Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 7200

Tidak Lolos di Sekolah Negeri, Sekolah Swasta Ada yang Murah

0
Ujian Ahir Sekolah 2 F Cecep Mulyana
ilustrasi pelajar. Mulyana / Batam Pos

batampos – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK masih menimbulkan polemik. Masyarakat yang anaknya tidak lolos pada PPDB masih menaruh harapan yang kuat agar anak mereka kembali diakomodir di sekolah negeri.

Inilah yang disampaikan oleh puluhan orangtua yang anaknya tidak lolos PPDB SMK Negeri. Meskipun mendaftar lagi ke SMA melalui kuota zonasi tapi mereka belum yakin sepenuhnya anak mereka lolos PPDB.

Para orangtua pun belum tenang sebab belum ada kepastian sekolah untuk anak-anak mereka. Sekolah swasta diakui memberatkan sebab biaya pendidikan yang jauh lebih mahal.

“Kemarin sudah tanya-tanya ke SMK swasta di sekitar sini. Rata-rata biaya masuk diatas Rp 4 juta. Belum lagi SPP dan lain sebagainya. Berat memang karena ekonomi lagi sulit,” ujar Hendrik, warga Kelurahan Bukit Tempayan, Batuaji, Senin (4/7).

Para orangtua ini berharap agar pemerintah daerah segera memberikan solusi yang tepat, agar anak-anak tetap melanjutkan pendidikan tanpa harus membebani orangtua dengan biaya yang berlebihan.

“Kami di Kelurahan Tanjunguncang ini juga kesulitan setiap tahunnya. Untuk SMA belum ada sama sekali di sini. SMA terdekat di SMAN 19 (wilayah kecamatan Sagulung). Itu sudah jauh dari lokasi pemukiman kami. Kalau sistem zonasi tentu anak kami tak bisa masuk. Ke swasta berat sekarang,” ujar Julius, warga lainnya.

Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri cabang Batam Noor Muhammad saat dikonfirmasi berharap agar orangtua atau siswa yang sudah mendaftar tak usah terlalu kuatir sebab proses PPDB belum usai. Pemerintah dalam hal ini Gubernur Kepri dan jajarannya tentu punya solusi untuk persoalan PPDB ini namun sementara waktu belum ada keputusan dari Gubernur.

“Masih menanti arahan dari pak Gubernur. Beliau pasti memikirkan masalah ini. Tentu ada solusi yang tepat nantinya,” ujar Noor.

Terkait polemik tersebut, sekolah swasta melalui Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Batam mengaku punya solusi. Sekolah swasta yang jumlahnya ada sekitar 200-an di Kota Batam tidak semuanya mematok biaya pendidikan yang mahal. Sekolah yang biaya pendidikan mahal tentu kualitasnya berbeda. Dengan demikian sekolah swasta juga punya pilihan bagi orangtua yang anaknya tidak lolos PPDB di sekolah negeri.

“Ada yang murah kok sekolah swasta. Tidak semuanya mahal (biaya pendidikan). Itukan grade-nya sekolah,” ujar Ketua BMPS kota Batam Muhammad Raihan, belum lama ini.

Sesuai dengan data yang ada, anggota BMPS Kota Batam, kata M. Raihan, mencapai 200-an sekolah dan ini sangat mampu mengakomodir semua siswa untuk melanjutkan pendidikan di SMP ataupun SD. Begitu juga dengan SMA dan SMK, BMPS Provinsi Kepri juga mampu mengakomodir sebab SMA dan SMK swasta di Kota Batam juga sangat mencukupi.

“Intinya di kebijakan pemerintah saja. Kalau semua mau akomodir di sekolah negeri ya tentu tak akan habis polemik ini. Kami ada loh. Persoalan SPP dan biaya administrasi lainnya tentu ada solusinya jika pemerintah mau merangkul kami dengan baik,” ujarnya.

Disebutkan Raihan, kebijakan penambahan ruangan kelas baru atau penambahan jumlah siswa di sekolah negeri bukan lah solusi yang tepat untuk mempertahankan mutu pendidikan di sekolah. Kebijakan ini hanya untuk menyenangkan hati masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri. Pemerataan siswa ke sekolah swasta adalah solusi yang tepat demi mempertahankan mutu pendidikan di sekolah.

“Swasta punya fasilitas yang memadai. Sangat taat dengan aturan yang ada. Ada kelebihan dengan berbagai pelatihan, bimbingan dan kegiatan ekskul. Kami selalu kekurangan siswa setiap tahunnya. Sementara sekolah negeri melimpah ruah dan terus dipaksakan untuk mengakomodir semua anak. Ini harus dirubah biar persoalan PPDB ini bisa terurai,” kata Raihan. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

Kemenkes Sebut 87 Persen Kasus Covid-19 di Indonesia BA.5

0
Tangkapan layar Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril dalam Siaran Sehat Bersama Dokter Reisa yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (4/7/2022). (Antara)

batampos – Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan bahwa sebanyak 87 persen kasus Covid-19 yang beredar di Indonesia merupakan sub-varian baru yakni BA.5.

“Sebagai informasi sudah 87 persen sub-varian BA.5, itu sudah mendominasi (pandemi) Covid-19 ini. Jadi (trennya) sudah bergeser ke sub-varian BA.5,” kata Syahril dalam Siaran Sehat Bersama Dokter Reisa secara daring diikuti di Jakarta, Senin.

Syahril menyatakan meskipun sub-varian BA.5 sudah mendominasi, namun gejala yang ditimbulkan pada pasien Covid-19 tidak lebih berat dibandingkan dengan varian Omicron yang sempat mengakibatkan terjadinya lonjakan kasus pada awal tahun 2022.

Gejala yang lebih ringan dibandingkan Delta dan Omicron tersebut kemudian membuat keterisian tempat tidur di rumah sakit (BOR) saat ini berkisar delapan hingga sembilan persen.

“Sehingga kalau kita lihat data di sini, yang sakit sedang hanya sekitar delapan sampai sembilan persen. Jadi tidak seperti halnya Delta maupun Omicron yang lalu, jadi tidak usah khawatir tingkat keganasannya atau tingkat keparahannya, itu tidak terlalu berat, sehingga kita lebih banyak orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan saja,” kata dia.

Saat ini yang terpenting, kata Syahril, adalah kewaspadaan yang dibangun baik dari pemerintah maupun masyarakat agar tidak terlena dengan kondisi yang sudah terkendali, sehingga keterisian rumah sakit tidak melonjak tinggi serta menekan potensi terjadinya kematian pada pasien Covid-19.

“Kewaspadaan bersama artinya masyarakat juga harus waspada, pemerintah apalagi. Hanya satu yang harus kita waspadai yaitu melakukan dan mencegah penularan. Kedua mengendalikan, kalau orang sudah kena, tidak apa-apa, tapi yang penting terkendalikan agar tidak terlalu berat,” ucap Syahril.

Sebagai bentuk pengendalian pandemi Covid-19, pemerintah sendiri mulai menerapkan kembali pelonggaran-pengetatan kebijakan guna mengikuti tren naik turunnya kasus positif di tengah masyarakat.

Seperti yang ditegaskan dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 nomor 20 tahun 2022 terkait protokol kesehatan pada pelaksanaan kegiatan berskala besar dalam masa pandemi Covid-19 yang mulai berlaku per 21 Juni 2022.

Pemerintah juga kembali meningkatkan kapasitas tes Covid-19 beserta pelacakan kasus positif. Berbagai fasilitas kesehatan pun telah disiapkan apabila lonjakan kasus BA.5 terjadi di Indonesia.

“Pak Menteri juga sudah membuat edaran kepada seluruh rumah sakit terutama di Jakarta, untuk waspada. Sebagian dulu, andaikan terjadi lonjakan dirawat, kita sudah siap. Wisma Atlet saya kira juga sudah bagus mereka sudah siap,” ujar Syahril.

Syahril berharap dengan semua upaya pemerintah yang dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam masyarakat, pengendalian Covid-19 dapat berhasil dan mencegah terjadinya gejala berat pada pasien Covid-19. (*)

Reporter: JP Group

Sentra Oleh-oleh Batam Dipastikan Harganya Lebih Murah

0
Disperindag Bentuk Pusat Oleh Oleh Batam 1 F Cecep Mulyana scaled e1653193488841
Kepala Dinas Perdagangan Kota Batam Gustian Riau dan managemen Mall Botania 2 memberikan pemeparan kepada sejumlah UMKM pada rapat rencana pembentukan tempat pusat oleh oleh Batam di MB2 , Jumat (20/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Desain lokasi yang menjadi pusat oleh-oleh di Batam yakni lantai 2 Mall Botania (MB) 2 Batamcenter hampir rampung. Rencananya, tempat yang diberi nama Sentra Oleh-oleh batam ini akan diresmikan tanggal 20 Juli mendatang.

Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau sudah bisa memastikan kapan waktu peresmian Sentra oleh-oleh setelah sempat tertunda. Hal itu dikarenakan, pengerjaan desain lokasi hampir selesai.

“Kemarin tertunda karena desainya belum selesai, tapi saat ini sudah tahap pengerjaan. Insyallah diresmikan tanggal 20 Juli ini,” ujar Gustian, kemarin.

Dikatakan Gustian, desain yang digunakan masih memakai ornamen melayu dan lainnya. Ada juga gapura, sebagai jalur masuk utama pusat oleh-oleh Batam tersebut.

“Persiapan hampir matang, desain masih ada melayu-melayunya,” kata Gustian.

Untuk konsepnya, lebih seperti swalayan. Dimana untuk pembayaran dilakukan di satu tempat saja. Hal itu dirasa lebih memudahkan para wisatawan yang hendak berbelanja.

“Jadi bayarnya di satu tempat saja, lebih efesien bagi yang ingin cepat,” imbuh Gustian.

Ia juga memastikan, harga oleh-oleh yang dijual disana lebih murah dibanding tempat-tempat lain. Murah yang dimaksud, bukan berarti rasa dan packingannya ala kadar.

“Packingnya bagus, harga juga murah,” tegas Gustian.

Diketahui, bulai Mei lalu Disperindag merencanakan pusat oleh-oleh di Batam yang melibatkan UMKM di Batam. Lokasi Sentra UMKM akan diisi dengan berbagai macam produk UMKM, mulai dari makanan dan minunan, kerajinan, batik Batam dan lainnya. (*)

 

Reporter : Yashinta

Di Tanjungpinang, Selain Berlabel SL, Hewan Kurban Juga Diberi Tanda Ini

0
Petugas menyemprot disinfektan pada salah satu kandang sapi milik warga, belum lama ini. F. ist

batampos- Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang tidak hanya memberi label sehat layak (SL) tapi juga akan memberi tanda barcode pada hewan kurban untuk memastikan kondisi ternak dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala DP3 Tanjungpinang, Yoni Fadri mengatakan dari barcode itu pembeli bisa mengakses informasi mengenai hewan kurban yang akan dibeli. Masyarakat dapat memastikan langsung kesehatan dan kelayakan hewan kurban tersebut dengan cara memindai code barcode yang dikalungkan pada sapi kurban melalui google.

“Nanti di barcode itu ada informasi tertulis asal hewan ternaknya, peternaknya siapa, pemiliknya siapa, diperiksa oleh dokter mana, dan tanggal berapa diperiksanya,” kata Yoni, Minggu (3/7).

BACA JUGA: Atasi Krisis Ketersediaan Sapi, Pedagang Karimun Datangkan Sapi dari Daerah Ini

Yoni menyampaikan kepada pengurus masjid maupun individu yang sudah membeli hewan kurban, tapi belum berlabel SL dan barcode, bisa menginformasikan ke DP3 untuk dilakukan pemeriksaan.

“Bagi hewan kurban yang belum diberi tanda SL tapi sudah dibeli, dapat menginformasikan ke DP3. Nanti, tim kami akan turun melakukan pemeriksaan dan diberikan tanda barcode,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Yoni pihaknya sudah melakukan pemeriksaan hewan kurban ke masing-masing peternak dan pedagang dengan memberikan tanda SL dan Barcode sedangkan hewan kurban masjid akan dilakukan pada saat hari raya kurban untuk pemeriksaan ante mortem dan post mortem.

“Selain digantungkan label SL, kita juga tandai sapi-sapi kurban berbasis barcode. Pemberian tanda tersebut sudah dilakukan sebanyak 300-an ekor sapi di wilayah Tanjungpinang Timur,” sebutnya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Peternakan, Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DP3, Wan Tin Diarni menambahkan kegiatan pemeriksaan hewan kurban akan dilaksanakan selama lima hari sejak 29 Juni hingga 5 Juli 2022 besok.

Berdasarkan data terakhir, jumlah sapi kurban yang akan diperiksa sebanyak 942 ekor, tapi angka tersebut pasti bergerak karena ada sapi yang sudah dibawa pembelinya atau di jual ke Bintan.

“Minggu ini kita data lagi. Kalau stok kambing ada 200-an lebih, tapi pembeli kambing ini, ada yang untuk kurban, ada juga untuk aqiqah. Tetapi jika tujuannya untuk kurban, kita akan berikan tanda SL dan barcode,” jelasnya.

Sampai saat ini, tercatat hewan kurban yang sudah terjual mencapai 78 persen dan sapi yang belum terjual masih tersisa 22 persen. Bagi masyarakat yang masih membutuhkan sapi kurban, bisa langsung mengubungi DP3 dan nanti kita arahkan ke peternak mana yang masih punya stok.

“Karena kita punya data, kami membantu peternak agar sapi kurbannya terjual. Nanti kita arahkan langsung ke peternaknya. Jadi, masyarakat tidak perlu bingung mencari sapi kurban yang sehat juga layak,” ucapnya. (*)

reporter: Peri Irawan

Capaian PAD Batam Melenceng Dari Proyeksi, Ini Sebabnya

0
Parkir Samping BCS Mall f Iman Wachyudi
Ilustrasi. Salah seorang juru parkir saat memungut retribusi parkir. Foto: Dokumentasi Batam Pos

batampos – Capaian pendapatan asli daerah (PAD) Batam masih jauh dari target yang sudah diproyeksikan Desember tahun lalu. Rendahnya realisasi retribusi daerah dari beberapa sektor menyebabkan angka capaian sulit untuk memenuhi target yang ada.

Tingginya target serta diiringi belum pulihnya kondisi pasca pandemi Covid-19 menjadi penyebab belum maksimalnya capaian di semua sektor penghasil. Sektor pariwisata yang diharapkan bisa menjadi pendongkrak capaian sampai saat ini belu memperlihatkan hasil yang signifikan.

Memasuk paruh ke dua tahun ini, berdasarkan halaman siependa.batam.go.id realisasi PAD baru berada di angkat Rp 462 miliar dari target 1,6 triliun atau 28 persen.

Beberapa sumber pendapatan dari pajak juga masih berada di bawah 50 persen, meskipun sudah memasuki paruh kedua tahun ini. Pajak restoran menjadi penyumbang tersebar saat ini dengan pencapaian Rp 43 miliar dari 127 miliar. Begitu juga dengan PJU Rp 118 miliar dari target Rp 273 miliar. Diikuti pajak hotel Rp 29 miliar dari target Rp 132 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam, Raja Azmansyah mengatakan meskipun belum maksimal namun capaian di sektor pariwisata sudah cukup menggembirakan. Membaiknya sektor wisata antara Batam, Singapura, dan Malaysia turut memberikan efek berganda terhadap sektor pendapatan.

“Untuk saat ini sudah mulai ada pergerakan, meskipun capaian masih jauh dari target yang sudah ditetapkan. Kendati demikian hasil positif ini bisa menjadi awal di bulan berikutnya, bahkan hingga akhir tahun mendatang,” kata Azmansyah, Senin (4/7).

Ia mengakui beberapa sektor pendapatan dari retribusi masih jauh dari harapan. Misalnya untuk capaian retribusi parkir tepi jalan, dari target Rp 40 miliar jumlah yang baru tercapai adalah Rp 1,6 miliar atau 2,9 persen. Tidak saja itu sampai saat ini Batam juga masih kehilangan sumber pendapatan dari retribusi IMTA. Tahun ini Batam diharapkan bisa mendapatkan Rp 28 miliar dari IMTA.

“Namun masih terkendala di Perda Retribusi dan pajak yang tahun ini mengalami perubahan. Tidak saja itu, penerapan kenaikan pajak yang direncanakan bisa diterapkan April lalu juga molor sampai saat ini, karena Perda tersebut,” sebutnya.

Azmansyah berharap sektor wisata bisa menjadi penopang sumber pendapatan, di tengah masih belum maksimalnya capaian dari retribusi daerah. Menurutnya meningkatnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) bisa menjadi stimulus hingga Desember mendatang.

Sehingga pariwisata bisa kembali menjadi penyumbang terbesar untuk PAD Batam. Setiap tahunnya 24 persen dari PAD Batam bersumber dari sektor pariwisata. Dengan membaiknya tren kunjungan bisa memberikan efek terhadap capaian PAD Batam ke depannya.

Sektor lainnya yang juga diharapkan bisa terus membaik adalah capaian BPHTB. Azmansyah menyebutkan sektor properti mulai menggeliat, tentu diharapkan hal ini juga berdampak terhadap pendapatan daerah. Tahun ini BPHTB ditargetkan Rp 156 miliar dari target Rp 414 miliar atau 37 persen.

“Jadi meskipun retribusi masih belum optimal, kami berharap sektor lain bisa meningkat, salah satunya dari pajak BPHTB ini,” imbuhnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyampaikan perkembangan PAD masih melihat pergerakan di semester kedua ini. Ia mengakui capaian PAD di semester pertama memang lari dari target yang sudah ditetapkan.

Pemulihan ekonomi yang diharapkan bisa berjalan baik, masih mengalami kendala. Meskipun untuk beberapa sektor mulai terlihat ada kenaikan. Dampak dari belum maksimalnya capaian ini adalah melakukan rasionalisasi terhadap proyek Pemerintah yang dikerjakan tahun ini.

“Sejumlah proyek masih berjalan, namun tidak semua. Karena uang terbatas. Pemko Batam tetap memprioritaskan proyek yang masuk dalam skala paling tinggi, sedangkan untuk skala sedang dan rendah terpaksa ditunda sampai tahun depan,” ujarnya.

Saat ini Batam tengah mencoba mendapatkan angka kunjungan baik dari wisman maupun Wisnus. Kabar baik memang ada peningkatan jumlah kunjungan, dan tentu diharapkan tren positif ini bisa berlanjut hingga akhir tahun. Sehingga capaian bisa mendekati target.

“Kita patut bersyukur perlahan mulai ada pergerakan kembali. Tentu yang kita harapkan semua bisa kembali normal atau setidaknya mendekati lah,” ungkapnya.

Pihaknya juga tengah menunggu data angka kunjungan awal Juli ini, karena baik Singapura dan Malaysia sudah buka 100 persen. Ia berharap angka kunjungan tersebut bisa terus meningkat.

“Saya lagi cek dulu dari tanggal 1 Juli kemarin berapa yang masuk. Dan diharapkan Minggu ini ada kunjungan yang lebih banyak,” tutupnya.(*)

 

Reporter : YULITAVIA

Polri Buka Penyelidikan Dugaan Penyelewengan Dana Umat oleh ACT

0
Presiden AKsi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Hajar memberikan keterangan kepada media di Menara 165, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022). (Humas ACT for JawaPos.com)

batampos – Bareskrim Polri membuka penyelidikan terkait dugaan penyelewengan dana umat oleh organisasi sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT) dengan melakukan pengumpulan data serta keterangan (pulbaket).

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri tengah menyelidiki meskipun Polri belum menerima laporan dari masyarakat. ’’Belum ada laporan, masih penyelidikan pulbaket dulu,” kata Dedi.

Terpisah, Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana menyebutkan dari hasil analisis transaksi yang dilakukan pihaknya terindikasi ada penyalahgunaan dana untuk kepentingan pribadi dan terkait dengan dugaan aktivitas terlarang.

Menurut dia, PPATK sudah sejak lama melakukan analisis terhadap transaksi keuangan ACT. Hasil analisis itu pun telah diserahkan kepada aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). ’’Kami mengindikasikan ada transaksi yang menyimpang, tujuan dan peruntukannya serta pihak-pihak yang tidak semestinya.” kata Ivan.

Ivan mengatakan, analisis yang dilakukan masih berproses, sesegera mungkin hasilnya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum, yakni Densus dan BNPT. Terkait indikasi adanya penyalahgunaan atau penyimpanan dana umat di tubuh ACT untuk kepentingan pribadi dan terkait dengan dugaan aktivitas terlarang, perlu pendalaman dari aparat penegak hukum. ’’Transaksi mengindikasikan demikian namun perlu pendalaman oleh penegak hukum terkait,” kata Ivan.

Sementara itu, Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Aswin Siregar saat dikonfirmasi pada hari yang sama menyebutkan pihaknya tengah mendalami adanya dugaan penyelewengan dana ACT untuk aktivitas tindak pidana terorisme. ’’Permasalahan ini masih dalam penyelidikan Densus 88,” kata Aswin.

Sebelumnya, dugaan penyelewengan dana donasi umat di tubuh organisasi itu viral di media sosial, salah satunya di Twitter, setelah diulas majalah Tempo. Hal ini memunculkan tanda pagar (tagar) yang viral di media sosial seperti “aksi cepat tilep” dan “jangan percaya ACT”. ACT, oleh warganet, juga dipelesetkan menjadi “Aksi Cepat Tancep” karena setiap aksi mereka segera dibarengi dengan penancapan banyak atribut ACT di sejumlah titik lokasi bencana.

Menanggapi ramainya pemberitaan itu, ACT memberikan tanggapan yang disampaikan oleh Presiden ACT Ibnu Khajar. Menurut Ibnu, ACT telah memangkas besaran gaji serta operasional bagi para petingginya dalam upaya pembenahan dan restrukturisasi organisasi sejak Januari 2022.

“Sejak 11 Januari 2022, tercipta kesadaran kolektif untuk memperbaiki kondisi lembaga dengan masukan dari seluruh cabang. Kami melakukan evaluasi secara mendasar,” ujar Presiden ACT Ibnu Khajar dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/7).

Sebelumnya dalam laporan investigasi Tempo ditemukan dugaan penyelewengan dana umat yang dilakukan oleh ACT. Besaran gaji menjadi salah satu tajuk yang membuat masyarakat mempertanyakan kredibilitas organisasi tersebut.

Dalam laporan itu menyebutkan bahwa gaji Ketua Dewan Pembina ACT disebut-sebut menerima gaji sekitar Rp 250 juta, sedangkan pejabat di bawahnya seperti Senior Vice Presiden menerima sekitar Rp 150 juta, Vice Presiden Rp 80 juta, direktur eksekutif Rp 50 juta, dan direktur Rp 30 juta per bulan. (*)

Reporter: JP Group

Ada Lima Kali Point Reward untuk 23 Produk Pintar Pilihan 

0
Ace Hardware di Grand Mall Batam Rabu 10 Maret 2021. F Suprizal Tanjung 15 scaled e1642909026788
ILUSTRASI: Berbagai produk di Ace Hardware di Grand Mall Batam, Rabu 10 Maret 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos – ACE Hardware, sebagai pusat perle­ng­kapan rumah dan gaya hidup yang terlengkap di Indonesia kembali mengadakan program ”Lima Kali Point Reward” untuk 23 produk pintar pilihan. Program ini merupakan program tahunan ACE.

Hal ini disampaikan oleh General Manager Marketing PT ACE Hardware Indonesia Tbk, Yoelius Saputra, bahwa ini merupakan program promo besar-besaran yang dilakukan oleh ACE setiap tahunnya.

”Kami ingin memberikan inspirasi dan juga solusi kepada pelanggan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan rumah, gaya hidup, antisipasi dan hobi dengan lebih hemat,” ucapnya, Minggu (3/7).

BACA JUGA: Ace Hardware Promo Perlengkapan Rumah dan Gaya Hidup , Ekstra Diskon hingga Rp 500 Ribu

ACE juga menghadirkan program khusus untuk periode sampai dengan 2 Agustus 2022 yang berlaku untuk member ACE Reward Point yang dikalikan lima adalah poin dari harga 23 produk pintar pilihan.

Dengan maksimum bonus poin yang diberikan adalah 100 poin per transaksi produk promo atau senilai Rp 2.500.000 produk promo yang dikalikan lima. Dan nikmati juga diskon 20 persen khusus pembelian kipas angin uap Krisbow 2,3 liter selama persediaan masih ada. (*)

Repoter: Azis Maulana

Ini Manfaat Daun Kelor

0

batampos- Daun kelor memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan, salah satunya menurut Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi (PERGIZI) dan Pangan Indonesia Prof. Hardinsyah adalah membantu mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi.

Hardinsyah menjelaskan daun kelor tinggi akan kandungan potasium, magnesium dan kalsium yang berfungsi untuk mengendalikan tekanan darah.

“Akhir-akhir ini banyak anjuran untuk membatasi garam, nah lawannya natrium (garam) ya potasium, jadi kalau kita banyak makan potasium itu dapat mengendalikan garam dalam tubuh, dan mencegah hipertensi,” kata Hardinsyah ketika dihubungi ANTARA melalui sambungan telepon di Jakarta, Senin.

Kendati demikian, Guru besar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut mengingatkan bahwa kelor merupakan makanan sehat untuk mengontrol tekanan darah namun tidak dapat dijadikan obat bagi penderita hipertensi.

BACA JUGA: Menanam Padi dan Sayur di Atap Sekolah Penuh Tantangan

Selain kandungan mineral yang tinggi, daun kelor juga tinggi akan serat, vitamin C serta vitamin A yang berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh dan mengendalikan gula darah.

“Vitamin C baik untuk imunitas tubuh, sehingga tidak mudah terkena penyakit menular seperti flu dan mampu memelihara kesehatan kulit terutama dalam proses penyembuhan luka sehingga tidak mudah infeksi,” jelas Hardinsyah.

Hardinsyah kemudian menambahkan kebutuhan asupan vitamin C harian sudah dapat terpenuhi dengan mengonsumsi 50 gram daun kelor segar.

“Tapi kalau kelor dibuat tepung dengan suhu tinggi, vitamin c berkurang jauh mungkin tinggal 10 hingga 20 persen saja,” kata dia.

Vitamin A yang terkandung dalam daun kelor juga mengandung antioksidan berupa betakaroten yang berguna untuk menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit kanker.

Pohon kelor secara ekologi tergolong mudah tumbuh di daerah gersang atau kering seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kelor sangat baik untuk mencegah stunting di daerah-daerah tandus yang sulit untuk tanam sayur dan buah, karena batang kelor itu bisa tumbuh baik di tanah tandus seperti di NTT,” kata Hardinsyah.

Saran penyajian
Hardinsyah menyampaikan bahwa daun kelor dapat diolah menjadi sup kuah bening atau dimasak menjadi sayur santan (sayur bobor).

Namun Hardinsyah mengingatkan supaya daun kelor tidak direbus terlalu lama, cukup 5 hingga 10 menit saja, supaya antioksidan dan vitamin E tidak hilang dan dapat terserap tubuh.

“Kalau diolah dengan cara dimasak tumis cukup lima menit saja, kelor juga bisa dicacah dan dicampur telor (dijadikan dadar kelor) sehingga enak untuk dikonsumsi anak-anak dan ibu hamil untuk meningkatkan asupan kalsium dan protein,” pungkas Hardinsyah. (*)

reporter: antara

Indonesia Tingkatkan Ekspor ke Timteng

0
ILUSTRASI: Seorang karyawan sedang menjahit pakaian pesanan perusahaan mancanegara di satu perusahaan di Kawasan Industri Union, Batuampar, Batam, Rabu 6 April 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos – Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan, meneken persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Emirat Arab (Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement, atau IUAE–CEPA). Kesepakatan ini ditandatangani hanya berselang 9 bulan sejak diluncurkan oleh Menteri Perdagangan kedua negara.

Pencapaian ini sesuai dengan target yang diberikan oleh kedua kepala negara,yaitu terselesaikannya perundingandalam waktu kurang dari satu tahun.

Penandatanganan IUAE-CEPA dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan dan Menteri Ekonomi Uni Emirat Arab (UEA)Abdulla bin Touq Al Marri.

Penandatanganandilakukan bersamaan dengan kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo. Penandatanganan IUAE-CEPA menjadi momentum bersejarah karena ini kali pertama Indonesia memiliki perjanjian dagang dengan negara di Kawasan Teluk.

“Bapak Presiden RI menyambut positif penyelesaian persetujuan IUAE-CEPA.Persetujuan ini menjadi pintu masuk Indonesia ke UEA yang merupakan hub untuk meningkatkan ekspor ke negara-negara tujuan non-tradisional seperti di kawasan Teluk, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan,” ungkap Mendag Zulhas.

Penyelesaian IUAE-CEPA sekaligus menjadi momentum yang tepat untuk pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. “Covid-19 membuat hampir seluruh negara di dunia mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Kita harap bersama ketika IUAE-CEPA ini diimplementasikan, peningkatan kinerja sektor perdagangan dan investasi yang didorong melalui IUAE-CEPAdapat semakin mengakselerasi upaya pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 serta meningkatkan daya saing Indonesia,” imbuh Mendag Zulhas.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono menyatakan, perundingan IUAE-CEPA sangat bermanfaat bagi Indonesia. Salah satu alasannya adalah terbukanya akses pasar ke UEA melalui penurunan dan penghapusan tarif bea masuk sekitar 94 persen dari total pos tarif dengan mekanisme penurunan secara langsung maupun bertahap saat perjanjian berlaku (entry into force).

Persetujuan IUAE-CEPA mencakup pengaturan di bidang perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, hak kekayaan intelektual, ekonomi Islam, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, kerjasama ekonomi, pengadaan barang dan jasa pemerintah, usaha kecil dan menengah, perdagangan digital, serta ketentuan hukum dan isu kelembagaan.

Isu ekonomi Islam dalam IUAE-CEPA ini juga menjadi satu catatan sejarah bagi Indonesia. Untuk kali pertama, isu ekonomi Islam/syariah dimasukkan sebagai salah satu cakupan persetujuan kemitraan ekonomi komprehensif dengan negara mitra dagang Indonesia.

Pengaturan pada bab terkait ekonomi Islam dalam IUAE-CEPA, yang merupakan terobosan unik bagi Indonesia dalam upaya pengembangan kerjasama terkait ekonomi Islam, antara lain melibatkan saling diakuinya sertifikasi halal masing-masing negara, usaha kecil dan menengah, serta ekonomi digital. Masih dalam bab yang sama, turut diatur kerjasama pengembangan sektor ekonomi Islam yang mencakup bahan mentah, makanan dan minuman, obat-obatan dan kosmetik, modest fashion, pariwisata, media dan rekreasi, serta pembiayaan Islami (Islamic finance),” ungkap Djatmiko.

BACA JUGA: Kontribusi UKM Terhadap Ekspor Nasional Masih Sangat Minim

Berdasarkan analisis Cost Benefitdan PrognosaIUAE-CEPA, dalam sepuluh tahun sejak entry into force (EIF), ekspor Indonesia ke UEA diproyeksikan meningkat sebesar USD 844,4 juta atau meningkat 53,90 persen. Selain itu, impor Indonesia dari UEA juga diproyeksikan meningkat sebesar 307,3 juta atau sekitar 18,26 persen. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi defisit perdagangan dengan UEA.

Setelah ditandatangani, proses lebih lanjut adalah ratifikasi atau pengesahan IUAE-CEPA yang akan dilakukan bersama oleh pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesa sebelum akhirnya nanti dapat berlaku dan dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha kedua negara. (*)

Reporter: JP Group

Penjualan Timah MSP Naik hingga 74%

0
Ilustrasi: Usaha pertambangan. f. JP GROUP

batampos – Produksi timah logam yang diraih PT Mitra Stania Prima (MSP), perusahaan di bawah Arsari Tambang, sepanjang 2021 mencapai angka signifikan. Yaitu sebanyak 3.093 ton.

Menurut Chief Executive Officer (CEO) Arsari Tambang, Aryo Djojohadikusumo, penjualan bersih perusahaan pada 2021 juga mengalami peningkatan seiring naiknya harga komoditas tersebut.

”Penjualan bersih mengalami kenaikan sebesar 74 persen dibanding tahun lalu disebabkan kenaikan harga komoditas timah dunia,” jelas Aryo di Jakarta, Jumat (1/7).

Menurutnya, penjualan timah logam yang diproduksi perseroan dilakukan di bursa timah Jakarta Future Exchange dengan tujuan ekspor didominasi Eropa, Amerika Serikat, dan negara-negara Asia.

Aryo memaparkan, kegiatan penambangan dilakukan di Blok Mapur, Desa Cit Kabupaten Bangka dan Blok Kepuh & Blok Penyak di Kabupaten Bangka Tengah.

”Kegiatan eksplorasi MSP tahun 2021 di areal seluas 234 hektar dan telah melakukan pengeboran 27.774 meter di 979 titik,” ujar Aryo.

BACA JUGA: KKP Stop Operasi Penambangan Pasir Timah di Perairan Bangka 

Arsari Tambang sendiri memiliki beberapa anak perusahaan pertambangan. Di antaranya PT Mitra Stania Prima, PT Mitra Stania Kemingking, dan PT Mitra Stania Bemban yang bergerak di bidang timah dan berlokasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Adapun PT Mitra Stania Prima (MSP) melakukan kegiatan eksplorasi, eksploitasi, penambangan, pengolahan, peleburan, pemurnian, menjual serta mengekspor timah.
Selain itu, sebagai warga komunitas Bangka, MSP juga terlibat dalam program-program pengembangan komunitas. PT MSP adalah induk dari PT Mitra Stania Kemingking (MSK) dan PT Mitra Stania Bemban (MSB). (*)

Reporter: JP Group