Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 754

Junior Chef HARRIS Batam, Momen Seru Masak dan Mewarnai Ibu-Anak

0
Keseruan Junior Chef yang digelar HARRIS Batam di Mal Botania 2. F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – HARRIS Hotel Batam Center bersama HARRIS Resort Waterfront Batam menggelar kegiatan edukatif bertajuk “COLOR Your Imagination” yang dikemas dengan cooking class gratis dan lomba mewarnai ibu dan anak, Minggu (14/12), di Mall Botania 2, Batam.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi HARRIS Batam dengan AZ.KO Mall Botania dan diikuti puluhan pasangan ibu dan anak dari berbagai wilayah di Batam. Acara tersebut bertujuan mempererat kebersamaan keluarga melalui aktivitas kreatif dan edukatif.

Salah satu agenda utama adalah free cooking class yang dipandu langsung oleh tim chef profesional dari HARRIS Hotel Batam Center dan HARRIS Resort Waterfront Batam. Dalam sesi ini, peserta diajarkan membuat bekal sehat dan praktis untuk anak sekolah.

Dua menu yang diperagakan yakni bento anak dengan tampilan menarik serta kimbab (kimchi roll) yang mudah dibuat dan kaya gizi. Para chef juga membagikan tips penyajian agar bekal tetap segar dan aman dikonsumsi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak para ibu untuk lebih kreatif dalam menyiapkan bekal anak. Tidak harus rumit, yang penting sehat dan menarik,” ujar General Manager HARRIS Hotel Batam Center dan HARRIS Resort Waterfront Batam, Dodi Putra.

Sesi cooking class dimulai pukul 12.30 WIB dan berlangsung selama sekitar dua jam. Kegiatan ini dirancang ramah anak dengan peralatan aman yang dapat digunakan oleh peserta usia sekolah dasar.

Selain kelas memasak, panitia juga menggelar lomba mewarnai kolaborasi ibu dan anak yang diikuti siswa SD kelas 1 hingga 3. Setiap pasangan diberikan satu lembar gambar bertema karakter ceria untuk diwarnai bersama dalam waktu yang telah ditentukan.

Biaya pendaftaran lomba sebesar Rp35 ribu per pasangan, dengan fasilitas paket crayon 12 warna dari Faber-Castell serta kertas mewarnai. Pemenang lomba mendapatkan piagam, voucher menginap di HARRIS, serta goodie bag.

“Lomba ini dirancang untuk melatih kerja sama dan komunikasi antara ibu dan anak melalui aktivitas seni,” ujar Leo, Kepala Cabang AZ.KO Mall Botania.

Acara ini turut didukung sejumlah mitra, antara lain Faber-Castell, Zurich Insurance, Jaya Bunda, Happy Time, Prodia, Home Credit, dan Naraya.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Sejumlah orang tua mengaku datang lebih awal agar anaknya bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Saya tahu acaranya dari media sosial. Kegiatannya positif dan jarang ada, apalagi digelar oleh hotel,” kata Lina, peserta asal Batu Aji.

Manajemen HARRIS Batam menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen hotel dalam mendukung tumbuh kembang keluarga dan anak melalui kegiatan komunitas.

“Kami ingin hotel tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga ruang interaksi keluarga yang edukatif dan menyenangkan,” kata Dodi Putra. (*)

Artikel Junior Chef HARRIS Batam, Momen Seru Masak dan Mewarnai Ibu-Anak pertama kali tampil pada Metropolis.

Gelombang dan Arus Kuat, Basarnas Batam Keluarkan Imbauan

0
Cuaca mendung menyelimuti kawasan Telaga Punggur, Nongsa dan sekitarnya, Senin (15/12). Basarnas Batam kembali mengingatkan masyarakat agar tidak lengah saat beraktivitas di kawasan pantai maupun perairan. Kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan, terutama bagi warga yang beraktivitas di laut. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Batam kembali mengingatkan masyarakat agar tidak lengah saat beraktivitas di kawasan pantai maupun perairan. Kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan, terutama bagi warga yang beraktivitas di laut.

Kepala Basarnas Pos Batam, Dedius, mengatakan perubahan kondisi di kawasan pantai dapat terjadi secara tiba-tiba, khususnya saat air laut pasang. Arus yang mendadak menguat dan gelombang yang meninggi kerap menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat.

“Kondisi pantai bisa berubah dengan cepat, apalagi saat air pasang. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak memaksakan diri berada di area yang berisiko,” ujar Dedius, Senin (15/12).

Ia menegaskan, masyarakat perlu lebih disiplin mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang di sejumlah titik pantai. Area yang telah diberi tanda larangan, kata dia, sebaiknya tidak didekati karena berpotensi membahayakan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan mengabaikan peringatan yang sudah ada. Jika cuaca terlihat tidak bersahabat, sebaiknya kegiatan di pantai atau laut ditunda,” tegasnya.

Tak hanya bagi wisatawan dan warga yang beraktivitas di pesisir, Basarnas Batam juga menyampaikan imbauan khusus kepada para nelayan serta pengguna transportasi laut. Mereka diminta memastikan seluruh perlengkapan keselamatan digunakan sesuai standar, mulai dari jaket pelampung hingga alat komunikasi.

Imbauan tersebut sejalan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem. BMKG memprediksi adanya kemungkinan angin kencang, gelombang tinggi, serta hujan lebat di sejumlah wilayah perairan yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran.

Basarnas Batam berharap masyarakat lebih bijak dalam merencanakan aktivitas di laut dan pantai. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi aturan keselamatan, risiko kecelakaan laut di tengah cuaca yang tidak menentu dapat diminimalkan. (*)

Artikel Gelombang dan Arus Kuat, Basarnas Batam Keluarkan Imbauan pertama kali tampil pada Metropolis.

Kasus Kematian Dwi Putri, Polisi Dalami Pembunuhan Berencana

0
Empat orang yang ditetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan Dwi Putri Aprilian. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Penyidikan kasus kematian tragis Dwi Putri Aprilian Dini (25) hingga kini masih terus berjalan. Kapolsek Batuampar Kompol Amru Abdullah menyampaikan bahwa proses hukum saat ini masih berada pada tahap pemeriksaan saksi-saksi serta pemeriksaan lanjutan terhadap para tersangka yang telah diamankan.

Perluasan pemeriksaan keterangan para tersangka ini untuk memastikan setiap keterangan digali secara mendalam untuk memperkuat konstruksi perkara.

Kapolsek menegaskan, fokus utama penyidik saat ini masih pada unsur pembunuhan berencana. Sementara itu, dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) belum masuk dalam tahap penetapan karena masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. “TPPO belum kami masukkan, karena saat ini kami fokus menguatkan pembuktian kasus pembunuhan,” ujar Kapolsek Batuampar.

Baca Juga: Penyelidikan Melebar, Polisi Selidiki Ritual Aneh Agency LC di Kasus Dwi Putri

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi. Mereka terdiri dari rekan kerja korban, penghuni mess, pihak agency, saksi di rumah sakit, hingga saksi kunci yang mengetahui secara langsung dugaan kekerasan terhadap korban sebelum meninggal dunia. Pemeriksaan dilakukan bertahap guna menyusun kronologi peristiwa secara utuh.

Dalam perkara ini, empat tersangka telah ditetapkan. Mereka masing-masing memiliki peran berbeda, mulai dari eksekutor utama penyiksaan, pihak yang diduga mengendalikan tindakan, hingga pelaku yang membantu proses penganiayaan dan upaya menghilangkan jejak. Para tersangka kini masih menjalani pemeriksaan lanjutan untuk pendalaman peran dan motif.

Kasus ini terungkap berawal dari kecurigaan pihak rumah sakit terhadap kematian korban yang dinilai tidak wajar. Jenazah yang sempat hendak dibawa dan dimakamkan secara cepat akhirnya ditahan, hingga polisi turun tangan dan menemukan fakta adanya dugaan penyiksaan berulang sebelum korban meninggal dunia. Dari titik inilah penyelidikan berkembang dan mengarah pada pembunuhan berencana.

Polisi juga memastikan penyidikan dilakukan secara profesional dan transparan. Setiap perkembangan perkara dilaporkan secara berjenjang, baik ke Polresta Barelang maupun Polda Kepri, mengingat kasus ini menjadi perhatian publik luas dan menyangkut rasa keadilan masyarakat.

Di sisi lain, proses hukum turut mendapat pemantauan dari tim kuasa hukum Hotman Paris 911 yang telah menerima kuasa dari keluarga korban. Tim pendamping hukum tersebut secara aktif memonitor jalannya pemeriksaan saksi, kelengkapan alat bukti, serta koordinasi dengan penyidik untuk memastikan tidak ada fakta yang terlewat.

Perwakilan tim Hotman Paris 911 menyatakan bahwa fokus mereka saat ini adalah memastikan unsur pembunuhan terbukti kuat di pengadilan. Namun demikian, mereka juga mencatat berbagai indikasi lain yang berpotensi dikembangkan, termasuk dugaan eksploitasi terhadap korban sebelum peristiwa kematian terjadi.

Kapolsek Batuampar menegaskan, penyidik tidak menutup kemungkinan pengembangan perkara ke arah tindak pidana lain, termasuk TPPO, apabila alat bukti dan keterangan saksi telah mencukupi.

“Semua kami buka sesuai fakta hukum. Jika nanti terpenuhi, tentu akan kami kembangkan,” ujarnya. (*)

Artikel Kasus Kematian Dwi Putri, Polisi Dalami Pembunuhan Berencana pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Bulan Tragedi MT Federal II, Belum Ada Tersangka

0
Korban ledakan kapal tanker Federal II di PT ASL Shipyard saat dievakuasi.

batampos – Tepat dua bulan pascakecelakaan kerja di kapal MT Federal II milik PT ASL Shipyard, yang terjadi pada 15 Oktober 2025, proses penegakan hukum atas insiden yang menewaskan 14 pekerja tersebut masih terus berjalan belum penetapan tersangka hingga, Senin, 15 Desember 2025.

Tragedi ledakan dan kebakaran kapal yang terjadi di kawasan galangan Tanjunguncang itu menjadi salah satu kecelakaan kerja terburuk di Batam sepanjang tahun 2025. Sejak hari kejadian, penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara intensif oleh Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin sebelumnya menyatakan kasus ini menjadi atensi khusus kepolisian, mengingat besarnya jumlah korban dan kompleksitas kejadian. Penyidik harus menyinkronkan keterangan saksi dengan bukti teknis serta hasil uji laboratorium forensik.

Baca Juga: 14 Pekerja Tewas, Petinggi PT ASL Diperiksa Terkait Ledakan MT Federal II

Hingga pertengahan Desember, penyidik telah memeriksa puluhan saksi dari berbagai unsur, mulai dari pekerja, mandor, pengawas lapangan, jajaran manajemen inti perusahaan, hingga pihak pengawasan ketenagakerjaan. Jumlah saksi yang diperiksa tercatat mencapai lebih dari 40 orang.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M Debby Tri Andrestian menyebutkan, status perkara telah resmi dinaikkan ke tahap penyidikan. Sejumlah saksi ahli juga telah dimintai keterangan, meliputi ahli forensik, ahli keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta ahli pidana.

Meski hasil pemeriksaan tim Laboratorium Forensik Polri telah diterima penyidik, kepolisian belum mengumumkan secara terbuka temuan tersebut. Hasil labfor masih digunakan sebagai bahan pendalaman untuk memastikan konstruksi pidana dan pihak yang paling bertanggung jawab.

Di sisi lain, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau memastikan pengawasan tetap dilakukan. PT ASL sempat dikenai penutupan sementara karena indikasi pelanggaran K3, sebelum akhirnya kembali beroperasi setelah memenuhi sejumlah rekomendasi keselamatan.

Dua bulan berlalu, proses penyidikan masih berjalan, dan publik Batam menunggu langkah tegas aparat dalam menetapkan pihak yang harus bertanggung jawab atas tragedi Federal II. (*)

Artikel Dua Bulan Tragedi MT Federal II, Belum Ada Tersangka pertama kali tampil pada Metropolis.

BMKG Ingatkan Curah Hujan di Kepri Masih Tinggi Hingga Akhir Tahun

0

Cuaca mendung menyelimuti kawasan Batam Center dan sekitarnya, Selasa (2/9). Beberapa hari terakhir kota Batam diguyur hujan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam mengingatkan masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem hingga akhir tahun. Saat ini, bibir siklon terpantau berada di wilayah selatan Indonesia dan turut memengaruhi pola cuaca di sejumlah daerah, termasuk Kepri.

Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, mengatakan kondisi atmosfer saat ini masih mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Kepri dalam beberapa waktu ke depan.

“Potensi curah hujan di Kepulauan Riau hingga akhir tahun masih tergolong tinggi. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang bisa ditimbulkan,” kata Ramlan, Senin (15/12).

Ramlan menjelaskan, keberadaan bibir siklon di selatan Indonesia memicu peningkatan pembentukan awan hujan, termasuk awan konvektif yang cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia, salah satunya Kepri.

Awan konvektif tersebut berpotensi memicu hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang dalam durasi singkat, terutama pada siang hingga malam hari.

BMKG juga mengingatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, tanah longsor, serta pohon tumbang akibat intensitas hujan yang tinggi dan kondisi angin yang tidak stabil.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi cuaca dan iklim dari BMKG secara berkala agar dapat mengantisipasi risiko bencana,” ujar Ramlan.

Selain kondisi cuaca darat, BMKG Hang Nadim Batam juga mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim untuk wilayah perairan Kepulauan Riau yang berlaku mulai Selasa (16/12) hingga Jumat (19/12).

BMKG mencatat potensi ketinggian gelombang laut kategori sedang hingga mencapai 2,1 meter di seluruh wilayah perairan Kepulauan Natuna dan Kepulauan Anambas pada 16 dan 17 Desember 2025.

Sementara itu, pada 18 Desember 2025, tinggi gelombang diperkirakan masih berada pada kategori sedang, dengan ketinggian hingga 1,7 meter di perairan Natuna dan Anambas, serta sekitar 1,5 meter di perairan Bintan, Tambelan, dan Lingga.

Kondisi gelombang tersebut dinilai berisiko bagi aktivitas pelayaran, khususnya kapal-kapal kecil, perahu nelayan, dan kapal penyeberangan antar pulau.

BMKG mengimbau para nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut atau melakukan aktivitas di perairan terbuka.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya aktivitas di laut ditunda,” tegas Ramlan. (*)

Artikel BMKG Ingatkan Curah Hujan di Kepri Masih Tinggi Hingga Akhir Tahun pertama kali tampil pada Metropolis.

Empat Kurir Uang R7,7 M Menuju Singapura Dibayar Rp 2 Juta, Polisi Minta Dalami Asal-usul Uang

0

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau bersama Polsek KKP Polresta Barelang, Bank Indonesia dan Bea Cukai Batam merilis uang miliaran rupiah dari empat kurir yang hendak membawa uang ke Singapura, Senin (15/12.) di Mapolda Kepri. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Empat pelaku terduga penyelundupan uang Rp 7,7 miliar di Pelabuhan Feri Internasional Harbourbay masih menjalani pemeriksaan intensif hinggq Senin (15/12). Dimana ternyata setiap pelaku mendapat upah Rp 2 juta dari miliaran uang yang hendak dibawa dari Jakarta melalui Batam ke Singapura

Kasubdit II Khusus dan Perbankan Ditreskrimsus Polda Kepri, Kompol Indar Wahyu Mistiawan mengatakan penanganan kasus dugaan penyelundupan uang tunai rupiah ke luar negeri masih terus berlangsung. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, perkara dugaan pelanggaran kepabeanan tersebut resmi dilimpahkan ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Batam untuk pendalaman lebih lanjut.

Pelimpahan dilakukan setelah aparat gabungan menggelar perkara bersama dan menemukan dugaan kuat pelanggaran ketentuan pembawaan uang tunai ke luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

BACA JUGA: Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 79 Koli Pakaian Bekas Lewat Modus Barang Penumpang

“Dari hasil pemeriksaan dan koordinasi lintas instansi, disimpulkan bahwa perkara ini masuk ranah kepabeanan. Karena itu, proses penyelidikan selanjutnya kami serahkan ke Bea Cukai Batam,” kata Indar di Lobby Ditreskrimsus Polda Kepri, Senin (15/12) sore.

Dalam kasus ini, empat orang diamankan saat hendak berangkat ke Singapura dengan membawa uang tunai senilai total Rp7,795 miliar. Uang tersebut dibawa menggunakan koper dan tas tanpa dilengkapi izin resmi sebagaimana dipersyaratkan dalam aturan kepabeanan.

Para pelaku masing-masing diketahui membawa uang dengan nominal berbeda-beda. LS , HK dan R Sementara satu pelaku lainnya CA berperan sebagai penghubung dan pengatur teknis keberangkatan.

“Untuk pelaku 4 orang, satu diantaranya perempuan. Pekerjaan CA pegawai Money Changer, dua pegawai swasta dan satu ibu rumah tangga,” jelasnya.

Indar menegaskan, hingga saat ini keempat orang tersebut belum ditetapkan sebagai tersangka. Status mereka masih sebatas dikenai sanksi administratif sambil menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

“Kami masih melakukan pemeriksaan intensif, terutama terkait asal-usul uang. Ini penting untuk menentukan apakah ada unsur pidana lain, termasuk dugaan tindak pidana pencucian uang,” ujarnya.

Dari pengakuan sementara, para kurir menerima upah berdasarkan jumlah uang yang dibawa. Besaran imbalan yang diterima yakni Rp100 ribu untuk setiap Rp100 juta yang berhasil dibawa ke luar negeri.

“Rata-rata mereka mendapatkan sekitar Rp2 juta per sekali pengantaran. Bahkan, ada yang mengaku sudah dua kali menjalankan kegiatan serupa,” ungkap Indar.

Penyidik juga mengungkap bahwa salah satu pelaku mengaku telah menjalani aktivitas tersebut selama hampir dua tahun. Namun, klaim tersebut masih terus diverifikasi melalui pemeriksaan lanjutan dan penelusuran aliran dana.

Dalam pengembangan perkara, penyidik menemukan keterkaitan dengan sebuah perusahaan yang berkedudukan di Jakarta. Perusahaan tersebut diduga memberi perintah kepada salah satu pelaku berinisial CA untuk mengoordinasikan pembawaan uang ke luar negeri.

“CA ini mendapat perintah dari R selaku Direktur Utama PT FIT. Namun, kami masih mendalami sejauh mana peran masing-masing pihak,” kata Indar.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri pergerakan dan perubahan dana. Namun, proses tersebut masih menunggu tahapan administrasi lanjutan.

“Kami masih harus bersurat kembali ke PPATK. Prosesnya bertahap dan membutuhkan waktu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Batam, Muhtadi, menjelaskan bahwa pembawaan uang tunai ke luar negeri di atas Rp100 juta wajib disertai izin khusus dari otoritas terkait.

“Jika membawa rupiah di atas Rp100 juta ke luar negeri, harus ada izin. Kepentingannya pun terbatas, seperti untuk pameran atau pengujian uang, bukan untuk ditukarkan,” tegas Muhtadi.

Ia menambahkan, dalam kasus ini tidak ditemukan dokumen perizinan yang sah, sehingga perbuatan para pelaku diduga melanggar ketentuan kepabeanan.

“Ini bukan sekadar pelanggaran administratif biasa. Karena itu, proses penyelidikan kami lanjutkan di Bea Cukai,” ujarnya.

Muhtadi juga menegaskan bahwa pengawasan pembawaan uang lintas negara merupakan kewenangan bersama antara Bea Cukai, Bank Indonesia, dan kepolisian, sehingga penanganan dilakukan secara terpadu.

Keempat pelaku saat ini masih diamankan untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan. Aparat memastikan akan terus mendalami perkara ini, termasuk membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan pengiriman uang tunai lintas negara tersebut.

“Kalau memang tak terbukti adanya tindak pidana, maka uang ini akan kami kembalikan, tentunya setelah dipotong pajak,” pungkasnya. (*)

Artikel Empat Kurir Uang R7,7 M Menuju Singapura Dibayar Rp 2 Juta, Polisi Minta Dalami Asal-usul Uang pertama kali tampil pada Metropolis.

Warna Netral dan Hiasan Minimalis Jadi Tren Pohon Natal 2025

0

Batampos – Tren dekorasi pohon natal terus mengalami perubahan seiring perkembangan gaya hidup dan pengaruh media sosial. Di 2025 ini, konsep Pohon Natal tak lagi terpaku pada hiasan klasik serba merah dan hijau.

ILUSTRASI desain pohon natal minimalis. F Wurm

Di Pinterest, aneka dekorasi pohon natal hadir dengan tema minimalis, kini viral. Di masa kini, mendekorasi pohon natal menjadi medium ekspresi personal sekaligus konten visual yang menarik.

Gaya minimalis tetap menjadi pilihan utama di 2025, terutama di kalangan generasi muda dan penghuni hunian modern. Mereka kerap memilih warna netral seperti putih, krem, abu-abu, hingga nude dipadukan dengan ornamen sederhana tanpa lampu berlebihan.

Konsep ini dinilai lebih elegan, tenang, dan mudah menyatu dengan interior rumah. Selain itu, tren minimalis juga sejalan dengan gaya hidup berkelanjutan karena menggunakan lebih sedikit dekorasi.

Selain minimalis, konsep sadar lingkungan turut memengaruhi tren Pohon Natal 2025. Banyak orang memilih ornamen berbahan kayu, rotan, kain linen, hingga kertas daur ulang. Pohon Natal dengan sentuhan alami, seperti dedaunan kering, buah pinus, dan ornamen buatan tangan, semakin populer.

Tak sedikit pula yang memilih pohon natal hidup dalam pot sebagai alternatif ramah lingkungan, yang dapat ditanam kembali setelah musim liburan usai.

Jadi, tren pohon natal 2025 menekankan personalisasi. Ornamen berisi foto keluarga, nama anggota keluarga, hingga kenangan perjalanan menjadi elemen favorit. Pohon Natal tak lagi sekadar dekorasi musiman, melainkan simbol cerita dan perjalanan hidup. (*)

Artikel Warna Netral dan Hiasan Minimalis Jadi Tren Pohon Natal 2025 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pendapatan Anjlok, Dishub Tanjungpinang Wacanakan Kenaikan Tarif Parkir

0
Salah satu titik parkir yang berada di Jalan Basuki Rahmat Kota Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Penerimaan retribusi parkir di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sepanjang tahun 2025 dipastikan anjlok. Hingga awal Desember 2025, Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjungpinang baru mengantongi Rp1,618 miliar dari target sebesar Rp3 miliar.

Pelaksana Tugas Kepala UPTD Parkir Dishub Tanjungpinang, Abdurrahman Djou, menyebut rata-rata penerimaan retribusi parkir per bulan hanya berkisar Rp150 juta. Dengan tren tersebut, realisasi pendapatan hingga akhir tahun diperkirakan hanya mencapai sekitar Rp1,7 miliar.

“Jadi ada selisih sekitar Rp50 sampai Rp60 juta dibandingkan tahun lalu,” kata Abdurrahman, Senin (15/12).

Abdurrahman menjelaskan, salah satu penyebab tidak tercapainya target adalah ketidakpatuhan juru parkir (jukir) dalam menyetor retribusi harian. Dari total jukir yang terdaftar, hanya sekitar 70 persen yang rutin menyetor sesuai potensi masing-masing titik parkir.

“Sementara sekitar 30 persen jukir lainnya tercatat tidak menyetor secara rutin,” ujarnya.

Selain itu, berkurangnya jumlah titik parkir juga turut memengaruhi pendapatan. Pada 2024 lalu, Dishub masih mengelola kawasan Tepi Laut dengan sekitar 10 titik parkir tambahan.

“Namun tahun ini, total titik parkir yang dikelola menjadi 168 titik dengan 176 jukir aktif,” tambahnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang mewacanakan kenaikan tarif parkir. Tarif kendaraan roda dua yang sebelumnya Rp1.000 direncanakan naik menjadi Rp2.000, sementara tarif kendaraan roda empat dari Rp2.000 menjadi Rp4.000.

Wacana kenaikan tarif tersebut, kata Abdurrahman, mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 yang memperbolehkan evaluasi tarif setelah dua tahun diberlakukan. Hingga kini, tarif parkir di Tanjungpinang masih sama sejak pertama kali ditetapkan.

“Banyak daerah di Indonesia juga sudah menaikkan tarif parkirnya, termasuk Batam. Jadi secara regulasi maupun tren nasional, evaluasi ini memang diperlukan,” katanya.

Meski demikian, penetapan tarif baru tetap akan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat serta masukan publik.

Di sisi lain, Dishub bersama BPPRD Tanjungpinang juga tengah menyempurnakan sistem pembayaran digital. Meski pembayaran parkir menggunakan QRIS telah diuji coba di beberapa titik, sebagian pengguna masih memilih pembayaran tunai karena dinilai lebih cepat.

“Di banyak negara, sistem tapping terbukti lebih efisien. Namun apakah kita akan mengarah ke sana atau tetap memaksimalkan QRIS, itu masih dalam tahap kajian,” pungkasnya. (*)

Artikel Pendapatan Anjlok, Dishub Tanjungpinang Wacanakan Kenaikan Tarif Parkir pertama kali tampil pada Kepri.

AdiBapok Beberkan Tiga Penyebab Harga Sembako Naik di Tanjungpinang

0
Warga saat mengecek harga beras di salah satu swalayan, di Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Kenaikan harga dan berkurangnya stok bahan pokok di Kota Tanjungpinang dalam beberapa waktu terakhir disebut bukan tanpa sebab. Asosiasi Distributor Bahan Pokok (AdiBapok) Tanjungpinang mengungkap setidaknya ada tiga persoalan utama yang memicu kondisi tersebut.

Ketua AdiBapok Kota Tanjungpinang, Muhammad Sadmi Al-Qoyyum, menjelaskan persoalan pertama berasal dari kesulitan panen di sejumlah daerah penghasil, sehingga berdampak pada terputusnya distribusi bahan pokok ke wilayah Kepulauan Riau.

“Distribusi dari daerah penghasil terganggu karena kondisi panen yang tidak optimal, ditambah adanya bencana alam di beberapa wilayah Sumatra,” ujar Sadmi, Senin (15/12).

Persoalan kedua, lanjut Sadmi, adalah terhambatnya suplai bahan pokok dari Kota Batam ke wilayah Kepri, khususnya Bintan dan Tanjungpinang, akibat adanya pengetatan distribusi barang.

Ia menyebut sejumlah komoditas strategis seperti bawang, cabai, dan minyak goreng selama ini sangat bergantung pada pasokan dari Batam.

“Bawang, cabai, dan minyak rata-rata suplainya dari sana. Ini putus total hampir dua minggu belum masuk,” katanya.

Persoalan ketiga berkaitan dengan pembatasan masuknya barang tertentu ke wilayah Bintan dan Tanjungpinang. Menurut Sadmi, hanya barang lokal dengan kejelasan asal-usul yang diperbolehkan masuk.

“Kami sudah bertemu dengan Bea Cukai Batam. Persoalannya, barang tidak boleh masuk kecuali barang lokal yang memiliki asal-usul barang,” tambahnya.

Sadmi menegaskan, di tengah keterbatasan stok, AdiBapok sebagai asosiasi distributor terus berupaya mencari pasokan alternatif dari daerah lain untuk mencegah terjadinya kelangkaan bahan pokok di pasar.

Namun, langkah tersebut memiliki konsekuensi terhadap harga jual. Pasalnya, distribusi dari luar daerah membutuhkan biaya lebih besar.

“Kalau barang didatangkan dari luar, tentu harganya akan meningkat. Fokus kami saat ini adalah menjaga ketersediaan agar masyarakat tidak sampai kekurangan stok,” pungkasnya. (*)

Artikel AdiBapok Beberkan Tiga Penyebab Harga Sembako Naik di Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

BP Tanjungpinang Serahkan Pengelolaan Pelabuhan Tanjung Moco ke KSOP

0
BP Tanjungpinang saat menyerahkan Pelabuhan Tanjung Moco ke KSOP, Senin (15/12). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Pelabuhan Tanjung Moco yang sebelumnya dikelola Badan Pengusahaan (BP) Tanjungpinang, kini resmi dikembalikan ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang. Pengalihan pengelolaan ini dilakukan sesuai arahan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kepala KSOP Tanjungpinang, Febrianto Dian Iskandar, mengatakan pengambilan alih kembali Pelabuhan Tanjung Moco dilakukan menyusul adanya penyesuaian pencatatan aset antara instansi terkait.

“Ini karena revisi pencatatan aset. Yang semula tercatat dari KSOP ke BP Tanjungpinang, kini dikembalikan lagi ke KSOP,” ujar Febrianto, Senin (15/12).

Meski pengelolaan pelabuhan telah diserahkan kembali ke KSOP, aktivitas di Pelabuhan Tanjung Moco dipastikan tetap berjalan normal. Kegiatan bongkar muat barang masih berlangsung seperti biasa tanpa adanya gangguan operasional.

Sementara itu, Direktur BP Tanjungpinang, Cokky Wijaya Saputra, menyampaikan bahwa pihaknya tetap akan mendukung pemanfaatan Pelabuhan Tanjung Moco untuk kepentingan investasi dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Walaupun aset sudah diserahkan, aktivitas tetap berjalan. Kami juga tetap membawa market dalam rangka percepatan ekonomi,” kata Cokky.

Ia menilai Pelabuhan Tanjung Moco memiliki potensi berkembang lebih baik jika dikelola langsung oleh KSOP Tanjungpinang. Keberadaan pelabuhan tersebut juga dinilai strategis dalam mendukung aktivitas bongkar muat dan promosi kawasan Free Trade Zone (FTZ) Pulau Dompak.

Selain itu, Cokky mengungkapkan bahwa pada awal tahun 2026, kapal perintis Sabuk Nusantara direncanakan mulai bersandar di Pelabuhan Tanjung Moco.

“Kami akan terus bersinergi dengan KSOP untuk mengembangkan Pelabuhan Tanjung Moco, apalagi pelabuhan ini berada di kawasan FTZ,” pungkasnya. (*)

Artikel BP Tanjungpinang Serahkan Pengelolaan Pelabuhan Tanjung Moco ke KSOP pertama kali tampil pada Kepri.