Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 7240

Wali Kota Batam Serahkan Insentif Kepada Guru Sekolah Swasta

0
pemko batam guru
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (kiri) menyerahkan insentif secara simbolis kepada salah seorang guru swasta. Foto: Diskominfo Kota Batam

batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyerahkan insentif kepada 1.243 guru sekolah swasta di tiga kecamatan, yakni Batuaji, Sagulung dan Batuampar.

Rudi menyampaikan terima kasih atas dedikasi para guru-guru yang ada di Kota Batam dalam mendidik para generasi penerus bangsa.

Menurutnya baik itu guru sekolah negeri maupun sekolah swasta, sama-sama memiliki peranan yang sangat penting dalam membantu Pemko Batam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Karena itu bapak ibu guru, jangan pernah minder dengan guru sekolah negeri,” kata Rudi, Selasa (2/8/2022).

Rudi menjelaskan, saat ini Pemko Batam terus gencar melakukan pembangunan. Hal itu dilakukan tidak lain adalah bagaimana ke depan menjadikan Kota Batam benar-benar menjadi kota yang maju.

Karena itu, kemampuan SDM tentu juga harus dipersiapkan sejak dini. Sehingga nantinya para generasi penerus bangsa ini dapat mengambil bagian dari setiap kesempatan yang ada.

“Tadi saya dilaporkan ada sekitar seribu guru swasta lagi yang belum mendapatkan insentif. Mudah-mudahan 2023 bisa kita berikan,” ujarnya.

Perwakilan Guru Swasta, Sobri mengatakan mewakili para guru swasta lainnya menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemko Batam kepada guru swasta.

“Saat ini ada seribu lebih rekan-rekan kami yang sudah cukup masa kerjanya tapi belum dapat insentif. Mudah-mudahan Pak Wali dapat merealisasikan tahun depan,” kata Sobri.(*)

FIFA Matchday Indonesia vs Curacao, Tiga Stadion Jadi Opsi Kandang Timnas

0
Jakarta International Stadium menjadi salah satu opsi untuk menggelar FIFA Matchday bulan depan. (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)

batampos -Tim nasional Indonesia dipastikan ambil bagian dalam FIFA Matchday pada September mendatang. Rencananya, Indonesia menghadapi lawan dari CONCACAF yang saat ini bertengger di peringkat ke-84 FIFA. Yaitu, Curacao.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengungkapkan, pertandingan melawan Curacao akan dimainkan dua kali. Soal venue, ada tiga stadion yang sedang dipertimbangkan.

”Opsinya antara Jakarta International Stadium, Stadion Utama Gelora Bung Karno, atau Stadion Gelora Bandung Lautan Api,” ujar pria asal Gorontalo itu kepada Jawa Pos, kemarin.

Curacao akan menjadi lawan yang tangguh bagi pasukan Shin Tae-yong (STY). Mayoritas pemainnya bermain di Eropa. Bahkan, ada dua pemain yang merumput di Liga Inggris. Yaitu, Leandro Bacuna (Cardiff City) dan Juninho Bacuna (Birmingham City).

Namun, aktivitas tim nasional Curacao lebih sedikit dari Indonesia. Tahun ini, Curacao baru empat kali bertanding. Curacao kalah 1-5 dalam laga uji coba melawan tim elite Liga Belanda Ajax Amsterdam.

Lalu, mereka kalah 0-1 saat bertemu Honduras pada ajang Nations League. Namun, dalam pertemuan kedua melawan Honduras di ajang yang sama, Curacao menebus kekalahan dengan kemenangan 2-1.

Yang terakhir, Curacao kalah 0-4 oleh Kanada dalam ajang Nations League.

Saat ini, PSSI terus menjalin komunikasi dengan Curacao. Di antaranya, membahas transportasi, akomodasi, dan vaksinasi Covid-19.

Beberapa pemain lawan belum menerima vaksin Covid-19. Padahal, peraturannya, tamu dari luar Indonesia wajib divaksin.

Yunus optimistis Curacao bisa memenuhi persyaratan itu sebelum terbang ke Jakarta. ”Sejauh ini tanggapan pihak Curacao bagus. Semuanya masih dalam proses,” ungkapnya. (*)

 

Reporter: JPGroup

Kenaikan Harga Angkutan Udara dan Cabai Merah Dorong Inflasi Juli 2022

0
Cabai Merah f Iman Wachyudi
Pembeli memilih cabai merah di pasar malam Bengkong Sadai, Kamis (9/12). Terkendalanya distribusi cabai jadi penyebab mahalnya komoditas tersebut. F.oto: Iman Wachyudi/Batam Pos

batampos – Pada Juli 2022, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepulauan Riau (Kepri) secara bulanan mengalami inflasi sebesar 0,61% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan Juni 2022 yang mengalami inflasi sebesar 0,84% (mtm).

Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Musni Hardi K. Atmaja mengatakan, inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga kelompok komoditas yang harganya diatur oleh pemerintah (administered prices) utamanya tarif angkutan udara dan rokok kretek filter.

Sementara itu, tekanan inflasi kelompok makanan bergejolak (volatile food) cenderung berkurang terutama pada komoditas minyak goreng dan cabai merah serta bawang merah. Di sisi lain kelompok inti juga mengalami inflasi yang didorong oleh kenaikan upah asisten rumah tangga.

“Pada saat yang sama, IHK Nasional tercatat mengalami inflasi sebesar 0,64% (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,61% (mtm),” katanya.

Dengan perkembangan tersebut, lanjutnya, secara tahunan Kepri pada Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 6,09% (yoy), atau meningkat dibandingkan Juni 2022 sebesar 5,89% (yoy), dan berada di atas sasaran inflasi nasional sebesar 3 ± 1% (yoy).

Inflasi di Kepri pada Juli 2022 terutama bersumber dari kelompok transportasi utamanya tarif angkutan udara, serta kelompok makanan, minuman dan tembakau utamanya pada cabai merah dan bawang merah.

“Kenaikan tarif angkutan udara didorong oleh kenaikan harga avtur di tengah kenaikan permintaan seiring kebijakan pelonggaran mobilitas,” ujarnya.

Sementara itu inflasi cabai merah dan bawang merah utamanya disebabkan oleh terbatasnya pasokan akibat gangguan cuaca di sentra produksi. Secara spasial, Kota Batam dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,61% (mtm) dan 0,66% (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan Kota Batam mengalami inflasi sebesar 6,15% (yoy),dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 5,59% (yoy).

“Komoditas utama penyumbang inflasi di Kota Batam adalah angkutan udara, cabai merah, dan bawang merah sedangkan komoditas penyumbang inflasi di Kota Tanjungpinang adalah cabai merah, angkutan udara, dan bahan bakar rumah tangga,” jelasnya.

Ia menambahkan, memasuki bulan Agustus 2022, tekanan inflasi diperkirakan masih berlanjut namun cenderung melemah. Beberapa risiko inflasi yang perlu diwaspadai, yakni Masih tingginya harga energi secara global yang dapat mendorong kenaikan harga avtur dan berlanjutnya kenaikan tarif angkutan udara dan Inflasi pada kelompok biaya Pendidikan.

Sementara itu tekanan inflasi kelompok bahan makanan diperkirakan berkurang seiring panen yang dimulai pada akhir Agustus 2022. Sehubungan dengan hal tersebut, upaya pengendalian inflasi oleh TPID akan difokuskan untuk memantau perkembangan harga dan kelancaran pasokan bahan pangan terutama aneka cabai, bawang merah, dan sayur-sayuran.

“Dalam hal masih dibutuhkan TPID juga akan melakukan operasi pasar murah,” tuturnya.

Selain itu, TPID juga akan terus mendorong realisasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan daerah penghasil baik di internal maupun luar Provinsi Kepri.

“Dalam jangka panjang, TPID akan terus mendorong upaya peningkatan kapasitas produksi lokal melalui penguatan kelembagaan nelayan/petani, perluasan lahan, dan implementasi teknik budidaya yang lebih baik seperti Program Lipat Ganda, serta program Pekarangan Pangan Lestari (P2L),” imbuhnya. (*)

 

 

Reporter : Eggi Idriansyah

Hasil Autopsi Kedua Brigadir J, Otaknya Tak Ada di Tengkorak Kepala

0
Jenazah Brigadir Yosua dimakamkan ulang secara kedinasan. Setelah sebelumnya dilakukan autopsi kedua. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

batampos – Pengacara keluarga Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin membeberkan hasil autopsi kedua jenazah Brigadir J. Dalam proses autopsi ini pihak keluarga mengirim 2 dokter untuk menyaksikan langsung otopsi di ruang bedah.

“Autopsi kedua salah satunya itu soal otak yang tak ditemukan di kepala,” kata Kamaruddin kepada wartawan, Rabu (3/8).

Kamaruddin mengungkapkan, rambut di bagian belakang kepala Brigadir J sudah dipotong botak dan ditemukan bekas lem. Saat lem dibuka ada beberapa luka yang tembus ke arah hidung maupun mata.

“Berarti tembakan dari belakang tembus ke puncak hidung. Itu yang waktu itu saya tunjukan gambarnya dijahit itu tembakan pertama,” imbuhnya.

Selain itu, menurutnya, ada tembakan kedua berada di bawah leher ke arah bibir bawah dan tembakan ketiga berada di dada kiri menembus ke arah belakang. Kemudian, tembakan keempat di pergelangan.

“Di luar dari pada itu, ada lagi luka lain. Di tengkorak itu ada enam retakan dan otak tak ditemukan lagi di situ. Kemudian di bawah mata ada sobekan-sobekan diduga benda tajam. Kemudian di atas alis, kemudian di bahu sebelah kanan ada luka terbuka. Dokter belum tahu penyebabnya maka diambil sampelnya untuk diperiksa di lab,” jelasnya.

Kemudian ditemukan patah tulang pergelangan tangan dan jari tangan. Ada pula luka lain yaitu lebam pada bagian punggung dan kaki hingga luka lain yang belum jelas penyebabnya.

“Sementara yang lain seperti ginjal, itu dipotong untuk diuji di lab. Demikian organ yang lain, diambil untuk diuji di lab,” pungkas Kamaruddin.

Sebelumnya, baku tembak antara sesama anggota polisi terjadi di rumah dinas Perwira Tinggi (Pati) Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Peristiwa ini melibatkan Brigadir J dan Barada E. Keduanya adalah ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

“Benar telah terjadi pada hari Jumat, 8 juli 2022, kurang lebih jam 17.00 atau jam 5 sore,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/7).

Peristiwa bermula saat Brigadir Nopryansah Josua memasuki area rumah dinas pejabat Polri. Dia kemudian ditegur oleh Barada E.

“Saat itu yang bersangkutan (Brigadir J) mengacungkan senjata, kemudian melakukan penembakan, dan Barada E tentu menghindar dan membalas tembakan terhadap Brigadir J,” imbuhnya. (*)

Reporter: JP Group

BP Batam Pasang Road Barriers di Jalan Hang Kesturi

0
bp batam jalan
Badan Pengusahaan (BP) Batam memasang road barries di Jalang Hang Kesturi, Kabil. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memasang road barries di Jalang Hang Kesturi, Kabil, untuk menghindari kecelakaan lalu lintas di area tersebut yang saat ini mengalami kerusakan.

Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Abadi Paranoan, mengatakan, status Jalan Hang Kesturi adalah jalan provinsi, sehingga pihak provinsi Kepri yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab atas jalan tersebut.

“Namun jika provinsi tidak memiliki anggaran untuk perbaikan jalan tersebut (Simpang Taiwan – Batu Besar), sebagaimana keterangan Bapak Gubernur di media beberapa waktu lalu, maka sebaiknya dikoordinasikan dengan BP Batam dalam perencanaan dan penganggarannya, dan tidak memberikan statement di media setelah adanya keluhan dari para investor dan masyarakat,” jelasnya.

Ruas jalan itu kata dia, menurut statusnya merupakan Jalan Provinsi Kepulauan Riau, berdasarkan Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 1863 Tahun 2016.

Wewenang pemerintah provinsi meliputi pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan pada jalan-jalan tersebut. Kondisi jalan yang rusak tepat di depan Kawasan industri ini harus ditangani.

Pemerintah Provinsi semestinya harus punya concern juga ke arah sana, karena Batam adalah penopang perekonomian Kepri.

“Apa langkah yang kemudian dilakukan BP Batam, meskipun jalan berada pada ranah Provinsi Kepri, kita tidak bisa mengabaikan kondisi kerusakan jalan ini berlarut-larut, karena jalan ini masuk dalam Kawasan Strategis Nasonal, yang mana Kawasan industri ada di sana. Sebagai langkah mengamankan jalannya arus lalu lintas di Kawasan Industri, saat ini BP Batam telah mengajukan anggaran perbaikan jalan Hang Kesturi sesuai dengan mekanismenya,” ujarnya.

Rekayasa lalu lintas untuk menghindari lakalantas berupa Pengalihan jalur atau re-route ke jalan baru yang telah dibangun BP Batam (Kabil–Batu Besar), dengan penempatan road barriers atau traffic block juga terlihat sudah dipasang oleh tim dari BP Batam pada Selasa (2/8/2022).

Di saat BP Batam tengah mengajukan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan jalan Hang Kesturi, BP Batam, Pemerintah Kota Batam juga terlihat melakukan penanganan awal.(*)

BP Batam Pasang Road Barriers di Jalan Hang Kesturi

0
bp batam jalan
Badan Pengusahaan (BP) Batam memasang road barries di Jalang Hang Kesturi, Kabil. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memasang road barries di Jalang Hang Kesturi, Kabil, untuk menghindari kecelakaan lalu lintas di area tersebut yang saat ini mengalami kerusakan.

Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Abadi Paranoan, mengatakan, status Jalan Hang Kesturi adalah jalan provinsi, sehingga pihak provinsi Kepri yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab atas jalan tersebut.

“Namun jika provinsi tidak memiliki anggaran untuk perbaikan jalan tersebut (Simpang Taiwan – Batu Besar), sebagaimana keterangan Bapak Gubernur di media beberapa waktu lalu, maka sebaiknya dikoordinasikan dengan BP Batam dalam perencanaan dan penganggarannya, dan tidak memberikan statement di media setelah adanya keluhan dari para investor dan masyarakat,” jelasnya.

Ruas jalan itu kata dia, menurut statusnya merupakan Jalan Provinsi Kepulauan Riau, berdasarkan Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 1863 Tahun 2016.

Wewenang pemerintah provinsi meliputi pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan pada jalan-jalan tersebut. Kondisi jalan yang rusak tepat di depan Kawasan industri ini harus ditangani.

Pemerintah Provinsi semestinya harus punya concern juga ke arah sana, karena Batam adalah penopang perekonomian Kepri.

“Apa langkah yang kemudian dilakukan BP Batam, meskipun jalan berada pada ranah Provinsi Kepri, kita tidak bisa mengabaikan kondisi kerusakan jalan ini berlarut-larut, karena jalan ini masuk dalam Kawasan Strategis Nasonal, yang mana Kawasan industri ada di sana. Sebagai langkah mengamankan jalannya arus lalu lintas di Kawasan Industri, saat ini BP Batam telah mengajukan anggaran perbaikan jalan Hang Kesturi sesuai dengan mekanismenya,” ujarnya.

Rekayasa lalu lintas untuk menghindari lakalantas berupa Pengalihan jalur atau re-route ke jalan baru yang telah dibangun BP Batam (Kabil–Batu Besar), dengan penempatan road barriers atau traffic block juga terlihat sudah dipasang oleh tim dari BP Batam pada Selasa (2/8/2022).

Di saat BP Batam tengah mengajukan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan jalan Hang Kesturi, BP Batam, Pemerintah Kota Batam juga terlihat melakukan penanganan awal.(*)

 Gorong-Gorong Simpang Aviari Dilebarkan

0
e0f4b093 d0ae 4830 a699 0782880871af e1659507507633
pengerjaan pelebaran gorong gorong di Batuaji

batampos- Drainase masih jadi penyebab utama banjir di Batuaji dan Sagulung. Banyak drainase yang tidak befungsi maksimal karena terlampau kecil dan tersumbat sampah atau material tanah.

Drainase induk di sekitaran pasar Aviari, RSUD dan Mitra Mall misalkan belum berfungsi maksimal karena jalur penyebrangan air yang kurang lebar. Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga tengah upaya keras untuk mengatasi masalah tersebut sepanjang tahun ini. Setelah selesai dengan pelebaran dan pendanaan drainase induk depan pasar Aviari dan RSUD Embung Fatimah, proyek peningkatan drainase kembali dilanjutkan dengan pelebaran gorong-gorong di simpang empat antara Mitra Mall dan pasar Aviari.

Pekerja tengah menggali ulang lubang gorong-gorong di simpang empat itu agar lebih lebar dan tinggi nantinya. Selama ini gorong-gorong ini bermasalah sehingga air sering meluap ke jalan raya yang menyebabkan banjir.

BACA JUGA: Kadis DBMSDA: Bukan Tutup Gorong-gorong, Tapi Tutup Utilitas Komunikasi

Pantauan di lapangan pengerjaan sudah dimulai dengan penggalian kubangan yang berbentuk kolam besar di mulut drainase dari arah Mitra Mall. Rencananya mulut drainase ini juga dilebarkan dan diberi batu miring untuk mencegah longsor ke lahan kawasan Mitra Mall. Alat berat dan pekerja tengah sibuk dengan pekerjaan mereka. Ada yang menggali, ada juga yang mulai memasang kerangka untuk corran beton.

“Seperti bak kontrol ini nantinya. Kalau ada sampah atau tanah terbawa arus tak langsung masuk ke gorong-gorong. Bak kontrol ini untuk menyaring air supaya bisa tetap mengalir dengan lancar nantinya,” ujar Budi, pekerja di lapangan.

Camat Batuaji Ridwan juga menuturkan hal yang sama. Pemko Batam masih konsisten dengan proyek normalisasi Drainase di wilayah Batuaji. “Terus berlanjut karena memang masih banyak yang mau dibenahi. Itu dari Bina Marga. Pemko Batam terus konsisten dengan proyek normalisasi Drainase,” ujar Ridwan. (*)

reporter: Eusebius Sara

Diduga Otak Jaringan Internasional, Densus 88 Tangkap 1 Teroris JI di Jatim

0
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan. (Divisi Humas Polri/Antara)

batampos – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 1 tersangka terorisme berinisial RY alias D di Jalan Raya Magetan, Jawa Timur pada Selasa (2/8) pukul 08.13 WIB. Hasil identifikasi diketahui jika pelaku merupakan jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

“Yang bersangkutan keterlibatannya adalah pada 2013 mengikuti seleksi anggota hubungan internasional JI dan melakukan perjalanan ke Suriah melalui Dubai untuk membuka jalur hubungan dengan Free Syiria Army dan bergabung di pelatihan militer,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu (3/8).

RY juga terdaftar sebagai anggota bidang hubungan internasional JI. Pada 2015 melakukan perjalanan kembali ke Suriah melalui Istanbul untuk membangun hubungan dengan Jabah Musrok.

“Pada saat di Suriah yang bersangkutan ditahan oleh kelompok militer ISIS,” imbuh Ramadhan.

RY juga diketahui mempunyai koneksi langsung ke Yaman untuk membuka jalur hubungan JI dengan Al Qaeda. Guna melakukan pelatihan militer di Suriah.

“Kemudian juga yang bersangkutan pernah berkomunikasi dengan Dulmatin di Magetan,” jelasnya.

Sebagai informasi, Dulmatin adalah Djoko Pitono, salah satu pelaku Bom Bali pada 2002. Dia dikrtahui sebagai otak serangan tersebut. Selain Indonesia, Dulmatin juga menjadi buronan di Filipina, Amerika Serikat, dan Australia. Dia tewas pada 9 Maret 2010 saat penggerebekan di Pamulang, Tangerang Selatan. (*)

Reporter: JP Group

Hutan Bukit Daeng Dijadikan Kaveling, Dijual Rp 30 Juta Perkaveling

0
8736fddb 5c9e 4803 85af 3829d0fce8d9 e1659507300604
lahan yang dijadikan kaveling

batampos- Lokasi hutan di kawasan Bukit Daeng kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung perlahan-lahan dibuka. Proyek pematangan lahan mulai merambat ke dalam kawasan hutan.

Informasi yang didapat, pembukaan lokasi hutan ini untuk dijadikan kawasan pemukiman. Lahan hutan dijadikan Kaveling dan dijual seharga Rp 30 juta per Kaveling ukuran 6×10 meter persegi. Saat ini pematangan tengah berjalan. Pepohonan telah ditumbangkan semua dan kawasan perbukitan itu sedang diratakan.

Warga sekitar menutur, penanggung jawab dan penjual kaveling di lokasi hutan tersebut adalah seorang warga di Tembesi berinisial R. R ini warga biasa namun sudah lama menetap di Tembesi. Warga yang berminat dengan Kaveling tersebut sudah belasan orang namun mereka masih ragu dengan legalitas Kaveling tersebut. Mereka berharap ada penjelasan pasti dari instansi pemerintah terkait agar tidak bermasalah di kemudian hari.

BACA JUGA: Hutan Bukit Daeng Dibabat Jadi Kaveling

“Karena surat-surat cuman sebatas kwitansi jual beli saja. Surat Kaveling belum ada katanya. Itu yang kita ragu dan berharap ada penjelasan dari pihak terkait,” ujar Anwar, seorang warga yang berminat memiliki Kaveling tersebut.

Sementara R yang disebutkan penanggungjawab tadi belum bisa dikonfirmasi sebab tak ada informasi pasti keberadaanya ataupun nomor teleponnya.

Lurah Tembesi Arfie mengaku belum mengetahui secara pasti terkait dugaan jual beli Kaveling di atas bukit tersebut. Dia akan cek ke lokasi dan koordinasi dengan instansi pemerintah terkait untuk memperjelas legalitas lahan yang dijadikan Kaveling tersebut. “Nanti kita koordinasi dengan Dinas Kehutanan, apakah itu masuk hutan lindung atau tidak. Begitu juga dengan BP Batam apakah ada alokasi lahan Kaveling di situ atau tidak,” ujar Arfie. (*)

Reporter: Eusebius

4 Pelajar Bintan Terima Beasiswa dari PT. BIIE Lobam, Dikuliahkan di PBC dan SBTI Lagoi

0
GGM PT. BIIE Lobam, Aditya Laksamana disaksikan Kadis Pendidikan Bintan, Tamsir menyerahkan secara simbolis beasiswa ke pelajar yang menerima beasiswa di Wisma Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam, Rabu (3/8). F.Slamet Nofasusanto

batampos – Sebanyak empat pelajar SMA/SMK di Kabupaten Bintan menerima beasiswa peduli pendidikan dari PT. Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Lobam.

Mereka adalah Dhimas F, Indah Kumalasari, Muhammad Haykal dan Dian Bintani.

Tiga diantaranya akan menempuh program studi diploma 3 (D3) jurusan kuliner dan perjalanan wisata di Politeknik Bintan Cakrawala (PBC), sedangkan 1 lainnya terpilih untuk menempuh pendidikan di Sahid Bintan Tourism Institute (SBTI).

Penyerahan beasiswa ditandai penandatanganan oleh penerima beasiswa yang disaksikan GM PT. BIIE Lobam, Aditya Laksamana, Direktur Politeknik Bintan Cakrawala (PBC), Dewi dan Kadis Pendidikan Bintan, Tamsir di Wisma Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam, Rabu (3/8).

GM PT. BIIE, Aditya Laksamana mengatakan, PT. BIIE berkomitmen terhadap dunia pendidikan yang ada di Bintan dengan memberikan beasiswa kepada putra-putri daerah.

BACA JUGA: PT. BIIE Lobam Bagikan 500 Bingkisan Lebaran dan Santuni 100 Anak Yatim

“Komitmen kita untuk mendidik putra putri daerah sehingga ke depan mereka bisa membangun daerah,” kata Aditya.

Selain itu, program beasiswa ini diharapkan membantu meringankan beban pemerintah dalam mencerdaskan dan meningkatkan sumber daya manusia lokal.
Kepada penerima beasiswa,

Aditya berpesan agar menggunakan kesempatan ini dengan belajar yang baik.

“Ini kesempatan yang bagus, saya melihat sektor pariwisata mulai mengeliat. Mudah-mudahan 2 atau 3 tahun lagi, prospek pariwisata Bintan lebih bagus,” kata Aditya mengharapkan dukungan dari orangtua.

Aditya juga mengharapkan industri di kawasan industri Bintan, Lobam makin berkembang dan maju sehingga makin banyak pelajar yang menerima beasiswa PT. BIIE peduli pendidikan.

Sementara Kadis Pendidikan Bintan, Tamsir mengapresiasi PT. BIIE yang selama ini sudah membantu pendidikan di Bintan.

Tamsir mengatakan, pemerintah daerah tidak bisa memajukan dunia pendidikan sendiri, terlebih adanya keterbatasan kewenangan dan aturan.

“Jadi, perlunya kerja sama dan dukungan dari pihak swasta untuk membangun pendidikan di Bintan,” kata Tamsir.

Tamsir berharap, setelah lulus dari program studi, penerima beasiswa dapat berkontribusi untuk daerah.

“Setelah lulus, berikan kontribusi yang baik untuk daerah. Jangan jadi penonton di daerah sendiri tapi bersaing yang sehat dengan daerah lain,” kata Tamsir. (*)

reporter: Slamet

Play sound