
batampos- DPRD Kabupaten Bintan menggelar rapat paripurna usulan rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Bintan tahun 2021 di kantor DPRD Bintan, Senin (13/6) siang.
Dalam rapat, lima fraksi DPRD Kabupaten Bintan menyetujui usulan ranperda untuk dibahas lebih lanjut dengan memberikan catatan-catatan.
Ketua DPRD Bintan, Agus Wibowo memimpin rapat paripurna dengan dihadiri Wakil Ketua I DPRD Bintan, Fiven Sumanti dan Wakil Ketua II DPRD Bintan, Agus Hartanto serta segenap anggota DPRD Bintan.
Dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan dihadiri, Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang berada di lingkungan Pemkab Bintan.
BACA JUGA: DPRD Bintan Soroti masih Banyak Tumpukan Sampah di Tanjunguban
Juru bicara Fraksi Demokrat, Sri Wahyuni menyampaikan, fraksinya menerima usulan ranperda untuk dibahas lebih lanjut.
Sri Wahyuni mengapresiasi kinerja Pemkab Bintan karena realisasi pendapatan sudah melebihi target. Namun realisasi belanja daerah, menurut Sri, harus menjadi catatan bersama.
Juru bicara fraksi Golkar, Arwan menyampaikan, fraksinya menyetujui usulan ranperda untuk dibahas lebih lanjut.
“Kita apresiasi kinerja Pemkab Bintan karena menyampaikan usulan ranperda tepat waktu,” kata Arwan.
Sementara Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan menyampaikan target pendapatan daerah sekira Rp 1,077 triliun. Dari target tersebut, pendapatan daerah terealisasi sekira Rp 1,105 triliun atau 102,63 persen.
Sementara realisasi belanja daerah sekira Rp 1,117 triliun lebih atau 91,2 persen dari target sekira Rp 1,225 triliun lebih.
Dari segi pembiayaan pembiayaan APBD tahun 2021 menunjukkan realisasi penerimaan pembiayaan sekira Rp 149 miliar atau 100 persen dan pengeluaran pembiayaan realisasi sekira Rp 1,6 miliar, sehingga pembiayaan netto sekira Rp 147,49 miliar.
“Realisasi APBD tahun 2021 mengalami defisit sekira Rp 11,33 miliar lebih. Jadi, silpa APBD tahun 2021 sekira Rp 136,16 miliar lebih,” kata Roby. (*)
Reporter: Slamet Nofasusanto



Selain soal kehidupan seksual, sirkumsisi bermanfaat untuk menghindari risiko infeksi dan penyakit dari sisa kotoran yang terkumpul di kulup atau preputium. Ketika ada tumpukan kotoran di kulup pada penis yang belum disunat, kotoran itu bisa berpindah saat bersenggama dan menimbulkan risiko kanker serviks pada pasangan.
batampos-Indonesia meraih Penghargaan Kependudukan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) atau United Nations Population Award (UNPA). Indonesia dinilai telah memberikan kontribusi yang luar biasa dan kesadaran terhadap isu kependudukan serta solusi yang telah dilakukan.