Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 7280

PBSI Kepri Gelar Seleksi Piala Presiden 2021

0

 

batampos – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kepri menggelar seleksi Piala Presiden 2022. Seleksi ini digelar di GOR Banda Baru, 12-14 Juli.

Ketua PBSI Kepri Sukriadi. (F. Ryan Agung/Batam Pos)

Ketua PBSI Kepri Sukriadi mengatakan seleksi ini digelar dalam rangka mencari wakil Kepri untuk berlaga di ajang Piala Presiden 2022. “Rencananya Kepri akan memberangkatkan 11 atlet untuk mengikuti Piala Presiden,” beber Sukriadi, Senin (11/7).

Empat kabupaten/kota sudah menyatakan siap untuk mengikuti seleksi ini. Yakni Batam, Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun.

Pria yang akrab disapa Uki ini juga menjelaskan seleksi jni diikuti oleh atlet bulutangkis se-Kepri, perwakilan dari kabupaten/kota. Masing-masing kabupaten/kota mengirimkan tiga perwakilannya.

“Pemenang masing-masing kategori langsung mewakili Kepri di ajang Piala Presiden,” kata Uki. “Piala presiden sendiri akan digelar 1-6 Agustus mendatang,” tambahnya.

Uki mengatakan wakil Kepri tak perlu bingung dengan akomodasi dan transportasi mengikuti Piala Presiden. “Saya akan menanggung kebutuhan atlet Kepri untuk berlaga di Piala Presiden,” janjinya.

Yang diperlombakan dalam seleksi ini adalah perorangan. Yakni untuk kategori anak-anak tunggal putra dan putri, kategori pemula putra dan putri serta kategori remaja putra dan putri.

“Untuk kategori ganda akan dipilih langsung oleh bina prestasi (binpres) PBSI Kepri,” kata Uki.

Persyaratan lainnya, untuk kategori anak-anak, diperuntukkan bagi atket dengan kelahiran tahun 2010/2011. Untuk kategori pemula diperuntukkan bagi atlet dengan tahun kelahiran 2008/2009.

“Sedang untuk kategori remaja diperuntukkan bagi atket dengan tahun kelahiran 2006/2007,” kata Uki. “Harapannya ada dukungan moril maupun materi dari Pemerintah Provinsi Kepri dan KONI Kepri untuk keberangkatan atlet ke jakarta nanti,” pintanya. (*)

 

 

Reporter: RYAN AGUNG

Cadev Indonesia Juni Naik Jadi USD 136,4 Miliar

0
ILUSTRASI: Rupiah dan dolar AS. f. Miftahulhayat/Jawapos

batampos – Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa (cadev) Indonesia meningkat pada Juni 2022 menjadi 136,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan dengan Mei 2022 yang sebesar 135,6 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, mengungkapkan peningkatan posisi cadangan devisa pada Juni 2022 antara lain dipengaruhi oleh penerbitan obligasi global atau global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.

Dikutip dari Antara, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Oleh karenanya, BI menilai cadev tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan bank sentral memandang cadev tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga. Selain itu, didorong berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.

BACA JUGA: Kembalikan Dana BLBI Rp 22,6 Triliun Kepada Negara

Sebelumnya pemerintah sukses menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing (global bond) berdenominasi yen Jepang (Samurai bonds) untuk pertama kalinya di tahun 2022 pada 2 Juni. Penerbitan dilakukan di tengah kondisi pasar keuangan yang masih volatil atas dampak dari kenaikan suku bunga dan pengetatan kebijakan moneter global serta meningkatnya ketegangan geopolitik.

Penerbitan Samurai Bonds ini juga berhasil mencetak benchmark size sebesar JPY 81 miliar yang kedelapan kalinya sejak 2015. Pada penerbitan kali ini terdapat empat seri yang diterbitkan yaitu RIJPY0625, RIJPY0627, RIJPY0629, RIJPY0632. (*)

Reporter: JP Group

Sektor Digital Sumbang PDB Rp 418 Triliun pada 2030

0
mobile banking Livin' by Mandiri
ILUSTRASI: Seorang karyawan satu perusahan di Batam Centre menggunakan mobile banking Livin’ by Mandiri untuk transaksi keuangannya, Jumat 23 April 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos – Geliat ekonomi berbasis digital di Indonesia akan terus menanjak. Pada 2030 nanti pendapatan domestik bruto (PDB) sektor digital Indonesia bakal tumbuh 55 persen, meningkat jadi 28 miliar dolar AS atau sekitar Rp 418 triliun.

Proyeksi pertumbuhan PDB digital Indonesia itu disampaikan Managing Director SAP Indonesia, Andreas Diantoro. Dalam keterangannya Jumat (8/7) dia menjelaskan dalam 25 tahun terakhir, teknologi jadi pendorong utama pertumbuhan PDB Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, sektor teknologi di Indonesia melayani populasi 273 juta jiwa penduduk dan 65 juta pelaku UMKM.

Diproyeksikan pada 2030 nanti PDB ekonomi digital Indonesia naik 55 persen. PDB ekonomi digital Indonesia pada 2030 nanti diperkirakan mencapai 28 miliar dolar AS atau sekitar Rp 418 triliun lebih.

Dengan peningkatan itu, PDB digital Indonesia bakal mengalahkan PDB digital ASEAN. Andreas menjelaskan mereka memiliki target untuk mengubah sumber daya yang dimiliki Indonesia.

BACA JUGA: Kolaborasi Strategis dalam Literasi dan Digitalisasi, Membangun Pendidikan Bersama LinkAja

“Indonesia tengah bertumbuh menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050,” katanya dalam rangka peringatan 25 tahun SAP mendukung transformasi digital di Indonesia.

Dia menjelaskan upaya Indonesia Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat itu bakal menghadapi banyak tantangan. Diantaranya transformasi digital industri di Indonesia. Untuk mendukung kebutuhan transformasi digital itu, diantaranya membutuhkan teknologi cloud dengan performa tinggi. (*)

Reporter: JP Group

Tiga Pemicu Penyakit Jantung pada Anak-Remaja, Ketahui Gejalanya

0
ILUSTRASI: Deteksi penyakit jantung (Pixabay)

batampos– Ada tiga picu penyakit jantung pada anak-remaja, salah satunya adalah penyakit komorbid. anak yang terkena sesak napas dengan aktivitas lebih cepat dari anak-anak lain

Meski masih usia anak dan remaja, risiko terkena penyakit jantung dan kardiovaskular tetap ada. Maka usia bukanlah penentu, tetapi ada sejumlah faktor risiko yang bisa memicu masalah.

Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Sukman Tulus Putra, SpA(K) menjelaskan pada umumnya penyakit jantung dan kardiovaskular terjadi pada usia dewasa dan lanjut sebelum umur 60 tahun. Namun proses pathogenesis aterosklerosis atau kondisi kronim pada dinding arteri menyebabkan penyakit kardiovaskular telah terjadi sejak usia dini terutama pada masa anak dan masa remaja.

“Dengan demikian, faktor risiko kardiovaskular sudah dapat dideteksi pada masa anak dan remaja. Maka penting untuk deteksi dini faktor risiko kardiovaskular secara individual dan intervensi pada masa anak dan remaja untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular saat dewasa,” kata dr. Sukman dalam keterangan resmi, Senin (11/7).

Baca juga:Ruben Onsu dan Istrinya Akan Berobat ke Singapura, Apa Penyakitnya?

Ia mengatakan beberapa penelitian pada anak-anak sekolah menunjukkan tingginya faktor risiko kardiovaskular pada anak. Ada beberapa pencetus atau penyebab munculnya penyakit jantung dan kardiovaskular pada anak.

Penyebabnya:

1. Penyakit Komorbid

Faktor risiko yang dapat diubah (modifiable/ changeable), disebut juga sebagai faktor risiko tradisional meliputi hiperlipidemia, obesitas, inaktivitas/sedentary, diabetes mellitus, merokok dan hipertensi.

2. Genetik

Faktor risiko intrinsik meliputi genetik, lingkungan dan suscestibility.

3. Faktor yang Baru Muncul

Faktor risiko yang baru muncul (emerging risk factors) meliputi inflamasi/infeksi sistemik, sitokine, CRP dan homosistein. Proses tersebut terjadi perlahan namun pasti dalam beberapa dekade kehidupan.

Gejalanya:

Gejala penyakit jantung dan kardiovaskular pada anak dan remaja memiliki ciri yang khas. Laporan Children’s Hospital of Philadelphia menyebutkan jika anak sudah mengalami gejala berikut, orang tua wajib segera membawa anak ke dokter. Apa saja?

-Tidak dapat bersaing secara fisik dengan anak-anak lain

-Sesak napas dengan aktivitas lebih cepat dari anak-anak lain

-Berkeringat dengan olahraga lebih cepat daripada anak-anak lain

-Menjadi biru di sekitar gusi/lidah

-Nyeri dada saat berolahraga

-Palpitasi atau jantung berdetak kencang atau berdetak tidak normal

-Pusing saat olahraga. (*)

Reporter:jpgroup

 

Gencarkan Pameran Virtual, Permintaan Leasing Elektronik-Gadget Naik

0
ILUSTRASI: Pameran virtual Spektra Fair. f. istimewa

batampos – Pemulihan kasus wabah Covid-19 yang terjadi perlahan-lahan saat ini telah mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. Digitalisasi terjadi secara besar-besaran sebagai bentuk adaptasi masyarakat terhadap kondisi yang terjadi. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah permintaan pembiayaan produk gadget dan elektronik saat ini.

Chief Executive Officer (CEO) PT Federal International Finance (FIFGROUP), Margono Tanuwijaya, mengatakan, dorongan pemerintah untuk beraktivitas di rumah semasa pandemi telah mengubah kebiasaan seluruh lapisan masyarakat untuk beraktivitas dengan mengguna­kan produk digital.

’’Sehingga perubahan ini mendorong peningkatan permin­taan masyarakat terhadap produk seperti elektronik maupun gadget,” tutur Margono.

Membenarkan pernyataan tersebut, Astra Multifinance (AMF) President Director FIFGROUP, Ardian Prasetya, menyebutkan dari keseluruhan pembiayaan (leasing) lini bisnis Spektra, yaitu elektronik, gadget, dan perabotan rumah tangga, produk gadget menjadi kontributor terbesar pada penyaluran pembiayaan SPEKTRA.

’’Sebanyak 58 persen merupakan pembiayaan produk gadget, 28 persen pembiayaan produk elektronik, dan selebihnya pembiayaan perabotan rumah tanggan dan produk lainnya,” kata Ardian.

Guna terus mendukung penyediaan solusi finansial bagi masyarakat Indonesia dalam mewujudkan aneka impiannya, FIFGROUP kembali mengha­dirkan ajang pameran virtual Spektra Fair pada 6-31 Juli 2022 di 52 titik wilayah Indonesia yang dapat diakses di bit.ly/SPEKTRAFAIR2022_7.

Pameran virtual tersebut menawarkan keuntungan bagi customer dengan promo berupa potongan angsuran sebesar Rp 400 ribu untuk seluruh transaksi yang dilakukan di Spektra Fair. Keuntungan tambahan berupa cashback Rp 10 ribu juga bisa didapatkan bagi customer yang melakukan instalasi dan registrasi baru di aplikasi Astrapay.

BACA JUGA: Kolaborasi Strategis dalam Literasi dan Digitalisasi, Membangun Pendidikan Bersama LinkAja

Hanya di Spektra Fair, customer bisa mewujudkan impiannya cukup dengan menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) guna mendapatkan fasilitas uang muka 0 persen. Tidak hanya itu, masing-masing cabang juga menawarkan promo-promo unik yang bisa didapatkan di setiap cabang.

Sebanyak 52 titik dipilih sebagai cabang yang berpartisipasi di dalam ajang pame­ran virtual Spektra Fair pada Juli ini. Kantor-kantor cabang tersebut adalah Cabang Banda Aceh, Batam, Bengkalis 1, Binjai, Jambi, Ketapang, Lhokseumawe, Meulaboh. Kemudian, Muara Bulian, Muara Bungo, Pangkal Pinang, Pangkalan Kerinci, Pekanbaru, Sanggau, Sintang, Sungailiat, Surabaya, serta Surabaya 2 (Surabaya Timur). Selain itu terdapat Cabang Tanjung Jabung, Teluk Kuantan, Tembung, Dumai, Mempawah, Pontianak, Pontianak 2 (Siantan), Singkawang, Ciledug, Blitar, Kepanjen, Madiun, Ngawi, Ponorogo, Tulungagung, Rengat, Tembilahan, Kebumen, Magelang, dan Menganti. Pameran tersebut juga hadir di Cabang Padang, Palur, Purwakarta, Solo, Subang, Surabaya 3 (Tandes), Yogyakarta, Yogyakarta 2, Jakarta, Tangerang 2 (Balaraja), Bontang, Tanah Grogot, Denpasar, dan Denpasar 2 (Sesetan). (*)

Reporter: JP Group

Ini Data Pelajar Baru yang Tercatat di Disdik pada Tingkat SMP-SD di Bintan

0
Sejumlah siswa SMPN 5 Bintan di daerah Kawal, Kecamatan Gunung Kijang mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah, Senin (11/7). F.Slamet Nofasusanto

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bintan mencatat jumlah siswa baru tingkat SMP dan MTs di Kabupaten Bintan tahun ini sekira 3.234 orang siswa.

Jumlah ini bertambah jika dibandingkan jumlah siswa baru tahun lalu tercatat sekira 2.600 orang siswa lebih.

Kadis Pendidikan Bintan, Tamsir mengatakan, jumlah siswa baru tingkat SMP dan MTs di Bintan meningkat sekira 8 hingga 10 persen atau bertambah sekira 600 orang siswa jika dibandingkan jumlah siswa baru tahun lalu.

Tamsir menyebut, jumlah siswa baru tingkat SMP dan MTs tahun ini sekira 3.234 orang siswa dengan rincian sekira 2.673 siswa SMP dan sekira 564 siswa MTs.

BACA JUGA: Bantuan Seragam Olahraga dan Sepatu Dihilangkan, Orangtua Pelajar di Bintan Sibuk Nyari Bahan dan Tukang Jahit

Sementara untuk tingkat SD dan MI, Tamsir mengatakan, jumlah siswa baru pada tahun ini menurun jika dibandingkan tahun lalu.

Disdik Bintan mencatat, jumlah siswa baru baik SD dan MI pada tahun ini sekira 2.913 orang siswa, sedangkan tahun lalu sekira 3.200 orang siswa.

“Tak sesuai prediksi, mungkin karena adanya orangtua yang pindah ke daerah lain,” kata Tamsir.

Sementara, sejumlah siswa baru mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SMPN 5 Bintan yang berada di daerah Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Senin (11/7).

Kepala SMPN 5 Bintan, Elnui mengatakan, ada 128 siswa baru yang mengikuti MPLS di sekolah. Mereka akan mengikuti berbagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah selama tiga hari.

Elnui menjelaskan, hari pertama, siswa baru akan dikenalkan tentang lingkungan dan aturan di sekolah.

Sementara hari kedua, siswa baru akan mendapat sosialisasi mengenai tata tertib berlalu lintas yang diberikan pihak Kepolisian.

Sedangkan hari ketiga, siswa baru akan mendapat pengenalan mengenai reproduksi remaja dari pihak puskesmas.

“Setelah itu mereka baru belajar,” kata Elnui. (*)

Reporter: Slamet

Antam Setor Rp 2,05 Triliun ke Negara 

0
ILUSTRASI: Seorang nasabah membeli emas Antam di Galery 24 Mega Legenda Batam, Senin 5 Juli 2022. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos – PT Antam Tbk (Antam) perusahaan anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID ini memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp 2,05 triliun. Angka itu meningkat 170 persen dibandingkan periode 2020 sebesar Rp 758,81 miliar.

“Sebagai perusahaan yang menjadi salah satu sumber pendapatan negara, Antam senantiasa patuh dalam melakukan pembayaran pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan dividen,” kata Sekretaris Perusahaan Antam, Syarif Faisal Alkadrie.

Syarif menyampaikan, Antam berkomitmen untuk mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku terkait pajak maupun PNBP. Selain itu sebagai upaya transparansi, Antam juga mengedepankan keteribatan dan partisipasi pihak otoritas pajak untuk melakukan audit restitusi perpajakan.

“Keterlibatan otoritas pajak dalam audit dilakukan untuk menjaga transparansi dan memastikan bahwa Antam telah memenuhi ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

BACA JUGA: Antam Memberikan Pilihan Investasi Aman dan Dapat Melindungi Nilai Asset

Sebagai apresiasi atas komitmen kepatuhan Antam dalam peberian kontribusi kepada negara pada tahun 2021 Antam meraih Subroto Award kategori Wajib Bayar dengan Tingkat Kepatuhan Pembayaran PNBP Tertinggi – IUP BUMN.

“Penghargaan ini merupakan bukti bahwa Antam memberikan kontribusi yang baik bagi Negara. Kami pun berkomitmen untuk selalu meningkatkan kontribusi kepada Negara di masa yang akan datang,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group

Ruben Onsu dan Istrinya Akan Berobat ke Singapura, Apa Penyakitnya?

0
Sarwendah dan Ruben Onsu (Instagram/@sarwendah29)

batampos – Ruben Onsu dan istrinya Sarwendah akan berobat ke Singapura juga mencari second opinion. Sakitnya Ruben karena ada bercak pada bagian otaknya, sementara sang istri di batang otak ada penyakit langka.

Ruben lebih memilih cuti dari pekerjaan di dunia hiburan mulai minggu ketiga. Dia akan terbang ke Singapura untuk menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di sana.

Tidak sendirian, Ruben Onsu akan menjalani perawatan di negeri Singa bersama sang istri, Sarwendah. Meski sama-sama berobat ke Singapura, keduanya tidak berada di rumah sakit yang sama di sana. Mereka juga akan berangkat ke sana secara terpisah.

“Dia yang berangkat duluan. Wenda ini kan di batang otak ada penyakit langka ya, tapi nanti lah,” kata Ruben Onsu saat ditemui di bilangan Lebak Bulus Jakarta Selatan, belum lama ini.

Baca juga:Ustaz Guntur Bumi dan Jamaah Haji Menangis di Padang Arafah

Tidak berada di rumah sakit yang sama, ayahanda Betrand Peto, Thalia, dan Thania itu sudah mulai punya bayangan bakal merasakan kangen satu sama lain. Ruben Onsu mengaku akan sering melakukan video call supaya dapat saling terhubung dan saling menyemangati satu sama lain.

Singapura mencari negara pilihan mereka berobat bukan tidak percaya pada rumah sakit di Indonesia yang juga memiliki peralatan cukup baik dan dokter hebat. Mereka akan menjalani pengobatan di sana juga dalam rangka mencari informasi lebih lanjut sebagai perbandingan atas penyakit yang diderita sesuai hasil diagnosa dokter di Indonesia.

“Ada dokter spesialis yang harus ditemui. Sekarang lagi ngumpulin data dari sini untuk dibawa ke sana. Ada yang harus kita cek untuk mencari second opinion,” jelas Ruben Onsu.

Meski kondisi kesehatan dirinya dan Sarwendah tidak terlalu baik sejak beberapa waktu lalu, Ruben tetap bekerja di dunia hiburan, khususnya dalam program televisi. Itu karena bekerja membuat dia merasa lebih bahagia. Salah satu cara Ruben Onsu untuk tidak terlalu memikirkan penyakit yang dideritanya.

“Biarkan saya beraktivitas bertemu dengan teman- teman itu bikin saya lebih rileks. Saya juga bilang ke dia (Sarwendah), singkirkan hal yang menjadi beban pikiran. Cari kesenangan dengan cara dia,” tutur Ruben Onsu.

Sampai saat ini memang tidak diungkap secara pasti penyakit yang diderita pasangan suami-istri ini. Namun keduanya memiliki penyakit pada bagian kepala. Sarwendah mengeluhkan sakit seperti migrain secara terus menerus akibat ada penyakit langka pada bagian batang otaknya. Sementara Ruben Onsu, ada bercak pada bagian otaknya. (*)

Reporter: jpgroup

Kajati Kepri: Wujudkan Keadilan Humanis lewat Restorative Justice

0

batampos – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri Gerry Yasid, mengatakan penerapan keadilan restoratif atau Restorative Justice (RJ) yang dicanangkan Kejaksaan bertujuan untuk mewujudkan keadilan hukum yang humanis bagi masyarakat.

Kepala Kejati Kepri, Gerry Yasid

Menurut Gerry, RJ dapat mewujudkan keadilan hukum yang memanusiakan manusia dengan menggunakan hati nurani. Sekaligus melawan stigma negatif yang tumbuh di masyarakat yaitu hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. “Oleh sebab itu, perkara atau kasus yang sifatnya ringan dapat diselesaikan di luar pengadilan dan tidak perlu dilimpahkan ke pengadilan,” paparnya.

BACA JUGA: Kasus Pelangsir Solar Akhirnya ke Jaksa

Penerapan RJ dengan cara mediasi korban dan pelaku kejahatan dalam penyelesaian permasalahan, memiliki tujuan utama yaitu pemulihan kerugian pada korban dan pengembalian pada keadaan semula.

Melalui RJ, stigma negatif itu dihapuskan. Pelaku kejahatan tidak akan diadili di depan umum dan diberi kesempatan untuk bertaubat atau berubah. “Kalau kesempatan itu diberikan, orang atau pelaku itu kembali mengulangi perbuatannya, maka dia siap untuk dipenjara,” jelas Gerry.

Masih kata Gerry, penyelesaian perkara melalui RJ mendapat respon positif dari masyarakat. Hal itu dibuktikan sejak terbitnya Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif. “Penerapan keadilan restoratif di tingkat kejaksaan relatif meningkat dengan banyaknya permintaan penyelesaian perkara di luar pengadilan,” terangnya.

Aasan pemberian penghentian pentuntutan berdasarkan keadilan restoratif adalah pelaku baru pertama kali melakukan tindak pidana. Tindak pidana hanya diancam pidana penjara tidak lebih dari 5 tahun. Mengembalikan barang yang diperoleh dari tindak pidana kepada korban. Mengganti kerugian korban dan nengganti biaya yang ditimbulkan dari akibat tindak pidana. (*)

reporter: yusnadi

Skema Pendanaan Berkelanjutan Sektor Perumahan, Kemenkeu Sebut Sekuritisasi Adalah Pembiayaan Kreatif 

0
ILUSTRASI: Rumah di Batuampar, Minggu 31 Jan 2021, F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos – Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Rio­nald Silaban, mengatakan instrumen sekuritisasi dapat menjadi salah satu skema pendanaan kreatif dan berkelanjutan, khususnya sektor perumahan.

Oleh karena itu, Kementerian Keuangan mendukung penuh penerbitan efek beragun aset surat partisipasi (EBA-SP) yang dilakukan PT Sarana Multigriya Financial (SMF).

“Program pemerintah di sektor perumahan tentu tidak dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan dari seluruh pihak,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menuturkan bahwa sekuritisasi merupa­kan bagian dari strategi asset liability management, risk management, dan pemenuhan rasio NSFR dan LCR bagi perbankan.

Untuk memitigasi risiko kredit, pada umumnya bank menempuh berbagai upaya antara lain dengan mensyaratkan jaminan, asuransi, atau agunan.

Sejalan dengan perkembangan usaha, kompleksitas transaksi dan jenis risiko, terdapat teknik mitigasi risiko kredit lain yang telah dikenal sesuai dengan standar praktik internasional (best international practices) yaitu sekuritisasi aset.

BACA JUGA: Sekuritisasi Jadi Sumber Dana Berkelanjutan Sektor Perumahan

“EBA-SP dapat menjadi diversifikasi investasi bagi para pemodal, menyediakan dana jangka panjang bagi penyalur KPR, yang merupakan mitigasi atas risiko maturity mismatch. EBA-SP telah distruktur dengan sangat baik, sehingga tercipta mekanisme perlin­dungan yang terbaik bagi para investornya. Di samping mekanisme perlindungan dari struktur internal EBA-SP itu sendiri, SMF selaku penerbit juga memberikan mekanisme perlindungan terhadap investor, melalui penyediaan credit enhancement dalam bentuk dukungan kelancaran pembayaran kewajiban terhadap kelas A,” kata Ananta.

Sejak 2009, SMF telah memfasilitasi penerbitan structured product berupa efek beragun aset (EBA). Hingga saat ini, SMF telah melakukan penerbitan EBA dengan aset dasar tagihan KPR sebanyak 14 kali transaksi dengan total dana yang terkumpul dari pasar modal Rp 12,78 triliun untuk disalurkan kepada masyarakat agar dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau. (*)

Reporter: JP Group