Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 7373

Pembayaran Pajak di Tokopedia Makin Diminati

0
Ilustrasi: Bayar pajak di Tokopedia. F Istimewa

batampos – Kolaborasi Tokopedia dengan berbagai mitra strategis, termasuk Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus dilakukan untuk mendorong peningkatan transaksi pembayaran pajak melalui Tokopedia. Pada semester satu 2022, nilai transaksi pembayaran pajak di Tokopedia diklaim hampir tiga kali lipat dibanding periode yang sama di 2021.

Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Utomo, mengatakan, pihaknya berusaha memfasilitasi masyarakat agar dapat menunaikan kewajiban perpajakan negara melalui berbagai lembaga termasuk E-Commerce.

“Hal ini dapat membantu meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus mendorong penerimaan negara demi pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya melalui keterangan resminya.

Di sisi lain, Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Astri Wahyuni, menyebut, sinergi bersama pemerintah diharapkan dapat terus meningkatkan animo masyarakat dalam berkontribusi pada penerimaan negara demi pemulihan ekonomi nasional. “Kami juga akan terus berinovasi dalam menghadirkan lebih banyak kemudahan pembayaran pajak bagi masyarakat,” terangnya.

Sejauh ini, kolaborasi Tokopedia dengan berbagai mitra strategis, termasuk Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu dikatakan untuk mempermudah masyarakat memenuhi kewajiban perpajakan, diwujudkan melalui kehadiran berbagai fitur, antara lain E-Samsat, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Modul Penerimaan Negara.

Layanan Pembayaran E-Samsat
Selama semester pertama 2022, jumlah dan nilai transaksi E-Samsat melalui Tokopedia masing-masing meningkat hampir 1,5 kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, Kutai Kartanegara, Medan, Trenggalek, Balikpapan dan Makassar menjadi beberapa daerah dengan lonjakan jumlah transaksi paling tinggi pada fitur E-Samsat dibandingkan periode yang sama di tahun 2021.

Layanan Pembayaran PBB Online
Melalui kolaborasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), kemudahan dari fitur pembayaran PBB Online di Tokopedia menghasilkan kenaikan transaksi hampir 2 kali lipat pada semester pertama 2022 dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

Palembang, Kediri, Samarinda, Makassar dan Sragen menjadi beberapa daerah dengan peningkatan jumlah transaksi paling tinggi pada fitur PBB dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Fitur PBB Online sendiri telah tersedia di lebih dari 160 kota/kabupaten di Indonesia.

BACA JUGA: Pengalaman Berbelanja Terbaru untuk Pengguna iOS Tokopedia

Selain itu, lonjakan transaksi juga terjadi pada layanan Modul Penerimaan Negara (MPN) lewat Tokopedia, yakni mencapai hingga lebih dari dua kali lipat pada semester pertama 2022 dibandingkan periode yang sama di 2021. Sedangkan jumlah pengguna Modul Penerimaan Negara mencapai hampir 3 kali lipat.

Wilayah Sidenreng Rappang, Lampung Selatan, Purbalingga, Singkawang hingga Situbondo mengalami peningkatan jumlah transaksi paling tinggi pada fitur Modul Penerimaan Negara di Tokopedia selama semester pertama 2022. Lewat MPN, masyarakat bisa membayar Pajak Penghasilan, Bea Cukai, Biaya Perpanjang Paspor hingga SIM, Biaya KUA dan masih banyak lainnya. (*)

Reporter: JP Group

Ban Impor Ilegal Masuk dari Pelabuhan-Pelabuhan Kecil di Indonesia

0
ILUSTRASI: Anek velg dan ban mobil di satu toko di Lubukbaja, Batam, Kamis 11 Maret 2021. Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos – Suplai ban impor masih dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan pasar tanah air. Sebab, produk itu masih digunakan sebagai komponen penunjang dalam berbagai industri seperti pertambangan, perkebunan, logistik, dan transportasi.

Ketua Gabungan Importir dan Pengusaha Ban Indonesia (Gimpabi) Ary Tjahyono menyatakan, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil ban yang besar. Namun, banyak kebutuhan ban yang belum dapat diproduksi di dalam negeri.

“Kesenjangan antara kebutuhan dan permintaan apabila tidak ditangani dengan tepat dapat meningkatkan biaya logistik yang akhirnya ikut menyumbang kenaikan harga (inflasi) berbagai produk dan jasa,” ujar Ary Rabu (13/7).

Pernyataan itu disampaikan menanggapi informasi yang beredar mengenai pasar ban di dalam negeri telah dikuasai barang-barang impor. Ary menegaskan bahwa asumsi tersebut kurang akurat

Menurut dia, Badan Pusat Statistik mencatat selama 2021 impor ban mencapai USD 123,6 juta, sedangkan ekspor mencapai lebih dari USD 1,5 miliar.

BACA JUGA: Honda Kolaborasi dengan Sony, Kembangkan Bisnis Mobil Listrik

“Sehingga Indonesia merupakan negara net eksportir untuk produk ban roda empat dan roda dua. Pasar ban di Indonesia saat ini telah dikuasai produsen lokal,” tuturnya.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Aziz Pane menyebutkan bahwa gempuran impor cukup menekan industri ban nasional.

“Ban impor mayoritas berasal dari Tiongkok. Di samping itu, diduga impor ilegal juga masuk dari pelabuhan-pelabuhan kecil di sebelah barat Pulau Sumatera, Kalimantan, dan pulau-pulau kecil timur Indonesia,” ujarnya. (*)

Reporter: JP Group

Gaya Trendi Kebaya Funky

0
Kebaya dalam bentuk desain kreasi dari Lenny Agustin. (Lenny Agustin untuk Jawa Pos)

batampos – Gaya trendi kebaya funky bisa menjadi pilihan berbusana saat keseharian. Jadinya gak cuma pergi ke kondangan saja baru pakai kebaya.

Kebaya merupakan simbol modernitas atau perubahan atau bisa beradaptasi dengan zaman. Begitulah prinsip yang dipegang desainer Lenny Agustin. Dia mengatakan bahwa sejak kali pertama kemunculannya, kebaya selalu mengalami perubahan.

Baca juga:Dukung Penetapan Hari Kebaya Nasional

Pemahaman itu membuat Lenny tidak takut ”menabrak” pakem berkebaya. Jika biasanya kebaya berpadu anggun dengan kain sebagai bawahan, di tangan perancang yang juga mahasiswi S-3 Universitas Indonesia (UI) itu kebaya tidak selalu berdampingan dengan kain. Lenny juga mendobrak pandangan lawas yang selalu menyejajarkan kebaya dan kain dengan sanggul.

”Kalau pakai kebaya pakem, kemudian jalan-jalan naik MRT atau di mal, nanti ditanya mau kondangan ke mana,” kata perempuan yang menyemaikan tren kebaya funky sejak 2001 itu.

Dalam wawancara dengan Jawa Pos pada Kamis (14/7), dia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak anti terhadap kebaya pakem. Dia hanya berupaya lebih melazimkan kebaya agar bisa lebih sering dipakai, tidak hanya saat hajatan atau kondangan.

Kebaya, menurut Lenny, mengalami stagnasi dalam pemakaiannya. Terutama di kalangan anak muda. Karena itulah, kebaya funky hadir sebagai modernitas kebaya pakem. ”Ada yang bilang keluar dari pakem kebaya. Karena bawahannya tidak pakai kain,” tuturnya.

Di mata Lenny, kebaya adalah baju yang trendi. Kebaya bukan baju tradisional yang stuck dengan penampilan begitu-begitu saja. Dengan konsep kebaya funky, Lenny memperkenalkan rok tutu atau celana dan model bawahan lainnya sebagai padanan kebaya. Lenny juga menampilkan banyak model kebaya. Termasuk kebaya lengan pendek.
Terpisah, Didiet Maulana mengapresiasi tampilnya begitu banyak macam dan ragam kebaya. Baik warna maupun modelnya. Perancang senior itu menyatakan bahwa perkembangan kebaya selama satu abad terakhir begitu menarik. Kebaya mengikuti tren dan lebih muda. Perancang dan pengguna kebaya pun lebih bebas dalam mengekspresikan dirinya.

Kendati demikian, menurut Didiet, esensi kebaya tidak luntur. ”Justru makin kentara bahwa kebaya menampilkan kesederhanaan dan keanggunan di saat yang bersamaan,” tegas penulis buku Kisah Kebaya tersebut.(*)

Reporter: jpgroup

Kecelakaan Tunggal di Kalteng, 6 Tewas Termasuk Kakanwil Kemenag Kaltim

0
Iringan mobil yang mengakut jenazah ke rumah duka di Pulang Pisau, Minggu (17/7/2022). ANTARA/Adi Waskito

batampos – Enam orang tewas termasuk Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Timur Masrawan  akibat Kecelakaan tunggal di ruas Jalan Trans Kalimantan Desa Sakakajang Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Minggu (17/7) pagi.

Informasi dari pihak keluarga di Pulang Pisau, Minggu, enam korban kecelakaan tunggal yang terjadi pada Minggu pagi ini akan dimakamkan di dua daerah berbeda, sementara Masrawan dimakamkan di Pulang Pisau.

Empat orang yaitu Masrawan, Halaliyah (istri), Mahfuzhiansyah (anak Masrawan) dan Hamsah (ibu mertua Masrawan) akan dimakamkan di Pulang Pisau, sedangkan Siti Hasanah (menantu) dan Muhammad Ibnu Attha`ilah Al Mahfuzni (cucu) berusia 1,5 tahun langsung dibawa ke Kecamatan Mentangai Kabupaten Kapuas.

“Untuk yang di Pulang Pisau, rencananya kalau tidak ada perubahan dimakamkan di Komplek Pemakaman Pasar Kamis pada Senin besok,” ujar salah seorang kerabat almarhum Masrawan di Pulang Pisau, Minggu.

Ratusan pelayat datang silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa.

Kecelakaan yang terjadi pada Minggu pagi merenggut enam korban jiwa yaitu Masrawan, Halaliyah (istri), Mahfuzhiansyah (anak Masrawan), Hamsah (ibu mertua Masrawan), Siti Hasanah (menantu) dan Muhammad Ibnu Attha`ilah Al Mahfuzni (cucu) berusia 1,5 tahun.

Musibah dengan korban cukup banyak ini mengejutkan masyarakat Kalimantan Tengah. Almarhum Masrawan dikenal masyarakat karena pernah menjabat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, kemudian pindah tugas menduduki jabatan serupa di Provinsi Kalimantan Timur.

Sekitar pukul 13.30 WIB iring-iringan mobil ambulans yang mengangkut enam korban kecelakaan tiba di rumah duka milik Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Timur itu yang berlokasi di Jalan Nurul Iman Komplek Pasar Kelurahan Pulang Pisau Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau.

Pelayat silih berganti memadati rumah duka, mulai dari masyarakat sekitar, pejabat Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Kapuas dan ASN di lingkungan Kamenag Provinsi Kalimantan Tengah hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Waka Polres Pulang Pisau Kompol Nandi Indra Nugraha juga turut menyambut rombongan jenazah di rumah duka.

Tidak hanya dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah, kabar duka ini juga mengejutkan keluarga besar Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur, tempat Masrawan bertugas hingga akhir hayatnya. Bahkan ASN Kamenag Provinsi Kalimantan Timur sedang dalam perjalanan menuju rumah duka.

“Kami atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, mengucapkan belasungkawa yang sangat mendalam atas peristiwa kecelakaan tersebut,” kata Wakil Bupati Kapuas Nafiah Ibnor menyempatkan diri hadir di rumah duka di Pulang Pisau.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga korban, sebelumnya rombongan keluarga dalam satu mobil ini sedang dalam perjalanan pulang dari Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur.

Mereka sempat singgah di Kota Palangka Raya dan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Kapuas. Namun nahas, mereka mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa mereka.

Kapolres Pulang Pisau AKBP Kurniawan Hartono sebelumnya mengungkapkan bahwa ada enam korban meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal yang terjadi ruas Jalan Trans Kalimantan Desa Sakakajang Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau.

“Salah satu korban adalah mantan Kepala Kanwil Kamenag Provinsi Kalteng dan saat ini menjabat sebagai Kepala Kanwil Kamenag Provinsi Kalimantan Timur,” kata Kurniawan.

Identitas enam korban adalah Masrawan, Hilaliyah, Mahfuzhiansyah, Siti Hasanah, Hamsah, dan Muhammad Ibnu Attha`ilah Al Mahfuzni yang berusia 1,5 tahun.

Dikatakan Kurniawan, seluruh korban meninggal dunia setelah mobil keluarga dengan nomor polisi KH1326BE yang dikemudikan Mahfuzhiansyah melaju dari arah Palangka Raya menuju arah Kapuas, mengalami kecelakaan. Saat di lokasi kejadian, mobil tersebut oleng dan keluar badan jalan sebelah kiri.

Pengemudi diduga berusaha membanting stir ke kanan dan naik ke badan jalan kemudian langsung menyeberang ke jalur sebelah dan terbalik di Sungai Pengeringan dengan posisi mobil bagian bawah ke atas, dan kondisi air pada saat itu mengalami pasang. Nyawa enam orang yang masih satu keluarga di dalam mobil tersebut tidak terselamatkan. (*)

Reporter: Antara

Dukung Penetapan Hari Kebaya Nasional

0
Lana Koentjoro (memegang handphone) berswafoto bersama pendukung penetapan Hari Kebaya Nasional di sela pergelaran Kelana Busana Berbudaya di Balai Kota Semarang pada Juli. (LANA KOENTJORO UNTUK JAWA POS)

Batampos – Dukung Penetapan Hari Kebaya Nasional. Seperti Hari Batik, ingin ada juga Hari Kebaya Nasional. Dalam hal ini perlu diakui agar kian menghidupi dan kebaya tetap lestari.

Parade berbusana budaya digelar di berbagai kota menuju penetapan Hari Kebaya Nasional. Ratusan komunitas dan pemerhati budaya bergerak bersama menuju satu tujuan. Yakni, penetapan Hari Kebaya Nasional. Sebagaimana batik, kebaya merupakan identitas yang lekat dengan budaya Nusantara. Utamanya bagi perempuan Indonesia.

Didiet Maulana, desainer sekaligus penulis buku Kisah Kebaya, menyebut kebaya adalah busana khas Indonesia yang punya makna sentimental. Bagi dia, kebaya selalu identik dengan eyang utinya. Didiet kecil terbiasa melihat eyang uti berkebaya dalam segala kegiatan. Baik acara keluarga, rapat, maupun arisan.

Baca juga:Tren Ibu Muda Pakai Busana Syar’i Warna Warni dan Antiribet

“Masih teringat dalam benak saya, kecantikan eyang uti setiap kali mengenakan kain dan kebaya. Juga, wangi akar cendana yang beliau simpan bersama kain batiknya,” ungkap Didiet ketika diwawancarai Jawa Pos pada Kamis (14/7). Eyang uti Didiet juga mengajarkan cara mengenakan kebaya yang benar dan memadupadankannya dengan kain dan aksesori agar serasi.

Saat diminta menggambarkan gaya busana eyang utinya, Didiet langsung menyebut kebaya kutubaru. Lengkapnya adalah kebaya brokat kutubaru yang dipadu kain batik sogan antik dengan aksesori bros emas. Melengkapi gambaran itu, Didiet menyebut rambut yang disasak, tas kulit hitam, dan selop kitten heels hitam.

Kenangan pemilik label IKAT Indonesia itu rupanya juga menjadi memori kolektif banyak perempuan Indonesia terhadap ibu atau eyang mereka. Adalah Lana Koentjoro, ketua umum Perempuan Indonesia Maju (PIM), yang kemudian menjadi salah satu penggagas penetapan Hari Kebaya Nasional.

Dideklarasikan di Solo pada pertengahan tahun ini, gerakan untuk mewujudkan Hari Kebaya Nasional itu lantas disambung dengan berbagai kampanye budaya di kota-kota besar lainnya. Salah satunya adalah parade kebaya di Semarang dan parade kebaya dalam rangkaian car free day di Jakarta.

Tim Nasional Pengajuan Penetapan Hari Kebaya Nasional pun terbentuk. Pendukungnya siapa saja? Ratusan komunitas yang tersebar di seluruh Indonesia serta berbagai kementerian dan lembaga (K/L).

“Tim nasional dibentuk karena banyak komunitas yang sangat membantu, sangat ingin ada Hari Kebaya Nasional,” ungkap Lana kepada Jawa Pos saat berbincang pada Rabu (13/7). Dia berharap, nanti Hari Kebaya Nasional bisa diperingati tiap tahun seperti Hari Batik.

Pendiri komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI), Rahmi Hidayati, mengatakan bahwa pengakuan kebaya tidak cukup hanya dari masyarakat Indonesia saja. Tetapi harus dari masyarakat internasional juga. Karena itu ada upaya untuk mendaftarkannya ke UNESCO. ’’Yang namanya warisan, itu diturunkan. Tidak hanya dikenakan oleh yang sepuh-sepuh saja,’’ jelasnya kepada Jawa Pos saat dihubungi pada Kamis (14/7).

Rahmi juga menegaskan kampanye melestarikan kebaya bukan berarti Jawanisasi. Sebab kebaya secara turun temurun ditemukan di pulau-pulau lain selain Jawa. Termasuk di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

Lebih lanjut, Lana mengatakan bahwa pengakuan kebaya sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) juga akan menggerakan roda perekonomian. Itu karena kebaya selalu dipadupadankan dengan kain atau bawahan dan aksesoris lainnya. Di balik kebaya, menurut dia, ada pengrajin yang menggantungkan hidup. ”Kebaya kan padanannya kain, kain tenun, kain batik, kain songket. Aksesorisnya kalung, anting, bros, sepatu. Itu semua kan ada pengrajinnya,” urainya.

Hal senada disampaikan Didiet. “Harapannya, ekosistem kreatif juga makin terangkat. Seperti pemasok kain. Mungkin nanti ada kebaya dari lurik, tenun, atau batik. Dengan begitu, kebaya nanti tidak cuma diakui, tapi juga memberikan penghidupan,” tegas perancang kelahiran 18 Januari 1981 tersebut.

Didiet menambahkan bahwa kebaya tidak eksklusif. Alias, hanya diakui legit jika dikeluarkan desainer ternama. ’’Kebaya juga bisa dihasilkan penjahit rumahan sehingga lebih memasyarakat,” imbuhnya. Dia menilai, pengakuan kebaya sebagai WBTB ibarat ’’bahan bakar” bagi upaya pelestarian.

“Tidak hanya sebagai jargon, tapi juga menghidupi dan menjaga kelestariannya. Semoga diakuinya kebaya oleh UNESCO nanti bisa menjadi semangat dan energi bagi perempuan Indonesia untuk makin giat dan sering berkebaya,” tandasnya.(*)

Reporter: jpgroup

 

Ada 79 Ribu Kendaraan Terdaftar dalam Uji Coba MyPertamina

0
ILUSTRASI: Warga menunjukkan aplikasi MyPertamina saat mengisi pertalite di salah satu SPBU di kawasan Kuningan, Jakarta, (28/6/2022). F. SALMAN TOYIBI/ JAWA POS

batampos – Persiapan distribusi tepat sasaran BBM subsidi terus dilakukan Pertamina. Kali ini BUMN migas itu memperluas identifikasi kendaraan yang mengisi bahan bakar di SPBU. Enam lokasi baru tersebut berada di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus).

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Deden Mochammad Idhani menjelaskan bahwa perluasan itu dilakukan karena antusiasme masyarakat dalam mendaftarkan mobil ke ekosistem yang disediakan sangat tinggi. “Dari 13 kota yang kami tentukan, sudah ada 79 ribu data kendaraan yang kami peroleh melalui situs kami,” ujarnya Rabu (13/7).

Dalam tahap kedua yang dimulai Senin (11/7) tersebut, terdapat 37 titik baru yang diperbolehkan melakukan pendaftaran. Dari keputusan itu, wilayah Jatimbalinus kebagian enam lokasi. Terdiri atas tiga titik di Provinsi Jawa Timur. Yakni, Kota Malang, Kota Mojokerto, dan Kota Madiun. Dan, masing-masing satu daerah di Bali, NTB, dan NTT.

Dia menyatakan, penggunaan ekosistem MyPertamina sebenarnya sudah sesuai dengan Peraturan BPH Migas 06/2013. Aturan tersebut menegaskan bahwa sistem teknologi informasi bisa diterapkan dalam penyaluran BBM.

“Kami sudah menyiapkan beberapa platform bagi masyarakat yang ingin mendaftar. Baik melalui aplikasi kami, link situs resmi, maupun SPBU yang sudah kami tunjuk,” ungkapnya.

Section Head Communication & Relation Patra Niaga Jatimbalinus Arya Yusa Dwicandra menegaskan, masyarakat tidak boleh panik mengenai isu pendaftaran MyPertamina. Jika terjadi panic buying, justru banyak pihak yang bakal mengalami kesulitan akibat kendala dalam logistik.

Penyaluran BBM tipe bensin di wilayah Jatimbalinus mencapai 17.500 kiloliter (kl) per hari. Distribusi BBM jenis solar tercatat 7.713 kl per hari. Sebanyak 80–90 persen penyaluran tersebut merupakan BBM subsidi.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Jawa Timur (Aptrindo Jatim) Sundoro menuturkan, sudah seharusnya BBM subsidi tersalurkan ke kendaraan yang tepat. Karena itu, dia tidak mempermasalahkan kalau sistem tersebut akhirnya diratakan di semua wilayah.

“Kalau nanti akhirnya diperluas ke angkutan barang, mungkin sedikit merumitkan proses kami. Tapi, kebijakan seperti itu masih bisa kami terima,” katanya.

BACA JUGA: Empat Hari, 50 Ribu Kendaraan Didaftarkan di MyPertamina 

Namun, dia menegaskan bahwa masalah subsidi sebenarnya berada di peringkat kedua pertimbangan pengusaha truk. Prioritas utama adalah pemerintah bisa menepati kuota BBM bagi truk angkutan barang sesuai dengan kebijakan.

“Seperti yang sudah kami tegaskan berkali-kali. Kami senang menerapkan kebijakan apa pun itu, termasuk kenaikan harga, selama tidak ada kelangkaan,” tegasnya.

DAFTAR DAERAH UJI COBA BBM SUBSIDI

Kabupaten Badung, Bali

Kota Madiun, Jatim

Kota Malang, Jatim

Kota Mojokerto, Jatim

Kota Mataram, NTB

Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT

Sumber: Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus (*)

Reporter: JP Group

Tren Ibu Muda Pakai Busana Syar’i Warna Warni dan Antiribet

0
Si.Se.Sa bersama Citra Kirana memakai busana syar’i (Tim Muara Bagdja)

batampos – Tren ibu muda memakai busana syar’i warna warni dan antiribet. Dalam hal ini, untuk dipakai di rumah bisa, antar anak bisa, hingga dipakai acara formal juga bisa.

Busana muslimah syar’i saat ini semakin diminati perempuan muslimah. Tren busana ini bahkan sudah bergeser ke usia yang lebih muda yakni ibu-ibu muda yang baru menikah atau baru memiliki anak. Itu karena selain sesuai syariat, tren busana syar’i semakin beragam dengan warna yang menarik.

Si.Se.Sa, label busana muslim syar’i konsisten dalam mengembangkan tren busana syar’i dengan warna-warna cantik yang didominasi warna pastel. Sehingga menurut Si.Se.Sa, memakai syar’i tak melulu harus warna hitam atau gelap, tetapi bisa lebih fashionable, segar, dan awet muda dengan warna pastel dengan tetap mengutamakan potongan sesuai syariat tanpa menampilkan lekuk tubuh.

Dalam diskusi di Si.Se.Sa Boutique di Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, A Nice Morning with the New Brand Ambassador yakni Citra Kirana, mendorong perempuan untuk memiliki satu paket keunggulan lewat penampilannya. Pemilik label, Siriz Tentani selaku the Head of Business and Development, Senaz Nasansia selaku the Head of Finance and Marcomm, serta Sansa Enandera selaku the Head of Creative memberikan tips agar perempuan muslimah tidak ribet atau merasa gemuk saat memakai syar’i.

Baca juga:Tips Mudah Pertahankan Hubungan Asmara Agar Tetap Mesra & Langgeng

“Perempuan muda kekinian bisa pakai syar’i. Di rumah bisa, antar anak bisa, hingga acara formal juga bisa. Dan pakai syar’i anti ribet dan enggak bikin gemuk kok, asal menemukan syar’i dengan potongan siluet yang tepat,” kata mereka kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Berikut tips memilih busana syar’i antiribet dan tidak terlihat gemuk. Apa saja?

Siluet yang Tepat

Pilihlah potongan siluet atau cuttingan yang tepat. Sehingga seseorang bisa terlihat lebih kurus atau ramping meski memakai syar’i hingga menutupi mata kaki.

“Pilih siluet yang A-Line dengan cuttingan yang membentuk tubuh. Khimar yang lancip. Itu membuat tubuh lebih slim,” katanya.

Bahan yang Lembut

Pilihlah bahan yang adem dan lembut serta menyerap keringat. Maka syar’i dapat dipakai untuk berbagai macam kegiatan. Para ibu muda yang memiliki anak bayi atau anak kecil pun tidak repot dan tetap gaya.

Pemilihan Warna

Dalam memilih warna syar’i meski tergantung selera, tetap saja pemilihan warna dapat menentukan rasa percaya diri, kenyamanan, dan bentuk tubuh agar tidak lebih gemuk. Warna gelap juga bisa memberikan kesan ramping.

“Warna gelap seperti warna hitam dan maroon juga favorit kok, selain warna pastel tentunya,” jelas mereka.

Motif

Agar tak terkesan gemuk, motif yang simple juga bisa membuat tubuh lebih ramping. Motif yang bisa dipilih di antaranya motif floral dan abstrak. Namun lebih disarankan untuk memilih tanpa motif atau polos.

“Jika memilih syar’i dengan tepat, maka banyak suami justru memuji istrinya,” kata mereka.

Pakai Kaos Kaki

Agar antiribet atau mencegah supaya tidak tersandung saat memakai syar’i, sebaiknya perempuan muslimah bisa memakai dalaman seperti celana legging. Atau bisa juga memakai kaos kaki agar tidak tersandung atau terselip karena kain yang menjuntai.(*)

Reporter: jpgroup

 

Brebes Dikenal Memiliki Potensi Besar Mengelola Bandeng, Telur Asin dan Bawang

0
Ikan bandeng banyak dibudidayakan oleh masyarakat Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes. Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) memberikan dukungan dan kesempatan yang besar atas akses permodalan kepada pembudidaya Bandeng di sana. (LPMUKP for JawaPos.com)

batampos – Siapa yang tak kenal Brebes, salah satu kabupaten di jalur Pantura ini berada di bagian utara Provinsi Jawa Tengah. Tak hanya dikenal dengan telur asin dan bawangnya, daerah ini memiliki potensi besar di bidang perikanan, yaitu ikan bandeng.

Bandeng menjadi komoditas yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba. Menurut data yang dimiliki Sofiyan Penyuluh Perikanan, saat ini di sana terdapat 625 hektare tambak bandeng. Produksinya mencapai 560 ton/tahun dengan nilai Rp11 miliyar. Dengan potensi sebesar ini, tak ayal jika Grinting ditetapkan menjadi Kampung Perikanan Budidaya Ikan Bandeng oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Memiliki nama latin Chanos chanos atau dalam Bahasa Inggris disebut milkfish, budidaya bandeng Grinting menggunakan media tambak tanah yang rata-rata per tambak luasnya 2 hektare. Air dalam tambak diperoleh dari saluran-saluran yang dibuat untuk mengalirkan air laut yang mengalir melalui sungai-sungai. Para pembudidaya sepenuhnya mengandalkan pasang surut air laut, di mana ketika pasang maka pintu air akan dibuka sehingga air masuk ke dalam tambak.

Dalam tambak, bandeng diberi pakan alami seperti plankton, lumut, dan klekap. Klekap sendiri adalah kumpulan jasad renik yang tumbuh di permukaan dasar tambak, diantaranya terdiri atas alga biru, diatom, bakteri, dan jasad renik hewani. Untuk meningkatkan ketersediaan pakan alami tersebut, pembudidaya memberikan pupuk ke dalam tambak, seperti urea, ZA, dan phonska.

“Hanya beberapa orang saja yang menggunakan pakan pelet, sebagian besar menggunakan pakan alami. Kita menumbuhkan pakan alaminya kan pake pupuk,” kata Sofiyan melalui sambungan telepon, Selasa (12/7/2022).

Sofiyan melanjutkan, pakan dari alam membantu para pembudidaya hemat biaya operasional terutama biaya pembelian pakan. Perbedaan jenis pakan yang diberikan antara pakan alami dengan pelet tidak signifikan mempengaruhi bentuk fisik dan kualitas bandeng.

Dalam kurun waktu 5-7 bulan, bandeng telah siap dipanen oleh para pembudidaya. Untuk pemasarannya saat ini masih mengandalkan para pengepul, meskipun ada juga sedikit dari mereka yang menjualnya langsung ke pasar lokal. Untuk 1 kilogram dengan isi 6-8 ekor bandeng, biasa dijual dengan harga berkisar Rp20.000, sedangkan yang berukuran besar dengan isi 1-2 ekor dijual Rp30.000.

BACA JUGA: Baronang Bakar Saus Parape RM Paotere yang Memikat SBY

Pembudidaya bandeng di Grinting seringkali terikat secara emosional dengan para pengepul yang telah lama menjadi mitranya. Hal ini membuat mereka sungkan jika ingin mengajukan harga jual lebih tinggi dibanding penawaran yang diberikan. Oleh karena itu, penyuluh perikanan sangat berharap pembudidaya dapat meluaskan pasar sehingga bisa meningkatkan posisi tawar harga jual bandengnya.

Usaha budidaya tidak lepas dari modal. Kebutuhan operasional seperti untuk beli benih, gaji pekerja, pembelian sarana prasarana dalam bentuk jaring dan serok, hingga kebutuhan perawatan tanggul dan menguras lumpur endapan tambak, memerlukan dana yang besar. Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui unit kerja Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) memberikan dukungan dan kesempatan yang besar atas akses permodalan kepada para pelaku usaha kelautan dan perikanan Indonesia. (*)

Reporter: JP Group

Ingat…Kantor Samsat Karimun Pindah ke Poros

0

batampos– Kantor UPT Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Karimun yang merupakan kantor pelayanan untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor mulai Senin (18/7) resmi menempati gedung baru di Jalan Poros.

AKP Eko Aprianto

”Mulai Senin, UPT Samsat Karimun Pindah ke gedung baru di Jalan Poros. Tepatnya di areal perkantoran Kantor Bupati Karimun, Kecamatan Meral. Jadi, untuk urusan pajak 5 tahunan, balik nama dan pemutihan dilakukan di Kantor Samsat Poros,” ujar Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Eko Aprianto, Minggu (17/7).

Meski demikian, katanya, Kantor Samsat yang lama yang berlokasi di Jalan Bhakti, Kecamatan Karimun tetap beroperasi atau memberikan pelayanan. Hanya saja, pelayanannya dalam bentuk pembayaran pajak tahunan. Sedangkan, untuk pendaftaran kendaraan baru, mutasi, balik nama serta pembayaran pajak 5 tahunan hanya bisa dilakukan di kantor Samsat Poros.

BACA JUGA: Gedung Dua Lantai di Mapolres Bintan Segera Digunakan untuk Pelayanan SIM dan Samsat Corner

”Bagi masyarakat yang ingin bayar pajak tahunan masih bisa di Kantor Samsat lama. Temasuk juga bisa dilalukan (bayar pajak tahunan, red) di loket yang tersedia di Pasar Puan Maimun. Di Karimun juga setiap hari ada mobil Samsat keliling yang akan memudahkan masyarakat membayar pajak tahunan kendaraan bermotornya,” jelas Eko. (*)

reporter: sandi

 

Pilih Sepatu yang Tepat untuk Lari Agar Tidak Cedera

0
Ilustrasi start lari jarak pendek. Pemilihan sepatu yang tepat untuk berlari sangat penting. (Freedomsiana)

batampos – Pemilihan sepatu yang tepat sangat penting untuk keselamatan saat berlari atau agar kaki tidak cedera. Hal penting lainnya tentu persiapan latihan fisik. Hal tersebut disampaikan Atlet lari Robi Syianturi, dikutip dari ANTARA.

“Pemilihan sepatu sangat penting sekali. Karena itulah modal awal kita. Jadi pemilihan sepatu harus tepat, sesuai dengan tipe kaki kita atau pun lingkup diametri kaki kita. Sebab mau nggak mau sepatu itu yang akan kita bawa terus untuk berlari. Jadi kalau pemilihan sepatu saja nggak tepat, gimana larinya mau efisien?” kata Robi kepada ANTARA saat dijumpai di M Bloc, Jakarta Selatan, Minggu (17/7).

Lebih lanjut, Robi pun membagikan tips untuk memilih sepatu yang tepat untuk berlari. Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum memilih sepatu lari adalah tipe kaki masing-masing. Sebab, sepatu dengan tipe kaki yang pas akan membuat lari menjadi lebih efisien.

Baca juga:Rapper K-Pop Mino Pakai Hijab Buatan Indonesia Viral

“Nah tips memilih sepatu yang tepat itu kita lihat dulu bagaimana tipe kaki kita. Contoh, tipe kaki saya ini kan lurus. Jadi nggak melebar. Sehingga kita harus memilih sepatu untuk tipe yang kakinya lurus,” jelas Robi.

“Kalau pemilihan sepatunya nggak tepat dapat mempengaruhi banyak hal sih ya. Yang pertama rentan cedera, yang kedua larinya nggak efisien. Kalau larinya nggak efisien maka bisa terjadi yang namanya kesemutan dan kapalan. Jadi tepat ini dari ukuran, dari tipe harus tepat,” sambungnya.

Di sisi lain, Fajar Nugraha selaku Marketing Manager PT ASICS Indonesia Trading juga menyampaikan hal yang serupa. Selain memilih sepatu sesuai tipe kaki, pemilihan sepatu sesuai dengan tipe berlari juga perlu diperhatikan.

Untuk mengetahui hal tersebut, ASICS memiliki alat yang dapat dicoba oleh para pembeli di beberapa tokonya seperti di Grand Indonesia, Pondok Indah Mall dan Mall Kota Kasablanka.

“Sebenarnya yang paling basic adalah mengetahui tipe kaki atau tipe berlarinya seperti apa. Nah ASICS itu punya alatnya. Di Jakarta itu ada di toko ASICS di Grand Indonesia, PIM, sama Kota Kasablanka,” ujar Fajar.

“Dari situ bisa diketahui tuh. Misalkan kayak ada orang-orang yang netral, ada juga kakinya datar jadi cenderung over pronation. Berpijaknya ke dalam. Nah itu biasanya membutuhkan sepatu yang berbeda-beda. Kalau dia over pronation tapi pakai yang terlalu banyak cushion, itu nggak akan maksimal kenyamanannya,” imbuhnya.

Terakhir, pembeli juga perlu memperhatikan level training masing-masing. Sebab, Fajar menjelaskan bahwa level training seseorang juga akan membuat kebutuhan pelari masing-masing akan berbeda.

“Faktor lainnya, dimana nih level of training-nya mereka? Misalkan sudah ada program latihan ingin meningkatkan speed-nya di race, tentu kebutuhannya berbeda dengan mereka yang menjadikan lari hanya sebagai kegiatan sehari-hari,” ungkap Fajar.

“Jadi faktor-faktor tersebut yang menjadi justifikasi. Pilih sepatu sesuai kebutuhan dan juga kemampuan dalam level of training-nya,” tutupnya. (*)

Reporter: jpgroup