Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 729

Pertamax Langka di Batam, Pengendara Mobil Tanpa Barcode Kelimpungan Cari BBM

0
Kelangkaan BBM jenis Pertamax membuat pemilik kendaraan yang tak punya barcode BBM subsidi menjadi kelimpungan. F. M. Sya’ban/Batam Pos.

batampos – Sejumlah SPBU di Kota Batam mengalami kelangkaan BBM non-subsidi jenis Pertamax  sejak dua hari terakhir. Kondisi ini membuat para pengendara mobil kesulitan mendapatkan bahan bakar, terutama mereka yang tidak memiliki barcode untuk membeli Pertalite.

Pantauan di lapangan pada Minggu (9/11) menunjukkan, sedikitnya enam SPBU di Batam kehabisan stok Pertamax.

Di SPBU Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, stok Pertamax telah kosong sejak dua hari lalu. Seorang petugas SPBU mengatakan belum mengetahui kapan pasokan BBM tersebut akan kembali datang.

“Kurang tahu kapan masuknya lagi,” ujar salah seorang karyawan SPBU.

Karena hanya ada satu SPBU di wilayah itu, warga terpaksa menempuh perjalanan jauh ke Batam Center atau Batu Aji untuk mencari Pertamax.

Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Bundaran Ocarina, tepat di depan Hotel Sahid Batam Center, di mana Pertamax juga sudah tidak tersedia dua hari terakhir.

Kelangkaan ini membuat banyak pengendara mobil mondar-mandir mencari BBM. Salah satu di antaranya, Baharudin Rajab, mengaku kesulitan karena tidak bisa membeli Pertalite akibat tidak memiliki barcode.

“Susah sekali, harus mondar-mandir,” keluhnya.

Di SPBU Pandan Wangi, Jalan Ahmad Yani samping Kepri Mall, hanya Pertamax 92 yang tersedia, sementara Pertamax Turbo sudah habis. Kondisi yang sama terjadi di SPBU Pertamina Marcelia, Jalan Laksamana Bintan, di mana stok Pertamax kosong sejak Sabtu (8/11).

“Kami sudah dua hari mondar-mandir cari Pertamax, bang,” kata Burhan, salah seorang pengendara mobil.

Selain itu, SPBU Simpang KDA di Jalan Raja Isa, Belian, dan SPBU Botania di samping RS Awal Bros juga dilaporkan kehabisan stok Pertamax. Saat ini hanya Pertalite yang tersedia, namun pengendara mobil tanpa barcode tidak dapat membelinya.

Akibat kelangkaan ini, banyak pengendara terpaksa mencari SPBU lain yang masih memiliki stok, meskipun harus menempuh jarak jauh dan mengantre lebih lama.

Hingga kini, pihak Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kelangkaan BBM jenis Pertamax di wilayah Batam. (*)

Reporter: M. Sya’ban 

Artikel Pertamax Langka di Batam, Pengendara Mobil Tanpa Barcode Kelimpungan Cari BBM pertama kali tampil pada Metropolis.

Tujuh Rumah Warga Desa Kelong Bintan Pesisir Terbakar Dini Hari

0
Rumah warga yang ludes terbakar di RT 03 RW 01 Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir pada Minggu (9/1) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. F. Mahadar untuk Batam Pos.

batampos – Kebakaran hebat melanda Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, pada Minggu (9/11) dini hari sekira pukul 02.00 WIB. Sedikitnya tujuh rumah warga terdampak, dua di antaranya hangus terbakar.

Warga setempat, Mahadar, mengatakan dua rumah yang ludes terbakar milik Arsil dan Adam. Saat kejadian, Arsil dan anaknya sedang tidur di dalam rumah.

“Arsil sempat mendengar suara seperti hujan dari atap, tapi ternyata itu suara api membesar. Ia langsung bangun dan melihat rumahnya sudah dilalap api,” ujar Mahadar.

Beruntung, Arsil dan anaknya berhasil menyelamatkan diri. Namun, seluruh harta benda di rumahnya habis terbakar, hanya dokumen penting dan beras 5 kilogram yang berhasil diselamatkan.

Sementara rumah milik Adam juga hangus terbakar, tetapi saat kejadian dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang berkebun di malam hari.

Selain dua rumah yang terbakar habis, lima rumah lainnya ikut terdampak. Api sempat merambat hingga membakar atap bagian dapur dan pakaian di jemuran warga sekitar.

“Kalau tidak cepat dipadamkan, bisa habis semua rumah di sini karena sebagian besar bangunan dari kayu,” kata Mahadar.

Warga sekitar bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas datang ke lokasi.

Camat Bintan Pesisir, Assun Aini, mengatakan total ada tujuh rumah terdampak kebakaran tersebut. Dua rumah yakni milik Arsil dan Adam mengalami kerusakan berat, sedangkan lima lainnya milik Theresia, Satria, Mat Tahar, Wahid, dan Rohiman mengalami kerusakan sedang hingga ringan.

“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun diduga akibat korsleting listrik,” ujar Assun.

Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, memastikan pihaknya sudah menyalurkan bantuan darurat kepada para korban dan akan segera menghitung total kerugian akibat peristiwa tersebut.

“Tim kami sudah turun ke lokasi untuk memberikan bantuan dan melakukan pendataan lebih lanjut,” kata Ramlah.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun total kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Tujuh Rumah Warga Desa Kelong Bintan Pesisir Terbakar Dini Hari pertama kali tampil pada Kepri.

Filipina Ungsikan 100 Ribu Warga Akibat Terjangan Super Taufan Fung-Wong

0
Citra satelit menunjukkan Badai Fung-Wong yang telah berubah menjadi super taufan, menurut Institut Kerja Sama Penelitian Atmosfer (CIRA), di atas Laut Filipina. — Foto: REUTERS.

batampos – Lebih dari 100 ribu warga Filipina di kawasan timur dan utara dievakuasi pada Sabtu (9/11) setelah Taufan Fung-Wong meningkat kekuatannya menjadi super taufan dan diperkirakan akan menghantam wilayah pesisir Luzon pada malam hari.

Badan meteorologi Filipina memperingatkan bahwa Fung-Wong, atau dikenal secara lokal sebagai Uwan, akan membawa hujan lebat, angin kencang hingga 230 kilometer per jam, serta gelombang besar dan badai pesisir yang berpotensi berlangsung selama beberapa hari.

Pemerintah menetapkan peringatan badai Isyarat No. 5, tingkat tertinggi di Filipina, untuk wilayah Catanduanes, Camarines Norte, dan Camarines Sur di tenggara Luzon. Sementara itu, Metro Manila dan daerah sekitarnya berada di bawah Isyarat No. 3.

“Ribuan keluarga telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara untuk mengantisipasi dampak taufan,” ujar pejabat penanggulangan bencana nasional dilansir media Malaysia, Berita Harian, Minggu (9/11).

Foto yang dibagikan Penjaga Pantai Filipina di Camarines Sur menunjukkan warga menaiki truk evakuasi sambil membawa tas dan barang-barang pribadi mereka setelah turun dari perahu kecil di pesisir.

Di wilayah Visayas Timur, sejumlah daerah dilaporkan mengalami pemadaman listrik akibat terpaan angin kencang.
Sementara itu, lebih dari 300 penerbangan domestik dan internasional dibatalkan, menurut Otoritas Penerbangan Sipil Filipina.

Rekaman video yang diunggah ABS-CBN News di platform X memperlihatkan langit gelap di Catanduanes, disertai angin kencang yang menggoyang pepohonan dan hujan deras disertai suara gemuruh.

Fung-Wong bukan pertama kali melanda Filipina. Beberapa tahun lalu, badai serupa pernah menghantam hanya beberapa hari setelah Taufan Kalmaegi, yang menewaskan 204 orang dan menyebabkan kerusakan parah sebelum bergerak ke Vietnam dan menewaskan lima orang lagi.

Di kawasan pesisir Vung Cheo, Vietnam Tengah, sejumlah kapal nelayan dilaporkan hancur di tepi jalan utama, sementara ratusan tambak udang rusak akibat badai tersebut.

Pemerintah Filipina saat ini memperingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir bandang, tanah longsor, dan angin ekstrem, terutama di daerah pesisir timur.

Artikel Filipina Ungsikan 100 Ribu Warga Akibat Terjangan Super Taufan Fung-Wong pertama kali tampil pada News.

Pemerintah Siapkan Redenominasi Rupiah, Rp1000 Jadi Rp1

0
Ilustrasi.

batampos – Pemerintah mulai mematangkan langkah besar di sektor moneter dengan menyiapkan redenominasi rupiah atau penyederhanaan nilai mata uang nasional. Melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Indonesia menargetkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi Rupiah rampung pada tahun 2027.

Kebijakan strategis tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2025–2029.

Dalam beleid itu, Kemenkeu menyebut tengah menyiapkan empat RUU prioritas, salah satunya RUU tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi).

“RUU tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi) merupakan RUU luncuran yang rencananya akan diselesaikan pada 2027,” bunyi keterangan PMK tersebut, dikutip Minggu (9/11).

Redenominasi merupakan penyederhanaan nilai nominal rupiah tanpa mengubah nilai riil atau daya beli. Artinya, kebijakan ini tidak membuat uang menjadi lebih mahal atau lebih murah, tetapi hanya memangkas angka nol di belakang nominal untuk membuat sistem transaksi lebih efisien.

Sebagai contoh, uang Rp1.000 setelah redenominasi akan menjadi Rp1, namun daya beli masyarakat tetap sama. Langkah ini bukan pergantian mata uang, melainkan penyederhanaan sistem pembayaran sekaligus penguatan kepercayaan terhadap rupiah.

Dalam penjelasan PMK 70/2025, redenominasi dilakukan untuk sejumlah alasan strategis, antara lain meningkatkan efisiensi dan daya saing ekonomi nasional, menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi dan menstabilkan nilai rupiah dan melindungi daya beli masyarakat.

Selain itu, pemerintah menilai kebijakan ini akan meningkatkan kredibilitas rupiah di tingkat internasional, seiring dengan kondisi ekonomi Indonesia yang semakin stabil dan tumbuh positif dalam dekade terakhir.

Wacana redenominasi sebenarnya sudah bergulir sejak pemerintahan sebelumnya. Namun baru kali ini rencana tersebut masuk secara konkret dalam peta jalan kebijakan fiskal 2025–2029.

Dengan inflasi yang terkendali, sistem keuangan digital yang matang, dan stabilitas ekonomi yang kuat, pemerintah menilai Indonesia kini lebih siap melaksanakan redenominasi rupiah.

Langkah ini juga dinilai penting secara psikologis dan simbolik, menjadi tanda kedewasaan ekonomi nasional serta meningkatkan kepercayaan diri rupiah di mata dunia.

Jika berjalan sesuai rencana, redenominasi rupiah akan menjadi tonggak reformasi moneter terbesar dalam dua dekade terakhir, sekaligus memperkuat posisi Indonesia menuju negara berpendapatan menengah ke atas. (*)

Artikel Pemerintah Siapkan Redenominasi Rupiah, Rp1000 Jadi Rp1 pertama kali tampil pada News.

KPK Tetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Tersangka Suap dan Gratifikasi

0
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dihadirkan dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (9/11/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi yang mencakup tiga klaster berbeda.

Penetapan ini dilakukan setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat (7/11).

Selain Sugiri, tiga orang lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka, yakni Sekda Ponorogo Agus Pramono, Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo Yunus Mahatma, dan pihak swasta Sucipto.

“KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka,” ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (9/11) dini hari.

Kasus pertama berkaitan dengan dugaan suap untuk mempertahankan jabatan Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo, Yunus Mahatma. Ia diduga memberikan uang kepada Bupati Sugiri agar tidak diganti dari posisinya.

Melalui koordinasi dengan Sekda Agus Pramono, Yunus menyerahkan uang secara bertahap sejak Februari 2025. Total dana yang diberikan mencapai Rp1,25 miliar, terdiri atas Rp900 juta untuk Sugiri dan Rp325 juta untuk Agus Pramono.

Klaster kedua terkait dugaan suap proyek pembangunan RSUD tahun 2024 senilai Rp14 miliar. Dalam proyek tersebut, pihak swasta Sucipto memberikan fee 10 persen atau Rp1,4 miliar kepada Yunus Mahatma.

Uang itu kemudian diserahkan kepada Bupati Sugiri melalui ajudan bupati Singgih dan adik Sugiri, Ely Widodo.

Selain dua klaster suap, Sugiri juga diduga menerima gratifikasi sebesar Rp300 juta selama periode 2023–2025. Dana itu berasal dari Yunus Mahatma sebesar Rp225 juta dan dari pihak swasta bernama Eko (EK) sebesar Rp75 juta.

KPK menjerat Sugiri dan tiga tersangka lainnya dengan Pasal 12 huruf a atau b, dan/atau Pasal 11, dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara untuk Sucipto dan Yunus Mahatma, KPK juga menambahkan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b, dan/atau Pasal 13 UU Tipikor. (*)

Artikel KPK Tetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Tersangka Suap dan Gratifikasi pertama kali tampil pada News.

Mikel Arteta “Sakit Perut” Usai Arsenal Gagal Pertahankan Kemenangan di Markas Sunderland

0
Mikel Arteta, pelatih Arsenal. F. www.beinsports.com.

batampos – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengaku merasa “sakit di perut” setelah timnya gagal mempertahankan keunggulan dan harus puas bermain imbang 2-2 melawan Sunderland di Stadion of Light, Minggu (9/11).

Arsenal yang sempat unggul harus rela kehilangan poin penuh usai penyerang Sunderland, Brian Brobbey, mencetak gol penyama kedudukan di masa tambahan waktu. Hasil ini membuat The Gunners hanya unggul enam poin di puncak klasemen sementara Liga Inggris (EPL).

Arteta tak bisa menyembunyikan kekecewaannya karena gol penyeimbang itu terjadi akibat kesalahan pertahanan yang seharusnya bisa diantisipasi.

“Gol itu sangat menyakitkan dan membuat saya merasa sakit di perut karena kami seharusnya bisa bertahan lebih baik. Saya tidak ingin kebobolan seperti itu,” ujar Arteta seusai laga.

Meski kecewa, pelatih asal Spanyol itu tetap memberikan pujian untuk Sunderland atas permainan disiplin dan semangat juang tinggi mereka.

Sunderland kini berada di posisi keempat klasemen setelah menunjukkan performa impresif musim ini, termasuk kemenangan atas Chelsea beberapa pekan lalu.

Arteta menegaskan tidak ada laga mudah di Premier League dan menilai hasil imbang tersebut sebagai pelajaran penting bagi timnya.

“Kami harus belajar dari pengalaman ini dan segera memulihkan fokus untuk pertandingan berikutnya,” tegasnya. (*)

Artikel Mikel Arteta “Sakit Perut” Usai Arsenal Gagal Pertahankan Kemenangan di Markas Sunderland pertama kali tampil pada Olahraga.

Nelayan di Bintan Timur Diduga Dibunuh, Amizan Dimakamkan di TPU Kijang

0
Wulan, anak Amizan terlihat menabur bunga setelah pemakaman ayahnya di TPU Kijang, Jumat (7/11) malam. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Suasana duka menyelimuti pemakaman Amizan, nelayan yang ditemukan meninggal tidak wajar di area Perumahan Eks Antam di Kijang, Bintan Timur, Jumat (7/11) pagi.

Ia dimakamkan di TPU Kijang, Jumat (7/11) malam, dihadiri anaknya, Wulan, 14, dan keluarga.

Pemakaman juga dihadiri langsung oleh Kapolsek Bintan Timur, AKP Khapandi didampingi Wakapolsek, Iptu Syamsuriya.

Wulan, yang kehilangan sosok ayah, tidak henti menangis saat jenazah dimasukkan ke liang lahat.

Ia berdoa dan menabur bunga di pusara ayahnya.

BACA JUGA: Mayat Pria Ditemukan di Perumahan Eks Antam Kijang

Diki, keponakan Amizan, mengungkapkan kesedihan keluarga atas kepergian Amizan.

“Kami keluarga sangat sedih, terutama Wulan, anaknya yang berusia 14 tahun,” katanya.

Amizan dan istrinya telah bercerai sejak Wulan berusia 3 bulan.

Ia mengatakan bahwa Amizan, yang bekerja sebagai nelayan, baru pulang melaut seminggu lalu.

Pada hari Rabu (5/11) malam sebelum kejadian, Amizan masih di rumah, lalu mereka pergi makan bersama di sekitar Waduk Kolong Enam, Kijang.

Menurut Diki, Amizan dikenal sebagai orang yang sering mengajak anggota keluarga makan, bercanda dan tak memiliki masalah dengan siapa pun.

“Setahu saya dia (Amizan) tidak punya masalah karena orangnya jarang keluar rumah,” kata Diki.

Ia berharap pelaku pembunuhan Amizan dapat segera ditangkap dan diadili.

“Kami berharap pelaku dapat segera diamankan dan kasusnya diusut tuntas,” tambah Diki.

Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Daeng Salamun mengatakan korban diperkirakan meninggal dua hari sebelum ditemukan yaitu Rabu (5/11), karena tubuhnya sudah membengkak dan ditemukan luka di bagian perut.

“Kematiannya tidak wajar,” ujarnya.

Jenazah Amizan telah dibawa ke RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang untuk autopsi.

“Kita masih menunggu hasilnya,” katanya.

Dia mengatakan, beberapa orang telah diperiksa dan pencarian terhadap teman korban masih dilakukan.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bintan, Iptu Fikri Rahmadi mengatakan korban diduga dibunuh dan beberapa orang terduga pelaku sedang diselidiki. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Nelayan di Bintan Timur Diduga Dibunuh, Amizan Dimakamkan di TPU Kijang pertama kali tampil pada Kepri.

INSTO dari Combiphar Luncurkan Kampanye “Bebas Mata SePeLe”, Ajak Masyarakat Indonesia Kenali 3 Gejala Mata Kering yang Sering Disepelekan

0

batampos– Mata kering bisa mengancam tanpa disadari. Berdasarkan data, prevalensi mata kering mencapai 41% untuk area Jabodetabek dan Bandung. Sayangnya, banyak masyarakat yang mengalami mata kering tidak menyadarinya.

Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan, mata kering berisiko mengganggu produktivitas dan bahkan sampai kualitas hidup. Merespon situasi tersebut, INSTO, merek tetes mata dari Combiphar, melalui produk INSTO Dry Eyes meluncurkan kampanye “Bebas Mata SePeLe” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang mata SEpet, PErih, LElah (SePeLe) yang merupakan gejala mata kering.

“Sebagai pemimpin pasar kategori tetes mata yang telah dipercaya lebih dari 50 tahun di Indonesia, INSTO memiliki komitmen besar terhadap kesehatan mata masyarakat Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang mata kering mendorong kami meluncurkan kampanye ‘Bebas Mata SePeLe’ untuk meningkatkan kesadaran akan gejala mata kering dan pentingnya penanganan mata kering sejak dini,” ungkap Weitarsa Hendarto, Direktur PT Combiphar.

Ditambahkan Farah Feddia, GM Eye Care Combiphar, “Keseriusan INSTO dalam memahami literasi masyarakat terhadap mata kering kami wujudkan melalui berbagai riset dan survei yang dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu temuan kami menunjukkan bahwa 4 dari 10 orang mengalami mata kering, namun separuhnya tidak menyadari kondisinya .

BACA JUGA: Bridgestone Indonesia Angkat Keselamatan Jalan ke Level Baru, SMPN 2 Bekasi Melonjak Jadi Sekolah Aman Versi iRAP

Fakta ini menegaskan pentingnya upaya edukasi yang lebih luas. Karena itu, melalui kampanye ‘Bebas Mata SePeLe’, INSTO melalui INSTO Dry Eyes hadir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menghadirkan solusi yang sesuai kebutuhan, agar masyarakat Indonesia dapat menjaga kesehatan mata dan tetap produktif.”

Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan kondisi mata kering dapat berpotensi membuat kondisi mata kering yang tidak tertangani menjadi lebih berat tingkatannya. Hal ini kian mengkhawatirkan, karena masyarakat kerap abai ketika gejala mata kering seperti mata sepet, perih dan lelah muncul.

Menanggapi kondisi tersebut, Dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM, Dokter Spesialis Mata dari JEC Eye Hospitals and Clinics, menjelaskan “Pasien yang datang karena mata kering jumlahnya sangat banyak, sebagian besar pasien mata kering datang ketika kondisinya sudah cukup parah dan mereka tidak sadar bahwa mereka terkena mata kering, padahal gejala awal seperti mata terasa sepet, perih, dan lelah sudah muncul sejak lama. Jika mereka sadar gejalanya dan ditangani sejak awal, kondisi ini bisa dicegah agar tidak berkembang menjadi lebih berat.

Jika seseorang mengalami gejala mata kering, maka dapat datang berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Hal ini dimaksudkan agar dapat dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap derajat, penyebab, dan tatalaksana mata kering apa yang sesuai. Mata kering itu jenis dan derajatnya berbeda-beda, oleh karena itu tatalaksananya juga taylormade, bisa berbeda-beda untuk setiap orang.

Untuk tatalaksana mata kering sendiri beragam, bisa dari kompres hangat, lid hygiene, latihan berkedip, dan juga pemberian artificial tears sebagai pengganti air mata serta vitamin penunjang seperti omega-3. Pada gejala yang sangat berat, bahkan bisa sampai dilakukan operasi.”

Sebagai solusi untuk mengatasi gejala mata kering, mata sepet, perih, dan lelah “Mata SePeLe”, INSTO dengan varian INSTO Dry Eyes yang diformulasikan khusus dengan Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC). Kandungan bahan aktif ini bahkan diajukan oleh International Council of Ophtalmology (ICO) ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai guideline terapi untuk mengatasi gejala mata kering, karena dapat bekerja sebagai pelumas yang menyerupai air mata dan meringankan iritasi akibat kurangnya produksi air mata. INSTO Dry Eyes tersedia dalam kemasan 7,5 ml untuk pengaplikasian yang praktis, sekaligus mudah dibawa.

Pengalaman mengabaikan mata kering juga disampaikan Yuki Kato, figur publik sekaligus content creator. “Sehari-hari saya sering merasakan mata saya tuh sering ga enak kayak sepet terus perih. Sering juga kayak capek gitu matanya. Awalnya, saya kira cuma karena kurang tidur, kecapekan. Ah, sepele, tetapi kok lama-lama makin ganggu konsentrasi dan kerjaan. Nah karena adanya kampanye ‘Bebas Mata SePeLe’ dari INSTO Dry Eyes, ternyata, saya baru tahu bahwa yang saya alami itu adalah gejala mata kering. Kampanye ‘Bebas Mata SePeLe’ ini menurut saya sangat penting untuk membuka mata kita semua bahwa gejala mata kering gak bisa disepelein,” ujarnya.

Kampanye “Bebas Mata SePeLe” telah berlangsung sejak Agustus 2025 dan digelar di berbagai kota, mulai Yogyakarta, Bandung, hingga Jakarta. Memperluas manfaat edukasi kampanye “Bebas Mata Sepele”, kini hadir di Gandaria City, Jakarta (7–9 November 2025). Ajang ini menawarkan pemeriksaan mata kering secara gratis, zona edukasi interaktif yang menyajikan informasi lengkap tentang gejala mata kering, serta aktivitas hiburan seputar mata kering lainnya.

“Kami di Combiphar, melalui brand INSTO, memiliki keyakinan penuh bahwa menjaga kualitas kesehatan mata merupakan gerbang utama menuju masyarakat yang lebih produktif, aktif, dan bahagia. Selaras dengan komitmen kami ‘Championing a Healthy Tomorrow’, kampanye INSTO ‘Bebas Mata SePeLe’ menjadi manifestasi dari upaya kami untuk terus menghadirkan inisiatif dan inovasi yang relevan dalam mendukung terciptanya generasi Indonesia yang lebih sehat,” tutup Weitarsa.

Tentang Combiphar
Combiphar didirikan sejak tahun 1971 sebagai perusahaan farmasi yang berfokus produk kuratif. Kini, Combiphar bertransformasi menjadi perusahaan lokal consumer healthcare terdepan di Indonesia yang bertumbuh cepat dengan memproduksi dan memasarkan lebih dari 90 produk berkualitas dan terjangkau diantaranya OBH COMBI (obat batuk sirup), JointFit (gel pereda nyeri sendi), INSTO (obat tetes mata), Hezandra (suplemen untuk menjaga fungsi hati), Fortiboost (suplemen untuk membantu daya tahan tubuh), Air Mancur (herbal), Simba (sereal) dan Madurasa (madu).

Berkantor pusat di Jakarta dengan 1.800 karyawan dan hadir di berbagai kota besar dan sekunder di seluruh Indonesia, Combiphar memiliki fasilitas produksi berteknologi mutakhir serta prosedur operasi berstandar modern. Pabrik Combiphar yang berlokasi di Padalarang, Jawa Barat, berhasil memperoleh sertifikasi antara lain ISO 14001, dan proper BIRU untuk pengelolaan lingkungan. Selain pabrik di Padalarang, Combiphar juga memiliki pabrik di Kawasan Jababeka, Karanganyar dan Wonogiri Jawa Tengah. Pabrik di Karanganyar sendiri memperoleh sertifikasi 9001:2015 dan Wonogiri memiliki sertifikasi ISO 22000. Pada akhir 2016 Combiphar juga memperluas bisnisnya ke pasar internasional melalui produk tetes mata unggulannya, Eye Mo di kawasan Asia Tenggara diantaranya Kamboja, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina dan Macau serta Malaysia, Taiwan, Nigeria dan Mexico melalui produk herbal dan Madurasa serta New Zealand dan Australia melalui produk Simba. Combiphar juga menjadi mitra terpercaya perusahaan-perusahaan farmasi internasional dari beberapa negara melalui perjanjian lisensi, joint venture serta contract manufacturing. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi website www.combiphar.com

Tentang INSTO
INSTO merupakan produk tetes mata dari Combiphar dan merupakan merek dagang dari PT Pharma Health Care. INSTO memiliki 3 varian, yaitu INSTO Regular yang mengatasi kemerahan dan rasa perih di mata yang disebabkan oleh iritasi ringan karena debu, asap, angin dan setelah berenang dan varian INSTO Dry Eyes untuk memberikan efek pelumas seperti air mata, mengatasi gejala kekeringan pada mata, meringankan iritasi mata yang disebabkan oleh kekurangan produksi air mata, sementara Insto Cool untuk membantu meredakan iritasi sekaligus memberi rasa segar.

Berbagai apresiasi dari masyarakat sudah diraih INSTO, diantaranya Super Brand Award 2019, Indonesia Popular Digital Brand Award 2017, Top Brand Award 2019, Social Media Award 2018, WOW Brand Award 2019. Pada tahun 2017, untuk pertama kalinya INSTO mendapatkan penghargaan berskala internasional sebagai 1st rank Digital Marketing Campaign dari Nicholas Hall Asia Pacific OTC Marketing Award. (*)

Artikel INSTO dari Combiphar Luncurkan Kampanye “Bebas Mata SePeLe”, Ajak Masyarakat Indonesia Kenali 3 Gejala Mata Kering yang Sering Disepelekan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Polisi Amankan Truk dan Kontainer Bermuatan Barang Impor Bekas di Sagulung

0
Kontainer yang diamankan polresta karena mengangkut barang bekas. f. eusebius

batampos– Polresta Barelang amankan lima truk dan kontainer bermuatan barang impor bekas (ballpres) di Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Sabtu (8/11/2025). Penindakan dilakukan di tempat bongkar muat barang yang berlokasi di Jalan Pelabuhan Sagulung setelah polisi menerima informasi dari warga terkait aktivitas ilegal tersebut.

Tim gabungan yang dipimpin langsung Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin, melakukan sidak di lokasi sekitar pukul 14.00–15.30 WIB. Kapolresta sendiri turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses pengamanan berjalan lancar.

Saat kegiatan berlangsung, tim gabungan menemukan beberapa kendaraan R4 sedang melakukan bongkar muatan dari kontainer ke truk pengangkut. Petugas kemudian langsung menghentikan aktivitas bongkar muatan tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Lima kendaraan yang diamankan terdiri dari Mitsubishi Fuso BP 8237 EA, BP 9734 ZB, BP 8251 DQ, serta Hino BP 8289 DU dan BP 8227 DU. Seluruh kendaraan kini telah diparkir di halaman Mapolresta Barelang sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA: Kobaran Api Hanguskan Tumpukan Barang Bekas di Sekupang

Selain kendaraan, polisi juga mengamankan 25 orang laki-laki yang bekerja sebagai supir dan juru bongkar muatan. Mereka dibawa ke Mapolresta Barelang untuk dimintai keterangan mengenai aktivitas bongkar muatan ilegal ini.

Kapolresta Barelang menjelaskan, penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari informasi warga yang mengetahui adanya balpres dan barang impor bekas yang masih tersimpan di gudang Sagulung. “Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak ke lokasi,” ujarnya.

Penindakan ini sekaligus menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang mencoba mengedarkan barang impor bekas ilegal di wilayah hukum Polresta Barelang. Polisi memastikan akan menindak tegas setiap pelanggaran agar tidak merugikan negara dan masyarakat.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi berkomitmen untuk mengungkap jaringan di balik pengiriman dan bongkar muatan ilegal agar kegiatan serupa tidak terulang di masa mendatang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Polisi Amankan Truk dan Kontainer Bermuatan Barang Impor Bekas di Sagulung pertama kali tampil pada Metropolis.

Eksplorasi dan Silaturahmi, Honda ADV Batam Gelar Kegiatan Seru di BCS Mall

0
Puluhan bikers pengguna Honda ADV di Kota Batam berkumpul dalam Honda ADV Exploride. Foto. PT Capella Dinamik Nusantara untuk Batam Pos

batampos – Puluhan bikers pengguna Honda ADV di Kota Batam berkumpul dalam Honda ADV Exploride, sebuah kegiatan yang digelar Komunitas Honda ADV Indonesia (HAI) Chapter Batam bekerja sama dengan PT Capella Dinamik Nusantara. Acara yang berlangsung meriah di BCS Mall Batam ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus eksplorasi bagi para pecinta skutik penjelajah Honda.

Kegiatan diawali dengan city rolling, di mana rombongan bikers mengelilingi ikon-ikon kota Batam. Aktivitas ini tidak hanya mempererat kebersamaan antaranggota komunitas, tetapi juga memperkenalkan eksistensi Honda ADV kepada masyarakat luas.

Setelah konvoi, para peserta ikut meramaikan Regional Public Launching (RPL) New Honda ADV di area BCS Mall. Suasana pun semakin hangat dengan sesi gathering dan makan bersama, di mana para bikers berbagi cerita pengalaman berkendara, rencana kegiatan komunitas, hingga memperkuat rasa kekeluargaan.

Tak kalah seru, panitia juga menggelar Photo Contest. Para peserta bebas berkreasi dan berpose bersama motor kesayangan mereka, menghasilkan momen penuh tawa dan keakraban.

“Kegiatan ini bentuk apresiasi kami kepada konsumen setia Honda, khususnya komunitas Honda ADV di Batam. Melalui Honda ADV Exploride, kami ingin memberikan wadah bagi para bikers untuk menyalurkan hobi sekaligus memperkuat kebersamaan dan semangat #Cari_Aman di jalan,” ujar Duri Yanto, perwakilan manajemen PT Capella Dinamik Nusantara.

Salah satu peserta, Iwan, menambahkan, “Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari acara ini. Tidak hanya city rolling dan kumpul komunitas, tapi juga ikut menyemarakkan peluncuran New Honda ADV. Kegiatannya lengkap, seru, dan benar-benar mempererat hubungan antarbikers.”

Dengan semangat solidaritas dan kekompakan tinggi, Honda ADV Exploride membuktikan komitmen Capella Honda mendukung kegiatan positif komunitas, sekaligus memperkuat citra Honda sebagai brand yang dekat dengan konsumen dan peduli keselamatan berkendara. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Eksplorasi dan Silaturahmi, Honda ADV Batam Gelar Kegiatan Seru di BCS Mall pertama kali tampil pada Metropolis.