Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 7442

Dugaan Penyelewengan CSR Boeing, Ahyudin: Dana untuk Korban Lion Air

0
Pendiri Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin didampingi pengacaranya memberikan keterangan kepada wartawan usai diperiksa di Bareskrim Polri, Senin malam (11/7/2022). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

batampos – Pendiri Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin menjelaskan pemeriksaan yang dijalaninya di Bareskrim Polri, Senin terkait dengan program CSR Boeing kepada ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.

’’Hari ini (pemeriksaan) lebih banyak membahas tentang terkait dengan Boeing,” kata Ahyudin ditemui usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin malam (11/7).

Ahyudin menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 12 jam lamanya dari pukul 08.30 WIB sampai dengan 21.00 WIB. Menurut dia, pemeriksaan terkait CSR Boeing berlangsung secara komprehensif. ’’Tapi saya tidak bisa menjelaskan secara utuh di sini ya,” katanya.

Namun secara garis besar, mantan Ketua Dewan Pembina ACT tersebut menegaskan bahwa bentuk program yang diamanahkan oleh Boeing kepada ACT dalam bentuk program pengadaan fasilitas umum (fasum) berupa tempat ibadah (musala/masjid) madrasah, dan sarana pendidikan.

’’Jadi programnya bukan uang yang diberikan kepada ahli waris itu, jadi jangan diartikan bahwa dana CSR yang diterima oleh ACT dari Boeing itu adalah bantuan santunan uang tunai yang dititipkan oleh Boeing kepada ACT lalu diberikan kepada ahli waris tidak begitu. Jadi, program CSR Boeing yang dikerjasamakan dengan ACT itu dalam bentuk pengadaan fasum,” ujarnya.

Menurut dia durasi waktu atau tenggat waktu program itu belum selesai sampai Juli 2022 ini program masih berlangsung pelaksanaannya. Ahyudin juga mengaku tidak mengetahui apa fasilitas yang dikerjasamakan itu, karena dirinya bukan Presiden ACT dan juga bukan ketua pengurus yayasan.

Sebelum Januari 2022, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina ACT yang tidak langsung terlibat secara operasional. ’’Apalagi sejak 11 Januari 2022 saya sudah tidak menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina ACT, maka progres program dari Januari sampai Juli 2022 saya tidak tahu ya. Jadi enam bulan lamanya saya tidak mengerti progresnya,” aku Ahyudin.

Terkait perkara ini statusnya resmi naik ke tahap penyidikan, Ahyudin menyatakan siap mengikuti proses hukum yang berjalan. Ia optimistis perkara tersebut selesai karena pihak Boeing tidak ada yang komplain atau melaporkan bahwa program itu bermasalah. ’’Saya kira tanggapannya baik, toh mengikuti saja, tidak ada juga Boeing komplain, tidak ada lah, belum ada pelapor dari Boeing bahwa program ini bermasalah, tidak ada,” katanya.

Pengacara Ahyudin, Teuku Pupun Zulkifli menambahkan, bahwa kerja sama Boeing dengan ACT tidak dalam bentuk pemberian santunan kepada korban oleh maskapai bukan layaknya asuransi kecelakaan. Melainkan, program kerja sama pembangunan fasilitas umum.

’’Jadi tolong dipahami semua, ini bukan konteks asuransi sebagaimana asuransi kecelakaan lainnya,” ujar Pupun.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipdeksus) Bareskrim Polri telah meningkatkan status perkara dugaan penyelewengan dana CSR ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 ke tahap penyidikan.

Peningkatan status ini setelah penyidik melakukan gelar perkara dan menemukan bukti permulaan yang cukup adanya dugaan tindak pidana penyelewengan dana CSR korban kecelakaan pesawat itu.

Penyidik mengusut dugaan pelanggaran Pasal 372 juncto 372 KUHP dan/atau Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 70 ayat (1) dan ayat (2) juncto Pasal 5 Undang-undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan dan/atau Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. (*)

Reporter: JP Group

Kepala BP Batam Berikan Pembekalan Perwira Siswa TNI 

0
bp batam seskoad
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi (kanan) menerima cenderamata dari Komandan Sekolah dan Komando TNI AD (Seskoad), Mayor Jenderal TNI, Anton Nugroho. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi, memberikan ceramah pembekalan (cerbek) kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LXII Seskoad yang mengusung tema “Integrasi TNI, Polri, Pemkot Batam dan BP Batam dalam Pembangunan Daerah” di Gedung Jenderal Gatot Subroto Seskoad, Bandung, Senin (11/7/2022).

Seskoad merupakan Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat, Komando Utama (Kotama) sebagai Lembaga Pendidikan Tertinggi yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat.

Kedatangan Muhammad Rudi, yang juga sering dijuluki sebagai Bapak Tokoh Pembangunan Batam, disambut antusias oleh 274 orang Pasis Dikreg LXII Seskoad, yang terdiri dari Pasis TNI AD 241 orang, TNI AL 2 orang, dan TNI AU 2 orang, Pasis Polri 19 orang dan pasis negara sahabat sebanyak 10 orang (Arab Saudi, Australia, Bangladesh, Fiji, Filipina, India, Malaysia, Pakistan, Singapura dan Thailand).

Pembukaan kegiatan dan sambutan disampaikan oleh Komandan Sekolah dan Komando TNI AD (Seskoad), Mayor Jenderal TNI, Anton Nugroho. Ia mengatakan keberhasilan pembangunan Batam, membuat dirinya ingin mengetahui lebih jauh kiat sukses, membangun suatu daerah dengan sinergi yang positif dari semua pemangku atau stakeholders.

Dalam sambutannya, Komandan Seskoad menyampaikan apresiasi kepada Kepala BP Batam yang juga sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, atas atensinya untuk dapat berbagi kiat-kiat membangun suatu daerah kepada para Perwira Siswa.

“Kami telah mengetahui bahwa Batam telah banyak kemajuannya. Progresnya (Kepala BP Batam) dalam membangun Batam sangat luar biasa, serta sinergitas yang baik dari TNI dan Polri, bersama Pemerintah untuk bisa memajukan Batam. Pastinya pembekalan ini akan sangat bermanfaat untuk Pasis yang nantinya akan mengabdi di wilayah masing-masing,” ujar Anton.

Pada kesempatan itu, Muhammad Rudi memaparkan sejumlah pembangunan yang berhasil dilakukan di Batam.

Sebagaimana diketahui, banyak pekerjaan besar yang saat ini sedang digarap oleh BP Batam, guna membuat Batam sebagai kawasan tujuan investasi dapat semakin tertata dan modern, juga memiliki aksesibilitas yang mumpuni sebagai pusat logistik di Kawasan Asia Tenggara kedepannya.

Di antaranya pembangunan infrastruktur jalan, pembangunan Bandara Internasional Hang Nadim, pengembangan KEK Kesehatan dan pengembangan Pelabuhan Batu Ampar.

Muhammad Rudi, mengatakan, pembangunan infrastruktur menjadi pilihan sebagai fondasi utama yang disiapkan untuk menggeliatkan investasi di Batam. “Hal tersebut untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi investor, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain pembangunan wilayah, kemajuan suatu daerah juga ditunjang oleh keberhasilan koordinasi dan sinergitas seluruh stakeholders.

“Bahwa sinergitas pemerintah bersama seluruh stakeholders menjadi kekuatan utama bangsa. Adanya integrasi dan kolaborasi antara TNI, Polri, Pemerintah Kota dan BP Batam, merupakan kunci dalam menjaga stabilitas dan kelancaran pembangunan daerah.” Ujar pria yang juga merupakan Walikota Batam ini.

Menurutnya, semangat sinergitas inilah yang telah mampu menciptakan suasana yang kondusif. Sehingga masyarakat merasa aman dan investor semakin nyaman, serta proses pembangunan menjadi lancar.

“Pesat dan berhasilnya pembangunan daerah tidak lepas dari dukungan dan kerja sama antara Pemerintah, TNI dan juga Polri. Sehingga dukungan dan sinergitas ini sangat penting untuk memacu keberhasilan dan kemajuan suatu daerah,” ujar Muhammad Rudi.

Turut hadir mendampingi, Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Wan Darussalam; Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Abadi Paranoan; dan Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait serta Kepala Dinas Kominfo Kota , Azril Apriansyah.(*)

Kepala BP Batam Berikan Pembekalan Perwira Siswa TNI 

0
bp batam seskoad
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi (kanan) menerima cenderamata dari Komandan Sekolah dan Komando TNI AD (Seskoad), Mayor Jenderal TNI, Anton Nugroho. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi, memberikan ceramah pembekalan (cerbek) kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LXII Seskoad yang mengusung tema “Integrasi TNI, Polri, Pemkot Batam dan BP Batam dalam Pembangunan Daerah” di Gedung Jenderal Gatot Subroto Seskoad, Bandung, Senin (11/7/2022).

Seskoad merupakan Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat, Komando Utama (Kotama) sebagai Lembaga Pendidikan Tertinggi yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat.

Kedatangan Muhammad Rudi, yang juga sering dijuluki sebagai Bapak Tokoh Pembangunan Batam, disambut antusias oleh 274 orang Pasis Dikreg LXII Seskoad, yang terdiri dari Pasis TNI AD 241 orang, TNI AL 2 orang, dan TNI AU 2 orang, Pasis Polri 19 orang dan pasis negara sahabat sebanyak 10 orang (Arab Saudi, Australia, Bangladesh, Fiji, Filipina, India, Malaysia, Pakistan, Singapura dan Thailand).

Pembukaan kegiatan dan sambutan disampaikan oleh Komandan Sekolah dan Komando TNI AD (Seskoad), Mayor Jenderal TNI, Anton Nugroho. Ia mengatakan keberhasilan pembangunan Batam, membuat dirinya ingin mengetahui lebih jauh kiat sukses, membangun suatu daerah dengan sinergi yang positif dari semua pemangku atau stakeholders.

Dalam sambutannya, Komandan Seskoad menyampaikan apresiasi kepada Kepala BP Batam yang juga sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, atas atensinya untuk dapat berbagi kiat-kiat membangun suatu daerah kepada para Perwira Siswa.

“Kami telah mengetahui bahwa Batam telah banyak kemajuannya. Progresnya (Kepala BP Batam) dalam membangun Batam sangat luar biasa, serta sinergitas yang baik dari TNI dan Polri, bersama Pemerintah untuk bisa memajukan Batam. Pastinya pembekalan ini akan sangat bermanfaat untuk Pasis yang nantinya akan mengabdi di wilayah masing-masing,” ujar Anton.

Pada kesempatan itu, Muhammad Rudi memaparkan sejumlah pembangunan yang berhasil dilakukan di Batam.

Sebagaimana diketahui, banyak pekerjaan besar yang saat ini sedang digarap oleh BP Batam, guna membuat Batam sebagai kawasan tujuan investasi dapat semakin tertata dan modern, juga memiliki aksesibilitas yang mumpuni sebagai pusat logistik di Kawasan Asia Tenggara kedepannya.

Di antaranya pembangunan infrastruktur jalan, pembangunan Bandara Internasional Hang Nadim, pengembangan KEK Kesehatan dan pengembangan Pelabuhan Batu Ampar.

Muhammad Rudi, mengatakan, pembangunan infrastruktur menjadi pilihan sebagai fondasi utama yang disiapkan untuk menggeliatkan investasi di Batam. “Hal tersebut untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi investor, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain pembangunan wilayah, kemajuan suatu daerah juga ditunjang oleh keberhasilan koordinasi dan sinergitas seluruh stakeholders.

“Bahwa sinergitas pemerintah bersama seluruh stakeholders menjadi kekuatan utama bangsa. Adanya integrasi dan kolaborasi antara TNI, Polri, Pemerintah Kota dan BP Batam, merupakan kunci dalam menjaga stabilitas dan kelancaran pembangunan daerah.” Ujar pria yang juga merupakan Walikota Batam ini.

Menurutnya, semangat sinergitas inilah yang telah mampu menciptakan suasana yang kondusif. Sehingga masyarakat merasa aman dan investor semakin nyaman, serta proses pembangunan menjadi lancar.

“Pesat dan berhasilnya pembangunan daerah tidak lepas dari dukungan dan kerja sama antara Pemerintah, TNI dan juga Polri. Sehingga dukungan dan sinergitas ini sangat penting untuk memacu keberhasilan dan kemajuan suatu daerah,” ujar Muhammad Rudi.

Turut hadir mendampingi, Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Wan Darussalam; Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Abadi Paranoan; dan Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait serta Kepala Dinas Kominfo Kota , Azril Apriansyah.(*)

Tarik Investor, Ini yang Dilakukan Pemkab Bintan

0
Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan saat penyampaian ranperda tentang pemberian insentif dan kemudahan investasi dalam rapat paripurna di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Bintan, Bintan Buyu, Senin (11/7) siang. F.Slamet Nofasusanto

batampos– Untuk menarik investor agar menanamkan modal di Bintan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan akan memberikan insentif dan kemudahan investasi di Kabupaten Bintan.

Sebagai payung hukumnya, pansus ranperda pemberian insentif dan kemudahan investasi akan membahas lebih lanjut bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Hal ini terekam dalam rapat paripurna yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Bintan, Bintan Buyu, Senin (11/7) siang.

BACA JUGA: Rony Kartika Dilantik Sebagai Pj Sekda Bintan

Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Bintan, Fiven Sumanti dan dihadiri Wakil Ketua II DPRD Bintan, Agus Hartanto serta Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan serta segenap anggota DPRD Bintan dan kepala OPD Pemkab Bintan.

Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengatakan, pemberian insentif dan kemudahan investasi akan diberikan untuk mendorong iklim investasi di Kabupaten Bintan.

“Mungkin kita mengorbankan 1 sektor yakni pajak dan retribusi tapi 10 sektor yang akan didapatkan. Misalnya masuknya investasi di Bintan dapat mengurangi pengangguran dan membuat ekonomi masyarakat bergerak,” jelas Roby.

Roby mengatakan, dengan adanya payung hukum terkait pemberian insentif dan kemudahan investasi, diharapkan mendorong ekonomi masyarakat di Kabupaten Bintan.

Roby juga berharap, pemberian insentif kemudahan investasi yang akan diberikan dapat direalisasikan di semua daerah di Bintan, tidak hanya di kawasan industri Lobam dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bintan, Indra Hidayat mengatakan, pemberian insentif dan kemudahan investasi yang akan diberikan seperti keringanan pajak dan retribusi.

“Semoga mendorong investasi yang ada di Kabupaten Bintan,” harap Indra. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto

Hasil Tes Tak Masuk NAR Kemenkes, Izin Dicabut

0
Ilustrasi tes PCR. (Dok. JawaPos)

batampos – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan semua laboratorium pemeriksaan tes Covid-19 untuk memasukan hasil tes PCR ke dalam sistem New All Record (NAR) Kemenkes. Bagi yang tidak patuh, izin operasionalnya akan dibekukan hingga bahkan dicabut.

“Lab wajib memasukkan data semua orang yang dites PCR,” ujar Budi, kemarin (11/7).

Instruksi ini muncul karena ada laporan masyarakat yang melakukan tes PCR tapi tidak mau hasilnya tercantum di aplikasi PeduliLindungi. Mereka meminta Lab pemeriksaan untuk tidak melaporkan hasilnya ke dalam sistem NAR Kemenkes. Sehingga hasilnya tidak muncul di PeduliLindungi.

Dampaknya, mereka yang positif Covid-19 tidak terdeteksi. “Kami menemukan kasus ada pasien yang mengeluh sakit tapi dites di Lab mana tidak dilaporkan, dan tidak ada di PeduliLindungi,” tuturnya.

Masyarakat yang hasil PCR positif di PeduliLindungi akan terlabel hitam. Sehingga tidak dapat masuk ke mall, perkantoran, hotel dan juga transportasi umum. Langkah ini dilakukan Kemenkes untuk mencegah penularan virus Covid-19 ke orang lain. “Ini harus didisiplinkan, kalau ada seperti itu (tidak memasukan hasil ke sistem) harus langsung ditegur,” ungkapnya.

Mulai kemarin, Kementerian Kesehatan akan memonitor dengan ketat laboratorium mana saja yang tidak memasukan hasil tes PCR ke dalam NAR. Kemenkes juga akan mengirimkan surat pemberitahuan kebijakan ini ke seluruh laboratorium yang menyelenggarakan tes Covid-19.

Di sisi lain, pemerintah juga didesak untuk menyiapkan langkah mitigasi menghadapi kenaikan angka positif Covid-19. Salah satunya dengan kembali meningkatkan upaya testing, tracing, treatment (3T). Terlebih, banyak masyarakat yang menganggap pandemi Covid-19 telah usai. Sehingga mengabaikan gejala-gejala yang mungkin muncul.

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan, pemerintah juga perlu menyiapkan pelayanan, rujukan, hingga nesiapan alat termasuk oksigen. Meski, kecil kemungkinan terjadi tingkat keparahan pada pasien namun potensi tersebut tetap ada.

“Apalagi jika menimpa orang berisiko tinggi. Misal orang lanjut usia, komorbid, atau anak-anak yang belum vaksin,” ujarnya.

Hal-hal tersebut tetap harus disiapkan. Bila tidak, maka risikonya bisa fatal berujung kematian.

Selain itu, menurut dia, PPKM juga harus dikuatkan kembali. Tak perlu langsung menuju PPKM level 3 atau 4, namun pengetatan perlu dilakukan. Kedisiplinan mengenai penggunaan masker, menjaga kebersihan, hingga menjaga jarak.

“Lebih diawasi secara ketat. Diperkuat lagi literasi, kedisiplinan, masker dan sebagainya. Ini yang harus terus kita jaga,” pungkasnya.

Sementara itu Kasubbid Dukungan Kesehatan (Dukkes) Satgas Covid-19 BNPB Brigjen TNI (Purn) Alexander K. Ginting mengatakan varian Covid-19 yang ada sekarang berbeda dengan varian Delta. Varian Delta memiliki tingkat keperahan yang lebih kuat. Sedangkan varian BA saat ini cenderung lebih ringan gejalanya.

’’Akibatnya banyak yang dianggap tidak jadi masalah,’’ tuturnya.

Kondisi ini mengakibatkan potensi penularannya tinggi. Untuk itu diperlukan peningkatan tes dan pelacakan kontak erat. Dia mengatakan masyarakat tidak perlu takut dan khawatir menyembunyikan gejalanya. Lebih baik diketahui segera kemudian dilakukan penanganan. Sehingga tidak menular ke yang lainnya.

Guru besar FKUI Tjandra Yoga Aditama mengatakan masyarakat perlu berbesar hati menerima arahan Presiden Joko Widodo. Yaitu menggunakan masker baik di dalam maupun di luar rungan. Menurut dia, arahan Presiden itu merupakan perlindungan yang sangat penting.

Tjandra lantas mengatakan kasus Covid-19 di India saat ini didominasi varian BA.2. ’’Kita di Indonesia juga amat perlu melakukan pengumpulan data ke arab BA.2 ini dan turunannya,’’ kata dia. Kemudian hasilnya disampaikan secara terbuka ke publik.

Dia mengatakan sejauh ini belum ada kepastian tentang penularan dan berat rignannya dampak infeksi varian BA.2.75. Varian ini juga disebut memiliki kemungkinan menghindar dari sistem imun seseorang. Tjandra mengatakan dari India saja, varian ini sudah menyebar ke 10 negara. Baginya penyebaran ini cukup cepat dan mengingatkan kembali ke varian Delta. (*)

Reporter: JP Group

Warga Batam Kaget Tagihan Airnya Naik, Padahal Pemakaian Seperti Biasa

0
SPAM Batam
Ilustrasi. Masyarakat mendatangi kantor pusat SPAM Batam di Batam Center. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

batampos – Sejumlah masyarakat Kota Batam mengeluhkan tagihan air PAM yang naik selama beberapa bulan terakhir. Padahal pemakaian air sama dengan bulan-bulan sebelumnya.

Novi, warga Nongsa mulai menyadari tagihan air PAM di rumahnya naik sejak tiga bulan terakhir. Dimana sebelumnya, rata-rata tagihan air berkisar Rp 60-65 ribu per bulan.

“Tiga bulan belakangan naik, awalnya Rp 90 ribuan, kemudian Rp 100 ribuan, bulan ini naik lagi jadi Rp 118,” ujarnya.

Menurut Novi, pemakaian di rumah hampir sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Karena itu, ia bingung kenapa tagihan air di rumahnya terus naik.

“Apa ada kenaikan tarif air ya, makanya tagihan naik terus,” imbuh Novi.

Hal senada diungkapkan Icha warga Nongsa yang juga merasa tagihan air di rumahnya naik.

“Tiga bulan terakhir tagihan air naik, biasanya cuma Rp 50-55 ribuan, bulan lalu naik jadi Rp 93 ribu. Tak ada tamu dan lainnya, tapi tagihan air naik,” terang Icha.

Ia juga mengeluhkan kualitas air yang tiba-tiba keruh dan berbusa. Namun kata dia, kondisi air ini tak terjadi setiap hari.

“Kadang air putih dan berbusa. Kadang bersih,” ujarnya.

Sementara, Mulyana warga Batamcenter juga mengakui tagihan air di rumahnya naik dari biasa. Namun memang naiknya tak terlalu signifikan.

“Naik juga, cuma naiknya tak banyak. Beberapa belas ribu saja,” terang Mulyana.(*)

Reporter: Yashinta

The Mauritanian, Film Kisah Nyata Salah Tangkap Pasca WTC Runtuh

0
Tahar Rahim sebagai Mohamedou Ould Slahi dalam film The Mauritanian (Istimewa)

batampos – The Mauritanian, film kisah nyata salah tangkap pasca gedung kembar World Trade Centre (WTC), New York, runtuh, pada 11 September 2001 akibat serangan teroris. Peristiwa hancurnya menara kembar ini tidak dipungkiri merupakan salah satu insiden paling buruk dan menyedihkan dalam sejarah peradaban manusia. Kejadian yang kemudian kerap disebut dengan 9/11 tersebut tidak hanya memberikan dampak buruk kepada warga Negeri Paman Sam, tapi juga mereka yang ditangkap secara sepihak dan membabi buta tanpa bukti lantaran diduga merupakan antek dari Osama Bin Laden dan organisasi Al-Qaeda.

Film ini sukses mempertontonkan sisi gelap lain dari pascainsiden menara kembar WTC. Diangkat dari kisah nyata, film ini menceritakan belasan tahun perjuangan seorang pria asal Mauritania bernama Mohamedou Ould Slahi yang merupakan korban salah tangkap. The Mauritanian juga memperlihatkan sekelumit kekejaman dan kekejian dari penjara Guantanamo Bay yang merupakan tempatnya ditahan selama kurang lebih 14 tahun.

Slahi (Tahar Rahim) sejatinya tidak memiliki paham radikal di dalam kepalanya. Ia hanya seorang sipil biasa yang berotak encer. Walau pernah ikut berlatih perang di Afghanistan, hal itu ia lakukan sebagai bekal untuk memerangi Komunis, paham yang juga ingin dimusnahkan oleh Amerika Serikat.

Baca juga:Beragam Penyakit Bisa Dideteksi dari Gigi dan Mulut

Nasib apes Slahi dimulai pada 2002, setelah tiba-tiba ia ditangkap oleh pihak militer Amerika Serikat dan dibawa ke penjara Guantanamo Bay, Kuba. Di sana, Slahi yang tidak tahu menahu soal aksi terorisme 9/11 dipaksa untuk mengakui segala hal yang tidak ia lakukan terkait hancurnya menara kembar WTC.

Tuduhan pihak militer muncul dari pengakuan salah seorang anggota Al-Qaeda yang pernah menginap di rumah Slahi sebelum aksi 9/11 dijalankan. Kepada pihak militer, orang tersebut memutarbalikkan fakta dan mengatakan bahwa Slahi adalah otak di balik 9/11. Slahi, yang sesungguhnya memang tidak mengetahui apapun, jelas membantah tegas segala tuduhan yang dialamatkan padanya.

Namun, segala kejujuran yang disampaikan Slahi justru tidak membuat keadaan semakin baik.

Untuk diketahui, Guantanamo Bay adalah salah satu penjara yang disebut-sebut sebagai penjara paling kejam dan mengerikan. Siksaan demi siksaan yang sangat brutal dan tidak manusiawi pun harus dialami oleh Slahi. Mulai dari dibiarkan kedinginan, disiram air hingga tidak bisa bernapas, diputarkan lagu heavy metal dengan speaker yang mengarah ke dirinya, sampai pelecehan seksual dari sipir perempuan, semua harus dijalani Slahi agar ia mengakui perbuatan yang tidak ia lakukan.

Lebih parah lagi, Slahi sama sekali tidak diberi kesempatan untuk membela diri di persidangan. Ia terus menerus disiksa dan dipaksa mengaku tanpa adanya proses sidang resmi di meja hijau.

Kejadian ini akhirnya sampai ke telinga seorang pengacara bernama Nancy Hollander (Jodie Foster). Bersama koleganya, Teri Duncan (Shailene Woodley), keduanya pun memulai perjalanan panjang untuk membebaskan Slahi dari neraka dunia tersebut, yang akhirnya berhasil terealisasi pada tahun 2016.

Disutradarai Kevin Macdonald, The Mauritanian boleh dibilang berhasil menyuguhkan kisah drama yang sangat menyentuh.

Berdurasi 2 jam 9 menit, film ini sukses membawa para penontonnya ikut mengalami rasa sesak akibat ketidakadilan yang dialami Slahi, dan turut bernapas lega bahkan berurai air mata ketika akhirnya pengadilan memutuskan bahwa Slahi tidak bersalah.

Akting dari Tahar Rahim dan Jodie Foster jelas menjadi kekuatan utama dari The Mauritanian. Keduanya mampu menjalankan peran masing-masing sebagai seorang tahanan yang tengah kalut dan nyaris gila, serta seorang pengacara tegar yang tengah berkonflik dengan batin dan kehidupan pribadinya. Rahim dan Foster menjalankan tugas mereka dengan ciamik sejak awal hingga penghujung film.

Secara keseluruhan, The Mauritanian adalah film yang pantas untuk ditonton bagi Anda para penyuka drama. Jangan berharap ada adegan aksi baku hantam di dalamnya, karena The Mauritanian adalah film yang menitikberatkan pada pahitnya kenyataan dan perjuangan atas nama kemanusiaan.(*)

Reporter: jpgroup

Warga Batam Keluhkan Proyek Pelebaran Jalan di Jalan Yos Sudarso

0
Macet Pelebaran Jalan Dalil Harahap5
Ilustrasi. Pelebaran Jalan. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Warga Kota Batam mengeluhkan proyek pelebaran jalan dan pembangunan drainase DAM Baloi di Jalan Yos Sudarso tepatnya di depan Direktorat Kantor Pajak Wilayah Provinsi Kepri karena menyebabkan ruas jalan macet disetiap jam-jam sibuk.

“Kalau pagi dan sore, macetnya selalu panjang. Penyebabnya itu karena jalannya belum rata, gelombang. Jadi kecepatan harus lambat,” ujar Tomi, warga Baloi Kolam.

Ia menjelaskan selain menimbulkan macet, ruas jalan ini pada siang hari dipenuhi debu. Sedangkan saat kondisi hujan, digenangi air.

“Sudah berbulan-bulan yang lewat sini makan debu. Pas hujan juga becek, digenangi air. Mungkin karena drainasenya belum lancar,” kata pria 27 tahun ini.

Menurut dia, pengerjaan proyak ini hanya dikerjakan pada pagi hingga sore hari. Ia berharap pembangunan ini dapat diselesaikan dengan waktu yang cepat atau sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

“Pekerjaan pas jam sibuk makanya selalu macet. Bagusnya tengah malam juga dikerjakan, jalanan sepi, jadi tidak ada gangguan. Ini malam hari tidak ada pekerjaan,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Ronald, warga Happy Garden, Lububkaja. Ia mengaku setiap pagi berangkat kerja ke Batamcenter harus melewati macet di jalan tersebut.

“Kalau berangkat dan pulang kerja itu selalu macet, dan debu. Kalau hujan, kendaraan seperti kluar dari kubangan lumpur. Mudah-mudahan secepatnya diselesaikan. Agar jalanan lebih lancar lagi,” katanya.

Pembangunan drainase DAM Baloi ini dimulai November 2021 lalu. Waktu pemeliharaannya 180 hari kalender dengan nilai kontrak Rp.16.585.858.000. Dilaksanakan oleh PT Fata Perdana Mandiri, konsultan supervisi CV. Buhara Persada.

Rencananya jalan Yos Sudarso ini dibangun pada sisi jalur kanan dan kiri akan dijadikan lima lajur.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

KPK dan RMBKK Laksanakan Pemotongan Hewan Kurban untuk Didistribusikan ke Warga

0

batampos– Bupati Karimun Aunur Rafiq, Senin (11/7) pagi menyerahkan satu ekor sapi kepada Kerukunan Pemuda Karimun (KPK) bersama Rumpun Melayu Bersatu Kabupaten Karimun (RMBKK) untuk didistribusikan kepada masyarakat dalam rangka hari raya Idul Adha 1443 H.

” Saya sangat senang sekali anak-anak muda sekarang sudah pada kompak, mendukung pembangunan kabupaten Karimun bersama RMBKK. Dan, bisa bersatu dengan organisasi lainnya di kabupaten Karimun ini,” pesannya, di gedung RMBKK.

Bupati Karimun ketika menyerahkan hewan qurban kepada Ketua KPK Mardana Surya Karma didampingi Ketua RMBKK Zulkhainen satu ekor sapi di gedung RMBKK.f.KPK

Sementara itu Ketua KPK Mardana Surya Karma menuturkan, pihaknya siap melaksanakan penyembelihan hewan kurban dan mendistribusikan kepada masyarakat sekitarnya bersama RMBKK. Sehingga, bisa dinikmati oleh masyarakat dalam rangka hari raya Idul Adha 1443 H. Dan, pihaknya juga bersyukur pada tahun ini bisa melaksanakan ibadah Idul Adha 1443 H tanpa ada batasan dan aturan seperti dua tahun lalu.

” Alhamdulillah, proses penyembelihan sudah selesai dan langsung kita distribusikan kepada masyarakat. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Karimun yang telah menyerahkan satu ekor sapi untuk didistribusikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakan, dari hasil pemotongan satu ekor sapi dapat dibagi 130 bungkus yang diberikan kepada warga kurang mampu dan para panitia qurban. Dengan demikian, baru kali pertama pihaknya melaksanakan pemotongan hewan qurban.

BACA JUGA: Untuk Idul Adha, Ada Sebanyak Ini Hewan Kurban Keluar dari Bintan

” Paling penting makna Idul Adha 1443 H yang perlu kita renungkan sebagai generasi penerus. Hari raya Idul adha 1443 H bisa dijadikan momentum bagi umat muslim untuk lebih mendekatkan kepada Allah SWT,” tuturnya didampingi Ketua RMBKK Zulkhainen.

Kemudian, pada bulan ini juga KPK akan menyelenggarakan turnamen dalam rangka hari jadi KPK ke 24 bersama RMBKK di gedung RMBKK. Salah satunya permainan domino yang akan dilaksanakan Sabtu (23/7) hingga Senin (1/8) mendatang dengan berbagai hadiah yang disediakan.

” Disini (KPK-red), sebagai wadah kepemudaan ingin menyatukan presepsi untuk membangun kabupaten Karimun dengan seluruh organisasi yang ada di kabupaten Karimun,” ucapnya.

Sedangkan, penasehat KPK Ali Hamid memberikan apresiasi kepada Bupati Karimun Aunur Rafiq dan pemuda KPK yang telah melaksanakan pemotongan hewan qurban. Sehingga, bisa memberikan contoh kepada generasi muda untuk bisa bersama-sama melakukan aksi sosial maupun gotong royong.

” Contoh kecil saja, seperti pemotongan hewan kurban ini. Pemuda harus bisa mengesampingkan ego masing-masing untuk bersama-sama membantu pemotongan hewan qurban hingga pendistribusian kepada masyarakat,” katanya.(*)

reporter: Tri Haryono

Kapolri Diminta Bentuk TPGF Untuk Ungkap Baku Tembak di Rumah Kadiv Propam

0
Ilustrasi penembakan. (Ardika/Antara)

batampos – Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengambil sikap dalam kasus baku tembak di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. IPW meminta agar dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap kasus tersebut.

“IPW mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Pencari Gabungan Pencari Fakta atas tewasnya Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat, ajudan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di rumah Ferdy Sambo,” kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dalam keterangan tertulis, Senin (11/7).

Dengan TGPF, diharapkan mampu mengungkap penyebab sebenarnya Brigadir J ditembak. Apakah karena adanya ancaman bahaya terhadap Kadiv Propam atau ada motif lain.

IPW menilai Kapolri sebaiknya menon-aktifkan terlebih dahulu Irjen Ferdy Sambo dari jabatan selaku Kadiv Propam. “Alasannya, pertama, Irjen Ferdy Sambo adalah saksi kunci peristiwa yang menewaskan ajudannya tersebut. Hal tersebut, agar diperoleh kejelasan motif dari pelaku membunuh sesama anggota Polri,” imbuh Sugeng.

Alasan kedua, Brigadir J statusnya belum jelas apakah korban atau pihak yang menimbulkan bahaya. Alasan ketiga, locus delicti terjadi di rumah Ferdy Sambo. Karena itu agar tidak terjadi distorsi penyelidikan, maka harus dilakukan oleh Tim Pencari Fakta yang dibentuk atas perintah Kapolri bukan oleh Propam.

Sebelumnya, baku tembak antara sesama anggota polisi terjadi di rumah dinas Perwira Tinggi (Pati) Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Peristiwa ini melibatkan Brigadir J dan Barada E. Keduanya dikabarkan adalah ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

“Benar telah terjadi pada hari Jumat, 8 juli 2022, kurang lebih jam 17.00 atau jam 5 sore,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/7).

Peristiwa bermula saat Brigadir Nopryansah Josua memasuki area rumah dinas pejabat Polri. Dia kemudian ditegur oleh Barada E.

“Saat itu yang bersangkutan (Brigadir J) mengacungkan senjata, kemudian melakukan penembakan, dan Barada E tentu menghindar dan membalas tembakan terhadap Brigadir J,” imbuhnya. (*)

Reporter: JP Group