Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 742

8 Kenyataan Pahit Tentang Pernikahan Setelah 20 Tahun Bersama

0
Ilustrasi – seorang wanita sedang bersedih sambil memegang cincin pernikahan. (ANTARA/Pexels)

batampos – Kenyataan pahit dalam pernikahan sering kali baru terungkap setelah pasangan melewati waktu yang cukup lama bersama misalnya 20 tahun lamanya.

Pernikahan yang telah berlangsung selama 20 tahun membawa pembelajaran mendalam yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Berbagai kenyataan pahit ini muncul dari pengalaman nyata yang dialami pasangan setelah 20 tahun menjalani kehidupan bersama.

Pernikahan selama 20 tahun mengajarkan bahwa hubungan membutuhkan lebih dari sekadar perasaan romantis semata.

Dilansir dari geediting.com pada Selasa (4/11), bahwa ada delapan kenyataan pahit tentang pernikahan yang baru Anda ketahui setelah 20 tahun bersama.

1.Cinta saja tidak cukup menopang hubungan

Hubungan suami istri adalah perjalanan panjang yang memerlukan lebih dari sekadar perasaan cinta romantis semata.

Fondasi cinta memang sangat penting namun seiring waktu akan terlihat bahwa dibutuhkan elemen lain untuk bertahan.

Kompromi menjadi kunci utama bersama dengan pemahaman mendalam terhadap pasangan dan kesabaran yang terus dilatih.

Kerja keras secara konsisten diperlukan untuk menjaga hubungan tetap harmonis meskipun menghadapi berbagai tantangan berat.

Momen-momen sulit seperti pertengkaran dan pertanyaan tentang hubungan justru menjadi ujian yang menguatkan ikatan pasangan.

2.Berkomunikasi lebih sulit dari perkiraan

Kemampuan berbicara dan mengungkapkan pikiran ternyata tidak otomatis membuat seseorang mahir berkomunikasi dengan pasangan.

Rutinitas yang terbentuk seringkali membuat pasangan terjebak dalam asumsi tentang apa yang dipikirkan atau dirasakan pasangannya.

Asumsi-asumsi ini kemudian berkembang menjadi kesalahpahaman yang memicu pertengkaran bahkan untuk hal-hal sepele sekalipun.

Komunikasi efektif bukan hanya tentang berbicara melainkan juga tentang mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan memahami maksud pasangan.

Menghindari asumsi dan memilih untuk bertanya langsung adalah kunci untuk menjaga komunikasi tetap sehat dan produktif.

3.Tidak harus selalu menyukai pasangan setiap saat

Para ahli hubungan menyatakan bahwa sesekali tidak menyukai pasangan adalah hal yang normal dan wajar terjadi.

Tidak ada manusia yang sempurna karena semua orang memiliki kebiasaan dan keunikan yang terkadang bisa menjadi sumber ketidaknyamanan.

Seiring berjalannya waktu akan ditemukan sifat-sifat tertentu dari pasangan yang mungkin tidak sesuai dengan preferensi pribadi.

Perasaan tidak suka ini boleh muncul selama tidak menjadi kondisi yang dominan dan terus-menerus dalam hubungan.

Kuncinya adalah mengingat bahwa perasaan negatif tersebut bersifat sementara dan tidak mengurangi rasa cinta yang mendasari.

4.Pertumbuhan pribadi adalah perjalanan bersama

Pernikahan bukan hanya persatuan dua hati melainkan penyatuan dua kehidupan yang terus berkembang dan berevolusi bersama-sama.

Setiap individu akan mengalami pertumbuhan dan perubahan yang mungkin tidak selalu sejalan dengan perkembangan pasangannya.

Perbedaan arah pertumbuhan ini bisa membuat pasangan merasa sedang bergerak menuju tujuan yang berbeda satu sama lain.

Kuncinya bukan menolak perubahan atau memaksakan pasangan masuk ke dalam cetakan yang diinginkan oleh diri sendiri.

Yang terpenting adalah merangkul pertumbuhan masing-masing dan memberikan dukungan penuh melalui segala fase kehidupan yang dilalui.

5.Hubungan tidak akan selalu terasa seimbang

Ekspektasi bahwa semua aspek dalam pernikahan akan terbagi rata lima puluh berbanding lima puluh adalah ilusi yang keliru.

Pembagian tugas rumah tangga beban mengasuh anak dan tanggung jawab emosional tidak akan pernah benar-benar setara.

Ada masa-masa ketika satu pihak harus menanggung beban lebih besar sementara pihak lain sedang menghadapi kesulitan tertentu.

Perubahan pekerjaan kondisi kesehatan atau tekanan hidup membuat peran dalam hubungan perlu disesuaikan secara fleksibel dan dinamis.

Yang lebih penting dari menghitung kontribusi adalah memastikan kedua belah pihak merasa dihargai dan didukung dalam kondisi apapun.

6.Ketidaksepakatan bisa menjadi hal yang menyehatkan

Hubungan yang damai bukan berarti hubungan tanpa argumen atau perbedaan pendapat sama sekali di antara pasangan.

Ketidaksepakatan adalah bagian normal dari hubungan dan menjadi kesempatan untuk mengekspresikan perasaan serta berbagi sudut pandang.

Kunci utamanya terletak pada cara menangani perbedaan pendapat tersebut apakah dengan cara yang konstruktif atau destruktif.

Pertengkaran dengan teriakan dan kata-kata menyakitkan tidak akan membawa manfaat bagi kesehatan hubungan jangka panjang.

Diskusi yang tenang dan penuh respek di mana kedua pihak saling mendengarkan justru menjadi momen pertumbuhan yang berharga.

7.Pasangan tidak bisa membaca pikiran

Sedekat apapun pasangan mengenal satu sama lain mereka tidak memiliki kemampuan untuk membaca isi pikiran secara otomatis.

Komunikasi terbuka tentang perasaan dan kebutuhan pribadi mutlak diperlukan tidak peduli seberapa sepele atau pentingnya hal tersebut.

Keterbukaan dalam berkomunikasi mungkin terasa tidak nyaman terutama bagi mereka yang tidak terbiasa mengekspresikan perasaan dengan gamblang.

Komunikasi yang jelas adalah tulang punggung dari hubungan yang kuat sehingga tidak boleh mengharapkan pasangan menebak-nebak sendiri.

Berbicara dengan jujur dan membiarkan pasangan memahami isi hati akan membuat perbedaan signifikan dalam kualitas hubungan yang dijalani.

8.Hubungan adalah pekerjaan yang terus berlangsung

Hubungan suami istri bukanlah sesuatu yang bisa dibiarkan berjalan sendiri tanpa perhatian dan usaha yang konsisten setiap harinya.

Dibutuhkan perhatian penuh upaya berkelanjutan dan kepedulian yang tulus untuk menjaga hubungan tetap sehat dan berkembang positif.

Seperti taman yang memerlukan penyiraman rutin sinar matahari cukup dan penyiangan berkala agar bisa tumbuh subur dan berbunga.

Mengabaikan hubungan akan membuat ikatan tersebut layu dan mati perlahan tanpa disadari oleh kedua belah pihak.

Terus memelihara hubungan melalui komunikasi pemahaman terhadap perubahan mencari titik temu saat berbeda pendapat dan saling mencintai adalah investasi terbaik. (*)

Artikel 8 Kenyataan Pahit Tentang Pernikahan Setelah 20 Tahun Bersama pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Tertinggi di Sumatera, Gubkepri Ansar: Mari Sukseskan Sensu Ekonomi 2026

0
Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam kegiatan penandatanganan komitmen bersama sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Senin (3/11/2025). (Ogi/DISKOMINFO KEPRI)

batampos-Kepala BPS Provinsi Kepri Margaretha Ari Anggorowati mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II tahun 2025 mencapai 7,12 persen, tertinggi di Pulau Sumatera dan ketiga tertinggi secara nasional.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Kepri memiliki daya saing tinggi dan menjadi salah satu motor ekonomi nasional,” kata Margaretha memberikan sambutan di kegiatan penandatanganan komitmen bersama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Aula Wan Seri Beni, Komplek Pemerintahan Provinsi Kepri, Dompak, Senin (3/11/2025).

Karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sangat penting untuk memetakan struktur ekonomi, daya saing usaha, hingga kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional,” jelas Margaretha dalam .

Margaretha menambahkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan kelima sejak 1986, 1996, 2006, dan 2016. Pelaksanaan sensus ini dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, dan menjadi bagian dari siklus 10 tahunan sensus nasional: sensus penduduk (tahun berakhiran 0), sensus pertanian (3), dan sensus ekonomi (6).

BACA JUGAData Pelaku Koperasi dan UMKM, BPS Turunkan 213 Tenaga Sensus

Menurutnya, SE2026 akan menjadi instrumen penting untuk menggambarkan peta perekonomian wilayah, daya saing usaha, kontribusi UMKM, penerapan ekonomi digital dan hijau, serta tantangan dunia usaha dalam menghadapi perubahan ekonomi global.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati serta sejumlah pemangku kepentingan berfoto bersama usai penandatanganan komitmen bersama sukseskan Sensus Ekonomi 2026. (Ogi/DISKOMINFO KEPRI)

Tandatangan Komitmen Bersama
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (3/11/2025), menandatangani komitmen bersama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.

Penandatanganan kesepakatan bersama dilakukan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dengan berbagai pemangku kepentingan di Aula Wan Seri Beni, Dompak.

Penandatanganan dilakukan Kepala BPS Provinsi Kepri Margaretha Ari Anggorowati, Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbar, Riau, dan Kepri, perwakilan pemerintah kabupaten/kota, Kepala BP Batam, Administrator Galang Batang, serta pimpinan dari berbagai institusi pendidikan, asosiasi usaha, dan lembaga ekonomi, di antaranya UMRAH, TVRI Kepri, PSMTI, BPD HIPMI Kepri, APINDO, HKI Kepri, dan PHRI Kepri.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan penting untuk menghadirkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan terkini, guna menjadi dasar kebijakan publik yang efektif.

“Kita semua memiliki kewajiban untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Urgensinya sangat besar karena data yang akurat menjadi fondasi dalam merumuskan kebijakan, menyusun perencanaan, hingga menentukan intervensi strategis pemerintah,” ujar Gubernur Ansar.

Ia menambahkan, selama ini banyak kebijakan publik yang belum optimal karena belum didukung data yang komprehensif dan terkini.

Oleh sebab itu, pelaksanaan SE2026 menjadi bagian penting dari gerakan mewujudkan Satu Data Indonesia, yang diharapkan dapat memperkuat arah pembangunan ekonomi di daerah.

“Saya minta Pak Sekda untuk menyiapkan surat edaran agar seluruh OPD, Disnaker, dan instansi terkait ikut berkolaborasi dengan BPS. Semua objek usaha wajib memberikan data secara benar dan lengkap, mulai dari pelaku UMKM hingga perusahaan besar,” tegas Ansar.

Menutup kegiatan, Gubernur Ansar kembali menekankan bahwa Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi merupakan upaya strategis untuk membangun arah pembangunan berbasis data dan bukti (evidence-based policy).

“Dengan data yang valid, kita bisa merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran, mengembangkan sektor unggulan, dan memperkuat daya saing ekonomi daerah. Kepri siap menjadi provinsi yang sejahtera dan berbasis data,” pungkas Ansar.

Melalui penandatanganan Komitmen Bersama Dukungan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Kepulauan Riau, para pemangku kepentingan sepakat untuk:
1. Mendukung pelaksanaan SE2026 melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan BPS.
2. Memfasilitasi akses dan keamanan petugas BPS dalam pendataan unit usaha.
3. Berpartisipasi aktif dalam sosialisasi dan penyebarluasan informasi SE2026.
4. Menyediakan data pendukung dari pemerintah daerah dan asosiasi usaha.
5. Mendorong pelaku usaha memberikan data secara akurat dan tepat waktu.
6. Mengoptimalkan pemanfaatan hasil SE2026 untuk kebijakan dan investasi.
7. Membangun forum komunikasi berkelanjutan antara BPS, pemerintah, dan dunia usaha.
8. Menjadikan SE2026 sebagai gerakan bersama mewujudkan Kepri berdaya saing dan berbasis data. (*/adv)

 

Artikel Pertumbuhan Ekonomi Kepri Tertinggi di Sumatera, Gubkepri Ansar: Mari Sukseskan Sensu Ekonomi 2026 pertama kali tampil pada Kepri.

Kepada DPRD Batam, Warga Bukit Indah Sukajadi Tetap Tolak Lokasi Baru Kantor Lurah di Lingkungan Mereka

0
Suasana RDP terkait penolakan warga soal pembangunan kantor kelurahan di wilayah perumahan
sukajadi. f. cecep

batampos– Rencana pembangunan Kantor Lurah Sukajadi menuai penolakan dari warga Perumahan Bukit Indah Sukajadi. Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan warga dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama DPRD Kota Batam, Senin (3/11).

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Batam, Budi Mardianto, dan dihadiri perwakilan warga, pejabat kelurahan, serta Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam, Azril Apriansyah.

Ketua RW 01 Sukajadi, Budiman, mengatakan, warga tidak menolak pembangunan kantor lurah, melainkan keberatan dengan titik lokasi pembangunan yang berada di wilayah perumahan mereka.

BACA JUGA: DPRD Batam Siapkan RDPU Bahas Polemik Pembangunan Kantor Lurah Sukajadi

“Yang kami tolak bukan pembangunan kantornya, tapi titik lokasinya. Kami mendukung revitalisasi kantor lurah yang sudah ada di lokasi saat ini,” ujar dia.

Ia menambahkan, warga tidak pernah mendapatkan sosialisasi terkait rencana pembangunan tersebut. Selain itu, mereka menilai pembangunan kantor baru di tengah kawasan perumahan dapat mengurangi kenyamanan dan menurunkan nilai jual hunian.

“Kami hanya ingin setiap pembangunan di lingkungan kami tetap melibatkan partisipasi warga, karena itu bagian dari sistem demokrasi di tingkat bawah,” katanya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua II DPRD Batam, Budi Mardianto, menyampaikan bahwa fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat sekitar.

“Fasum dan fasos adalah untuk kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Ini yang harus dipahami bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas CKTR Batam, Azril Apriansyah, mengatakan, pembangunan kantor lurah merupakan bagian dari program peningkatan sarana pelayanan publik.

Kantor Lurah Sukajadi saat ini dinilai tidak lagi memadai untuk melayani masyarakat. Karena itu, pihaknya menindaklanjuti surat permohonan pembangunan kantor baru dari pihak kelurahan pada Mei 2024 lalu.

“Pembangunan ini dilakukan sesuai mekanisme penganggaran. Prosesnya sudah panjang, sudah melalui pembahasan bersama DPRD, dan saat ini sudah masuk tahap kontrak serta pelaksanaan di lapangan,” kata Azril.

Ia juga menyebut, lokasi pembangunan di kawasan Bukit Indah Sukajadi dipilih karena sebagian besar masyarakat berada di wilayah tersebut.

“Pertimbangan lokasi didasarkan pada sebaran penduduk dan kebutuhan pelayanan. Kami tetap berpegang pada mekanisme dan peraturan yang berlaku,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Kepada DPRD Batam, Warga Bukit Indah Sukajadi Tetap Tolak Lokasi Baru Kantor Lurah di Lingkungan Mereka pertama kali tampil pada Metropolis.

Pria di Nongsa Ditemukan Tewas di Antara Akar Bakau

0
Warga bersama polisi saat mengevakuasi jenazah dari bakau. f.ist

batampos— Warga Dapur Arang, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, digegerkan dengan penemuan mayat pria yang tersangkut di antara akar bakau, Sabtu (1/11) pagi. Korban diketahui berinisial BA (45), warga setempat yang diduga meninggal dunia akibat terpeleset dan jatuh ke perairan saat hujan deras.

Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Rahmad Susanto, mengatakan korban pertama ditemukan oleh seorang warga bernama Jepri. Saat itu, Jepri melihat sesosok tubuh mengapung di sekitar kawasan bakau.

“Warga yang menemukan langsung memberitahu warga lain dan kemudian melapor ke pihak kepolisian,” ujar Rahmad, Senin (3/11).

Mendapat laporan tersebut, polisi bersama Tim Inafis Polresta Barelang segera turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Rahmad.

BACA JUGA: Tim Peneliti Politeknik Pariwisata Batam Kembangkan Inovasi Mesin Kerajinan dari Sampah Laut di Kampung Tua Bakau Serip

Ia mengatakan, dugaan sementara korban terpeleset saat hujan dan terjatuh ke perairan. “Korban diketahui sudah beberapa hari tidak terlihat oleh keluarganya. Kemungkinan terpeleset saat hujan, lalu tenggelam,” ujarnya.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian itu sebagai musibah. “Keluarga menolak autopsi dan telah menerima jenazah untuk dimakamkan,” kata Rahmad.

Polisi memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kejadian tersebut. “Dari hasil visum dan keterangan keluarga, korban meninggal murni karena kecelakaan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

 

 

Artikel Pria di Nongsa Ditemukan Tewas di Antara Akar Bakau pertama kali tampil pada Metropolis.

KPK OTT di Riau, 10 Orang Diamankan Termasuk Gubernur Riau

0
Ilustrasi, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT). F. chatgpt

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Riau, Senin (3/11).

Dalam operasi senyap tersebut, KPK mengamankan 10 orang yang disebut berasal dari unsur penyelenggara negara. Salah satunya adalah Gubernur Riau, Abdul Wahid.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan, penindakan ini masih berlangsung di lapangan, sehingga detail perkara belum dapat dipublikasikan.

“Terkait dengan perkaranya di bidang apa dan bagaimana konstruksinya, itu nanti akan kami jelaskan. Saat ini tim masih terus bergerak,” katanya.

Budi mengatakan, pemeriksaan awal tengah dilakukan dan perkembangan informasi akan diumumkan kemudian.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Fitroh, turut mengonfirmasi bahwa Abdul Wahid termasuk dalam pihak yang diamankan.

“Benar,” singkatnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Hingga kini, KPK belum merinci dugaan tindak pidana yang menjerat para pihak yang diamankan tersebut. Proses pendalaman dan pengumpulan bukti terus berlanjut. (*)

 

Reporter: JP GROUP

Artikel KPK OTT di Riau, 10 Orang Diamankan Termasuk Gubernur Riau pertama kali tampil pada News.

Beras Premium Harumas untuk Program Makan Bergizi di Bintan Ditemukan Berulat

0
Dapur SPPG di RW 002 Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Senin (3/11) malam. F. Dollah untuk Batam Pos.

batampos – Pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, dibuat heboh setelah menemukan ulat di dalam beras premium merek Harumas yang akan digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Kelompok MBG Kecamatan Bintan Timur, Prayogo, membenarkan penemuan ulat tersebut. Ia mengatakan, kejadian itu diketahui saat pekerja melakukan pemeriksaan rutin terhadap beras yang baru tiba di dapur SPPG.

“Setelah dicek, ternyata ada ulat di dalam karung beras. Dari beberapa karung, hanya satu yang tidak ditemukan ulat,” kata Prayogo saat dikonfirmasi, Senin (3/11).

Mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung mengambil langkah tegas dengan merekomendasikan penggantian beras yang terkontaminasi ulat.

“Beras sudah kami ganti dan dicek ulang agar tidak ada lagi ulat. Kasus seperti ini tidak bisa ditolerir karena menyangkut kualitas bahan pangan,” tegasnya.

Selain mengganti beras, Prayogo juga meminta Kepala SPPG untuk mengganti pemasok (suplier) agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, Kepala SPPG Anggun, saat dihubungi, membenarkan adanya insiden tersebut namun enggan memberikan banyak keterangan karena sedang menghadiri rapat.

“Izin, saya sedang rapat. Silakan hubungi mitra dapur yang menangani langsung beras itu,” ujarnya singkat.

Mitra dapur SPPG, Awi, yang terlibat dalam pembersihan beras berulat itu, mengaku kelelahan setelah bekerja seharian membersihkan bahan pangan tersebut.

“Saya mau istirahat dulu, letih membersihkan beras Harumas Premium bersama pekerja,” kata Awi. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Beras Premium Harumas untuk Program Makan Bergizi di Bintan Ditemukan Berulat pertama kali tampil pada Kepri.

Gubernur Riau Abdul Wahid Disebut Terjaring OTT KPK

0
Gubernur Riau, Abdul Wahid. F. Ist

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Senin (3/11).

Selain Abdul Wahid, turut diamankan sembilan orang lainnya yang disebut berasal dari unsur penyelenggara negara. Total ada 10 orang yang kini tengah diperiksa intensif.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa tim masih bekerja di lapangan, sehingga detail konstruksi perkara belum dapat dipublikasi.

“Terkait dengan perkaranya, di bidang apa dan bagaimana konstruksinya, akan kami jelaskan kemudian. Saat ini tim masih terus bergerak,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh juga membenarkan bahwa Abdul Wahid termasuk di antara mereka yang diamankan.

Pasca informasi OTT tersebut menyebar, suasana kediaman Gubernur Riau di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, terlihat lengang.

Biasanya, area tersebut ramai oleh aktivitas Satpol PP maupun tamu yang berkunjung. Namun pada Senin malam, hanya tampak dua petugas berjaga di pos samping, tanpa keramaian seperti hari-hari sebelumnya.

Kasus ini masih dalam pengembangan dan KPK akan mengumumkan detail perkara setelah proses awal pemeriksaan selesai. (*)

Reporter: JP GROUP

Artikel Gubernur Riau Abdul Wahid Disebut Terjaring OTT KPK pertama kali tampil pada News.

Gubernur Riau Abdul Wahid Terjaring OTT KPK

0
Gubernur Riau, Abdul Wahid. F. Ist

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Senin (3/11).

Selain Abdul Wahid, turut diamankan sembilan orang lainnya yang disebut berasal dari unsur penyelenggara negara. Total ada 10 orang yang kini tengah diperiksa intensif.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa tim masih bekerja di lapangan, sehingga detail konstruksi perkara belum dapat dipublikasi.

“Terkait dengan perkaranya, di bidang apa dan bagaimana konstruksinya, akan kami jelaskan kemudian. Saat ini tim masih terus bergerak,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh juga membenarkan bahwa Abdul Wahid termasuk di antara mereka yang diamankan.

Pasca informasi OTT tersebut menyebar, suasana kediaman Gubernur Riau di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, terlihat lengang.

Biasanya, area tersebut ramai oleh aktivitas Satpol PP maupun tamu yang berkunjung. Namun pada Senin malam, hanya tampak dua petugas berjaga di pos samping, tanpa keramaian seperti hari-hari sebelumnya.

Kasus ini masih dalam pengembangan dan KPK akan mengumumkan detail perkara setelah proses awal pemeriksaan selesai. (*)

Reporter: JP GROUP

Artikel Gubernur Riau Abdul Wahid Terjaring OTT KPK pertama kali tampil pada News.

Pemkab Bintan Raih Paritrana Awards 2025, Lindungi 2.769 Pekerja Rentan

0
Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti menerima penghargaan Paritrana Awards 2025 yang diserahkan oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang pada Senin (3/11). F. Andi untuk Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan kembali mencatat prestasi membanggakan dengan meraih Paritrana Awards 2025 kategori Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kepulauan Riau.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemkab Bintan dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Penghargaan diterima langsung oleh Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti, dari Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (3/11).

“Sebanyak 2.769 pekerja rentan di Bintan sudah mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis melalui APBD Kabupaten Bintan,” ujar Deby.

Deby menyebutkan, para pekerja tersebut berasal dari berbagai profesi seperti tukang ojek, tukang batu, tukang kayu, petani, buruh harian, hingga tukang parkir.

“Perlindungan ini membuat mereka merasa lebih aman dan tenang dalam bekerja,” tambahnya.

Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Bintan dalam meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan kerja masyarakat di sektor informal.

“Kita akan terus berupaya melindungi dan memberdayakan para pekerja rentan di Bintan agar memiliki rasa aman dalam bekerja,” ujar Deby.

Dalam ajang tersebut, Pemkab Bintan berhasil meraih peringkat pertama, disusul Kabupaten Anambas di posisi kedua, dan Kabupaten Lingga di posisi ketiga.

Selain Pemkab Bintan, Pemerintah Desa Busung juga menorehkan prestasi dengan meraih Paritrana Awards 2025 kategori Pemerintah Desa/Kelurahan se-Kepri peringkat pertama. Penghargaan itu diterima langsung oleh Kepala Desa Busung, Rusli. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Pemkab Bintan Raih Paritrana Awards 2025, Lindungi 2.769 Pekerja Rentan pertama kali tampil pada Kepri.

Mesin Mobil Cepat Panas? Ini 6 Cara Ampuh Rawat Air Radiator agar Tetap Dingin dan Awet

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Air radiator memiliki peran vital dalam menjaga suhu mesin mobil tetap stabil. Tanpa perawatan yang baik, sistem pendingin bisa terganggu dan menyebabkan mesin cepat panas, kondisi yang berisiko merusak komponen utama kendaraan.

Dikutip dari Suzuki Indonesia dan Professional Auto Repair, berikut enam cara merawat air radiator mobil agar mesin tetap dingin dan awet:

1. Periksa Level Coolant Secara Rutin

Pastikan cairan pendingin di reservoir atau radiator berada dalam batas Min/Max saat mesin dalam kondisi dingin. Jika volume berkurang, segera tambahkan cairan pendingin sesuai spesifikasi kendaraan.

2. Gunakan Jenis Coolant yang Tepat

Gunakan coolant yang direkomendasikan pabrikan, biasanya campuran antifreeze dan air dengan rasio tertentu. Hindari mencampur jenis cairan pendingin berbeda karena bisa menurunkan efektivitas pendinginan atau bahkan merusak sistem radiator.

3. Bilas Sistem Pendingin Secara Berkala

Seiring waktu, coolant bisa terkontaminasi karat, kotoran, atau endapan yang menurunkan efisiensi pendinginan. Lakukan flush sistem pendingin minimal setiap satu tahun atau setiap menempuh 30.000 km.

4. Periksa dan Bersihkan Bagian Luar Radiator

Pastikan bagian luar radiator bebas dari debu, daun, serangga, atau kotoran lain yang bisa menghambat aliran udara. Radiator yang kotor akan menurunkan kemampuan mesin melepas panas secara optimal.

5. Cek Selang, Klem, dan Tutup Radiator

Selang karet radiator dapat retak atau longgar seiring usia kendaraan. Pastikan juga klem terpasang kuat agar tidak terjadi kebocoran coolant. Tutup radiator berfungsi menjaga tekanan sistem pendingin, pastikan kondisinya masih baik.

Selain itu, periksa juga komponen seperti pompa air dan thermostat karena keduanya berperan penting dalam sirkulasi cairan pendingin.

6. Pantau Suhu Mesin Secara Berkala

Jika indikator suhu mesin naik di atas normal atau fluktuatif, segera lakukan pemeriksaan. Tanda-tanda seperti ini bisa menjadi indikasi adanya masalah pada sistem pendinginan.

Perawatan rutin air radiator tidak hanya menjaga suhu mesin tetap stabil, tetapi juga memperpanjang umur komponen kendaraan.

Di iklim tropis seperti Indonesia, perhatian ekstra terhadap sistem pendinginan menjadi kunci agar mobil tetap prima meski digunakan setiap hari.

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Mesin Mobil Cepat Panas? Ini 6 Cara Ampuh Rawat Air Radiator agar Tetap Dingin dan Awet pertama kali tampil pada Lifestyle.