Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 7399

Polsek Sekupang Selesaikan Dugaan Pencemaran Nama Baik dengan Restorative Justice

0
polsek sekupang 1
Polsek Sekupang menerapkan Restorative Justice atau Keadilan Restoratif dalam menyelesaikan kasus dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan dua orang pengurus Yayasan Thoriqul Jannah, Sungai Harapan. Foto: Polsek Sekupang untuk Batam Pos

batampos – Polsek Sekupang menerapkan Restorative Justice atau Keadilan Restoratif dalam menyelesaikan kasus dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan dua orang pengurus Yayasan Thoriqul Jannah, Sungai Harapan, Selasa (28/6/2022).

Kapolsek Sekupang, Kompol Yudha, Suryawardana, melalui Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Muhammad Ridho, menjelaskan, pihak Polsek Sekupang menjadi mediator antara kedua belah pihak.

Usai proses itu, lanjut Iptu Ridho, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara keadilan restoratif.

“Keadilan restoratif atau restorative justice saat ini menjadi prioritas kepolisian dalam melakukan penyelesaian perkara ringan. Sebagaimana yang diatur dalan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 tentang penanganan tindak pidana berdasarkan Keadilan Restoratif. Kasus ini diselesaikan melalui restorative justice, setelah semua unsur persyaratan terpenuhi,” ujar Iptu Ridho.

Ia mengatakan, tidak semua perkara yang dilaporkan harus masuk ke meja hijau, sebab tujuan masyarakat melaporkan kasus itu ke pihak Kepolisian adalah untuk mencari keadilan.

Namun jika keadilan tersebut dapat diperoleh di tingkat polsek kenapa harus sampai ke pengadilan atau meja hijau.

Terlebih lagi tidak semua perkara yang menempuh jalur hukum hingga ke meja hijau memperoleh keadilan yang hakiki, karena keadilan yang hakiki itu hanya datang dari yg maha kuasa dan dari mereka-mereka yang berperkara.

“Melalui Restorative Justice ini kita berusaha mengembalikan atau memulihkan kembali hak-hak korban seperti keadaan semula. Sehinga keadilan tercapai tanpa harus menempuh jalur hukum hingga ke meja hijau di Pengadilan,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk memilah informasi. Sekecil apapun informasi yang diterima agar dicek dulu kebenarannya, supaya tidak menimbulkan fitnah yang dapat menimbulkan permasalahan hukum dikemudian hari.

“Jangan sampai kita menyebarkan informasi yang belum tentu benar, sehingga dapat menyebabkan fitnah dan keresahan di masyarakat,” tambah Iptu Ridho.

Penyelesaian perkara pidana lewat Restorative Justice itu dilakukan langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Sekupang Iptu Ridho terhadap SH dan YD yang sama-sama merupakan warga Sei Harapan, Sekupang.

Kejadian bermula saat YD yang saat itu menjabat sebagai bendahara Yayasan Thoriqul Jannah menerima infaq pembangunan masjid dari salah seorang warga sebesar Rp 500 ribu.

YD selanjutnya melaporkan infak itu ke WA group yayasan, namun beberapa hari kemudian pemberi infak meminta agar namanya tidak disebut atau dari hamba Allah.

Namun pada saat itu tidak dilaporkan oleh YD di WA group Yayasan. Permasalahan mulai terjadi pada saat pelaporan Akhir Tahun dimana SH yang juga menjabat sebagai pembina yayasan menemukan adanya infaq yang tidak dilaporkan oleh YD.

Merasa tidak ada menggelapkan uang itu akhirnya pada 21 Desember 2021 YD melaporkan peristiwa dugaan pencemaran nama baik tersebut ke Polsek Sekupang.

“Sebenarnya permasalahan ini bermula karena kurang harmonisnya hubungan sesama pengurus yayasan terutama antara SH dan YD yang sudah berlangsung sejak tahun 2014 ketika pilkada dan dilanjutkan dengan ketika kedua belah pihak maju sebagai calon RT. Sehingga hubungan diantara keduanya jadi renggang dan juga berdampak kepada lingkungan masyarakat sekitar,” katanya.

Sehingga lewat Restorative Justice ini atas permintaan pelapor kiranya mediasi dilakukan di masjid Thoriqul Jannah karena permasalahan ini mengenai infaq pembangunan Masjid dan juga sebelumnya sudah pernah diadakan rapat untuk kalrifikasi namun rapat tersebut tidak menemukan hasil (deadlock).

“Sehingga kita mengakomodir permintaan pelapor dan diamini terlapor, sehingga kita adakan kegiatan mediasi tersebut di Masjid Thoriqul Jannah pada Sabtu 24 Juni 2022 sekira pukul 20.00 wib bakda isya yang dihadiri perangkat RT, RW, pengurus masjid, pengurus yayasan, majelis taklim dan beberapa warga sehingga masalah tersebut bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Iptu Ridho berharap apa yang terjadi ini menjadi pembelajaran semua sehingga ke depan tidak terjadi lagi seperti ini.

“Kalau suatu permasalahan bisa diselesaikan di tingkat RT, RW atau di tingkat polsek sekalipun kenapa harus sampai ke meja hijau,  karena tujuan masyarakat melapor ke pihak Kepolisian sejatinya adalah mencari keadilan, dan jika di tingkat polsek keadilan itu tercapai kenapa harus sampai ke pengadilan,” pungkas Iptu Ridho.

Sementara itu kedua belah pihak mengapresiasi upaya Restorative Justice yang dilakukan Polsek Sekupang.

Seperti yang diutarakan SH saat dikonfirmasi Batam Pos. Menurutnya langkah Restorative Justice ini menjadi jalan terbaik demi kepentingan bersama sehingga ke depan hubungan antara kedua belah pihak menjadi lebih baik.

SH mengapresiasi polsek Sekupang dalam hal ini Kanit Reskrim Polsek Sekupang Iptu Ridho yang sudah menyelesaikan masalah ini Restorative Justice ini.

“Kita apresiasi Polsek Sekupang yang sudah memediasi kami sehingga masalah ini bisa selesai dan menjadi yang terbaik bagi kita bersama,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan YD, Ia mengaku apresiasi kepada Kanit Reskrim Polsek Sekupang Iptu Ridho yang sudah memediasi permasalahan ini dengan baik. Ia berharap dengan kejadian ini menjadi pembelajaran untuk semua sehingga ke depan tidak terulang lagi.

“Kita apresiasi pak kanit, kita melakukan perdamaian di masjid dan semoga ada hikmah dan pembelajaran bagi kita bersama,” pungkasnya.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Puri Sentul Permai Gaet Wirani Sons Bangun Hotel di Rest Area Cipali

0
Ilustrasi: Aktivitas lalu lintas di jalan tol. f. dok. PSP

batampos – Langkah PT Puri Sentul Permai (PSP) Tbk menggarap bisnis hotel di kawasan rest area jalan tol terus berlanjut. Menggaet mitra PT Wirani Sons, anak usaha PT Lintas Marga Sedaya (Astra Tol), PT PSP ekspansi pengembangan dua hotel baru di rest area tol Cikampek-Palimanan (Cipali) di km 164 dan Km 166.

“Pengembangan hotel di kawasan rest area bagian dari upaya perseroan memberikan layanan bagi pengguna jalan tol yang ingin istirahat setelah lelah mengemudi di jalan tol,” ujar Direktur PTPSP Aan Rohanah seusai penandatangan MoU investasi pengembangan jalan tol di rest area KM 164 dan Km 166 Cipali di Bogor, Jumat (24/6).

Kedaton 8 Xpress yang berlokasi di Kilometer 166 Tol Cipali merupakan Xpress Hotel yang kedua di bawah pengelolaan PSP. Sebelumnya PT PSP telah mengembangan kawasan perhotelan di area Kilometer 19 Tol Cikampek (hotel and business lounge proposition).

Aan menambahkan bahwa tujuan pendirian hotel adalah dalam rangka ekspansi bisnis serta edukasi bagi para pengemudi di jalan tol terkait pentingnya memperoleh kesempatan untuk beristirahat sejenak di tempat yang representatif, yaitu di suatu rest area yang aman dan nyaman.

“Ini bagian dari upaya preventif dalam rangka menekan tingkat kecelakaan berkendara di jalan tol yang sering terjadi,” imbuh Aan.

Total investasi yang ditanamkan untuk kedua hotel mencapai Rp 10 miliar. “Tahapan kontruksi akan dimulai bulan depan dan diharapkan awal 2023 sudah bisa beroperasi. Untuk tahap awal dikembangkan 15 kamar, dan akan terus berkembang sesuai kebutuhan. Kita punya lahan yang cukup luas,” katanya.

Aan menyebutkan PT PSP mampu bertahan di tengah pandemi dengan tetap sehat menjalan operasional perhotelan. Pengalaman bisnis pengelolaan hotel yang tetap sustain selama era pandemi menjadi langkah awal bagi PSP untuk kembali mengembangkan sayap bisnis dengan cara masuk ke ranah pasar modal. PSP dalam proses go public (tercatat di Bursa Efek Indonesia) di awal semester 2 (dua) tahun 2022.

BACA JUGA: Menag Puas dengan Kesiapan Hotel di Madinah

“Kita telah menyiapkan diri masuk ke pasar modal untuk meningkatkan permodalan dalam rangka ekspansi usaha. Tambahan permodalan dari pasar modal nantinya setelah dipotong biaya emisi sepenuhnya akan digunakan untuk mendukung pengembangan hotel baru di kawasan rest area,” imbh Aan.

Sebelumnya, Kemenparekraf mendukung penuh langkah jatingan Hotel Kedaton 8 mengembangkan kawasan hotel di rest area jalan tol. Menparekraf, Sandiaga Uno, menyatakan bahwa tren baru pascapandemi, dimana banyak kegiatan pariwisata atau konektivitas yang dilakukan melalui jalan tol.

Menurut Sandiaga, pembangunan hotel di rest area merupakan salah satu destinasi baru bagi kalangan masyarakat dan berharap keberadaan hotel seperti ini akan terus berkembang seiring dengan adanya pembangunan jalan tol yang ekspansif. (*)

Reporter: JP Group

Kabupaten Sukamara Sambangi Pemko Batam

0
pemko batam 4
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (kanan) memakaikan tanjak kepada Wakil Bupati Sukamara, Ahmadi. Foto: Diskominfo Kota Batam untuk Batam Pos

batampos – Kota Batam tak hentinya jadi rujukan berbagai daerah di Indonesia. Kini giliran rombongan dari tanah Borneo, Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah yang menyambangi Batam, Selasa (28/6/2022).

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima langsung kedatangan rombongan yang dipimpin Wakil Bupati Sukamara, Ahmadi, di Aula Engku Hamidah Kantor Walikota Batam.

Dalam kunjungannya ini, Wabup Ahmadi memboyong camat dan kepala desa se-Kabupaten Samara dengan total 60 orang dalam rangka peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa serta Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Menuju Desa Maju, Mandiri dan Inovatif.

Seperti biasa, Pemko Batam terbuka menerima berbagai pihak yang bersilaturahmi dan berdiskusi perihal peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Amsakar menyebutkan, dalam beberapa waktu belakangan Batam menerima kunjungan dari berbagai daerah.

“Tentu saja kami merasa bahagia dan menerima baik kunjungan dari berbagai daerah ke Batam,” imbuhnya.

Amsakar memulai dengan memaparkan sejarah Batam, yang sejak awal di desain merujuk pada banyaknya potensi daerah ini. Dari sejak jadi basis logistik tahun 60an, kemudian dekade 70an dibentuknya Otorita Batam (kini BP Batam) hingga Batam sebagai daerah otonom.

“Dalam perkembangannya Batam memang sedikit beda dengan daerah lain. Dan melihat potensi ini, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan kota ini,” ucap dia.

Dari waktu ke waktu pembangunan Batam semakin intens, terlebih kini Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, juga dipercaya sebagai ex officio Kepala BP Batam. Berbagai lompatan pembangunan semakin terasa dan mendorong tumbuh baiknya ekonomi.

“Ibaratnya satu nahkoda dua mesin dan terbukti lompatan pembangunan terus dilakukan,” tambahnya.

Berbagai prestasi dan apresiasi juga kerap ditorehkan Pemko Batam. Baik secara kelembagaan sebagai pemerintah daerah, inovasi di tingkat OPD hingga penghargaan untuk Wali Kota Batam Muhammad Rudi dari berbagai pihak.

“Infrastruktur sekarang sedang gencarnya dikembangkan, pariwisata juga kami menyumbang kunjungan wisatawan mancanegara terbanyak kedua se-Indonesia,” ungkapnya.

Keberhasilan pembangunan, lanjut Amsakar, juga tercapai berkat kebersamaan yang dibangun di Batam. Menurutnya, di level Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), masyarakat hingga pengusaha terjalin dengan baik.

“Kita ambil contoh waktu pandemi. Semua pihak bahu membahu. Selain membantu Pemda, Forkompinda bahkan punya program. Masyarakat juga pengusaha juga banyak membantu,” terangnya.(*)

Kabupaten Sukamara Sambangi Pemko Batam

0
pemko batam 4
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (kanan) memakaikan tanjak kepada Wakil Bupati Sukamara, Ahmadi. Foto: Diskominfo Kota Batam untuk Batam Pos

batampos – Kota Batam tak hentinya jadi rujukan berbagai daerah di Indonesia. Kini giliran rombongan dari tanah Borneo, Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah yang menyambangi Batam, Selasa (28/6/2022).

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima langsung kedatangan rombongan yang dipimpin Wakil Bupati Sukamara, Ahmadi, di Aula Engku Hamidah Kantor Walikota Batam.

Dalam kunjungannya ini, Wabup Ahmadi memboyong camat dan kepala desa se-Kabupaten Samara dengan total 60 orang dalam rangka peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa serta Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Menuju Desa Maju, Mandiri dan Inovatif.

Seperti biasa, Pemko Batam terbuka menerima berbagai pihak yang bersilaturahmi dan berdiskusi perihal peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Amsakar menyebutkan, dalam beberapa waktu belakangan Batam menerima kunjungan dari berbagai daerah.

“Tentu saja kami merasa bahagia dan menerima baik kunjungan dari berbagai daerah ke Batam,” imbuhnya.

Amsakar memulai dengan memaparkan sejarah Batam, yang sejak awal di desain merujuk pada banyaknya potensi daerah ini. Dari sejak jadi basis logistik tahun 60an, kemudian dekade 70an dibentuknya Otorita Batam (kini BP Batam) hingga Batam sebagai daerah otonom.

“Dalam perkembangannya Batam memang sedikit beda dengan daerah lain. Dan melihat potensi ini, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan kota ini,” ucap dia.

Dari waktu ke waktu pembangunan Batam semakin intens, terlebih kini Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, juga dipercaya sebagai ex officio Kepala BP Batam. Berbagai lompatan pembangunan semakin terasa dan mendorong tumbuh baiknya ekonomi.

“Ibaratnya satu nahkoda dua mesin dan terbukti lompatan pembangunan terus dilakukan,” tambahnya.

Berbagai prestasi dan apresiasi juga kerap ditorehkan Pemko Batam. Baik secara kelembagaan sebagai pemerintah daerah, inovasi di tingkat OPD hingga penghargaan untuk Wali Kota Batam Muhammad Rudi dari berbagai pihak.

“Infrastruktur sekarang sedang gencarnya dikembangkan, pariwisata juga kami menyumbang kunjungan wisatawan mancanegara terbanyak kedua se-Indonesia,” ungkapnya.

Keberhasilan pembangunan, lanjut Amsakar, juga tercapai berkat kebersamaan yang dibangun di Batam. Menurutnya, di level Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), masyarakat hingga pengusaha terjalin dengan baik.

“Kita ambil contoh waktu pandemi. Semua pihak bahu membahu. Selain membantu Pemda, Forkompinda bahkan punya program. Masyarakat juga pengusaha juga banyak membantu,” terangnya.(*)

Hotel dan Restoran Sepakat Sepakat Kurangi Penggunaan Plastik

0
ILUSTRASI: Seorang pemulung memilih barang-barang bekas berupa sampah plastik dan kardus di Batuampar, Batam, Sabtu 18 September 2021. Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos – Sampah plastik menjadi beban bagi lingkungan. Untuk mengatasinya, banyak cara bisa dilakukan.

Bagi masyarakat, mengubah gaya hidup salah satunya dengan mengganti kantong plastik dengan kantong ramah lingkungan. Sementara bagi hotel dan restoran, mereka melakukan terobosan dengan jerigen daur ulang.

Dalam perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) 2022 yang jatuh Juni ini, dalam kampanye JERRYGREEN, memfasilitasi para pelaku industri HORECA (Hotel, Restoran, Cafe) untuk meningkatkan pengelolaan kemasan jerigen plastik HDPE bekas pakai untuk di daur ulang.

Sedikitnya 12 mitra hotel dan restoran dan 2 distributor yang tersebar di area Jakarta sepakat mengikuti program ini.

“Selama 12 bulan kedepan dan diharapkan dapat turut mengumpulkan setidaknya 5 ribu kemasan jerigen plastik HDPE bekas pakai untuk di daur ulang, sekaligus mendukung terlaksananya praktik ekonomi sirkular yang optimal,” jelas Managing Director Kraft Heinz Indonesia & Papua New Guinea Steven Debrabandere, dalam konferensi pers, Kamis (24/6).

Selain 12 hotel dan restoran, industri perhotelan, restoran, dan kafe lainnya diharapkan dapat ikut serta kampanye ini. Tujuannya difokuskan pada upaya peningkatan pengumpulan (collection) kemasan jerigen untuk di daur ulang (recycle).

Pada tahap awal peluncurannya, mitra hotel dan restoran yang berpartisipasi termasuk diantaranya: Aloft South Jakarta, Aloft Wahid Hasyim, The Mayflower Mariott Executive Apartment, Le Meridien Jakarta, serta JW Mariott Jakarta.

Kemudian ada juga Four Points by Sheraton Thamrin, Ritz-Carlton Mega Kuningan, The Westin Jakarta, Aryaduta Suites Semanggi, Aryaduta Lippo Village, Doner Kebab, dan Abuba Steak.

“Sehingga dunia bisnis berkolaborasi dalam pengelolaan kemasan yang bertanggung jawab menuju lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan. Ada dampal positif bagi bisnis yang berkelanjutan, tapi juga bagi lingkungan kita bersama,” jelas Head of Kraft Heinz Food Service Indonesia Joanna Sudharta.

BACA JUGA: Limbah Plastik Hasilkan Bahan Bakar Diesel

Beban Sampah Bisnis dan Pasar
Data SIPSN KLHK RI 2021 menunjukkan bahwa dari 154 kabupaten/kota se-Indonesia, 19,6 persen sampah dihasilkan dari kawasan perniagaan dan 16 persen dari kawasan pasar tradisional. Demi mendukung terwujudnya program Indonesia Bersih Sampah 2025, KLHK telah mengeluarkan Peraturan Menteri LHK RI Nomor 75 Tahun 2019 mengenai Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, yang juga mencakup para pelaku usaha di bidang manufaktur, jasa makanan minuman, dan ritel.

CEO Waste4Change Bijaksana Junerosano mengatakan, industri makanan minuman serta pelaku bisnis kuliner seperti hotel dan restoran berperan penting dalam rantai pengelolaan kemasan. Tidak hanya itu, saat ini kita melihat adanya tren dari konsumen yang semakin menghargai para perusahaan yang mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Kami berharap langkah ini dapat semakin mengedukasi masyarakat, para pengusaha kuliner, dan pelaku industri tentang pentingnya mengelola sampah dengan bertanggung jawab,” tegasnya. (*)

Reporter: JP Group

PKS Batam Dinyatakan Memenuhi Syarat Ikuti Verpol Pemilu 2024

0
PKS
Ketua DPD PKS Kota Batam, Yusuf dan Sekretaris DPD PKS Kota Batam, Warya Burhanuddin (keduanya berbaju putih) bersama pengurus dari DPP PKS dan DPW PKS Kepri. Foto: Istimewa untuk Batam Pos

batampos – Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Batam mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Persiapan Verifikasi Parpol dalam Pemilu 2024 bersama DPP PKS yang berlangsung di Batam, Selasa (28/6/2022).

Bimtek ini merupakan supervisi dari PKS pusat yang dipimpin Wasekjen Bidang Organisasi, Kinerja, Administrasi, dan Sistem Informasi Pusat Data Muhammad Arfian MBA dan Wasekjen Bidang Program dan Isu Strategis IIE Sumirat Sundana.

Kegiatan ini dihadiri Ketua BP3 BPW Sumbagut, Raden Hari Tjahyono; Ketua DPW PKS Kepri Bahktiar, dan Pengurus DPD PKS se-Provinsi Kepri.

Ketua DPD PKS Batam, Yusuf, mengatakan, Bimtek ini juga untuk persiapan pemenangan Pemilu.

“Insya Allah, persiapan ini merupakan satu langkah awal menuju pemenangan PKS Batam dalam Pemilu 2024.”

Bimtek dan supervisi ini untuk melakukan konfirmasi terhadap data-data yang telah diterima melalui survei internal PKS dalam kesiapan mengikuti verifikasi Parpol yang telah dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya.

Dalam Bimtek tersebut, PKS Kota Batam dinyatakan telah memenuhi syarat untuk mengikuti verifikasi partai politik.

“Alhamdulillah DPD PKS Kota Batam sudah dinyatakan memenuhi syarat dalam persiapan verifikasi Parpol oleh DPP PKS,” beber Sekretaris DPD PKS Kota Batam Warya Burhanuddin.

“Baik yang meliputi keanggotaan, kepengurusan, maupun domisili dan status kantor partai. Semuanya sudah memenuhi persyaratan untuk mengikuti verifikasi Parpol yang dilakukan KPU nantinya,” lanjut Warya.

Berdasarkan peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang tahapan dan jadwal Pemilu 2024, tahapan pendaftaran dan verifikasi partai politik nasional dan partai politik lokal dilaksanakan 29 Juli 2022 hingga 13 Desember 2022. Kemudian penetapan peserta Pemilu akan dilakukan KPU pada 14 Desember 2022.

Pada 24 Juni 2022 lalu KPU juga telah meluncurkan Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang akan digunakan untuk mengatur pelaksanaan pendaftaran dan verifikasi partai politik.

Sistem informasi berbasis website tersebut merupakan alat bantu dalam proses pendaftaran dan verifikasi partai politik.(*)

Reporter: Messa Haris

Bank BTN dalam Sehari Akad Massal 10 Ribu Rumah

0
ILUSTRASI: Kantor BTN di Batam Kota, Selasa 11 Juni 2013. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos – Akad massal dilakukan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk untuk program Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Tak main-main, akad massal yang digelar di Palembang, Sumatra Selatan ini sukses menggelar 10.000 unit rumah hanya dalam waktu sehari, Sabtu (25/6).

Direktur Consumer Bank BTN, Hirwandi Gafar, me­ngatakan, akad massal serentak KPR Bersubsidi selain sebagai upaya perseroan mendukung Program Sejuta Rumah dari pemerintah, juga sebagai upaya mengatasi permasalahan pembiayaan perumahan subsidi yang terimbas dampak pandemi Covid-19.

”Kita tunjukkan bahwa KPR itu masih jalan dan akad massal sebagai ajang promosi dan edukasi Bank BTN kepada masyarakat untuk dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau,” kata Hirwandi dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/6).

Menurut Hirwandi, Bank BTN sebagai Bank fokus perumahan ikut menopang geliat sektor properti yang memiliki multiple effect ke 174 sektor turunan lainnya dan perseroan akan terus berinovasi mendorong laju penya­luran KPR Bersubsidi untuk membantu pemerintah mempercepat pencapaian Program Satu Juta Rumah.

”Akad massal ini adalah yang ketiga kalinya sejak Januari 2022. Jumlah debitur yang melakukan akad kredit maupun pembiayaan sebanyak 10.000 debitur, yakni 8.500 debitur konvensional dan 1.500 debitur syariah,” urainya.

Bank BTN pun berterima kasih kepada Kementerian PUPR dan BP Tapera yang telah memberikan amanah menyalurkan KPR Bersubsidi dengan kuota terbanyak kepada BTN, yaitu 170.000 kuota KPR FLPP, 19.600 kuota KPR BP2BT dan 18.360 kuota KPR Tapera.

”Kegiatan akad massal KPR secara serentak ini merupakan salah satu strategi kami untuk dapat menghabiskan kuota yang telah dipercayakan oleh Pemerintah kepada Bank BTN,” ungkapnya.

Calon debitur yang melakukan akad kredit maupun pembiayaan sangat bervariasi karena Bank BTN merupakan satu-satunya Bank yang dapat melayani semua segmen pekerjaan baik itu formal maupun informal.

”Ini merupakan bukti komitmen kami mendukung pemerintah dalam memenuhi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dan maksimal. Ini tentunya sejalan dengan komitmen perseroan untuk terus menjadi Sahabat Keluarga Indonesia,” tutur Irwandi.

BACA JUGA: Optimalisasi Layanan, Bank BTN Tambah 30 Kantor

Adapun acara Akad Massal Serentak KPR Bersubsidi tersebut mengusung tema “BTN One Stop Housing Solution”, yang memiliki filosofi bahwa semua yang diperlukan oleh masyarakat Indonesia terkait perumahan ada di Bank BTN. Hal ini karena Semua Ada, Semua Bisa, Semua Segmen, Semua Mudah di Bank BTN.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna berharap, sektor properti yang meliputi 174 subsektor turunan terus tumbuh positif, sehingga mendukung momentum pemulihan ekonomi nasio­nal dan menyerap semakin banyak tenaga kerja.

”Pemerintah di tahun ini menyediakan berbagai program kemudahan dan bantuan pembiayaan rumah bagi masyarakat di antaranya FLPP, BP2BT, dan Tapera. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai program tersebut sesuai dengan kebutuhan,” terang Herry. (*)

Repoter: JP Group

Soal Pernikahan Beda Agama Rizal dan Eka, Wapres Tegaskan Haram

0
Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan fatwa larangan soal pernikahan beda agama, meski ada putusan Pengadilan Negeri Surabaya yang mengabulkan permohonan nikah tersebut. (Dok JawaPos.com)

batampos – Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan fatwa larangan soal pernikahan beda agama, meski ada putusan Pengadilan Negeri Surabaya yang mengabulkan permohonan nikah tersebut.

“Dari segi fatwa MUI tidak sejalan ya, tidak sejalan,” kata Ma’ruf seusai menghadiri Rapat Dewan Pimpinan MUI di Kantor MUI Jakarta, Selasa, (28/6).

Fatwa MUI yang dimaksud Ma’ruf adalah fatwa MUI Nomor 4/MUNAS VII/MUI/8/2005 tentang Perkawinan Beda Agama yang ditetapkan pada 28 Juli 2005 yang menyatakan “Perkawinan beda agama adalah haram dan tidak sah dan perkawinan laki-laki Muslim dengan wanita Ahlu Kitab, menurut qaul mu’tamad, adalah haram dan tidak sah”.

“Fatwanya sudah ada, waktu saya jadi ketua komisi fatwa,” tegas Ma’ruf.

Ma’ruf juga menuturkan, nantinya komisi hukum MUI akan membahas langkah selanjutnya putusan pengadilan negeri Surabaya tersebut.

“Nanti akan dibahas di MUI seperti apa di komisi hukum, karena fatwanya memang tidak boleh, nanti MUI akan buat (langkah hukum),” ungkap Ma’ruf.

Diketahui hakim tunggal Pengadilan Negeri Surabaya Imam Supriyadi pada 26 April 2022 mengabulkan permohonan dua orang pemohon yaitu Rizal Adikara yang beragama Islam dan Eka Debora Sidauruk yang memeluk Kristen.

Keduanya telah melangsungkan pernikahan menurut keyakinan agamanya masing-masing, yaitu secara Islam dan juga Kristen. Namun, ketika mereka akan mencatatkan pernikahannya di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya ternyata ditolak dengan alasan keyakinan agama yang dianut oleh pasangan ini berbeda.

Selanjutnya oleh pejabat Dispendukcapil Surabaya dianjurkan untuk mendapat penetapan Pengadilan Negeri di tempat kedudukan hukum para pemohon.

Hakim tunggal Imam Supriyadi yang meneliti perkara ini merujuk pada Pasal 21 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan juncto Pasal 35 UU RI Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan lalu membuat tiga putusan.

Pertama, memberikan izin kepada para pemohon untuk melangsungkan perkawinan beda agama di hadapan pejabat Kantor Dispendukcapil Surabaya.

Kedua, memerintahkan kepada pejabat Kantor Dispendukcapil Surabaya untuk melakukan pencatatan perkawinan beda agama para pemohon tersebut ke dalam register pencatatan perkawinan dan segera menerbitkan akta perkawinan tersebut.

Selanjutnya Dispendukcapil pun mencatat dan mengeluarkan permohonan akta perkawinan pasangan suami istri beda agama pada 9 Juni 2022 setelah adanya putusan dari Pengadilan. (*)

Reporter: JP Group

Di Kabupaten dengan Kasus PMK Terbanyak, Satu Per Satu Tabungan Hidup Itu Musnah

0
Ahmad Soim memberi makan sapinya yang sembuh dari PMK di Desa Besuk, Kabupaten Probolinggo, kemarin. (Edi Susilo/Jawa Pos)

Minimnya sosialisasi tentang penanganan sapi yang kena penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat para peternak mencoba beragam formula: dari kunir, air kelapa, larutan penyegar, sampai formalin. ”Kalau ada ganti berapa pun untuk sapi yang mati, kami mau,” kata salah seorang peternak di Kabupaten Probolinggo.

Edi Susilo, Kabupaten Probolinggo

SAPINYA yang kedua mati Sabtu (25/6) lalu akibat penyakit mulut dan kuku (PMK). Tenaga dan semangat Ahmad Soim pun seolah ikut lenyap bersamanya. Jarum jam telah sampai angka 09.00 kemarin (26/6) pagi, dia masih terpekur di sofa rumahnya.

”Biasanya jam segini ke sawah nyari rumput. Tapi, sekarang nggak lagi, wong sapinya tinggal satu,” kata warga Desa Besuk, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, itu.

PMK menyerang Desa Besuk dalam dua bulan terakhir. Merenggut satu per satu sapi ternak warga.

Padahal, sapi bagi warga Besuk adalah tabungan hidup. Dipergunakan untuk berbagai kebutuhan mendesak dan butuh biaya besar. Entah membeli pupuk, selamatan, maupun ketika keluarga menggelar acara pernikahan. Sapi menjadi solusi mengatasi cekaknya dana yang dipunyai para petani.

Dan, Soim kini merasakan itu. Dua sapi berjenis limosin dan simental yang mati miliknya jika dijual bisa laku Rp 45 juta. Rencananya, tabungan itu dipergunakan untuk berobat sang ibu yang terkena gangguan penglihatan.

Juga persiapan bersalin sang istri yang kini mengandung delapan bulan. ”Waktu lahir anak pertama, operasi Caesar. Saya jaga-jaga kalau anak kedua ini juga diminta operasi,” papar lelaki 29 tahun itu ketika ditemui Jawa Pos di rumahnya kemarin.

Tapi, harapan itu pupus ketika sapi jantan miliknya mati Sabtu lalu. Kini Soim dan ayahnya, Amir, hanya punya seekor sapi. Yang juga baru saja sembuh dari PMK. Sapi itu dibeli dua bulan lalu dari hasil pinjaman bank.

Kini pinjaman bank Rp 17,5 juta itulah yang membuat pikirannya tambah kalut. Jatuh tempo pembayaran kurang empat bulan lagi. Dan, keluarganya tak punya uang untuk menebus pinjaman yang jaminannya sertifikat tanah itu.

”Kalau mentok tak punya uang, terpaksa motor saya jual,” keluhnya.

Jawa Timur (Jatim) adalah provinsi dengan jumlah kasus PMK terbanyak. Data dari Posko Terpadu PMK pada Hewan Pemprov Jatim menunjukkan, jumlah PMK terus bertambah. Per Sabtu (25/6) total sudah ada 114.205 sapi yang terpapar.

Dari jumlah tersebut, per 26 Juni, Kabupaten Probolinggo menempati urutan pertama dengan 11.407 kasus. Dan, Bantaran merupakan satu di antara tiga kecamatan paling parah terpapar PMK.

Per Selasa (21/6) pekan lalu, terdapat total populasi 21.533 sapi potong di kecamatan tersebut. Sebanyak 1.414 di antaranya terpapar virus.

Sebelum sapinya mati lemas, Soim mengaku berbagai upaya telah ditempuh agar bisa sembuh. Mulai jamu kunir dan asam sampai berbagai macam obat yang dia sendiri sebenarnya tak yakin mujarabnya.

”Kunir selama tiga sapi saya sakit sudah habis setengah kuintal,” paparnya.

Belum lagi larutan penyegar hingga formalin untuk mengobati liur di mulut dan kuku sapi yang mengelupas. Memang selama diobati beragam cara itu, sapinya sempat membaik. Tapi, selang beberapa hari, kondisinya kembali drop dan akhirnya mati di kandang.

”Ini yang sampai sekarang saya dan teman-teman pemilik sapi bingungkan,” ucapnya.

Mereka tidak tahu secara pasti kapan sapi bisa dinyatakan sembuh dari PMK. Banyak peternak di desanya yang merasa virus bisa menyerang lagi setelah sapi sakit dan sembuh.

Sosialisasi pemerintah mengenai solusi dan penanganan sapi itulah yang kini diperlukan Soim dan para peternak lain. Termasuk pengobatan paten bagi sapi yang sakit agar tidak lagi memakai formula coba-coba. Selain menghabiskan biaya, kondisi sapi bisa makin parah.

Dia berharap nestapa peternak itu mendapat perhatian dari pemerintah. Termasuk jika ada wacana kompensasi untuk sapi yang dimusnahkan akibat wabah ini. ”Kalau ada ganti berapa pun, kami mau. Paling tidak bisa menutupi kebutuhan dan membayar utang,” harapnya.

Sebab, yang merugi sebenarnya bukan hanya mereka yang kehilangan sapi. Banyak tetangga Soim yang harus melepas ternak dengan harga murah karena khawatir keburu mati.

Di antaranya, Sutik. Dia harus melepas sapi jantannya dengan harga Rp 11,5 juta. Padahal, dia membeli sapi tersebut seharga Rp 21,5 juta. Rugi besar. ”Tapi, daripada mati, mending tak jual. Karena sudah sakit juga,” ucapnya.

Devi Rosalinda, petani lain asal Desa Gunung Tugel, Bantaran, Kabupaten Probolinggo, juga telah kehilangan dua sapi. Satu sapi betina yang bunting delapan bulan dan satu sapi anakan yang baru berusia empat hari.

Beruntung, kemarin sapi yang tinggal seekor miliknya sembuh. Kaki sapi yang luka telah kering. Sudah doyan memamah rumput dan kelobot jagung pula.

Di desanya, Devi menyebut semua peternak kini menunggu uluran pemerintah. Khususnya soal penanganan dan obat yang harus diberikan.

”Sosialisasi di desa ini setahu saya belum ada, Pak. Mantri baru datang setelah sapi saya mati. Lainnya, sapi yang sakit baru disuntik,” katanya.

Ma’ruf, peternak lain dari Desa Gunung Tugel, juga merasakan dampak PMK yang menyerang tujuh sapi milik keluarganya. Beruntung, tidak ada yang mati meski sakit selama tiga pekan.

Tapi, bukan berarti kecemasannya telah pergi. Pengalaman sejumlah koleganya sesama peternak, ternak yang dianggap sembuh ternyata bisa drop lagi. Apalagi, seekor ternaknya juga masih sakit. ”Kakinya bengkak dan luka,” katanya. (*/c19/ttg)

Tidak Ada Anggaran untuk Pasar Murah, Amsakar Akan Koordinasi Distributor dan BI

0
Wakil Walikota Batam amsakar Achmad F Cecep Mulyana 3 scaled e1636711618646
Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad -F Cecep Mulyana

batampos – Lonjakan harga kebutuhan pokok yang terus terjadi menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Hampir semua kebutuhan pokok ini mengalami kenaikan harga, terutama mendekati hari raya Idul Adha yang tinggal beberapa hari ke depan.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan sudah meminta bagian perekonomian untuk berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Batam untuk segera membahas solusi dari kenaikan harga ini.

“Tadi saya sudah telpon Pak Zul Arif untuk mencoba berkoordinasi dengan BI dan distributor untuk membahas kenaikan harga ini. Tadi informasi yang disampaikan untuk anggaran operasional tidak ada lagi. Jadi kami akan upayakan melalui TPID dan distributor,” kata Amsakar, Selasa (28/6).

Ia meminta peran serta semua pihak untuk mengendalikan kenaikan harga yang cukup meresahkan ini. Keberadaan pasar murah selama ini diakui sangat membantu dalam intervensi harga di pasar. Untuk itu, melalui forum distributor dan TPID diharapkan hal ini bisa segera dilaksanakan.

“Mungkin dalam beberapa hari ini akan saya follow up lagi. Seperti apa nanti untuk solusi penanganan lonjakan harga ini. Jika memang pasar murah bisa digelar tentu akan sangat baik,” ujarnya.

Amsakar menyebutkan pemerintah Kota Batam memang menganggarkan untuk kegiatan pasar murah setiap mendekati hari raya idul Fitri dan menjelang bulan puasa. Begitu juga dengan sembako murah yang berada di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam.

“Saya tadi juga sudah telpon Pak Gustian dan jawaban beliau anggaran sudah tidak ada. Sebab sembako murah juga sudah digelar beberapa bulan lalu. Sekarang kami coba dulu dari BI dan distributor ini,” sebutnya.

Amsakar mengungkapkan dalam kunjungan beberapa kepala daerah ke Batam, mereka juga menawarkan untuk MoU terkait pemenuhan kebutuhan pokok di Batam. Namun setelah dihitung oleh Dinas Ketahanan Pangan, dan Pertanian (DKPP) ternyata angka yang ditawarkan tidak masuk untuk Batam.

“Pak Mardanis menyampaikan costnya dan modal komoditi yang ditawarkan terlalu tinggi, dan kalau dipasarkan di Batam harganya tinggi. Jadi tidak solusi juga. Makanya implementasi dari MoU yang sudah ada tidak kunjung ada,” bebernya.

Ia mengatakan sebagai daerah yang mengandalkan daerah lain untuk pemenuhan kebutuhan. Batam sangat tergantung dari faktor cuaca, moda transportasi pengiriman, hingga harga yang ditawarkan daerah lain.

“Jawabannya masih sama. Kalau cuaca ektrem harga naik. Begitu juga dengan hukum ekonomi. Jika permintaan naik harga pun ikut naik. Intinya sekarang kami berupaya memenuhi pasokan, dan jangan sampai ada kelangkaan. Soal harga itu tergantung yang saya sebutkan tadi,” terangnya. (*)

Reporter : YULITAVIA