
batampos – Pelayanan di RSUD Tarempa kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga menilai penanganan pasien, khususnya peserta BPJS, belum maksimal dan masih menyulitkan masyarakat yang membutuhkan bantuan medis segera.
Keluhan itu disampaikan saat Anggota DPRD Anambas, Hino Faisal, menggelar reses di Desa Tiangau, Kecamatan Siantan Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Pemuda Tiangau, Agus, menyampaikan pengalaman adiknya yang hendak melahirkan pada malam hari bulan lalu, namun ditolak petugas RSUD Tarempa.
Menurut Agus, adiknya datang dalam kondisi kontraksi dan membutuhkan pertolongan cepat. Namun, petugas menyatakan faskes BPJS adiknya terdaftar di Puskesmas Siantan Selatan, sehingga mereka diminta kembali ke puskesmas itu.
“Jam 2 dini hari kami naik motor ke Puskesmas Siantan Selatan. Jaraknya hampir 15 kilometer. Padahal rumah kami lebih dekat ke RSUD,” ujarnya.
Setibanya di puskesmas, adiknya justru dirujuk kembali ke RSUD Tarempa pada pagi hari untuk menjalani proses persalinan.
“Saya sedih. Kok pasien darurat malah dilempar-lempar? BPJS bilang kalau darurat bisa berobat di mana saja,” tegasnya.
Hino Faisal mengecam tindakan petugas RSUD yang dianggap tidak profesional.
“Kami pernah sidak. Dijelaskan kalau darurat seperti melahirkan bisa langsung ditangani. Tapi faktanya beda di lapangan,” katanya.
Ia memastikan akan membawa persoalan ini ke Komisi III DPRD Anambas dan memanggil Dinas Kesehatan serta jajaran RSUD Tarempa.
“Jangan sampai ada korban lain,” tambahnya.
Kepala BPJS Anambas, Dewi Ria Elvira, juga menyesalkan penolakan itu. Ia menegaskan aturan BPJS sudah jelas: pasien dalam kondisi darurat harus langsung dilayani hanya dengan KTP.
“Tidak perlu diarahkan ke puskesmas. Klaim BPJS mereka masuk, BPJS bayar. Kecuali tidak ada dokter spesialis,” tegas Dewi.
Ia juga mengungkapkan adanya laporan serupa, pasien sudah berada di IGD namun tetap diminta pulang dan kembali ke puskesmas.
“Kalau darurat, harus langsung ditangani. Tidak boleh ditolak,” tambahnya. (*)
Reporter: Juliana Belence
Artikel Pasien BPJS Ditolak RSUD Tarempa Saat Darurat, Warga Keluhkan Pelayanan pertama kali tampil pada Kepri.




batampos– Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) mendorong sejumlah komunitas di Batam untuk mengambil inisiatif kemanusiaan. PWI Kota Batam bersama PWI Provinsi Kepri serta komunitas seni Rumahitam Batam akan menggelar sebuah malam amal bertajuk ‘Malam Sastra Sumatera Luka’.




