Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 719

Pasien BPJS Ditolak RSUD Tarempa Saat Darurat, Warga Keluhkan Pelayanan

0
Anggota DPRD Anambas, Hino Faisal mendengarkan keluhan masyarakat mengenai pelayanan di RSUD Tarempa. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Pelayanan di RSUD Tarempa kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga menilai penanganan pasien, khususnya peserta BPJS, belum maksimal dan masih menyulitkan masyarakat yang membutuhkan bantuan medis segera.

Keluhan itu disampaikan saat Anggota DPRD Anambas, Hino Faisal, menggelar reses di Desa Tiangau, Kecamatan Siantan Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Pemuda Tiangau, Agus, menyampaikan pengalaman adiknya yang hendak melahirkan pada malam hari bulan lalu, namun ditolak petugas RSUD Tarempa.

Menurut Agus, adiknya datang dalam kondisi kontraksi dan membutuhkan pertolongan cepat. Namun, petugas menyatakan faskes BPJS adiknya terdaftar di Puskesmas Siantan Selatan, sehingga mereka diminta kembali ke puskesmas itu.

“Jam 2 dini hari kami naik motor ke Puskesmas Siantan Selatan. Jaraknya hampir 15 kilometer. Padahal rumah kami lebih dekat ke RSUD,” ujarnya.

Setibanya di puskesmas, adiknya justru dirujuk kembali ke RSUD Tarempa pada pagi hari untuk menjalani proses persalinan.

“Saya sedih. Kok pasien darurat malah dilempar-lempar? BPJS bilang kalau darurat bisa berobat di mana saja,” tegasnya.

Hino Faisal mengecam tindakan petugas RSUD yang dianggap tidak profesional.

“Kami pernah sidak. Dijelaskan kalau darurat seperti melahirkan bisa langsung ditangani. Tapi faktanya beda di lapangan,” katanya.

Ia memastikan akan membawa persoalan ini ke Komisi III DPRD Anambas dan memanggil Dinas Kesehatan serta jajaran RSUD Tarempa.

“Jangan sampai ada korban lain,” tambahnya.

Kepala BPJS Anambas, Dewi Ria Elvira, juga menyesalkan penolakan itu. Ia menegaskan aturan BPJS sudah jelas: pasien dalam kondisi darurat harus langsung dilayani hanya dengan KTP.

“Tidak perlu diarahkan ke puskesmas. Klaim BPJS mereka masuk, BPJS bayar. Kecuali tidak ada dokter spesialis,” tegas Dewi.

Ia juga mengungkapkan adanya laporan serupa, pasien sudah berada di IGD namun tetap diminta pulang dan kembali ke puskesmas.

“Kalau darurat, harus langsung ditangani. Tidak boleh ditolak,” tambahnya. (*)

Reporter: Juliana Belence

Artikel Pasien BPJS Ditolak RSUD Tarempa Saat Darurat, Warga Keluhkan Pelayanan pertama kali tampil pada Kepri.

Polsek Batam Kota Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Tewaskan Sutoyo

0
Polsek Batam Kota gelar rekonstruksi kasus penganiayaan yang menewaskan Sutoyo di kawasan Ruko Golden Land Blok A No. 25, Batam Kota. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Polsek Batam Kota gelar rekonstruksi kasus penganiayaan yang menewaskan Sutoyo di kawasan Ruko Golden Land Blok A No. 25, Batam Kota, beberapa waktu lalu pada, Rabu (3/12) sekitar pukul 10.00 WIB.

Rekonstruksi yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, berlangsung di halaman Mapolsek Batam Kota dan mendapat pengawasan ketat penyidik, jaksa, serta kedua pihak kuasa hukum.

Tersangka, Mario Deri Saputro alias Mario bin Subagio, turut memperagakan seluruh rangkaian kejadian sesuai keterangan dalam penyidikan.

Rekonstruksi digelar sebagai bagian dari penguatan pembuktian dalam kasus yang teregister melalui Laporan Polisi Nomor LP-B/245/X/2025. Kasus ini menjerat tersangka dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Total 19 adegan diperagakan, menggambarkan kronologi mulai dari hilangnya sebuah tas kecil di area kos hingga korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Baca Juga: Terbongkar dari CCTV, Dikira Sakit, Sutoyo Ternyata Dibunuh Sekuriti Eden Park

Adegan awal menampilkan bagaimana tersangka memberi tahu saksi Risno bahwa seorang penghuni kos mengaku kehilangan tas kecil yang semula tergantung di stang motor. Setelah mengecek CCTV, didapati rekaman seseorang mengambil barang di area parkir. Sehari kemudian, pada Senin (20/10/2025) sekitar pukul 21.40 WIB, tersangka melihat korban melintas di depan kos dan langsung memanggilnya untuk menanyakan rekaman CCTV tersebut.

Saksi Risno sempat meminta agar pemilik barang yang hilang dihadirkan agar tidak terjadi salah tuduh. Penghuni kos, Ibnu Murtopo, kemudian datang menemui korban. Namun meski didesak, korban tetap tidak mengakui mengambil barang yang dituduhkan. Ketegangan perlahan meningkat hingga suasana menjadi panas antara korban dan tersangka.

Puncak rekonstruksi terjadi pada adegan ke-9 yang menjadi titik perhatian utama penyidik. Dalam adegan itu, tersangka memperagakan pukulan tangan kanan ke arah perut korban. Pukulan tersebut membuat korban terjatuh ke belakang dan mengerang kesakitan. Penyidik menilai adegan inilah yang menjadi awal memburuknya kondisi fisik korban hingga akhirnya kehilangan nyawa. Terlebih, tersangka diketahui memiliki bekal kemampuan bela diri yang membuat pukulannya memiliki dampak lebih serius.

Usai pukulan tersebut, rangkaian adegan memperlihatkan tersangka panik dan berusaha membantu korban berdiri. Ia kemudian menggendong korban ke ujung ruko sebelum kembali ke kos memanggil saksi Risno untuk meminta pertolongan. Beberapa penghuni kos yang melihat kondisi korban turut mendatangi lokasi dan mencoba membantu, sementara tersangka memberi korban air mineral meski korban mulai tidak responsif.

Memasuki adegan ke-17 dan 18, saksi Risno mendatangkan mobil untuk membawa korban ke Rumah Sakit Harapan Bunda. Tersangka, saksi Risno, dan pelapor M. Ishak Ramli, keluarga korban mengangkat tubuh korban ke kendaraan dan segera melarikannya ke rumah sakit. Sesampainya di fasilitas medis, tenaga kesehatan langsung menangani korban di Instalasi Gawat Darurat.

Adegan ke-19 menjadi penutup rekonstruksi, ketika tersangka memperagakan momen saat dokter menyampaikan bahwa korban telah meninggal dunia setelah melalui pemeriksaan medis. Adegan ini sekaligus menegaskan berakhirnya rangkaian peristiwa tragis yang kini memasuki tahap akhir penyidikan.

Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, menyebut rekonstruksi ini merupakan langkah penting untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.

“Rekonstruksi dilakukan untuk memastikan kesesuaian keterangan para pihak dan memperjelas duduk perkara sebelum proses hukum berlanjut,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Alampe Simamora, menyatakan pihaknya menghormati seluruh proses rekonstruksi. “Kami menghargai rekonstruksi ini sebagai bagian dari pelengkapan berkas. Semua berjalan normatif sesuai BAP penyidik,” ucapnya.

Namun berbeda dari itu, kuasa hukum keluarga korban, Chanri Hutabarat, menilai ada kejanggalan yang belum terjawab dalam rekonstruksi tersebut. Ia mempertanyakan rekaman CCTV yang jaraknya dinilai cukup jauh dari lokasi dugaan pencurian, serta pembukaan rekaman CCTV yang tidak diperagakan dalam rekonstruksi. “Ada dugaan kuat pemilik kos terlibat. Kami mempertimbangkan membuka laporan baru terkait hal ini. Awal pembukaan CCTV tidak jelas dan itu milik pemilik kos,” tegasnya.

Chanri memastikan pihak keluarga akan terus mengawal kasus hingga tuntas dan berharap aparat penegak hukum dapat menggali seluruh kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam tragedi yang merenggut nyawa Sutoyo tersebut. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Polsek Batam Kota Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Tewaskan Sutoyo pertama kali tampil pada Metropolis.

Karateka SMPN 12 Batam Borong Prestasi Internasional Sepanjang Tahun, Bercita-cita jadi Polwan

0
Siti Naila Hermawan, siswi kelas IX SMPN 12 Batam. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Langkah mantap dan senyuman penuh percaya diri terlihat jelas di wajah Siti Naila Hermawan, siswi kelas IX SMPN 12 Batam. Di usia 15 tahun, ia telah menorehkan prestasi yang tidak hanya membanggakan sekolah dan kota kelahirannya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak pelajar di Kota Batam.

Dalam kalender prestasinya, sepanjang tahun 2025 ini Naila sukses menyapu tiga medali perunggu internasional secara beruntun. Medali pertama ia raih pada Milo Cup Malaysia 2025, kemudian mempersembahkan perunggu kedua melalui Thailand Open International Karate Championship 2025, dan menutup tahun dengan Juara III Shureido International Karate Championship 2025.

“Alhamdulillah tiga-tiganya dapat juara tiga. Pesertanya kuat-kuat dari pelatnas Thailand, India, Malaysia, dan Vietnam. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi, target saya emas,” ucap Naila dengan mata berbinar.

Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa kerja keras dan kedisiplinan yang ia jalani tidak sia-sia. Ia terdaftar sebagai atlet Club Inkanas dan menjadi wakil Provinsi Kepri di berbagai kompetisi nasional maupun internasional. Naila kini memegang sabuk cokelat, dan pengalaman tandingnya sudah dimulai sejak usia 9 tahun.

Di balik prestasi gemilangnya, tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Pada 2024, saat bertanding di Kejuaraan Panglima TNI Surabaya, Naila mengalami cedera pergeseran tulang tangan. Rasa sakit, tangis, dan ketakutan sempat menyelimuti dirinya..

“Sempat down, tapi saya ingat target saya. Saya ingin bawa nama Kepri dan Indonesia lebih tinggi. Jadi saya tetap latihan, pelan-pelan dari awal,” tuturnya.

Semenjak sembuh, Naila menjalani pola latihan tiga kali sehari, pagi sebelum sekolah, sore setelah belajar, serta malam untuk teknik dan ketahanan fisik. Semua ia jalani tanpa mengeluh, ditemani mimpi besar untuk meraih medali dunia.

Di balik sisi atletnya, Naila juga menyimpan cita-cita mulia. “Saya ingin jadi Polwan. Saya ingin mengabdi, dan karate membantu membentuk mental dan fisik saya,” ujarnya.

Dukungan keluarga, pelatih, dan sekolah menjadi energi terbesar bagi Naila. Ia percaya bahwa prestasi bukan hanya soal bakat, tetapi kemauan untuk bekerja lebih keras daripada orang lain.

Tahun depan akan menjadi panggung terbesar dalam kariernya. Naila masuk dalam daftar enam atlet Kepri yang akan tampil di World Karate Federation Series A Manila, Filipina, Mei 2026, ajang resmi kelas dunia yang diikuti atlet dari puluhan negara.

“Target saya emas. Pesertanya dari seluruh dunia, jadi saya harus jauh lebih keras. Tidak ada alasan untuk malas,” tegasnya mantap.

Kepala SMPN 12 Batam, Murni, menyampaikan rasa bangga mendalam atas kerja keras siswanya itu.“Kita berharap anak-anak dapat menjadikan prestasi ini sebagai modal dasar mereka. Pendidikan bukan hanya skill, tapi juga akhlak. Banyak perusahaan atau instansi pemerintah mencari anak-anak dengan talenta olahraga dan seni. Ini yang kita siapkan untuk masa depan mereka,” ungkapnya.

Murni menjelaskan bahwa sekolah memberikan kebijakan belajar fleksibel bagi siswa yang bertanding di luar daerah atau luar negeri.“Waktu ikut kejuaraan nasional dua minggu, kita beri laluan. Setelah kembali mereka tetap menyelesaikan tugas-tugasnya. Kami ingin seimbang antara akademik dan prestasi,” jelasnya.

Saat ini SMPN 12 Batam memiliki 1.118 siswa dan mengembangkan 21 ekstrakurikuler, termasuk Tahfiz dan panahan sebagai identitas utama sekolah. Sekitar 50 persen siswa Tahfiz telah menghafal hingga 10 juz, sementara cabang panahan juga telah menghasilkan atlet internasional dan penerima beasiswa.

“Lebih dari seperempat siswa kami berprestasi baik akademik maupun non-akademik. Prestasi ini bukti kerja sama sekolah, pelatih, siswa, dan orang tua. Dan Naila adalah salah satu contoh terbaik bagaimana mimpi bisa diraih dengan usaha keras,” tutup Murni. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Karateka SMPN 12 Batam Borong Prestasi Internasional Sepanjang Tahun, Bercita-cita jadi Polwan pertama kali tampil pada Metropolis.

Apple Salurkan Donasi bagi Korban Banjir Asia, Termasuk Indonesia

0
CEO Apple, Tim Cook. F. x.com/IndoPopBase.

batampos – Bencana banjir menerjang sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Sri Lanka. Ribuan rumah terendam, infrastruktur rusak, hingga memakan korban jiwa. Bantuan terus mengalir, termasuk dari perusahaan teknologi global Apple.

CEO Apple, Tim Cook, menyatakan kepeduliannya terhadap warga yang terdampak banjir dan longsor tersebut. Ia memastikan Apple akan menyalurkan donasi untuk mendukung upaya penyelamatan dan pemulihan di wilayah yang terkena dampak.

“Badai yang melanda Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Sri Lanka telah menghancurkan banyak komunitas. Di Apple, kami memikirkan semua orang yang terkena dampaknya. Kami akan memberikan donasi untuk upaya bantuan serta pembangunan di lapangan,” tulis Tim Cook dalam unggahannya di X, @tim_cook, dikutip AppleInsider.

Meski tidak menyebutkan jumlahnya, Apple memastikan bantuan akan difokuskan pada bantuan darurat, penyelamatan, dan pemulihan jangka panjang bagi warga terdampak bencana di Asia.

Langkah ini bukan pertama kalinya Apple terlibat dalam upaya kemanusiaan global. Pada Oktober 2025, Apple mengumumkan donasi setelah Badai Melissa. Pada Maret 2025, Apple memberikan bantuan untuk Myanmar dan Thailand yang terdampak gempa bumi.

Pada 2024, sejumlah negara seperti Pakistan dan Brasil juga menerima bantuan Apple saat menghadapi bencana alam. Bahkan pada Maret 2022, perusahaan tersebut bekerja sama dengan UNICEF membantu keluarga yang terdampak krisis di Ukraina.

Apple juga pernah menyalurkan donasi untuk korban banjir di Tiongkok bagian utara pada Oktober 2021. Konsistensi ini menunjukkan komitmen Apple dalam hadir membantu masyarakat ketika terjadi krisis di seluruh dunia.

Harapan muncul bagi ribuan warga yang terdampak banjir di Asia. Bantuan dari Apple diharapkan dapat meringankan kesulitan dan mempercepat pemulihan komunitas yang sedang menghadapi trauma akibat bencana.

Dukungan dari Apple menambah kekuatan di luar bantuan pemerintah dan lembaga kemanusiaan internasional. (*)

Reporter: Juliana Belence

Artikel Apple Salurkan Donasi bagi Korban Banjir Asia, Termasuk Indonesia pertama kali tampil pada News.

Galang Donasi, PWI Kepri-PWI Batam Gandeng Rumahitam Gelar ‘Malam Sastra Sumatera Luka’

0

batampos– Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) mendorong sejumlah komunitas di Batam untuk mengambil inisiatif kemanusiaan. PWI Kota Batam bersama PWI Provinsi Kepri serta komunitas seni Rumahitam Batam akan menggelar sebuah malam amal bertajuk ‘Malam Sastra Sumatera Luka’.

Menurut Ketua Bidang Seni Budaya PWI Kepri sekaligus Presiden Rumahitam, Tarmizi, MSSL menjadi wujud “senasib-sepenanggungan” terhadap korban bencana di Sumatera. Dalam siaran persnya, Tarmizi menyatakan prihatin atas tragedi yang disebutnya “memilukan”, dan berharap lewat seni, khususnya puisi, masyarakat dapat ikut membantu meringankan beban saudara-saudara yang terdampak.

‘Malam Sastra Sumatera Luka’ yang mengusung tema “puisi menggalang donasi” ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 6 Desember 2025, pukul 19.30 WIB di Suratan Coffee Rumahitam, di depan Gedung Beringin Sekupang, Batam. PWI Batam, PWI Kepri, dan Rumahitam mengundang penyair-penyair dari Batam, serta komunitas seni dari Singapura dan Malaysia untuk turut tampil membaca puisi atau orasi sebagai bagian dari solidaritas kemanusiaan.

BACA JUGA: “Jangan Mudah Terprovokasi”: Kapolresta Barelang Gandeng PWI Batam Lawan Hoax

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani mengatakan, malam sastra ini bukan sekadar acara estetis atau bersenang-senang. “Ini perwujudan rasa cinta kita pada sesama saudara kita yang mengalami bencana di Sumatera,” ujarnya, menegaskan bahwa siapa pun yang hadir dipersilakan turut menyumbang dan tampil, baik dengan puisi maupun orasi. Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu korban banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Situasi Terkini Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa bencana di tiga provinsi tersebut telah menyebabkan ribuan korban dan kerusakan luas. Per 3 Desember 2025:

Korban meninggal dunia diperkirakan mencapai 753 orang. Korban hilang sebanyak sekitar 650 orang di seluruh wilayah terdampak. Dan korban luka-luka mencapai sekitar 2.600 jiwa.

Ribuan rumah rusak berat hingga ringan, serta banyak fasilitas publik dan infrastruktur — seperti fasilitas pendidikan dan jembatan juga rusak.

BNPB, bersama tim penyelamat dan relawan, terus melakukan operasi pencarian, evakuasi, dan distribusi bantuan, meskipun akses ke banyak wilayah terpencil masih terputus.

Mengapa Malam Sastra Penting?

Inisiatif seperti ‘Malam Sastra Sumatera Luka’ ini mencerminkan bahwa di tengah krisis, solidaritas bisa muncul lewat banyak cara, tidak hanya dengan logistik atau bantuan fisik, tetapi juga lewat bentuk kebudayaan dan empati. Lewat puisi dan orasi, penyelenggara berharap bisa menggerakkan rasa kemanusiaan publik, meningkatkan kesadaran terhadap kondisi korban, serta menghimpun donasi guna membantu pemulihan.

Menurut Saibansah, kehadiran penyair dan masyarakat Batam serta diaspora Indonesia di luar Pulau Jawa menjadi bentuk nyata bahwa bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya masalah daerah terdampak.

Malam Sastra Sumatera Luka di Batam menjadi refleksi bahwa bencana bukan sekadar urusan korban. Melalui seni, kebudayaan, dan empati, warga di luar zona terdampak pun dapat ikut mengambil bagian dalam bantuan kemanusiaan. Untuk masyarakat yang ingin turut serta hadir, berdonasi, atau tampil, kesempatan ini terbuka luas.

Semoga upaya kecil ini bisa menjadi bagian dari pemulihan dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar. (*)

Artikel Galang Donasi, PWI Kepri-PWI Batam Gandeng Rumahitam Gelar ‘Malam Sastra Sumatera Luka’ pertama kali tampil pada Metropolis.

Sampah Berserakan di Jalan Ahmad Yani, Diduga Tercecer dari Truk Pengangkut

0

batampos – Sampah rumah tangga berserakan di ruas Jalan Ahmad Yani dari arah Panbil menuju Kepri Mall, Kamis (4/12) siang. Sampah berserakan itu diduga berasal dari truk pengangkut sampah yang melintas tanpa pengaman penutup, hingga muatan berjatuhan ke jalan raya.

Pantauan Batam Pos di lokasi, sejumlah plastik dan sampah ringan tampak berserakan di badan jalan. Pengendara motor dan mobil terpaksa menghindar, sementara sebagian lainnya tak sempat mengelak dan menabrak gundukan sampah tersebut. Kondisi ini dikhawatirkan memicu kecelakaan, mengingat plastik yang berserakan membuat permukaan jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan.

BACA JUGA: PFI Kepri Dampingi Polda Latih Humas Buat Foto Berkualitas dan Informatif

Selain membahayakan, sampah ini juga merusak estetika Jalan Ahmad Yani yang merupakan salah satu jalur utama di Batam.

Ridho, salah seorang pengendara motor, mengatakan sampah itu berasal dari truk pengangkut sampah yang muatannya tidak ditutup dengan baik.

“Tadi ada mobil sampah lewat. Sampahnya jatuh karena atap mobil tidak ditutup pengaman,” ujar Ridho.

Hal senada disampaikan Arman, pengendara lainnya. Ia mengaku sering melihat truk sampah membawa muatan berlebih hingga melebihi bak kendaraan, sehingga sampah mudah terjatuh saat melintas.

Sampah yang berserak di badan jalan

“Plastik itu licin, bang. Kalau pengendara lewat dan terpeleset, bahaya sekali. Bisa menambah angka kecelakaan,” kata dia

Warga berharap pihak terkait menertibkan operasional truk sampah dan memastikan setiap kendaraan dilengkapi penutup pengaman agar kejadian serupa tidak terus berulang. (*)

Reporter: M Syaban

Artikel Sampah Berserakan di Jalan Ahmad Yani, Diduga Tercecer dari Truk Pengangkut pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelatihan SAR Digelar, Personel Ditsamapta Polda Kepri Diasah Hadapi Situasi Darurat

0
Ditsamapta Polda Kepri menggelar pelatihan peningkatan kemampuan penggunaan alat SAR terbatas di halaman parkir rantis Ditsamapta, Rabu (3/12). Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Ditsamapta Polda Kepri menggelar pelatihan peningkatan kemampuan penggunaan alat SAR terbatas di halaman parkir rantis Ditsamapta, kemarin (3/12). Pelatihan ini digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi ancaman bencana alam.

Dalam kegiatan tersebut, instruktur memperkenalkan satu set perlengkapan SAR darat dan satu unit Tripod Rescue kepada seluruh peserta. Peralatan itu dipraktikkan langsung agar personel memahami fungsi dan prosedur kerja di lapangan.

Dir Samapta Polda Kepri, Kombes Adi Nugroho mengatakan materi pelatihan meliputi teknik penggunaan cutter baja, spreader, ram, chainsaw, cutter edge, hingga Tripod Rescue untuk evakuasi korban di tebing atau sumur. Seluruh materi diberikan secara berurutan dan disertai demonstrasi teknis.

“Setiap instruksi disampaikan dengan penekanan pada aspek keselamatan. harapannya tidak ada langkah penyelamatan yang salah saat bertugas,” tegas Joko.

Menurut Joko, usai pemaparan teori, personel langsung melakukan praktik penggunaan alat. Mereka diminta menjalankan prosedur pembukaan, pemotongan, hingga simulasi evakuasi sesuai standar teknis.

“Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kemampuan personel dalam memberikan pertolongan. Kami ingin anggota selalu siap menghadapi potensi bencana di wilayah Kepri,” ujarnya.

Menurutnya, penguasaan alat SAR menjadi faktor utama kecepatan respons saat evakuasi korban. Karena itu, pelatihan disebut akan digelar secara berkesinambungan. Dalam hasil evaluasi, seluruh peserta dinilai mengikuti pelatihan dengan baik.

“Penguasaan alat juga meningkat dan diharapkan dapat diimplementasikan saat bertugas di lapangan,” sebutnya.

Ditegaskannya, personel harus mampu memaksimalkan peralatan SAR untuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana.

“Karena kita tak pernah tahu kalan bencana itu terjadi,” jelasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Pelatihan SAR Digelar, Personel Ditsamapta Polda Kepri Diasah Hadapi Situasi Darurat pertama kali tampil pada Metropolis.

Balon Selundupan Rokok dari Belarus Ganggu Penerbangan Lithuania, Bandara Ditutup

0
F. x.com/nexta_tv

batampos – Bandara utama Lithuania, Vilnius Airport, terpaksa ditutup sementara pada Rabu (3/12/2025). Bukan karena cuaca panas, melainkan gangguan balon udara berisi rokok selundupan yang diluncurkan dari wilayah Belarus.

Otoritas Lithuania menyebut insiden ini sebagai ancaman serius bagi keselamatan penerbangan. Sejumlah balon terdeteksi melintas di jalur udara kritis dekat landasan pacu hingga otoritas bandara menghentikan operasional untuk memastikan situasi aman.

“Ini merupakan bagian dari lebih dari sepuluh penutupan sejak awal Oktober karena penyusupan balon dari Belarus,” kata Otoritas Lithuania dikutip Reuters, Kamis (4/12).

Menurut pemerintah, ada 60 balon yang diterbangkan dari area hutan Belarus. Sebanyak 40 di antaranya memasuki zona berbahaya yang bisa memicu insiden fatal di udara.

Balon-balon tersebut diduga dikendalikan agar mengarah langsung ke area bandara. Lithuania menilai aksi ini sebagai serangan hibrida yang mengancam keamanan negara dengan metode penyelundupan yang makin canggih.

Untuk merespons, pemerintah menawarkan pendanaan 1 juta euro bagi proyek solusi teknologi. Salah satunya, perusahaan IT Logika sedang mengembangkan Sistem Keamanan Ruang Udara Cerdas (IOEAS) yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi dan melacak objek secara real time.

Selain itu, pemerintah berencana memperberat hukuman bagi jaringan penyelundupan rokok dan menyesuaikan jadwal penerbangan untuk meminimalkan risiko.

Insiden ini berdampak pada puluhan penerbangan yang dibatalkan, dialihkan, dan tertunda. Sekitar 6.000 penumpang harus menunggu hingga bandara kembali dibuka setelah penutupan beberapa jam.

Gangguan juga menyebar ke Kaunas Airport dan sempat memicu penutupan sementara perbatasan darat dengan Belarus.

Fenomena balon selundupan ini digambarkan sebagai bentuk baru konflik geopolitik yang memperluas ancaman ke sektor penerbangan sipil. (*)

Reporter: Juliana Belence

Artikel Balon Selundupan Rokok dari Belarus Ganggu Penerbangan Lithuania, Bandara Ditutup pertama kali tampil pada News.

Diduga Oplosan, Sembilan Merek Beras Diambil Sampel, Satgas Pangan Tunggu Hasil Resmi

0
Satgas pangan saat melakukan penggerebekan di salah satu gudang beras di Sengkuang.

batampos – Satgas Pangan Polda Kepri masih menunggu hasil uji laboratorium terkait dugaan praktik pengoplosan beras di sebuah gudang distribusi di Batumerah, Batuampar. Hingga awal pekan ini, hasil pemeriksaan dari laboratorium yang ditunjuk belum diterima penyidik.

Kasubdit Indagsi Ditkrimsus Polda Kepri, AKBP Paksi Eka Putra, mengatakan proses uji laboratorium membutuhkan waktu hingga 14 hari kerja. Karena itu, keputusan final mengenai ada atau tidaknya praktik oplosan belum dapat diumumkan.

“Hasilnya belum keluar. Proses pemeriksaan di laboratorium butuh sekitar 14 hari kerja. Kami tunggu dulu sampai hasilnya resmi,” ujar Paksi, kemarin

Menurut dia, proses pengecekan juga dilakukan di luar Batam, yakni wilayah Depok. Karena itu, masyarakat diminta bersabar.

“Karena memang tak ada pengecekan untuk beras oplosan di Batam. Jadi dikirim ke Depok,” jelasnya.

Sebelumnya, Satgas Pangan melakukan sidak dan pengambilan sampel beras di gudang tersebut pada Rabu (26/11) malam. Kegiatan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan melibatkan Bulog Batam, Dinas Ketahanan Pangan, Bea Cukai, serta Polresta Barelang.

Dalam sidak itu, aparat mengambil sampel dari sembilan merek beras dengan beragam ukuran kemasan. Setiap merek akan diuji untuk memastikan mutu, kualitas, dan kesesuaian dengan kategori medium maupun premium.

Menurut Satgas Pangan, praktik oplosan yang dimaksud merujuk pada pencampuran beras kategori medium dengan premium sehingga beras tersebut kemudian dipasarkan sebagai beras premium. Praktik semacam ini dapat menurunkan mutu dan merugikan konsumen.

“Kalau premium dicampur premium, tidak masalah. Yang jadi masalah adalah ketika mutu medium dicampur lalu dijual sebagai premium. Itu masuk pelanggaran perlindungan konsumen,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan awal di lokasi, Satgas Pangan juga meminta perusahaan menunjukkan invoice izin edar, sertifikat halal, dan dokumen pendukung lainnya. Perusahaan disebut kooperatif, namun penyidik tetap melakukan pendalaman.

Untuk uji laboratorium, Satgas Pangan menyatakan pihaknya menggunakan laboratorium resmi yang memiliki standar penjelasan parameter mutu secara lengkap. Selama ini, pemeriksaan sejenis biasa dilakukan melalui Sucofindo.

Paksi menegaskan penyidik berupaya mempercepat proses agar dugaan masyarakat bisa segera terjawab. Namun, semua hasil tetap harus menunggu analisis ilmiah dari laboratorium. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Diduga Oplosan, Sembilan Merek Beras Diambil Sampel, Satgas Pangan Tunggu Hasil Resmi pertama kali tampil pada Metropolis.

PFI Kepri Dampingi Polda Latih Humas Buat Foto Berkualitas dan Informatif

0
Dewan Komite Etik PFI Kepri, R Yusuf Hidayat, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra saat pembukaan Latihan Peningkatan dan Kemampuan Fungsi Teknis Humas Tahun 2025 di Aula Beverly Hotel, Kamis (13/4). Foto. Rezza Herdianto untuk Batam Pos

batampos – Polda Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Latihan Peningkatan dan Kemampuan Fungsi Teknis Humas Tahun 2025 di Aula Beverly Hotel, Kamis (13/4). Kegiatan ini diikuti personel PPID Polda Kepri dan perwakilan humas Polresta se-Kepri, dengan fokus meningkatkan kemampuan penyajian informasi publik melalui foto jurnalistik yang berkualitas dan etis.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan, profesionalitas humas menjadi kunci dalam strategi komunikasi Polri. “Isi informasi jangan asal-asalan. Foto harus mampu menjelaskan kejadian, dan personel wajib memahami kode etik serta standar jurnalistik,” tegasnya. Ia menambahkan, dokumentasi foto tidak hanya untuk publikasi, tetapi juga mendukung proses penyelidikan dan arsip institusi, serta menjadi media edukasi melalui media sosial.

Pelatihan menghadirkan Ketua PFI Kepri, Tommy Purniawan, yang berbagi teknik fotografi jurnalistik sekaligus menekankan etika visual, khususnya saat menangani peristiwa sensitif. “Foto bukan hanya dokumentasi, tapi harus memberi manfaat edukatif dan informatif bagi publik,” ujar Tommy.

Baca Juga: PFI Kepri Sambangi PLN Batam, Sinergi Fotografi Jurnalistik Siap Dihidupkan Lagi

Dewan Komite Etik PFI Kepri, R. Yusuf Hidayat, menambahkan, pemahaman etika foto penting agar publikasi tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga bertanggung jawab dan menjaga konteks peristiwa.

Melalui pelatihan ini, Polda Kepri dan PFI Kepri berharap tercipta kolaborasi yang lebih baik antara insan pers foto dan humas kepolisian. Peserta diharapkan mampu menerapkan teknik fotografi jurnalistik dalam setiap rilis resmi, sehingga kualitas komunikasi publik Polda Kepri semakin profesional dan kredibel. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel PFI Kepri Dampingi Polda Latih Humas Buat Foto Berkualitas dan Informatif pertama kali tampil pada Metropolis.