Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 7475

Waktu Mepet, Pemerintah Tak Ambil Tambahan Kuota Haji

0
Jamaah haji. (Dok JawaPos)

batampos – Kabar bahwa Arab Saudi memberikan tambahan kuota haji untuk Indonesia dibenarkan oleh sejumlah pemilik travel haji. Sayangnya tambahan kuota sebanyak 10 ribu kursi itu, tidak diambil oleh pemerintah. Alasannya karena waktu yang tersedia mepet.

Ketua Umum Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (Bersathu) Wawan Suhada mengatakan, memang ada informasi tambahan kuota haji tersebut. Dia menyambut baik adanya tambahan kuota haji tersebur.

Bahkan Wawan mengatakan, jika pemerintah tidak mengambil kuota haji tersebut, bisa diberikan ke travel haji. Diantaranya untuk menambah kuota haji khsusus atau bahkan haji mujamalah. “Kami sangat siap menerima limpahan tambahan kuota tersebut,” katanya.

Meskipun begitu, Wawan mengatakan alokasi tambahan kuota haji tersebut kewenangan pemerintah Saudi dan Indonesia. Diperkirakan karena waktunya sudah mepet, pemerintah Indonesia tidak mengambil tambahan kuota haji itu.

Sejatinya tambahan kuota haji hampir setiap tahun diberikan oleh pemerintah Saudi. Biasanya tambahan kuota haji diberikan sebelum misi penyelenggaraan haji dimulai. Atau paling lambat di awal-awal pengiriman jemaah.

Tetapi untuk tahun ini, kuota haji diberikan di tengah masa pemberangkatan jemaah. Bahkan pengiriman jemaah saat ini sudah masuk gelombang kedua. Awal Juli nanti, bandara di Jeddag sudah ditutup untuk kedatangan jemaah haji.

Wawan mengatakan tambahan kuota haji, jelas butuh banyak persiapan. Mulai dari penyediaan transportasi penerbangan, hotel, katering, transportasi, dan lainnya. Belum lagi terkait dengan penetapan ongkos hajinya.

Namun Wawan menegaskan, saat ini mereka lebih konsentrasi kepada penyelenggaraan haji visa mujamalah. Sebab saat ini visa haji mujamalah tidak kunjung keluar. Padahal menjelang Idul Adha seperti sekarang ini, visa haji mujamalah atau furoda sudah dikeluarkan oleh Saudi.

“Kami tetap optimis berangkat (haji mujamalah),” katanya. Untuk itu dia berharap pemerintah ikut membuka komunikasi dengan pemerintah Saudi soal kejelasan kapan visa haji mujamalah diterbitkan. Dia mengatakan dalam waktu dekat bakal ada pertemuan lintas kementerian membahas masalah haji furoda.

Sementara itu Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengatakan, sebelumnya memang ada informasi bahwa Saudi memberikan tambahan kuota haji sebanyak 10 ribu jemaah. “Dapat info terbaru dari Dirjen PHU Kemenag, bahwa yang (tambahan) 10 ribu tidak jadi,” katanya. Sebab tambahan kuota yang sebelumnya masuk dalam sistem e-hajj untuk negara Indonesia, sudah tidak ada lagi atau telah dikeluarkan.

Yandri mengatakan, keluarnya tambahan kuota haji tersebut sangat mepet. Apalagi clossing date bandara Jeddah tinggal sekitar sepuluh hari lagi. “Kalau minggu depan tinggal seminggu lagi gimana ngatur orang yang berangkat. Kan banyak 10 ribu itu,” jelasnya. Dia memahami posisi pemerintah cukup berat, jika harus menerima tambahan kuota lagi. Selain waktunya sudah mepet, saat ini proses pemberangkatan haji juga sedang berjalan.

Terkait adanya tambahan kuota haji yang tidak diambil tersebut, Kemenag masih belum memberikan keterangan resmi. Sebelumnya Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Subhan Cholid mengatakan, kalaupun ada penambahan haji, harus dibahas lintas sektor. Karena ada aspek kesehatan dan transportasi, khususnya penerbangan. (*)

Reporter: JP Group

Desa Kampung Hilir, Tambelan Masuk Nominasi Lomba Desa Kelurahan Terbaik Kepri

0
Kadis PMD Bintan, Rony Kartika ketika memaparkan keunggulan Desa Kampung Hilir saat tim verifikasi dari Provinsi Kepri turun ke Bintan. F.Dinas PMD Bintan

batampos- Desa Kampung Hilir, Kecamatan Tambelan masuk dalam jajaran nominasi lomba desa dan kelurahan terbaik Provinsi Kepulauan Riau tahun 2022.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bintan, Rony Kartika mengatakan, banyak perubahan yang dilakukan pemerintah desa dan masyarakat di Desa Kampung Hilir, Kecamatan Tambelan.

Salah satunya, terkait penyelenggaraan pemerintahan yang ada di Desa Kampung Hilir. “Perkembangannya cukup signifikan,” kata Rony.

Selain penyelenggaraan pemerintahan, Rony mengatakan, program pemberdayaan masyarakat secara sosial, budaya, ekonomi, dan kamtibmas pun telah berjalan baik.

Untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, Rony menjelaskan, masyarakat Desa Kampung Hilir sudah menghasilkan beragam produk UMKM antara lain produk kerupuk ikan mantak dan kerupuk ikan masak, kerupuk atom, ikan asin dan produk lainnya.

BACA JUGA: Desa Pengudang di Bintan Dipilih Sebagai Sentral Kegiatan ACDH

Badan usaha milik desa (BUMDes) pun, kata Rony, sudah memiliki usaha perdagangan dan air galon isi ulang, kios desa dan penginapan aik simbat.

Selain Desa Kampung Hilir, Rony mengatakan, Kelurahan Tanjungpermai, Kecamatan Seri Kuala Lobam juga masuk dalam nominasi lomba desa kelurahan terbaik Provinsi Kepri tahun 2022.

Rony berharap, potensi yang ada di Desa Kampung Hilir, Kecamatan Tambelan dan Kelurahan Tanjungpermai, Kecamatan Seri Kuala Lobam dapat terus dikembangkan sehingga dapat mewujudkan peningkatan kualitas hidup masyarakat di desa dan kelurahan melalui aspek penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan serta kemasyarakatan. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

 

Mencari Muksin, Honorer Pengendali Korupsi Dispora Kepri

0
DPO
Polda Kepri menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO), terhadap Muksin alias Usin alias Ucin alias Tatar yang terlibat dalam pusaran korupsi dana hibah Provinsi Kepri anggaran tahun 2020.

batampos – Subdit Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Kepri terus gencar, melakukan pencarian terhadap Muksin alias Usin alias Ucin alias Tatar. Muksin adalah tersangka kasus korupsi dana hibah Dispora Kepri yang merugikan negara miliaran rupiah. Peran Muksin cukup sentral, walaupun bukanlah pejabat di Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

Dari gambaran terakhir Muksin disampaikan polisi, memiliki ciri mata sedikit sipit, alis tebal, dahi lebar, wajah persegi, rambut ikal, tinggi 159 sentimeter dan berkulit kuning langsat.

“Saya kasih target ke anggota, (Muksin) wajib dapat. Sampe ke lobang tikus pun harus dikejar,” kata Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Kepri, Nugroho, Kamis (23/6).

Ia memprediksi bahwa Muksin sudah tidak ada lagi di Kepri. Keberadaan Muksin diperkirakan sudah lari dan menetap di luar Kepri. Hal itu demi menghindari pengejaran dari anggota kepolisian.

Dari penyelidikan dilakukan kepolisian, Tri Wahyu Widadi, 44 selaku mantan Kabid BPKAD Provinsi Kepri ikut terlibat dari pusaran korupsi ini. Namun, anehnya Muksin yang hanya seorang honorer di Provinsi Kepri mendapatkan bagian lebih banyak.

Nugroho menyebut bagian didapat Muksin sekitar 50 persen, bahkan lebih dari dana yang dikorupsi. Sedangkan, para penerima hibah fiktif, hanya mendapatkan komisi 10 persen dari setiap dana yang berhasil dicairkan.

Saat ditanyakan ke Nugroho, apakah Muksin berperan sebagai tersangka dan juga saksi kunci aliran dana hibah itu. Nugroho mengatakan belum bisa menyimpulkan hal tersebut. Sebab, sampai sekarang belum ada keterangan dari Muksin.

“Harus ketangkep dulu, biar semua kebuka nantinya. Uang-uang itu dimakan sendiri atau mengalir ke pihak lain,” tutur Nugroho.

Dari informasi yang pernah diterima Batam Pos, peran Muksin sangat aktif. Ia jemput bola untuk berbagai hal. Mulai dari mengambil fotocopy KTP, yang dijadikan syarat untuk pengajuan hibah.

Hingga, saat pencairan dana tersebut di bank. Muksin mendampingi para penerima hingga di luar bank. Begitu uang dicairkan, para penerima mendapatkan komisi. Sedangkan sisanya, diambil dan dibawa Muksin.

Hasil penyelidikan polisi menyebutkan, bahwa Muksin terlibat langsung dalam perencanaan korupsi. Muksin bersama Tri Wahyu merancang pengajuan dana hibah, yang bertentangan dengan pasal 8,9,10,11 Peraturan Menteri Dalam Negeri RI nomor 123 tahun 2018 tentang perubahan ke 4, atas peraturan Menteri dalam negeri nomor 32 tahun 2011 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD.

Demi memuluskan rencana dugaan korupsi ini, Muksin berkolaborasi dengan beberapa tersangka untuk menyusun laporan pertanggungjawaban. Ada beberapa lokasi yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan hibah tersebut, yakni 4 lapangan futsal, 3 hotel untuk pelaksanaan catur, tenis meja dan badminton.

Namun, lokasi-lokasi ini tidak ada kegiatan yang seperti dalam laporan pertanggungjawaban. Polisi menemukan fakta, Muksin dan komplotannya hanya melakukan sesi foto-foto saja, sebagai bagian laporan pertanggungjawaban.

Dari kerugian negara Rp 6,2 miliar, Tipidkor Polda Kepri berhasil menyelamatkan uang dari tangan penerima hibah sebesar Rp233.650.000. Uang ini diduga, pengembalian komisi yang diberikan Muksin kepada para penerima hibah.

Penyelidikan kasus ini panjang dan memakan waktu yang lama. Sebab penyidik Tipidkor Polda Kepri harus memeriksa sebanyak 78 saksi, yang terdiri dari 24 orang pejabat pemerintah, 45 penerima hibah, notaris, pengelola tempat pelaksana kegiatan dan saksi ahli.

Dari informasi didapat Batam Pos, penyelidikan dimulai 30 Desember 2020. Polisi melakukan pengumpulan bahan dan keterangan, dari berbagai saksi dan orang-orang yang mengetahui hibah Dispora tersebut.

Tanggal 29 Desember 2021, kasus dugaan korupsi ini naik statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Tahapan penyidikan ini dimulai setelah dikirimkannya SPDP ke Kejati, 2 Januari 2022. Usai dikirimkan SPDP ini, polisi secara maraton memeriksa puluhan saksi di Tanjungpinang dan Batam.

Hingga akhirnya, polisi menetapkan ke 6 orang terlapor di SPDP yang dikirimkan ke kejaksaan itu sebagai tersangka, setelah dilakukan gelar perkara 4 April lalu.

Mulai awal penyelidikan 30 desember 2020. Tanggal 29 Desember 2021 dilakukan gelar peningkatan dari penyelidikan ke penyidikan. Penyidikan 3 Januari 2022 (SPDP dikirimkan ke kejati), 4 April gelar perkara penetapan tersangka. Ditetapkan 6 orang itu dengan peran masing2.

Ke enam orang ini diduga melanggar pasal 2 ayat 1 Undang-Undang 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 KUHP.

Pasal 2 ayat 1 UU 31, berbunyi setiap orang yang melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Namun, kasus korupsi hibah ini tidak berhenti disini saja. Dari awal penyelidikan, polisi mengendus ada sebanyak Rp 20miliar uang negara dikorupsi.

Hibah dispora, merupakan klaster pertama dari mega korupsi di Provinsi Kepri tersebut. “Kasus ini baru klaster pertama, masih ada 3 klaster lainnya. Seluruhnya nilainya Rp20 miliar,” ungkap Nugroho.

Tiga klaster lainnya, diduga memiliki modus yang sama. Terkait dengan kasus klaster korupsi dana hibah ini, Nugroho mengatakan polisi sedang memprosesnya. Ia mengatakan ada sebanyak 20 orang saksi diperiksa atas kasus ini.

“Statusnya masih lidik, dan masih di Dispora juga. Tapi beda orang (dugaan tersangkanya),” ungkap Nugroho.

Meskipun begitu, klaster pertama dan kedua, memiliki benang merah. Sebab, diduga metode yang digunakan dalam mengambil uang negara hampir sama. “Masih dispora, namun beda penerima hibah,” ujarnya.

Melihat pergerakan kasus ini, Nugroho mengatakan ada kemungkinan jumlah tersangka di klaster kedua melebihi klaster pertama. “Banyak pihak yang terlibat, ada puluhan organisasi juga,” tuturnya. (*)

 

 

Reporter : FISKA JUANDA

Mencari Muksin, Honorer Pengendali Korupsi Dispora Kepri

0
DPO
Polda Kepri menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO), terhadap Muksin alias Usin alias Ucin alias Tatar yang terlibat dalam pusaran korupsi dana hibah Provinsi Kepri anggaran tahun 2020.

batampos – Subdit Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Kepri terus gencar, melakukan pencarian terhadap Muksin alias Usin alias Ucin alias Tatar. Muksin adalah tersangka kasus korupsi dana hibah Dispora Kepri yang merugikan negara miliaran rupiah. Peran Muksin cukup sentral, walaupun bukanlah pejabat di Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

Dari gambaran terakhir Muksin disampaikan polisi, memiliki ciri mata sedikit sipit, alis tebal, dahi lebar, wajah persegi, rambut ikal, tinggi 159 sentimeter dan berkulit kuning langsat.

“Saya kasih target ke anggota, (Muksin) wajib dapat. Sampe ke lobang tikus pun harus dikejar,” kata Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Kepri, Nugroho, Kamis (23/6).

Ia memprediksi bahwa Muksin sudah tidak ada lagi di Kepri. Keberadaan Muksin diperkirakan sudah lari dan menetap di luar Kepri. Hal itu demi menghindari pengejaran dari anggota kepolisian.

Dari penyelidikan dilakukan kepolisian, Tri Wahyu Widadi, 44 selaku mantan Kabid BPKAD Provinsi Kepri ikut terlibat dari pusaran korupsi ini. Namun, anehnya Muksin yang hanya seorang honorer di Provinsi Kepri mendapatkan bagian lebih banyak.

Nugroho menyebut bagian didapat Muksin sekitar 50 persen, bahkan lebih dari dana yang dikorupsi. Sedangkan, para penerima hibah fiktif, hanya mendapatkan komisi 10 persen dari setiap dana yang berhasil dicairkan.

Saat ditanyakan ke Nugroho, apakah Muksin berperan sebagai tersangka dan juga saksi kunci aliran dana hibah itu. Nugroho mengatakan belum bisa menyimpulkan hal tersebut. Sebab, sampai sekarang belum ada keterangan dari Muksin.

“Harus ketangkep dulu, biar semua kebuka nantinya. Uang-uang itu dimakan sendiri atau mengalir ke pihak lain,” tutur Nugroho.

Dari informasi yang pernah diterima Batam Pos, peran Muksin sangat aktif. Ia jemput bola untuk berbagai hal. Mulai dari mengambil fotocopy KTP, yang dijadikan syarat untuk pengajuan hibah.

Hingga, saat pencairan dana tersebut di bank. Muksin mendampingi para penerima hingga di luar bank. Begitu uang dicairkan, para penerima mendapatkan komisi. Sedangkan sisanya, diambil dan dibawa Muksin.

Hasil penyelidikan polisi menyebutkan, bahwa Muksin terlibat langsung dalam perencanaan korupsi. Muksin bersama Tri Wahyu merancang pengajuan dana hibah, yang bertentangan dengan pasal 8,9,10,11 Peraturan Menteri Dalam Negeri RI nomor 123 tahun 2018 tentang perubahan ke 4, atas peraturan Menteri dalam negeri nomor 32 tahun 2011 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD.

Demi memuluskan rencana dugaan korupsi ini, Muksin berkolaborasi dengan beberapa tersangka untuk menyusun laporan pertanggungjawaban. Ada beberapa lokasi yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan hibah tersebut, yakni 4 lapangan futsal, 3 hotel untuk pelaksanaan catur, tenis meja dan badminton.

Namun, lokasi-lokasi ini tidak ada kegiatan yang seperti dalam laporan pertanggungjawaban. Polisi menemukan fakta, Muksin dan komplotannya hanya melakukan sesi foto-foto saja, sebagai bagian laporan pertanggungjawaban.

Dari kerugian negara Rp 6,2 miliar, Tipidkor Polda Kepri berhasil menyelamatkan uang dari tangan penerima hibah sebesar Rp233.650.000. Uang ini diduga, pengembalian komisi yang diberikan Muksin kepada para penerima hibah.

Penyelidikan kasus ini panjang dan memakan waktu yang lama. Sebab penyidik Tipidkor Polda Kepri harus memeriksa sebanyak 78 saksi, yang terdiri dari 24 orang pejabat pemerintah, 45 penerima hibah, notaris, pengelola tempat pelaksana kegiatan dan saksi ahli.

Dari informasi didapat Batam Pos, penyelidikan dimulai 30 Desember 2020. Polisi melakukan pengumpulan bahan dan keterangan, dari berbagai saksi dan orang-orang yang mengetahui hibah Dispora tersebut.

Tanggal 29 Desember 2021, kasus dugaan korupsi ini naik statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Tahapan penyidikan ini dimulai setelah dikirimkannya SPDP ke Kejati, 2 Januari 2022. Usai dikirimkan SPDP ini, polisi secara maraton memeriksa puluhan saksi di Tanjungpinang dan Batam.

Hingga akhirnya, polisi menetapkan ke 6 orang terlapor di SPDP yang dikirimkan ke kejaksaan itu sebagai tersangka, setelah dilakukan gelar perkara 4 April lalu.

Mulai awal penyelidikan 30 desember 2020. Tanggal 29 Desember 2021 dilakukan gelar peningkatan dari penyelidikan ke penyidikan. Penyidikan 3 Januari 2022 (SPDP dikirimkan ke kejati), 4 April gelar perkara penetapan tersangka. Ditetapkan 6 orang itu dengan peran masing2.

Ke enam orang ini diduga melanggar pasal 2 ayat 1 Undang-Undang 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 KUHP.

Pasal 2 ayat 1 UU 31, berbunyi setiap orang yang melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Namun, kasus korupsi hibah ini tidak berhenti disini saja. Dari awal penyelidikan, polisi mengendus ada sebanyak Rp 20miliar uang negara dikorupsi.

Hibah dispora, merupakan klaster pertama dari mega korupsi di Provinsi Kepri tersebut. “Kasus ini baru klaster pertama, masih ada 3 klaster lainnya. Seluruhnya nilainya Rp20 miliar,” ungkap Nugroho.

Tiga klaster lainnya, diduga memiliki modus yang sama. Terkait dengan kasus klaster korupsi dana hibah ini, Nugroho mengatakan polisi sedang memprosesnya. Ia mengatakan ada sebanyak 20 orang saksi diperiksa atas kasus ini.

“Statusnya masih lidik, dan masih di Dispora juga. Tapi beda orang (dugaan tersangkanya),” ungkap Nugroho.

Meskipun begitu, klaster pertama dan kedua, memiliki benang merah. Sebab, diduga metode yang digunakan dalam mengambil uang negara hampir sama. “Masih dispora, namun beda penerima hibah,” ujarnya.

Melihat pergerakan kasus ini, Nugroho mengatakan ada kemungkinan jumlah tersangka di klaster kedua melebihi klaster pertama. “Banyak pihak yang terlibat, ada puluhan organisasi juga,” tuturnya. (*)

 

 

Reporter : FISKA JUANDA

Durian Kundur Tidak Ada Lawan, Bisa Mencapai Rp1 Juta Per Buah

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq memperlihatkan durian Kundur yang bisa mencapai 1 juta per buah. f.JAMES

batampos – Bupati Karimun Aunur Rafiq, Rabu (22/6) lalu melakukan kunjungan ke agro wisata durian di kecamatan Kundur Utara yang saat ini sedang panen durian. Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa durian Kundur tidak ada lawan dengan durian lainnya yang berkwalitas tinggi.

” Alhamdulillah, saya bersama Sekda Karimun M Firmansyah dan Kapolsek Kundur, Kapolsek Kundur Barat/Kuba mencicipi durian kundur langsung di kebun salah seorang warga disini,” ujarnya.

Dikatakan, dirinya telah berkeliling di Provinsi Kepri ini termasuk diluar daerah Kepri sendiri. Bahwa, durian kundur tidak ada lawan dengan rasa yang cukup lezat sekali. Dan, jenis duriannya cukup banyak beragam mulai dari durian kampung maupun durian yang kwalitas tinggi.

” Nah, durian di sini bisa mencapai Rp1 juta per buah. Yaitu durian duri hitam yang memang buahnya tidak banyak. Pokoknya, tidak ada lawanlah. Lumayanlah, penghasilan berkebun durian disini bisa mencapai Rp1 miliar sekali panen,” ungkapnya.

BACA JUGA: Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 1.000 Bibit Mangrove Ditanam di Pantai Pengudang, Bintan

Masih kata Rafiq lagi, dirinya mengajak kepada seluruh masyarakat Kepri silahkan datang ke pulau Kundur jangan khawatir kwalitas dan harganya cukup terjangkau. Dan, bisa berwisata durian di kebun masyarakat yang panen setahun sekali.

” Selain durian hitam, ada juga durian musan king, durian udang merah, durian 01, durian SO dan sebagainya. Sampai-sampai durian kampung rasa luar biasa,” tuturya.

Selain durian yang saat ini lagi panen dengan nilai ekonomis tinggi, ada juga tanaman pinang yang sekarang ini bisa diekpor. Sehingga, kondisi tanah di Kundur sendiri sangat menjanjikan nilai ekonomisnya yang dapat meningkatkan tarap ekonomi masyarakat.

” Insyallah, kita akan mendapatkan bantuan sektiar 25 ribu batang buah-buahan. Nanti, akan didistribusikan kepada masyarakat untuk dibudidayakan nanti,” ucapnya. (*)

Reporter: Tri Haryono

Distributor di Batam Siap Gelar Pasar Murah

0
Bazar Sembako Dalil Harahap747474
Pasar sembako murah yang digelar Pemko Batam beberapa waktu lalu diserbu warga Sagulung. Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto, mengatakan, pihaknya siap terlibat bilamana Pemko Batam menggelar pasar murah. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Distributor di Kota Batam siap mengelar pasar murah dalam upaya untuk menstabilkan harga komoditi di pasaran salah satunya cabai.

Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto, mengatakan, pihaknya siap terlibat bilamana Pemko Batam menggelar pasar murah.

Hal itu terbukti dari selama ini digelar pasar murah, para distributor di Batam pasti ikut serta.

“Untuk agenda pasar murah, kami siap kapanpun dilibatkan,” ujar Aryanto.

Diakui Aryanto beberapa waktu lalu, pihaknya mengikuti rapat bersama tim pengendalian inflasi daerah (TPID). Rapat tersebut, untuk membahas apakah perlu digelar pasar murah di Kota Batam.

“Hasil rapat ternyata tak perlu digelar murah. Kami sebagai distributor ikut saja, jika digelar pasar murah, kami siap,” terangnya.

Ia juga tak menapik saat ini, sejumlah harga komoditi naik cukup tinggi. Namun sebagai ketua distributor, ia hanya bisa meminta para anggota asosiasi tak mengambil untung terlalu besar.

“Memang saat ini beberapa harga kebutuhan melonjak, kami dari distributor pun tak bisa berbuat banyak, paling bisa tak terlalu besar mengambil margin (keuntungan),” jelasnya.

Disinggung apakah tak bisa distributor menggelar pasar murah atas inisiatif sendiri, menurut Aryanto bisa saja.

Namun kegiatan itu juga masih harus berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Sebab harus meminta izin dimana pasar murah itu digelar.

“Bisa saja, tapi tetap harus dikoordinasi dengan pemerintah. Harus ada izin untuk lokasi,” tegasnya.

Menurut Aryanto, untuk menggelar pasar murah para distributor menjual harga sesuai harga dari distributor. Sehingga jika digelar atas inisiatif sendiri, akan ada biaya akomodasi lainnya.

“Selama ini pasar murah kami tak pernah mengambil untung, jual modal saja,” pungkasnya.(*)

Reporter: Yashinta

Pusat Oleh-oleh di Mall Botania 2 akan Diresmikan Akhir Juni

0
Disperindag Bentuk Pusat Oleh Oleh Batam 1 F Cecep Mulyana scaled e1653193488841
Kepala Dinas Perdagangan Kota Batam Gustian Riau dan managemen Mall Botania 2 memberikan pemaparan kepada sejumlah UMKM pada rapat rencana pembentukan tempat pusat oleh oleh Batam di MB2 beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Sentra Pusat Oleh-oleh di Batam yang berlokasi di Mall Botania (MB) 2 Batamcenter akan diresmikan pada akhir Juni ini. Dimana pusat oleh-oleh pertama di Batam ini akan mengandeng lebih kurang 70 UMKM lokal, baik yang sudah memiliki brand ataupun belum.

Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, pihak tengah berupaya agar Sentra Pusat Oleh-Oleh tersebut bisa segera diresmikan.

Terlebih saat ini pintu keluar masuk dari negara Singapura dan Malaysia sudah kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah bisa diresmikan oleh Bapak Walikota Batam. Sebagai penunjang sektor wisata,” ujar Gustian.

Diakui Gustian, desai lokasi untuk pusat oleh-oleh tersebut tak jauh dari kekhasan Batam sebagai daerah Melayu. Namun konsepnya akan dibuat berbeda, sehingga wisatawan akan tertarik untuk datang ke lokasi.

“Nanti di lokasi akan dibuat gapura juga. Desainya juga diusahakan kekinian, jadi tak bosan saat di lokasi,” terang Gustian.

Menurut dia, sebagian besar UMKM yang terlibat sudah memiliki nama, dan selalu dicari sebagai oleh-oleh dari Batam. Karena itu nantinua, packing untuk oleh-oleh juga harus menarik.

“Untuk pembayaran, kami konsep satu pintu, layaknya supermarket. Jadi bisa tahu mana yang laris dan tidaknya,” jelas Gustian.

Selain itu, lanjut Gustian. Pihaknya juga meminta produk yang dijual memiliki kemasan bagus atau sekelaa internasional.

Nantinya, semua produk akan dimasukan dalam satu brosur, sehingga wisatawan bisa mencari dengan mudah apa yang diinginkan.

“Kami juga akan memfasilitasi UMKM yang belum memiliki izin edar dan kesehatan. Sehingga wisatawan bisa yakin, jika produk yang mereka beli terjamin, dari segi kebersihan, kehalalan dan kesehatan,” imbuhnya.(*)

Reporter: Yashinta

Album Divo Dirilis Ulang Bentuk USB Flash Disk Card

0
Album Divo, abum kompilasi dari Sandhy Sondoro, Rio Febrian, Marcell Siahaan, Bams, dan Virzha kembali dirilis dalam bentuk USB Flash Disk Card. (Abdul Rahman/ JawaPos.com)

batampos – Album Divo (Cerita Tentang Cinta) dirilis ulang secara eksklusif dalam bentuk USB flash disk card. Album kompilasi dari Sandhy Sondoro, Rio Febrian, Marcell Siahaan, Bams, dan Virzha sejatinya sudah dirilis pada bulan lalu secara konvensional.

Perilisan album dalam bentuk flash disk memang terbilang baru di industri musik tanah air. Sebab sebelumnya nyaris tidak ada musisi tanah air yang albumnya dirilis dalam bentuk ini. Biasanya album mereka dirilis melalui CD atau dirilis melalui platform musik digital.

GMI Records membuat terobosan baru bekerja sama dengan KFC semata demi menjawab permintaan masyarakat. Mereka mengeluh tidak dapat memutar lagu menggunakan CD di dalam mobil. Akhirnya format peluncuran album melalui flash disk pun diluncurkan.

Baca juga:Rima Melati Meninggal di Usia 84 Tahun, Sudah Lama Sakit & Cuci Darah Tiap Hari

“Dari permintaan itu, kami hadirkan opsi meluncurkan album dalam format USB flash disk,” terang Dandy dari GMI Records dalam jumpa pers di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (23/6).

Kehadiran album Divo dalam format baru yang diharapkan lebih memudahkan orang-orang, mendapat tanggapan positif dari sang pemilik album yaitu Sandhy Sondoro, Rio Febrian, Marcell Siahaan, Bams, dan Virzha. Mereka mengaku senang album yang berisi 10 lagu itu dirilis dalam bentuk baru.

“Kalau mendengarkan lagu kami biasa saja ya. Yang luar biasa ini perilisan album dalam bentuk flash disk. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Marcell Siahaan.

“Saya kan tinggal di Jerman. Yang saya tahu di Jerman merilis album dalam bentuk flash disk belum ada. Jadi menurut saya ini luar biasa,” ucap Sandhy Sandoro.

Harga album Divo yang dirilis dalam bentuk flash disk memang lebih mahal dibandingkan dalam format CD. Namun harga tersebut dianggap sebanding dengan keuntungan yang didapatkan. Karena selain mendapatkan flash disk dengan kapasitas 4 GB yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari, pemilik album Divo dalam format flash disk juga dapat menikmati voucher Free Chicken KFC setiap minggunya.

Selain itu, pemilik album Divo juga berkesempatan bertemu dengan penyanyi idolanya dalam special moment yang bakal disiapkan untuk digelar. Album ini menjadi semacam VIP access card.

Album Divo versi USB flash disk card belum dijual di seluruh wilayah di Indonesia.Album tersebut baru dijual secara ekslusif melalui 20 Store KFC Se-Jabodetabek.

Album DIVO (Cerita Tentang Cinta) memiliki 10 lagu di dalamnya. 5 lagu hits dari masing masing penyanyi namun diaransemen ulang oleh Sandhy Sondoro Cs. Sementara 5 lagu lainnya merupakan lagu baru dari Sandhy Sondoro Cs yang belum pernah dirilis. Masing masing dari mereka menyumbangkan 2 lagu pada album ini.

Sandhy Sondoro memiliki dua single di album Divo yaitu lagu berjudul Malam Biru dan FREQUENCY. Sementara, penyanyi Rio Febrian menyanyikan 2 buah lagu berjudul Maafkan dan Sensitif. Sedangkan penyanyi Marcell Siahaan membawakan lagu Mendendam dan Pesona.

Untuk penyanyi Virzha, dia menyanyikan lagu berjudul Tentang Rindu dan Karena Kamu. Sementara Bams juga memberikan warna pada album DIVO (Cerita Tentang Cinta) lewat single berjudul Dengan Nafasmu dan Kuminum Racunmu.(*)

Reporter: jpgroup

 

13.088 Pelajar di Batam Bersaing Masuk SMP Negeri

0
Sekolah SD dan Murid Dalil Harahap
Ilustrasi. Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Negeri telah ditutup. Sebanyak 13.088 pelajar di Kota Batam bersaing untuk masuk ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) pada tahun ajaran 2022/2023. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Sebanyak 13.088 pelajar di Kota Batam bersaing untuk masuk ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) pada tahun ajaran 2022/2023.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan, para pelajar tersebut mendaftar di 44 sekolah dan dari total 13.088 berkas yang masuk sampai saat ini masih dalam tahap verifikasi kelengkapan berkas. Orangtua kata dia, masih diberikan waktu untuk melengkapi kekurangan berkas.

“Karena masih ada yang tidak lengkap, jadi kami kasih waktu orangtua. Jadi mereka masih bisa melengkapi berkas hingga besok siang (hari ini,red),” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya secara resmi telah menutup pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMPN pada Kamis (23/6/2022).

Ia merinci sebanyak 12.455 berkas sudah dinyatakan lolos verifikasi, dan menunggu hasil seleksi PPDB. Sedangkan sisanya masih berlangsung sampai saat ini. Orangtua siswa bisa memanfaatkan waktu untuk melengkapi berkas yang kurang.

Panitia PPDB akan mengumumkan hasil seleksi esok, Sabtu (25/6/2022). Pengumuman akan disampaikan melalui website https://ppdbbatam.go.id dan papan pengumuman di sekolah. Proses seleksi akan berlangsung selama tiga hari.

Seleksi bagi siswa ini akan dilakukan berdasarkan jalur yang dipilih siswa. Ada empat jalur pendaftaran yaitu zonasi 50 persen. Mereka yang tinggal berdekatan dengan sekolah akan diprioritaskan.

Untuk jalur prestasi akan dirunut mulai dari tingkat nasional, provinsi, kota, dan lainnya. Sedangkan jalur afirmasi melihat berkas yang diusulkan dan kuota yang tersedia.

“Afirmasi hanya 15 persen dari RDT. Begitu juga dengan perpindahan orangtua hanya 5 persen. Jadi tidak banyak memang. Jadi nanti panitia bekerja menyeleksi berdasarkan hal tersebut,” ujarnya.

Hendri mengungkapkan semua proses PPDB berjalan dengan baik. Tahun ini untuk tingkat SMPN membuka rencana daya tampung (RDT) sebanyak 10.980 siswa.

Melihat grafik pendaftaran, diprediksi sekitar dua ribu pendaftar yang tidak akan lolos seleksi.

Kendati demikian, ia berharap nanti usai pengumuman, Orangtua bisa mengambil langkah terbaik bagi pendidikan anak mereka.

Hendri menyebutkan masih ada kuota di sekolah swasta. Sehingga bisa menjadi pilihan bagi pendidikan anak-anak yang tidak lolos seleksi di SMPN ini.

“Data pastinya nanti melihat usai pengumuman. Kalau sekarang kami fokus kelengkapan berkas, dan seleksi. Panitia akan menerima sesuai dengan RDT yang ada. Semoga ada hasil yang terbaik nanti,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia

13.088 Pelajar di Batam Bersaing Masuk SMP Negeri

0
Sekolah SD dan Murid Dalil Harahap
Ilustrasi. Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Negeri telah ditutup. Sebanyak 13.088 pelajar di Kota Batam bersaing untuk masuk ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) pada tahun ajaran 2022/2023. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Sebanyak 13.088 pelajar di Kota Batam bersaing untuk masuk ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) pada tahun ajaran 2022/2023.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan, para pelajar tersebut mendaftar di 44 sekolah dan dari total 13.088 berkas yang masuk sampai saat ini masih dalam tahap verifikasi kelengkapan berkas. Orangtua kata dia, masih diberikan waktu untuk melengkapi kekurangan berkas.

“Karena masih ada yang tidak lengkap, jadi kami kasih waktu orangtua. Jadi mereka masih bisa melengkapi berkas hingga besok siang (hari ini,red),” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya secara resmi telah menutup pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMPN pada Kamis (23/6/2022).

Ia merinci sebanyak 12.455 berkas sudah dinyatakan lolos verifikasi, dan menunggu hasil seleksi PPDB. Sedangkan sisanya masih berlangsung sampai saat ini. Orangtua siswa bisa memanfaatkan waktu untuk melengkapi berkas yang kurang.

Panitia PPDB akan mengumumkan hasil seleksi esok, Sabtu (25/6/2022). Pengumuman akan disampaikan melalui website https://ppdbbatam.go.id dan papan pengumuman di sekolah. Proses seleksi akan berlangsung selama tiga hari.

Seleksi bagi siswa ini akan dilakukan berdasarkan jalur yang dipilih siswa. Ada empat jalur pendaftaran yaitu zonasi 50 persen. Mereka yang tinggal berdekatan dengan sekolah akan diprioritaskan.

Untuk jalur prestasi akan dirunut mulai dari tingkat nasional, provinsi, kota, dan lainnya. Sedangkan jalur afirmasi melihat berkas yang diusulkan dan kuota yang tersedia.

“Afirmasi hanya 15 persen dari RDT. Begitu juga dengan perpindahan orangtua hanya 5 persen. Jadi tidak banyak memang. Jadi nanti panitia bekerja menyeleksi berdasarkan hal tersebut,” ujarnya.

Hendri mengungkapkan semua proses PPDB berjalan dengan baik. Tahun ini untuk tingkat SMPN membuka rencana daya tampung (RDT) sebanyak 10.980 siswa.

Melihat grafik pendaftaran, diprediksi sekitar dua ribu pendaftar yang tidak akan lolos seleksi.

Kendati demikian, ia berharap nanti usai pengumuman, Orangtua bisa mengambil langkah terbaik bagi pendidikan anak mereka.

Hendri menyebutkan masih ada kuota di sekolah swasta. Sehingga bisa menjadi pilihan bagi pendidikan anak-anak yang tidak lolos seleksi di SMPN ini.

“Data pastinya nanti melihat usai pengumuman. Kalau sekarang kami fokus kelengkapan berkas, dan seleksi. Panitia akan menerima sesuai dengan RDT yang ada. Semoga ada hasil yang terbaik nanti,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia