukan satgasus tersebut untuk menjawab keraguan tersebut. “Menghilangkan keraguan itu,” paparnya.
Seperti, mengapa kejadian itu baru diungkap setelah dua hari. Dia mengatakan bahwa kasus diungkap setelah dua hari karena memang Polri fokus untuk menanganinya, seperti mendatangi dan olah TKP. “Kami mengutamakan penanganan kasus,” ungkapnya.
Yang juga menjadi tanda tanya adalah istri kadivpropam memiliki sopir dari anggota polisi. Padahal, pada mantan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti saat masih menjabat wakapolri telah mengeluarkan telegram larangan ajudan untuk setingkat kapolres. Istri dari kadivpropam bahkan bukanlah anggota Polri. Menjawab hal tersebut, Ramadan menuturkan bahwa Brigadir Yosua bukan ajudan, melainkan sopir. “Tapi, untuk dasar aturan ibu bhayangkari memiliki sopir anggota polisi masih dicari,” jelasnya menjawab pertanyaan Jawa Pos.
Setelah karopenmas memberikan update perkembangan kasus Brigadir Yosua, malam harinya pukul 19.00 satgasus kembali memberikan informasi perkembangan kasus. Sayangnya, berbagai kejanggalan tersebut tak satu pun yang terjawab. Kendati Satgasus itu menekankan penggunaan scientific crime investigation dalam menangani kasus.
Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Agung Budi Maryoto mengatakan, langkah pertama yang dilakukan satgasus adalah melakukan olah TKP. Dilakukan pendalaman di tempat kejadian tersebut. Selanjutnya, melakukan otopsi terhadap jenasah Brigadir Yosua dan menambah pemeriksaan saki-saksi untuk melengkapi semuanya. “Semua langkah sesuai dengan koridor hukum,” urainya.
Dalam kasus itu satgasus menekankan penggunaan scientific crime investigation. Serta, menangani kasus secara obyektif transparan dan akuntabel.”Kita terbuka, fair dan hasil bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sayangnya, dalam konferensi pers tersebut justru tidak membolehkan wartawan untuk bertanya. Kadivhumas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa tidak ada sesi tanya jawab dalam update kasus tersebut. “Tidak ada tanya jawab ya,” ujarnya.
Sementara Komisioner Kompolnas Irjen (Purn) Benny Mamoto justru memberikan pernyataan yang bertolak belakang dengan Ketua Kompolnas sekaligus Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam). Mahfud dalam keterangan resminya menyebut ada banyak kejanggalan dalam proses penanganan dan penjelasan Polri sendiri.
Benny malah menyebut bahwa Kompolnas memberikan apresiasi yang tinggi atas langkah membentuk tim gabungan. Melibatkan unsur eksternal sebagai wujud dari transparansi. Walau begitu, memang perlu untuk mengklirkan satu per satu isu yang terkait dengan fakta di lapangan. “Hingga hasilnya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” paparnya.
Bagian lain, Komnas HAM memberikan respon yang mengejutkan dengan menolak bergabung dengan satgasus. Bahkan, akan membuat penyelidikan independen atau terpisah dari satgasus bentukan Polri. Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menjelaskan, Komnas HAM bekerja sendiri sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan mekanisme internal. Artinya, Komnas HAM tidak menjadi anggota dari satgasus bentukan Korps Bhayangkara. “Kami bukan bagian dari tim khusus ini,” tegasnya.
Komnas Ham dengan pengalaman dan mekanisme internal akan berupaya menjawab berbagai pertanyaan masyarakat. Sehingga, bisa memenuhi harapan dari masyarakat.”Terutama harapan dari keluarga korban,” jelasnya.
Komisioner Komnas HAM Chairul Anam menambahkan bahwa walau penyelidikan dilakukan terpisah, Komnas HAM tetap membutuhkan koordinasi dan aksesibilitas dalam kasus tersebut. Dalam pertemuan dengan irwasum, sudah dipastikan bahwa Polri membuka lebar-lebar pertukaran informasi dan akses dalam kasus tersebut. “Komitmen membuka akses ini penting membuat semakin terang perkara,” jelasnya.
Bagian lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD memang masih berada di Madinah, Arab Saudi. Namun, sebagai ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mahfud tidak luput memberi atensi terhadap peristiwa saling tembak yang terjadi di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Lewat keterangan resmi siang kemarin, Mahfud menyampaikan bahwa penanganan kasus tersebut harus dikawal. Tidak boleh dibiarkan mengalir begitu saja. ”Karena banyak kejanggalan yang muncul dari proses penanganan maupun penjelasan Polri sendiri,” terang dia. Menurut pejabat asal Madura itu, penjelasan dari Polri belum cukup mengungkap hubungan sebab dan akibat di setiap rantai peristiwa yang terjadi Jumat pekan lalu.
Mahfud menilai, penanganan kasus tersebut menjadi pertaruhan kredibilitas Polri dan pemerintah. Mengingat selama satu tahun belakangan penilaian publik terhadap kerja-kerja Polri selalu baik. ”Kinerja positif pemerintah dikontribusi secara signifikan oleh bidang politik dan keamanan serta penegakan hukum,” beber mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.
Kepada sekretaris Kompolnas Benny J. Mamoto, Mahfud sudah meminta supaya Kompolnas menelisik kasus tersebut. Juga membantu Polri untuk membuat perkara yang memakan satu korban jiwa itu menjadi terang-benderang. Dia pun mendukung langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Menurut Mahfud, pembentukan Tim Investigasi oleh kapolri sudah tepat. Apalagi tim itu dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy. ”Itu sudah mewakili sikap dan langkah pemerintah. Sehingga Kemenko Polhukam akan mengawalnya,” terangnya. Dia pun sepakat dengan keputusan Jenderal Sigit yang melibatkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk mengungkap kasus tersebut.
Orang-orang yang dipilih oleh kapolri, lanjut Mahfud, sangat kredibel. Dia optimistis mereka dapat mengungkap kasus yang menyeret-nyeret Irjen Sambo yang notabene adalah salah seorang petinggi Polri. Berkaitan dengan status jenderal bintang dua itu, Mahfud menyebutkan bahwa kapolri pasti akan mengambil keputusan bila sudah ada temuan awal. ”Kapolri pasti menunggu (temuan pendahuluan) itu untuk menonaktifkan atau tidak menonaktifkan Ferdy Sambo,” ungkapnya.
Sementara Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung Kapolri yang telah membentuk tim khusus untuk membuat terang kasus itu. Dia yakin Polri akan bekerja dengan profesional, objektif, transparan dengan mengedepankan metode scientific crime investigation. “Yang sejalan dengan slogan Polri saat ini, Polri Presisi,” kata Bamsoet, Bambang Soesatyo.
Mantan Ketua Komisi III DPR RI itu, Polri akan menuntaskan kasus penembakan yang terjadi antar anggota Polisi. “Saya prihatin atas peristiwa yang menjadi atensi dari banyak pihak,” ungkapnya.
Bahkan, Presiden Joko Widodo ymemberikan atensi dan secara tegas meminta proses hukum dilakukan terkait kasus penembakan antar-anggota polisi yang terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Jakarta.
Perintah dan arahan presiden harus segera ditindaklanjuti untuk menjamin kepastian dalam penegakan hukum. Selain menjamin kepastian hukum bagi pihak keluarga dan masyarakat, tentu juga harus tetap menjaga kaidah- kaidah yang mempertimbangkan kaum rentan, khususnya secara psikologis, seperti Putri Ferdy Sambo.
Begitu juga anak-anak Irjen Sambo yang pasti merasakan dampak dari kejadian itu. Termasuk dampak dari pemberitaan di media sosial. “Sebaiknya langsung diadakan konseling dan pendampingan untuk menghindari traumaistis,” ungkapnya.
Bamsoet mengajak masyarskat untuk mengedepankan azas praduga tak bersalah dan tidak menjustifikasi secara berlebihan. Dia juga mengajak publik memberi dukungan kepada Polri yang telah membentuk tim khusus dengan melibatkan Kompolnas dan Komnas HAM.
Sementara Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto mengatakan, dalam kasus penembakan Brigadir Yosua itu terasa adanya juwa korsa yang keliru. Seharusnya, Polri yang profesional itu bukan kepada pimpinan atau petingginya, namun kepada visi dan misi pimpinan dan negara. “Kalau ada tindak pidana melibatkan petinggi ya tetap harus dipidana,” tegasnya.
Menurutnya, Divpropam itu polisinya polisi yang seharusnya memberikan teladan. Namun, justru terjadi masalah di Divpropam yang memperkuat bahwa conflict of interest kasus yang dilakukan oknum polisi sangat tinggi. “Karena itu perlu untuk menengok kembali usulan Gubernur Lemhanas untuk pembentukan Dewan Keamanan Nasional,” ujarnya.
Lalu, untuk satgasus juga seharusnya melibatkan pihak keluarga korban. Dia mengatakan, keluarga korban ini akan menjaga obyektivitas penanganan kasus. “Sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam penanganan kasus ini,” tegasnya (*)
Reporter: JP Group
Mana yang Benar dalam Kasus Penembakan di Kediaman Kadiv Propam?
Polri
– Kasus baru diumumkan tiga hari setelah kejadian.
– Brigadir Yosua baru disebut melecehkan istri Kadiv propam pada jumpa pers kedua.
– Sebut Brigadir J (Yosua) adalah sopir istri Kadiv propam.
– Luka sobek di wajah akibat pecahan proyektil.
– Versi berbeda pada keterangan peristiwa tembak-menembak antara Brigadir J dan Bharada E.
– Kadiv propam disebut menjalani tes PCR saat kejadian, tetapi tidak diketahui tujuannya.
– Namun, Bharada E sebagai ajudan justru tidak menemani Kadiv propam.
– CCTV di rumah Kadiv propam rusak.
– Ada tujuh luka tembak dari lima tembakan.
– Tidak banyak saksi. Semua keterangan hanya bersumber dari istri Kadiv dan Bharada E.
Keluarga
– Menyatakan Yosua sudah dua tahun menjadi ajudan Kadiv propam.
– Keluarga menyebut, sebelum ke kediaman, Brigadir J mengantar istri Kadiv propam ke Magelang.
– Keluarga menyebutkan, ada empat luka tembak. Selain itu, ada sayatan di wajah dan jari terputus seperti bekas penganiayaan.
– Menilai lambat mengungkapkan kasus dan berbelit.
Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra (Istimewa)
batampos – Partai Demokrat memastikan, pihaknya memiliki hambatan atau kendala apapun untuk membangun silaturahmi dan komunikasi dengan partai politik lainnya, termasuk dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengungkapkan, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat berkomunikasi dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani, pada 6 Agustus 2020 lalu.
“Saat itu, Ketum AHY dan Mbak Puan sama-sama berikhtiar mencari solusi terbaik untuk masyarakat yang terdampak ekonomi dan kesehatannya akibat pandemi Covid-19,” kata Herzaky dalam keterangannya, Rabu (13/7).
Herzaky mengungkapkan, AHY dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhy Baskoro Yudhoyono alias Ibas juga sudah bersilaturahmi ke kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar. “Seperti yang kerap disampaikan Ketum AHY, membangun bangsa tidak bisa sendirian,” ucap Herzaky.
Oleh karena itu, Herzaky memastikan Partai Demokrat akan selalu aktif menjalankan silaturahmi ke berbagai elemen bangsa, termasuk ke elite PDIP.
“Kami di Demokrat meyakini, bahwa kebersamaan antar parpol yang dirajut akan melahirkan kolaborasi dan sinergi untuk kepentingan bersama, yaitu membangun Indonesia yang makin aman, damai, adil, sejahtera, dan maju,” tegas Herzaky.
Herzaky pun meyakini, kontestasi, kompetisi, persaingan dan pertarungan, tidak akan terlepaskan dalam kehidupan politik dan demokrasi. Namun, pada titik-titik tertentu bersama dengan partai politik lain bisa hadirkan solusi yang terbaik bagi masyarakat.
“Sekali lagi, seperti pesan Ketum AHY, silaturahmi ke berbagai elemen bangsa membawa energi tersendiri bagi Partai Demokrat untuk terus berbuat bagi rakyat Indonesia,” ujar Herzaky.
Saat menggelar rapat kerja nasional (Rakernas), Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, pihaknya tidak akan membangun kerja sama politik dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat dalam menghadapi Pemilu 2024.
“Ya kalau dengan PKS tidak (mungkin kerja sama),” ucap Hasto di Sekolah Partai, Jakarta Selatan, Kamis (23/6) lalu.
Meski demikian, Hasto tidak menjelaskan alasan menutup peluang kerja sama politik dengan PKS. Partai berlogo banteng bermoncong putih itu juga memastikan, tidak mungkin berkoalisi dengan Partai Demokrat.
“Memang tidak mudah untuk bekerja sama dengan Partai Demokrat. Karena dalam berbagai dinamika politik menunjukan hal itu,” ungkap Hasto.
Hasto mengungkapkan kriteria kerja sama politik yang dipegang teguh PDI Perjuangan. Menurutnya, kerja sama politik itu harus saling menghormati dan membawa kemajuan bagi Indonesia. “Terpenting untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan elit,” pungkas Hasto. (*)
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting memukul kok ke arah tunggal putra Denmark Viktor Axelsen dalam laga Perempat Final Indonesia Open 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2022). Ginting gagal melangkah ke Semifinal usai kalah 13-21, 21-19, 9-21. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.
batampos – Walau menang di babak pertama Seingapore Open, Anthony Sinisuka Ginting dirasa kurang maksimal. Ini karena hingga sekarang pebulu tangkis unggulan keempat ini mengaku masih berusaha memperbaiki performanya yang sempat menurun.
“Yang paling penting adalah bisa mengembalikan ke performa terbaik, dengan mempersiapkan fokus ke diri sendiri dulu saja. Juga mencoba untuk lebih menikmati permainan,” kata Ginting soal upayanya kembali ke performa terbaik, seperti dilansir keterangan resmi PP PBSI di Jakarta, Rabu (13/7).
Tampil di babak pertama, Ginting bisa tampil solid saat menghadapi Wang Tzu Wei yang berakhir dengan kemenangan 21-19, 21-16 dalam pertarungan ketat selama 42 menit.
Meski terus menekan dan menyerang, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 ini juga harus bermain sabar. Ginting juga berusaha untuk beradaptasi dengan kondisi angin yang mempengaruhi shuttlecock.
“Jalannya pertandingan tadi memang dari awal sampai akhir cukup ketat. Ini karena kami juga sudah saling tahu tipe permainan masing-masing. Jadi tadi saya lebih coba mengurangi kesalahan sendiri dan mengambil pola menyerang duluan,” ujar Ginting soal laganya kontra pebulu tangkis asal Taiwan itu.
Pada babak 16 besar turnamen BWF Super 500 ini, Ginting akan kembali bertemu pemain asal Taiwan yaitu Lin Chun Yi. Ginting menyebut dirinya akan mencoba lebih fokus dan mempersiapkan strateginya. Ia akan melakukan diskusi dan pembahasan bersama pelatih, termasuk mempelajari rekaman video pertandingan lawan.
Sementara itu, pelatih tunggal putra Pelatnas PBSI, Irwansyah, mengomentari kegagalan Chico Aura Dwi Wardoyo yang kalah di babak pertama. Padahal pekan lalu ia menciptakan kejutan dengan menjadi juara Malaysia Masters.
Menurut Irwansyah, Chico menghadapi kendala tekanan mental yang begitu berat setelah menyabet gelar juara sehingga performanya tidak optimal.
“Dia belum bisa menanggung tekanan yang demikian berat setelah juara. Dampaknya, permainannya tidak lepas. Padahal dari awal saya sudah minta dia bermain santai dan nyaman. Tetapi tekanan juara itu belum mampu dia atasi. Saat pemanasan pun, dia begitu tegang,” ujar Irwansyah. (*)
batampos – Di Kota Batam setiap hari terjadi penambahan kasus Covid-19 dan terbaru pada Rabu (13/7/2022) ada tiga warga yang terkonfirmasi positif.
Kepala Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, jumlah kasus aktif Covid-19 di Kota Batam saat ini sebanyak 25 orang, naik tiga orang dari jumlah kemarin yang tercatat hanya 22 orang.
“Hari ini nambah tiga orang lagi, tidak ada pasien sembuh, dengan kasus aktif sebanyak 22 orang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketiga kasus aktif itu adalah, K, perempuan berusia 43 tahun warga Batam Kota.
Pasien terkonfirmasi bergejala gejala baru dan saat ini menjalani isolasi mandiri. Pasien diketahui sudah vaksin dosis pertama dan kedua.
Pasien kedua WKM, laki-laki berusia 40 tahun warga Batam Kota. Pasien juga terkonfirmasi bergejala gejala baru dan telah divaksin baik dosis pertama maupun dosis kedua.
Ketiga, TEN, 35 tahun warga Batam Kota. Laki-laki yang berprofesi sebagai dokter ini juga terkonfirmasi bergejala baru serta saat ini menjalani isolasi mandiri. Pasien diketahui juga sudah divaksin baik dosis pertama dan kedua.
“Adanya penemuan kasus aktif ini berdasarkan hasil tracing dan pemeriksaan swab Tim Analis Laboratorium BTKL PP Dan Analis Laboratorium RSKI Covid-19 Galang,” jelasnya.
Didi menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam terhadap seluruh cluster dapat disimpulkan sementara bahwa terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru.
Hal ini sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan prokes diberbagai aktifitas sehari-hari.
“Imbauannya tetap menjalankan protokol sehat, tetap cuci tangan dan menjaga jarak,” ujarnya.
Adapun 25 orang pasien ini 14 orang isolasi mandiri dan 10 di rawat di Rumah Sakit Awal Bros dan satu lainnya dirawat di Rumah Sakit Harapan Bunda.
Secara kumulatif total kasus aktif di Batam berjumlah 31.009 orang. Dimana 30.067 orang atau 97 persen dinyatakan sembuh serta 917 pasien dinyatakan meninggal dunia akibat virus Covid-19.(*)
Ilustrasi Bola Basket (ANTARA /Andika Wahyu) (ANTARA /Andika Wahyu/)
batampos – Selandia Baru menang 100-47 atas India dalam laga perdana Grup D FIBA Asia Cup 2022 di Istora GBK, Senayan, Jakarta, Rabu.
Dalam laga pertama hari kedua ini, Sam Mennenga menjadi pemain paling produktif dari Selandia Baru dengan mencetak 21 poin.
Kemudian ada Taine Murray (13 poin), Taylor (12), dan empat pemain lainnya, Flynn Cameron, Takiula Fahrensohn, Kruz Perrott-Hunt, dan Sam Timmins masing-masing 10 poin.
Sedangkan pemain India yang mencetak poin terbanyak adalah Arvind Kumar Muthu Krishnan dengan 13 angka, Pranav Prince dengan 10 poin, dan Sahaij Pratap Singh Sekhon mengemas delapan angka.
Sejak awal pertandingan, Selandia Baru langsung tampil menekan. Tembakan dua poin dari Flynn Cameron membuka keunggulan.
India tak tinggal diam dan membalasanya melalui lay-up dari Prashant Singh Rawat dan kemudian membalikkan keadaan 4-2 melalui layup dari Amritpal Singh.
India sempat memperlebar keunggulan 6-2. Namun lemparan tiga angka dari pebasket Selandia Baru Takiula Fahrensohn memperkecil menjadi 5-6.
Pada awal kuarter pertama, kedua tim saling kejar angka. Kemudian Selandia Baru perlahan mulai meninggalkan India hingga menutupnya dengan keunggulan 30-12.
Memasuki kuarter kedua, Selandia Baru kembali mendominasi dan mencetak 12 angka secara beruntun. Isaac Davidson dan kawan-kawan tak memberikan kesempatan India mengembangkan permainan.
Pada kuarter kedua Selandia Baru mencetak 34 poin. Sedangkan India sembilan poin. Dengan demikian, Selandia Baru unggul jauh dengan 64-21.
Pada kuarter ketiga, India memberikan perlawanan. Pada fase ini, tim asuhan Veselin Matic itu mencetak 14 poin, tertinggal dua poin dari Selandia Baru. Skor pun menjadi 80-35 untuk Selandia Baru.
Pada kuarter terakhir, Selandia kembali tampil dominan dengan mencetak 20 angka. Sementara India menutup kuarter keempat dengan 12 poin. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan Selandia Baru 100-47.
Hasil ini sekaligus melanjutkan dominasi Selandia Baru atas India. Pada tahun ini, sebelumnya kedua tim saling berhadapan pada Kualifikasi Piala Dunia FIBA 2023 di Smart Araneta Coliseum, Malina, Filipina.
Selandia Baru menang masing-masing pada 24 Februari dengan skor 101-46 dan empat hari berselang kembali menang dengan 95-60.
Lebih dari itu, Selandia Baru pun kini untuk sementara memuncaki Grup D. Masih ada dua laga tersisa masing-masing menghadapi Lebanon pada Jumat (15/7) dan Filipina, Minggu (17/7).
Sedangkan India harus berjuang untuk bisa meraih kemenangan pada dua laga selanjutnya melawan Filipina pada Jumat (15/7) dan Lebanon pada Minggu (17/7).
Pada Rabu, FIBA Asia Cup 2022 masih menyisakan tiga pertandingan. Iran melawan Suriah pada Grup C pukul 15:00 WIB. Kemudian pertandingan Grup C antara Jepang dan Kazahkstan pukul 17:30. Terakhir Lebanon vs Filipina pada Grup D pukul 20:00. (*)
Koper jamaah haji embarkasi solo (SOC 1) yang sudah diperiksa dan akan pulang perdana ke Tanah Air pada Jumat, 15 Juli 2022. (ANTARA/HO.MCH2022)
batampos – Jatah lima liter air zamzam per orang yang diberikan setelah tiba di tanah air sepertinya belum cukup bagi sebagian jemaah haji. Buktinya, masih ada saja jemaah yang mencoba memasukkan air zamzam ke dalam koper.
Hal itu diketahui saat pemeriksaan koper-koper milik jemaah dari kloter 1 embarkasi Solo dan kloter 1 embarkasi Padang, kemarin (13/7). Dua kloter itu merupakan bagian dari enam kloter yang pulang perdana besok (15/7). Saat melewati mesin x-ray di Airgate, perusahaan yang digandeng maskapai Garuda Indonesia untuk pemeriksaan dan pengangkutan bagasi, ditemukan sejumlah koper memuat air zamzam dalam berbagai kemasan. Mulai botol hingga jeriken yang dibungkus dengan lakban, lalu dimasukkan dalam pakaian.
Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Kepulangan PPIH Daker Bandara Edayanti Dasril mengungkapkan, bahkan ada jemaah yang membawa sampai dua liter. ”Di kloter PDG1, ditemukan 50 bagasi berisi air zamzam terdeteksi x-ray,” kata Edayanti di Gudang Airgate, di Makkah.
Selama ini, pihaknya sudah menyosialisasikan larangan membawa air zamzam dalam bagasi tercatat. Namun, dengan temuan itu, sosialisasi harus lebih masif lagi. ”Jadi, ini based on safety regulation dari maskapai,” kata Eda, sapaan akrab Edayanti. Apalagi, penerbangan dari Arab Saudi ke Indonesia tergolong lama sehingga ada potensi kemasan air di bagasi akan pecah atau merembes. ”Itu bisa membahayakan penerbangan,” imbuh dia.
Eda menambahkan, jika di Airgate lolos, masih ada pemeriksaan di General Investigation Directorate (GID) bandara yang lebih ketat. Sehingga, dipastikan air zamzam dalam bagasi tidak akan lolos. Karena itu, pihaknya mengingatkan bahwa setiap jemaah akan mendapatkan 5 liter air zamzam yang sudah siap di asrama haji embarkasi masing-masing. ”Jemaah tidak perlu repot-repot lagi membawa zamzam,” katanya.
Sementara itu, sejumlah jemaah harus mengurangi barang bawaannya karena koper penuh dengan oleh-oleh. Sesuai dengan aturan, batas maksimal berat koper di bagasi adalah 32 kg. Yunius Aidin Basrin, misalnya. Jemaah asal kloter 1 embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG1) itu akan meninggalkan sebagian pakaiannya. ”Saya beli sepuluh Alquran. Ada kurma dan oleh-oleh lain. Pakaian lama mungkin ditinggal karena (koper) nggak muat,” katanya.
Kepala PPIH Daker Makkah Mukhammad Khanif mengatakan, penimbangan koper jemaah dilakukan di hotel dua hari sebelum keberangkatan. Lalu, jemaah diberangkatkan ke bandara delapan jam sebelum jadwal penerbangan. Jemaah melakukan proses city check in bersamaan dengan penimbangan bagasi.
Dari tanah air, seluruh asrama haji atau debarkasi kedatangan sudah siap menerima jemaah kembali. Untuk pemulangan di hari pertama, ada empat asrama yang menerima kepulangan jemaah. Yaitu, Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Bekasi, Padang, dan Solo. ’’Alhamdulillah seluruh debarkasi saat ini siap menerima kedatangan jemaah haji,’’ kata Plh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Muhammad Aqil Irham.
Ada beberapa ketentuan yang sudah disepakati seluruh asrama haji dalam misi pemulangan jemaah. Di antaranya, keluarga tidak boleh menjemput di asrama haji atau debarkasi. Penjemputan dilakukan di kabupaten atau kota masing-masing. Kemudian, di asrama haji juga dilakukan pengaturan pembagian koper, termasuk air zam-zam untuk jemaah haji. Pengelola asrama haji juga diminta untuk tetap berkoordinasi dengan satgas Covid-19 setempat. (*)
Tersangka Susanto alias Acing saat diserahkan ke penyidik Kejari Bintan di kantor Kejari Bintan, Km 16 Toapaya, Rabu (6/4) sore. F.Kejari Bintan
batampos – Terdakwa kasus pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal Susanto alias Acing, dituntut 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (13/7). JPU juga menuntut terdakwa Acing pidana selama 1 tahun penjara atas tindak pidana pelayaran.
JPU Eka Putra Waruwu menyatakan terdakwa Acing telah melakukan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menyebabkan tewasnya puluhan PMI di perairan Malaysia. Terdakwa melanggar Pasal 7 ayat 2 jo Pasal 4 jo Pasal 16 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO. “Menuntut terdakwa dengan pidana 20 tahun penjara” kata JPU.
Terdakwa Acing juga didenda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara. Selain itu, terdakwa dituntut membayar restitusi terhadap 28 PMI yang menjadi korban, sebesar Rp 1,2 miliar. “Jika tidak mampu membayar, harta kekayaan disita, serta diganti 6 bulan penjara,” jelas JPU.
Selain itu, JPU juga menuntut Muliadi alias Ong pidana 20 tahun penjara dan denda Rp 1 Miliar subsider 6 bulan penjara. Terdakwa Agus Salim, Juna Iskandar, Nasrudin, dituntut pidana 13 tahun penjara serta denda Rp 1 milar subsider 6 bulan penjara. Sedangkan terdakwa Erna Susanti dituntut pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 1 Miliar subsider 6 bulan penjara.
Sebelumnya diketahui, terdakwa Acing bersama terdakwa lainnya didakwa JPU telah membawa Warga Negara Indonesia (WNI) untuk dieksploitasi di luar wilayah negara Indonesia. Terdakwa Acing memiliki enam unit speedboad yang digunakan untuk melakukan kegiatan pengiriman PMI ilegal ke Malaysia melalui jalur laut dan telah beroperasi sejak 2019 lalu. (*)