Warung di Tanjung Moco yang rusak diterpa angin kencang. F. Polsek Bukit Bestari.
batampos – 1 Warung di kawasan pelabuhan Tanjung Moco, Dompak, Tanjungpinang dihantam angin kencang, Selasa (26/7). Akibatnya warung non permanen yang terbuat dari kayu itu, mengalami rusak parah.
Kapolsek Bukit Bestari Tanjungpinang Kompol Adi Sumardi, mengatakan kejadian tersebut terjadi pada subuh sekitar pukul 03.00 WIB. Angin kencang membuat warung yang berada di pesisir pantai itu, rusak berat. “Atap serta bagian dindingnya rusak di terjang angin kencang” ungkapnya.
Setelah mendapatkan informasi, pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kelurahan serta masyarakat langsung turun ke lokasi kejadian. Pihaknya juga telah mengevakuasi korban serta barang-barang korban. “Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,” kata Adi.
Menurut Adi, pihak Kelurahan bersama Dinas Pekerjaan Umum Tanjungpinang, telah melakukan pendataan dan pengecekan lokasi guna melakukan perbaikan. “Saat ini kerugian masih dicek oleh dinas terkait,” tutupnya. (*)
Aidil Putrawan, menjadi terdakwa kasus narkoba menjalani sidang online di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (19/7). F.Yashinta
batampos – Aidil Putrawan, buruh penggali tanah terdiam saat mendengar dituntut 6 tahun penjara oleh JPU dalam sidang yang berlangsung virtual, kemarin. Atas tuntutan itu, pria berusia 40 tahunan ini meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Batam memberikan hukuman seadil-adilnya.
Sebab pada fakta persidangan, terungkap sabu seberat 2,3 gram itu merupakan milik Bakrul. Aidil yang sering diberi makan oleh Bakrul pun tidak tahu jika dirinya dititipi sabu dalam bungkus rokok.
Fakta persidangan itu dipertegas dari keterangan saksi polisi penangkap dan penyidik. Dimana polisi menjelaskan, terdakwa Aidil hanya dititipi bungkus rokok berisi sabu oleh Bakrul yang saat ini DPO. Aidil pun tidak mendapat keuntungan apa-apa dari Bakrul.
Namun, JPU Karyo So Immanoel berpendapat lain, Menurutnya, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat 1 tentang narkotika.
“Terdakwa terbukti bersalah, menyimpan, memiliki, menjadi perantara narkotika golongan 1 bukan tanaman,” ujar Noel
Namun sebelum menjatuhkan hukuman, JPU Noel juga mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan terdakwa. Hal memberatkan yakni terdakwa tidak mengikuti program pemerintah dalam peredaran narkotika yang dapat merusak generasi bangsa. Sedangkan hal meringankan terdakwa bersikap sopan, berterus terang, tidak berbeli-belit dan belum pernah dihukum.
“Memperhatikan unsur pasal telah terpenuhi, maka menuntut terdakwa Aidil dengan 6 tahun penjara. Menjatuhkan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan,” terang Noel.
Atas tuntutan itu, Aidil sempat terdiam. Ia pun langsung meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman seadil-adilnya. “Saya mohon hukuman yang adil pak hakim,” ujar Aidil menangis.
Menurutnya, ia tak sama sekali tak tahu akan dititipi sabu. Sebab selama ini Bakrul, bersikap baik kepadanya dan sering memberi makan. Ternyata dibalik kebaikan itu, Bakrul malah menjerumusmannya ke dalam penjara dengan menitipkan rokok yang ternyata berisi sabu.
Atas pembelaan terdakwa, sidang pun ditunda hingga minggu depan dengan agenda putusan.
Sidang sebelumnya, Aidil Putrawan, buruh kasar pengali tanah yang menjadi terdakwa kasus narkoba di Pengadilan Negeri Batam menangis, Selasa (19/7). Ia lega setelah mendengar keterangan saksi polisi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Karyo So Immanoel dalam sidang beragendakan keterangan saksi
Saksi polisi penangkap dan penyidik menjelaskan terdakwa Aidil ditangkap usai pihaknya mendapat informasi akan adanya transaksi narkoba di Ruli Kampung Aceh, Tembesi. Informasi itu dengan jelas juga menyebutkan ciri-cirj orang yang membawa sabu.
Diakui saksi polisi, dari hasil penyidikan menyimpulkan jika sabu itu memang bukan milik terdakwa. Terdakwa hanya dititipi oleh Bakrul (DPO) sabu sebanyak 5 gram. Bahkan jumlah barang bukti sabu tak berkurang sedikitpun dari jumlah yang diinformasikan ke polisi.
“Paket sabu itu punya Bakrul (DPO), terdakwa hanya dititipi dan memang tak mendapat keuntungan apa-apa,” jelas saksi polisi.
Keterangan saksi langsung membuat Aidil menangis. Ia berterimakasih karena saksi polisi sudah jujur dan mengungkap fakta yang sebenarnya.
Diketahui, Penangkapan Aidil berawal dari informasi yang diterima tim Satnarkoba Polresta Barelang. Dimana ada seorang pria dari Ruli Kampung Aceh hendak mengantarkan sabu kepada seseorang. Berdasarkan informasi itu, polisi pun turun dan menangkap Aidil sesuai dengan ciri yang disebutkan informasi tersebut.
Benar saja, dari Aidil polisi menemukan 5 paket sabu seberat 2,23 gram yang hendak diberikan kepada seseorang. Menurut Aidil barang haram itu merupakan milik Bahrul (DPO). Untuk mengantarkan sabu itu, Aidil diberi upah sabu juga untuk dikonsumsi sendiri.
Kepada polisi, Aidil mengaku hanya sebagai buruh pengali tanah di Kampung Aceh. Sehari-hari ia hanya mendapat upah puluhan ribu. (*)
Ilustrasi. Harga gula pasir curah di Kota Batam yang awalnya Rp 10-11 ribu per kilogram (kg) kini naik menjadi Rp 13-14 ribu per kg. Foto: Jawapos.com
batampos – Selama sepekan terakhir harga gula di Batam mengalami kenaikan hingga 30 persen. Kenaikan harga gula ini diduga karena larangan impor gula dari negara India.
Kondisi itu paling terlihat untuk gula pasir jenis curah yang biasanya dijual Rp 10 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 13 ribu. Bahkan di pasaran Batam, harga gula pasir curah dijual hingga Rp 14 ribu per kg, sedangkan untuk gula pasir premium dijual hingga Rp 17 ribu per kg.
Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam membenarkan kenaikan harga gula pasir. Bahkan kenaikan harga gula pasir sudah terjadi sejak dua pekan terakhir.
“Iya harga gula pasir naik, ini dampak larangan (India) ekspor gula pasir. Naiknya lumayan juga dibanding biasa,” ujar Aryanto.
Dijelaskannya, naiknya harga gula pasir menurutnya terjadi di banyak negara. Sebab India sebagai penghasil gula pasir terbesar, menghentikan ekspor gula pasir ke sejumlah negara.
“Dampaknya tak hanya untuk Batam atau Indonesia saja, tapi sudah internasional,” jelasnya.
Disinggung apakah ada kemungkinan harga gula pasir kembali naik, Aryanto tak menampik. Sebab harga gula juga berpengaruh terhadap kondisi global.
“Ya bisa saja naik lagi, tapi mudah-mudahan tidak terlalu tinggi,” jelasnya.
Sementara Ayu, warga Batamcenter kaget mendapati harga gula pasir mendadak naik drastis. Biasanya harga gula hanya naik berkisar ratusan rupiah, saat ini naik sampai empat ribuan.
“Kaget juga lihat harga gula, biasanya cuma Rp 10 ribuan, kemarin belinya sudah Rp 14 ribu. Ini untuk yang curah loh, biasanya Rp 14 ribu ini sudah yang premium,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah bisa mengambil tindakan cepat, agar harga gula tidak mengila seperti harga minyak goreng. Sebab kondisi masyarakat sudah sangat panik ditengah tingginya harga-harga sejumlah komoditi pokok yang tinggi.
“Kondisi seperti ini semua serba mahal, yang makin susah rakyat menengah ke bawah seperti saya. Sudah juga menyesuaikan dengan gaji suami yang pas-pasan,” pungkasnya. (*)
MELEGENDA: Dari kiri-kekanan Ricky Coen manager Power Metal dan Bais vokalis, Ipunk, dan Ekko Dinaya saat mengunjungi studio Jawa Pos Tv di Grana Pena, Jalan A. Yani, Surabaya, Kamis (21/7/2022). Kunjungan ke redaksi tersebut sekaligus memperkenalkan singel terbarunya. (ROBERTUS RISKY/ JAWA POS)
Dengan vokalis anyar, Power Metal mengubah pilihan genre dan warna lirik dengan maksud merebut hati pendengar muda. Di dua show untuk memperkenalkan album terbaru, keinginan itu mulai membuahkan hasil.
FAHMI SAMASTUTI, Surabaya
SELERA makan Bais Gondrong langsung hilang setelah membaca pesan WhatsApp siang itu. Ipunk, gitaris Power Metal, memberinya tawaran yang sulit dia jawab: jadi vokalis band metal kenamaan asal Surabaya tersebut.
”Saya bingung jawabnya,” kenang mantan vokalis band Ninety Nine itu saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos di Surabaya pada Kamis (21/7) pekan lalu.
Tawaran pada 21 April tahun lalu tersebut tidak mudah dijawab bukan hanya karena nama besar Power Metal, band yang telah melahirkan sepuluh album dengan sekian banyak hit. Tapi juga karena Bais sadar dirinya bakal menggantikan Arul Efansyah, vokalis sebelumnya yang sejak 1989 nada tingginya demikian identik dengan Power Metal.
Akhirnya bernegosiasilah Bais dengan Ipunk, satu-satunya personel formasi pertama Power Metal yang tersisa. Dari masalah kontrak hingga kesanggupan meninggalkan Medan, kota tempat Bais tinggal. ”Jam 14.00 dikontak, jam 17.00 deal,” lanjut Bais.
Bais memang sangat mengenal Power Metal. Sebab, dia lama berkiprah dalam band cover yang membawakan karya-karya band yang berdiri sejak 1987 itu.
Ipunk menyebutkan, untuk bisa sampai pada keputusan menawari Bais posisi yang ditinggalkan Arul tahun lalu itu, ada tahapan kurasi dan seleksi ketat yang kudu dilalui. Awalnya Bais dipantau lewat YouTube. Saat itu vokalis 39 tahun tersebut menyanyikan hit Steelheart She’s Gone dalam versi dinaikkan dua nada. Padahal, kunci aslinya saja sudah menyiksa tenggorokan.
Ipunk juga mengamati penampilan hingga cara bicara Bais via video. Setelah mantap, barulah dia mengajukan namanya ke grup WhatsApp Power Metal. ”Ya alhamdulillah, akhirnya awet sampai sekarang ini,” imbuhnya.
Dari band-band rock seangkatannya yang rata-rata dibesarkan festival besutan Log Zhelebour, Power Metal bisa dibilang ”the last man standing”. Memang masih ada Grass Rock, tapi dari sisi produktivitas, Power Metal jauh di atas.
Grass Rock terakhir merilis album pada 2016 yang merupakan album studio kelima mereka. Sedangkan Power Metal sudah menelurkan sebelas album, termasuk Power XI yang dirilis pekan lalu dengan Bais sebagai vokalis.
Power One (1991) yang diproduseri Log bisa dibilang album Power Metal yang paling banyak melahirkan hit. Dari Satu Jiwa serta Angkara yang kuat sentuhan heavy dan speed metal sampai balada semacam Bayangan Dirimu dan Pengakuan.
Peran Log memang sangat besar dalam tumbuh kembang Power Metal. Pemilik hit Timur Tragedi dan Sirna itu menjuarai festival besutan promotor asal Surabaya tersebut mulai level Jawa Timur, Jawa, sampai Indonesia. Power Metal juga berkembang dalam lingkungan musik Surabaya yang merupakan ladang subur band rock. Sejarahnya sudah terentang jauh ke belakang, termasuk turut melahirkan dua band legendaris AKA dan SAS.
Setelah melalui berkali-kali pergantian personel, selain Ipunk dan Bais, line-up Power Metal kini juga diisi Ekko Dinaya (drum), Baba Blunky (bas), dan Moryn Alfredo (kibor). Dengan formasi terbaru itu, Power Metal pun memilih menjajal jalur baru. Jika biasanya membawakan heavy metal bertempo cepat, kini mereka memilih progressive rock/metal yang lebih eksperimental.
Konsekuensinya jelas: stamina mereka ditantang dengan teknik permainan yang lebih njelimet. Di album ini pula, untuk kali pertama, Ipunk membawa gitar tujuh senarnya –yang dia miliki sejak 1988– masuk dapur rekaman.
Pembaruan itu tak cuma bertujuan memperkenalkan Bais. Tapi karena Power Metal juga ingin merebut hati pendengar muda. Karena itu, bukan hanya genre yang dikulik. ”Kami juga bawain lagu cinta. Di album ini saja ada dua. Pintu Hati dan Dilema, dua-duanya punya lirik galau anak muda,” ungkap Ekko.
Mengulik genre, lirik, atau sound adalah upaya sebuah band senior agar tetap relevan dengan zaman. Ada inti atau karakter yang tetap dipertahankan. Sembari merangkul elemen-elemen baru.
Eksperimen itu pun diujicobakan. Pertama, lewat showcase sekaligus rilis album di Colors Pub & Restaurant, Surabaya, pada 17 Juli lalu. Lalu di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 20 Juli.
Hasilnya? ”Kaget. Kami ngira yang nonton bakal banyak bapak-bapaknya. Ternyata, milenial yang mungkin belum lahir pas Power Metal ada juga muncul,” kelakar Ipunk.
Bais, Ipunk, maupun Ekko amat sadar, ”hilangnya” Arul bakal membelah respons fans. Tidak sedikit yang membanding-bandingkan vokal keduanya.
Namun, di dua panggung itu, Bais sukses membuktikan diri. Bahkan, Ekko mengakui, respons penonton di luar dugaan. ”Mereka positif. Ini yang bikin kami semangat. Ini saatnya kami bangkit lagi, menata diri, nggak bisa terpuruk terus,” tegas Ekko.
Di Power XI, Power Metal berpisah dengan label rekaman terdahulu lantaran masalah internal. Di album kesebelas itu, mereka akhirnya menggandeng 3F Records, label baru yang didirikan Ricky Coen Arifin, yang juga merangkap executive producer album tersebut.
Di industri musik, Ricky adalah orang baru. Dulunya dia investor di label rekaman lawas Power Metal. Ketika band itu keluar, dia segera mencabut investasinya. Namun, para personel Power Metal kadung cocok dengan Ricky. Mereka pun mendesak pria yang juga general manager hotel itu memproduseri album kesebelas.
”Saya bilang, ’Oke, dengan syarat, kalau istri saya ngasih izin.’ Ekspektasi saya, istri bilang nggak boleh. Eh, dia malah dukung,” papar Ricky seraya tergelak.
Setelah tercapai kesepakatan, produksi album pun mulai dikebut. Selama Februari–April 2022, kelima personel Power Metal melakukan workshop dan rekaman, dilanjutkan mixing dan mastering pada Mei 2022. ”Proses workshop molor dari target satu bulan. Gara-garanya, Ipunk cacar (air), nular ke yang lain,” imbuhnya.
Power Metal saat ini, menurut Ricky, punya pesona berbeda dari formasi sebelumnya. Dia menilai Bais punya ciri khas yang tak dipunyai Arul, yakni rentang vokal yang lebih lebar.
”Arul memang punya dasar yang tinggi, jadi dari awal lagu udah nggeber tinggi. Sementara Bais nada tinggi bisa, nada rendah pun bisa. Suaranya juga punya ciri khas serak,” paparnya.
Kritikus musik Paul Heru Wibowo pun menilai perubahan ”arah” Power Metal merupakan hal yang natural. ”Jalur yang ditempuh benar-benar segar. Kalau di 2013 dan zaman Arul, Power Metal itu pasti kebayangnya Iron Maiden. Sekarang lebih ke band progresif seperti Dream Theater,” ungkapnya ketika diwawancarai via telepon pada Senin (25/7).
Paul mengapresiasi keberanian Power Metal. ”Fans harus melepas anggapan, band itu memorabilia. Kasihan kalau Power Metal sudah bangkit dan meninggalkan zona nyaman, justru fansnya yang gagal move on,” tuturnya.
Power Metal, tambah Paul, mustahil kembali ke masa lalu. Bahkan meski umpama kelak Arul kembali. ”Usia dan stamina nggak bisa bohong. Mas Ipunk mungkin sudah nggak bisa secepat dulu. Suara Arul di XREAL (band Arul bersama mantan personel Power Metal lainnya, Red) pun, meski tinggi, nggak bisa menyamai rekaman lamanya,” terang dia. (*/c9/ttg)
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat menyapa seorang siswa Sekolah Dasar (SD). Foto: Diskomonfo Kota Batam untuk Batam Pos
batampos – Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin mengatakan pihaknya berupaya menangani persoalan anak yang terjadi di Batam. Saat ini Batam berada di level tiga untuk kota layak anak.
“Ada lima tingkatan, dan Batam berada di tingkat tiga. Jadi masih ada PR yang harus dikerjakan agar Batam ini benar-benar aman dan ramah bagi anak,” sebutnya.
Terciptanya kota ramah anak memerlukan peran serta semua elemen. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sangat menjunjung dan mendorong Batam menjadi Kota Ramah Anak.
Penanganan persoalan anak ini masuk dalam RPJMD Batam setiap tahunnya. Banyak program untuk anak yang disiapkan. Ke depan pihaknya akan terus berbenah, demi memenuhi lima tingkatan untuk menjadi kota yang layak anak.
“Saya mengapresiasi adanya yayasan ini. Kehadiran yayasan ini bisa membantu pemerintah dalam mengatasi persiapan anak,” tutupnya.
Sebelumnya, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait menyoroti kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak yang terjadi di Kota Batam. Menurutnya pembangunan di Batam belum dibarengi dengan fasilitas anak.
“Sangat disayangkan. Masih banyak kasus anak yang terjadi di Batam. Kota Madani ini termasuk kota yang sering saya datangi, untuk melihat kasus kekerasan terhadap anak,” kata dia saat menghadiri Deklarasi Batam Menuju Kota Layak Anak di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (26/7).
Aris menyebutkan informasi terbaru yang diterima adalah, terkait kasus kekerasan seksual yang terjadi belakangan ini di Batam yang melibatkan anak. Kekerasan, pelecehan di tempat mereka mendapatkan pendidikan baik rohani maupun jasmani. (*)
Peserta UN REOR GOC GMDSS foto bersama usai dilantik di lantai 11, Le Rou Room, Da Vinna Hotel, Nagoya, Batam, Selasa (26/7/2022) mulai pukul 17.00 WIB. F. Suprizal Tanjung, Batam PosPeserta Lulus 100 Persen
batampos – Sebanyak 35 peserta Ujian Negara (UN) Radio Elektonika dan Operator Radio (REOR) General Operator Certificate (GOC) Global Maritime Distress & Safety System (GMDSS) lulus dan dilantik di lantai 11, Le Rou Room, Da Vinna Hotel, Nagoya, Batam, Selasa (26/7/2022) mulai pukul 17.00 WIB.
‘’Peserta pelantikan di Lembaga Pendidikan (Lemdik) Indorad Foundation Batam ini merupakan angkatan ke-32, Pengumuman No: B-175/ DJSDPPI. 3. 3/ SP. 02. 06/ 07/ 2022 di Jakarta, tanggal 26 Juli 2022,’’ sebut Kepala Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit (Balmon Spekfrekrad dan Orsad) kelas II Batam, Muchammad Ma’ruf SSos MM saat pelantikan.
Ma’ruf menambahkan, jumlah lulusan 100 persen. Sebanyak 35 peserta yang ikut UN sudah cukup banyak. Ke depan, perlu ditingkatkan lagi jumlah pesertanya. Karena UN GOC GMDSS ini sangat penting bagi operator radio di laut.
BACA JUGA:
Sementara itu, Pendiri Yayasan Indorad, Azharsyah Lubis didampingi Ketua Yayasan Indorad, Juliyani menyebutkan, informasi tentang GOC GMDSS dan Indorad bisa didapat di http://www.indorad-gmdss.com atau datang langsung ke kantornya di Indorad Foundation, Blok B2-17 AN Central Sukajadi, Batam. Atau di belakang Kepri Mall, Batam. Pendaftaran pendidikan angkatan terbaru mulai dibuka usai pelantikan.
Ujian negara REOR GOC GMDSS ini kata Azhar, didasarkan kepada Surat Keputusan (SK) Direktur Pos dan Telekomunikasi no 61/ DIRJEN/ 2008 tentang Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan untuk Sertifikasi Operator Radio Umum dan Sertifikasi Operator Radio Terbatas GOC GMDSS bagi pemilik Sertifikat Keahlian Pelaut Ahli Nautika atau Ant. Juga didasarkan kepada beberapa anturan lainnya. (*)
Ilustrasi: Tim bulutangkis beregu putri Indonesia di SEA Games 2021 (Dok. PBSI)
batampos – PP PBSI siap menyelenggarakan event Piala Presiden RI untuk kali pertama. Ajang ini bakal berlangsung di GOR Nanggala, Cijantung, Jakarta Timur, pada 1–6 Agustus.
Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna mengungkapkan, sejak awal kepengurusannya sudah memperjuangkan adanya kejuaraan Piala Presiden.
’’Jadi, PBSI tidak hanya menyiarkan yang berkualitas (senior), tapi juga membina di awal. Karena itulah kejuaraan ini diselenggarakan,’’ katanya saat konferensi pers di Pelatnas PBSI Cipayung kemarin.
Nantinya, Piala Presiden rutin diselenggarakan untuk membina atlet dari pengurus provinsi (pengprov). ’’Olahraga ini bukan hanya budaya, kita tingkatkan kemampuannya. Jadi, perlu membina dari bawah. Alhamdulillah, kami diberi kesempatan mulai tahun ini,’’ ungkap Agung.
Ada tiga kelompok umur dan total 11 nomor yang dipertandingkan. Yaitu, tunggal putra-putri kelompok umur anak-anak (U-13), tunggal dan ganda putra-putri kelompok pemula (U-15), serta tunggal dan ganda putra-putri dan ganda campuran kelompok remaja (U-17).
Demi suksesnya kejuaraan, panitia juga telah menggelar sayembara desain Piala Presiden yang diikuti peserta dengan 130 karya.
Akhirnya terpilih karya seniman asal Garut bernama Mohammad Mufti Al Rajab dengan pembuatan piala dilakukan di Bandung.
’’Pialanya unik dan menjadi simbol. Semua perbedaan bisa melebur. Orang bicara bulu tangkis bicara Indonesia yang bersatu,’’ terang Agung.
Wakil Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden Edi Sukarno menuturkan, berdasar pendaftaran yang ditutup sejak 19 Juli, total peserta adalah 620 atlet yang berasal dari 30 provinsi seluruh Indonesia. Provinsi yang tidak mengirimkan atletnya adalah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat.
Dia menyebutkan, ada spesifikasi pengiriman atlet. Pengprov yang memiliki 6.000 atlet bisa mengirimkan lima atlet di setiap nomor.
Lalu, daerah dengan jumlah atlet di bawah 5.000 bisa mengirimkan dua atlet dan di bawah seribu hanya bisa mengirimkan satu wakil. ’’Total hadiah untuk pengurus provinsi Rp 500 juta dan untuk atletnya total Rp 550 juta,’’ sebutnya.
Pebulu tangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting menyatakan bahwa level di usia U-13, U-15, dan U-17 sangat penting. Menurut dia, ini event penting bagi yang berniat mendedikasikan diri di bulu tangkis.
’’Semoga juga dari hasil pertandingannya muncul bibit baru berkualitas dan ikut bergabung di Pelatnas PBSI. Lalu, bisa mengikuti jejak dari para pemain, bahkan melebihi kita semua yang sudah bergabung di PP PBSI,’’ ujar Ginting. (*)
Danlanal TBK bersama seluruh prajurit, Pramuka dan masyarakat menanam 5 ribu bibit pohon mangrove.
batampos – Memperingati Hari Mangrove Se Dunia, Lanal Tanjungbalai Karimun, Selasa (26/7) melakukan penanaman 5 ribu pohon mangrove. ”Penanaman pohon mangrove ini serentak dilakukan di jajaran TNI AL yang ada di seluruh Indonesia. Namun, sebelum kegiatan penanaman dimulai, terlebih dulu mengikuti Video Conference (Vicon) dengan Bapak Kasal dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di lokasi penanaman. Desa Pongkar, Kecamatan Tebing,” ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Joko Santosa.
Dikatakan Danlanal, pelaksanaan penanaman pohon mangrove dalam memperingati Hari Mangrove se Dunia yang dilaksanakan jajaran TNI AL ada di 77 lokasi. Untuk Kabupaten Karimun dipusatkan di Desa Pongkar dengan jumlah 5 ribu pohon.
”Kalau secara nasional, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudho Margono bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan beberapa duta negara sahabat di Desa Tanjung Pasir kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Dengan Semangat Hari Mangrove se Dunia kita tumbuhkan mangrove di 77 lokasi,” paparnya.
Sebagaimana sambutan Kasal, lanjutnya, bahwa penanaman mangrove secara serentak ini merupakan upaya menyikapi sering terjadinya bencana alam, tanah longsor dan bencana banjir. Dan, ini hampir terjadi di seluruh negara di bumi. Untuk itu, sudah sepatutnya introspeksi dan berbenah diri terhadap lingkungan secara bersama-sama.
”Rusaknya hutan pantai (mangrove, red) sangat besar pengaruhnya terhadap lingkungan maupun resiko terjadinya bencana seperti Tsunami tahun 2004 di wilayah Aceh. Hutan mangrove memiliki fungsi yang sangat besar bagi lingkungan hidup kita, diantaranya sebagai tumbuhan yang mampu menahan arus air laut yang bisa mengikis daratan pantai,” kata Danlanal mengutip pernyataan Kasal.
Untuk itu pada hari ini dalam rangka memperingati hari Mangrove sedunia dan menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-77 pada tahun ini, jajaran TNI AL melaksanakan penanaman Mangrove dengan tema. Temanya, melalui sinergitas penanaman mangrove nasional secara serentak. TNI AL bersama rakyat siap mendukung program penanggulangan bencana dan perubahan iklim global. (*)
Webinar Peran Tenaga Kesehatan Lingkungan Dalam Pengendalian Penyakit Menular yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan UIS Batam Senin (25/3)
batampos – Menyoroti masalah kesehatan tentang penyakit menular dan cara pengendaliannya, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibnu Sina (UIS) kembali menggelar webinar pada Senin (25/7) kemarin.
Bertema Peran Tenaga Kesehatan Lingkungan Dalam Pengendalian Penyakit Menular, webinar mengundang dua pemateri dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro, Dr. Nurjazuli, SKM., M.Kes dan dari KKP Kelas I Batam, Dian Sapta Rahayu P, SKM., MM. Selain dua pemateri dari luar, satu pemateri dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Ibnu Sina, Fajar, SKM., M.Kes.
Dibuka oleh Wakil Rektor III Universitas Ibnu Sina, Dr. Sumardin, SE., M.Si., CTT yang mewakili Rektor Universitas Ibnu Sina, Assoc. Prof. Dr. Haji Mustaqim Syuaib, S.E., M.M., Sumardin menyampaikan dalam setiap kegiatan di lingkungan Universitas Ibnu Sina baik online ataupun offline selalu ingin memberikan sumbangsih berupa pemahaman untuk masyarakat. ”Baik di Kota Batam, Kepulauan Riau, serta yang yang lebih luas, pada masyarakat Indonesia,” sebutnya.
”Kegiatan ini memberikan pemahaman bagaimana pendidikan kesehatan lingkungan menjadi barometer sebagai sebuah ilmu, bahwa pendidikan kesehatan lingkungan sangat berguna dalam penanggulangan penyakit ataupun permasalahan-permasalahan yang ada di sekitar masyarakat,” lanjutnya.
Kemudian sambutan dilanjutkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Ibnu Sina, Fitri Sari Dewi, SKM., M.KKK. Fitri menyampaikan seminar dari Fakultas Ilmu Kesehatan, akan diagendakan secara konsisten setiap semester pada tahun akademik.
”Seminar kesehatan ini merupakan salah satu dari kurikulum yang terdapat di program studi yang ada. Dan tema pada hari ini kita mengangkat Peran Tenaga Kesehatan Lingkungan Dalam Pengendalian Penyakit Menular,” sebutnya.
”Untuk program studi Kesehatan lingkungan, alhamdulilah, baru saja mendapatkan akreditasi dengan status BAIK SEKALI dari LAM-PTKes. Semoga ini menjadi motivasi dan spirit bagi pengembangan program studi khususnya Kesehatan lingkungan yang nantinya dapat menghasilkan lulusan yang berguna di lingkungan masyarakat khususnya untuk peningkatan kesehatan lingkungan,” kata Fitri.
Dr. Nurjazuli, SKM., M.Kes. yang mengangkat tema situasi dan strategi pengendalian penyakit filariasis (salah satu neglected tropical disesases (NTDs)). Ada 6 penyakit neglected tropical disesases (NTDs) yaitu filariasis, kusta, cacingan, frambusia dan scabies.
Menurutnya, kondisi saat ini penyakit filariasis ini cukup banyak karena memang penyakit ini terabaikan yang tidak menimbulkan kecacatan. ”Di Indonesia saat ini pada akhir tahun 2022 tercatat ada daerah endemis di 236 kabupaten/kota dengan 28 provinsi di Indonesia masih ada penyakit filariasis.” katanya.
Kemudian KKP Kelas I Batam, Dian Sapta Rahayu P, SKM. MM. dengan judul tantangan Nakes di era globalisasi. Globalisasi mempengaruhi perubahan di semua sektor, tidak terkecuali di bidang kesehatan. “Jumlah tenaga kesehatan kurang (< 130 ribu dokter),” ungkapnya
Selanjutnya, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Ibnu Sina, Fajar, SKM., M.Kes. dengan mengangkat judul mengenai peran dan fungsi tenaga kesehatan lingkungan dalam pengendalian penyakit menular.
Menurut Fajar, ada 7 isu lingkungan hidup yang masih menjadi fokus utama di tahun 2022 yaitu perubahan iklim, sampah, bencana banjir, air bersih, Ruang terbuka hijau, gaya hidup ramah lingkungan dan penyakit menular. “Dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan kesadaran bagi kita seorang tenaga sanitasi atau khusus Kesehatan lingkungan dalam mendukung peran pembangunan kesehatan lingkungan khususnya dalam pengendalian penyakit,” ungkapnya. (*)
Personel Polsek Lububaja mendatangi pasar untuk memperingatkan masyarakat agar menggunakan masker, Selasa (26/7) pagi. F.Budi untuk Batam Pos
batampos – Polsek Lubukbaja kembali melakukan sosialisasi dan razia masker di kawasan pasar, yakni di Pasar Tos 3000 dan Pasar Pujabahari, Selasa (26/7) pagi. Hasilnya, banyak ditemukan pedagang dan pengunjung yang tak menggunakan masker.
“Sekitar 50 persen ditemukan tidak menggunakan masker. Kita beri sanksi teguran, kemudian diberikan masker,” ujar Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono, Selasa (26/7) siang.
Budi menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.440/3917/SJ. Surat ini tentang percepatan vaksinasi dosis lanjutan bagi masyarakat serta imbauan tetap memakai masker.
“Sekarang angka Covid juga meningkat. Di sini (Kecamatan Lubukbaja) 2 orang di rawat di rumah sakit,” katanya.
Menurut Budi, kegiatan sosialisasi ini akan terus gencar dilakukan. Hingga seluruh masyarakat kembali menerapkan protkes dan mengikuti vaksin booster sesuai ketentuan pemerintah.
“Bukan di pasar saja, di pertokoan, dan di sekitar perumahan. Bagi masyarakat yang belum booster, segera ke polsek, kita menyediakan setiap hari,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto menegaskan pihaknya akan meningkatkan kegiatan razia masker. Sebab, angka Covid-19 di Batam kembali meningkat.
“Kegiatan itu (razia masker) akan kita lakukan lagi. Kita datangi ke lokasi-lokasi dan peringatkan masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan,” ujar Nugroho di Mapolresta Barelang.
Selain peningkatan kegiatan razia, pihaknya juga meningkatkan kegiatan vaksinasi. Menurut dia, vaksinasi sangat penting untuk menurunkan dan mencegah penyebaran Covid-19.
“Kalau bicara data sebelum ada vaksin, 2 tahun laku, masyarakat yang terkonfirmasi positif dan meninggal karena Covid meningkat. Setelah vaksin turun,” katanya. (*)