batampos – Menko Polhukam Mahfud MD mendukung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait pencopotan Irjen Ferdy Sambo dari jabatan Kadiv Propam Mabes Polri. Menko Polhukam Mahfud MD menilai langkah tegas Kapolri tersebut membuktikan bahwa tagline Presisi Polri berlaku.
“Bagus. Presisi Polri berjalan. Masyarakat optimis,” tulis Mahfud di akun Twitternya dikutip Pojoksatu.id (Jawa Pos Group), Selasa (18/7).
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu pun menjelaskan makna tagline Presisi Polri. Menurutnya, salah satu makna presisi ialah mendengar aspirasi masyarakat terkait dengan kejadian yang butuh penangan hukum.
Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo Dicopot Kapolri, Penggantinya Langsung Wakapolri Komjen Gatot “Makna Presisi: Prediktif, bisa memprediksi apa akan terjadi dari satu situasi sehingga bisa mengambil tindakan pada waktu dan cara tepat,” ujarnya.
“Responsibilitas, memberi respons secara cepat atas aspirasi publik. Transparansi, terbuka, fair,” lanjut Mahfud MD.
Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mencopot Irjen Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam Mabes Polri. Pelucutan jabatan sementara itu dilakukan demi objektivitas penyidikan.
Demi pengungkapan kasus tembak-menembak antara Brigadir Joshua dan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo. Kapolri menyerahkan sementara tanggung jawab jabatan Kadiv Propam, kepada Wakapolri Komisaris Jenderal (Komjen) Gatot Eddy Pramono.
“Kita putuskan untuk Irjen Pol Ferdy Sambo untuk sementara dinonaktifkan sebagai Kadiv Propam Polri,” ujar Jenderal Sigit, dalam jumpa pers resmi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/7).
Sigit menerangkan, pencopotan jabatan Irjen Sambo ini, keputusannya sendiri sebagai komandan tertinggi institusi Polri. Bukan, rekomendasi dari Tim Gabungan Khusus yang ia bentuk untuk pengungkapan tuntas insiden di Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel) itu.
Kapolri juga menerangkan, pencopotan sementara Irjen Sambo selaku Kadiv Propam, untuk menjawab respons publik terkait kasus tersebut. Sebab Jenderal Sigit mengatakan, dari pemantauannya atas perkembangan kasus tersebut. (*)
batampos – Kasus-kasus yang melibatkan anak tengah menjadi sorotan dalam beberapa waktu ini. Tak terkecuali di Kota Batam. Mulai dari kasus anak yang berhadapan hukum hingga anak yang menjadi korban pencabulan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman mengatakan, Batam merupakan salah satu kota yang mendapatkan predikat layak anak beberapa waktu yang lalu. Sehingga, ia mendorong agar predikat kota layak anak itu bisa diimplementasikan dan semaksimal mungkin ditingkatkan.
“Kalau kasus ini meningkat setiap tahun, maka bisa saja status layak anak itu terdegradasi,” ujarnya.
Dikatakan Aman, saat ini di Batam ada sejumlah OPD sebagai perwakilan dari Pemerintah Kota Batam yang menyangkut dengan anak. Dimana, untuk anak ini menjadi domainnya Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Sehingga kedua OPD ini harus bekerjasama dengan baik untuk meminimalisir kasus yang menyangkut anak.
“Ataupun kalau terjadi kasus anak, maka kedua OPD ini harus bekerjasama dengan baik agar secepatnya bisa tertangani,” katanya.
Selain kedua OPD yang mempunyai tanggungjawab yang sama terhadap anak, Aman juga mengatakan di Batam mempunyai Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD). Dimana, komisioner KPPAD ini diangkat oleh pemerintah melalui proses seleksi. Tentunya juga, komisioner setiap tahunnya sudah mendapatkan insentif dari pemerintah.
Sehingga, ia berharap peran dari KPPAD ini juga bisa dimaksimalkan tugas dan fungsinya dalam membantu pemerintah. Mulai dari melakukan sosialisasi ke sekolah dengan difokuskan kepada anak maupun ke tengah masyarakat dengan sasaran para orang tua terkait mengindikasi lebih dini kasus anak yang akan terjadi.
“Baik itu ke orang tuanya, dengan melihat gerak gerik anaknya sehingga bisa mengantisipasi lebih awal. Maupun juga ke anak itu sendiri. Bagaimana mengantisipasi pelecehan seksual dan sebagainya,” tuturnya.
Untuk itu, ia berharap peran dari KPPAD ini harus dimaksimalkan oleh pemerintah dengan memberikan keleluasaan dalam melakukan berbagai kegiatan dan diberikan anggaran dengan harapan bisa meminimalisir kasus anak di Kota Batam.
“Sayang sekali ketika sudah ada KPPAD, kemudian pemerintah sudah memberikan insentif setiap bulan. Lalu tugas dan fungsinya tidak dimaksimalkan. Bukan karena komisionernya tidak ingin, mungkin bisa jadi tidak seiring juga dengan program kegiatan yang ada dari pemerintah,” jelasnya.
Kedepannya, ia berharap ke Dinas Sosial, Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak serta KPPAD bisa bersinergi. Hal itu menjadi konsen dan fokus ke pemerintah Kota Batam agar permasalahan anak ini benar-benar bisa diperhatikan. Selain itu, jika sudah terjadi, maka secepatnya dilakukan advokasi dan kemudian dilakukan langkah-langkah konkrit antisipatif yang lebih baik agar tidak terjadi dikemudian hari.
Politisi PKB itu menambahkan, Komisi IV DPRD Kota Batam telah berulang kali menyampaikan kepada Pemerintah Kota Batam agar KPPAD itu diberikan anggaran untuk melaksanakan kegiatan yang sifatnya melakukan sosialisasi dan pembinaan. Namun sampai saat ini tidak ada anggaran yang melekat langsung ke program KPPAD.
Selama ini KPPAD melaksanakan kegiatan seiring dengan program-program yang konsentrasinya pada perlindungan, pegawasan dan pembinaan anak yang sebenarnya ada di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Sehingga, Aman berpendapat jika KPPAD sebenarnya tidak perlu melakukan pendampingan yang berbenturan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak.
Namun KPPAD diberikan anggaran yang langsung ke KPPAD dalam bentuk program dan kalau tidak bisa langsung program karena mereka komisioner, maka Pemerintah Kota Batam bisa memberikan dana hibah ke KPPAD. Agar setiap tahunnya bisa melaksanakan tupoksinya dengan baik dan benar dalam membantu Pemerintah Kota Batam dalam meminimalisir kasus anak.
“Baik itu dengan sosialisasi, pembinaan dan advokasi. Mudah-mudahan ini sinergi masing-masing OPD yang punya kewenangan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap anak ini bersama juga KPPAD, maka kasus anak ini bisa diminimalisir,” imbuhnya. (*)
Rombongan pusat penelitian ACI disambut langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, yang didampingi oleh Analis Kebijakan Ahli Utama Provinsi Kepulauan Riau Dr. Syamsul Bahrum di Ruang Kerja Kantor Gubernur, Lt.4, Dompak, Senin (18/07).
batampos– Tim pusat penelitian Asia Competitiveness Institute (ACI) dari Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), National of University Singapore (NUS) melakukan kunjungan kerja ke Kepri untuk belajar terkait faktor penguatan daya saing ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau yang terus bertumbuh pasca wabah Covid-19.
Kedatangan rombongan pusat penelitian ACI disambut langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, yang didampingi oleh Analis Kebijakan Ahli Utama Provinsi Kepulauan Riau Dr. Syamsul Bahrum di Ruang Kerja Kantor Gubernur, Lt.4, Dompak, Senin (18/07).
Rombongan pusat penelitian ACI dari NUS ini dipimpin langsung oleh Direktur ACI, Prof. Paul Cheung, beserta rombongan Research Asistant ACI, Doris Liew Wan Yin, Kevin Chen Xian An, dan Clarie Handoko yang kemudian Research Associate ACI, Tan Kway Guan.
Pada kesempatan itu, Paul Cheung, menanyakan peran Gubernur Ansar terkait penguatan daya saing yang membuat pertumbuhan ekonomi Kepri yang semakin membaik pasca Covid-19 dibandingkan dengan beberapa Provinsi lainnya.
“Kami sangat terkesan dengan apa yang Gubernur lakukan, dengan statement dan program-program Gubernur saat ini, yang kami rasa sangat kredibel membuat ekonomi Kepri bertumbuh pasca Covid, apa saja yang Gubernur lakukan,” papar Paul Cheung.
Paul Cheung juga menyebutkan bahwa dengan hasil penguatan daya saing ekonomi Provinsi Kepri yang meningkat, pihak LKYSPP ingin lakukan kerjasama dengan Provinsi Kepri serta mengundang Gubernur Ansar untuk memberikan kuliah umum di Singapura.
“Kami ketahui, hasil penelitian dengan beberapa Provinsi lainnya di Indonesia, Kepri mendapati peningkatan ekonomi pasca Covid, membuat kami dari LKYSPP ingin lakukan kerjasama dengan Pemprov Kepri, serta jika berkenan, kami mengundang Gubernur untuk hadir memberikan kuliah umum di Singapura,” sebut Paul Cheung.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ansar menyebutkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri tidak terlepas dari peran pegawai pemerintah yang terus melakukan terobosan serta masyarakat Kepri yang selalu berinovasi guna menciptakan roda pemulihan ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri bukan hal yang dapat dilakukan secara mudah dan singkat, banyak stakeholder terkait yang selalu berjuang, melakukan terobosan-terobosan baru, guna memberikan peluang kepada masyarakat untuk menggerakkan roda ekonomi kembali. Tentunya, peran masyarakat Kepri yang berinovasi untuk maju masuk kedalam faktor tersebut,” tutur Gubernur Ansar.
Gubernur Ansar juga menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau selalu terbuka dengan pihak manapun yang ingin melakukan kerjasama dengan pemerintah, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri.
“Kami sangat terbuka dengan investor asing, atau dengan pihak manapun yang ingin melakukan kerjasama dengan Kepri. Tentunya, pemerintah akan fasilitasi kerjasama tersebut dengan semampunya, selagi itu membawa kesejahteraan untuk masyarakat Kepri dan memajukan Kepri, kita pasti dukung dan fasilitasi,” pungkas Gubernur Ansar.
Lanjut, Gubernur Ansar memaparkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang diterapkan Provinsi Kepri yang masih sangat berpotensi untuk dikembangkan, dan juga penerapan wilayah Free Trade Zone (FTZ) pada Kota Batam, Kabupaten Bintan, Serta Kabupaten Karimun yang maju pesat.
“Provinsi Kepri memiliki wilayah FTZ atau zona perdagangan bebas yang artinya perdagang Ekspor tidak lagi dikenakan pajak dan Bea Cukai, hal ini bisa kita kerjasamakan mengingat posisi Kepri dan Singapura yang strategis, tentunya kita juga menerapkan KEK di Galang batang, Nongsa Digital Park, Batam Aero Technic yang masih sangat berpotensi,” Imbuhnya. (*)
batampos – Panik karena tertangkap sedang memotong kabel listrik di sebuah rumah kosong, Adi Saputra, pelaku pencurian nekad serang dan menikam seroang ibu rumah tangga di Kampung Tower, Kelurahan Mukakuning, Seibeduk. Melda Sinaga, ibu rumah tangga yang diserang oleh Adi alami luka robek di bagian punggung telapak tangan akibat tikam gunting dari pelaku.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Seibeduk AKP Betti menuturkan, pelaku kini sudah diamankan di mapolsek Seibeduk untuk diproses lebih lanjut. Barang bukti yang diamankan sebuah gunting yang dipakai untuk menyerang korban serta beberapa gulung Kabil yang akan dicurinya.
“Mulanya dia curi kabel di rumah yang sedang kosong. Ibu (korban) itu lihat terus tariak maling. Bukannya kabur dia (pelaku) malah nyerang ibu itu dengan gunting,” ujar Betti, Selasa (19/7).
Saat melihat korban terluka dan warga mulai berdatangan, pelaku lantas melarikan diri. Usai kejadian korban melapor ke Mapolsek Seibeduk dan selang tak berapa lama pelaku dibekuk di kampung Aceh yang lokasinya tak jauh dari lokasi kejadian.
“Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara,” ujar Betti. (*)
batampos – Tim bola basket Indonesia menelan kekalahan telak 58-108 dari Tiongkok pada babak playoff FIBA Asia Cup 2022 di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (18/7).
Kekalahan dengan selisih 50 angka ini sekaligus membuat harapan Indonesia tampil di Piala Dunia FIBA 2023 pupus. Sebab, skuad Merah Putih gagal memenuhi syarat lolos ke babak delapan besar di FIBA Asia Cup 2022.
Dalam pertandingan kali ini, pelatih Milos Pejic menurunkan starter Marques Terrell Bolden, Andakara Prastawa Dhyaksa, Abraham Damar Grahita, Brandon van Dorn Jawato, dan Derrick Michael Xzavierro.
Sedangkan Tiongkok mengawali pertandingan dengan Mingxuan Hu, Minghui Sun, Rui Zhao, Quan Gu, dan Zhelin Wang. Sejak awal, Indonesia langsung tertinggal dari Tiongkok yang membuka keunggulan melalui tembakan tiga angka Rui Zhao. Bolden sempat menyamakan skor dengan lemparan serupa.
Namun Tiongkok kembali memimpin berkat free throw Mingxuan Hu. Sejak itu, Negeri Tirai Bambu terus menambah pundi-pundi poin hingga menutup kuarter pertama dengan 29 poin, meninggalkan Indonesia yang hanya mencetak 11 angka.
Pada kuarter pertama ini, skuad Merah Putih melakukan turnover sebanyak enam kali. Rinciannya Andakara Prastawa dua kali dan sisanya Derrick, Agassi Yeshe Goantara, Abraham Damar masing-masing satu kesalahan.
Situasi tak berubah memasuki kuarter kedua. Bahkan, Indonesia kecolongan sembilan poin secara beruntun hingga tertinggal 38-11 ketika kuarter kedua berjalan empat menit. Indonesia sempat memperkecil ketertinggalan melalui tembakan dua angka Abraham Damar dan dua poin dari free throw Arki.
Namun situasi tersebut tak berlangsung lama. Tiongkok kemudian kembali mendominasi pertandingan hingga menutup kuarter kedua dengan mencetak 30 poin. Sedangkan Indonesia 10 poin. Tiongkok makin menjauh 59-21.
Selepas turun minum, tim asuhan Milos Pejic mencoba mengubah permainan. Mereka tampil lebih agresif dan memperkecil selisih skor menjadi 44-77 setelah pada fase ini mencetak skor lebih banyak yakni 23 poin, sementara Tiongkok 18.
Namun kondisi tersebut tak berlangsung lama. Pada kuarter keempat, Indonesia kembali kesulitan menjebol pertahan Tiongkok. Bolden dan kawan-kawan hanya mampu mencetak 14 poin. Sedangkan Tiongkok melanjutkan dominasinya dengan mencetak 31 angka. Hasil akhir, Tiongkok membantai Indonesia dengan skor 108-58.
Dalam pertandingan ini Quan Gu menjadi pencetak skor terbanyak untuk Tiongkok dengan 23 angka, kemudian Mingxuan Hu dengan 14 poin, serta Rui Zhao dan Qi Zhou masing-masing 13 poin. Sedangkan dari kubu Indonesia, Bolden berkontribusi dengan 21 angka, disusul Brandon Jawato dengan 10 poin. Berdasarkan statistik, Tiongkok dan Indonesia juga sama-sama melakukan 15 turnover sepanjang berlangsungnya pertandingan.
Hasil ini membuat langkah Indonesia terhenti di FIBA Asia Cup 2022. Lebih dari itu, Tiongkok membuat Indonesia hanya akan menjadi penonton saat menjadi tuan rumah Piala Dunia FIBA 2023. (*)
batampos – Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menyampaikan, munculnya subvarian terbaru dari Covid-19 Omicron, yaitu BA.2.75 di Indonesia harus mendapat perhatian serius dari semua pihak. Namun, masyarakat diimbau tak perlu panik munculnya Covid-19 varian baru tersebut.
“Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 belum mereda, kini muncul lagi varian baru yang berpotensi lebih menular, yakni BA.2.75. Kita memang tak perlu panik tapi fakta bahwa BA.2.75 sudah terdeteksi di Indonesia harus membuat kita lebih waspada dan berhati-hati,” kata Rahmad Handoyo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/7).
Handoyo mengutarakan, varian BA.2.75 yang pertama kali terdeteksi di India pada Mei 2022 lalu disebut-sebut penularannya lebih cepat dari varian BA.5 yang sangat menular. Bahkan, organisasi kesehatan dunia (WHO) mengkategorikan subvarian ini sebagai Variant of Concern (VOC) Lineage Under Monitoring (LUM). Artinya, varian ini tengah diawasi secara ketat oleh WHO.
“Memang varian terbaru BA.2.75, juga varian BA.4 dan BA.5 ini saat ini belum membebani rumah sakit maupun lebih beresiko dibandingkan Delta dari data yang ada,” ungkap Handoyo.
“Akan tetapi, jika bisa berkaca dari kasus yang terjadi dibeberapa negara, misalnya Amerika, di mana saat ini kasus Covid di negara Paman Sam tersebut 80 persen didominasi varian BA.2. Nah fakta ini harus membuat kita semakin waspada sebab covid masih ada dan kita belum tahu kapan berakhir,” bebernya.
Dia tak memungkiri, secara global penularan Covid-19 masih sangat dinamis. Handoyo mencontohkan, kasus di beberapa negara ada yang melampaui 100 ribu kasus per hari.
“Artinya, meskipun saat ini kita masih terbilang landai tapi kasus varian BA.4 dan BA.5 terus mengalami kenaikan. Tentu kondisi seperti ini menuntut langkah cepat pemerintah pusat, pemerintah daerah, para epidemiolog dan seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong menghadai Covid-19, agar tidak kecolongan,” ungkap Handoyo.
Terkait dengan kondisi yang serba tak menentu saat ini, legislator PDI Perjuangan ini menyampaikan beberapa catatan penting yang menurutnya harus disampaikan semua pihak.
Pertama, istilah Immunity Indonesia yang belakangan ini sempat digembor-gemborkan, jangan sampai jadi ‘jebakan batman’. Jangan sampai istilah tersebut mengesankan bahwa masyakat sudah kebal berkelompok sehingga bisa bereforia, meninggalkan masker, tidak mengindahkan protokol kesehatan ini tidak boleh terjadi.
“Salah kaprah seperti ini sangat beresiko karena varian BA.4 dan BA. 5 dan Subvarian baru terdeteksi BA.2.75 pun masih bisa menembus tubuh yang sudah divaksin booster sekalioun . Efek positif booster memang menghindarkan rasa sakit serius sampai kematian. Sekali lagi, orang yang sudah dibooster masih bisa ditembus sub varian omicron ini,” tegas Handoyo.
Kedua, Handoyo menyoroti program vaksinasi yang hingga saat ini belum sesuai harapan. Dia menyebut, vaksinasi masih dibawah 70 persen sedangkan booster masih sangat rendah, di bawah 25 persen standar nasional.
“Justru karena vaksinasi belum sesuai harapan, maka saya mewanti-wanti pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh elemen untuk segera bergerak cepat memperkuat pertahanan imunitas masyarakat dengan memvalitasi vaksinasi booster, termasuk vaksin lengkap,” papar Handoyo.
Selain itu, masyarakat harus tetap mengencangkan ikat pinggang dengan memeatuhi protokol kesehatan, dengan memakai masker, vaksinasi, cuci tangan dan menghindari kerumuman.
“Protokol kesehatan harus kita kedepankan karena pandemi masih dinamis dan setiap hari masih ada warga yang harus masuk ruang ICU. Ini yang harus jadi perhatian kita bersama,” pungkasnya. (*)
Ketua IKWI Kepri, Sandra Mepa (tengah) bersama para pengurus IKWI Kepri memotong tumpeng pada HUT IKWI ke-62. Foto: IKWI Kepri untuk Batam Pos
batampos – Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) merayakan ulang tahunnya ke-61. Perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum IKWI, Indah Kirana Atal S. Depari, dari kantor Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Gedung Dewan Pers, Jakarta.
Ketua IKWI Kepri, Sandra Mepa, mengatakan, sangat bahagia bisa mengikuti perayaan HUT IKWI ke-61 meski hanya melalui zoom meeting.
“Kami berharap HUT IKWI ke-61 menjadi momentum kebangkitan organisasi menjadi lebih baik ke depan. Sesuai dengan tema utama yakni “Merajut Masa Depan yang Berkualitas dan Silaturahmi Nasional”,” ujarnya, Selasa (19/7/2022).
Ketua Umum IKWI, Indah Kirana Atal S. Depari, mengajak seluruh anggota IKWI tetap kompak dan menjalankan visi dan misi organisasi.
“Di Kepri tentunya kami berharap anggota IKWI juga makin kompak, organisasi berjalan dengan baik, dan mendukung kerja-kerja suami,” ujarnya.
Ia mengatakan, IKWI harus lebih baik ke depan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dengan teknologi.
“Dalam waktu dekat IKWI Pusat akan melaunching website IKWI. Sehingga IKWI memiliki data base dan bisa diakses seluruh anggota IKWI di manapun berada,” jelasnya.
Ketua Umum PWI, Atal S. Depari, memberikan semangat pada pengurus dan anggota IKWI di seluruh Indonesia. Ia mengapresiasi syukuran HUT IKWI ke-61 ini berjalan dengan sangat baik.
Kata dia, meski tidak dapat berkumpul semua di Jakarta, namun tetap berjalan dengan khidmat.
“Ini seperti kawinan, saya lihat semua daerah ada tumpengnya, pingin saya mencicipi semua tumpengnya,” ujar Atal.
Atal berpesan agar IKWI tetap dibangun dan disiplin dalam organisasi. Karena lanjutnya, hanya dengan disiplin organisasi bisa berjalan dengan baik.
“PWI harus membina IKWI, dari pusat sampai daerah, jangan biarkan jalan sendiri,” pesan Atal.
Dalam HUT IKWI ke-61 digelar berbagai kegiatan, di antaranya materi penguatan internal Konsolidasi Organisasi, bertema Kedisiplinan Berorganisasi, Webinar tentang pinjaman online, dan juga ada lomba penulisan bagi wartawan.(*)
batampos- Belasan hektar hutan bakau dan alur sungai di kelurahan Bulang Lintang, kecamatan Bulang dalam kondisi rusak berat. Itu karena ada aktivitas reklamasi alur sungai yang disebut warga sekitar sebagai sungai Uku. Reklamasi ini sudah berjalan selama tiga bulan terakhir dan saat ini separuh alur sungai sudah ditimbun. Belasan hektar hutan bakau sudah diratakan.
Informasi yang didapat, proyek reklamasi ini dilakukan oleh sebuah perusahaan dan akan bangun tambak udang dan bangunan tambahan perusahaan lainnya.
Nelayan Tempatan komplain dengan proyek reklamasi tersebut sebab, merusak ekosistem laut dan juga hutan bakau yang selama ini dijaga oleh nelayan ataupun pemerintah setempat.
“Itu kami sebut sungai Uku, lokasi untuk tangkap udang dan kepiting. Hutan bakau semua itu. Sekarang sudah rata. Hutan bakau sudah dibabat habis dan alur sungai ditimbun. Macam mana ini? Apakah program penanaman bakau yang sampai pak Jokowi (presiden) turun (ke Batam) beberapa waktu lalu cuman simbol saja ya?. Tolonglah ini diperhatikan karena itu tempat kami cari makan. Udang dan kepiting tak ada lagi,” ujar Heri, warga Bulang Lintang.
Dijelaskan Heri ataupun nelayan lainnya, aktifitas penangkapan udang dan kepiting masyarakat di pulau Bulang Lintang sangat berdampak dengan proyek reklamasi tersebut. Pasalnya lokasi reklamasi itu merupakan habitat udang dan kepiting yang selama ini menjadi andalan nelayan di sana.
“Kalau itu semua dirusakin juga, tak ada lagi tempat untuk cari udang dan kepiting di dekat sini. Di (wilayah) Tanjunguncang dan sekitarnya sudah tak ada lagi karena (perusahaan) galangan kapal. Harus keluar jauh mau cari udang dan kepiting,” ujarnya.
Persoalan ini sudah berulang kali disampaikan ke perangkat pemerintah setempat namun sampai saat ini belum ada tindakan. Aktivitas reklamasi yang merusak ekosistem laut terus berjalan. Demikian juga dengan pemotongan kayu bakau ilegal juga masih marak sehingga sangat bertentangan dengan program penghijauan hutan mangrove yang digadang-gadangkan oleh pemerintah selama ini.
Camat Bulang Ramadan saat dikonfirmasi mengaku akan segera menindak lanjuti keluhan nelayan tersebut dengan mengecek ke lokasi proyek reklamasi tersebut. “Kita akan cek dulu,” ujarnya. (*)
Survei ini menguji kombinasi berbagai pasangan, berdasarkan skenario empat poros, yaitu PDIP, Gerindra-PKB, Demokrat-Nasdem-PKS, dan Golkar-PPP-PAN. (Dok JawaPos.com)
batampos – Gubernur DKI Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pasangan yang diperkirakan akan paling banyak meraup dukungan masyarakat, baik dalam skenario koalisi tiga poros maupun empat poros.
Direktur Eksekutif Indopol Survey and Consulting Ratno Sulistiyanto menyebutkan, meskipun secara individu, elektabilitas kedua tokoh ini bukan yang paling tinggi, tapi ketika digabungkan, efek elektabilitas keduanya terlihat saling menguatkan, sehingga justru bisa melampaui pasangan calon-calon lain, dengan berbagai kombinasi.
Menurutnya, ini tercermin dalam survei tatap muka yang dilakukan lembaga survei Indopol pada 24 Juni – 1 Juli 2022. Dengan jumlah sampel sebanyak 1.230 responden di 34 provinsi, survei ini dilakukan dengan metodologi acak bertingkat (multistage random sampling), dengan margin of error +/- 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei ini menguji kombinasi berbagai pasangan, berdasarkan skenario empat poros, yaitu PDIP, Gerindra-PKB, Demokrat-Nasdem-PKS, dan Golkar-PPP-PAN; serta skenario tiga poros yaitu: PDIP-Golkar-PPP-PAN, Gerindra-PKB, dan Demokrat-Nasdem-PKS.
Dalam skenario 4 poros, simulasi 1, pasangan Anies-AHY, yang diusung Demokrat-Nasdem-PKS, unggul dengan perolehan suara 34,7 persen, mengalahkan pasangan Prabowo-Muhaimin (20,1 persen) yang diusung Gerindra dan PKB; pasangan Puan-Erick yang diusung PDIP diperkirakan memperoleh 4,88 persen, sedangkan pasangan Airlangga-Khofifah yang diusung Golkar-PPP-PAN berada pada urutan paling buncit dengan 3,82 persen.
Masih dengan skenario 4 poros, lanjut Ratno, tapi jika pasangan Airlangga diganti dengan Ganjar Pranowo, maka hasilnya diperkirakan naik menjadi 22 persen, tapi masih belum bisa mengungguli pasangan Anies-AHY yang memperoleh 30,1 persen, sekaligus mengalahkan pasangan Prabowo-Muhaimin yang memperoleh 17,4 persen sedangkan pasangan Puan-Erick yang didukung PDIP berada di nomor buncit dengan perolehan suara yang turun menjadi 2,93 persen.
Dalam skenario 4 poros, jika Airlangga diganti dengan Khofifah sebagai pasangan Ganjar, perolehan suara pasangan Ganjar-Khofifah yang diusung Golkar-PPP-PAN ini menjadi 24,5 persen, tapi masih belum bisa mengalahkan pasangan Anies-AHY yang unggul dengan suara 30 persen, mengalahkan pasangan Prabowo-Muhaimin yang suaranya 16,5 persen dan menempatkan kembali pasangan Puan-Erick pada posisi bontot dengan perolehan suara hanya 2,52 persen.
“Jika koalisi yang terbentuk adalah tiga poros, pasangan Anies-AHY yang diusung koalisi Demokrat-Nasdem-PKS masih unggul dengan perolehan suara 34 persen,” ujarnya.
Angka elektabilitas itu mengalahkan pasangan Prabowo-Muhaimin yang diusung Gerindra-PKB dengan perolehan suara 23,5 persen, sedangkan pasangan Puan-Ganjar yang diusung PDIP-Golkar-PPP-PAN, diperkirakan hanya memperoleh 8 persen suara. Hampir 35 persen responden belum mau memberikan jawaban.
Masih dalam format tiga poros koalisi, tapi Prabowo dipasangkan dengan Khofifah, sebagai pengganti Muhaimin, dan posisi Ganjar ditukar menjadi capres dengan Puan sebagai cawapres, maka perolehan pasangan Prabowo-Khofifah yang diusung Gerindra-PKB ini justru turun menjadi 19,9 persen.
Perubahan formasi pasangan Ganjar-Puan yang diusung PDIP-Golkar-PPP-PAN menaikkan perolehan suara mereka menjadi 21 persen, tapi ini belum cukup untuk mengalahkan perolehan suara Anies-AHY yang menjulang dengan 30,9 persen suara. 28,2 persen responden mengaku tidak tahu atau tidak jawab.
Potensi kemenangan pasangan Anies-AHY ini diperkirakan karena publik menginginkan perbaikan dan perubahan, yang tercermin dari tingginya ketidakpuasan publik atas kinerja pemerintahan pada saat ini, terutama di bidang ekonomi dan kebebasan berekspresi.
Pada survei yang sama, Indopol menunjukkan 35 persen responden mengaku kondisi ekonomi mereka lebih buruk ketimbang tahun lalu, dan ketidakpuasan ini disebabkan oleh naiknya harga bahan-bahan pokok (48,4 persen), turunnya pendapatan (20 persen) dan menganggur/ di-PHK sebagai akibat pandemi (11,3 persen).
Dalam pelaksanaan demokrasi, termasuk kebebasan berpendapat dan berorganisasi, tingkat kepuasan publik turun dari 70 persen (Jan. 2022) menjadi 64,4 persen (Jun 2022) sementara ketidakpuasan naik dari 21 persen (Jan. 2022) menjadi 25,1 persen (Jun. 2022). (*)
Kapolsek Sei Beduk, AKP Betty Novia (tengah) memperlihatkan barang bukti HP yang dicuri DRS. Foto: Humas Polresta Barelang
batampos – Seorang pria berinisial DRS ditangkap unit Reskrim Polsek Sei Beduk karena melakukan pencurian satu unit telepon genggam di tempat usaha laudry.
Kapolsek Sei Beduk, AKP Betty Novia, mengatakan, pelaku ditangkap di Simpang Dam Kampung Aceh pada Minggu (3/7/2022).
“Korban meletakkan handphone di atas meja gosokan. Setelah itu korban keluar untuk memanggil anak pertama yang sedang bermain di luar rumahnya, setelah masuk kembali ke dalam handphonenya sudah tidak ada lagi,” ujarnya.
Mengetahui hal itu, korban kemudian membuat laporan ke ke Polsek Sei Beduk. Kemudian kata dia, pada Minggu (3/7/2022) pada pukul 00.40 WIB unit opsnal Reskrim Sei Beduk mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada di Simpang Dam Kampung Aceh.
“Saat sampai di TKP unit opsnal menangkap pelaku dan setelah dilakukan interogasi pelaku mengakui telah melakukan pencurian satu unit HP merk Infinix Hot 10 play warna morandi green milik korban,” tuturnya.
Pelaku lanjutnya melakukan pencurian dengan cara tersangka mendatangi lokasi kejadian dengan menggunakan sepeda motor.
“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHPidana tentang Pencurian dengan ancaman Hukuman maksimal lima tahun penjara,” jelasnya.(*)