
batampos– Kecelakaan terjadi tidak jauh dari simpang empat jalan Tanjungpermai-Pasar Baru, Rabu (29/6) malam.
Diduga kecelakaan ini dipicu gelapnya penerangan karena lampu penerangan jalan umum (PJU) tidak berfungsi.
Informasi yang diperoleh, awalnya sepeda motor yang dikendarai Doni bergerak dari arah Pasar Baru, Tanjunguban menuju Tanjungpermai, Lobam.
Sementara dari arah sebaliknya, sepeda motor yang dikendarai oleh pengendara lain terdiri dari suami dengan membonceng istri dan dua anaknya.
Setiba di lokasi kejadian, satu keluarga tersebut terjatuh setelah sepeda motor yang mereka tumpangi mengalami slip.
Sesaat kemudian, sepeda motor tersebut menabrak sepeda motor yang dikendarai Doni.
“Saya tidak bisa menghindar, karena di tikungan dan gelapnya jalan,” kata Doni.
Selepas kejadian, Doni mengatakan, kedua anak yang terlibat kecelakaan tersebut mengalami luka dan dilarikan ke puskesmas terdekat.
“Kedua anaknya mengalami luka, berdarah,” kata Doni. Sementara Doni mengalami luka bengkak di bagian dengkul.
Doni mengakui, jalan simpang empat yang tidak jauh dari SMPN 11 Bintan tersebut memang gelap. “Sudah lama lampu PJU di sana mati. Ada tiga bola lampunya mati,” kata Doni.
Diakuinya, sebelumnya pernah terjadi kecelakaan di jalan tersebut.
Doni berharap, pihak yang terkait masalah PJU agar dapat segera memperbaiki lampu PJU yang rusak agar tidak terulang kecelakaan di jalan tersebut.
“Mungkin bola lampunya putus. Kalau dikerjakan, diganti lampunya, tidak sampai 1 jam,” kata Doni.
Pengendara lain, Eri pun mengakui gelapnya penerangan jalan di jalan simpang empat tidak jauh dari SMPN 11 Bintan karena lampu PJU tidak berfungsi.
“Sudahlah jalannya gelap, kalau lewat pukul 9 malam sepi,” kata Eri.
BACA JUGA: Pemko Tanjungpinang akan Pasang PJU di Kampung Bebek
Sementara Kadishub Bintan, M Insan Amin melalui Kasi Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Bintan, Raymond mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi beberapa titik lampu PJU yang rusak pada bulan Maret dan April lalu.
“Mohon maaf kami tampung dulu (keluhannya), karena anggaran untuk pemeliharaan jalan tahun lalu terkena refocusing,” kata Raymond.
Tahun ini, Raymond mengatakan, dianggarkan sekira Rp 150 juta. Namun, anggaran itu tidak cukup karena digunakan untuk pemeliharaan lampu PJU yang rusak tahun lalu dan sekarang.
“Tidak cukup untuk tahun ini, barangnya mahal-mahal,” kata Raymond.
Raymond juga mengakui, musim hujan saat ini, beberapa lampu PJU yang rusak, diantaranya terkena petir dan lainnya.
“Sudah ada yang diganti tapi karena kondisi tempatnya rawan petir, rusak lagi,” kata Raymond.
Raymond berharap, tahun ini, alokasi anggaran untuk pemeliharaan lampu PJU bisa bertambah. Sehingga lebih banyak lampu PJU yang rusak bisa diperbaiki. (*)
Reporter: Slamet Nofasusanto








