# terdakwa penyelundup iphone saat mengikuti sidang di PN Batam. f. azis
batampos– Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 2 tahun 3 bulan serta denda sebesar Rp50 juta kepada tiga terdakwa kasus penyelundupan ratusan unit telepon genggam jenis iPhone dari Batam ke Jakarta.
Putusan tersebut dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum yang digelar di PN Batam, Jumat (12/12). Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tiwik, dengan hakim anggota Douglas Napitupulu dan Andi Bayu Mandala Putra.
Ketiga terdakwa, yakni Agus Riyadi, Mutabik Hasanuddin, dan Hendriko, dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana di bidang kepabeanan dengan mengeluarkan barang impor dari kawasan pabean tanpa terlebih dahulu menyelesaikan kewajiban kepabeanan.
“Menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 102 huruf f Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” ujar Ketua Majelis Hakim Tiwik saat membacakan amar putusan.
Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai perbuatan para terdakwa telah meresahkan masyarakat serta berpotensi menimbulkan kerugian negara, khususnya dari sektor penerimaan kepabeanan.
“Oleh karena itu, perbuatan tersebut dinilai layak dijatuhi pidana,” tegasnya.
Meski demikian, majelis hakim juga mempertimbangkan sejumlah hal yang meringankan. Para terdakwa dinilai bersikap kooperatif selama proses persidangan, mengakui perbuatannya, serta menyampaikan penyesalan atas tindakan yang dilakukan.
Vonis yang dijatuhkan majelis hakim tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Batam.
Sebelumnya, JPU menuntut ketiga terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan serta denda Rp50 juta, subsider 3 bulan kurungan.
JPU Kejari Batam, Gilang Prasetyo, yang hadir dalam persidangan menyatakan pihaknya masih mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya atas putusan tersebut.
Sementara itu, para terdakwa juga menyatakan sikap pikir-pikir sebelum menentukan apakah akan mengajukan upaya hukum banding.
Perkara penyelundupan ratusan unit iPhone ini sempat menyita perhatian publik setelah muncul pengakuan terkait dugaan keterlibatan oknum Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU) di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Dugaan tersebut sebelumnya terungkap dalam fakta persidangan dan menjadi sorotan dalam penanganan perkara ini. (*)
PENGURUS PGIW Kepri berfoto bersama puluhan anak yatim di Panti Asuhan El Zion Grace di Batam. f. pgi wilayah kepri
batampos – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGI-W) Provinsi Kepulauan Riau akan menggelar perayaan Natal bersama, Senin (15/12). Selain menjadi momentum ibadah dan perayaan iman, Natal tahun ini juga diwarnai aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ketua PGI-W Kepri, Pdt Sabar S. Brahmana, mengatakan rangkaian kegiatan Natal tidak hanya berfokus pada perayaan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial yang telah berlangsung sejak pra-Natal. Kegiatan tersebut meliputi kunjungan kasih ke panti asuhan, panti rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), donor darah, hingga kunjungan ke lembaga pemasyarakatan.
Hal itu disampaikan Pdt Sabar saat konferensi pers, Sabtu (13/12) sore, didampingi Sekretaris PGI-W Kepri sekaligus Sekretaris Panitia Natal, Pdt Dr Otniel Harefa, serta jajaran panitia. Untuk tahun ini, panitia mempercayakan jabatan ketua panitia Natal PGI-W Kepri kepada mantan Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga.
“Kami berharap perayaan Natal pada 15 Desember 2025 dapat berjalan dengan baik. Semoga cuaca mendukung dan seluruh umat dapat hadir dengan penuh sukacita,” ujar Pdt Sabar.
Natal PGI-W Kepri 2025 mengusung tema Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga. Tema tersebut diangkat sebagai respons atas berbagai tantangan yang dihadapi keluarga Kristen saat ini. Pendeta Ir Timotius Arifin Tedjasukmana dijadwalkan menjadi pembicara utama.
Menurut Pdt Sabar, penguatan keluarga menjadi hal mendesak di tengah meningkatnya persoalan sosial, seperti perceraian, anak putus sekolah, hingga maraknya praktik judi online. “Kami berharap keluarga Kristen semakin kuat dan mampu menjadi saksi di tengah dunia,” katanya.
Perayaan Natal PGI-W Kepri tahun ini diperkirakan akan dihadiri sekitar 2.500 hingga 3.000 undangan. Saat ini, PGI-W Kepri menaungi 43 sinode gereja dengan total 486 gereja dan jumlah jemaat mencapai sekitar 211 ribu jiwa. Undangan secara khusus ditujukan kepada para pendeta, pelayan gereja, dan majelis jemaat.
Lebih lanjut, Pdt Sabar menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia unggul harus dimulai dari keluarga yang kokoh dan berlandaskan nilai-nilai iman.
“Gereja siap berkontribusi memajukan bangsa dengan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan takut akan Tuhan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Natal PGI-W Kepri, Pdt Dr Otniel Harefa, mengungkapkan bahwa rangkaian pra-Natal telah dilaksanakan melalui berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Di antaranya, penanaman 120 bibit pohon di lingkungan Kantor PGI-W Kepri di Tiban, Sekupang, serta pembagian ribuan bibit pohon kepada gereja-gereja anggota PGI.
“Kami ingin mendukung kelestarian lingkungan sekaligus berbagi kasih. Selain mengunjungi lima panti asuhan dan dua panti rehabilitasi, kami juga memberikan penguatan kepada saudara-saudara di lembaga pemasyarakatan,” jelas Pdt Otniel.
Terkait rencana penggalangan dana, Pdt Otniel membenarkan bahwa donasi akan dikumpulkan saat perayaan Natal berlangsung. Bantuan tersebut nantinya disalurkan melalui PGI-W di masing-masing wilayah terdampak bencana.
“Donasi akan kami himpun dan disalurkan melalui PGI-W di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat,” ujarnya.
Perayaan Natal PGI-W Kepri 2025 juga direncanakan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri. Selain itu, anggota DPRD kabupaten/kota di Kepri yang beragama Kristen turut diundang.
“Pak Wakil Gubernur dan Pak Kajati Kepri sudah mengonfirmasi kehadiran,” pungkasnya. (*)
batampos – Puluhan warga Pondok Pratiwi 3, RT 06 RW 16, Kelurahan Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, meggruduk Kantor DPRD Kota Batam pada Jumat (12/12) siang.
Mereka menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menyampaikan keresahan terkait sertifikat rumah yang tak kunjung diterbitkan Bank BTN, meskipun sebagian besar warga sudah melunasi cicilan bertahun-tahun lalu.
RDP dipimpin oleh Anggota DPRD Komisi I, Anwar Anas dan Muhammad Mustofa dari Dapil 3. Dalam forum tersebut, warga mengungkapkan bahwa persoalan sertifikat ini telah berlangsung hampir 11 tahun tanpa kepastian.
Yusuf, salah satu warga, menyampaikan bahwa cicilan rumah melalui program KPR sudah lama diselesaikan, namun sertifikat tak kunjung diberikan dan tidak ada kejelasan dari pihak terkait.
“Jangka waktu KPR kami 10 tahun. Masa sampai sekarang belum selesai? Kami minta ini diselesaikan secepatnya,” tegasnya.
Pihak BTN Cabang Batam yang diwakili Agung mengakui bahwa persoalan ini berkaitan dengan developer awal, PT Pratiwi Andalas, yang kini sudah tidak aktif dan tidak dapat dihubungi. Meski begitu, BTN menyatakan tetap mengambil alih tanggung jawab penyelesaian.
Ia juga mengakui bahwa masalah serupa tidak hanya terjadi di Pondok Pratiwi, tetapi juga di beberapa lokasi lain yang menggunakan developer yang sama.
Menanggapi hal itu, Anwar Anas mendesak pihak BTN agar tidak lagi menunda penyelesaian dokumen hak milik warga. Ia menegaskan bahwa ketidakpastian ini sudah berlangsung terlalu lama.
“Sebentar lagi 2026, berarti sudah 11 tahun. Kami minta BTN mempercepat penyelesaian masalah ini,” tegasnya.
Pihak BTN kemudian menyampaikan komitmen bahwa seluruh sertifikat warga akan dituntaskan paling lambat pada tahun 2026.
“Mungkin 2026 kami selesaikan,” kata Agung
Anwar Anas menegaskan bahwa Komisi I DPRD Batam akan mengawal proses ini dari awal hingga akhir, termasuk memastikan BTN menjalankan komitmennya.
“Mulai Januari, Komisi I akan mengawal komunikasi warga dengan BTN. Kami pastikan proses penerbitan sertifikat ini dipercepat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa developer awal sudah tidak lagi diketahui keberadaannya dan tidak pernah hadir dalam RDP, sehingga semua koordinasi difokuskan kepada BTN sebagai pihak yang mengambil alih.
“Kami sudah telusuri alamatnya, tapi tidak jelas. Informasi dari warga, mereka sudah lama tidak berkomunikasi dan hilang,” jelasnya.
Di akhir RDP, Anwar Anas memastikan bahwa DPRD akan terus mendampingi warga hingga persoalan ini terselesaikan sepenuhnya.
“Insyaallah, Komisi I akan mengawal sampai hak-hak masyarakat terpenuhi, termasuk sertifikat rumah yang menjadi hak mereka,” kata dia. (*)
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dan Pemeritah Kota Surabaya kolaborasi menggelar Rapat Kerja (Raker).
Kegiatan ini dilaksanakan di Whiz Luxe Hotel Spazio, Surabaya pada hari Kamis s.d. Jum’at, 11 s.d. 12 Desember 2025 yang dihadiri oleh para pegawai BP Batam
Mengangkat tema “Strategi Pengembangan Wilayah Prioritas KPBPB Batam yang Partisipatif dan Berkelanjutan Dalam Rangka Mendukung Visi BP Batam”, raker ini menjadi langkah strategis demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk periode 2025-2029.
Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rapat kerja ini merupakan wadah untuk menyatukan visi dan langkah bersama demi terwujudnya BP Batam yang partisipatif dan berkelanjutan dalam mendorong pembangunan wilayah KPBPB Batam lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pada hari pertama, para peserta diberikan paparan oleh narasumber kompeten yakni dari Koordinator Wilayah Sumatera 1 Kementerian PPN/Bappenas, Aditya Widya Pradipta dan Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Kawasan Herritage Tunjungan Surabaya bagian dari Pakuwon Group pada hari kedua yang didampingi oleh Sutandi Purnomosidi selaku Direktur Pakuwon Group.
Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur, Mouris Limanto, jajaran Pejabat Tingkat II, III, dan IV di lingkungan BP Batam. (*)
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dan Pemeritah Kota Surabaya kolaborasi menggelar Rapat Kerja (Raker).
Kegiatan ini dilaksanakan di Whiz Luxe Hotel Spazio, Surabaya pada hari Kamis s.d. Jum’at, 11 s.d. 12 Desember 2025 yang dihadiri oleh para pegawai BP Batam
Mengangkat tema “Strategi Pengembangan Wilayah Prioritas KPBPB Batam yang Partisipatif dan Berkelanjutan Dalam Rangka Mendukung Visi BP Batam”, raker ini menjadi langkah strategis demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk periode 2025-2029.
Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rapat kerja ini merupakan wadah untuk menyatukan visi dan langkah bersama demi terwujudnya BP Batam yang partisipatif dan berkelanjutan dalam mendorong pembangunan wilayah KPBPB Batam lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pada hari pertama, para peserta diberikan paparan oleh narasumber kompeten yakni dari Koordinator Wilayah Sumatera 1 Kementerian PPN/Bappenas, Aditya Widya Pradipta dan Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Kawasan Herritage Tunjungan Surabaya bagian dari Pakuwon Group pada hari kedua yang didampingi oleh Sutandi Purnomosidi selaku Direktur Pakuwon Group.
Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur, Mouris Limanto, jajaran Pejabat Tingkat II, III, dan IV di lingkungan BP Batam. (*)
batampos–Rangkaian Trade-In Festival Daihatsu 2025 yang telah berlangsung sejak Agustus lalu akhirnya mencapai puncaknya. Astra Daihatsu Batam kembali menggelar acara puncak trade-in di Lobi Daihatsu Baloi, Sabtu (13/12), dengan antusiasme masyarakat yang terus menunjukkan tren peningkatan dari bulan ke bulan.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari festival trade-in yang digelar secara rutin setiap bulan sepanjang 2025. Program tersebut secara konsisten mendapat respons positif dari konsumen di Batam, khususnya masyarakat yang ingin mengganti kendaraan lama dengan unit Daihatsu terbaru melalui skema yang mudah dan menguntungkan.
Pada puncak acara, Daihatsu menghadirkan berbagai kemudahan tukar tambah kendaraan, promo penjualan menarik, serta kesempatan mendapatkan hadiah berskala nasional. Pelanggan dapat langsung melakukan proses jual mobil lama di lokasi acara dan menggantinya dengan mobil Daihatsu baru dengan penawaran harga spesial.
Branch Manager Astra Daihatsu Batam, Purnama YP, mengatakan Trade-In Festival merupakan bentuk komitmen Daihatsu dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat Batam untuk memiliki kendaraan baru.
“Trade-In Festival ini kami gelar rutin setiap bulan. Kami bekerja sama dengan showroom mobil bekas, sehingga pelanggan bisa langsung menjual mobil lamanya di lokasi, lalu menggantinya dengan mobil Daihatsu baru dengan harga khusus,” ujar Purnama.
Ia menambahkan, minat konsumen terhadap produk Daihatsu terus mengalami peningkatan. Hal tersebut tercermin dari capaian penjualan yang relatif stabil sepanjang 2025.
“Daihatsu Xenia masih menjadi model terlaris dengan rata-rata penjualan 70 hingga 75 unit per bulan. Disusul Daihatsu Rocky sekitar 60 unit per bulan, serta beberapa tipe lain yang turut menyumbang penjualan di Batam,” jelasnya.
Sales Supervisor Daihatsu Baloi Batam, Hendri, menyebut Trade-In Festival atau DAIFEST menjadi momen yang tepat bagi masyarakat untuk mendapatkan kendaraan Daihatsu dengan berbagai keuntungan tambahan.
“Setiap pelanggan yang membeli unit Daihatsu selama periode acara berhak mendapatkan hadiah langsung dan mengikuti undian spektakuler,” katanya.
Dalam program nasional yang berlaku hingga akhir Desember 2025, Daihatsu menyiapkan total sembilan unit mobil sebagai hadiah utama, terdiri dari lima unit Xenia, dua unit Sigra, satu unit Rocky, dan satu unit Ayla.
Selain itu, tersedia pula sembilan keping logam mulia 10 gram, 18 keping logam mulia 5 gram, 90 voucher belanja senilai Rp2,5 juta, serta 180 voucher belanja senilai Rp1 juta.
Khusus transaksi sepanjang November, Daihatsu juga menyiapkan undian tambahan berupa Smart TV 55 inci. Bagi konsumen yang melakukan pembelian secara kredit melalui ACC dan DFS, Daihatsu menawarkan bunga khusus, tenor panjang, serta skema pembayaran yang lebih ringan.
Sementara itu, Supervisor Daihatsu MB 2 menambahkan bahwa menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), Daihatsu tetap memastikan layanan purna jual berjalan optimal. Layanan servis Daihatsu dipastikan tetap buka selama libur Nataru.
“Kami menyiapkan program Daihatsu Siaga Nataru dengan layanan darurat 24 jam. Khusus Daihatsu Baloi, layanan hari Minggu juga tetap dibuka,” ujarnya.
Selain di Daihatsu Baloi, masyarakat Batam juga dapat memperoleh informasi pembelian serta program promo serupa di Daihatsu MB 2 dan Daihatsu Batu Aji.
Antusiasme pelanggan turut terlihat dari pengalaman konsumen yang hadir langsung di lokasi. Audi, salah satu pembeli Daihatsu Rocky, mengaku puas dengan layanan yang diterimanya.
“Pelayanannya sangat bagus. Sekalian juga servis pertama mobil saya. Produknya kekinian, fiturnya canggih, dan sales sangat membantu serta memberikan informasi yang detail,” ujar warga Batam Center tersebut.
Dengan capaian positif sepanjang 2025, Astra Daihatsu Batam menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang semakin baik ke depan. (*)
batampos – Delegasi Badan Pengusahaan (BP) Batam yang dipimpin Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis mengunjungi Johor Bahru, Malaysia, Rabu (10/12/2025).
Kegiatan ini dihelat dalam upaya memperkuat sinergi kawasan dan memperluas peluang kolaborasi investasi di dalam ekosistem Singapore–Johor–Riau (SIJORI).
Adapun genda utama kunjungan berlangsung di Invest Malaysia Facilitation Centre Johor (IMFC-J), Carnelian Tower, Forest City, yang merupakan pusat layanan terpadu yang dibentuk Pemerintah Malaysia itu menjadi rujukan dalam pengelolaan fasilitasi investasi, khususnya di Johor yang kini diproyeksikan sebagai bagian dari Johor–Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ).
Fary menyatakan kunjungan tersebut tidak dimaksudkan sebagai penjajakan kerja sama formal, melainkan sebagai upaya membangun sinergi kebijakan antarkawasan.
“Batam dan Johor berada dalam satu ekosistem ekonomi yang saling terhubung. Yang kami dorong adalah bagaimana sinergi ini dapat menjadi kolaborasi yang realistis dan saling menguatkan dalam kerangka SIJORI,” kata Fary.
Dalam pertemuan dengan manajemen IMFC-J, delegasi Batam mencermati bagaimana layanan satu pintu dijalankan secara terintegrasi, mulai dari perizinan, insentif fiskal, hingga koordinasi lintas lembaga.
Pendekatan ini dinilai berkontribusi pada kecepatan realisasi investasi Johor di tengah persaingan kawasan.
Senior Vice President IMFC-J, Adny Jaffedon Ahmad, menyambut baik langkah BP Batam memperkuat hubungan kawasan.
“Kami menyambut baik komitmen BP Batam dan berharap kerja sama ini dapat menghasilkan manfaat konkret bagi kedua belah pihak,” ujar Adny.
Dalam diskusi, isu ketenagakerjaan muncul sebagai salah satu pembahasan penting. Kebutuhan tenaga kerja di Johor terus meningkat sejalan dengan perkembangan industrinya, sedangkan Batam telah didukung sumber daya manusia industri yang cukup matang.
Menurut Fary, peluang tersebut perlu dikelola secara hati-hati agar memberikan nilai tambah bagi kedua wilayah.
“Konektivitas tenaga kerja perlu dibangun dalam kerangka yang jelas dan saling menguntungkan, sehingga menciptakan nilai tambah bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Selain ketenagakerjaan, konektivitas kawasan turut menjadi sorotan, termasuk rencana penguatan pelayaran RORO Batam–Johor.
Jalur ini dipandang sebagai prasyarat penting agar integrasi ekonomi SIJORI didukung oleh arus logistik dan mobilitas yang efisien.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke kawasan pengembangan Forest City. Regional Vice President Forest City, Syarul Izam menyambut Fary dan rombongan di Forest City International Clubhouse.
Di sana, ia memberikan paparan mengenai rencana pembangunan kawasan Forest City.
Dalam paparannya, Forest City menampilkan penerapan skema Special Financial Zone (SFZ) yang menawarkan insentif fiskal, kepastian regulasi, serta infrastruktur terintegrasi untuk menarik sektor-sektor bernilai tambah seperti jasa keuangan, pariwisata premium, dan logistik.
Fary menilai pengalaman Johor dalam mengelola SFZ dapat menjadi bahan perbandingan kebijakan bagi Batam.
“Tidak semua model bisa diterapkan secara langsung, tetapi ada pelajaran penting tentang kepastian regulasi dan konsistensi kebijakan yang relevan untuk Batam,” katanya.
Di tengah persaingan investasi regional, kunjungan ini mencerminkan upaya BP Batam membangun pendekatan yang lebih terbuka dan komparatif.
Dalam ekosistem SIJORI, Batam, Johor, dan Singapura berada dalam posisi yang saling bersaing sekaligus saling bergantung, menjadikan sinergi kawasan sebagai kebutuhan untuk mengembangkan kedua daerah. (*)
batampos – Delegasi Badan Pengusahaan (BP) Batam yang dipimpin Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis mengunjungi Johor Bahru, Malaysia, Rabu (10/12/2025).
Kegiatan ini dihelat dalam upaya memperkuat sinergi kawasan dan memperluas peluang kolaborasi investasi di dalam ekosistem Singapore–Johor–Riau (SIJORI).
Adapun genda utama kunjungan berlangsung di Invest Malaysia Facilitation Centre Johor (IMFC-J), Carnelian Tower, Forest City, yang merupakan pusat layanan terpadu yang dibentuk Pemerintah Malaysia itu menjadi rujukan dalam pengelolaan fasilitasi investasi, khususnya di Johor yang kini diproyeksikan sebagai bagian dari Johor–Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ).
Fary menyatakan kunjungan tersebut tidak dimaksudkan sebagai penjajakan kerja sama formal, melainkan sebagai upaya membangun sinergi kebijakan antarkawasan.
“Batam dan Johor berada dalam satu ekosistem ekonomi yang saling terhubung. Yang kami dorong adalah bagaimana sinergi ini dapat menjadi kolaborasi yang realistis dan saling menguatkan dalam kerangka SIJORI,” kata Fary.
Dalam pertemuan dengan manajemen IMFC-J, delegasi Batam mencermati bagaimana layanan satu pintu dijalankan secara terintegrasi, mulai dari perizinan, insentif fiskal, hingga koordinasi lintas lembaga.
Pendekatan ini dinilai berkontribusi pada kecepatan realisasi investasi Johor di tengah persaingan kawasan.
Senior Vice President IMFC-J, Adny Jaffedon Ahmad, menyambut baik langkah BP Batam memperkuat hubungan kawasan.
“Kami menyambut baik komitmen BP Batam dan berharap kerja sama ini dapat menghasilkan manfaat konkret bagi kedua belah pihak,” ujar Adny.
Dalam diskusi, isu ketenagakerjaan muncul sebagai salah satu pembahasan penting. Kebutuhan tenaga kerja di Johor terus meningkat sejalan dengan perkembangan industrinya, sedangkan Batam telah didukung sumber daya manusia industri yang cukup matang.
Menurut Fary, peluang tersebut perlu dikelola secara hati-hati agar memberikan nilai tambah bagi kedua wilayah.
“Konektivitas tenaga kerja perlu dibangun dalam kerangka yang jelas dan saling menguntungkan, sehingga menciptakan nilai tambah bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Selain ketenagakerjaan, konektivitas kawasan turut menjadi sorotan, termasuk rencana penguatan pelayaran RORO Batam–Johor.
Jalur ini dipandang sebagai prasyarat penting agar integrasi ekonomi SIJORI didukung oleh arus logistik dan mobilitas yang efisien.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke kawasan pengembangan Forest City. Regional Vice President Forest City, Syarul Izam menyambut Fary dan rombongan di Forest City International Clubhouse.
Di sana, ia memberikan paparan mengenai rencana pembangunan kawasan Forest City.
Dalam paparannya, Forest City menampilkan penerapan skema Special Financial Zone (SFZ) yang menawarkan insentif fiskal, kepastian regulasi, serta infrastruktur terintegrasi untuk menarik sektor-sektor bernilai tambah seperti jasa keuangan, pariwisata premium, dan logistik.
Fary menilai pengalaman Johor dalam mengelola SFZ dapat menjadi bahan perbandingan kebijakan bagi Batam.
“Tidak semua model bisa diterapkan secara langsung, tetapi ada pelajaran penting tentang kepastian regulasi dan konsistensi kebijakan yang relevan untuk Batam,” katanya.
Di tengah persaingan investasi regional, kunjungan ini mencerminkan upaya BP Batam membangun pendekatan yang lebih terbuka dan komparatif.
Dalam ekosistem SIJORI, Batam, Johor, dan Singapura berada dalam posisi yang saling bersaing sekaligus saling bergantung, menjadikan sinergi kawasan sebagai kebutuhan untuk mengembangkan kedua daerah. (*)
Jajaran manajemen Sunliland Group melakukan seremoni tada dimulainya pembangunan S-Walk
batampos – Proyek properti terbaru bertajuk S-Walk (Sky Walk) resmi dimulai pembangunannya di kawasan Batam Center. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan seremoni pembukaan atau start building yang digelar pada Sabtu (13/12) siang.
Proyek ini digadang-gadang menjadi kawasan bisnis dan gaya hidup (lifestyle complex) pertama di Batam Center yang menggabungkan konsep ruko, apartemen, dan area komunal dalam satu kawasan terpadu.
S-Walk merupakan proyek ketiga yang dikembangkan oleh Sunliland Group di Kota Batam. Sebelumnya, Proyek pertama ada di Pekanbaru green forest, perumahan elit dan juga proyek kedua menggarap Alibaba Commercial Center di Batu Aji.
Kehadiran S-Walk di Batam Center diharapkan mampu memberikan warna baru bagi sektor properti sekaligus pariwisata di Batam.
Konsep utama yang ditawarkan S-Walk adalah lifestyle business complex, yakni kawasan bisnis yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat usaha, tetapi juga sebagai destinasi berkumpul, bersantai, dan rekreasi.
Salah satu keunggulan utamanya adalah keberadaan Sky Walk, berupa jembatan penghubung di lantai tiga yang menghubungkan seluruh unit ruko atau bizlot dalam satu kawasan.
Manager Sunliland, Muhammad Nuzuul Samarlizam, mengatakan S-Walk hadir dengan konsep yang berbeda dari proyek ruko pada umumnya. Menurutnya, Sky Walk akan menjadi area komunal yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat bersantai, menikmati makanan, hingga melihat aktivitas kawasan dari ketinggian.
“Di lantai tiga nanti ada Sky Walk yang menghubungkan setiap unit ruko dalam satu kawasan. Area ini bisa dijadikan tempat makan, bersantai seperti food court, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung,” ujar Nuzuul kepada Batam Pos usai acara.
Ia menjelaskan, pada tahap pertama pembangunan, S-Walk akan menghadirkan deretan ruko dan bangunan hotel setinggi 10 lantai yang dilengkapi kafe dan restoran. Proyek tahap awal ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 15 bulan ke depan.
Nuzuul menyebutkan, antusiasme pasar terhadap S-Walk cukup tinggi. Dari sembilan bulan sejak diperkenalkan ke publik, unit terjual 50% sudah sold out
“S-Walk ini konsepnya baru di Batam. Alhamdulillah, respons pasar cukup baik. Sudah terjual sekitar 50 persen,” katanya.
Selain desain modern dan konsep komunal, lokasi S-Walk dinilai sangat strategis karena berada di jantung Batam Center. Kawasan ini dekat dengan pusat pemerintahan, pelabuhan internasional, pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, hingga Masjid Agung, sehingga mudah diakses dari berbagai titik di Kota Batam.
“Kalau berbicara investasi, lokasinya sangat menguntungkan. Ini berada di Batam Center core, pusat aktivitas kota. Sangat cocok untuk bisnis dan investasi jangka panjang,” jelasnya.
Keunggulan lain dari S-Walk adalah kenyamanan bagi pengunjung. Area pejalan kaki dan parkir dirancang tertutup, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir saat hujan. Pengunjung juga dapat berpindah antarblok tanpa harus naik turun lift atau eskalator berulang kali.
“Perbedaan paling menonjol, pengunjung bisa berjalan di kawasan ini dengan nyaman. Sky Walk menghubungkan Blok A dan Blok B, sehingga mobilitas lebih mudah dan aman,” tambah Nuzuul.
Ke depan, pihak pengembang berharap S-Walk tidak hanya menjadi pusat bisnis, tetapi juga destinasi baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Batam. Dengan konsep yang menggabungkan bisnis dan gaya hidup, S-Walk diharapkan ikut berkontribusi dalam mendukung Batam sebagai kota tujuan wisata di Kepulauan Riau.
“Harapan kami, S-Walk bisa menjadi salah satu tujuan wisata baru bagi turis yang datang ke Batam dan ikut berkontribusi memajukan pariwisata daerah,” kata dia. (*)
Epson SC-G6030: Printer Direct-to-Film (DTF) pertama dalam format 32 inci, menghadirkan efisiensi tinggi, perawatan minimal, dan kualitas cetak luar biasa untuk produk pakaian.
batampos-Epson SC-G6030: Printer Direct-to-Film (DTF) pertamadalam format 32 inci, menghadirkanefisiensitinggi, perawatan minimal, dan kualitascetakluarbiasauntukprodukpakaian.
Desember, Indonesia – Epson, pemimpindalamindustripercetakanprofesional, memperkenalkan SC-G6030, printer Direct-to-Film (DTFilm) pertamadari Epson yang dirancanguntukmemenuhikebutuhanindustripercetakan yang terusberkembang. Dengankapasitastinta 1,6 liter dan tidakmemerlukanbanyakperawatan, solusiinovatifinimenawarkancara yang andal dan efisienbagipelakuusahauntukmeningkatkankapabilitasmereka di pasar cetakpakaian.
Seiringdenganpergeserantrenindustridarimetode Direct-to-Garment (DTG) keDTFilm, seperti yang telahdisorot oleh IDC pada kuartalkedua 2024, Epson bertujuanuntukmemberdayakanpelangganmelaluiteknologimutakhir yang mampumengikutiperubahankebutuhan pasar.
PerawatanBebas Repot dan StabilitasOperasional yang Andal
SC-G6030 dirancanguntukmenyederhanakanoperasionaldenganmenghilangkankebutuhanperawatanharian, menjadikannyasolusiefisienuntukbisnis. Berbedadari printer konvensional, printer inihanyamemerlukanpengocokanringantintaputih di pagihari.
Printer DTFilminimengotomatiskanberbagai proses pentingsepertipengecekan nozzle, penyesuaianduaarah dan umpankertas, sertapengirimanpekerjaancetak. Proses berjalansecaraparalel, memungkinkansatu operator menanganibeberapa unit sekaligus. Hasilnya, pekerjaan manual berkurang dan biayaoperasionalmenurunsecarasignifikan.
Dalamhalperawatan, SC-G6030 menggunakansistem wiper berbahankain yang mudahdirawat dan hanyamemerlukanpenggantianbahanhabispakaisecaraberkala, berbedadengan wiper karet pada printer konvensional yang perludibersihkansetiaphari. Unit wiper inimenggunakansistemumpankain, memastikanpermukaanpembersihselalu segar dan mengurangifrekuensiperawatan.
Printer dilengkapisistem cap station dan suction cap yang dirancanguntukmengurangikebutuhanperawatan manual. Sistem suction cap melakukanpembersihanotomatismenggunakancairanperawatanuntukmenghilangkantintakering di tepi cap, menjagadayaisaptetap optimal dan meningkatkanproduktivitas.
SC-G6030 juga memilikisistemsirkulasitintaputih yang mencegahpengendapan, mengurangirisikopenyumbatan, dan menjagakualitascetaktetapkonsisten. Tinta Epson UltraChrome DF diformulasikan agar mudahdipulihkandarisedimentasi, dengan material spacer yang meningkatkanperforma dan memastikan proses cetakberjalanlancartanpagangguan.
SC-G6030 menghadirkan berbagai mode cetak untuk memenuhi beragam kebutuhan pelanggan dan memperluas aplikasi pencetakan. Dengan kemampuan mencetak grafis full-color dalam waktu kurang dari 9 menit¹, printer ini menawarkan kecepatan dan performa tinggi. Tinta yang digunakan telah mengantongi sertifikasi Oeko-Tex® Eco Passport, terjamin bebas dari zat berbahaya serta memenuhi standar keselamatan dan lingkungan yang ketat. SC-G6030 juga tersertifikasi Global Organic Textile Standard (GOTS), memastikan proses cetak yang ramah lingkungan, mulai dari bahan mentah hingga pelabelan produk akhir.
Efisiensi Tinggi dan Desain Berorientasi Pada Pengguna
SC-G6030 menghadirkan berbagai fitur ramah pengguna yang meningkatkan efisiensi operasional. Fungsi pemotong bawaan dapat mencegah film terjatuh dari printer melalui sistem hitung mundur, sehingga meminimalkan limbah sekaligus meningkatkan produktivitas pasca-pemrosesan manual.
Fitur ini juga mengurangi risiko kerusakan hasil cetak. Selain itu, unit pasokan tinta berkapasitas 1,6 liter memungkinkan pencetakan dalam volume tinggi secara terus-menerus, dengan lebih sedikit interupsi akibat penggantian tinta sehingga membuatnya ideal untuk lingkungan produksi yang menuntut konsistensi dan produktivitas.
Dirancang untuk ruangan terbatas, SC-G6030 hadir dengan desain ringkas, menjadikannya ideal untuk ruang kerja kecil atau menantang. Luas tapaknya hanya 1,2 m² (1.608 mm x 745 mm), sehingga printer ini mudah ditempatkan di berbagai lingkungan cetak dan mudah dipindahkan. Ruang kerja seluas 3,88 m² (2.118 mm x 1.834 mm) bukanlah masalah bagi SC-G6030 menjadikannya fleksibel di berbagai pengaturan industri.
1 Berdasarkan pengujian internal Epson, kualitas cetak Level 3 (600 x 600 dpi) dicapai menggunakan tiga lembar stiker berukuran 580 mm x 847 mm, dengan lebar media 600 mm dalam mode lapisan warna tunggal dan pencetakan dua arah. Perlu dicatat bahwa waktu cetak aktual untuk grafis full-colour adalah 8,41 menit.
“Berkat SureColor G6030, Epson sekali lagi menetapkan standar baru dalam inovasi industri percetakan,” ujar Lina Mariani, Head of Vertical Business Epson Indonesia “Printer Direct-to-Film berukuran 32 inci ini dirancang untuk menjawab permintaan yang terus meningkat akan solusi cetak yang efisien dan berkualitas tinggi. Dengan kapasitas tinta 1,6 liter dan kebutuhan perawatan minimal, SC-G6030 menawarkan keandalan bagi bisnis untuk meningkatkan produktivitas dan memangkas biaya operasional. Desain intuitif, fitur pemeliharaan otomatis, dan mode cetak yang fleksibel menjadikan printer ini solusi ideal bagi bisnis yang ingin menyederhanakan operasional sekaligus mengikuti tren industri dari DTG ke DTFilm.”
Ketersediaan Produk
Printer Epson SureColor G6030 terbaru telah tersedia untuk dijual di Indonesia Kunjungi www.epson.co.id atau hubungi toko resmi Epson terdekat untuk informasi lebih lanjut.
Tentang Epson
Epson adalah pemimpin teknologi global yang memiliki filosofi inovasi yang efisien, ringkas, dan tepat yang memperkaya kehidupan dan membantu menciptakan dunia yang lebih baik. Perusahaan ini berfokus pada pemecahan masalah sosial masyarakat melalui inovasi dalam pencetakan rumah dan kantor, komersial dan industri, pencetakan, manufaktur, visual dan gaya hidup.
Tujuan Epson adalah untuk menjadi karbon negatif dan menghilangkan penggunaan sumber daya bawah tanah yang dapat habis seperti minyak dan logam pada tahun 2050. Dipimpin oleh Seiko Epson Corporation yang berbasis di Jepang, Grup Epson di seluruh dunia menghasilkan penjualan tahunan lebih dari JPY 1 triliun.
Tentang Epson Indonesia
PT Epson Indonesia berdiri pada bulan Oktober 2000 sebagai perwakilan penjualan dan pemasaran di Indonesia. PT Epson Indonesia beroperasi di bawah kendali kantor regional Epson Singapore, Pte. Ltd.
Saat ini, PT Epson Indonesia yang bertempat di Jakarta telah memiliki 28 lokasi purnajual (16 Epson Sales & Service dan 12 Epson Service Center) Dengan didukung oleh distributor-distributor yang berpengalaman dan jaringan dealer yang tersebar di seluruhkotabesar di Indonesia, PT Epson Indonesia telahmampumemperluaspenjualankeseluruhpelosok Indonesia. PT Epson Indonesia kinimemasarkanproduk printer SIDM (Dot Matrix), Inkjet, Laser, LFP termasukconsumablesnya, dan produk-produk lain seperti scanner, dan proyektor. Silakankunjungi situs kami www.epson.co.id. (*)