Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 743

Pria di Nongsa Ditemukan Tewas di Antara Akar Bakau

0
Warga bersama polisi saat mengevakuasi jenazah dari bakau. f.ist

batampos— Warga Dapur Arang, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, digegerkan dengan penemuan mayat pria yang tersangkut di antara akar bakau, Sabtu (1/11) pagi. Korban diketahui berinisial BA (45), warga setempat yang diduga meninggal dunia akibat terpeleset dan jatuh ke perairan saat hujan deras.

Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Rahmad Susanto, mengatakan korban pertama ditemukan oleh seorang warga bernama Jepri. Saat itu, Jepri melihat sesosok tubuh mengapung di sekitar kawasan bakau.

“Warga yang menemukan langsung memberitahu warga lain dan kemudian melapor ke pihak kepolisian,” ujar Rahmad, Senin (3/11).

Mendapat laporan tersebut, polisi bersama Tim Inafis Polresta Barelang segera turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Rahmad.

BACA JUGA: Tim Peneliti Politeknik Pariwisata Batam Kembangkan Inovasi Mesin Kerajinan dari Sampah Laut di Kampung Tua Bakau Serip

Ia mengatakan, dugaan sementara korban terpeleset saat hujan dan terjatuh ke perairan. “Korban diketahui sudah beberapa hari tidak terlihat oleh keluarganya. Kemungkinan terpeleset saat hujan, lalu tenggelam,” ujarnya.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian itu sebagai musibah. “Keluarga menolak autopsi dan telah menerima jenazah untuk dimakamkan,” kata Rahmad.

Polisi memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kejadian tersebut. “Dari hasil visum dan keterangan keluarga, korban meninggal murni karena kecelakaan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

 

 

Artikel Pria di Nongsa Ditemukan Tewas di Antara Akar Bakau pertama kali tampil pada Metropolis.

KPK OTT di Riau, 10 Orang Diamankan Termasuk Gubernur Riau

0
Ilustrasi, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT). F. chatgpt

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Riau, Senin (3/11).

Dalam operasi senyap tersebut, KPK mengamankan 10 orang yang disebut berasal dari unsur penyelenggara negara. Salah satunya adalah Gubernur Riau, Abdul Wahid.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan, penindakan ini masih berlangsung di lapangan, sehingga detail perkara belum dapat dipublikasikan.

“Terkait dengan perkaranya di bidang apa dan bagaimana konstruksinya, itu nanti akan kami jelaskan. Saat ini tim masih terus bergerak,” katanya.

Budi mengatakan, pemeriksaan awal tengah dilakukan dan perkembangan informasi akan diumumkan kemudian.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Fitroh, turut mengonfirmasi bahwa Abdul Wahid termasuk dalam pihak yang diamankan.

“Benar,” singkatnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Hingga kini, KPK belum merinci dugaan tindak pidana yang menjerat para pihak yang diamankan tersebut. Proses pendalaman dan pengumpulan bukti terus berlanjut. (*)

 

Reporter: JP GROUP

Artikel KPK OTT di Riau, 10 Orang Diamankan Termasuk Gubernur Riau pertama kali tampil pada News.

Beras Premium Harumas untuk Program Makan Bergizi di Bintan Ditemukan Berulat

0
Dapur SPPG di RW 002 Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Senin (3/11) malam. F. Dollah untuk Batam Pos.

batampos – Pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, dibuat heboh setelah menemukan ulat di dalam beras premium merek Harumas yang akan digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Kelompok MBG Kecamatan Bintan Timur, Prayogo, membenarkan penemuan ulat tersebut. Ia mengatakan, kejadian itu diketahui saat pekerja melakukan pemeriksaan rutin terhadap beras yang baru tiba di dapur SPPG.

“Setelah dicek, ternyata ada ulat di dalam karung beras. Dari beberapa karung, hanya satu yang tidak ditemukan ulat,” kata Prayogo saat dikonfirmasi, Senin (3/11).

Mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung mengambil langkah tegas dengan merekomendasikan penggantian beras yang terkontaminasi ulat.

“Beras sudah kami ganti dan dicek ulang agar tidak ada lagi ulat. Kasus seperti ini tidak bisa ditolerir karena menyangkut kualitas bahan pangan,” tegasnya.

Selain mengganti beras, Prayogo juga meminta Kepala SPPG untuk mengganti pemasok (suplier) agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, Kepala SPPG Anggun, saat dihubungi, membenarkan adanya insiden tersebut namun enggan memberikan banyak keterangan karena sedang menghadiri rapat.

“Izin, saya sedang rapat. Silakan hubungi mitra dapur yang menangani langsung beras itu,” ujarnya singkat.

Mitra dapur SPPG, Awi, yang terlibat dalam pembersihan beras berulat itu, mengaku kelelahan setelah bekerja seharian membersihkan bahan pangan tersebut.

“Saya mau istirahat dulu, letih membersihkan beras Harumas Premium bersama pekerja,” kata Awi. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Beras Premium Harumas untuk Program Makan Bergizi di Bintan Ditemukan Berulat pertama kali tampil pada Kepri.

Gubernur Riau Abdul Wahid Disebut Terjaring OTT KPK

0
Gubernur Riau, Abdul Wahid. F. Ist

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Senin (3/11).

Selain Abdul Wahid, turut diamankan sembilan orang lainnya yang disebut berasal dari unsur penyelenggara negara. Total ada 10 orang yang kini tengah diperiksa intensif.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa tim masih bekerja di lapangan, sehingga detail konstruksi perkara belum dapat dipublikasi.

“Terkait dengan perkaranya, di bidang apa dan bagaimana konstruksinya, akan kami jelaskan kemudian. Saat ini tim masih terus bergerak,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh juga membenarkan bahwa Abdul Wahid termasuk di antara mereka yang diamankan.

Pasca informasi OTT tersebut menyebar, suasana kediaman Gubernur Riau di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, terlihat lengang.

Biasanya, area tersebut ramai oleh aktivitas Satpol PP maupun tamu yang berkunjung. Namun pada Senin malam, hanya tampak dua petugas berjaga di pos samping, tanpa keramaian seperti hari-hari sebelumnya.

Kasus ini masih dalam pengembangan dan KPK akan mengumumkan detail perkara setelah proses awal pemeriksaan selesai. (*)

Reporter: JP GROUP

Artikel Gubernur Riau Abdul Wahid Disebut Terjaring OTT KPK pertama kali tampil pada News.

Gubernur Riau Abdul Wahid Terjaring OTT KPK

0
Gubernur Riau, Abdul Wahid. F. Ist

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Senin (3/11).

Selain Abdul Wahid, turut diamankan sembilan orang lainnya yang disebut berasal dari unsur penyelenggara negara. Total ada 10 orang yang kini tengah diperiksa intensif.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa tim masih bekerja di lapangan, sehingga detail konstruksi perkara belum dapat dipublikasi.

“Terkait dengan perkaranya, di bidang apa dan bagaimana konstruksinya, akan kami jelaskan kemudian. Saat ini tim masih terus bergerak,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh juga membenarkan bahwa Abdul Wahid termasuk di antara mereka yang diamankan.

Pasca informasi OTT tersebut menyebar, suasana kediaman Gubernur Riau di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, terlihat lengang.

Biasanya, area tersebut ramai oleh aktivitas Satpol PP maupun tamu yang berkunjung. Namun pada Senin malam, hanya tampak dua petugas berjaga di pos samping, tanpa keramaian seperti hari-hari sebelumnya.

Kasus ini masih dalam pengembangan dan KPK akan mengumumkan detail perkara setelah proses awal pemeriksaan selesai. (*)

Reporter: JP GROUP

Artikel Gubernur Riau Abdul Wahid Terjaring OTT KPK pertama kali tampil pada News.

Pemkab Bintan Raih Paritrana Awards 2025, Lindungi 2.769 Pekerja Rentan

0
Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti menerima penghargaan Paritrana Awards 2025 yang diserahkan oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang pada Senin (3/11). F. Andi untuk Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan kembali mencatat prestasi membanggakan dengan meraih Paritrana Awards 2025 kategori Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kepulauan Riau.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemkab Bintan dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Penghargaan diterima langsung oleh Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti, dari Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (3/11).

“Sebanyak 2.769 pekerja rentan di Bintan sudah mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis melalui APBD Kabupaten Bintan,” ujar Deby.

Deby menyebutkan, para pekerja tersebut berasal dari berbagai profesi seperti tukang ojek, tukang batu, tukang kayu, petani, buruh harian, hingga tukang parkir.

“Perlindungan ini membuat mereka merasa lebih aman dan tenang dalam bekerja,” tambahnya.

Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Bintan dalam meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan kerja masyarakat di sektor informal.

“Kita akan terus berupaya melindungi dan memberdayakan para pekerja rentan di Bintan agar memiliki rasa aman dalam bekerja,” ujar Deby.

Dalam ajang tersebut, Pemkab Bintan berhasil meraih peringkat pertama, disusul Kabupaten Anambas di posisi kedua, dan Kabupaten Lingga di posisi ketiga.

Selain Pemkab Bintan, Pemerintah Desa Busung juga menorehkan prestasi dengan meraih Paritrana Awards 2025 kategori Pemerintah Desa/Kelurahan se-Kepri peringkat pertama. Penghargaan itu diterima langsung oleh Kepala Desa Busung, Rusli. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Pemkab Bintan Raih Paritrana Awards 2025, Lindungi 2.769 Pekerja Rentan pertama kali tampil pada Kepri.

Mesin Mobil Cepat Panas? Ini 6 Cara Ampuh Rawat Air Radiator agar Tetap Dingin dan Awet

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Air radiator memiliki peran vital dalam menjaga suhu mesin mobil tetap stabil. Tanpa perawatan yang baik, sistem pendingin bisa terganggu dan menyebabkan mesin cepat panas, kondisi yang berisiko merusak komponen utama kendaraan.

Dikutip dari Suzuki Indonesia dan Professional Auto Repair, berikut enam cara merawat air radiator mobil agar mesin tetap dingin dan awet:

1. Periksa Level Coolant Secara Rutin

Pastikan cairan pendingin di reservoir atau radiator berada dalam batas Min/Max saat mesin dalam kondisi dingin. Jika volume berkurang, segera tambahkan cairan pendingin sesuai spesifikasi kendaraan.

2. Gunakan Jenis Coolant yang Tepat

Gunakan coolant yang direkomendasikan pabrikan, biasanya campuran antifreeze dan air dengan rasio tertentu. Hindari mencampur jenis cairan pendingin berbeda karena bisa menurunkan efektivitas pendinginan atau bahkan merusak sistem radiator.

3. Bilas Sistem Pendingin Secara Berkala

Seiring waktu, coolant bisa terkontaminasi karat, kotoran, atau endapan yang menurunkan efisiensi pendinginan. Lakukan flush sistem pendingin minimal setiap satu tahun atau setiap menempuh 30.000 km.

4. Periksa dan Bersihkan Bagian Luar Radiator

Pastikan bagian luar radiator bebas dari debu, daun, serangga, atau kotoran lain yang bisa menghambat aliran udara. Radiator yang kotor akan menurunkan kemampuan mesin melepas panas secara optimal.

5. Cek Selang, Klem, dan Tutup Radiator

Selang karet radiator dapat retak atau longgar seiring usia kendaraan. Pastikan juga klem terpasang kuat agar tidak terjadi kebocoran coolant. Tutup radiator berfungsi menjaga tekanan sistem pendingin, pastikan kondisinya masih baik.

Selain itu, periksa juga komponen seperti pompa air dan thermostat karena keduanya berperan penting dalam sirkulasi cairan pendingin.

6. Pantau Suhu Mesin Secara Berkala

Jika indikator suhu mesin naik di atas normal atau fluktuatif, segera lakukan pemeriksaan. Tanda-tanda seperti ini bisa menjadi indikasi adanya masalah pada sistem pendinginan.

Perawatan rutin air radiator tidak hanya menjaga suhu mesin tetap stabil, tetapi juga memperpanjang umur komponen kendaraan.

Di iklim tropis seperti Indonesia, perhatian ekstra terhadap sistem pendinginan menjadi kunci agar mobil tetap prima meski digunakan setiap hari.

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Mesin Mobil Cepat Panas? Ini 6 Cara Ampuh Rawat Air Radiator agar Tetap Dingin dan Awet pertama kali tampil pada Lifestyle.

Jasad Lansia Tak Bernyawa di Kebun Pisang Jalan Wiratno Tak Utuh, Diduga Dimakan Biawak

0
Petugas kepolisian mengevakuasi jasad Syarikin yang ditemukan tewas di semak belukar kebun pisang Jalan Wiratno Tanjungpinang, Senin (3/11). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Jasad seorang pria lanjut usia bernama Syarikin yang ditemukan tak bernyawa di area kebun pisang, Jalan Wiratno, Tanjungpinang pada Senin (3/11), kondisinya dalam keadaan tidak utuh, dengan bagian kaki kiri diduga digigit biawak.

Kapolsek Tanjungpinang Barat, Iptu Missyamsu Alson, mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan di lokasi, terdapat bekas gigitan hewan pada bagian kaki korban. Dugaan sementara, luka tersebut disebabkan oleh biawak yang banyak berkeliaran di kawasan pesisir tersebut.

“Kakinya kemungkinan dimakan biawak. Kata warga memang sering terlihat biawak di sekitar sini, apalagi daerahnya dekat pantai,” ujar Alson di lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, diketahui bahwa Syarikin sehari-hari bekerja membersihkan kebun di sekitar kawasan tersebut.

Ia terakhir kali terlihat pada Jumat pekan lalu, sehingga diduga telah meninggal selama sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

“Jasadnya langsung dibawa ke RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang untuk proses visum guna memastikan penyebab pasti kematian,” tambah Alson.

Penemuan jasad Syarikin pertama kali dilaporkan oleh Ketua RT 05 RW 06 Kelurahan Kampung Baru, Rusmawadi, sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, Rusmawadi merasa curiga karena korban tidak kunjung pulang ke rumah.

“Saya sempat mencari ke arah pantai, tapi tidak ketemu. Setelah dicek ke kebunnya, ternyata sudah meninggal dunia,” tutur Rusmawadi.

Reporter: M. Ismail 

Artikel Jasad Lansia Tak Bernyawa di Kebun Pisang Jalan Wiratno Tak Utuh, Diduga Dimakan Biawak pertama kali tampil pada Kepri.

Lantik Enam Pejabat Baru, Kajati Kepri Tekankan Integritas dan Kinerja Aparatur

0
Kajati Kepri, Rully Afandi saat melantik Ismail Fahmi sebagai Asipidsus Kejati Kepri. F. Penkum untuk Batam Pos.

batampos – Enam pejabat di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya pada Senin (3/11). Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejati Kepri J. Devy Sudarso di Aula Kejati Kepri, Batam.

Pejabat yang dilantik di antaranya Ismail Fahmi sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kepri menggantikan Mukharom, yang dipromosikan menjadi Kasubdit Penuntutan Perkara Koneksitas pada Direktorat Penuntutan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer Kejaksaan Agung.

Kemudian, Supardi menjabat Asisten Pembinaan Kejati Kepri menggantikan Atik Rusmiaty Ambarsari, yang kini menjabat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magelang. Sementara Erwin Indrapraja, sebelumnya Kajari Natuna, menggantikan Surayadi Sembiring.

Selain itu, Rully Afandi kini dipercaya sebagai Kajari Lingga menggantikan Amriyata, yang mendapat promosi menjadi Kajari Serdang Bedagai. Sedangkan Iwan Roy Carles dan Antonius Sahat Tua Haro masing-masing dilantik sebagai Koordinator pada Kejati Kepri.

Kajati Kepri J. Devy Sudarso menyebut, rotasi dan mutasi pejabat merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Langkah ini dilakukan untuk memberikan penyegaran dan peningkatan kinerja sesuai kebutuhan institusi dan manajemen karier aparatur Adhyaksa.

“Pergantian pejabat adalah hal yang wajar dalam rangka penyesuaian dan peningkatan kinerja institusi. Ini bagian dari dinamika organisasi demi mewujudkan visi dan misi Kejaksaan,” ujar Devy.

Ia juga menegaskan, pejabat yang mendapat amanah baru merupakan insan terbaik Adhyaksa yang telah melalui proses seleksi dan pertimbangan mendalam dari pimpinan.

“Amanah yang diberikan agar dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, komitmen, dan dedikasi tinggi. Setiap tugas akan dimintakan pertanggungjawaban,” pesannya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Lantik Enam Pejabat Baru, Kajati Kepri Tekankan Integritas dan Kinerja Aparatur pertama kali tampil pada Kepri.

“Jangan Mudah Terprovokasi”: Kapolresta Barelang Gandeng PWI Batam Lawan Hoax

0
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin saat menerima pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batam di ruang kerjanya, Senin (3/11). Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, menegaskan pentingnya peran media massa dalam meredam penyebaran hoax atau berita bohong di tengah masyarakat. Menurutnya, media yang profesional menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Batam.

Hal itu disampaikan Zaenal dalam kegiatan silaturahmi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batam di ruang kerjanya, Senin (3/11). Acara tersebut turut dihadiri Ketua PWI Batam Muhammad Khafi Anshary, Ketua Dewan Penasehat PWI Batam, sejumlah pengurus PWI Pusat, serta jajaran pejabat utama Polresta Barelang.

“Dengan sinergi Polri dan awak media secara profesional, kita harapkan tercipta pemberitaan yang sesuai fakta di lapangan. Sehingga masyarakat tidak mudah terprovokasi kabar hoax,” ujar Kapolresta Barelang.

Zaenal menyebut, pihaknya terus melakukan berbagai langkah untuk mencegah penyebaran hoax di Batam. Di antaranya melalui program “Goes to Campus”, kunjungan ke sekolah-sekolah, komunitas ojek online, hingga kelompok masyarakat di perkampungan.

“Kami rutin turun langsung menyampaikan pesan ke masyarakat agar selalu saring sebelum sharing. Jangan mudah percaya sebelum tahu kebenarannya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Batam Muhammad Khafi Anshary menyambut baik ajakan tersebut. Ia menyatakan insan pers siap membantu kepolisian dalam memberikan edukasi publik agar masyarakat semakin cerdas memilah informasi.

“PWI Batam siap bersinergi dengan Polri untuk menjaga suasana aman, adem, dan kondusif di Batam. Wartawan harus menjadi garda depan dalam melawan hoax,” ujar Kafi, yang akrab disapa Jonkavi.

Dalam kesempatan yang sama, Jonkavi juga menegaskan bahwa polemik dualisme kepengurusan PWI di Provinsi Kepulauan Riau dan Batam kini telah usai. Kepengurusan versi Andi Gino dan Agus Bagjana telah dilebur dalam satu wadah di bawah pimpinan Saibansah Dardani (PWI Kepri) dan Muhammad Khafi Anshary (PWI Batam).

Langkah ini merupakan hasil tindak lanjut Kongres PWI di Cikarang, 29–30 Agustus 2025, yang memberikan mandat penuh kepada PWI Pusat untuk menuntaskan persoalan dualisme di sejumlah daerah.

Dengan berakhirnya polemik tersebut, PWI Kepri dan Batam kini berkomitmen memperkuat profesionalisme wartawan serta mendukung terciptanya ruang informasi yang sehat di Provinsi Kepri. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel “Jangan Mudah Terprovokasi”: Kapolresta Barelang Gandeng PWI Batam Lawan Hoax pertama kali tampil pada Metropolis.