
batampos– Pemko Tanjungpinang tengah mencarikan solusi untuk 188 guru honorer yang tidak masuk rangking saat seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021 namun lulus passing grade.
Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengatakan tenaga guru honorer yang ada sekarang ini sangat dibutuhkan pemko Tanjungpinang, namun untuk mengangkat 118 guru honorer ini tentu akan membutuhkan anggaran yang sangat banyak, bahkan nilainya mencapai Rp 8 miliar per tahun yang harus disiapkan pemerintah, sementara di sisi lain kemampuan anggaran sangat terbatas.
“Di kota lain saja ada yang kepala daerahnya tidak mau melantik. Karena tidak ada anggaran, namun demikian saya sudah dua tahap melantik PPPK ini,” Kata Rahma,
Rahma meminta kepada 118 guru honorer yang lulus passing grade itu tetap bersabar. Pihaknya bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan membahas anggaran.
“Kita cari solusi terbaik, Insyallah dalam waktu dekat dan selambat-lambatnya sebelum September 2023 sudah ada keputusan,” kata Rahma.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tanjungpinang, Tamrin Dahlan menjelaskan tahun 2022 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (kemendikbudristek) kembali membuka lowongan PPPK untuk guru honorer.
BACA JUGA: 243 PPPK Guru Tahap II Terisi, Gubkepri Serahkan SK
“Nah tahun lalu itu ada 118 guru honorer yang tidak masuk dalam rangking, tapi lulus passing grade. Maka tahun ini, kemendikbudristek membuka peluang, supaya yang lulus passing grade tersebut diangkat sebagai PPPK melalui tahap 2022 ini,” ucapnya.
Akan tetapi, pengangkatan tersebut tentunya tergantung Wali Kota Tanjungpinang, selaku pemangku kepentingan dalam pengambil kebijakan terutama ketersediaan anggaran daerah. (*)
Reporter: Peri Irawan








