Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 7204

Hasil Balapan Formula 1 GP Inggris: Sainz Raih Kemenangan Perdana

0
Pembalap Ferrari Carlos Sainz Jr sukses meraih kemenangan pertamanya di Formula 1 di GP Inggris (3/7). (William WEST / AFP )

batampos – Pembalap Ferrari Carlos Sainz sukses meraih kemenangan pertamanya di Formula 1.

Kemenangan itu diraihnya di GP Inggris setelah finis di depan pembalap Red Bull Sergio Perez dan Lewis Hamilton (Mercedes).

”Aku tidak bisa berharap lebih dari ini. Ini adalah akhir pekan luar biasa,” ucap Sainz.

Balapan Formula 1 terpaksa dihentikan setelah terjadi insiden mengerikan yang melibatkan Guanyu Zhou vs George Russell.

Max Verstappen yang memasang ban soft mengambil peluang saat start dan berhasil mencuri posisi terdepan dari pole sitter Carlos Sainz.

Namun, baru beberapa tikungan berlalu insiden besar yang melibatkan sejumlah pembalap terjadi. Red flag dikibarkan, balapan dihentikan.

Mobil pembalap Mercedes George Russell rusak parah. Insiden tersebut juga melibatkan Alexander Albon (Williams) dan Guanyu Zhou (Alfa Romeo).

Yang paling parah adalah Zhou yang mobilnya terbalik. Butuh waktu cukup lama untuk mengevakuasinya.

Zhou kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih detail. Sedangkan, pagar sirkuit yang rusak akibat dihantam mobil Zhou harus diperbaiki.

Bukan hanya Zhou yang harus mendapatkan perawatan. Tapi Albon juga.

Dari video rekaman yang disiarkan ulang, terlihat Zhou bertabrakan dengan Russel menjelang tikungan 1.

Russell terlihat mengambil jalur terlalu ke kiri, sehingga Zhou tak bisa menghindari senggolan dalam kecepatan tinggi.

Ban kanan depan mobil Zhou menabrak ban belakang kiri Russell. Senggolan itu membuat mobil Zhou terbang dan terguling-guling di gravel.

Mobilnya bahkan menghajar pagar pengaman sirkuit dan terbang di atasnya. Mobil Zhou mendarat dalam kondisi miring.

Sekitar setengah jam kemudian restart dilakukan. Verstappen memulainya dari pole. Sainz di posisi kedua.

Kali ini, Sainz sukses membalaskan dendamnya dengan melakukan start agresif dan menyalip Verstappen di tikungan pertama.

Di belakangnya, Charles Leclerc terlibat senggolan dengan Sergio Perez. Namun stewards melihatnya sebagai insiden balapan. Jadi tidak ada investigasi setelah itu.

Ditekan habis-habisan oleh Verstappen, Sainz akhir membuat kesalahan. Pada lap ke-10 mobilnya melebar keluar lintasan, memberikan ruang kepada Verstappen untuk menyalipnya dengan mudah.

Namun apes menimpa Verstappen yang mengalami pecah ban tiga lap berikutnya. Hal itu membuat Sainz dan Leclerc menyalipnya tanpa harus berduel.

Beruntung titik pecahnya ban Verstappen dekat dengan pitlane. Sehingga pembalap Belanda itu langsung masuk untuk mengganti ban.

Dia kembali ke lintasan di posisi keenam.

Saat dua pembalap Ferrari memutuskan melakukan pit stop, Lewis Hamilton berkesempatan memimpin balapan. Dia memanfaatkan keuntungan mengganti ban saat periode red flag.

Pada lap 31 Sainz memberikan jalan kepada Leclerc untuk melewatinya di posisi kedua. Itu memberinya peluang untuk memburu Hamilton di depan.

Di lap 34 Hamilton pit stop. Namun pit itu cukup lama. Karena itu pula dia kembali ke lintasan di posisi ketiga di belakang duo Ferrari.

Lap 41 yellow flag dikibarkan karena mobil Esteban Ocon mogok di tengah lintasan.

Situasi dimanfaatkan Hamilton dan Sainz untuk melakukan pit stop. Sementara Leclerc tetap berada lintasan, tanpa melakukan pit.

Saat safety car keluar dan balapan dimulai lagi, Sainz berhasil menyalip rekan setimnya Leclerc yang melebar. Sainz memimpin.

Hamilton malah disalip Perez.

Memasuki 6 penghabisan balapan diisi keseruan perebutan posisi kedua antara tiga pembalap. Mereka adalah Perez, Leclerc, Hamilton.

Duel sengit terjadi antara Leclerc vs Hamilton menuju lap-lap terakhir. Namun, pada akhirnya Hamilton sukses memenangi pertarungan tersebut.

Hamilton akhirnya finis di posisi ketiga plus satu poin untuk fastest lap. Ini menjadi finis podium back to back bagi Hamilton setelah di GP Kanada dia juga finis ketiga. (*)

 

Reporter: JPGroup

 

Peningkatan Kunjungan Wisman Bisa Bangkitkan Ekonomi Batam

0
Wisatawan 1 F Cecep Mulyana e1656306161242
Sejumlah wisatawan yang baru tiba berjalan di area Pelabuhan Internasional Batamcenter, Sabtu (25/6). Arus penumpang yang datang maupun yang pergi di Pelabuhan Internasional mengalami peningkatan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menargetkan pemulihan ekonomi bisa berjalan lebih baik tahun ini. Dibukanya pintu masuk bagi wisatawan mancanegara (Wisman) diharapkan bisa menjadi pendorong pulihnya sektor ekonomi hingga pelaku UMKM.

“Sekarang sudah mulai, walaupun belum banyak seperti dua tahun lalu. Akhir pekan kapal yang masuk ke Batam sudah ada peningkatan,” sebutnya, Minggu (3/7).

Ia menyebutkan, perlahan sektor ekonomi juga turut terdampak dengan kenaikan angka kunjungan ke Batam. Usaha yang dulu mati suri, sekarang sudah mulai berkembang. Terutama pelaku usaha di sektor wisata.

Selama dua tahun lalu, usaha yang ada di bandara mati suri semua. Sekarang jika dilihat sudah mulai aktif kembali. Pusat perbelanjaan yang sepi, sudah mulai ramai, hotel yang tingkat huniannya rendah, secara perlahan mulai naik.

Begitu juga dengan restoran yang sudah kembali ramai, hal ini terbukti dari segi pendapatan daerah, pajak restoran merupakan yang paling tinggi dibanding yang lainnya.

Untuk sektor lainnya, Rudi mengatakan masih Berproses. Terutama pelaku usaha UMKM, saat ini angka kunjungan belum normal, sehingga jumlah wisman yang masuk juga masih fluktuatif. Sembari menunggu normalnya angka kunjungan, pelaku usaha kreatif bisa mempersiapkan diri. Misalnya menyiapkan kerajinan tangan, makanan, dan lainnya yang bisa menarik wisman untuk membeli.

“Karena ini kan masih berproses semua. Ekonomi yang kita harapkan bisa normal masih belum sampai saat ini. Namun begitu, jika dibandingkan dengan dua tahun lalu, tentu ini yang terbaik,” ujarnya.

Pemerintah daerah lanjutnya, masih berupaya memulihkan keadaan. Sektor wisata yang merupakan menjadi penyumbang sebanyak 24 persen untuk PAD didorong untuk terus menuju ke arah yang positif.

“Saya rasa tidak hanya Batam, bahkan Bali pun mungkin merasakan hal yang sama. Untuk hal yang bisa saya lalukan saat ini adalah menjaga kondisi Batam kondusif, sehingga bisa menjadi jaminan keamanan bagi wisman berkunjung,” terang Rudi.

Tidak saja itu, normalnya sektor wisata akan memberikan peluang kerja bagi warga Batam. Sehingga angka pengangguran bisa ditekan, dan tentu akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kalau hal ini terjadi, tentu efeknya bisa kemana-mana. Jadi menyeluruh ekonomi akan bangkit. Jadi tinggal tunggu waktu saja semua akan pulih,” imbuh Kepala BP Batam ini.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan angka kunjungan wisman ke Batam bisa tembus 1-1.3 juta hingga akhirnya tahun ini. Begitu juga untuk wisatawan nusantara (Wisnus). Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah sudah memperlihatkan hasil yang cukup baik.

Kendati demikian, jika untuk mengembalikan masa kejayaan seperti di Tahun 2019 lalu, tentu membutuhkan upaya yang lebih dari sekarang ini. Pelaku wisata menurutnya, sudah berjuang sejak tahun lalu. Berbagai upaya dilakukan agar ada kunjungan, walaupun hanya jalur bisnis, dan pemerintah.

“Hasilnya hanya 300 orang yang masuk. Tentu tahun ini tidak begitu, diharapkan jauh lebih baik tentunya. Maka dari itu, penting sekali rasanya agar Batam ini aman, dah terkendali,” ujarnya.

Beberapa daerah kembali mengalami kenaikan kasus, tentu diharapkan di Batam tidak terjadi. Untuk itu, pihaknya selalu mengontrol pergerakan kasus melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam.

Wabah Covid-19 lanjutnya memang belum berakhir, namun tugas semua pihak adalah mengendalikan penyebaran. Tren positif yang sudah berhasil dicapai, diharapkan bisa dipertahankan.

“Kalau Batam aman, saya rasa tidak ada keraguan wisman berkunjung. Jadi mari kita sambut era normal yang sudah di depan mata ini,” ucap Amsakar. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

Mahfud MD: Presiden Sudah Kantongi Nama untuk Menpan RB

0
Menkopolhukam Mahfud MD. (ANTARA/HO-Kemenko Polhukam)

batampos – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan Presiden Joko Widodo sudah mengantongi nama yang akan mengisi jabatan menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (menpan RB).

“Pak Jokowi pasti sudah tahu dan sudah ada di kantong beliau. Mungkin hanya menunggu lewatnya waktu belasungkawa,” kata Mahfud saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Senin (4/7).

Mahfud MD, yang kini menjabat sebagai Menpan RB ad interim, berpendapat bahwa Presiden memiliki perangkat penilaian lengkap untuk memilih figur yang tepat sebagai seorang menteri.

“Saya yakin bahwa Presiden mempunyai perangkat penilaian yang lengkap untuk memilih orang yang tepat menjadi menteri untuk diangkat, berdasarkan hak prerogatif presiden,” tambahnya.

Oleh karena itu, Mahfud mengatakan dia tidak memiliki preferensi penilaian apa pun dan siapa pun untuk menjadi pengganti Tjahjo Kumolo sebagai menpan RB.

Menpan RB Tjahjo Kumolo meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta pada Jumat (1/7).

Mahfud juga telah ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menpan RB ad interim sejak Tjahjo Kumolo menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit tersebut pada pertengahan Juni. (*)

Reporter: Antara

Polisi Tangkap Spesialis Curanmor Lintas Kota

0
Pelaku curanmor beserta barang bukti diamankan di Mapolresta Tanjungpinang. F. Satreskrim Polresta Tanjungpinang
batampos- Satreskrim Polresta Tanjungpinang membekuk spesialis pencuri motor (Curanmor) di Desa Malang Rapat, Bintan, Jumat (1/7). Selain pelaku, polisi mengamankan barang bukti kejahatan berupa satu unit motor curian.
Kasat Reskrim AKP Awal Sya’ban Harahap, mengatakan penangkapan terhadap Junior Gusmayanto, berdasarkan hasil pengembangan dari pengakuan tersangka Curanmor Budianto yang sebelumnya ditangkap Polsek Bintan Utara. “Saat interogasi, pelaku Budianto mengaku curi motor di Tanjungpinang besama Junior. Mereka ini satu komplotan,” jelas Awal, Senin (4/7).
Berbekal informasi tersebut, polisi kemudian menangkap Junior di tempat persembunyiannya di Desa Malang Rapat, Bintan. Kepada polisi, Junior alias Buyung mengakui perbuatannya membawa kabur motor Beat BP 3510 HT di Jalan Pasar Ikan Lorong Pasar Baru Tanjungpinang pada Februari 2022 lalu. “Pelaku juga mengaku mencuri motor di Bintan,” ungkap Awal.
Berdasarkan interogasi, polisi kembali melakukan pengembangan. Hasilnya polisi menemukan barang bukti motor Beat BP 3510 HT di kawasan Barek Motor Kijang Kota, Bintan. “Masih diselidiki, apakah ada laporan atau TKP (Tempat Kejadian Perkara) lainnya,” kata Kasat Reskrim. (*)
reporter: yusnadi

Wali Kota Nonaktif Ambon Richard Louhenapessy Ditetapkan Sebagai Tersangka TPPU

0
Wali Kota Ambon Richard Louhennapessy (Dok.JawaPos.com)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembangkan kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota nonaktif Ambon Richard Louhenapessy. KPK menjerat Richard Louhenapessy sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Selama proses penyidikan dugaan perkara awal tersangka RL, tim penyidik KPK kemudian mendapati adanya dugaan tindak pidana lain yang diduga dilakukan saat yang bersangkutan masih aktif menjabat Wali Kota Ambon berupa TPPU,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (4/7).

KPK menduga, Richard Louhenapessy menyembunyikan, maupun menyamarkan asal usul kepemilikan harta benda dengan menggunakan identitas pihak-pihak tertentu. Saat ini, KPK akan mengumpulkan alat bukti untuk menguatkan sangkaan TPPU tersebut.

“Pengumpulan alat bukti saat ini terus dilakukan dengan menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi,” tegas Ali.

Juru bicara KPK bidang penindakan ini juga memastikan akan menyampaikan setiap perkembangan informasi kepada masyarakat. Karena itu, meminta dukungan publik untuk bisa mengusut tuntas perkara tersebut.

“Kami mengharapkan dukungan masyarakat dimana jika memiliki infomasi maupun data terkait aset yang terkait perkara ini untuk dapat menyampaikan pada Tim Penyidik maupun melalui layanan call center 198,” pungkas Ali.

KPK sebelumnya telah menetapkan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail tahun 2020 di Kota Ambon dan penerimaan gratifikasi. KPK juga menetapkan Staf Tata Usaha Pimpinan pada Pemkot Ambon, Andrew Erin Hehanussa dan karyawan Alfamidi Kota Ambon, Amri sebagai tersangka.

KPK menduga Richard menerima suap terkait izin pembangunan cabang Alfamidi di Kota Ambon. Amri aktif berkomunikasi hingga bertemu dengan Richard agar proses perizinan Alfamidi bisa segera disetujui dan diterbitkan. Atas permintaan itu, Richard memerintahkan Kepala Dinas PUPR Pemkot Ambon untuk memproses dan menerbitkan berbagai permohonan izin, di antaranya surat izin tempat usaha (SITU), dan surat izin usaha perdagangan (SIUP)

Richard juga diduga menerima suap sekitar Rp 500 juta dari Amri. Suap itu terkait persetujuan pembangunan untuk 20 gerai Alfamidi di Kota Ambon.

Selain suap, KPK menduga Richard juga menerima gratifikasi dari sejumlah pihak. Namun, KPK belum dapat menyampaikan lebih jauh mengenai dugaan penerimaan gratifikasi ini karena masih dalam proses pendalaman.

Richard dan Andrew yang menjadi tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau pasal 11 dan pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Amri yang menjadi tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

Reporter: JP Group

PMI Ilegal Bentuk Perbudakan Modern, Pemerintah Perlu Ubah Regulasi

0
PMI Ilegal e1642666765252
Penyerahan 22 PMI yang diselamatkan Ditpolairud Polda Kepri di Sekupang, Kamis (20/1). (F. Eusebius Sara )

batampos – Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) Kepulauan Riau (Kepri), Romo Chrisanctus Paschalis menyebut bahwa Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal adalah bentuk perbudakan di era modern. Sebab para PMI ilegal diberangkatkan dan dipekerjakan tanpa legalitas yang jelas.

“Mereka hanya jadi sapi perah di (luar negeri), jika macam-macam akan dilaporkan ke pihak kepolisian negara tempat mereka bekerja. Mereka disebut sebagai pendatang haram,” ungkap Romo Chrisanctus Paschalis yang lebih akrab disapa Romo Pascal.

Romo Pascal menyampaikan bagi PMI ilegal yang diberangkatkan melalui jalur belakang, tantangan yang dihadapi adalah saat perjalanan. Sedangkan saat berada di Malaysia, para PMI ilegal ini lebih aman. Dibandingkan PMI ilegal yang berangkat menggunakan paspor kunjungan.

“Sudah menjadi tradisi, PMI ilegal melalui jalur belakang biasanya mereka dalam kelompok besar dan memiliki sejarah kultural. Misalnya satu daerah, satu suku. Hal ini biasanya terjadi bagi PMI yang berangkat melalui jalur belakang,” ungkapnya.

Karena adanya kesamaan kultural ini, para PMI ilegal ini saling menjaga satu sama lainnya. Selain itu, para PMI ilegal yang berangkat melalui jalur belakang, telah memiliki kerabat yang sudah ada lebih dahulu di Malaysia.

“Sedangkan yang berangkat menggunakan paspor kunjung itu adalah PMI-PMI ilegal yang bersifat perorangan atau kelompok kecil. Mereka ini tidak aman sesampai di Malaysia, mereka lebih rentan menjadi korban kekerasan dan tindakan semena-mena bosnya,” tutur Romo Pascal.

Baik PMI ilegal berangkat jalur belakang atau menggunakan paspor kunjung, kata Romo Pascal, adalah praktek perbudakan manusia zaman ini.

“Jeratan utang sering dialami para PMI ilegal ini. Diiming-imingi kerja dan gaji yang baik, tapi diberikan utang di awal. Lalu, sebagian gaji mereka terima, harus disisihkan untuk membayar hutang. Saat masuk lingkaran ini, mereka sudah masuk jebakan para mafia PMI ilegal, dan akan menjadi korban perbudakan bertahun-tahun lamanya,” ujarnya.

Pemerintah, kata Romo Pascal, perlu mengubah regulasi pemberangkatan PMI secara legal. Sebab, iklan dari mafia PMI ilegal lebih menarik, dibandingkan PMI legal. “Para mafia ini memanfaatkan lamanya menunggu antrian diberangkatkan secara legal. Dengan mafia, daftar hari ini dua minggu lagi sudah bisa berangkat. Regulasi harus diubah, demi menyelamatkan masyarakat terjebak mafia-mafia ini,” ungkapnya.

Birokrasi yang korup dan sistem tata kelola di PMI ilegal perlu diperbaiki. Agar kejadian yang menimpa para PMI ilegal ini tidak berulang. “Saya sendiri menyaksikan dan melakukan investigasi pribadi di Pelabuhan Batam Center,” ungkap Romo Pascal.

Dari investigasi ini, ia mendapatkan fakta mencengangkan. Namun, ia mengaku masih belum mau membukanya, sebab masih belum mendapatkan pengakuan dari para PMI ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia.

“Pelabuhan Batam Center itu, luar biasa. Coba pantau saja di pagi hari, pasti akan melihat para PMI ilegal yang lalu lalang akan diberangkatkan menggunakan paspor kunjung. Saya punya informasi mengenai kejadian di 21 April, 30 April, dan 29 Juni,” ungkapnya.

Romo Pascal mengaku penanganan PMI ilegal ini butuh usaha serius dari pemerintah. Sebab jika usaha setengah-setengah, tidak dapat menuntaskan problem PMI ilegal. “Regulasi banyak ruang-ruang kosong. Sehingga praktek ilegal ini menjadi lebih lama bertahan,” kata dia.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam melakukan berbagai upaya dalam pencegahan keberangkatan PMI secara ilegal.

Kepala Bidang (Kabid) Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Tessa Harumdilla, mengatakan pihaknya telah melakukan patroli laut untuk pemetaan jalur tikus, memperketat untuk penerbitan paspor dan membaca gerak tubuh seluruh WNI yang melewati Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di pelabuhan maupun bandara.

Tessa menjelaskan, untuk kegiatan patroli laut gabungan yang dilaksanakan pada 23 Juni itu dalam rangka mewujudkan sinergi dan kolaborasi, serta implementasi program penegekan hukum.

Hal ini bertujuan sebagai upaya menjaga pertahanan negara di Kota Batam bersama Polisi Perairan, Lanal Batam, Kantor Syahbandar dan kantor kesehatan pelabuhan.

“Pada kesempatan kemarin adalah untuk pemetaan jalur pelabuhan tikus di perairan Tanjunguncang hingga ke Nongsa Batam,” katanya.

Kegiatan ini, lanjut Tessa, rutin dilaksanakan dengan tujuan untuk mencegah kegiatan ilegal. Salah satunya pencegahan keberangkatan PMI yang berangkat melalui jalur tidak resmi.

Tidak hanya pencegahan keberangkatan PMI melalui jalur ilegal, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai pencegahan masuknya orang asing ke Batam melalui jalur tidak resmi. Sebagaimana diketahui, Kantor Imigrasi Batam juga melakukan pengawasan terhadap orang asing yang di dalamnya ada Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora).

“Tim Pora tidak hanya mengawasi orang asing, tapi WNI atau pun orang yang dari luar kota Batam yang berusaha melewati jalur tikus tanpa izin yang tidak sah,” katanya.

Dalam pengawasan bersama di perairan itu, Imigrasi Batam bersama instansi lainnya menemukan lima lokasi pelabuhan tikus yang diduga berpotensi menjadi kegiatan ilegal. Sehingga, setelah diketahuinya lima titik pelabuhan tikus itu, Imigrasi Batam bersama dengan instansi terkait melakukan rapat untuk menentukan langkah yang bisa diambil bersama.

“Tentunya ini akan menjadi fokus dalam patroli kedepannya,” jelasnya.

Kemudian upaya selanjutnya dengan perketat penerbitan paspor. Sebagaimana diketahui, beberapa PMI berangkat keluar negeri dengan menggunakan paspor dengan tujuan wisata dan sampai diluar negeri ternyata tujuan mereka untuk bekerja.

“Layanan paspor di Batam juga meningkat signifikan. Kita juga mencegah kepada orang yang bertempat tinggal atau berdomisili di Batam,” katanya.

Dalam hal ini, petugas wawancara di Bidang Pelayanan Dokumen Perjalanan disiagakan penuh. Baik di Kantor Imigrasi Batam maupun layanan paspor di Unit Layanan Paspor (ULP).

Para petugas wawancara akan menyeleksi dari antrian paspor. Untuk pemohon yang tidak berdomisili di Batam, petugas akan meminta lampiran surat domisi dari petugas RT setempat. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pemohon itu mempunyai kegiatan di Batam dan mempunyai sanak saudara.

“Tapi kalau dari luar Batam kita verifikasi betul, apa tujuan pengajuan paspor ini. Jangan-jangan mereka nanti melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan yang disampaikan. Apakah itu untuk bekerja dì Malaysia atau lainnya,” jelasnya.

Dalam kurun waktu Januari hingga Juni, Kantor Imigrasi telah menolak 74 permohonan paspor.

“Ada penolakan itu karena alasan terindikasi bekerja secara non prosedural. Dari 74 itu, 35 persennya karena alasan itu,” ujarnya.

Adapun untuk alasan lain penolakan dari penolakan itu karena tidak memberikan keterangan dengan benar sebesar 37 persen. Kemudian alasan lain adalah, karena tidak bisa melampirkan persyaratan tambahan sebesar 28 persen.

“Penolakan terbanyak kita lakukan terbanyak di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam sebanyak 57 permohonan,” jelasnya.

Sementara untuk pengawasan di pelabuhan, petugas Imigrasi Batam juga telah beberapa kali menggagalkan keberangkatan WNI keluar negeri karena adanya indikasi untuk bekerja disana. Sebab, ketika berada di pelabuhan petugas akan mempertanyakan tujuan WNI itu untuk berangkat.

“Kalau ada indikasi mengarah ke pekerja akan kita tolak. Itu ada kita tolak. Kita juga ada BP2MI juga. Sebelum Imigrasi ada BP2MI yang justru menyaring orang ini,” katanya. (*)

Reporter: FISKA JUANDA, EGGI IDRIANSYAH

Mereka Membangun Kehidupan Baru di Hunian Tetap di Kaki Semeru

0
MENGGELIAT: Aktivitas warga di hunian tetap untuk para pengungsi Semeru di Desa Sumbermujur, Lumajang (28/6).

Geliat ekonomi mulai tumbuh di hunian tetap yang dibangun untuk para pengungsi letusan Semeru. Bangunannya juga kukuh, tak tembus suara hujan, dan tahan gempa.

EDI SUSILO, Lumajang

ANGIN malam dari lembah Semeru menyusup lewat celah hutan pinus yang berada tepat di atas ribuan hunian tetap (huntap) di Desa Sumbermujur, Lumajang, Jawa Timur. Berembus ke bawah, membuat tengkuk para penghuni huntap bergidik kedinginan.

’’Nginep di sini saja. Sebentar lagi hujan. Ayo masuk rumah,’’ ucap Suyadi, menawari Jawa Pos menginap.

Lindap memang sudah menggelayut. Dan, benar saja, tak sampai lima menit, hujan turun deras. Memaksa setiap penghuni, para korban APG (awan panas guguran) Semeru itu masuk ke huntap berukuran 6 x 6 meter yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) tersebut.

Ditemani sang paman, Lamsino, sesama pengungsi APG Semeru, keduanya mengobrol di ruang tamu Senin (27/6) malam pekan lalu. Ditemani rokok lintingan, keduanya mengaku bersyukur mendapatkan huntap di kloter pertama. Setelah berbulan-bulan tinggal di tenda pengungsian di Desa Penanggal.

Tinggal di huntap, bagi Suyadi dan Lamsino, adalah upaya menghapus trauma. Dusun mereka, Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, dihujani abu saat Semeru meletus pada 4 Desember tahun lalu yang membuat warga kalang kabut, tunggang-langgang, menyelamatkan diri.

’’Saya kalau ingat-ingat peristiwa itu saja masih ngeri. Takut,’’ ucap Lamsino dengan nada bergetar.

Meski semua keluarganya selamat saat kejadian, kecamuk panas abu gunung setinggi 3.676 meter itu, jeritan tetangga, dan teriakan anak-anak membuatnya ogah kembali ke desa. Huntap pun menjadi kesempatan bagi dia untuk membangun kembali kehidupan.

”Rumah ini sudah sae (bagus). Bangunannya bagus,” papar Lamsino.

Itu dia buktikan ketika ingin menancapkan paku di tembok huntap. Alih-alih tembok bisa tertembus, paku yang dipalu justru bengkok. Kalau hujan, suaranya juga tidak tembus.

Hanya terdengar sayup-sayup. Dia senang karena rumah yang dibangun pemerintah pusat itu juga tahan gempa.

Ada 1.951 unit huntap yang sudah dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, tapi baru 130 KK yang menghuni sejak 27 April lalu. Masing-masing pengungsi Semeru mendapatkan huntap dan huntara (hunian sementara) yang dibangun gandeng dengan luas tanah 140 meter persegi.

Tapi, belum siapnya huntara sebagai pelengkap huntap menjadi salah satu penyebab belum semua pengungsi bisa masuk ke tempat relokasi. Pemkab Lumajang menargetkan, pemindahan tuntas dalam dua bulan ini.

Sebanyak 1.951 unit huntap yang dibangun Kementerian PUPR telah tuntas. Namun, untuk huntara yang dibangun berbagai NGO (non- governmental organization), belum semuanya rampung.

Sebanyak 577 huntara kini sudah selesai. Sedangkan 401 unit lainnya sedang dibangun secara bertahap.

Yang dikeluhkan Lamsino hanya soal dingin yang menusuk tulang. Dia dan warga huntap lain memang ’’orang gunung”, telah sepanjang hidup mereka hidup berdampingan dengan dinginnya hawa gunung.

Tapi, huntap di Sumbermujur memang lebih menusuk tulang. Maklum, tempatnya langsung berada di kaki Semeru. Tak ada gunung atau perbukitan yang bisa menghadang dinginnya angin dari atas. Tak seperti di dusun Lamsino dulu. Saat Jawa Pos menginap di sana pada Senin malam pekan lalu, misalnya, suhu tercatat 18 derajat Celsius.

Pada Selasa pagi keesokan harinya, selepas azan Subuh, aktivitas warga yang tinggal di huntap yang diberi nama Bumi Semeru Damai itu mulai menggeliat. Pagi-pagi pedagang tahu dengan klakson dan trompet membangunkan penghuni yang masih meringkuk kedinginan. Penjual sayur juga mulai menjajakan dagangannya ke rumah-rumah warga.

Termasuk Suyadi yang pagi itu bergegas menjemput rezeki. Bersama putri bungsunya, Mirnawati, 9, keduanya berboncengan naik sepeda motor menuju Kecamatan Candipuro untuk menggiling daging ayam buat campuran adonan bakso.

Saat PMK (penyakit mulut dan kuku) merebak di Lumajang, bapak dua anak itu memang mengubah campuran adonan bakso. Sebelumnya, dia menggunakan gilingan daging sapi. Karena tak laku dan warga waswas makan daging sapi selama PMK, daging ayam pun menjadi pilihan.

Sejak tinggal di pengungsian, lelaki 40 tahun itu memang telah memulai usaha. Mi ayam dan bakso menjadi pilihannya bersama sang istri, Satuni, mencari penghasilan. Usaha itu kini dia pindahkan ke samping rumah di blok D2-10. ”Hasilnya ya alhamdulillah,” katanya.

Sejak pagi, belasan pembeli meriung di warungnya. Tetangga, tamu, dan para pekerja yang mengerjakan proyek penyempurnaan huntap menjadi pelanggan.

Berjarak dua blok dari Suyadi, Saiful Arifin menjajal peruntungan dengan membuka usaha bensin eceran. Juga, warung kopi (warkop) kecil-kecilan di samping rumah. Memang, yang dia kantongi tidak sebesar ketika menjadi petani di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang. Tapi, dia tetap bersyukur bisa memperoleh sedikit pendapatan.

Selain membuka usaha, Saiful kini menjadi pekerja proyek yang membantu menyelesaikan huntap. Dia bekerja sebagai kuli yang mengecat rumah. Hasilnya dia gunakan untuk tambahan menghidupi sang istri dan putri tunggalnya yang baru genap berusia setahun.

”Saya pengin kerja lain. Nggak berani tinggal lagi di desa,” ungkapnya.

Hampir di setiap blok ada penghuni membuka usaha di sisa tanah samping rumah. Mayoritas berdagang makanan-minuman. Ada pula yang berjualan gas dan isi ulang pulsa telepon.

Meski sudah menggeliat, belum semua pengungsi bisa kembali bekerja. Terutama para pengungsi yang sebelum tinggal di pengungsian bekerja sebagai penggarap sawah dan ladang.

Ya, sejak Semeru meluluhlantakkan dusun dan desa, sawah mereka belum bisa ditanami lagi. Abu dan pasir Semeru masih menyelimuti sawah dan ladang. ”Pasir di sawah saya masih setinggi dengkul,” kata Lamsino.

Petani asal Kajar Kuning itu sudah menengok kondisi sawah yang masih jadi lautan pasir. Tak hanya tebal, pasir yang menutup sawah juga telah mengeras padat sehingga dicangkul secara manual pun tidak akan bisa. Dia berharap ada alat berat yang bisa mengeruk lapisan pasir itu.

Sumiati juga tidak bisa lagi memulai menanam sengon di ladang miliknya bersama sang suami. Ladang sudah hancur diterjang lahar Semeru. Pasir menutup dan merobohkan ratusan pohon sengon berusia tujuh tahun milik warga Dusun Kamar Kajang itu saat Semeru mengamuk tahun lalu.

”Sebenarnya waktunya panen. Tapi, Semeru keburu meletus,” keluh nenek 70 tahun tersebut.

Hingga kini, dia bersama sang suami masih menganggur. Hanya bantuan dari donatur dan anak-anaknya untuk menyambung hidup. Pikiran nenek itu juga belum tenang betul. Masih ada dua anak yang hingga kemarin belum mendapatkan jatah huntap seperti dirinya.

Pemkab Lumajang memang memperbolehkan para petani dan peladang untuk bisa menggarap tanah mereka. Asalkan, para pengungsi tidak kembali ke rumah mereka dan tidur di sana. Kampung-kampung pengungsi saat ini memang ditetapkan sebagai zona merah.

Kini harapan para petani kaki Semeru hanya satu: secepatnya bisa kembali ke ladang menggarap sawah dan ladang. (*/c7/ttg)

Stray Kids Tunda 2 Tur AS, Ini Penyebabnya

0
Stray Kids (ANTARA/instagram/jypstraykids)

batampos – Stray Kids dikabarkan menunda dua penampilannya dalam tur Amerika Serikat. Penyebabnya beberapa anggota grup noy k-pop ini dinyatakan positif COVID-19.

Stray Kids telah memulai tur dunianya di Amerika Serikat dengan tajuk MANIAC pada awal pekan ini.

Seperti dilaporkan Soompi mellaui ANTARA, tur tersebut dijadwalkan akan membawa mereka ke tujuh kota berbeda di seluruh Amerika Serikat.

Hanya saja setelah melakukan dua konser, tur grup akhirnya ditunda oleh pihak agensi Stray Kids JYP Entertainment, Minggu (3/7).

Baca juga : Syuting MV Selesai, STAYC Dipastikan Comeback Juli Ini

Live Nation pun mengumumkan pada dini hari bahwa Lee Know, Felix dan I.N telah dinyatakan positif COVID-19.

Oleh sebab itu, Stray Kids pun terpaksa menunda konser mereka di Atlanta dan Fort Worth. Kedua konser tersebut sebelumnya dijadwalkan akan berlangsung pada 3 Juli dan 6 Juli.

Belum ada pengumuman lebih lanjut mengenai pemberhentian tur berikutnya di Los Angeles, Oakland, dan Seattle. Saat ini, anggota Stray Kids lainnya selain Lee Know, Felix dan I.N serta seluruh staf tur mereka, dinyatakan negatif COVID-19. (*)

Reporter : Antara

46 Wartawan di Kepri Lulus Uji Kompetensi

0
PWI UKW
Panitia dan peserta UKW di Provinsi Kepri berfoto bersama sesaat setelah penutupan kegiatan tersebut. Pada UKW kali ini 46 wartawan dinyatakan lulus dan berkompeten. Foto: Dokumentasi PWI Kepri

batampos – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke 26 yang digelar Dewan Pres dan diikuti 54 wartawan di Kepri pada Jumat (1/7/2022) dan Sabtu (2/7/2022) berlangsung sukses. Dari seluruh peserta hanya 46 wartawan dinyatakan lulus, sedangkan delapan orang gugur karena dinilai belum kompeten.

Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim, mengatakan, ke 46 wartawan Kepri itu terdiri dari 34 wartawan tulis dan 12 wartawan Televisi.

“Kegiatan UKW ini difasilitasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kepri. Dari 54 yang ikut, hanya 46 dinyatakan lulus setelah mengikuti serakaian mata uji,” ujarnya.

Ia mengatakan, bagi delapan wartawan yang belum lulus, ini bukanlah akhir dari semuanya. Kata dia, masih ada kesempatan untuk belajar.

“Bagi yang lulus selamat, namun penilaian akhir tetap ada di Dewan Pers,” katanya.

Dijelaskan Candra, wartawan yang lulus dinilai mampu melewati semua mata uji yang diberi penguji. Baik itu untuk wartawan tingkat muda, madya dan utama.

“Ini tugas dan PR bersama-sama dalam meningkatkan kualitas teman-teman,” ujar Candra

Sementara Ketua Komisi Pemberdayaan Organisasi Dewan Pers, Asmono Wikan berharap peserta yang dinyatakan lulus tak langsung berpuas hati. Teruslah belajar dan tingkatkan kompetensi untuk uji berikutnya. Bagi yang belum lulus agar terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.

“Kami tak akan pernah lelah mengajak kawan-kawan yang belum menikmati hasil seperti ini untuk terus mengejar kompetensinya dengan cara-cara yang tepat dan hanya Dewan Pers di Republik ini secara sah menjadi lembaga yang bertugas menguji wartawan di Republik ini,” kata Asmono Wikan.

Menurut dia, acuan sistem evaluasi kinerja wartawan oleh perusahaan pers, adalah menegakkan kemerdekaan pers berdasarkan kepentingan publik, menjaga harkat martabat kewartawanan sebagai profesi khusus penghasil karya intelektual, serta menghindarkan penyalahgunaan profesi wartawan.

“Saya mengharapkan seluruh profesi mempunyai kompetensi yang tinggi. Maka hari ini wartawan punya andil besar untuk membangun jurnalisme yang profesional. Sisi lain pentingnya UKW adalah semakin terdegradasinya wartawan di mata orang-orang. Wartawan jangan melanggar kode etik,” ucap Asmono.(*)

Reporter: Yashinta

Pencuri Berkasi di Masjid, Ini yang Diambil

0
Tangkapan layar rekaman CCTv Masjid Al Falah Tanjungpinang Barat.

batampos- Kotak infak Masjid Al Falah Jalan Usman Harus dibongkar maling, Kamis (30/6). Aksi kriminal yang terekam kamera pengawas (CCTv) tersebut, diketahui pengurus masjid sebelum melaksanakan salat subuh.

Dari rekaman CCTv, pelaku diketahui masuk ke masjid seorang diri melalui jendela masjid. Pelaku kemudian mencari letak kotak infak. Setelah melihat kotak infak, pelaku yang menggunakan sandal, kaos berkerah, topi terbalik, kacamata serta masker ini langsung membongkar kota infak yang berada di tiang masjid.
BACA JUGA:
Pengurus masjid Haidir Kadir mengatakan sebelum melaksanakan salat subuh, ia melihat jendela masjid telah terbuka. Kemudian ia melihat kotak infak yang sebelumnya digembok, telah terbuka dan berserakan di lantai. “Ada tiga kotak infak yang dibongkar maling,” katanya, Sabtu (2/7).

Akibat kejadian tersebut, uang infak senilai lebih kurang Rp 2 juta hilang dibawa kabur maling. Pengurus masjid telah melaporkan kejadian pencurian itu kepada pihak berwajib. “Kami sudah lapor ke polisi,” jelasnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Barat, Ipda Pepen membenarkan kejadian pencurian di Masjid Al Falah Tanjungpinang Barat. Pihaknya juga telah menerima laporan dari pengurus masjid. “Masih penyelidikan. Kami telah mengetahui ciri-ciri pelaku berdasarkan rekaman CCTv,” terangnya. (*)

reporter: yusnadi