Keluarga besar RS Keluarga Husada (RSKH) dan Klinik Harapan Kita Group foto bersama sebelum menyembelih hewan kurban saat Idul Adhal 1443 H, Minggu (10/7/2022). F Panitia
Ratusan Kantong Daging Disebar di Beberapa Tempat
batampos – Keluarga besar RS Keluarga Husada (RSKH) dan Klinik Harapan Kita Group melaksanakan pemotongan hewan kurban di RSKH, Jalan Tengku Sulung Odessa, Blok C1 No.12-16, Batam Kota, Minggu (10/7/2022)
Sebelumnya, keluarga besar RSKH dan Klinik Harapan Kita Group salat Idul Adha 1443 H dan selanjutnya menyatu, berkumpul menyembelih, memotong dan memasukkan daging tadi ke dalam kantong plastik.
Direktur RSKH drg Raviq MARS dan dari klinik Harapan Kita Group dr Lulu dari Jakarta menyebutkan, ratusan kantong daging hewan kurban tadi mereka bagikan untuk internal, kepada warga sekitar RS Keluarga Husada (RSKH) dan Klinik Harapan Kita Group. Juga dibagikan kepada warga kurang mampu dan panti asuhan di Tanjung Sengkuang, Tiban dan beberapa daerah lainnya.
Sementara itu, Owner RSKH dan Klinik Harapan Kita Group, Hj Yuliana S. Tr. Keb. SE. MARS dari Mina, Arab Saudi menyebutkan, kurban merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT dan melanjutkan jiwa sosial berbagi Nabi Ibrahim AS. Ini sesuai dengan tema kali ini yaitu: Jadikan Kurbanmu Aksi Nyata untuk Berbagi Bersama
Diakui Yuliana, sejak awal RSKH dan 7 klinik berdiri, mereka berupaya agar wujud rasa syukur (berkurban) ini terus dijalankan.
‘’Alhamdulillah. Lewat kurban, kebersamaan, kekompakan, rasa syukur, urusan dimudahkan dan kesehatan kita semua semakin ditambah Allah,’’ papar Yuliana dalam pesannya melalui WhatsApp. (*)
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (Dok. Dery Ridwansah/JawaPos.com)
batampos – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar akhirnya memutuskan hadiri panggilan sidang etik yang dilakukan Dewan Pengawas KPK (Dewas KPK), setelah Selasa (5/7) sebelumnya tak datang dan memilih pergi ke acara G20 Anticorruption Working Group Meeting, di Bali.
Lili datang melalui pintu samping Gedung KPK lama, sekitar pukul 10.10 WIB, dengan mengenakan setelah baju putih dipadu celana hitam dan kerudung merah.
Ditanya perihal kasus yang melilitnya, mantan Wakil Ketua LPSK itu tak menjawab sepatah katapun pertanyaan yang diajukan awak media, hingga masuk ke ruangan sidang. Di ruangan sidang lima anggota Dewas sudah bersiap menyidangkan Lili atas laporan dugaan pelanggaran etik menerima gratifikasi tiket nonton MotoGP dan penginapan di Lombok, NTB, beberapa waktu lalu.
Sebagaimana diketahui, Lili dilaporkan ke Dewas KPK atas dugaan pelanggaran etik karena menerima fasilitas mewah. Dugaan etik itu terkait Lili Pintauli menerima fasilitas nonton MotoGP Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Lili diduga mendapatkan fasilitas menonton MotoGP sejak 18 sampai 20 Maret 2022 pada Grandstand Premium Zona A-Red. Selain itu, Lili juga mendapatkan fasilitas menginap di Amber Lombok Resort pada 16 Maret sampai 22 Maret 2022. (*)
batampos – Di dunia, baru satu juta spesies serangga yang teridentifikasi. Sebanyak 4–5 juta sisanya belum terungkap. Well, serangga memang organisme yang keberadaannya sangat melimpah dan bisa hidup di mana aja. Salman Febyansyah punya hobi menarik, yakni mengoleksi berbagai jenis serangga atau biasa disebut dengan insektarium. Hobi satu ini cocok banget buat kamu si pencinta alam.
’’Tahun lalu, aku lagi iseng scroll galeri buat hapus foto karena memori penuh. Aku melihat salah satu foto serangga yang pernah aku awetkan dengan cairan resin saat SMA. Akhirnya, aku bikin insektarium lagi dengan menggunakan gel hand sanitizer. Ternyata
seru juga dan banyak yang tertarik melihat video proses pembuatannya yang aku upload di TikTok. Sejak itu, insektarium jadi hobi baruku,’’ tutur cowok asal Jombang itu.
Starter Pack
Jaring
Lem Pinset
Botol Kaca
Suntikan
Masker
Sarung Tangan Medis
Alkohol
Gel hand sanitizer yang mengandung etanol
Pigura
Insektarium bisa menjadi hobi koleksi yang menarik dan bermanfaat, lho. Selain memperluas pengetahuan tentang alam dan siklus kehidupan, mengoleksi serangga bisa menenangkan pikiran dan menjaga kesehatan. Kamu pun masih bisa melihat serangga tertentu yang sudah punah di masa depan. Jenis serangga yang dikoleksi beragam seperti semut, kecoak, capung, lalat, kupu-kupu, lebah, belalang, dan kumbang.
Foto-foto : Salman Febyansyah Untuk Zetizen
Ada dua metode yang bisa kamu aplikasikan untuk mengawetkan serangga. Untuk pengawetan basah, suntikkan cairan alkohol di seluruh tubuh badan serangga, terutama
bagian abdomen/perut. Jika serangganya nggak memungkinkan untuk disuntik, skip aja tahap ini. Rendam serangga yang sudah disuntik ke botol berisi cairan alkohol minimal sehari. Lalu, pindahkan serangga ke botol pengawetan dan masukkan gel hand sanitizer sampai penuh. Jangan lupa tutup botol dengan rapat biar gel hand sanitizer nggak menguap.
Nah, kalau pengawetan kering, biasanya lebih cocok untuk serangga bersayap. Caranya, masukkan serangga yang sudah mengering ke dalam wadah berisi tisu yang dibasahi air selama semalaman.
Lalu, lakukan proses pinning dengan mengatur posisi serta membentangkan kaki dan sayap serangga menggunakan pin. Suntikkan cairan alkohol di seluruh tubuh serangga, kemudian keringkan dalam oven khusus selama 3–7 hari dengan suhu 35–40 derajat. Voila! Tinggal pajang serangga di pigura.
Foto-foto : Salman Febyansyah Untuk Zetizen
’’Biar pengawetan yang kering terhindar dari semut, letakkan kapur barus di dalam pigura. Kalau pengawetan basah, kita perlu mengganti cairan alkohol dan gel hand sanitizer apabila warnanya sudah berubah dan berbau menyengat. Kesulitannya itu saat proses pencarian serangga yang sudah mati alami.
Meski begitu, hasilnya akan lebih bagus daripada serangga yang ditangkap dengan sengaja,’’ tandas Salman. Gimana, tertarik jadi kolektor serangga? (arm/c12/lai)
“Mengawetkan Serangga, Untuk Apa Sih?”
Reporter: VANY ALIFFIA Editor : AGNES DHAMAYANTI
Serangga adalah hewan yang menarik. Ada banyak orang yang suka mengoleksi dengan cara mengawetkan serangga. Pengawetan ini biasanya dilakukan untuk identifikasi ilmiah atau memang sebagai hobi. Pengawetan serangga biasanya dilakukan tidak ada tujuannya. Namun, sebenanya ada tujuan lainnya lho! Apa aja sih tujuan koleksi serangga? Yuk Simak! (*)
F. Dokumentasi Pribadi
Destyvana Eka Murti Akademi Kesejahteraan Sosial Yogyakarta @d.devanaa
Tidak jarang pula kita melihat pengawetan serangga itu dilakukan untuk kebutuhan koleksi, baik itu koleksi sebuah museum atau koleksi masing-masing pribadi untuk hiasan
semata. Selain itu bisa digunakan sebagai arsip dan bukti-bukti kekayaan hayari, selain dikoleksi pengawetan jenis serangga dilakukan sebagai arsif serta bukti keanekaragaman hayati yang ada di negara kita. Proses pengawetan ini bisa digunakan kemudian hari apabila telah terjadi kepunahan. So, jika dilakukan pengawetan yang baik maka fisik serangga tidak akan mengalami pembusukan maupun kerusakan. (*)
F. Dokumentasi Pribadi
Lidia Stella SMK N 7 Batam @lidiastlla
Mengawetkan serangga tentunya bisa menjadi hobi kita ketika merasa bosan, kalian bisa mengeksperimen kegiatan ini. Tujuannya tentu bisa untuk keperluan belajar atau pendidikan, jadi terkadang kita menjumpai pengawetan serangga dalam dunia pendidikan yang bertujuan sebagai pembelajaran langsung untuk memahami dan mengamati bentuk, ciri-ciri secara detail. Dengan cara kita mengawetkan serangga, maka akan semakin memudahkan kita untuk mempelajari bentuk fisiknya. (*)
F. Dokumentasi Pribadi
Muhammad Eka Syafhan Politeknik Negeri Batam @eka_syafhan
Tentunya sangat menarik. Apalagi ada tujuannya juga lho… yang dimana hobi ini untuk kebutuhan peneliti yang biasanya serangga diawetkan untuk diteliti seputar ciri-ciri, bagaimana cara hewan itu beradaptasi baik secara morfologi dan juga fisiologi. Namun, apakah dengan penangkapan serangga untuk diawetkan akan merusah ekosistem? Jawabannya adalah tidak sepenuhnya benar. Dilihat dulu tujuan dari kegiatan ini. Karena jika tujuannya sebagai pembelajaran, jadi penangkapannya pun hanya sekedar saja tidak sampai mengganggu ekosistem. Kecuali ditangkap secara berlebihan, yang biasanya dilakukan penjual hiasan dinding dan tidak mempertimbangakan keadaan habitatnya, itu baru menyebabkan terganggunya ekosistem. (*)
Anggota Polsek Bengkong membawa pelaku pencabulan yang berhasil ditangkap saat ekspos di Mapolsek Bengkong, Kamis (30/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Batam, Abdillah, mengatakan pengawasan terhadap panti harus ditingkatkan. Pengawasan tidak saja mengacu pada kejadian yang sudah terjadi, namun tindakan pencegahan agar tidak ada korban berikutnya.
Ia menjelaskan, setiap hari terdapat lebih dari 11 kasus anak yang terjadi di Batam. Berbagai perlakuan tidak menyenangkan masih mengancam anak-anak.
Pihaknya sudah meminta kepada anggota komisioner untuk turun langsung dan memantau kondisi anak yang saat ini sudah berada di rumah aman.
“Setiap hari kasus yang melibatkan anak terjadi. Untuk panti ini kami sudah melakukan pengawasan. Dengan keterbatasan anggaran dan tidak mendapat support dari Pemko Batam, komisioner tetap turun ke lapangan,” ujarnya.
Sebagai lembaga pengawasan, KPPAD selalu turun ke lapangan pada setiap kasus anak di Kota Batam dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggaraan perlindungan anak di Kota Batam.
Khusus kasus pencabulan di Bengkong, juga menjadi fokus dan catatan bagi KPPAD. Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan tempat yang aman, salah satunya di panti asuhan. Namun karena adanya oknum guru yang melakukan tindakan pelecehan ini, tentu ke depan ada langkah preventif yang perlu ditingkatkan dalam mencegah kasus terulang.
Komisioner Bidang Pengawasan Hak Hukum dan Hak Pengasuhan KPPAD Batam, Nina Inggit, mengatakan saat ini pihaknya masih memantau perkembangan korban yang sudah berada di rumah aman di Nongsa dan Sekupang.
Beberapa anak menjalani assessment untuk melihat kondisi psikis dan mental mereka usai menjadi korban pelecehan oleh oknum guru mengaji mereka di panti asuhan.
“Kemarin saya sudah mengecek kondisi mereka, dan alhamdulillah mereka sudah mulai lebih baik dari hari pertama dibawa. Kami ingin memastikan anak ini baik dari segi mental, fisik, dan lainnya. Sehingga dari hasil assessment tersebut bisa didapatkan nanti kesimpulan yang akan diambil terhadap nasib anak tersebut,” jelasnya.
Anak-anak yang menjadi korban pelecehan ini sangat membutuhkan perhatian dan tempat yang aman. Hal ini agar mereka tetap bisa tumbuh dengan kondisi mental yang sehat. Trauma yang ditimbulkan akibat tindakan yang mereka terima harus disembuhkan. Salah satunya dengan pendampingan secara langsung dan terus menerus.
“Mereka masih baik dalam berkomunikasi. Dan yang ingin kami harapkan tentu kondisinya membaik. Ke depan akan ditentukan bagaimana penanganan lebih lanjut terhadap anak ini usai assessment selesai dilakukan,” terangnya.
Selain mengawasi, tugas KPPAD juga memastikan perlindungan terhadap anak-anak tersebut. Dengan kejadian ini, tentu akan ada rasa ketakutan yang dirasakan anak-anak. Pihaknya ingin nanti anak-anak bisa bertumbuh dan melanjutkan kehidupan mereka lebih baik.
“Batam adalah kota ramah anak, untuk itu kita semua harus fokus menangani persoalan ini. Ada banyak hal yang perlu ditingkatkan agar kota ramah anak ini benar-benar bisa terwujud dengan baik,” ujar Inggit.
Sekretaris Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos) PM, Leo Putra, yang ikut dalam rapat bersama terkait panti bermasalah ini mengatakan saat ini terdapat kurang lebih 80 panti asuhan yang ada di Batam.
Ia menjelaskan, keberadaan panti ini sangat membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan anak. Panti asuhan menjadi rumah kedua bagi anak-anak yang kurang beruntung. Selama ini, keberadaan panti turut membantu menangani anak-anak yang butuh perhatian tersebut.
“Tidak semua panti bermasalah, maksudnya oknum panti yang berbuat seperti ini. Namun untuk kasus ini memang harus ditindak tegas. Karena sudah mengancam masa depan anak-anak,” kata Leo.
Terkait pengawasan panti asuhan ini, ia menjelaskan, dilakukan sejak awal mula pengajuan pendirian panti. Pihak Dinsos akan melakukan verifikasi dan turun ke lapangan untuk mengecek lokasi panti, berapa orang anak dan pembimbing yang ada di panti tersebut.
Ia menjelaskan, pengawasan rutin sudah dilakukan. Bahkan sekali dua tahun izin untuk panti ini wajib diperpanjang dan dilakukan pengecekan kembali. Dalam hal ini tim verifikasi kembali turun ke panti untuk memastikan kelayakan operasional panti.
Bagi panti yang tidak memenuhi prosedur, atau di dalam perjalanan pengoperasian ada hal yang perlu dilengkapi, pihaknya akan meminta pengelola panti untuk memenuhi syarat tersebut. Tidak saja itu, pihaknya jua melakukan edukasi kepada penanggungjawab panti bila ada hal yang harus dibenahi.
“Kita tidak bisa juga terlalu keras kepada panti-panti ini. Karena kehadiran panti yang benar dan berjalan sesuai dengan aturan sangat diperlukan dalam penanganan persoalan anak. Sebab sampai saat ini kita belum punya panti yang dikelola oleh daerah, sehingga keberadaan mereka sangat diperlukan,” jelasnya. (*)
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Balikpapan Kolonel Laut (P) Rasyid Al Hafiz sekaligus Kordinator Forum Koumikasi Maritim Balikpapan. (Imam Husein/Jawa Pos)
Sejak Presiden Joko Widodo mencanangkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, mobilitas angkutan barang dan orang di kawasan tersebut meningkat. Baik di jalur darat maupun laut. Jika tidak dikawal secara ketat, pasokan material bisa terhambat.
Ilham Wancoko, Balikpapan
“KALAU bisa mudah, kenapa harus dipersulit,” terang Komandan Pangkalan TNI-AL (Danlanal) Balikpapan Kolonel Laut (P) Rasyid Al Hafiz. Peningkatan volume kapal penumpang dan kapal yang memuat logistik membawa kerawanan tersendiri. Ibarat jalan tol, pesatnya pertambahan jumlah kendaraan tak sebanding dengan pertumbuhan lebar dan panjang jalan tol. Kondisi itulah yang menggambarkan perairan di sekitar Pelabuhan Balikpapan.
Berdasarkan data Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan, rata-rata jumlah penumpang kapal sebelum ada IKN hanya 250 orang per hari. Kini melonjak menjadi 800-900 orang per hari. Begitu pula dengan kapal logistik yang memuat berbagai material kebutuhan pembangunan IKN. Dari yang awalnya hanya satu kapal logistik perhari, bisa mencapai lima hingga delapan kapal.
Peningkatan itu harus direspons dengan membuat sistem yang efektif dan efisien untuk munculnya berbagai masalah. “Misalnya, kapal terlalu lama antre, kapal mogok, dan masalah-masalah lain,” terang mantan Komandan KRI Sultan Iskandar Muda 367 tersebut.
Tanpa membuat sistem, hambatan untuk pembangunan IKN bisa jadi muncul. “Makanya, dibuat sistem untuk mengawal logistik IKN dari masuk pelabuhan hingga pengawalan sampai ke IKN,” lanjutnya. Mantan Komandan KRI Yos R. E. Martadinata 331 itu memanfaatkan Forum Komunikasi Maritim. Forum ini terdiri atas seluruh unsur maritime. Mulai Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP), Assosiation of Ship Owner (asosiasi pemilik kapal), Danlanud Balikpapan, Dandim, Kapolres, Wali Kota, hingga DPRD. “Danlanal dipercaya sebagai koordinatornya,” katanya.
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Balikpapan Kolonel Laut (P) Rasyid Al Hafiz sekaligus Kordinator Forum Koumikasi Maritim Balikpapan menaiki Sea Rider 08 Lanal Balikpapan. (Imam Husein/Jawa Pos)
Forum Komunikasi Maritim mendukung penuh pembangunan IKN dengan memangkas jalur birokrasi. Semuanya berkoordinasi untuk bisa membuat kapal tiba secepat mungkin. “Memangkas waktu antre masuk ke pelabuhan,” ujarnya.
Untuk kapal yang membutuhkan prioritas, misalnya kapal logistik yang mengangkut material IKN, asosiasi pemilik kapal bisa langsung memberikan informasi. “Saat kondisinya begitu, semua mengutamakan kapal bisa sandar,” jelasnya. Selanjutnya, setelah bongkar muatan, Kodim dan Polres bisa melakukan pengawalan hingga menuju ke IKN. Karena semua anggota forum, maka semua otomatis mengetahuinya. “Sehingga pergerakan cepat,” urainya.
Jadi, sebenarnya forum tersebut tidak hanya mengawal masuk ke pelabuhan, tapi juga hingga transportasi darat. Dia menuturkan, pentingnya pengawalan menyeluruh itu agar tidak terjadi hambatan. Hambatan di darat juga bisa mempengaruhi proses bongkar muat di pelabuhan. “Ini diantisipasi,” ujarnya.
Bila terjadi kecelakaan di laut, misalnya, Forum Komunikasi Maritim juga memiliki peran vital untuk merespons cepat. Dia mengatakan, beberapa waktu lalu ada kapal kandas yang perlu diatasi. “Kita bergerak cepat untuk menariknya, sembari menunggu air pasang,” ungkapnya. Kapal kandas termasuk kondisi rawan yang bisa membuat lalu lintas menuju pelabuhan terhambat.
Untuk mengantisipasi kerawanan di laut, sesuai dengan perintah dari Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, dilakukan perkuatan maritim untuk mendukung IKN. Hal itu diwujudkan dengan tidak hanya membuat sistem Forum Komunikasi Maritim, namun juga meningkatkan pengawasan transportasi laut.
“Pengawasan ini dilakukan dengan triple check,” tegasnya. Pertama, Lanal Balikpapan memanfaatkan aplikasi Marine Traffic untuk mengawasi pergerakan automatic identification system (AIS) kapal. Pengawasan secara elektronik diperkuat kesepakatan dengan asosiasi pemilik kapal. “Sepakat untuk secara terus menerus menghidupkan AIS,” paparnya.
Selanjutnya, pengawasan elektronik menggunakan aplikasi GPS Tracker hasil koordinasi dengan pemilik kapal. Posisi kapal selalu diinformasikan untuk memastikan sesuai dengan jalur. “Ini pemilik kapal koordinasi dengan kita,” jelasnya.
Pengawasan disempurnakan dengan metode ketiga, yakni pengawasan secara visual di pos pengamatan. Jadi, dua hasil pengawasan elektronik itu dikombinasikan dengan pengawasan visual. “Karena bisa jadi AIS dimatikan atau malah AIS ditinggal, tapi kapal berjalan. Bisa juga ada perahu nelayan yang sedikit menghalangi kapal, semua kondisi kerawanan harus diantisipasi ,” paparnya.
Saat ini pos pengawasan tersebut sedang dalam proses pembangunan. Kendati infrastruktur belum selesai, pos pengawasan ini telah dilengkapi dengan tim reaksi cepat. Dua speedboat disiagakan untuk melakukan tindakan darurat atau respons lainnya. “Kalau misalnya terjadi kebakaran di kapal atau kondisi darurat lain, petugas bisa langsung bertindak dalam hitungan menit,” tegasnya.
Menurutnya, pengawasan terhadap kebijakan pemerintah juga dilakukan di Lanal Balikpapan. Misalnya, kebijakan larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO). “Kami juga identifikasi kapal CPO hingga memastikan benar-benar CPO itu untuk konsumsi dalam negeri,” ujarnya.
Caranya, berkomunikasi dengan pemilik kapal meminta agar AIS dihidupkan. Lalu, GPS tracker juga benar-benar diinformasikan. “Pemilik kapal ini sampai mengirim screenshoot posisi kapal dari GPS tracker ke saya,” ujarnya.
Lalu, Lanal Balikpapan juga mengecek ke Bea Cukai, memastikan tidak ada pembayaran pajak untuk ekspor CPO. Serta, meminta informasi ke KSOP memastikan bahwa izinnya ke dalam negeri. “Saat itu izinnya berlabuh ke Kotabaru,” urainya.
Setelah itu, dia menuturkan, pengecekan langsung dilakukan dengan meminta bantuan dari Lanal Kotabaru. “Saya minta dicek benar, CPO itu masuk pabrik dan diolah menjadi migor untuk masyarakat,” ungkapnya.
Mengapa sampai seketat itu? Dia ingin memastikan masyarakat Indonesia benar-benar mendapatkan migor. Serta mendukung program pemerintah menurunkan harga migor. “Kalau tidak seketat itu, bisa-bisa CPO keluar negeri. Kami juga kena getahnya,” urainya.
TNI-AL juga memiliki Pusat Informasi Maritim (Pusinfomar) di Jakarta. Pernah beberapa kali Pusinfomar memberikan informasi adanya kapal yang bergerak anomali, berpindah-pindah posisi. “Saya langsung cek penyebab perpindahan posisi yang anomali itu,” ucapnya. Setelah dikomunikasikan dengan kapten kapal, ternyata kapal tersebut sedang mencari posisi tepat untuk lego jangkar. “Hal sekecil ini pun terawasi,” urainya.
Sementara itu, Urlidkrim Pengamanan Fisik, Pengamanan Material, Dokumen dan Instalasi Serma Laut Wahyudi menuturkan, peningkatan jumlah penumpang masuk Pelabuhan Balikpapan cukup signifikan. Peningkatan jumlah penumpang itu perlu diatur. Jangan sampai muncul masalah-masalah tertentu. “Kami upayakan kenyamanan penumpang tidak terpengaruh,” tuturnya.
Untuk kapal logistik, lanjutnya, peningkatan juga terjadi cukup banyak. Sebelum IKN dibangun, jumlahnya hanya satu per hari. Namun, kini bisa mencapai empat atau lima kapal per hari. “Kalau yang logistik IKN, kami utamakan untuk bongkar muat terlebih dahulu,” tegasnya.
Dengan meningkatnya jumlah penumpang dan kapal logistik, Wahyudi mengaku bahwa jam kerjanya juga terus bertambah. Bila sebelum IKN biasanya pukul 21.00 sudah pulang ke rumah. Tapi, sekarang terkadang pukul 23.00 baru bisa beristirahat di rumah. “Tapi tak mengapa, saya memang ingin berpetualang, apalagi bisa melayani masyarakat,” tuturnya.
Tapi semua itu bisa dilakukan selama istri dan anak tidak protes mengapa selalu pulang terlalu malam. “Kalau keluarga protes, saya juga bingung. Tapi, sudah biasa kok mereka, biasa ditinggal,” ujarnya, lalu tersenyum. (*)
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (kanan) berpose bersama Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di podium Malaysia Masters 2022. (Mohd Rasfan/AFP)
batampos – Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kembali gagal meraih gelar sepanjang 2022. Masuk final tiga kali, Hendra/Ahsan selalu tumbang pada partai puncak.
Terbaru, Minggu (10/7), Hendra/Ahsan dikalahkan junior mereka Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada final Malaysia Masters 2022. Hendra/Ahsan kalah dalam rubber game dengan skor 12-21 dan 19-21.
Sebelumnya, Hendra/Ahsan kalah di final India Open dan All England. Sama seperti hari ini, pada All England, Hendra/Ahsan juga dikandaskan sesama pemain Indonesia, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri.
“Alhamdulillah tetap bersyukur sudah bisa melewati partai final ini walau dengan kekalahan. Selamat juga untuk Fajar/Rian,” kata Ahsan dikutip dari siaran pers PP PBSI.
“Di game pertama, kami kalah angin lumayan kencang jadi tertekan terus. Sulit untuk keluar dari tekanan tersebut. Di game kedua kami mulai bisa menekan. Tapi di poin-poin akhir banyak melakukan kesalahan sendiri,” tambah Ahsan.
Hendra menambahkan bahwa mereka tetap fight walaupun menghadapi kompatriot sendiri.
“Performa Fajar/Rian sudah bagus tapi tetap harus stabil ya dan semoga ke depannya, kami berharap mereka bisa juara yang lebih besar lagi,” tambah Hendra.
Setelah ini, Hendra/Ahsan akan langsung fokus untuk di Singapore Open 2022. “Semoga hasilnya bisa lebih baik,” ucap Hendra.
Bagi Fajar/Rian juara tahun ini adalah gelar Malaysia Masters kedua dalam karier mereka. Sebelumnya, Fajar/Rian menjadi kampiun pada edisi 2018. Total, Fajar/Rian mampu menjadi juara pada empat turnamen level Super 500.
Selain di Malaysia Masters 2018 dan 2022, Fajar/Rian juga menjadi juara di Korea Open 2019 dan Indonesia Masters 2022.
“Pertama-tama mengucap syukur Alhamdulillah hari ini diberikan kelancaran dan kemenangan. Senang dan bangga, bukan hanya karena juara tapi karena bisa menang lawan senior kami apalagi sudah sangat berpengalaman,” ucap Rian dikutip dari siaran pers PP PBSI.
“Tetap banyak evaluasinya walau sudah dapat tiga gelar dan tiga runner-up. Kami tetap tidak mau mudah puas karena masih banyak turnamen di depan yang ingin kami raih. Salah satunya Kejuaraan Dunia,” tambah Rian.
Memang, penampilan Fajar/Rian sangat konsisten tahun ini. Sejak kandas pada babak pertama All England 2022, FajRi sukses menembus enam final. Dari enam final itu, Fajar/Rian tiga kali menjadi juara yakni di Swiss Open, Indonesia Masters, dan Malaysia Masters.
Sedangkan kekalahan Fajar/Rian terjadi pada ajang Korea Open, Thailand Open, dan Malaysia Open. Saat final Thailand Open, Fajar mengalami cedera dan harus mundur.
“Alhamdulillah bersyukur bisa menang di pertandingan final hari ini. Minggu lalu kami menjadi runner-up dan hari ini kami bisa menjadi juara pastinya tidak mudah. Karena stamina sudah terkuras tapi kami bagaimana caranya untuk bangkit, untuk bisa lebih baik lagi,” ucap Fajar.
“Kami memang sudah siap di pertandingan hari ini. Kami tidak mau kekalahan minggu lalu terulang. Minggu lalu kami merasakan stamina kami terkuras, jadi kami lebih menyiapkan stamina dan fokusnya.”
“Kami tidak terlalu memikirkan siapa lawan kami, walau lawan teman sendiri tapi kalau sudah di lapangan tetap namanya lawan. Kami juga kan mau titel untuk menambah kepercayaan diri,” kata Fajar lagi.
Untuk jangka pendek, Fajar ingin berprestasi di Singapore Open yang berlangsung 12 sampai 17 Juli.
“Semoga tetap bisa mempertahankan konsistensi dan performa permainan. Kalau bisa, raih gelar juga. Kami perlu poin untuk ke depan. Unfreeze ranking nanti, kami mau upgrade,” kata Fajar. (*)
batampos – Santap daging baik kambing maupun sapi tanpa khawatir soal kolesterol ada trinya. Selain porsi yang sewajarnya, cara memasak pun dapat memengaruhi tingginya kadar lemak dan kolesterol.
Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam membenarkan daging kambing dan daging sapi termasuk kelompok daging merah yang banyak mengandung lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh.
”Lemak jenuh ini banyak mengandung LDL atau lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah kita baik pembuluh darah otak dan pembulih darah jantung,” katanya kepada JawaPos.com, Minggu.
Namun selain lemak yang dikhawatirkan bisa meningkatkan kolesterol, masih kata Ari Fahrial, daging merah baik kambing maupun sapi juga mengandung protein hewani. Protein ini dibutuhkan untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun.
”Jadi, daging tetap penting karena mengandung protein tinggi. Asal jangan berlebihan. Karena kalau jumlahnya berlebihan akan mengganggu kesehatan kita,” katanya.
Arsip – Orang-orang berjalan melewati hotel kasino Grand Lisboa di Makau, China, 21 Desember 2019. (ANTARA/REUTERS/Jason Lee)
batampos – Semua kasino di Makau untuk pertama kalinya ditutup dalam lebih dari dua tahun ketika pihak berwenang berjuang menahan penyebaran wabah COVID-19 terburuk di pusat judi terbesar di dunia itu.
Lebih dari 30 kasino di kota itu dan bisnis lain yang tidak esensial ditutup selama satu pekan dan masyarakat diperintahkan untuk tinggal di rumah.
Polisi akan memantau pergerakan orang di luar dan hukuman keras akan dijatuhkan bagi mereka yang tidak patuh, kata pemerintah.
Rumah sakit, apotek, toko swalayan, dan pasar makanan segar termasuk ke dalam beberapa layanan penting yang boleh tetap dibuka.
Makau telah mencatat sekitar 1.500 kasus COVID-19 sejak pertengahan Juni. Sekitar 19.000 orang berada dalam karantina wajib, menurut data pemerintah.
Kasino-kasino di Makau sebelumnya pernah ditutup pada Februari 2020 selama 15 hari, tindakan yang belum pernah diambil sebelumnya untuk memerangi penyebaran virus corona.
Pemerintah Makau sempat ragu-ragu untuk menutup kasino karena fungsinya untuk menjamin ketersediaan lapangan kerja.
Industri kasino mempekerjakan sebagian besar penduduk di kota itu secara langsung dan tidak langsung dan menyumbang lebih dari 80 persen pendapatan pemerintah.
Sebelum kebijakan penutupan itu, banyak kasino di Makau telah menutup operasi dalam beberapa pekan terakhir, karena tidak ada penjudi dan jumlah staf yang bekerja pun sedikit setelah pemerintah meminta orang-orang bekerja dari rumah.
Para analis mengatakan kemungkinan penutupan kasino dapat diperpanjang beberapa pekan lagi dengan pertimbangan bahwa pemulihan pendapatan dari industri itu tidak mungkin terjadi sampai akhir kuartal ketiga atau keempat.
“Bahkan jika wabah di Makau terkendali, kemungkinan akan memakan waktu beberapa pekan lagi sebelum Makau-Zhuhai dapat menghapus persyaratan karantina,” kata Terry Ng, analis di perusahaan pasar modal Daiwa Capital Markets di Hong Kong.
Pihak berwenang telah menambahkan dua hotel di resor kasino terkenal untuk digunakan sebagai fasilitas medis COVID sebagai upaya meningkatkan kapasitas layanan kesehatan untuk menangani lonjakan kasus infeksi.
Lebih dari 90 persen penduduk Makau telah divaksinasi COVID-19 secara lengkap, tetapi saat ini adalah kali pertama kota itu harus bergulat dengan varian Omicron yang menyebar cepat. (*)
Ibu-ibu memasang daging kambing di halaman Masjid Nurul Huda, Sei Tering, Melchem, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Sabtu (9/7/2022). F Panitia
Meriahkan Idul Adha 1443 H
batampos – Dengan suasana akrab, penuh kekeluargaan, puluhan ibu memotong dan memasak 7 ekor kambing untuk kekah di halaman Masjid Nurul Huda, Sei Tering, Melchem, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Sabtu (9/7/2022).
Ketua RW 07 Masjid Nurul Huda, Sei Tering, Melchem, Kelurahan Tanjung, Siti Fatimah menyebutkan, pemotongan 7 kambing ini dilakukan tokoh masyarakat Melchem, Yahya Andi. Pada tahapan penyembelihan dan lainnya, Yahya dibantu belasan bapak yang merupakan warga sekitar.
Namun untuk eksekusi masak-masak agar nikmat masuk ke dalam perut, ibu-ibu di Melchem tadi diragukan lagi. Bapa-bapak harus menyerah. Mereka adalah ibu-ibu tangguh, jago masak dan biasa mandiri di dapur. Semangat mereka semakin terpompa manakala jago-jago masak dari Melchem tersebut berkumpul.
Saat memasak daging kambing tersebut, terdengar canda tawa, dan cerita lucu dari ibu-itu tersebut. Ada saya yang mereka ceritakan. Semua dalam kerangka kebersamaan dan penuh kekeluargaan.
‘’Kita menyadari, ibu-ibu perlu hiburan. Saat berkumpul, masak daging inilah, menjadi salah satu momen yang mereka tunggu untuk bersilaturahmi,’’ papar Siti Fatimah.
Sebagian daging kekah ini, mereka simpan dan bagikan untuk para bapak ibu yang melakukan pemotongan dan pembagian hewan kurban usai salat Idul Adha 1443 H, Minggu (10/7/2022).
Siti mengakui, kekompakan warga Melchem bukan hanya saat memasak daging kambing. Saat berkeringat, memotong rumput, mengangkut sampah pun, mereka juga semangat. Juga terlibat memberi semangat, mengantar kopi dan kue untuk para bapak yang melakukan ronda malam, mengamankan lingkungan.
Semua ini papar Siti, tidak terlepas dari keinginan ibu-ibu dan juga bapak-bapak untuk membersihkan lingkungan, membantu masyarakat, agar lingkngan mereka aman dari maling pencuri, bersih dan kegiatan keagamaan, kegiatan sosial budaya berjalan baik dan memuaskan.
‘’Insya Allah, kekompakan ini akan terus berjalan baik, sehingga apapun yang kita rencanakan, jalankan bisa sesuai dengan target yang kita harapkan,’’ tutup Siti. (*)
Anggota Polsek Bengkong membawa pelaku pencabulan yang berhasil ditangkap saat ekspos di Mapolsek Bengkong, Kamis (30/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Kasus pencabulan terhadap anak di Batam meningkat Modusnya beragam: dari memacari korban, mengancam, hingga mengimingi uang dan barang.
Reporter: YOFIE YUHENDRI dan YULITAVIA
“Kalau dapat, kubunuh kau!” MJ, pria berumur 50 tahun, berteriak-teriak di Markas Polsek Bengkong, Batam, Senin (27/6) malam lalu.
Kemunculan Abdul Siddik di hadapannya, dalam kawalan ketat petugas kepolisian, membuat pitamnya naik tak terkendali. Ia marah sejadi-jadinya. Ia berusaha mengejar Abdul Siddik, tapi polisi menarik tangannya.
Abdul Siddik adalah guru mengaji di sebuah panti asuhan di Bengkong Sadai. Di panti asuhan itulah, MJ seorang ayah dengan tiga anak, menitipkan dua putrinya yang masih kecil untuk belajar. NA (9) dan adiknya NK (7) sudah dititipkan selama tiga tahun di panti tersebut.
Kemarahan MJ bermula pada awal Juni lalu. Saat itu, dua putrinya NA dan NK pulang ke rumah mereka di Melcem, Batuampar, dalam rangka liburan sekolah. Ketika masa libur usai, NA dan NK enggan balik ke panti. Mereka seperti orang ketakutan.
“Awalnya anak (NA dan NK) tidak mau cerita (kenapa menolak kembai ke panti). Namun karena dipaksa abangnya, akhirnya dia mengaku sudah dicabuli (oleh Abdul Siddik),” katanya. Dalam dua tahun terakhir, sudah berulang kali Abdul Siddik mencabuli kedua bocah tersebut.
“Dari cerita abangnya itu saya langsung lapor ke sini (Mapolsek Bengkong). Sampai sekarang dia ketakutan ketemu orang dewasa,” ungkap MJ.
Ia bersumpah akan mengutuk perbuatan Abdul Siddik sepanjang hidupnya. Sebab, pelaku telah merusak mental dan masa depan kedua putrinya.
“Perbuatannya sudah sama dengan binatang. Seorang ayah tidak akan pernah menerima anaknya diginikan (dicabuli),” kata MJ sambil berlinang air mata.
Setelah polisi turun mengusut laporan MJ, belakangan terkuak bahwa MJ telah mencabuli 10 anak panti, termasuk anak pemilik panti. Pria 20 tahun ini melakukan aksi kotornya sejak duduk di bangku SMP atau saat berusia 15 tahun. Modusnya, untuk anak berusia 5-10 tahun, pelaku memberikan jajanan, sedangkan anak usia 10-17 tahun, pelaku mengancam dengan pukulan rotan.
Kasus yang melibatkan Abdul Siddik bukan kasus pertama. Pada tahun 2021, kasus serupa juga terjadi di panti asuhan lain di Bengkong. Saat itu polisi menangkap DS, pengurus sekaligus anak pemilik panti asuhan. Pria 27 tahun ini terbukti mencabuli empat anak panti.
“Dalam setahun kita (Mapolsek Bengkong) menangani hingga enam kasus pencabulan. Dan seluruhnya terungkap, pelaku berhasil ditangkap,” kata Kanit Reskim Polsek Bengkong, Iptu Rio Ardian.
Rio menjelaskan, dari kasus yang ditangani, pelaku pencabulan merupakan orang terdekat korban. Seperti sepupu, ayah tiri, tetangga, guru, hingga pacar korban.
“Tapi kebanyakan itu kasus yang ditangani pelakunya pacar. Biasanya itu korban kenal pelaku dari sosmed (sosial media),” ungkapnya.
Menurut Rio, untuk mencegah kasus pencabulan terhadap anak, pihaknya rutin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, hingga panti asuhan.
“Sosialisasi kita lakukan rutin. Dan pengawasan sangat penting. Walaupun dititipkan ke tempat penitipan atau ke panti asuhan, jangan sepenuhnya percaya,” katanya.
Di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Barelang tercatat terjadi peningkatan kasus pencabulan terhadap anak di tahun 2022. Di tahun 2021, polisi menangani 15 kasus, sedangkan di tahun ini hingga bulan Juni saja, terdapat 12 kasus.
“Dari seluruh kasus ini banyak perkara sudah P21. Dan masih ada yang dalam lidik,” ujar Kanit VI Satreskrim Polresta Barelang Iptu Dwi Dea Anggraini.
Dea menjelaskan, dari kasus yang ditangani, pelaku memiliki beberapa modus. Seperti mengimingi korban uang, membelikan barang berharga, memacari korban, menjanjikan korban untuk dinikahkan, hingga mengancam menyebarkan foto atau video syur korban.
Untuk pelaku, di antaranya berprofesi sebagai dokter, Manager Port Pertamina, guru mengaji, wartawan, pendeta, pegawai swasta, serta fotografer. “Banyak modus memacari korban,” kata Dea.
Dari data yang dihimpun, kasus pencabulan anak hingga korban hamil beberapa kali terjadi di Batam. Korban di antaranya masih berstatus pelajar.
Pada awal tahun 2021, polisi menangkap ZH, 34, dan KA, 52 tahun. Kedua pria ini ditangkap karena melakukan pencabulan terhadap anak tiri, dan anak tetangganya.
ZH melakukan pencabulan terhadap anak tirinya, AM 15 tahun. Warga Perumahan Bambu Kuning, Bukit Tempayan, Batuaji ini melakukan perbuatannya berulang kali hingga korban hamil 2 bulan.
Sedangkan KA, warga Ruli Baloi, Lubukbaja mencabuli anaknya TI, 13 tahun. Bahkan, pelaku juga melakukan aksinya terhadap anak tetangganya DN, 13 tahun, hingga hamil 4 bulan.
Kemudian polisi menangkap pejabat Pertamina berinisal TNM pada September 2021. Pria 44 tahun ini mencabuli anak berinisal A, 12 tahun. Siswi SMP ini hamil 5 bulan. Modusnya, pelaku memacari korban serta memberikan uang dan ponsel.
Selanjutnya, pada awal tahun 2022, polisi menangkap FA, warga Sekupang. Pria 18 tahun ini mencabuli pacarnya PT, 14 yang masih berstatus pelajar SMP hingga hamil 7 bulan.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman mengatakan kasus pencabulan anak menjadi perhatian khusus polisi. Menurut dia, di dalam kasus ini, keterangan dari korban sudah menjadi bukti yang sangat kuat.
“Jika anak itu bercerita (dicabuli), itu sudah menjadi bukti yang kuat. Logikanya, tidak mungkin anak kecil itu berbohong,” ujar Rahman.
Dengan maraknya kasus pencabulan di Batam ini, Rahman mengimbau dan meminta kepada orangtua meningkatkan pengawasan kepada anaknya. Seperti pengawasan penggunaan teknologi. Sebab, teknologi tersebut dapat mempengaruhi perkembangan dan pergaulan anak.
“Teknologi yang ada ini juga mempengaruhi. Perlu diawasi dengan siapa anak bergaul dan komunikasi,” tutupnya. (*)