Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 7202

Malam Mencekam Pendatang Haram

0
Pencarian PMI Tenggelam 2 F Cecep Mulyana scaled e1655637043498
Anggota Basarnas melakukan pencarian pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal yang tenggelam di perairan Nongsa,Mnggu (19/6). Pencarian korban tenggelam tersebut di lakukan oleh tim SAR Gabungan dari sejumlah intansi terkait. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Tenggelamnya kapal pengangkut Pekerja Migran Indonesia (PMI) lewat jalur ilegal dari Batam menuju Malaysia, tidak pernah membuat jera. Kesulitan hidup di kampung, godaan upah besar, dan rayuan calo adalah kombinasi masalah yang sulit dipecahkan.

Reporter: FISKA JUANDA, JAILANI, YOFI YUHENDRI

 

Semalam setelah menginap di Batam, kabar penting itu datang menghampiri Abdillah dan kawan-kawan. Kurir yang menyambangi hotel tempat mereka menginap sementara memberitahu para pencari kerja asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu segera berangkat menuju Malaysia.

Perasaan riang bersemayam di dada. Harapan bisa mengubah nasib dan menyejahterakan keluarga yang ditinggalkan membuncah seketika.

Selepas matahari tergelincir, Kamis 16 Juni 2022, sebuah mobil Toyota Avanza berkelir hitam membawa rombongan PMI ilegal tersebut menuju Nongsa Pantai di selatan Pulau Batam. Perjalanan dari hotel di kawasan Jodoh ditempuh sekitar 30 menit.

Sedikitpun tak terbersit hari itu akan jadi malam yang menegangkan dan takkan terlupakan sepanjang sisa hidup.

Sesampai di Nongsa Pantai, Abdillah melihat sudah ada rombongan PMI ilegal lainnya yang juga bersiap berangkat ke Malaysia melalui “pintu belakang”. Semuanya satu daerah asal yang sama dengan ia dan kawan-kawannya: Nusa Tenggara Barat.

Abdillah bersama anggota kelompoknya di antara Sahman, Amat, Harum, Zohir, Yusuf dan 24 PMI ilegal lain harus mendaki bukit kecil dan menuruni lereng, untuk mencapai dermaga kayu tempat speedboat yang bakal mengantar mereka mengejar impian ke negeri Jiran.

Saat itu, hari sudah menunjukkan pukul 19.30 WIB. Kondisi di dermaga minim pencahayaan. Keenam orang ini tidak melihat jelas warna speedboat yang mereka naiki. Yang terlintas di pikiran bisa segera bekerja di Malaysia dan menyenangkan keluarga.

Bagian depan speedboat dengan lebar 2 meter dan panjang 5 meter itu, penuh oleh tumpukan tas para pemburu ringgit.

Untuk dapat berangkat, para PMI ilegal masing-masing harus membayar sekitar Rp 9 juta. Meskipun biaya keberangkatan (secara ilegal ke Malaysia) terbilang mahal, jangan bayangkan para PMI ilegal itu bisa duduk layak dan nyaman di dalam speedboat.

Mereka harus duduk sembari memeluk lutut. Sebagian lainnya hanya berjongkok sambil memegang bagian tepi speedboat dan dipegangi teman-temannya sesama PMI ilegal.

Setelah 30 menit bertolak dari dermaga, salah satu dari dua mesin speedboat menghantam gelondongan kayu. Mesin mati seketika. Nakhoda speedboat, biasa disebut tekong, berusaha menghidupkan kembali mesin, tapi sia-sia.

Tak berapa lama, air mulai masuk ke dalam speedboat. Tekong menelepon dan meminta bantuan kawannya. Selang 15 menit, datang perahu kayu yang ukurannya tak jauh beda dengan speedboat.

Tekong dan ABK langsung berpindah ke kapal kayu tersebut dan meninggalkan para PMI ilegal. Melihat gelagat buruk itu, Abdillah dan kawan-kawan ikut berpindah ke kapal kayu tersebut.

Abdillah menuturkan, tekong berusaha meninggalkan para PMI di speedboat. Ia sempat mendengar ucapan tekong ke kawan yang menjemputnya. “Sudah cepat, tinggalkan saja mereka,” kata tekong itu.

Mendengar ucapan tekong ini, Abdillah dan kawan-kawannya ikut berpindah dari speedboat ke kapal penjemput.

Sebagian PMI ilegal berhasil masuk ke dalam kapal, namun sebagian lain hanya bisa bergelantung memegang bagian tepi kapal. Kaki serta separo badan mereka berada di laut.

Meskipun begitu, tekong kapal kayu penjemput tancap gas melarikan kapalnya, tanpa memperhatikan sebagian PMI ilegal yang bergelantungan di sisi luar kapal.

Kapal ini mengalami nasib yang sama dengan kapal pertama. Mesin kapal mati, diduga akibat sampah atau kayu. Di sisi lain, karena beberapa PMI ilegal bergelantungan di bagian luar kapal, kapal pun mulai oleng.

Tekong, ABK, dan teman yang menjemput menceburkan diri ke laut, setelah air mulai masuk ke kapal. Saat kapal tenggelam, ke-30 PMI ilegal ini terpisah satu sama lain.

Abdillah mengaku hanya bisa berenang seadanya. Berusaha untuk tetap mengapung di laut. “Saya sudah berpikir tentang kematian, teringat anak dan istri di kampung,” katanya.

Ada sekitar 30 menit mereka mengapung, lalu datang kapal nelayan yang melintas dan menyelamatkan mereka. “Terlambat beberapa menit saja, saya mungkin sudah mati. Sebab, saya sudah mulai capek dan lemas, tenaga sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Sahman. Saat kapal milik teman si tekong mulai tenggelam, ia berusaha mencari kerabatnya, Mawardi, Wirnan, dan Sumiati.

Sahman mengaku bisa berenang, dan terus berusaha mencari kerabatnya. Sekitar 10 menit mengapung, ia menemukan keponakannya Mawardi yang sudah kesulitan mengapung.

Sahman berusaha membantu Mawardi mengapung dan mengambil napas. Tapi, di saat bersamaan, ada beberapa PMI ilegal berusaha menggapainya dan memegang pundaknya. Sehingga membuat Sahman tenggelam.

“Saya berusaha melepaskan pegangan mereka, sembari memegang keponakan (Mawardi). Tapi, makin banyak yang memegang saya. Sehingga saya pun sempat tenggelam,” ujar dia.

Sembari memperagakan kondisi malam itu, Sahman mengatakan, satu tangannya berusaha untuk menjaga dirinya tetap mengapung, sedang satu tangan lainnya memegang keponakannya. Tapi, dari belakang ada beberapa orang memegang pundak, leher dan kepalanya. Sehingga ia pun ikut tenggelam.

Saat tenggelam itu, Sahman berusaha melepaskan pegangan para PMI ilegal lainnya. Namun, saat itu pegangannya ke keponakannya juga terlepas.

“Begitu bisa mengapung lagi, saya melihat ke sekeliling. Keponakan sudah tidak ada lagi. Saya teriak dan panggil namanya, tapi tak jawaban,” ujarnya.

Ia mengaku terapung-apung di laut sekitar 45 menit. Tapi, di detik-detik sebelum diselamatkan nelayan, tenaga Sahman sudah mulai habis.

“Kepala saya sudah mulai masuk ke laut, otak saya berpikir mungkin ini saat terakhir hidup saya di dunia. Ini mungkin saatnya saya kembali menghadap Allah,” ungkapnya.

Di detik-detik mencekam itu, tangannya sempat berusaha menggapai-gapai, sampai akhirnya terpegang bagian tepi perahu nelayan. Saat itu juga, nelayan membantu Sahman naik ke perahu.

Lain halnya dengan Amat. Pemuda asal Batu Jait, Mangilok, Lombok Tengah, mengaku hanya mengingat 7 hingga 10 menit saja saat kejadian.

Ia hanya ingat kapal tenggelam, dan dia berusaha menyelamatkan diri. Setelah itu, ia tidak ingat apapun lagi dan saat sadar sudah terbaring di rumah sakit.

Menurut Zohir -teman sekampung Amat, kondisi kawannya ini sudah tidak sadarkan diri. Namun, Zohir berusaha menyelamatkan Amat yang terus meracau memanggil ibu, anak, dan istrinya.

“Amat terus bilang ibu, ibu, ibu, Fadillah, Fadillah (anak Amat), berulang kali,” ungkap Zohir.

Karena Zohir berpegangan pada tong minyak, ia bisa menyelamatkan Amat.

Harum dan Yusuf mengaku selamat juga setelah berpegangan pada tong minyak. Jika tidak, keduanya mungkin sudah kehabisan tenaga dan tenggelam.

Kejadian naas ini membuat Sahman kehilangan tiga kerabatnya, yaitu Mawardi, Wirnan, dan Sumiati. Amat kehilangan adik iparnya, Muhammad Rohim.

Kepada Batam Pos, Abdillah, Sahman, Amat, Harum, Zohir, Yusuf mengaku harus membayar uang sekitar Rp 9 juta, agar bisa diberangkatkan ke Malaysia secara ilegal.

“Jika buat paspor, lebih mahal lagi. Puluhan juta, kami tidak punya uang segitu,” kata Abdillah.

Sahman, Amat, Harum, Zohir dan Yusuf mengaku bahwa uang untuk berangkat ke Malaysia itu hasil pinjaman ke rentenir. Kini mereka bingung memikirkan utang yang harus dibayarkan.

“Di kampung kami tak ada kerja. Jika ada kerja, seminggu kerja, sebulan tidak ada pekerjaan. Gajinya hanya Rp30 ribu saja sehari, tidak nutup untuk hidup. Anak istri harus makan, anak harus sekolah, makanya kami nekat ke Malaysia,” ungkap Amat.

Saat ditanya, apakah akan balik ke Malaysia lagi? Mereka semua mengaku tidak tahu. Sebab, di kampung mereka tidak ada pekerjaan yang menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Tawaran gaji besar adalah faktor utama pemicu warga Indonesia berbondong-bondong masuk ke Malaysia, kendati harus melalui pintu terlarang. “Memang risiko bekerja secara ilegal di Malaysia adalah tertangkap dan dipenjara. Namun pendapatan sehari, boleh hidup sebulan di kampung,” ungkap Teman Haryono (42), mantan PMI ilegal asal Kediri, Jawa Timur, saat ditemui di Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) Tanjungpinang, Jumat (1/7) lalu.

Haryono adalah satu dari ratusan PMI ilegal yang dideportasi pemerintah Malaysia 2021 lalu. Ia sempat dipenjara setelah terjaring razia di sana. “Saya hanya menjalani kurungan sekitar dua bulan, sebelum akhirnya dideportasi ke Indonesia. Namun menunggu waktu deportasi yang cukup lama,” ungkapnya.

*Pengusutan dan Pencegahan
Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto, mengatakan sedang melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap tekong serta pemilik kapal speedboat.

“Kita lakukan penyelidikan. Termasuk tekong dan pemilik kapalnya siapa. Mereka harus mempertanggung jawabkan,” ujar Nugroho.

Untuk mengantisipasi kasus terulang, kata Nugroho, ia sudah menginstruksikan seluruh kapolsek se-Batam untuk mendata kos-kosan di wilayah masing-masing. Sebab, penampungan PMI ilegal di Batam bermodus kos-kosan.

“Harus didata, jangan-jangan nanti yang kos mempunyai KTP dari Jawa sana. Maka ini harus diantisipasi,” ungkapnya.

Nugroho juga mengimbau kepada masyarakat atau calon PMI yang akan bekerja untuk berangkat sesuai prosedur. Seperti pengurusan di Dinas Tenaga Kerja dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

“Keluar negeri harus sesuai prosedur. Saya lihat kejadian seperti ini memprihatinkan, karena taruhannya nyawa,” ujarnya.

Kasus ini tidak sekali ini saja, tapi sudah berulang kali. Ia menegaskan akan menindaklanjuti seluruh bisnis ilegal ini, mulai dari perekrutan, penampungan, hingga pengiriman. “Tapi dalam kejadian ini, Polresta Barelang tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan informasi dari masyarakat, seperti mengetahui tempat penampungan dan pengirimannya,” katanya.

Kasus penyelundupan PMI ilegal ini, masih terus berulang. Penyelundupan tidak hanya melalui jalur belakang, tapi juga jalur depan dengan menggunakan paspor pelancong. Dari data yang didapat Batam Pos, kasus penyelundupan manusia ini berpotensi akan berulang.

Hal ini disebabkan kebutuhan tenaga kerja yang sangat besar di Malaysia untuk sektor perkebunan. Hal ini dibenarkan Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP2MI Kepri, Darman M Sagala.
“Memang (kami) mendengar kabar, ada kekurangan tenaga kerja kasar (di Malaysia),” kata Darman.

Darman menduga ramainya PMI pulang dari Malaysia saat pandemi menyebabkan beberapa perkebunan di Malaysia kekurangan tenaga kerja kasar.

Tingginya permintaan akan tenaga kerja ini, kata Darman, perlu disikapi semua pihak. Termasuk dari daerah asal para PMI.

“Terkait ini kami sosialisasi terus menerus, agar para WNI (Warga Negara Indonesia) yang ingin bekerja ke luar negeri bisa melalui jalur legal,” tuturnya.

Ia mengatakan, peningkatan kewaspadaan ini demi menjaga keamanan WNI. “Saya ingatkan jangan melewati jalur belakang atau ilegal. Sebab tidak aman, berangkatlah melalui jalur-jalur legal yang sudah disediakan negara,” kata Darman.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Kepulauan Riau (UPT BP2MI Kepri), Mangiring Hasoloan Sinaga, mengatakan bahwa Kepri, khususnya Batam masih menjadi primadona tempat penyeberangan para PMI ilegal.

“Secara ekonomis, relatif lebih murah,” kata Mangiring, 28 Juni lalu.

Ia menjelaskan, para PMI ilegal tidak perlu membayar biaya lebih, jika ingin keluar negeri melalui Batam. Biaya relatif murah, jika dibandingkan para PMI ilegal memesan tiket penerbangan langsung ke Malaysia.

“Lagian pemainnya (PMI ilegal) ada di sini (Batam) dan di sana (Malaysia). Sudah terjalin koordinasi antara mereka (pemain), sehingga Batam menjadi jalur primadona,” ungkapnya.

Alasan lain Batam sebagai daerah favorit adalah jika PMI ilegal batal berangkat, mereka bisa bekerja di Batam. Kerja di Batam ini juga bisa sementara waktu, sembari mencoba untuk diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia.
“Ada kemungkinan seperti itu, jika gagal. Mereka lanjut cari kerja di Batam,” tutur Mangiring

Melihat kondisi yang sedang berkembang di luar negeri dan kebutuhan tenaga kerja kasar. Saat ini, kata Mangiring, sedang terjadi darurat penempatan tenaga kerja non prosedural (PMI ilegal). Ibarat hukum penawaran dan permintaan, begitulah kondisi arus penyelundupan PMI ilegal saat ini.

“Permintaan dari luar (Malaysia) tinggi, tentunya dari sini (Indonesia) kirim terus (PMI Ilegal),” ungkapnya.

Sehingga para pemain PMI ilegal di Indonesia, terus bergerilya mencari orang-orang yang akan dipekerjakan sebagai PMI ilegal. “Arus permintaan tinggi dari tekong di luar (Malaysia), sehingga pemain di Indonesia berusaha memenuhi kebutuhan tersebut,” tutur Mangiring.

Bagaimana cara mengatasi ini? Mangiring mengatakan butuh koordinasi setiap instansi. Ia mengatakan BP2MI sudah berulang kali melakukan edukasi ke masyarakat. Seharusnya Pemerintah Daerah (asal PMI Ilegal) juga berusaha melakukan deteksi dini.

“Tapi deteksi dini sulit dilakukan, tidak mungkin kita menghalangi orang melakukan perjalanan domestik dari NTB ke Batam. Nanti dibilang melanggar HAM pula, jadi serba sulit sebenarnya,” ungkapnya.

Walaupun tantangan yang dihadapi tidaklah mudah. Mangiring mengaku masih optimis dan terus melakukan sosialisasi. “Imbauan terus kami lakukan. Kami juga sosialisasikan bagaimana prosedur memberangkatkan PMI secara legal. Tapi kadang masyarakat tidak sabar, kan butuh waktu,” tutur dia.

Mangiring mengatakan, ada beberapa dampak jika PMI memaksakan berangkat secara ilegal. Tidak hanya tantangan selama perjalanan ke negara tujuan, tapi juga perlakuan dari orang yang mempekerjakan. Sebab, tidak sedikit PMI ilegal diperlakukan kasar dan semena-mena.

“Digaji murah, diperlakukan sesuka hati majikan, tidak ada perjanjian hitam di atas putih,” kata Mangiring. (eja/egi)

Bali Lockdown Pengiriman Sapi

0
Ilustrasi. Vaksinasi perdana terhadap hewan ternak untuk mengendalikan penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai dilakukan di Kota Mataram. (ROJAI/LOMBOK POST)

batampos – Pemprov Bali memutuskan untuk menutup pintu pengiriman sapi sejak Sabtu (2/7). Kebijakan lockdown itu diambil setelah 63 sapi di Bali terjangkit PMK. Lockdown tersebut berlaku untuk pengiriman ke luar Bali maupun antardaerah di Bali. Tujuannya, ternak di wilayah yang terdampak PMK tidak menyebar ke kabupaten/kota lainnya.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada menjelaskan, meski baru ditemukan 63 kasus PMK, harus menjadi perhatian serius. ”Pertama di Gianyar 38 kasus, Buleleng 21 kasus, dan Karangasem 4 kasus,” jelasnya saat dikonfirmasi Bali Express kemarin.

Sunada mengatakan, sapi yang terjangkit PMK di Gianyar sudah di-stamping out (dimusnahkan). Hal itu telah sesuai dengan SOP yang berlaku. Sunada menambahkan, sampai kemarin belum ada lagi hewan ternak bergejala PMK. Karena itu, kasus PMK diperkirakan sudah bersih di Gianyar, tepatnya di Desa Medahan.

”Tapi muncul lagi di Lokapaksa Buleleng. Itu ada 21 kasus dan sudah dimusnahkan sebanyak 17 ekor, tersisa 4 ekor. Untuk di Karangasem rencananya kita juga lakukan stamping out, mungkin besok kita turun,” terangnya kemarin.

Sunada menyampaikan, pemusnahan dilakukan untuk menghilangkan sumber-sumber PMK. ”Stamping out merupakan pemotongan paksa atau kita musnahkan. Ternak positif PMK tidak boleh ke mana-mana. Kita lakukan pemotongan secepat mungkin. Ini virus dan dibawa oleh angin juga. Paling tepat stamping out, walaupun ternak sembuh, ia bisa menjadi pembawa virus, jadi harus dimusnahkan,” tegas dia. (*)

Reporter: JP Group

Atasi Krisis Ketersediaan Sapi, Pedagang Karimun Datangkan Sapi dari Daerah Ini

0
Sejumlah petugas kesehatan saat memastikan hewan sapi yang didatangkan dari luar daerah dalam kondisi sehat dan bebas penyakit mulut dan kuku. F.kiriman Iwan

batampos- Salah satu yang dilakukan pedagang dan peternak sapi di Karimun untuk mengatasi krisis sapi dengan cara mendatangkan sapi dari luar daerah. Khususnya, dari daerah yang bukan ditetapkan sebagai daerah pandemi penyakit mulut dan kuku (PMK).

”Laporan yang kami terima memang sudah ada yang pesan sapi dari Natuna. Jumlahnya 60 ekor. Diperkirakan pekan ini sampai Karimun. Dan sebelum dikirim terlebih dulu diperiksa kesehatannya oleh pihak karantina,” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra, Minggu (3/7).

BACA JUGA: 44 Ekor Sapi dari Natuna untuk Kebutuhan Kurban Tiba di Bintan

Jadi, katanya, 60 ekor sapi asal Natuna yang dikirim ke Karimun dipastikan dalam keadaan sehat. Meski demikian, saat tiba di Karimun tetap akan dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pengawasan dengan instansi terkait. Tujuannya, untuk memastikan bahwa sapi yang masuk ke Karimun benar-benar dalam keadaan sehat.

”Meski datangnya 60 sapi dari dalam satu provinsi, pengawasan berlapis tetap kita laksanakan. Sehingga, jangan sampai ada yang sakit. Dan masa karantina tetap diberlakukan selama tiga hari. Setelah itu, baru bisa diambil oleh pedagang yang memesan sapi,” jelasnya.

Dikatakannya, dengan masuknya sapi dari Natuna memang belum bisa menutupi kekurangan sapi kurban. Karena, sapi lokal yang ada 360 ekor, kebutuhan 500 ekor. Meski demikian, pihaknya juga berkoordinasi dengan MUI, Dewan Kemakmuran Masjid dan insyansi lain. Intinya, dalam situasi daerah yang banyak ditetapkan sebagai pandemi PMK diharapkan tidak memaksakan diri untuk memenuhi kuota hewan kurban seperti tahun lalu. (*)

Reporter: sandi

Sudah Sebulan Harga Cabai di Batam Melambung, Belanja Jadi Stres

0
Cabai Merah Keriting f Iman Wachyudi
Ilustrasi. Salah seorang pedagang mengangkat cabai merah keriting. Saat ini diketahui harga cabai masih di atas harga daging sapi. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Sudah sebulan harga cabai di Batam melambung. Masyarakat pun mulai kelabakan, apalagi sejumlah komoditi lainnya turut naik.

Di pasaran Batam, harga cabai untuk jenis cabai merah keriting dan cabai rawit merah atau setan masih dijual Rp 120-130 ribu per kilogram. Namun harga cabai tersebut lebih murah di pasar pagi atau Tos 3000 Jodoh, sekitar Rp 90-110 ribu per kg.

“Lumayan juga bedanya, Rp 20 ribu per kg. Tapi sayang jauh dari tempat tinggal saya di Nongsa,” ujar Novi, salah seorang warga Nongsa.

Menurut dia, harga cabai kali ini sudah luar biasa, menyamai harga daging sapi segar. Hal itu tentunya membuat warga semakin kelabakan.

“Semua jenis cabai mahal, cabai hijau biasa saja itu Rp 70 ribu per kg. Apa nggak stress warga saat belanja,” ungkapnya.

Baca juga: Cabai Merah Naik, Batam Inflasi 0,84 Persen

Dikatakan Novi, uang Rp 100 ribu saat dibawa ke warung langsung habis hanya untuk sekali masak. Padahal dulunya uang Rp 100 ribu bisa sampai 2-3 kali masak.

“Sekarang 100 ribu cuma untuk lauk sehari saja. Semua serba naik, bawang Rp 45 ribu, tomat juga naik, sudah Rp 20 ribu per kg. Ikan lele dan patin juga naik. Lama-lama stress saya kalau belanja,” imbuhnya.

Di Pasar Botania Batamcenter, harga cabai terpantau Rp 110-130 ribu per kg untuk cabai merah. Sedangkan untuk cabai hijau Rp 80 ribu per kg dan rawit Rp 100 ribu per kg.

“Cabai masih belum turun, masih tinggi,” ujar Adi, salah satu pedagang

Diakuinya, harga tomat segar juga naik hingga Rp 22 ribu per kg, sebelumnya masih Rp 15 ribu per kg. Begitu juga bawang merah jawa sudah Rp 50 ribu per kg dari Rp 30 ribu per kg.

“Bawang dan tomat juga naik,” terangnya.

Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau mengatakan saat ini ia masih terus mencari solusi agar cabai yang datang ke Batam lebih murah. Namun, karena di daerah penghasil yang akan bekerjasama belum panen, maka pihaknya belum bisa menyediakan cabai lebih murah.

“Mudah-mudahan secepatnya bisa turun. Usai lebaran haji ini, mudah-mudahan semuanya bisa normal lagi. Kerjasama nantinya juga bisa berjalan lancar,” pungkas Gustian. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

Infineon Kembangkan Investasi Rp 1,3 Triliun, Segini Jumlah Tenaga Kerjanya…

0
bp batam humas
Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – PT Infineon Technologies Batam, telah berkomitmen untuk peningkatan investasi di Batam sebesar Rp 1,3 triliun.

Hal ini seiring dengan berkembangnya era industri 4.0, kebutuhan chip semikonduktor terus bertumbuh.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, peningkatan investasi sebesar Rp 1,3 triliun itu dimulai dari tahun 2020 hingga 2026.

Dalam tahap pertama, dengan investasi Rp 548 miliar untuk di tahun 2020 hingga 2026. Kemudian, Rp 780 miliar di tahun 2022 hingga 2026.

“Nilai investasi di atas hanya merupakan investasi infrastruktur. Dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.787 untuk rencana investasi tahun 2020 hingga 2026,” katanya.

PT Infineon Technologies Batam merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri semikonduktor, dan telah berinvestasi di Indonesia sejak 1996.

Kapasitas produksi PT Infineon Technologies Batam pada tahun 2020 mencapai 15 juta pcs per minggu dan meningkat menjadi 22 juta pcs per minggu tahun 2021.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat investasi PMA di Batam triwulan I tahun 2022, meningkat 35,7 persen, dibanding periode yang sama atau triwulan I tahun 2021, di mana, pada 2021, investasi dari US$ 171 juta menjadi US$ 232 juta pada 2022.

Sektor industri kimia dan farmasi memberikan kontribusi terbesar yang mencapai US$ 136,499 ribu atau 63 persen dari total nilai investasi berdasarkan sektor investasi.

“Realisasi PMA terbesar disumbang oleh sektor industri kimia dan farmasi,” kata Ariastuty Sirait.

Menurutnya, hal ini dikarenakan Batam tengah mempersiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Internasional Sehat (KIS) di wilayah Sekupang, yang mana KEK-KIS ini diharapkan bisa menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia.

“Sehingga untuk memenuhi kebutuhan kesehatan tidak perlu berobat ke luar negeri” ujarnya.

Sementara, pertumbuhan investasi PMDN Triwulan I tahun 2022 menurun. Nilai realisasi investasi PMDN di Batam pada Triwulan I/2022 sebesar Rp 609 miliar. Nilai realisasi investasi PMDN Triwulan I/2021 sebesar Rp 1,77 triliun. Angka yang terbilang cukup baik, mengingat pandemi Covid-19 perlahan mulai turun dan ekonomi mulai bangkit kembali.

“Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang memaksa sejumlah perusahaan harus tutup,” ungkap Ariastuty.

Khusus investasi sektor industri kimia dan farmasi menjadi sektor penunjang terbesar realisasi investasi PMDN. Ada empat proyek di Triwulan I tahun 2022 dengan nilai Rp 308,7 juta

Kemudian, perdagangan dan reparasi, ada 234 proyek dengan nilai investasi Rp105 miliar. Investasi sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, sebanyak 35 proyek dengan nilai investasi Rp 69,7 miliar. Dilanjutkan pertambangan dengan enam proyek, dengan nilai Rp 36 miliar, serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran, dengan 15 proyek, senilai 19,3 miliar.

“Nilai investasi tahun 2022 di PMDN, totalnya 609 miliar untuk 472 proyek,” jelasnya.

Sementara, untuk PMA pada tahun 2022, secara rinci investasi di industri kimia dan farmasi, ada 12 proyek dengan nilai investasi senilai US$ 136,499 ribu. Kemudian, di bidang industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam, sebanyak 62 proyek, dengan nilai investasi US$ 50,302 ribu.

Ada juga investasi di sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya, sebanyak 50 proyek, dengan nilai US$ 10,64 ribu. Kemudian investasi bidang perdagangan dan reparasi, sebanyak 53 proyek dengan nilai investasi US$ 9,85 ribu, serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebanyak 23 proyek dengan nilai investasi, sebesar US$ 9,15 ribu.

“Kita berharap dengan terus dilakukannya peningkatan dan pengembangan infrastruktur di Batam, semakin meredanya pandemi covid-19, serta upaya program percepatan pembangunan ekonomi nasional yang dilakukan Pemerintah, akan semakin mendorong pengembangan investasi di Batam,” imbuhnya.(*)

Reporter: Eggi Idriansyah

Infineon Kembangkan Investasi Rp 1,3 Triliun, Segini Jumlah Tenaga Kerjanya…

0
bp batam humas
Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – PT Infineon Technologies Batam, telah berkomitmen untuk peningkatan investasi di Batam sebesar Rp 1,3 triliun.

Hal ini seiring dengan berkembangnya era industri 4.0, kebutuhan chip semikonduktor terus bertumbuh.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, peningkatan investasi sebesar Rp 1,3 triliun itu dimulai dari tahun 2020 hingga 2026.

Dalam tahap pertama, dengan investasi Rp 548 miliar untuk di tahun 2020 hingga 2026. Kemudian, Rp 780 miliar di tahun 2022 hingga 2026.

“Nilai investasi di atas hanya merupakan investasi infrastruktur. Dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.787 untuk rencana investasi tahun 2020 hingga 2026,” katanya.

PT Infineon Technologies Batam merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri semikonduktor, dan telah berinvestasi di Indonesia sejak 1996.

Kapasitas produksi PT Infineon Technologies Batam pada tahun 2020 mencapai 15 juta pcs per minggu dan meningkat menjadi 22 juta pcs per minggu tahun 2021.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat investasi PMA di Batam triwulan I tahun 2022, meningkat 35,7 persen, dibanding periode yang sama atau triwulan I tahun 2021, di mana, pada 2021, investasi dari US$ 171 juta menjadi US$ 232 juta pada 2022.

Sektor industri kimia dan farmasi memberikan kontribusi terbesar yang mencapai US$ 136,499 ribu atau 63 persen dari total nilai investasi berdasarkan sektor investasi.

“Realisasi PMA terbesar disumbang oleh sektor industri kimia dan farmasi,” kata Ariastuty Sirait.

Menurutnya, hal ini dikarenakan Batam tengah mempersiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Internasional Sehat (KIS) di wilayah Sekupang, yang mana KEK-KIS ini diharapkan bisa menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia.

“Sehingga untuk memenuhi kebutuhan kesehatan tidak perlu berobat ke luar negeri” ujarnya.

Sementara, pertumbuhan investasi PMDN Triwulan I tahun 2022 menurun. Nilai realisasi investasi PMDN di Batam pada Triwulan I/2022 sebesar Rp 609 miliar. Nilai realisasi investasi PMDN Triwulan I/2021 sebesar Rp 1,77 triliun. Angka yang terbilang cukup baik, mengingat pandemi Covid-19 perlahan mulai turun dan ekonomi mulai bangkit kembali.

“Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang memaksa sejumlah perusahaan harus tutup,” ungkap Ariastuty.

Khusus investasi sektor industri kimia dan farmasi menjadi sektor penunjang terbesar realisasi investasi PMDN. Ada empat proyek di Triwulan I tahun 2022 dengan nilai Rp 308,7 juta

Kemudian, perdagangan dan reparasi, ada 234 proyek dengan nilai investasi Rp105 miliar. Investasi sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, sebanyak 35 proyek dengan nilai investasi Rp 69,7 miliar. Dilanjutkan pertambangan dengan enam proyek, dengan nilai Rp 36 miliar, serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran, dengan 15 proyek, senilai 19,3 miliar.

“Nilai investasi tahun 2022 di PMDN, totalnya 609 miliar untuk 472 proyek,” jelasnya.

Sementara, untuk PMA pada tahun 2022, secara rinci investasi di industri kimia dan farmasi, ada 12 proyek dengan nilai investasi senilai US$ 136,499 ribu. Kemudian, di bidang industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam, sebanyak 62 proyek, dengan nilai investasi US$ 50,302 ribu.

Ada juga investasi di sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya, sebanyak 50 proyek, dengan nilai US$ 10,64 ribu. Kemudian investasi bidang perdagangan dan reparasi, sebanyak 53 proyek dengan nilai investasi US$ 9,85 ribu, serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebanyak 23 proyek dengan nilai investasi, sebesar US$ 9,15 ribu.

“Kita berharap dengan terus dilakukannya peningkatan dan pengembangan infrastruktur di Batam, semakin meredanya pandemi covid-19, serta upaya program percepatan pembangunan ekonomi nasional yang dilakukan Pemerintah, akan semakin mendorong pengembangan investasi di Batam,” imbuhnya.(*)

Reporter: Eggi Idriansyah

Disidang Etik Besok, Lili Pintauli Siregar Masih Bertugas

0
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (Dok. Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Isu bahwa Lili Pintauli Siregar mengajukan pengunduran diri sebagai wakil ketua KPK terus mencuat menjelang sidang etik Dewan Pengawas (Dewas) KPK terkait dugaan pelanggaran etik menerima fasilitas menonton event MotoGP Mandalika dari PT Pertamina. Pengunduran diri itu disebut-sebut untuk menghindari persidangan etik yang akan digelar Selasa  (5/7) besok.

Ketua IM57+ Institute M. Praswad Nugraha menilai pengunduran diri Lili sudah ditunggu publik. Mengingat Lili sudah lebih dari sekali terjerembap dalam pusaran kasus pelanggaran etik. ”Seharusnya sudah dari dulu mundur, kenapa baru sekarang?” kata Praswad kepada Jawa Pos (jaringan batampos.co.id), Minggu (3/7).

Pengunduran diri tersebut, kata Praswad, ditengarai sebagai strategi Lili menghindari sidang etik dewas. Apalagi berembus kabar bahwa Lili tidak bisa ”lolos’’ dalam sidang etik dewas kali ini. ”Sidang etik tetap harus digelar meskipun Lili mundur atau tidak,” paparnya.

Pengunduran diri pimpinan KPK sampai dinyatakan berhenti dari jabatannya memang tidak sederhana. Sebab, sesuai Pasal 32 Ayat (1) huruf f juncto Pasal (4) Undang-Undang Nomor 19/2019 tentang KPK disebutkan, pemberhentian pimpinan KPK harus menunggu dikeluarkannya keputusan presiden (keppres). Saat ini keppres itu belum ada.

”Setelah tidak lagi jadi pimpinan KPK, tindak pidananya tetap harus diusut karena pengunduran diri maupun pengembalian uang hasil kejahatan tidak menghapus pidana,” terang mantan penyidik KPK itu. Isu pengunduran diri tersebut, lanjut Praswad, harus disikapi sebagai upaya ’’menyelamatkan’’ KPK. Ke depan, pihaknya berharap pimpinan KPK tidak lagi melakukan pelanggaran etik.

Lili belum bisa dimintai komentar terkait kabar pengunduran dirinya tersebut. Saat dihubungi Jawa Pos, mantan wakil ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) itu tidak merespons.

Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan, sampai kemarin (3/7) Lili belum mengonfirmasi kabar pengunduran diri tersebut. Sejauh ini, Lili masih menjalankan tugas yang sudah dijadwalkan untuk beberapa waktu ke depan. ”(Lili) masih berkonsentrasi menjalankan tugasnya,” kata Ali saat dikonfirmasi.

Ali mengatakan, pihaknya tentu mendukung proses penegakan etik kepada Lili yang sedang berlangsung di dewas. Dia pun meyakini penegakan kode etik insan komisi merupakan bagian dari upaya penguatan pemberantasan korupsi yang dilaksanakan KPK. (*)

Reporter: JP Group

Chelsea Bersiap Bajak Frenkie de Jong dari United

0
Gelandang Barcelona Frenkie de Jong yang sedang diincar Manchester United. (REUTERS/ALBERT GEA)

batampos – Chelsea kabarnya berusaha membajak playmaker berbakat Frenkie de Jong sebelum bisa direkrut oleh Manchester United (MU) dari Barcelona setelah selama awal jendela transfer musim ini giat menarik pemain itu.

Menurut The Guardian, pemain berusia 25 tahun itu saat ini sedang membicarakan syarat-syarat personal dengan United setelah Barcelona dan MU menyepakati fee 65 juta euro.

Chelsea sebenarnya terus memonitor situasi gelandang tengah ini seandainya kepindahanya ke Manchester United mengalami kegagalan. Manajer The Blues Thomas Tuchel disebut-sebut mengagumi pemain timnas Belanda ini yang sebenarnya ingin bermain dalam Liga Champions musim depan yang tak akan diikuti oleh Manchester United.

Jika de Jong tetap enggan merapat ke Old Trafford, maka Chelsea akan beralih memburu pemain ini dan jika berhasil akan menjadi pembajakan pemain terbesar di Liga Inggris. Man United kukuh berusaha mendapatkan de Jong, tetapi Chelsea memiliki daya tarik lebih karena akan bertanding dalam Liga Champions musim depan.

Sementara itu, Frenkie sendiri membela Barcelona sejak 2019. Selama mengawal lini tengah klub asal Katalan, Frenkie bermain sebanyak 137 kali, dengan sumbangan 12 gol dan 17 assist.

Sebelumnya, sejak masih junior, Frenkie adalah penggawa Ajax Amsterdam. Kemudian dibeli oleh Barcelona dengan nilai transfer sebesar Rp 1,49 triliun. Sedangkan nilai pasaran Frenkie berdasarkan Transfermarkt adalah sebesar Rp 1,042 triliun. (*)

 

Reporter: Antara

 

Patroli ke Lokasi Rawan dan Perumahan, Ini yang Polisi Temukan Malam Hari

0
Patroli Polantas Cegah Balap Liar f Yofi Yuhendri 2 e1644468847573
Personel Sat Sabhara dan Sat Binmas melakukan patroli di sejumlah lokasi. F.Humas Polresta untuk Batam Pos

batampos – Kasat Samapta Polresta Barelang, Kompol Ahmad Rudi Prasetyo mengatakan untuk mengantisipasi kejahatan, pihaknya rutin melakukan patroli selama 24 jam. Patroli dilakukan di jalan yang rawan, bahkan di lokasi balap liar.

“Patroli kita lakukan selama 24 jam, ada 3 tim patroli yang dikerahkan,” ujar Rudi, Minggu (3/6) siang.

Menurut Rudi, selain di lokasi rawan, patroli juga menyasar ke perumahan. Di perumahan, kata Rudi, pihaknya memberikan edukasi kepada sekuriti dan perangkat RT/RW.

“Di perumahan-perumahan kita meninggalkan nomor anggota patroli malam. Sehingga, jika ada yang dicurigai, atau ada kejahatan bisa langsung diatasi,” katanya.

Rudi menjelaskan untuk patroli kejahatan terdiri dari tim roda dua dan roda empat. Tim ini terdiri dari 10 personel yang dilengkapi senjata lengkap.

“Pada malam hari banyak yang kita temukan. Seperti balap liar, orang mabuk,” tegasnya.

Untuk mencegah terjadinya kejahatan, Rudi juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Seperti menghindari berkendaraan seorang diri pada malam hari,.

“Jadilah polisi bagi diri kita sendiri. Karena dari beberapa kejadian, korban kejahatan itu terjadi saat berkendata pada tengah malam,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Pencuri Motor Terus Dicari Polsek Bintan Timur, Beraksi di Daerah Daerah Ini…

0

batampos– Polisi masih mengembangkan kasus pencurian kendaraan sepeda motor (curanmor) di lokasi parkir Masjid Nurul Iman, Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

Dari kasus ini, polisi telah melumpuhkan dua dari empat pelaku dengan timah panas di bagian kaki saat diamankan, Senin (27/6) dini hari.

Kapolsek Bintan Timur, AKP Suardi. F.Slamet Nofasusanto

Kapolsek Bintan Timur, AKP Suardi mengatakan, polisi masih mengembangkan kasus curanmor di Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

Dikatakannya, komplotan pelaku curanmor tidak hanya beraksi di Kijang, Kecamatan Bintan Timur. Namun, beraksi di tempat kejadian lain diantaranya daerah Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang dan beberapa lokasi kejadian di Kota Tanjungpinang.

“TKPnya lebih dari satu TKP. Kita masih koordinasi terus dengan teman-teman di Polsek Gunung Kijang dan Polres Tanjungpinang. Kalau di Kijang, sejauh ini 1 TKP yakni di Masjid Nurul Iman,” kata Suardi.

Suardi mengatakan, empat pelaku yang sudah diamankan adalah pendatang. Mereka mengontrak sebuah rumah di daerah Tanjungunggat dan daerah Potong Lembu, Tanjungpinang.

“Yang pertama diamankan di Tanjungunggat, kemudian dikembangkan ke pelaku lain di daerah Potong Lembu, Tanjungpinang,” kata Suardi.

Suardi mengatakan, mereka tidak beraksi sendiri, namun komplotan.

BACA JUGA: Mau Kabur, Polisi Bintan Akhirnya Tembak Kaki Pencuri Motor

“Dalam aksinya, lebih dari satu orang,” kata Suardi.

Setelah beraksi, mereka menjual motor tersebut. Uangnya dibagi dan dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Motor yang dicuri sudah sempat mereka dijual,” kata Suardi.

Lebih jauh Suardi mengatakan, sampai dengan saat ini sudah dua unit kendaraan sepeda motor diamankan di Mapolsek Bintan Timur di Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

“Ada Honda Vario salah satunya,” kata Suardi. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto