Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 7303

Arus Lalu Lintas di Southlink Dialihkan, Guna Kelancaran Pelebaran Jalan

0
Jalan Southlink e1658316006506
Polisi menutup ruas jalan baru dari Baloi ke Sekupang dan dialihkan ke jalan lama. F.Yudhi untuk Batam Pos

batampos – Pengendara kini melintas melewati jalan baru yang ada di depan Southlink karena pengalihan arus. Beberapa alat berat juga terlihat bekerja melakukan pemotongan bukit yang akan dijadikan pelebaran jalan.

Akibat pengerjaan jalan dan pengalihan arus ini, lalu lintas kendaraan tidak selancar hari biasanya. Terutama saat jam sibuk seperti berangkat dan pulang kerja. Arus kemacetan terlihat cukup padat dari arah Tiban menuju Batam Center.

Selain itu beredar juga informasi terkait pengalihan arus akibat aktivitas pekerjaan pemotongan bukit Southlink yang berada di samping jalan utama. Selain itu ada juga pemotongan bukit sebelum Tiban Lama.

Baca Juga: Arus Jalan di Kawasan Southlink Dialihkan Selama 6 Bulan, Cek Rutenya

Mengingat tingginya risiko pekerjaan yang bisa menggangu lalu lintas, pengendara diminta melintas dengan hati-hati. Sebagai alternatif, pihak BP Batam menyiapkan pengalihan arus lalu lintas.

Arus lalu lintas dari Sekupang menuju Batam Center akan menggunakan jalan baru atau yang berada di depan Southlink. Pengalihan lalu lintas ini dilakukan dengan estimasi pekerjaan selama empat bulan ke depan.

Akses jalan baru dari UIB menuju Tiban sementara ditutup, karena digunakan untuk arus lalu lintas yang dari Southlink ke arah UIB.

Arus lalu lintas yang dari UIB menuju Tiban masuk ke jalur lama. Sebagai antisipasi kemacetan karena ada pelebaran U-Turn di depan Shoutlink dan di depan Pure Agung. (*)

 

 

Reporter: YULITAVIA

Tumor Mata Sembuh, Putri Aisyah Pulang ke Tanjungpinang

0

batampos– Rasa syukur bercampur senang disampaikan keluarga Sukateman alias Dono bersama Istrinya Andreani orang tua dari Putri Aisyah usia 4 tahun yang merupakan anak penderita tumor mata yang baru saja kembali ke Tanjungpinang usai menjalani operasi dan pengobatan selama 1,5 tahun di Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung.

Dono mengatakan atas izin dari dokter yang menangani Putri di Bandung dan semua proses pemulihan dirasa sudah bisa ditangani di Tanjungpinang, ia bersama istri dan kedua anaknya diperbolehkan pulang.

Dono bersama Andreani disamping kedua anaknya saat sujud sukur atas selesainya pengobatan tumor mata anaknya di Rumah Sakit Cicendo dan bisa kembali ke rumah, Selasa (19/7)f . Peri Irawan

“Sekarang rasanya senang, lega sudah bisa kembali ke Tanjungpinang. Putri juga sudah sehat lagi, bercampur perasaan sekarang ini, susah dijelaskan dengan kata-kata. Tanpa beri apa-apa kami cuma bisa ucapkan terimakasih pada teman-teman jurnalis yang sudah membantu kami dari awal sampai kembali pulang, ,”kata Dono, Selasa (19/7).

Tidak hanya pada jurnalis yang membantu, Dono juga menyampaikan terimakasih kepada pihak Pemko Tanjungpinang, Pemprov Kepri, yayasan serta para dermawan yang membantu mereka selama pengobatan putri keduanya itu.

BACA JUGA: Bulan Ini Pasien Tumor Mata Putri Aisyah Pulang ke Tanjungpinang

“Tanpa ada campur tangan semua pihak ini kami tidak tau bagaimana nasib anak kami ini,”ujarnya.

Dono bersyukur anaknya bisa ditangani dengan baik sehingga bisa sembuh kembali seperti anak-anak balita umumnya, karena di yayasan tempatnya tinggal tersebut juga terdapat tiga anak lain dengan kasus yang sama yaitu retinoblastoma dengan kondisi yang lebih parah dimana tumor yang menyerang sudah menyebar ke organ tubuh lainnya.

“Alhamdulillah Putri sudah sembuh, ada tiga anak yang lain itu gugur semua karena kondisinya lebih parah dibanding Putri,” terangnya.

Tidak hanya itu, selama proses pengobatan di Bandung kata Dono prosesnya selalu berjalan dengan baik, mulai dari petugas sekuriti hingga dokter yang ada di rumah sakit itu memberikan pelayanan yang baik.

Bahkan sebelum kembali ke Tanjungpinang, dokter yang menangani anaknya itu memastikan terlebih dahulu ketersediaan tempat konsultasi yang ada di daerah, jika tidak maka belum diizinkan pulang.

“Selama di sana tidak ada kendala berat lah, tetap bisa diatasi dengan bantuan pihak yayasan dan rumah sakit Cicendo semuanya terselesaikan,” ungkapnya.

Selama 1,5 tahun di Bandung itu, kata Dono ia mendapat bantuan dari Dinas Kesehatan Tanjungpinang setiap bulannya, uang tersebut digunakan untuk membeli obat anaknya usai menjalani chemotherapy serta kebutuhan harian lain yang tidak ditanggung pihak yayasan.

“Usai kemoterapi itu pasti ada efeknya sehingga kita perlu belikan obat lagi, terus uang dari Dinkes dipake untuk antigen sebelum Putri di Kemoterapi, jadi uangnya dicukup-cukupkan. Alhamdulillah sekarang selesai juga,” terangnya.

Kondisi Putri sekarang ini sangat aktif bermain, tidak menandakan seperti anak yang baru saja menjalani operasi tumor. Berbeda dengan teman-temanya saat di yayasan kebanyakan diam usai dioperasi.

“Sekarang dia sangat aktif, ada orang lewat depan rumah suka disapa, walaupun tidak kenal, suka lari-lari dengan temannya,” ucap Dono. (*)

Reporter: Peri Irawan

Indonesia Stop Kirim PMI, Berpotensi Tingkatkan Pengiriman Ilegal Lewat Batam

0
PMI Ilegal e1642666765252
Penyerahan 22 PMI ilegal yang diselamatkan Ditpolairud Polda Kepri di Sekupang, Kamis (20/1). (F. Eusebius Sara )

batampos – Indonesia menghentikan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia. Penghentian ini akan meningkatkan potensi pengiriman PMI ilegal.

Sebab, hingga saat ini Malaysia membutuhkan 1,2 juta tenaga kerja untuk di perkebunan sawit. Jika keran legal dihentikan, tentunya pengiriman ilegal meningkat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) Kepulauan Riau (Kepri), Romo Chrisanctus Paschalis.

“Apakah akan berpotensi untuk praktek-praktek pengiriman ilegal, yang lebih parah ya pasti sangat mungkin,” kata pria lebih akrab disapa Romo Pascal tersebut, Selasa (19/7).

Ia mengatakan potensi pengiriman PMI ilegal ini, sesuai dengan hukum permintaan. Kebutuhan tenaga kerja yang sangat tinggi. Sehingga akan menarik para mafia, untuk mencari orang-orang bekerja ke luar negeri secara ilegal.

“Kebutuhan pasar tenaga kerja (tinggi), lalu (masyarakat) kehausan mencari lapangan pekerjaan,” ujar Romo Pascal.

Para mafia PMI ilegal, kata Romo Pascal, akan memanfaatkan momen ini dan menarik sebanyak mungkin WNI yang mau bekerja ke luar negeri secara ilegal.

“Sangat mungkin ya. Karena ini ada ledakan dan mafia juga bisa akan memanfaatkan segala cara,” ungkap Romo Pascal.

Ia mengatakan bahwa kebijakan ini sangat perlu menjadi perhatian pemerintah. Selain itu, pemerintah harus mengantisipasi praktek pengiriman manusia secara ilegal tersebut.

“Paling diwaspadai itu di daerah-daerah perbatasan,” kata Romo Pascal.

Terkait antisipasi ledakan pengiriman PMI secara ilegal ini. Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto mengaku sudah meminta jajaranya melakukan langkah-langkah pencegahan.

Ia mengatakan langkah pencegahan itu dengan meningkatkan pengawasan, di lokasi yang berpotensi menjadi lokasi pengiriman PMI secara ilegal.

“Peningkatan pengawasan sudah kami lakukan, seperti di pelabuhan-pelabuhan tikus,” kata Nugroho.

Anggota Polresta, kata Nugroho sudah disebar untuk memantau lokasi-lokasi yang berpotensi tempat pengiriman PMI ilegal.

Nugroho mengatakan juga akan mengawasi rumah, kos-kosan atau tempat-tempat, yang dijadikan sebagai penampungan PMI ilegal. “Pengecekan secara rutin dan berkala kami laksanakan,” tutur Nugroho.(*)

 

 

Reporter : FISKA JUANDA

Jadwal Baru Asian Games 2022 Dirilis, Tim Indonesia Diminta Waspada

0
ILUSTRASI: Seseorang yang mengenakan masker berjalan melewati toko suvenir untuk Asian Games ke-19 Hangzhou 2022, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Hangzhou, provinsi Zhejiang, China, pada 6 Mei 2022. (via REUTERS/China Daily)

batampos – Dewan Olimpiade Asia (OCA), China Olympic Committee, dan Hangzhou Asian Games Organizing Committee (HAGOC) resmi menetapkan tanggal baru penyelenggaraan Asian Games Hangzhou 2022.

Setelah sempat tertunda karena lonjakan kasus Covid-19 di Tiongkok, jadwal Asian Games 2022 mundur. Semula, ajang tersebut berlangsung pada 10-25 September 2022. Kini, Asian Games Hangzhou dijadwalkan berlangsung pada 23 September sampai 8 Oktober 2023.

“Informasi ini akan kami teruskan kepada cabor yang turun di Asian Games, tetapi kami harus realistis karena waktunya tepat satu tahun sebelum Olimpiade 2024 Paris,” ucap Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari dikutip dari JawaPos.com.

“Kami mengimbau agar semua cabor memprioritaskan kualifikasi Olimpiade. Sehingga, apabila waktunya bertabrakan dengan kualifikasi Olimpiade, kami menyarankan agar tetap memprioritaskan kualifikasi menuju Paris,” tambah Okto.

Penetapan tanggal Asian Games Hangzhou menambah padatnya kalender olahraga pada 2023. Setidaknya ada tiga multievent yang akan diikuti Indonesia tahun depan.

Selain Asian Games, ada juga SEA Games 2023 Kamboja pada 5-17 Mei, dan ANOC World Beach Games 2023 Bali. Pada ajang World Beach Games 2023 Bali itu, Indonesia akan menyambut 1.200 atlet dan 205 NOC serta pimpinan organisasi olahraga internasional. Mulai dari ANOC, IOC, dan WADA.

Di sisi lain, Indonesia juga harus menyiapkan diri dalam perebutan tiket Paris 2024. Kualifikasi menuju Paris 2024 sudah dimulai pada Juni 2022 dengan sistem yang sudah ditentukan oleh masing-masing federasi internasional.

“Pemerintah juga sudah menyampaikan bahwa target utama Indonesia adalah Olimpiade, dan sejak awal saya juga berkomitmen agar Indonesia dapat mengirimkan sebanyak-banyaknya atlet di Olimpiade,” ucap Okto.

“Semoga Indonesia bisa menambah jumlah atlet yang turun di Paris 2024. Namun, Tim Indonesia juga tetap bisa maksimal tampil Asian Games 2022 Hangzhou,” tambah Okto.

Dengan demikian, Okto berharap, induk olahraga nasional juga dapat menyiapkan atlet-atletnya secara lebih cermat. Termasuk memerhatikan nomor-nomor di Asian Games yang masuk dalam perhitungan poin menuju Olimpiade Paris.

“Jika ada turnamen kualifikasi Olimpiade, alangkah lebih baik jika mengutamakannya. Namun, apabila ada nomor-nomor yang di-sanction tentu menjadi bagian yang wajib diikuti. Jadi cabor mulai sekarang saya minta bisa lebih cermat,” tambah Okto.

Asian Games 2022 akan diikuti 45 negara Asia. Ajang ke-19 ini akan mempertandingkan 40 cabang olahraga. Pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, Indonesia berhasil menempati ranking 4 dengan perolehan 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. (*)

 

Reporter: JPGroup

Bawa Sandwich dari Singapura, Wanita Australia Didenda Rp 28 Juta

0
Ilustrasi sandwich Subway. F TikTok Jessica Lee

batampos – Jessica Lee, wanita Australia harus membayar denda sebesar Rp 28 juta karena ketahuan membawa sandwich dari salah satu restoran cepat saji terkenal dari Singapura.

Jessica mengaku jujur saat ia mengisi formulir deklarasi imigrasi dengan mencatumkan salah satu barang bawaan berupa sandwich. Akibatnya, dia pun disebut melanggar undang-undang biosekuriti Australia.

Melalui TikTok yang diposting 1 Juli 2022, Jessica mengaku sedih harus membayar sebesar 2.664 dolar Australia atau sekitar Rp 28 juta karena ketahuan membawa sandwich setelah kepulangannya ke Perth.

Dia mengaku saat itu dia melakukan perjalanan ke Eropa, pulang ke Australia dan transit di Singapura. Di sanalah ia membeli sandwich itu. “Saya makan separuh sandwich sebelum penerbangan kedua. Sisanya saya simpan,” katanya.

Namun, yang tidak dia sadari adalah, selain barang bawaan dan koper, formulir pernyataan juga berlaku untuk sandwich-nya. “Saya tidak mencentang ayam, dan saya tidak mencentang selada. Ayam dan selada!”

Dia menyimpulkan bahwa membayar denda dalam waktu 28 hari sejak pemberitahuan itu merupakan tantangan baginya. Dia berhenti dari pekerjaannya sebelum jalan-jalan dan harus membayar sewa.

Departemen Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia mengeluarkan denda kepada pelancong yang melanggar Undang-Undang Keamanan Hayati karena tidak menyatakan atau membuat pernyataan palsu tentang barang-barang terlarang. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak

Tim Gabungan Akan Cek Perizinan Reklamasi di Bulang Lintang

0
094e385f 5d20 4427 b851 bc92b06abbc7 e1658211759932
Reklamasi di Bulang, Batam

batampos – Keluhan nelayan di Kelurahan Bulang Lintang atas aktivitas reklamasi yang menutup alur Sungai Uku di Kelurahan Bulang Lintang, Kecamatan Bulang direspon oleh Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam. Mereka akan segera cek lapangan.

Kepala PSDKP Batam, Turman Hardianto melalui Koordinator Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran PSDKP Batam, Syamsu Rokhman menuturkan, setelah menerima laporan tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) khusus Batam dan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Batam.

“Nanti sama KLHK dan KSDA kita cek ke lapangan. Kalau memang berdampak dan melanggar aturan akan ditindak,” ujar Syamsu.

Menurut Syamsu, aktivitas reklamasi laut harus ada izin dari KLHL. Pemanfaatan ruang laut untuk setiap kegiatan menetap harus sesuai prosedur sebagai upaya menjaga keseimbangan kesehatan ekologi dan pertumbuhan ekonomi.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang yang merupakan turunan dari UU Cipta Kerja, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyusun beberapa peraturan perundang-undangan sebagai pedoman bagi pemanfaatan pesisir, laut dan pulau-pulau kecil, termasuk Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

“Pelaku usaha maupun individu yang memanfaatkan ruang laut secara menetap harus memiliki PKKPRL. Nah nanti kita liat saat turun ke lokasi, apakah reklamasi yang dilakukan masuk zona kawasan atau tidak,” ujarnya.

Demikian juga camat Bulang, Ramadhan mengaku, juga akan turun cek ke lapangan. Jika memang berdampak seperti yang dikeluhkan nelayan, pihaknya akan melaporkan ke dinas terkait yang berwenang dengan aktivitas reklamasi ataupun pemanfaatan tata ruang laut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, belasan hektar hutan bakau dan alur sungai di Kelurahan Bulang Lintang, Kecamatan Bulang dalam kondisi rusak berat. Itu karena ada aktivitas reklamasi alur sungai yang disebut warga sekitar sebagai Sungai Uku.

Reklamasi ini sudah berjalan selama tiga bulan terakhir dan saat ini separuh alur sungai sudah ditimbun. Belasan hektar hutan bakau sudah diratakan.

Informasi yang didapat, proyek reklamasi ini dilakukan oleh sebuah perusahaan yang selama ini memang sudah eksis di Pulau Bulang. Perusahaan ini akan membangun tambak udang dan bangunan tambahan perusahaan lainnya.

Nelayan tempatan komplain dengan proyek reklamasi tersebut, sebab merusak ekosistem laut dan juga hutan bakau yang selama ini dijaga oleh nelayan ataupun pemerintah setempat.

“Itu kami sebut Sungai Uku, lokasi untuk tangkap udang dan kepiting. Hutan bakau semua itu. Sekarang sudah rata. Hutan bakau sudah dibabat habis dan alur sungai ditimbun. Macam mana ini? Apakah program penanaman bakau yang sampai pak Jokowi (presiden) turun (ke Batam) beberapa waktu lalu cuman simbol saja ya?. Tolonglah ini diperhatikan karena itu tempat kami cari makan. Udang dan kepiting tak ada lagi,” ujar Heri, warga Bulang Lintang.

Dijelaskan Heri ataupun nelayan lainnya, aktivitas penangkapan udang dan kepiting masyarakat di Pulau Bulang Lintang sangat berdampak dengan proyek reklamasi tersebut. Pasalnya lokasi reklamasi itu merupakan habitat udang dan kepiting yang selama ini menjadi andalan nelayan di sana.

“Kalau itu semua dirusakin juga, tak ada lagi tempat untuk cari udang dan kepiting di dekat sini. Di (wilayah) Tanjunguncang dan sekitarnya sudah tak ada lagi karena (perusahaan) galangan kapal. Harus keluar jauh mau cari udang dan kepiting,” ujarnya. (*)

 

 

Reporter : Eusebius Sara

Berdalih Belum Sempurna, Pembacaan Tuntutan Kasus di Sekolah SPI Ditunda

0
Julianto Eka Putra, terdakwa kasus dugaan pelecehan seksual.

batampos – Sudah 20 kali disidangkan, perkara dugaan kekerasan seksual di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu tak kunjung mencapai titik akhir. Bahkan, kemarin (20/7) agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Malang ditunda. Jaksa penuntut umum (JPU) beralasan tuntutan yang sedang disusun belum sempurna.

Sesuai jadwal, persidangan itu dimulai pukul 10.00 di Ruang Cakra. Tidak seperti 19 sidang sebelumnya, tidak ada penampakan pria berbadan tambun mengenakan baju batik yang berlari ke ruang sidang dengan dikawal jaksa. Artinya, terdakwa Julianto Eka Putra tidak hadir dan hanya muncul di layar telekonferensi yang terhubung dengan Lapas Lowokwaru, tempat dia ditahan.

Di luar pagar PN Malang, puluhan orang menggelar aksi damai menuntut majelis hakim menghukum Julianto seberat-beratnya. Pukul 09.55, rombongan kuasa hukum Julianto masuk ke ruang sidang diikuti JPU. Namun, sidang baru dimulai pukul 10.05 ketika majelis hakim yang dipimpin Harlina Rayes membukanya. Sidang tertutup itu berakhir pukul 10.20.

’’Kami meminta kepada hakim untuk menunda sidang selama satu pekan. Tanggal 27 Juli,” kata Kasiintel Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu Edi Sutomo. Alasan jaksa menunda tak lain adalah menyempurnakan tuntutan. Dia pun mengaku masih ada yang perlu dicek dan ditambahkan dari naskah tuntutan. Dia menyebut jumlah halaman naskah tuntutan itu mencapai 100 lembar.

’’Perlu masukan dan alasan yuridis untuk lebih meyakinkan majelis hakim,” ungkapnya. Sayangnya, dia tidak mau menyebutkan salah satu alasan yuridis yang ditambahkan. Belum lagi, ada fakta dan keterangan saksi yang belum dimasukkan ke naskah.

Terpisah, Kajati Jatim Mia Amiati membenarkan apa yang dikatakan Edi. ’’Ada beberapa penambahan teknis pembuktian dalam tuntutan untuk meyakinkan majelis hakim. Dengan begitu, perlu penambahan waktu lagi untuk penyusunan tuntutan,” kata dia melalui pesan singkat. Meski tidak menyebut apa saja yang akan ditambah, dia memastikan tidak ada perubahan pasal yang dijeratkan kepada terdakwa.

Selama persidangan, Julianto melalui timnya justru membangun opini negatif untuk melemahkan dakwaan jaksa. Perbuatannya juga menjadi pertimbangan yang memberatkan jaksa. ’’Kami berusaha menunjukkan kepada khalayak dan utamanya pencari keadilan bahwa keadilan ini bisa diwujudkan dengan menuntut yang bersangkutan setinggi-tingginya,’’ ungkapnya.

Sementara itu, kuasa hukum Julianto, Hotma Sitompul, tidak berkomentar banyak soal penundaan sidang tersebut. ’’Saya salut kepada jaksa yang akan mempelajari dengan sesungguhnya, melihat bukti apa yang terungkap dalam persidangan sehingga tentu diperlukan waktu yang cukup,” katanya. Namun, dia menyayangkan para korban yang tak kunjung melapor setelah peristiwa pelecehan itu terjadi. Tetapi, baru terungkap 12 tahun kemudian.

Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait menyatakan, tidak ada alasan untuk menunda pembacaan tuntutan oleh jaksa. Sebab, dakwaan sudah jelas dan tinggal dibuktikan. Selain itu, semua agenda pemeriksaan saksi sudah selesai dan lengkap. ’’Ini tidak berkeadilan bagi korban. Sebab, kasus ini juga dinanti oleh masyarakat,” katanya. (*)

Reporter: JP Group

Merangkak dari Kualifikasi, Tunggal Putri Indonesia Melaju ke 16 Besar Taipei Open

0
Komang Ayu Cahya Dewi lolos ke babak 16 besar Taipei Open 2022. (PBSI)

batampos – Tunggal putri Indonesia Komang Ayu Cahya Dewi melaju mulus ke babak 16 besar Taipei Open 2022. Komang melangkah ke babak kedua melalui kemenangan atas tunggal putri tuan rumah, Chen Su-yu.

Bertanding di Taipei Heping Basketball Gymnasium, Taipei, Rabu (20/7) siang, Komang menang dua game langsung dengan skor 21-11, 21-13. Bermain di babak kualifikasi kemarin menjadi keuntungan tersendiri bagi Komang di laga kali ini.

“Hari ini saya bisa menguasai permainan, mungkin karena kemarin sudah main kualifikasi, jadi sudah tahu kondisi lapangan dan anginnnya,” kata pemain nomor 152 dunia tersebut dikutip dari siaran pers PP PBSI.

“Sementara lawan cukup kesulitan dengan angin. Jadi ini menjadi sebuah keuntungan bagi saya. Memang anginnya masih sama seperti kemarin. Masih kencang,” imbuh Komang.

Dengan kemenangan itu, pada babak 16 besar, Komang akan berhadapan dengan pemain Malaysia Goh Jin Wei. Goh melaju via kemenangan atas pemain India Tanya Hemanth dalam dua game 21-14 dan 21-10.

“Besok mau main tenang dan mau kasih yang terbaik. Kalau bertemu Goh Jin Wei, saya mau coba lihat seberapa bisa saya mengimbangi dia,” ucap Komang.

Komang menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di Taipei Open 2022. Sebab, tunggal putra Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay sudah tumbang pada babak pertama.

Dia dikalahkan andalan tuan rumah dan unggulan kedua, Wang Tzu-wei. Ikhsan kandas dalam dua game langsung, 11-21 dan 14-21. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Ini Penyebab Pohon Kelapa yang Menimpa Siswa SMA 15 Batam Tumbang

0
Ilustrasi Meninggal dunia
Ilustrasi. Foto: JawaPos.com

batampos – Siswa SMA 15 Batam, Andini Putri tewas akibat tertimpa pohon kelapa, Rabu (20/7) pukul 07.00. Pohon kelapa yang menimpa siswi tersebut, ditenggarai tumbang akibat sudah lapuk. Sebab, kondisinya sudah tidak ada sehelai daun kelapa dan sudah digerogoti kumbang.

Dari informasi didapat Batam Pos, kejadian bermula saat orangtua korban mengantar anaknya sekolah, pukul 06.45. Korban diantar bapaknya dengan menggunakan sepeda motor Mio hitam, dengan nomor polisi BP 4625 MC.

SMA 15 Batam ini berada agak jauh dari tepi jalan besar. Akses ke SMA 15 ini adalah jalan kecil. Saat jalan melewati jalan kecil tersebut, tepatnya samping Masjid Al Mujahidin pohon kelapa yang sudah lapuk tersebut tumbang. Batang pohon menimpa Putri, sedang orangtuanya selamat dari kejadian ini.

“Benar ada kejadian ini, dan kami sudah ke lokasi mengeceknya,” kata Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu M. Rizky Saputra, Rabu (20/7).

Baca Juga: Siswa SMAN 15 Batam Tewas Tertimpa Pohon Kelapa

Rizky mengaku begitu mendapatkan informasi, jajaran Polsek Nongsa langsung menuju ke lokasi kejadian. Mereka pun sempat menanyai beberapa saksi di lapangan.

Dari keterangan saksi didapat Polsek Nongsa, begitu korban tertimpa, warga segera membawa korban ke Rumah Sakit Soedarsono menggunakan ambulans masjid.

Namun, korban diduga sudah meninggal saat di lokasi. Sesampai di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Sekira pukul 08.30 WIB korban dibawa ke rumah duka menggunakan ambulance RS Soedarsono, selanjutnya sekira pukul 08.45 WIB korban tiba di rumah duka,” ujar Rizky.

Pemakaman korban ini, tidak menunggu waktu lama. Sekitar pukul 13.00, korban dimakamkan di TPU Sambau. Pemakaman ini dihadiri oleh keluarga, guru dan teman-teman sekolah korban.

Beberapa teman-teman korban mengaku kaget dengan kejadian ini. Salah seorang teman korban, Dani mengaku melihat kejadian itu. Sebab, saat itu berada di belakang korban saat kejadian berlangsung.

Ia mengaku tak percaya korban meninggal dunia. Sebab, sempat kelihatan sadar. Namun tak berapa lama, ia mendapat kabar mengenai kematian korban.

“Kami kaget dan terkejut. Korban adalah pribadi yang supel, baik, dan aktif diberbagai bidang,” ungkapnya. (*)

 

Reporter : FISKA JUANDA

Bareskrim Akhirnya Tarik Kasus Yosua

0
Tim kuasa hukum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Senin (18/7). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Tim gabungan penyelidikan kasus penembakan Brigadir Yosua Hutabarat seolah memulai penyelidikan dari nol. Sebab, hasil penyelidikan yang dilakukan Polrestro Jakarta Selatan (Jaksel) dianggap sumir. Sejumlah alat bukti juga diragukan keotentikannya.

”Semua (tim gabungan, Red) bisa memakluminya. Karena kemungkinan Satreskrim Polrestro Jaksel bekerja dalam tekanan yang cukup besar,” kata seorang petugas yang tidak mau disebutkan namanya.

Maklum, Kapolrestro yang pangkatnya Kombespol harus memeriksa perkara yang melibatkan jenderal bintang dua. Apalagi, yang punya perkara adalah Kadivpropam (nonaktif) Irjen Pol Ferdy Sambo.

Sumber Jawa Pos (grup Batam Pos) itu mengungkapkan, yang pertama diperiksa adalah luka tembak di tubuh Yosua. Semua luka tembak tersebut mempunyai sudut yang tidak sesuai dengan situasi baku tembak. Sebelumnya Kapolrestro Jaksel Kombespol Budhi Herdi Susianto memang menyatakan bahwa terjadi baku tembak antara Brigadir Yosua dan Bharada E.

Saat itu Bharada E yang disebut berada di tangga lantai 2 berhasil memberondong tubuh Yosua. ”Padahal, luka tembak semua sudutnya lurus. Artinya, tidak mungkin ditembak dari tempat yang lebih tinggi. Yang berarti, cerita baku tembak menjadi tidak masuk akal,” paparnya.

Selain itu, ada dua luka akibat tembakan dari arah belakang. Pertama, dari kepala bagian belakang tembus hidung. Lalu dari pergelangan tangan kiri tembus ke jari. ”Bagaimana bisa seperti itu jika terjadi baku tembak?” cetusnya.

Yang paling mungkin adalah Yosua sudah bersujud minta ampun, tapi tetap ditembak. ”Tapi, yang ini baru spekulasi sementara ya. Belum kesimpulan. Perlu alat bukti lainnya. Yang jelas, narasi baku tembak sudah terpatahkan,” ungkap sumber tersebut. Hanya, bagaimana kronologi sebenarnya, itu yang masih dicari.

Ada dugaan terjadi cekcok berat saat Yosua mengawal perjalanan Ferdy Sambo dari Magelang menuju Jakarta. Kemudian, eksekusi dilakukan di rumah Kadivpropam. Dari olah TKP, diketahui genangan darah hanya tampak di titik Yosua tertelungkup. Artinya, jika narasi baku tembak benar terjadi, seharusnya ada darah yang terciprat.

Pada titik inilah, tim gabungan mendapatkan tantangan cukup berat. Sebab, TKP dan semua alat bukti diragukan keotentikannya. Alat bukti itu termasuk handphone (HP) milik Yosua dan rekaman CCTV di rumah Kadivpropam. Sebelumnya Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa HP milik Yosua dan rekaman CCTV itu berada di puslabfor. ”Pernyataan itu benar, tapi semua yang ada di tim gabungan meragukan apakah itu ponsel dan dekoder CCTV yang asli,” ucap sumber yang ikut menangani kasus tersebut.

Sebelumnya alat bukti kunci untuk mengungkap kasus itu (HP dan CCTV) disita dan diamankan Biro Paminal Divpropam Mabes Polri. Selama tiga hari sebelum diumumkan ke publik dan hingga Jumat (15/7), dua alat bukti tersebut tak kunjung diberikan kepada tim khusus. ”Ini yang berat. Karena bisa diutak-atik tanpa ada yang mengganggu,” lanjutnya.

Sumber tersebut menyatakan bahwa Divpropam Mabes Polri merupakan sebuah satuan kerja yang sulit diakses dan dimonitor. ”Ketika penyidik memeriksa saksi, paminal mengirimkan anggotanya. Alasan formalnya sih pro-justitia. Tapi, penyidik malah merasa seperti diawasi dan menjadi tak bebas,” bebernya.

Karena itu, tak heran jika keluarga Brigadir Yosua meminta Kapolri mencopot Karopaminal Brigjen Hendra Kurniawan. ”Dia termasuk yang membuat TKP bermasalah, berikut barang buktinya. Agar tidak keruh, sebaiknya juga dicopot,” cetus Johnson Panjaitan, kuasa hukum Brigadir Yosua, kepada sejumlah wartawan pada Selasa (19/7) lalu.

Pada bagian lain, Mabes Polri Selasa lalu memutuskan untuk menahan Bharada E. Namun, tim gabungan belum bisa mendapatkan banyak keterangan. Setiap ditanya, Bharada E selalu menjawab dengan ”saya”. Seolah-olah dialah yang mengambil tanggung jawab dari semua yang terjadi. Bharada E inilah yang tercatat sebagai pelapor kasus pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawati, istri Ferdy Sambo. Laporan itu diajukan ke Polrestro Jaksel.

Sementara itu, Kamaruddin Simanjuntak dan Johnson Panjaitan, kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, mendatangi markas Bareskrim kemarin. Mereka datang karena mendapatkan undangan untuk gelar perkara awal kasus penembakan Yosua. Kamaruddin mengatakan, pihaknya sangat yakin Yosua menjadi korban pembunuhan berencana. Keyakinan itu didasari temuan bukti baru. ”Ada bekas luka jeratan di leher jenazah Brigadir Yosua,” paparnya.

Luka bekas jeratan itu terlihat melingkar di leher. Dia menduga, saat penyiksaan, leher Yosua dijerat seseorang. ”Karena itu, pelakunya bisa lebih dari satu orang,” urainya, lalu menunjukkan foto jenazah Yosua dengan luka memar di leher.

Menurut Kamaruddin, keluarga menduga ada orang yang berperan menembak, lalu orang lainnya menggunakan senjata tajam. Ada juga seseorang yang menjerat leher Yosua dari belakang. ”Tidak mungkin dilakukan hanya satu orang,” jelasnya di lobi Bareskrim Polri kemarin.

Jika memang Yosua tewas dalam baku tembak dengan satu orang, tidak mungkin muncul luka memar bekas jeratan tali. Karena itu, keluarga Yosua tetap meminta dilakukan otopsi ulang. Otopsi ulang harus dilakukan para ahli dari sejumlah rumah sakit. Yakni Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Rumah Sakit TNI-AL, Rumah Sakit TNI-AU, RS Cipto Mangunkusumo, dan RS swasta nasional. ”Kami mohon ke Kapolri, Wakapolri, Irwasum, Kabareskrim, dan Dirtipidum untuk membentuk tim tersebut,” ujarnya.

Kamaruddin menegaskan, keluarga menolak hasil otopsi yang sebelumnya. Sebab, sesuai keterangan sebelumnya, luka-luka di tubuh Yosua disebut akibat tembakan. Padahal, ditemukan luka yang bukan karena peluru. ”Kalau Polri tidak ada anggaran untuk otopsi ulang, saya siap menanggung,” tegasnya.

Lebih lanjut Kamaruddin menyatakan, keluarga Yosua tidak ikut datang memenuhi undangan Bareskrim. ”Tidak berani ke Mabes Polri karena masih ada trauma,” ungkapnya. Penyebab trauma salah satunya adalah apa yang dilakukan Karopaminal Brigjen Hendra Kurniawan. Kamaruddin menerangkan, Karopaminal datang ke Jambi untuk menemui keluarga Yosua. ”Sikap keluarga masih sama, meminta Karopaminal dinonaktifkan,” ujarnya.

Komisioner Kompolnas Benny Mamoto menyatakan, dalam gelar perkara kasus Yosua, direncanakan memeriksa anggota kepolisian yang datang ke Jambi. Termasuk memeriksa Karopaminal. ”Apakah sudah sesuai dengan SOP atau tidak, termasuk saat penyerahan jenazah ke keluarga,” terangnya. Sebab, kedatangan polisi ke rumah duka dilakukan secara berombongan. ”Kami dengar dari keluarga (Yosua, Red), rombongan yang datang itu kesannya menakutkan,” ujarnya.

Gelar perkara tersebut juga menghasilkan keputusan baru. Yakni, penanganan kasus Brigadir Yosua yang baru saja diambil alih Polda Metro Jaya akan ditarik ke Bareskrim. ”Bareskrim memiliki orang berpengalaman dan sarana-prasarana yang bagus,” ungkapnya setelah mengikuti gelar perkara kemarin.

Benny juga memastikan bahwa Polri segera menindaklanjuti permintaan keluarga Yosua untuk melakukan ekshumasi atau otopsi ulang. Ekshumasi itu akan dilakukan tim independen dan sedang dijadwalkan. ”Ini bentuk transparansi,” tegasnya. (*)

Reporter: JP Group