PKP STORE sebagai Marketing Gallery PKP hadir untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat guna mendapatkan informasi dan konsultasi hingga melakukan transaksi pembelian semua proyek PKP. Foto: PKP untuk Batam Pos
batampos – PKP STORE sebagai Marketing Gallery PKP, hadir untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat guna mendapatkan informasi dan konsultasi hingga melakukan transaksi pembelian semua proyek PKP.
Terdapat tiga cabang PKP STORE yang berlokasi di tempat yang strategis dan sudah sangat dikenal masyarakat Batam, dipinggir jalan utama dan dipenuhi banyak perkantoran, pertokoan dan pusat kuliner.
Cabang pertama yaitu PKP STORE OPBC yang berlokasi di Ruko OPBC (Batam Center, Fly Over Simpang Jam), cabang kedua yaitu PKP STORE ABC yang berlokasi di Ruko ABC (Batuaji, Simpang Basecamp) dan cabang ketiga yaitu PKP STORE Mega Legenda yang berlokasi di Ruko Mega Legenda 2 (Batam Center)
“Untuk informasi mengenai proyek PKP yang berada di daerah Batu Aji, Marina, Tiban, Nongsa dan sebagainya, tidak perlu jauh-jauh datang ke lokasi tersebut hanya cukup kunjungi PKP STORE di Ruko Mega Legenda 2 atau OPBC, bagi masyarakat yang berdomisili sekitaran Batam Center, Nagoya, Jodoh, Bengkong dan Baloi,” ujar Rio selaku Manager Promosi PKP.
Sebagai Marketing Gallery PKP, di PKP STORE setiap orang akan dilayani oleh Tim Sales yang akan memberikan informasi, konsultasi dan melayani pembelian produk PKP yang terdiri dari Rumah, Ruko dan Apartemen.
Seluruh cabang PKP STORE buka setiap hari dengan jam operasional mulai pukul 09.00 sampai dengan 20.00 WIB. “Semua proyek kami bisa dibeli di PKP STORE, PKP akan terus berlanjut memberikan kemudahan dan layanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor berikut:
PKP STORE OPBC: 0813 6442 5276
PKP STORE ABC: 0813 6442 5277
PKP STORE MEGA LEGENDA: 0813 6442 5278.(*)
PKP STORE sebagai Marketing Gallery PKP hadir untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat guna mendapatkan informasi dan konsultasi hingga melakukan transaksi pembelian semua proyek PKP. Foto: PKP untuk Batam Pos
batampos – PKP STORE sebagai Marketing Gallery PKP, hadir untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat guna mendapatkan informasi dan konsultasi hingga melakukan transaksi pembelian semua proyek PKP.
Terdapat tiga cabang PKP STORE yang berlokasi di tempat yang strategis dan sudah sangat dikenal masyarakat Batam, dipinggir jalan utama dan dipenuhi banyak perkantoran, pertokoan dan pusat kuliner.
Cabang pertama yaitu PKP STORE OPBC yang berlokasi di Ruko OPBC (Batam Center, Fly Over Simpang Jam), cabang kedua yaitu PKP STORE ABC yang berlokasi di Ruko ABC (Batuaji, Simpang Basecamp) dan cabang ketiga yaitu PKP STORE Mega Legenda yang berlokasi di Ruko Mega Legenda 2 (Batam Center)
“Untuk informasi mengenai proyek PKP yang berada di daerah Batu Aji, Marina, Tiban, Nongsa dan sebagainya, tidak perlu jauh-jauh datang ke lokasi tersebut hanya cukup kunjungi PKP STORE di Ruko Mega Legenda 2 atau OPBC, bagi masyarakat yang berdomisili sekitaran Batam Center, Nagoya, Jodoh, Bengkong dan Baloi,” ujar Rio selaku Manager Promosi PKP.
Sebagai Marketing Gallery PKP, di PKP STORE setiap orang akan dilayani oleh Tim Sales yang akan memberikan informasi, konsultasi dan melayani pembelian produk PKP yang terdiri dari Rumah, Ruko dan Apartemen.
Seluruh cabang PKP STORE buka setiap hari dengan jam operasional mulai pukul 09.00 sampai dengan 20.00 WIB. “Semua proyek kami bisa dibeli di PKP STORE, PKP akan terus berlanjut memberikan kemudahan dan layanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor berikut:
PKP STORE OPBC: 0813 6442 5276
PKP STORE ABC: 0813 6442 5277
PKP STORE MEGA LEGENDA: 0813 6442 5278.(*)
Ilustrasi. harga cabai di pasaran Batam mulai sedikit menurun pasca lebaran Iduladha. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Pasca lebaran Idul Adha harga cabai di pasaran Batam mulai sedikit menurun. Meski begitu, harga cabai masih dikatakan tinggi karena masih dijual di atas Rp 100-120 ribu per kilogram (kg).
Dimana saat lebaran, harga cabai merah keriting dijual hingga Rp 140 ribu per kg dan cabai rawit merah atau cabai setan Rp 130 ribu per kg.
Di pasar Botania Batamcenter misalnya, harga cabai setan masih dijual Rp 120 ribu per kg, sedangkan cabai merah keritinh sudah Rp 110 ribu per kg. Cabai rawit Rp 90 ribu dan cabai hijau Rp 70 ribu.
“Untuk harga cabai agak turun sedikit, tapi tetap tinggi,” ujar Adi salah satu pedagang.
Menurut Adi, masih tingginya harga cabai selalu dikeluhkan para pelangganya. Omset penjualan cabainya pun turun drastis sejak satu bulan terakhir.
“Jangankan pembeli, kami penjual aja ngeluh harga tinggi begini. Penjualan menurun juga soalnya,” imbuh Adi.
Tak hanya cabai, harga bawang merah Jawa pun ikut naik hingga Rp 40-50 ribu per kg dari yang sebelumnya hanya Rp 20 ribu per kg. Naiknya harga bawang diduga karena faktor cuaca dan biaya transportasi yang naik.
“Bawang juga naik, sudah dua pekan juga,” terang Adi
Begitu juga dengan harga telur ayam buras yang masih tinggi. Harga telur ayam buras di pasaran Batam masih berkisar Rp 48-54 ribu per papan isi 30 butir.
Padahal sebelumnya, harga telur ini sempat turun Rp46-51 ribu perpapan
Pantauan di sejumlah swalayan, harga perpack isi 10 butir ayam telur buras Rp 17-19 ribu. Harga ini baru naik sepekan terakhir.
“Untuk harga telur ayam naik lagi, kemarin sempat turun, tapi sekarang naik lagi,” ujar Winda karyawan swalayan.(*)
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto. ANTARA/HO-dokumentasi PP PBSI/pri.
batampos – Menghadapi ganda putra asal China Ren Xiang Yu/Tan Qiang di babak kedua Singapore Open 2022, Kamis (14/7), pasangan pebulu tangkis Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus menyiapkan performa terbaik.
“Untuk di babak kedua lawan China, harus lebih menyiapkan di segi fokus dan stamina. Kami pasti juga akan diskusi dengan pelatih dulu bagaimana cara atau strategi menghadapi lawan,” ujar Rian lewat keterangan tertulis PP PBSI di Jakarta.
Pertandingan putaran 16 besar di turnamen BWF Super 500 ini akan menjadi pertemuan perdana antara unggulan keempat dan ganda putra peringkat ke 102. Oleh karenanya, Fajar/Rian akan tetap memasang sikap waspada mengingat lawan-lawan dari China punya power dan kecekatan yang apik.
BACA JUGA:
Hal serupa juga akan dilakoni ganda putra Indonesia peringkat ke-23 Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang juga bertemu wakil China, Liang Wei Keng/Wang Chan untuk pertama kalinya.
Sementara itu, dua ganda putra Indonesia lainnya kompak bertemu lawan asal Malaysia di babak kedua Singapore Open 2022. Pertama ada pasangan berjuluk The Daddies, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang akan melawan Man Wei Chong/Kai Wun Tee.
Lalu ganda putra terakhir ialah Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang menghadapi Goh V Shem/Low Juan Shen.
Hingga hari ketiga pelaksanaan Singapore Open, sektor ganda putra Indonesia masih mempertahankan empat pasangan dari total 12 wakil. Berikut daftar susunan pemain Skuad Merah Putih di babak 16 besar hari Kamis (14/7):
Tunggal putra:
Anthony Sinisuka Ginting vs Lin Chun Yi (Taiwan)
Jonatan Christie vs Kodai Naraoka (Jepang)
Tommy Sugiarto vs Loh Kean Yew (Singapura)
Tunggal putri:
Gregoria Mariska Tunjung vs Zhang Yi Man (China)
Ganda campuran:
Hafiz Faizal/Serena Kani vs Tang Chun man/Tse Ying Suet (hong Kong)
Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari vs Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia)
Ganda putri:
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Linda Efler/Isabel Lohau (Jerman)
Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi vs Pichamon Phatcharaphisutsin/Nannapas Sukklad (Thailand)
Ganda putra:
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Ren Xiang Yu/Tan Qiang (China)
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Goh V Shem/Low Juan Shen (Malaysia)
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan vs Man Wei Chong/Kai Wun Tee (Malaysia)
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Liang Wei Keng/Wang Chan (China).(*)
Vaksinasi perdana terhadap hewan ternak untuk mengendalikan penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai dilakukan di Kota Mataram. (ROJAI/LOMBOK POST)
batampos — Satgas Nasional Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mencatat total 365.146 kasus infeksi PMK di tanah air per 13 Juli 2022.
Penyakit yang menyerang hewan dengan kuku belah seperti Sapi, Kambing, Domba, Kerbau atau Babi ini telah menyebar hingga ke 22 provinsi. Dari jumlah tersebut, 122.106 ekor dinyatakan sembuh, 2.174 ekor mati, 4,725 disembelih. Menyisakan 236.141 ekor dinyatakan masih terinfeksi.
Provinsi Jawa Timur masih menjadi daerah dengan jumlah kasus PMK terbanyak. Yakni total 150.914 kasus. Diikuti oleh oleh Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 75.522 kasus. Jawa Barat 35.026 kasus, serta Jawa Tengah 23.591 kasus.
Sementara itu, dari sisi vaksinasi, satgas mencatat total 435.035 dosis vaksin telah disuntikkan. Dengan semakin luasnya penyebaran PMK ini, Satgas telah memperketat aturan lalu lintas hewan ternak berkaki belah rentan PMK dengan adendum Surat Edaran (SE) Satgas Nomor 1,2 dan 3 yang sudah diterbitkan sebelumnya.
Adendum ini ditambahkan dan diumumkan oleh satgas pada minggu (10/7) lalu. Aturan pengetatan termasuk larangan masuk dan keluar hewan ternak ke Provinsi Bali dan larangan masuk ke Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.
Berbagai upaya dilakukan untuk menekan penyebaran kasus PMK di tanah air. Diantaranya dengan pelibatan mahasiswa untuk menjalankan program vaksinasi PMK. Seperti yang dilakukan oleh Politeknik pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang dengan menurunkan 408 mahasiswa untuk terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi PMK.
Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang Bambang Sudarmanto menuturkan mereka sudah melatihan 408 mahasiswa untuk menjadi vaksinator. Selain itu juga menurunkan lima orang dokter hewan. ’’Kemudian juga ada 60 orang mahasiswa ditempatkan di sejumlah rumah potong hewan,’’ katanya. Penempatan mahasiswa di RPH khususnya dilakukan dalam rangka pemotongan hewan selama Idul Adha.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi pelibatan sejumlah pihak dalam penanganan wabah PMK. Dia menjelaskan salah satu upaya penanganan PMK adalah memberikan obat dan vitamin kepada hewan yang terpapar PMK. ’’Upaya lainnya dengan melakukan desinfektan di kandang dan area pemeliharaan,’’ tuturnya.
Dia menjelaskan pemerintah sudah bergerak memberikan bantuan obat, antibiotik, dan vitamin kepada para peternak. Dia mengakui bahwa tingkat kematian hewan ternak akibat PMK cukup rendah. Meskipun begitu pemerintah tidak menyepelekannya. ’’Saya perintahkan seluruh jajaran hingga tingkat daerah meningkatkan pengawasan,’’ jelasnya. (*)
batampos – Pernah merasa takut ketinggalan tren atau apa yang sedang sibuk dilakukan circle-mu? Atau, merasa nggak tenang karena belum nonton film yang lagi trending? Jangan-jangan kamu juga nongkrong 24 jam di media sosial biar nggak melewatkan kabar terkini. Wah, kamu FOMO, ya. Well, perasaan takut dan cemas itu dikenal dengan sebutan FOMO.
Fear of missing out (FOMO) adalah perasaan takut tertinggal ketika nggak mengikuti tren atau kegiatan yang sedang ramai dilakukan banyak orang. FOMO mengarahkan penderitanya pada persepsi bahwa kehidupan orang lain lebih baik daripada dirinya. ”FOMO bisa terjadi dalam konteks kegiatan sosial, harta materiil, status sosial, hingga kesuksesan karier,” ungkap psikolog Dr Lauren Hazzouri dalam wawancaranya bersama i-D Vice.
Kurangnya kepercayaan diri menjadi salah satu penyebab FOMO. Hadirnya media sosial sebagai tempat show up segala hal memperparah kondisi tersebut. Misalnya, kamu melewatkan pesta, liburan, atau hang out, lalu merasa nggak keren saat melihat unggahan foto temanmu yang datang. ”Ketika tidak melihat value diri sendiri, seseorang akan cenderung ingin ’hadir’ dalam setiap hal. Padahal, orang dengan kepercayaan diri yang sehat akan membentuk hubungan yang lebih bermakna,” ujar Dr Lauren.
Gejala FOMO, antara lain, terlalu sering mengecek gadget, lebih peduli pada media sosial daripada kehidupan nyata, selalu kepo sama kehidupan orang lain, dan selalu bilang ”ya” meski sebenarnya enggan karena takut ketinggalan apa pun. Semua itu juga dapat berujung pada membandingkan diri dengan orang lain dan bikin kamu nggak bahagia, lho.
Rehat dari media sosial bisa menjadi solusi awal. Tentu hal itu akan sulit dilakukan, tapi sangat worth it! Melansir Psychology Today, semakin kamu nggak terikat dengan smartphone dan media sosial, risiko mengalami FOMO akan semakin kecil.
Slow down dan berikan kesempatan dirimu untuk hidup saat ini. Kalau kamu sedang mengalami hari yang buruk, be easy on yourself. Selain itu, berlatihlah untuk mengatakan tidak. Kamu nggak harus mengiyakan setiap ajakan untuk datang ke sebuah acara. Kadang berkata tidak itu salah satu self-love terbaik.
Well, FOMO bukanlah sesuatu yang sehat dan justru membawa dampak negatif terhadap mood dan kepuasan dalam hidup. Kebalikan dari FOMO adalah JOMO (joy of missing out). Itulah antitesis dari FOMO yang berarti kamu merasa puas dan bahagia dengan kehidupanmu. Wahai si paling up-to-date, sesekali kudet bukan akhir dari segalanya kok. You’re not missing anything! (elv/c14/lai)
Are You Stuck In FOMO?
Langsung cek HP saat muncul notifikasi masuk.
Kepo dengan gosip terbaru yang lagi ramai.
Selalu setuju kalau diajak pergi, bahkan saat kamu lagi mager alias malas gerak.
Kesal kalau ada guyonan yang kamu nggak nyambung.
Merasa kecewa nggak bisa ikutan hang out.
Nggak mau ketinggalan barang keluaran terbaru.
Sering merasa nggak update.
Nggak bisa lama-lama jauh dari HP.
Beli barang rekomendasi influencer meski sebenarnya nggak butuh.
Selalu jadi yang terakhir pulang saat ada kumpul-kumpul.
“Stop Fomo”
Reporter: Vany Aliffia
Editor : Agnes Dhamayanti
Zaman now, kalau bangun tidur gak ngecek HP rasanya aneh ya. Karena teknologi sekarang udah canggih banget, media sosial layaknya sudah jadi santapan rutin, susah kalau satu hari tidak lihat update di media sosial. Takut nanti dibilang tidak bisa nimbrung bareng teman-teman atau dibilang nggak update. Kalo kalian ngerasain kondisi diatas, mungkin kalian lagi ngalamin yang namanya sindrom FOMO (Fear of Missing Out). Wah, kalau begitu, gimana sih cara menghilangkan perasaan FOMO? Yuk simak! (*)
F. Dokumentasi Pribadi
Muhammad Febrian Haryanto Univesitas Muhammadiyah Malang @ryanharianto_
FOMO bikin kita merasa sendiri dan tertinggal. Yang lain lagi seru-seruan aja, kok gue nggak ikutan sih? Nah, itu cuma perasaan kamu aja. Teman-teman mu masih ada kok. Supaya nggak ngerasa ketinggalan, ajak aja temen kami video call, nonton drakor, dan curhat-curhatan. Kemudian, fokus dengan kegiatan lain, kamu nggak harus uninstall semua aplikasi di media sosial kok, kurangin saja dengan mengalihkan perhatianmu dengan kegiatan lain seperti olahraga, melukis, dan apapun yang disukai. Awalnya mungkin sulit, tapi lama – lama akan terbiasa.(*)
F. Dokumentasi Pribadi
Alpri Wisnuaji Universitas Muhammadiyah Surakarta @alpriwisnuaji_
Menghindari FOMO bukan berarti tidak boleh menggunakan media sosial sama sekali. hanya saja ada baiknya membatasi kegiatan ini. Media sosial bukanlah kehidupan nyata yang tidak selalu seindah dengan kenyataannya. Tetaplah bersyukur karena lagi dan lagi media sosial dapat membuat seseorang yang mengalami FOMO suka membandingkan diri dengan hidup orang lain, perasaan ini diikuti dengan cemas dan iri hati. Selain membatasi waktu di media sosial, coba luangkan waktu untuk berlatih meditasi karena dapat membantu menjernihkan pikiran dan mengurangi kecemasan. (*)
F. Dokumentasi Pribadi
Agustina SMK N 1 Batam @agustinamarquenzee
Perasaan FOMO yang dibiarkan dapat memicu hal negatif. Perasaan ini mempengaruhi ketidakpuasan pada hidup dan merasa apa yang selama ini dilakukan tidak pernah cukup. Meskipun begitu perasaan FOMO ini dapat dikurangi dengan fokus pada diri sendiri, kita tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain karena setiap orang tidak sama dalam menjalani hidupnya. Hargai diri sendiri nikmatilah momen-momen, dan berhenti membandingkan hidup dengan orang lain. Kemudian batasi penggunaan media sosial, karena ini adalah pemicu terjadinya FOMO dan menyaring konten di linimasa kamu misalmya bisa menyembunyikan orang yang menurut kamu menggangu atau suka menyombongkan diri. (*)
Gubkepri Ansar Ahmad saat silaturahmi dengan Ketua LAM Kepri Abdul Razak
batampos-Keinginan Pemerintah Provinsi Kepri untuk membangunan gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri di area Anjung Cahaya, Tanjungpinang terancam kandas. Pasalnya, Walikota Tanjungpinang, Rahma menolak untuk melepaskan kawasan tersebut.
“Masih belum ada titik temu antara Pemprov Kepri dengan Walikota Tanjungpinang. Ini yang mengganjal terkait rencana pembangunan Gedung LAM Provinsi Kepri,” ujar salah satu pejabat di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri, Rabu (13/7) di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Tanjungpinang.
Menurutnya, pihaknya sudah beberapa kali melakukan upaya komunikasi dan koordinasi. Awalnya, Walikota bersedia untuk memberikan ruang bagi pembangunan Gedung LAM Provinsi Kepri. Dengan syarat sekitar seratusan pedagang di sana (Anjung Cahaya,red) diberikan ruang di area Gurindam 12.
“Kita sudah berkomitmen untuk hal itu. Namun di tengah perjalanan, Walikota merubah komitmen tersebut. Walikota meminta diberikan ruang untuk 300 an pedagang di area G12,” ungkapnya.
Ketua LAM Provinsi Kepri, Abduk Razak mengatakan, tidak tahu pasti apa yang menjadi penyebab Walikota Tanjungpinang, Rahma belum bersedia melepas kawasan Anjung Cahaya tersebut. Menurutnya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sudah lima kali melayangkan surat terkait rencana pembangunan ini.
“Sudah lima kali, namun ada direspon oleh Walikota Tanjungpinang. Setiap kali kami tanyakan, Walikota mengatakan tidak ada masalah,” ujar Abdul Razak, Rabu (13/7).
Sementara itu, Walikota Tanjungpinang, Rahma belum memberikan respon terkait persoalan ini. Pesan singkat yang dikirim lewat aplikasi whatsapp juga belum direspon oleh Mantan legislator DPRD Tanjungpinang yang merupakan politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Provinsi Kepri tersebut.
Sebelumnya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, pembangunan gedung LAM Kepri akan disejalankan dengan penataan kawasan G12. Disebutkannya, khusus untuk Gedung LAM, pembangunannya membutuhkan biaya sekitar Rp30 miliar. Pembangunan direncanakan selesai dalam dua tahun, untuk tahun ini Pemprov Kepri mengalokasikan dana Rp 8 sampai 10 miliar. (*)
batampos – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD sebagai ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memberikan atensi serius terhadap peristiwa saling tembak di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Lewat keterangan resmi kemarin siang, Mahfud menyampaikan bahwa penanganan kasus itu harus dikawal. ”Karena banyak kejanggalan yang muncul dari penanganan maupun penjelasan Polri,” terang dia.
Mahfud menilai, penanganan kasus itu menjadi pertaruhan kredibilitas Polri dan pemerintah. Mengingat, selama satu tahun belakangan, penilaian publik terhadap kerja-kerja Polri selalu baik. Kepada Sekretaris Kompolnas Benny J. Mamoto, Mahfud sudah meminta Kompolnas menelisik kasus tersebut. Juga membantu Polri agar perkara yang memakan satu korban jiwa itu menjadi terang benderang. Dia pun mendukung langkah-langkah yang telah dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Orang-orang yang dipilih Kapolri dalam satgasus, lanjut Mahfud, sangat kredibel.
Sementara itu, aroma kejanggalan dalam kasus saling tembak sesama anggota kepolisian di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo semakin menguat.
Polri serta satgas khusus (satgasus) yang dibentuk belum juga memiliki jawaban atas serangkaian keganjilan kasus yang menewaskan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) malah menolak bergabung dengan satgasus dan memutuskan untuk melakukan penyelidikan independen.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan, setelah dibentuk pada Selasa (12/7), satgasus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kemarin (13/7). Namun, hasil olah TKP tersebut belum bisa diumumkan. ”Akan diumumkan secara periodik,” ujarnya.
Nanti semua hasil penyelidikan Bareskrim dikombinasikan dengan berbagai hasil dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri. Misalnya, hasil otopsi jenazah. ”Semua hasil itu akan direkomendasikan untuk ditindaklanjuti penyidik,” terangnya.
Bagaimana dengan berbagai kejanggalan yang muncul dalam kasus tersebut? Dia menyatakan bahwa pembentukan satgasus itu justru bertujuan menjawab keraguan tersebut. Misalnya, alasan rilis kasus itu baru dilakukan tiga hari seusai kejadian. Dia menuturkan bahwa Polri berfokus dulu untuk menangani kasus tersebut. Misalnya, mendatangi dan melakukan olah TKP. ”Kami mengutamakan penanganan kasus,” tegasnya.
Yang juga menjadi tanda tanya adalah istri Kadiv propam memiliki sopir dari anggota kepolisian. Padahal, pada era Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Wakapolri telah mengeluarkan telegram larangan ajudan untuk setingkat Kapolres. Istri Kadiv propam bahkan bukan anggota Polri. Menjawab pertanyaan tersebut, Ramadhan menjelaskan bahwa Brigadir Yosua bukan ajudan, melainkan sopir. ”Tapi, dasar aturan ibu Bhayangkari memiliki sopir anggota kepolisian masih dicari,” katanya.
Setelah Karopenmas memberikan update perkembangan kasus Brigadir Yosua, kemarin sekitar pukul 19.00 giliran satgasus yang jumpa pers. Sayangnya, tidak satu pun kejanggalan tersebut yang terjawab. Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Agung Budi Maryoto menyatakan, langkah pertama satgasus adalah melakukan olah TKP. Selanjutnya, satgasus mengotopsi jenazah Brigadir Yosua dan menambah pemeriksaan saksi-saksi untuk melengkapi berkas.
Dalam kasus itu, satgasus menekankan akan menangani kasus tersebut secara objektif, transparan, dan akuntabel. Sayangnya, pada saat yang sama dalam konferensi pers tersebut wartawan justru tidak diperkenankan bertanya.
Menindaklanjuti munculnya berbagai kejanggalan dalam kasus tersebut, Komnas HAM memutuskan akan melakukan penyelidikan secara independen atau terpisah dari satgasus. Mereka menolak menjadi bagian dari satgas. Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menjelaskan, Komnas HAM bekerja sendiri sesuai dengan standard operating procedure (SOP) dan mekanisme internal. ”Kami bukan bagian dari tim khusus itu,” tegasnya.
Komnas HAM, dengan pengalaman dan mekanisme internal, akan berupaya menjawab berbagai kecurigaan masyarakat. Dengan demikian, Komnas HAM bisa memenuhi harapan masyarakat. ”Terutama dari keluarga korban,” ujarnya.
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyatakan, walau penyelidikan dilakukan terpisah, Komnas HAM tetap membutuhkan koordinasi dan aksesibilitas dalam kasus tersebut. Dalam pertemuan dengan Irwasum sudah dipastikan, Polri membuka lebar-lebar pertukaran informasi dan akses dalam kasus tersebut.
Namun, Komisioner Kompolnas Irjen (pur) Benny Mamoto justru mengapresiasi langkah Polri yang membentuk tim gabungan dengan melibatkan unsur eksternal sebagai wujud transparansi. Walau begitu, memang perlu menjelaskan satu per satu isu yang terkait dengan fakta di lapangan. ”Hingga hasilnya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.(*)
batampos – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri selidiki dugaan penggelapan uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dilakukan oleh oknum pegawai Universitas Batam (Uniba).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Jefri Siagian, belum dapat menyampaikan detil kasus tersebut, sebab masih dalam penyelidikan kepolisian.
“Masih lidik,” katanya.
Selain itu, laporan atas dugaan penggelapan dana SPP ini baru diterima Polda Kepri.
Rektor Universitas Batam (Uniba), Chablullah Wibisono, membenarkan adanya proses hukum yang sedang berjalan di Polda Kepri. Ia mengatakan untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum ini di Polda Kepri.
“Detil kasusnya saya kurang paham, tapi coba tanya ke Wakil Rektor Satu, Pak Idham,” kata Chabullah.
Wakil Rektor I Uniba, Idham WR, menyatakan hal yang sama. Bahwa, jajaran Uniba tunduk akan proses hukum yang sedang berjalan.
“Penyelidikannya di Ditreskrimum Polda Kepri,” ungkap Idham.
Ia mengatakan laporan dugaan penggelapan datang dari seorang mahasiswa Uniba.
“Kejadian ini memang benar adanya,” ungkap Idham.
Uang SPP Mahasiswa Uniba ini, kata Idham tidak masuk ke rekening yayasan. Namun, masuk ke rekening oknum tersebut.
“Ke yayasan tidak masuk, berarti ada pelanggaran,” ujar Idham.
Sejak pendaftaran, kata Idham seluruh mahasiswa sudah diingatkan secara tertulis, bahwa pembayaran SPP harus melalui rekening yayasan.
“Uniba juga dirugikan dari kasus ini. Karena oknum ini tidak menyetorkan uang SPP ke rekening yayasan. Kami sepenuhnya serahkan proses lidik ke Polda Kepri,” ucap dia.
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari mahasiswa. Mahasiswa tidak mendapatkan ijazah, karena tidak membayar SPP. Padahal, para mahasiswa sudah menyetorkan uang SPP tersebut. Uang yang digelapkan diduga mencapai Rp 11miliar.(*)
Aditya Wahyu Pratama (kanan) bersama timnya ketika masih bekerja sama dengan Madura United di Piala Presiden 2017 untuk memasok data statistik di tiap pertandingan.
Mulai majunya teknologi dalam permainan sepak bola memaksa sebagian besar tim memakai jasa statistik untuk membantu kinerja pelatih di lapangan. Termasuk di Indonesia. Tim-tim statistik mulai bermunculan. Mereka berlatar belakang beragam, mulai akademisi, suporter, hingga pegawai swasta yang punya kecintaan terhadap angka-angka di lapangan hijau.
Farid S. Maulana
ANDAI ketika itu Nil Maizar tak meminta Statoskop, tim statistik yang dibayar Persela musim 2019, terlibat lebih dalam ke tim, bukan mustahil skuad Laskar Joko Tingkir akan terdegradasi saat itu juga. Enam pertandingan tanpa kemenangan ketika ditangani Aji Santoso membuat Persela saat itu berada di dasar klasemen. Dua kali imbang dan sisanya dipermalukan. Hingga akhirnya, Nil Maizar datang sebagai pengganti.
Mantan pelatih Semen Padang yang sadar pentingnya data-data berupa statistik itu, baik dari timnya maupun lawan, memanfaatkan betul kehadiran Statoskop. Di laga kandang misalnya, tiap kali jeda pertandingan, Nil Maizar langsung menunjukkan data-data yang ada di babak pertama dari Statoskop. ’’Saat itu di ruang ganti tim kandang Stadion Surajaya, ada LED. Menampilkan data-data dari (tim) kami di babak pertama,’’ ungkap Aditya Wahyu Pratama, founder Statoskop.
Setelah dipegang Nil Maizar, perlahan Persela bangkit. Permainan Eky Taufik dkk saat itu juga luar biasa dengan bantuan data statistik. Pada akhir musim, Persela yang hampir terdegradasi berhasil bertengger di posisi ke-11 dengan 11 kali kemenangan, 11 kali imbang, dan 12 kali kalah. Artinya, dengan bantuan statistik, Nil Maizar berhasil mencatatkan 11 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 10 kekalahan.
Statoskop berdiri pada 2016. Saat itu, lembaga statistik sepak bola di Indonesia mulai menjamur. ’’Saya waktu itu dimintai tolong Madura United. Mereka awal pembentukan tim, tidak ingin sekadar berkompetisi, tapi juga punya semua struktur di sepak bola,’’ ujarnya.
Karena punya basic statistik, Adit lantas mengajak beberapa kawannya. Kawan-kawan yang punya pengalaman karena pernah ikut seminar LabBola, tim statistik yang sempat dibesut eks Sekjen PSSI Ratu Tisha. ’’Lalu, kami bagi tugas, ada yang tim home (kandang) dan away (tandang). Mulailah jalan dari situ,’’ bebernya.
Setelah itu, nama Statoskop melambung. Beberapa tim seperti Persis Solo, Lampung FC, hingga NZR Sumbersari pernah memakai jasanya. Beberapa pemain pun terkadang membeli statistik dari Adit.
Dia mengungkapkan, ketika awal membangun Statoskop, banyak kesulitan yang dihadapi. Khususnya ketika melakukan seleksi data melalui rekaman video. ’’Untuk pertandingan di wilayah Indonesia Timur, jarang ada videonya. Itu yang menyulitkan kami mengumpulkan data kalau tidak datang ke stadion langsung,’’ terangnya.
Selain itu, broadcaster yang memegang hak siar Liga Indonesia kurang memahami ketepatan penayangan video replay atau tayangan ulang. Adit menjelaskan, ketika awal Liga 1 pada 2017, broadcaster sering menayangkan video replay ketika bola sedang berjalan. ’’Jadi, (data) kami terputus jika ingin membuat (statistik tentang) arah passing. Kalau di Eropa kan replay ditayangkan ketika bola mati. Jadi tidak mengganggu,’’ bebernya.
Dhion Prasetya sedang menjelaskan materi dalam sebuah acara soal statistik sejarah Persebaya.
Tapi, seiring berjalannya waktu, pria 29 tahun itu menyebut broadcaster sudah banyak belajar. Meski belum sempurna, setidaknya kesulitan untuk memperoleh data melalui video sudah jauh berkurang dalam beberapa tahun ke belakang.
Adit mengaku sudah mempekerjakan beberapa orang dalam tim. Bahkan, jika ada pertandingan yang berlangsung bersamaan, dia bisa membagi timnya untuk datang langsung memantau di stadion. ’’Jadi, kami langsung mendata. Selesai pertandingan sudah punya datanya. Intersep, tekel, dan lain-lain sudah bisa diperoleh,’’ jelasnya.
Alumnus Universitas Trunojoyo Madura itu menambahkan, harga yang dipatok untuk mendapatkan data statistik itu relatif. Mahal, jika memang klub menganggap statistik tidak terlalu penting untuk performa tim di lapangan. Tapi bisa jadi murah ketika data statistik sangat penting untuk membantu pelatih meramu formasi.
Kebanyakan tim di Indonesia menyewa analis video. Video yang didapat saat latihan hingga pertandingan jadi bahan untuk meramu strategi. ’’Padahal, video analyst itu merupakan irisan dari statistik. Yang paling bagus ya menggabungkan video analyst dengan statistik,’’ ungkapnya.
Adit mengakui statistik tidak menjamin tim jadi mudah menang. Statistik hanya memberikan gambaran sebuah pertandingan. Bagaimana lawan bermain, siapa pemain kuncinya, serangan lewat sisi mana, dan sebagainya. ’’Lantas, tinggal bagaimana pelatih menggunakan data itu dalam meracik strategi. Kuncinya tetap di pelatih,’’ ucapnya.
Adit ikut bersyukur saat ini banyak komunitas suporter yang punya tim statistik. Sebut saja #StatsRawon yang banyak membahas soal Persebaya. ’’Kalau kami kan keseluruhan kompetisi. Media statistik suporter ini khusus klubnya saja,’’ ungkapnya.
Bisa juga media statistik milik suporter itu digabung dengan staf pelatih. Di Persis misalnya. Media Officer Persis Bryan Barcelona mengatakan, Persis memang menggabungkan dua hal tersebut sejak musim lalu. ’’Jadi sekarang kebutuhannya lebih tertata,’’ ujarnya.
Bryan menjelaskan, Laskar Samber Nyawa memakai tim statistik karena kebutuhan tim. Baik untuk menganalisis latihan maupun pertandingan. ’’Hasil analisis itu biasanya dipresentasikan kepada pelatih,’’ jelasnya.
Dia yakin, ke depan, statistik akan berkembang pesat di Indonesia. Bahkan bisa jadi salah satu karier yang menjanjikan.
Owner #StatsRawon Dhion Prasetya menuturkan, kehadiran timnya berawal dari kecintaan terhadap Persebaya. Ketika mendirikannya pada 2018 lalu, belum ada data statistik yang mendokumentasikan tim seperti Persebaya secara baik. ’’Khususnya soal sejarahnya. Karena di kemudian hari ada sejarah yang kurang tepat. Kami juga sudah membukukannya,’’ ungkapnya.
Dhion mengaku senang saat ini sudah banyak media statistik dari suporter. Khususnya untuk Persebaya. ’’Karena kami punya saingan. Bisa saling koreksi demi kebaikan dokumentasi sejarah tim,’’ tuturnya.
Meski punya tim, Dhion mengaku tidak mengirimkan personelnya ke setiap pertandingan seperti Statoskop. Dia hanya melihat dari tayangan video untuk memperoleh data. ’’Kebetulan Persebaya ini media darling, jadi gampang sekali untuk mendapatkan video pertandingan,’’ paparnya. (*/c17/cak)