Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 740

Anggota Polsek Sagulung Dilaporkan Kasus Kekerasan, Sudah 3 Pekan Tidak Berdinas

0
Ilustrasi polisi

batampos – Anggota Polsek Sagulung, Brigpol YAAS sudah 3 pekan tidak beraktivitas atau berdinas di Polsek. Pria ini dilaporkan atas dugaan adanya tindakan kekerasan seksual dan penganiayaan terhadap kekasihnya, FM, 28.

“Yang bersangkutan sudah tidak ada beraktivitas lagi di Polsek,” ujar Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Faikar, Senin (3/11).

Husnul menjelaskan YAAS mulai tidak beraktivitas setelah menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Kepri sekitar satu bulan lalu atau sejak akhir September.

“Setelah pemeriksaan itu tidak terlihat lagi,” katanya.

Baca Juga: Sampah Perumahan Belum Teratasi, Sagulung Dijejali TPS Liar

Namin Husnul enggan berkomentar terkait kasus anggotanya tersebut. Menurut dia, kasus ini merupakan persoalan individu bukan institusi.

“Terkait kasus dan pemeriksaannya kita serahkan saaja ke Propam,” tegasnya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris mengatakan yang bersangkutan juga tidak terlihat beraktivitas beberapa pekan.

“Tidak ada lagi beraktivitas,” ujarnya singkat.

Baca Juga: Pemko Batam Genjot Produksi Ikan Lokal Lewat Bantuan Sarana Tangkap

Diketahui, YAAS dilaporkan ke Propam Polda Kepri oleh keluarga calon istrinya, FM, Senin (22/9). YAAS dilaporkan atas dugaan penganiayaan dan pelanggaran kode etik, setelah FM yang tengah hamil tiga bulan kerap mendapat kekerasan fisik hingga empat kali opname di rumah sakit.

Laporan Nomor: SPSP2/ 41 /IX/2025/Subbagyanduan atas nama terlapor FM tengah diproses. YAAS dilaporkan atas dugaan adanya tindakan Kekerasan Seksual dan Penganiayaan. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Anggota Polsek Sagulung Dilaporkan Kasus Kekerasan, Sudah 3 Pekan Tidak Berdinas pertama kali tampil pada Metropolis.

Daftar Gubernur Riau yang Pernah Terjaring OTT KPK

0
Mantan Gubernur Riau Annas Maamun saat diamankan KPK tahun 2014 silam. (Dok JawaPos.com)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Riau, pada Senin (3/11). Operasi senyap itu salah satunya mengamankan Gubernur Riau Abdul Wahid.

Giat operasi penindakan itu diduga berkaitan dengan proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau. KPK total mengamankan 10 orang, termasuk Gubernur Riau Abdul Wahid.

“Dari 10 orang tersebut, pihak-pihak yang diamankan dari pihak-pihak penyelenggara negara,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (3/11).

Namun, KPK masih enggan mengungkap identitas para pihak yang diamankan tersebut. Diduga OTT itu berkaitan adanya praktik suap dari pengadaan proyek di Dinas PUPR Provinsi Riau.

“Jadi kami juga belum bisa menyampaikan secara detil terkait dengan konstruksi perkaranya,” tegasnya.

Penangkapan ini menambah panjang daftar kepala daerah di Provinsi Riau yang terseret kasus korupsi, khususnya melalui operasi senyap lembaga antirasuah tersebut. Sebelumnya, dua gubernur Riau lainnya, yakni Rusli Zainal dan Annas Maamun, juga pernah berurusan dengan KPK, karena dugaan praktik rasuah.

Sebelum Abdul Wahid, Gubernur Riau periode 2014–2019, Annas Maamun, juga menjadi sasaran OTT KPK. Annas ditangkap pada 25 September 2014 di Jakarta, karena menerima suap terkait pengesahan alih fungsi lahan di Provinsi Riau.

Annas terbukti menyalahgunakan kewenangan di sektor kehutanan. Ia diduga memerintahkan sejumlah anak buahnya untuk mempercepat proses administrasi alih fungsi lahan demi keuntungan pribadi dan pihak tertentu.

Annas Maamun menerima uang sekitar Rp 2 miliar dari pengusaha sawit sebagai imbalan untuk memuluskan perubahan status kawasan hutan menjadi lahan perkebunan. Annas dijatuhi hukuman 6 tahun penjara, yang kemudian diperberat menjadi 7 tahun setelah Mahkamah Agung (MA) menolak upaya kasasinya.

Lebih jauh ke belakang, Gubernur Riau dua periode, 2003-2013, Rusli Zainal, juga pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 2013. Rusli Zainal terlibat dalam dua perkara besar, yakni korupsi proyek pembangunan venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tahun 2012 di Riau dan kasus pemberian izin kehutanan yang melanggar aturan.

Rusli terbukti menerima gratifikasi berjamaah dalam pengadaan proyek olahraga yang bernilai miliaran rupiah. Selain itu, Rusli juga terbukti menerima uang dari sejumlah perusahaan untuk memperpanjang izin pemanfaatan hutan produksi.

Modusnya adalah dengan menandatangani rekomendasi dan surat keputusan yang menguntungkan pihak swasta tanpa melalui prosedur resmi. Kasus ini menjadi salah satu skandal terbesar di Riau, karena melibatkan banyak pejabat daerah dan pengusaha.

Rusli dijatuhi hukuman 14 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor, yang kemudian dikurangi menjadi 10 tahun setelah vonis upaya hukum banding. (*)

Artikel Daftar Gubernur Riau yang Pernah Terjaring OTT KPK pertama kali tampil pada News.

Sampah Perumahan Belum Teratasi, Sagulung Dijejali TPS Liar

0
Sampah menumpuk di pinggiran jalan di Sagulung beberapa waktu lalu. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Sampah terus menjadi permasalahan di kawasan Sagulung. Penumpukan mulai terlihat di sekitar perumahan, pinggir jalan utama, sehingga menimbulkan aroma tak sedap.

Pantauan Batam Pos, penumpukan sampah banyak terlihat di kawasan Sei Pelenggut, Sei Lekop, dan Sei Langkai. Bahkan, sampah-sampah ini menutupi sebagian jalan.

Rosa, warga Sagulung mengatakan sejumlah warga sangaja memilih membuang sampah di pinggir jalan. Sebab, penumpukan selalu terjadi di kawasan perumahan.

“Daripada menumpuk dan bau di rumah, jadi dibuang di jalan atau lahan kosong,” ujarnya.

Baca Juga: Kasus Korupsi Asuransi Aset Persero: Satu Tersangka Serahkan Diri, Empat Orang Kini Ditahan

Menurut dia, pembuangan sampah oleh warga di tepi jalan mulai sulit diatasi. Rata-rata penumpukan terjadi setiap pekannya.

“Paling bersihnya hanya beberapa hari saja. Setelah itu numpuk lagi,” katanya.

Sementara Camat Sagulung, M. Arfie Eranov mengatakan persoalan sampah ini memang belum sepenuhnya teratasi. Menurutnya, armada pengangkut kecamatan sangat terbatas.

“Kita minta sinergi dengan DLH, karena di kecamatan backup kami terbatas. Kalau kami mengangkat TPS liar nanti malah terkendala di perumahan,” ujarnya.

Baca Juga: BNNP Kepri Sesalkan Oknum Aparat Catut Nama BNN

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan DLH untuk mengatasi TPS liar ini. Serta meminta Dinas Bina Marga dan pengusaha untuk menutup TPS liar tersebut.

“Dari DLH mobil patroli untuk TPS liar, tapi permasalahannya beberapa hari menumpuk lagi,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Sampah Perumahan Belum Teratasi, Sagulung Dijejali TPS Liar pertama kali tampil pada Metropolis.

Preview Liverpool vs Real Madrid: Saatnya The Reds Balas Luka Lama

0
Pemain Liverpool melakukan selebrasi usai menciptakan gol melawan Eintracht Frankfurt di Liga Champions. (F.Getty Image)

batampos – Anfield kembali menjadi panggung megah Eropa untuk laga yang sarat gengsi dan sejarah. Liverpool akan menjamu Real Madrid dalam lanjutan Liga Champions 2025/2026, Rabu (5/11) dini hari WIB.

Ini bukan sekadar pertandingan, melainkan duel dua kekuatan besar dengan nasib berbeda satu berjuang mencari konsistensi, satu lagi tampil dominan dan penuh percaya diri.

Meski sempat tampil inkonsisten musim ini, Liverpool mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah menundukkan Aston Villa 2-0 di Premier League akhir pekan lalu. Kemenangan itu menjadi suntikan moral penting jelang pertemuan sarat emosi melawan Los Blancos.

The Reds masih menyimpan luka dari dua final Liga Champions tahun 2018 dan 2022 yang sama-sama dimenangkan Real Madrid. Kini, atmosfer Anfield diyakini bisa menjadi kekuatan besar untuk menulis kisah berbeda.

Pelatih Arne Slot menuntut intensitas tinggi, agresivitas, dan keyakinan penuh dari para pemainnya.

Liverpool akan tetap mengandalkan Mohamed Salah sebagai tumpuan utama. Winger asal Mesir itu dikenal selalu tampil gemilang di laga besar. Dalam 14 pertandingan musim ini, Salah telah mencetak lima gol dan memberi tiga assist dan kini ia datang dengan motivasi balas dendam terhadap Madrid.

Namun, Liverpool masih dibayangi badai cedera. Alisson Becker, Stefan Bajcetic, Jeremie Frimpong, dan Giovanni Leoni dipastikan absen. Curtis Jones diragukan tampil, sementara Alexander Isak juga tak tersedia karena cedera pangkal paha.

Di sisi lain, Real Madrid datang ke Anfield dalam kondisi luar biasa. Tim asuhan Carlo Ancelotti yang kali ini kembali ke Anfield sebagai lawan tengah menikmati laju sempurna di Liga Champions dengan tiga kemenangan dari tiga laga.

Los Blancos juga mencatat lima kemenangan beruntun di semua kompetisi, dengan hanya kebobolan satu gol di Eropa sejauh ini.

Mesin gol utama mereka, Kylian Mbappé, berada dalam performa luar biasa. Dalam 14 laga di semua ajang, sang bintang asal Prancis telah mencetak 18 gol dan 12 assist. Ia akan memimpin lini depan bersama Vinícius Júnior dan pemain muda sensasional Franco Mastantuono.

Di lini tengah, Jude Bellingham dan Arda Güler menjadi motor kreativitas, sementara Aurélien Tchouaméni menjaga keseimbangan permainan. Meski demikian, Madrid juga menghadapi beberapa masalah cedera. Dani Carvajal absen panjang, Antonio Rüdiger masih dalam pemulihan, dan David Alaba menjalani tes kebugaran terakhir sebelum laga.

Head-to-Head Menarik Jelang Pertandingan

Sejak pertama kali bertemu, kedua tim sudah bentrok sebanyak 11 kali di kompetisi Eropa. Real Madrid mendominasi dengan 7 kemenangan, sementara Liverpool hanya mampu menang 3 kali, dan 1 laga berakhir imbang.

Namun sejarah tak selalu menentukan hasil di Anfield stadion yang sering melahirkan keajaiban di malam Eropa.

Prediksi Skor Liverpool: 2–1 Real Madrid

Dengan segala perbedaan kualitas dan momentum, laga ini diprediksi berjalan ketat. Real Madrid punya keunggulan dalam pengalaman dan konsistensi, tapi Anfield selalu punya cara mengubah cerita. Dukungan publik Merseyside bisa menjadi dorongan ekstra bagi Salah dkk untuk membalik keadaan.

Malam Eropa di Anfield selalu penuh magis dan kali ini, Liverpool bertekad membuktikan bahwa luka masa lalu bisa disembuhkan dengan kemenangan yang berarti. (*)

Prediksi Susunan Pemain

Liverpool (4-2-3-1):
Mamardashvili; Bradley, Konaté, van Dijk, Robertson; Gravenberch, Mac Allister; Salah, Szoboszlai, Gakpo; Ekitike

Real Madrid (4-3-3):
Courtois; Valverde, Militão, Huijsen, Carreras; Güler, Tchouaméni, Bellingham; Mastantuono, Mbappé, Vinícius Júnior

Artikel Preview Liverpool vs Real Madrid: Saatnya The Reds Balas Luka Lama pertama kali tampil pada Olahraga.

Ini Profil Gubernur Riau Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK

0
Gubernur Riau, Abdul Wahid. F. Ist

batampos – Gubernur Riau Abdul Wahid dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Senin (3/11). Kabar terkait OTT yang menyasar Abdul Wahid dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.

“Benar, salah satunya (Gubernur Riau Abdul Wahid),” kata Fitroh dikonfirmasi, Senin (3/11).

Selain Abdul Wahid, KPK mengamankan sembilan orang lainnya. Tim penindakan mengamankan total 10 orang dalam giat tangkap tangan tersebut.

“Sampai dengan saat ini ada sekitar sejumlah 10 orang yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan,” ucap Budi.

Meski demikian, Budi masih enggan mengungkap identitas dari pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. Termasuk barang bukti maupun kasus dari OTT yang menyasar Abdul Wahid.

“Tim masih di lapangan dan masih terus berprogres, jadi nanti kita akan terus update perkembangannya,” tegasnya.

Profil Gubernur Riau Abdul Wahid

Abdul Wahid merupakan politikus PKB. Pria yang karib disapa Cak Wahid, resmi dilantik sebagai Gubernur Riau periode 2025–2030 pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Ia menjadi salah satu gubernur termuda di Indonesia yang datang dari latar belakang pesantren dan keluarga sederhana.

Lahir di Desa Belaras, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, pada 21 November 1980, Abdul Wahid meniti perjalanan panjang dari pesisir menuju pucuk kepemimpinan daerah.

Abdul Wahid menimba pendidikan di SD dan MTs Sei Simbar, Wahid melanjutkan ke Pondok Pesantren Ashhabul Yamin di Canduang, Sumatera Barat. Dari sanalah dasar nilai keislaman dan kepemimpinan mulai tertanam kuat.

Selepas menimba ilmu agama, Wahid melanjutkan kuliah di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau dan meraih gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.Pd.I) pada 2004. Ia kemudian menempuh pendidikan pascasarjana dan memperoleh gelar Magister Sains (M.Si).

Aktivitasnya di organisasi mahasiswa dan gerakan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) membentuk dirinya menjadi pribadi yang vokal dan peduli pada isu-isu sosial.

Karier politik Abdul Wahid dimulai dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang menaunginya sejak awal. Ia terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Riau dua periode (2009–2019) dan kemudian melangkah ke tingkat nasional sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024.

Selama di parlemen, ia dikenal sebagai legislator muda yang lantang memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir dan petani kelapa.

Pada Pilkada Riau 2024, Wahid mencalonkan diri sebagai gubernur bersama pasangannya, S.F. Hariyanto. Pasangan ini unggul di sepuluh kabupaten/kota dan berhasil mengantarkan PKB untuk pertama kalinya memimpin Riau.

Namun, kini kariernya terperosok setelah dikabarkan terjaring OTT KPK. Abdul Wahid tengah dalam pemeriksaan intensif tim penindakan KPK. (*)

Artikel Ini Profil Gubernur Riau Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK pertama kali tampil pada News.

Pemko Batam Genjot Produksi Ikan Lokal Lewat Bantuan Sarana Tangkap

0
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto. (Antara)

batampos – Pemerintah Kota Batam terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan memacu produktivitas sektor perikanan. Melalui Dinas Perikanan, Pemko Batam menggelontorkan anggaran sebesar Rp6,78 miliar pada tahun anggaran 2025 untuk pengadaan kapal, mesin, dan alat tangkap ikan bagi nelayan di berbagai wilayah pesisir.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, menjelaskan, anggaran tersebut dialokasikan untuk beberapa kebutuhan utama, yakni Rp1,97 miliar untuk bahan dan alat penangkapan ikan, Rp944,5 juta untuk pengadaan boat pancung atau sampan, serta Rp3,86 miliar untuk mesin boat dan sampan.

“Mesin yang disiapkan umumnya berkapasitas 15 PK, disesuaikan dengan kebutuhan nelayan dan kondisi perairan mereka. Tahun lalu juga ada yang kami berikan 40 PK, tapi yang paling banyak diajukan tetap 15 PK,” jelas Yudi.

Program ini ditujukan kepada 92 Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang menaungi 313 nelayan penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas nelayan Batam dalam memenuhi kebutuhan ikan lokal sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan.

“Ini bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah, karena sektor perikanan tangkap merupakan salah satu penopang utama ketersediaan sumber protein masyarakat,” ujarnya.

Selain meningkatkan produktivitas, program ini juga diharapkan dapat mendorong kemandirian nelayan. Yudi menegaskan, Pemko Batam tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memprioritaskan kelompok nelayan yang dinilai aktif, disiplin, dan mampu mengelola bantuan secara berkelanjutan.

“Kami melihat KUB yang memang layak dan sudah mandiri. Bantuan ini bukan hanya stimulan, tapi juga bentuk kepercayaan agar mereka bisa terus tumbuh dan menjadi motor penggerak ekonomi pesisir,” katanya.

Dinas Perikanan juga menyiapkan pendampingan teknis agar nelayan penerima bantuan dapat memaksimalkan pemanfaatan kapal dan alat tangkap yang diberikan.

“Pendampingan tetap kami lakukan, terutama dalam hal pemeliharaan kapal dan pengelolaan hasil tangkapan. Tujuannya supaya bantuan ini tidak berhenti hanya pada distribusi, tapi juga berdampak jangka panjang,” tambah Yudi. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pemko Batam Genjot Produksi Ikan Lokal Lewat Bantuan Sarana Tangkap pertama kali tampil pada Metropolis.

Menjaga Jiwa Bahasa Siswa di Tengah Revolusi Pembelajaran Digital

0
Nur Maladewi

PERKEMBANGAN teknologi digital yang melesat dalam dua dekade terakhir telah mengubah hampir seluruh sendi kehidupan, termasuk pendidikan.

Proses belajar tidak lagi bergantung pada ruang kelas fisik, melainkan berlangsung secara daring, interaktif, adaptif, serta menembus batas geografis lewat kelas sinkron dan asinkron, LMS, dan proyek kolaboratif.

Transformasi ini menjanjikan akses informasi yang luas, sumber belajar yang berlimpah, dan personalisasi pembelajaran.

Baca juga: Ketika Dunia Datang ke Bintan, Biarkan Bahasa Indonesia yang Menemaninya!

Namun, bersama manfaat itu hadir kegelisahan yang tidak boleh disepelekan, bagaimana menjaga “jiwa bahasa”—nilai, etika, ketepatan kaidah, kepekaan konteks, dan kekayaan kultural—agar tidak tergerus oleh budaya komunikasi yang semakin cepat, instan, dan serba ringkas.

Dalam konteks itulah, penting untuk kembali menegaskan makna dan peran bahasa. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cermin identitas kolektif.

Kridalaksana (2008) menegaskan fungsi bahasa sebagai pembentuk budaya dan pemersatu bangsa. Penurunan kecakapan berbahasa yang baik dan benar tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan teknis, melainkan sebagai gejala melemahnya sebagian jati diri bangsa.

Selama ini, bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan telah lama mengikat keberagaman etnis dan sosial di Nusantara. Namun, di era digital, fungsi tersebut menghadapi tantangan baru.

Intensitas interaksi generasi muda di media sosial memunculkan kebiasaan bertutur yang singkat, bercampur kode, dan sarat serapan yang kerap melompati pertimbangan makna serta kaidah.

Baca juga: Bereksperimen Membaca yang Banal dalam Kisah-Kisah Magis Hantu Ulang-Alik

Tantangan tersebut semakin nyata dalam ranah pendidikan, khususnya pada ruang kelas digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran.

Dalam lingkungan ini, efisiensi sering menjadi prinsip utama. Materi dipadatkan dalam bentuk infografik, video singkat, dan kuis cepat demi mempertahankan atensi. Pola ini efektif untuk penyampaian informasi, tetapi mudah mengorbankan kedalaman struktur bahasa.

Dari situ muncul gaya “digitalese”, yakni penggunaan singkatan seperti btw, imo, atau wkwk, emotikon dan stiker, serta hibridasi bahasa lokal, nasional, dan global dalam satu tuturan.
Fenomena ini menunjukkan kelenturan dan kreativitas, tetapi apabila menjadi input dominan tanpa penyeimbang, fenomena tersebut berisiko melemahkan disiplin berbahasa formal, terutama dalam menata diksi, kausalitas, dan alur argumentasi.

Kecenderungan tersebut dapat dijelaskan melalui pandangan teoretis tentang fungsi bahasa dalam proses berpikir.

Vygotsky (1978) menempatkan bahasa sebagai alat mediasi utama perkembangan kognitif; berpikir tumbuh melalui interaksi sosial yang dimediasi simbol bahasa. Apabila bahasa pada pembelajaran digital direduksi menjadi potongan pesan yang miskin struktur, kesempatan untuk membangun nalar, argumentasi, dan koherensi wacana pun ikut menyempit.
Krashen (1982) menambahkan, melalui hipotesis masukan, bahwa kualitas serta intensitas keterpaparan terhadap input berbahasa yang kaya dan terstruktur akan memengaruhi internalisasi kompetensi.

Jika input dominan bersifat kasual dan abai tata bahasa, performansi berbahasa formal cenderung menurun. Singkatnya, mutu bahasa di ruang digital ikut menentukan mutu berpikir.

Menjawab tantangan itu, strategi pedagogis yang “sadar bahasa” perlu dirancang. Pertama, hadirkan jeda reflektif setelah konsumsi konten cepat: siswa menulis ringkasan 150–200 kata berbahasa baku yang menyertakan rujukan, lalu melakukan penyuntingan berlapis (self-editing dan peer review) menggunakan rubrik EYD V, kohesi dan koherensi, dan ketepatan istilah.

Kedua, perbanyak tugas berbasis produksi artikel blog ilmiah, naskah video edukatif, poster digital, atau ringkasan visual yang menuntut kemampuan berargumentasi, mengorganisasi paragraf, dan menyusun sitasi.

Ketiga, sediakan “diet membaca panjang”: kurasi esai, feature, dan artikel ilmiah populer sebagai penyeimbang konsumsi short-form content.

Baca juga: Unsur Hewan dalam Nama Penyakit Melayu Kepri

Keempat, masukkan literasi santun berbahasa (netiquette) ke kurikulum. Teori kesantunan Brown dan Levinson (1987) menekankan pentingnya menjaga muka (face) lawan tutur melalui pilihan kata, strategi bertutur, dan struktur kalimat.

Prinsip ini universal baik lisan maupun tulisan digital dan dapat dilatih melalui simulasi forum diskusi akademik, etiket surat elektronik, serta praktik memberi umpan balik yang tegas, jelas, namun tetap beradab.

Kelima, manfaatkan alat bantu berbasis kecerdasan buatan secara pedagogis.

Pemeriksa ejaan dan penelaah gaya dapat berfungsi sebagai “cermin” yang membantu siswa merevisi, dengan catatan penggunaannya dilakukan secara transparan dan disertai refleksi, sehingga alat tidak menggantikan tanggung jawab intelektual penulis.

Keenam, ajarkan alih kode dan pemilahan ragam (register) secara eksplisit. Siswa perlu menyadari bahwa bahasa gawai untuk percakapan santai tidak identik dengan ragam ilmiah untuk presentasi, laporan, atau surat dinas.

Latihan efektif adalah “terjemah ragam”: mengubah potongan chat informal menjadi paragraf formal dengan struktur SPOK yang jelas, penanda wacana yang tepat, dan rujukan akurat.

Pada saat yang sama, keberagaman bahasa daerah patut dirangkul sebagai modal kultural, translanguaging yang terarah dapat menjadi jembatan menuju penguasaan bahasa Indonesia baku dalam konteks akademik.

Ketujuh, terapkan pendekatan Writing Across the Curriculum (WAC) agar “jiwa bahasa” menjadi komitmen lintas mata pelajaran. Guru IPA menugaskan laporan praktikum dengan abstrak, metode, hasil, dan pembahasan yang ditulis sesuai ejaan; guru IPS menilai esai argumentatif menggunakan indikator koherensi dan rujukan; sementara guru seni meminta proposal pameran dengan bahasa persuasif yang santun.

Bersamaan dengan itu, institusi perlu membangun ekosistem yang memihak mutu bahasa, antara lain melalui: (1) kebijakan tugas tertulis dengan standar rujukan dan sitasi, (2) klinik bahasa dan menulis terintegrasi pusat TIK, (3) perpustakaan digital yang mengurasi sumber tepercaya, (4) lokakarya EYD V berkala bagi guru dan siswa, serta (5) asesmen autentik yang menilai sekaligus membina aspek kebahasaan.

Dalam semangat pendidikan dialogis, Freire (2005) menyampaikan bahwa pendidikan sejatinya adalah proses pembebasan melalui dialog bermakna; teknologi hendaknya memampukan artikulasi pengalaman dan negosiasi makna, bukan menipiskan kedalaman berbahasa.

Pada akhirnya, keterlibatan orang tua dan komunitas juga memegang peranan. Membudayakan waktu membaca bersama, memilihkan bacaan bermutu, memberi keteladanan bertutur, dan berpartisipasi dalam klub literasi sekolah akan memperkaya input yang diterima anak.

Kolaborasi tiga serangkai yaitu sekolah, keluarga, dan komunitas menciptakan scaffolding sosial yang memperkuat kebiasaan berbahasa yang baik.

Ketika ruang digital membanjiri kita dengan pesan singkat, komunitas belajar menyeimbangkannya melalui tradisi membaca panjang, menulis reflektif, dan bercakap santun yang konsisten.

Revolusi pembelajaran digital adalah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Namun, kemajuan teknologi hendaknya tidak membuat siswa kehilangan jati diri kebahasaan.

Menjaga jiwa bahasa berarti menjaga martabat berpikir, berbudaya, dan bernegara. Bahasa Indonesia harus tetap hidup, berkembang, dan beradaptasi tanpa kehilangan nilai estetik dan etiknya.

Sebagaimana dikatakan oleh Ki Hadjar Dewantara, “Bahasa menunjukkan bangsa.” Dalam konteks pembelajaran digital, pepatah itu menjadi pengingat bahwa di balik layar dan algoritma, manusia tetaplah makhluk berbahasa.

Oleh karena itu, mari kita jadikan teknologi bukan sebagai ancaman bagi bahasa, melainkan sebagai sarana yang memperkuat jiwa bahasa agar tetap terjaga di tengah arus revolusi pembelajaran digital. (*)

Oleh: Nur Maladewi
Penelaah Teknis Kebijakan BPMP Prov. Kepri

Artikel Menjaga Jiwa Bahasa Siswa di Tengah Revolusi Pembelajaran Digital pertama kali tampil pada News.

Haaland Butuh Dua Gol Lagi untuk Rebut Rekor 100 Gol Liga Inggris

0
Erling Haaland (Manchester City) berebut bola dengan Bafode Diakite (Bournemouth) dalam laga Liga Inggris di Etihad Stadium, Minggu (2/11). (F.AP Photo/Ian Hodgson)

batampos – Erling Haaland, yang dikenal sebagai mesin pencetak gol era modern, kini hanya memerlukan dua gol lagi untuk memecahkan rekor baru sebagai pemain tercepat yang mencetak 100 gol di Liga Inggris.

Musim ini, Haaland tampil mengesankan dengan mencetak 20 gol dalam 17 pertandingan bersama Manchester City di musim 2025/2026. Dari total tersebut, 13 gol berhasil diraihnya di kompetisi Liga Inggris.

Sejak bergabung dengan Manchester City menjelang awal musim 2022/2023, pemain internasional Norwegia ini telah mencetak 98 gol dalam 107 penampilan di liga tertinggi Inggris. Dengan hanya dua gol lagi, Haaland akan mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pencetak 100 gol dengan waktu yang sangat singkat.

Rekor saat ini dipegang oleh Alan Shearer, yang mencetak 100 gol dalam 124 penampilan. Hal ini memberikan Haaland kesempatan untuk memecahkan rekor tersebut dalam 16 pertandingan liga yang tersisa.

Liga Inggris telah menjadi tempat bagi sejumlah pencetak gol hebat seperti Thierry Henry, Harry Kane, dan Mohamed Salah, tetapi tidak ada yang berhasil mengalahkan rekor Shearer yang telah bertahan sejak 1995.

Haaland tampaknya siap untuk melampaui pencetak gol legendaris tersebut dalam waktu yang relatif singkat, bahkan sebelum memasuki musim keempatnya di liga yang dianggap terbaik di dunia saat ini. Ia memiliki kesempatan untuk mencapai prestasi ini pada Minggu (9/11), ketika Manchester City menjamu Liverpool di Etihad Stadium.

Jika Haaland berhasil mencetak dua gol saat melawan juara bertahan Inggris tersebut, ia akan mencapai angka 100 gol di Liga Inggris hanya dalam 108 pertandingan. Namun, jika ia tidak berhasil, kesempatan berikutnya akan muncul saat City bertandang ke markas Newcastle United setelah jeda internasional pada Minggu (23/11) di St. James Park.

Berikut adalah daftar pencetak 100 gol tercepat dalam sejarah Liga Inggris:

1. Alan Shearer (124 pertandingan)

2. Harry Kane (141 pertandingan)

3. Sergio Aguero (147 pertandingan)

4. Thierry Henry (160 pertandingan)

5. Mohamed Salah (162 pertandingan)

6. Ian Wright (173 pertandingan)

7. Robbie Fowler (175 pertandingan)

8. Les Ferdinand (178 pertandingan)

9. Michael Owen dan Andrew Cole (185 pertandingan)

Artikel Haaland Butuh Dua Gol Lagi untuk Rebut Rekor 100 Gol Liga Inggris pertama kali tampil pada Olahraga.

Komdigi Kaji Pemberlakuan Sertifikasi pada Influencer seperti di Tiongkok

0
Ilustrasi influencer. (foto : Pexels.com/LizaSummer)

batampos – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah mempertimbangkan kemungkinan pemberlakuan sertifikasi pada influencer. Hal ini mirip dengan kebijakan yang baru diterapkan di Tiongkok.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Bonifasius Wahyu Pudjianto, mengatakan, kebijakan tersebut masih dibahas pada tahap internal.

“Kami masih kaji dulu dan ini menarik, kami (Komdigi) ada WA Group, kita lagi bahas gimana isu ini. Ada negara yang sudah mengeluarkan kebijakan baru nih, nah kami masih kaji,” kata Bonifasius di Kantor Komdigi, dikutip Senin (3/11).

Dia menjelaskan, Komdigi memang selalu memantau kebijakan negara lain terkait dengan penjagaan ekosistem digital. Seperti halnya Indonesia yang belajar dari Australia terkait pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur.

Hal ini kemudian mendorong penertiban Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).

Bonifasius berpendapat, kebijakan sertifikasi bagi influencer di Tiongkok hingga saat ini masih dikaji dan dianalisis. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran konten yang bersifat misinformasi. Di sisi lain, tetap tidak sampai mengekang kebebasan masyarakat di ruang and digital.

“Kami perlu menjaga, tetapi jangan sampai terlalu mengekang. Kompetensi memang diperlukan. Jangan sampai mereka membuat konten yang salah,” ujarnya.

Meski begitu, dia mengungkapkan hingga kini pihaknya belum memutuskan apakah kebijakan tersebut akan benar-benar diterapkan di Indonesia. Komdigi masih membuka ruang diskusi dengan sejumlah pihak terkait kebijakan ini.

“Kami harus mendengar. Kalau perlu (diterapkan), oke, tapi bagaimana? Seperti apa? Kan pasti ada leveling grade. Seperti apa yang harus kami atur, menyasar siapa saja? Karena sekarang yang jadi konten kreator banyak banget,” tukas Bonifasius. (*)

Artikel Komdigi Kaji Pemberlakuan Sertifikasi pada Influencer seperti di Tiongkok pertama kali tampil pada News.

BNNP Kepri Sesalkan Oknum Aparat Catut Nama BNN

0
Balai Rehabilitasi BNN Kepri di Batam.

batampos – BNNP Kepri menyesalkan adanya oknum penegak hukum yang mencatut nama institusinya dalam kasus penggerebekan fiktif di Botania, Batam. Lembaga antinarkotika itu menilai tindakan tersebut tidak hanya merugikan korban, tetapi juga mencoreng kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Kabid Berantas BNNP Kepri, Kombes Nestor Simanihuruk, menegaskan bahwa BNN tidak pernah menggelar operasi di lokasi tersebut. Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati dan segera melapor apabila menemukan tindakan mencurigakan yang mengatasnamakan BNN.

“BNN tidak pernah melakukan penggerebekan di sana. Jadi kalau ada yang mengaku dari BNN, masyarakat harus curiga dan segera melapor,” ujar Nestor, Senin (3/11).

Baca Juga: Kasus Korupsi Asuransi Aset Persero: Satu Tersangka Serahkan Diri, Empat Orang Kini Ditahan

Menurutnya, pihak BNNP Kepri langsung berkoordinasi dengan Polda Kepri setelah muncul informasi adanya keterlibatan oknum anggota kepolisian. “Kami sudah koordinasi dengan Polda, dan informasinya oknum tersebut sudah diproses. Kami juga berkomunikasi dengan Wakapolda Kepri terkait perkembangan penyelidikan,” katanya.

Selain itu, Nestor menyebut pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari Polisi Militer (POM), mengingat tujuh dari delapan pelaku merupakan oknum anggota TNI. “Kami menunggu langkah dari POM, karena sebagian pelaku adalah anggota militer,” ujarnya.

Nestor juga menyoroti lambatnya pelaporan masyarakat terhadap kasus ini. Bahkan hingga waktu hampir dua pekan lamanya.

“Kejadian 16 Oktober, tapi baru dilaporkan 2 November. Kalau laporan cepat, tentu penanganannya bisa lebih cepat,” kata dia.

Baca Juga: 1 Perwira Polda Kepri Terlibat dalam Penggerebekan Narkoba Fiktif di Botania

Ia menegaskan, BNN selalu terbuka terhadap informasi dari masyarakat dan siap berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya. “Kami sangat terbuka. Jadi kami sayangkan kalau ada oknum yang memanfaatkan nama BNN untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Nestor berharap proses hukum terhadap para pelaku dapat berjalan transparan dan tegas. Tujuannya agar memberi efek jera terhadap pelaku.

“Kami berharap oknum yang mencatut nama BNN itu diproses hukum agar memberi efek jera dan tidak mencoreng nama baik aparat penegak hukum,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Yashinta

Artikel BNNP Kepri Sesalkan Oknum Aparat Catut Nama BNN pertama kali tampil pada Metropolis.