Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 758

Wali Kota Minta Satpol PP dan Disbudpar Monitor Tempat Hiburan Malam

0
Wali Kota Batam Amsakar Achmad.

batampos– Wali Kota Batam, yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bakal menindaklanjuti hasil razia gabungan yang dilakukan Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Batam bersama Bea Cukai Batam di sejumlah tempat hiburan malam.

Razia tersebut dilakukan setelah adanya laporan masyarakat dan unggahan di media sosial terkait dugaan aktivitas WNA di tempat hiburan malam. Dari hasil operasi, petugas mengamankan satu WNA asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berinisial LK di Panda Club. Aktivitasnya di lokasi hiburan malam itu diduga melanggar ketentuan izin keimigrasian yang berlaku.

Selain itu, tim Bea dan Cukai menemukan gudang penyimpanan minuman keras tanpa cukai di lantai satu Panda Club. Temuan ini memperkuat indikasi adanya pelanggaran di tempat hiburan tersebut.

BACA JUGA: Amsakar Lantik 8 Pejabat Baru, Firmansyah Resmi Jabat Sekda Batam

Menanggapi hal itu, Amsakar memberi peringatan tegas agar instansi terkait segera turun melakukan pemantauan dan evaluasi.

“Kami cek nanti. Saya minta Satpol PP dan Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) monitor itu,” katanya, Jumat (31/10).

Menurutnya, pemerintah daerah akan mendalami lebih jauh hasil temuan dari instansi pusat tersebut sebelum mengambil langkah lanjutan.

“Akan kami dalami dulu, setelah itu baru bisa kita berikan kesimpulan,” katanya.

Pemerintah daerah setempat mendukung penuh upaya penegakan hukum terhadap praktik yang melanggar izin operasional maupun aturan keimigrasian di sektor hiburan malam.

Ia menilai, keberadaan tempat hiburan di Batam semestinya dikelola secara profesional dan taat aturan, tanpa menimbulkan persoalan hukum maupun sosial di masyarakat.

Razia di dua lokasi hiburan malam itu disebut sebagai bagian dari pengawasan lintas instansi terhadap potensi pelanggaran keimigrasian, kepabeanan, serta peredaran barang tanpa izin. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Wali Kota Minta Satpol PP dan Disbudpar Monitor Tempat Hiburan Malam pertama kali tampil pada Metropolis.

Kakek 70 Tahun di Lingga Diduga Cabuli Dua Anak SD, Kasus Naik ke Penyidikan

0
Ilustrasi. F. Istimewa.

batampos – Kasus dugaan tindakan asusila yang dilakukan seorang kakek berusia 70 tahun di Lingga, memasuki babak baru. Polres Lingga memastikan perkara tersebut resmi naik ke tahap penyidikan setelah melalui serangkaian pemeriksaan awal.

Kakek berusia lanjut itu diduga mencabuli dua anak perempuan di bawah umur yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Kasus ini menyita perhatian warga lantaran pelaku sudah berusia lanjut sementara korbannya adalah anak-anak.

Kasat Reskrim Polres Lingga, IPTU Maidir Riwanto, membenarkan perkembangan terbaru kasus tersebut. “Sudah naik sidik,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Jumat (31/10).

Ia menegaskan, penyidik dalam waktu dekat akan segera menggelar perkara untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini.
“Sesegera mungkin. Jumlah korban dua orang,” tambahnya.

Saat ini, polisi masih mendalami keterangan saksi dan mengumpulkan bukti tambahan guna memperkuat proses hukum. Penyidik juga belum mengungkap identitas pelaku dan korban dalam kasus ini.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut melapor jika mengetahui adanya dugaan kekerasan atau pelecehan seksual di lingkungan sekitar, agar setiap tindakan serupa dapat ditangani secara tegas sesuai hukum yang berlaku. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Kakek 70 Tahun di Lingga Diduga Cabuli Dua Anak SD, Kasus Naik ke Penyidikan pertama kali tampil pada Kepri.

AC Rusak, Keluarga Pasien RSUD RAT Bawa Kipas Sendiri

0
Keluarga pasien saat membawa kipas angin sendiri, karena AC RS RAT tidak menyala. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Sejumlah keluarga pasien di RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terpaksa membawa kipas angin pribadi karena pendingin ruangan (AC) di ruang inap rumah sakit tersebut tidak berfungsi.

Tidak berfungsinya AC membuat suasana ruang perawatan terasa pengap dan panas. Hal ini membuat pasien dan keluarga menjadi tidak nyaman saat menjalani perawatan.

“Jadi bawa kipas angin sendiri, apalagi ruangannya tertutup,” kata Ronal, salah satu keluarga pasien yang dirawat di RSUD RAT, Jumat (31/10).

Ronal menambahkan, membawa kipas pribadi merupakan inisiatif sendiri agar keluarganya yang sedang dirawat bisa tetap nyaman.

“Selama tiga hari nginap, AC-nya sama sekali tidak menyala. Bukan cuma saya, keluarga pasien lain juga bawa kipas,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Buhriadi, keluarga pasien lainnya. Ia mengaku anaknya tengah dirawat karena usus buntu, namun selama beberapa hari dirawat, AC di ruang inap tidak pernah menyala.

“Katanya AC masih diperbaiki, jadi kami bawa kipas sendiri biar tidak panas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan RSUD RAT, Syarip Hidayat, membenarkan adanya gangguan pada sistem pendingin ruangan. Ia menyebut pihak rumah sakit telah menginformasikan kondisi tersebut kepada pasien yang akan menjalani rawat inap.

“Beberapa ruangan memang sedang bermasalah dengan pendingin ruangan. Untuk sementara, kami pasang kipas agar tetap nyaman,” jelas Syarip.

Ia menjelaskan, saat ini AC split untuk tiap ruangan masih dalam proses pemasangan, sementara AC central yang sebelumnya mengalami kerusakan sudah diperbaiki namun belum bisa difungsikan.

“Masalahnya ada di jaringan pipa besi yang korosi di hampir setiap lantai. Kami sedang melakukan pengelasan supaya tidak bocor lagi,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel AC Rusak, Keluarga Pasien RSUD RAT Bawa Kipas Sendiri pertama kali tampil pada Kepri.

Amsakar Lantik 8 Pejabat Baru, Firmansyah Resmi Jabat Sekda Batam

0
Wali Kota Amsakar Achmad melantik 8 pejabat baru, termasuk Firmansyah sebagai Sekda Batam definitif. F. Cecep Mulyana/Batam Pos.

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, resmi melantik delapan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Jumat (31/10). Pelantikan berlangsung di Kantor Wali Kota Batam dan dihadiri sejumlah kepala OPD serta pejabat struktural.

Salah satu yang dilantik adalah Firmansyah, yang sebelumnya menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), kini dipercaya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam.

Selain itu, Suhar resmi mengisi posisi Asisten Ekbang, Zulkifli Aman dilantik sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos), dan Yudi Suprapto menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).
Beberapa pejabat eselon III juga turut dilantik untuk mengisi posisi strategis di sejumlah perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Amsakar menyebut pelantikan ini merupakan bagian dari tahapan rotasi, mutasi, promosi, dan demosi pejabat di lingkungan Pemko Batam yang dilakukan secara bertahap dan sesuai aturan kepegawaian.

“Sekarang aturan untuk melakukan mutasi, rotasi, promosi, atau demosi tak sesederhana dulu. Mekanismenya luar biasa ketat,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan, semula terdapat sepuluh pejabat yang dijadwalkan dilantik, namun dua di antaranya masih terkendala persoalan administratif di tingkat pusat.

“Proses perjalanan birokrasi ini sekarang seperti siput, pelan-pelan,” katanya.

Menurutnya, pelantikan kali ini dilakukan untuk mengisi sejumlah posisi strategis yang kosong, baik karena pejabat sebelumnya purnatugas maupun untuk kebutuhan penguatan organisasi pemerintahan.

“Yang dilantik hari ini dalam rangka memenuhi posisi strategis dan saling mengisi satu sama lain. Proses open bidding yang dilakukan hendaknya dijaga, dan amanah ini dijalankan dengan baik,” pesan Amsakar.

Pelantikan tersebut juga menjadi momentum penguatan kinerja Pemko Batam dalam menjalankan program prioritas pembangunan menjelang akhir tahun anggaran 2025. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Amsakar Lantik 8 Pejabat Baru, Firmansyah Resmi Jabat Sekda Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Amsakar Lantik 8 Pejabat Baru, Firmansyah Resmi Jabat Sekda Batam

0
Wali Kota Amsakar Achmad melantik 8 pejabat baru, termasuk Firmansyah sebagai Sekda Batam definitif. F. Cecep Mulyana/Batam Pos.

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, resmi melantik delapan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Jumat (31/10). Pelantikan berlangsung di Kantor Wali Kota Batam dan dihadiri sejumlah kepala OPD serta pejabat struktural.

Salah satu yang dilantik adalah Firmansyah, yang sebelumnya menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), kini dipercaya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam.

Selain itu, Suhar resmi mengisi posisi Asisten Ekbang, Zulkifli Aman dilantik sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos), dan Yudi Suprapto menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).
Beberapa pejabat eselon III juga turut dilantik untuk mengisi posisi strategis di sejumlah perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Amsakar menyebut pelantikan ini merupakan bagian dari tahapan rotasi, mutasi, promosi, dan demosi pejabat di lingkungan Pemko Batam yang dilakukan secara bertahap dan sesuai aturan kepegawaian.

“Sekarang aturan untuk melakukan mutasi, rotasi, promosi, atau demosi tak sesederhana dulu. Mekanismenya luar biasa ketat,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan, semula terdapat sepuluh pejabat yang dijadwalkan dilantik, namun dua di antaranya masih terkendala persoalan administratif di tingkat pusat.

“Proses perjalanan birokrasi ini sekarang seperti siput, pelan-pelan,” katanya.

Menurutnya, pelantikan kali ini dilakukan untuk mengisi sejumlah posisi strategis yang kosong, baik karena pejabat sebelumnya purnatugas maupun untuk kebutuhan penguatan organisasi pemerintahan.

“Yang dilantik hari ini dalam rangka memenuhi posisi strategis dan saling mengisi satu sama lain. Proses open bidding yang dilakukan hendaknya dijaga, dan amanah ini dijalankan dengan baik,” pesan Amsakar.

Pelantikan tersebut juga menjadi momentum penguatan kinerja Pemko Batam dalam menjalankan program prioritas pembangunan menjelang akhir tahun anggaran 2025. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Amsakar Lantik 8 Pejabat Baru, Firmansyah Resmi Jabat Sekda Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Rahasia Ban Mobil Awet, 6 Cara Perawatan Simpel yang Sering Diabaikan

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Ban mobil jadi salah satu komponen penting yang langsung bersentuhan dengan aspal. Karena itu, kondisi ban yang baik bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga soal keamanan dan efisiensi bahan bakar.

Kalau tapak ban mulai aus tidak merata, itu tandanya ada masalah di sistem kendaraan. Supaya perjalanan tetap aman dan umur ban lebih panjang, pemilik mobil wajib melakukan perawatan ban secara rutin.

Berikut 6 cara simpel bikin ban mobil awet dan tahan lama:

1. Cek Tekanan Angin Secara Rutin

Tekanan angin yang pas bikin ban lebih awet dan mobil lebih stabil. Cek tekanan ban setiap dua minggu sekali atau sebelum perjalanan jauh.

Ban yang terlalu kempis bikin boros bensin, sedangkan tekanan berlebih bisa bikin ban cepat aus dan grip berkurang.

2. Rotasi Ban Tiap 10.000 Kilometer

Ban depan biasanya lebih cepat aus karena menanggung beban setir dan rem. Lakukan rotasi ban setiap 10.000 km supaya keausan merata dan umur ban jadi lebih panjang.

3. Spooring dan Balancing

Kalau roda nggak sejajar (spooring) atau nggak seimbang (balancing), ban bisa cepat botak sebelah.

Biasanya ini terjadi setelah mobil menghantam lubang atau naik trotoar. Jadi, jangan malas periksa kaki-kaki mobil ya.

4. Hindari Beban Berlebih dan Gaya Nyetir Agresif

Bawa muatan berlebihan, rem mendadak, atau ngebut di tikungan tajam bikin ban cepat aus.
Coba ubah gaya berkendara jadi lebih halus dan jaga beban sesuai rekomendasi pabrikan.

5. Periksa Tapak dan Kondisi Ban

Cek kondisi fisik ban secara rutin. Pastikan nggak ada paku, benjolan, atau retak di dinding ban.

Kalau alur tapak sudah tipis, risiko aquaplaning di jalan basah meningkat, bisa bahaya banget!

6. Lindungi Ban dari Sinar Matahari

Panas matahari bikin karet ban cepat kering dan retak. Parkir di tempat teduh atau gunakan pelindung ban supaya umur pakainya lebih lama.

Merawat ban sebenarnya nggak ribet, asal konsisten. Dengan perawatan sederhana, ban mobil bisa lebih awet, berkendara pun lebih aman dan hemat bahan bakar. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Rahasia Ban Mobil Awet, 6 Cara Perawatan Simpel yang Sering Diabaikan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kemenko PM Dorong Pembangunan Lab School di Sekolah Rakyat Kepri

0
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Abdul Haris. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Kementerian Koordinator (Kemenko) Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia mendorong pembangunan Lab School di Sekolah Rakyat yang ada di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Program tersebut digagas oleh Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di daerah. Selain itu, Sekolah Rakyat kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah pusat.

“Sekolah Rakyat hingga Koperasi Merah Putih menjadi perhatian utama kami. Khusus untuk Sekolah Rakyat, Presiden sangat antusias,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Abdul Haris, usai melakukan pertemuan di UMRAH Tanjungpinang, Jumat (31/10).

Ia menjelaskan, pemerintah berkomitmen memperkuat kerja sama dengan UMRAH dan memastikan dukungan anggaran untuk memperluas pelaksanaan program Lab School tersebut.

“Dari sisi anggaran, Presiden sangat serius. Tahun depan direncanakan akan dibangun 100 Sekolah Rakyat dengan total anggaran sekitar Rp20 triliun,” jelasnya.

Menurut Abdul Haris, keberadaan Sekolah Rakyat memiliki peran penting dalam memutus rantai kemiskinan dengan memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Sementara itu, Rektor UMRAH, Agung Dhamar Syakti, menyambut baik rencana tersebut dan menegaskan komitmen kampus untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kepri.

“Kami berencana membangun infrastruktur Lab School sebagai sarana penguatan keterampilan mahasiswa agar lulusan UMRAH dapat langsung terserap di dunia kerja,” pungkas Agung. (*)

Artikel Kemenko PM Dorong Pembangunan Lab School di Sekolah Rakyat Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

Rekomendasi 5 Tempat Unik di Batam yang Wajib Dikunjungi saat Akhir Pekan

0
Puncak Beliung. F. Google Maps/Heng Mooi Hong.

batampos – Akhir pekan menjadi momen tepat untuk melepas penat dan menikmati waktu bersama keluarga atau teman. Kota Batam kini punya banyak destinasi wisata unik yang cocok untuk liburan singkat.

Selain menawarkan suasana berbeda, beberapa tempat ini juga punya spot foto menarik yang kerap jadi incaran wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Berikut lima tempat unik di Batam yang wajib dikunjungi saat akhir pekan:

1. Puncak Beliung

Terletak di Tanjung Riau, Sekupang, Puncak Beliung menawarkan pemandangan kota Batam dari ketinggian dengan spot foto kekinian. Tempat ini populer di kalangan wisatawan mancanegara yang mencari pengalaman berbeda di Batam.

2. Taman Rusa Sekupang

Berlokasi di Tanjung Pinggir, Sekupang, taman ini menghadirkan suasana sejuk dan ramah keluarga. Ada kebun binatang mini tempat pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan hewan, cocok untuk rekreasi bersama anak-anak.

3. Citra Kebun Wisata

Bagi yang ingin piknik santai, Citra Kebun Wisata di Sungai Lekop, Sagulung jadi pilihan tepat. Suasana rindang dan adanya kebun binatang mini membuat tempat ini ideal untuk bersantai dan menikmati udara segar.

4. Dino’s Gate

Ingin sensasi berbeda? Kunjungi Dino’s Gate di Bengkong Laut, Jl. Golden City Residence. Tempat wisata bertema dinosaurus ini menawarkan area luas dengan suasana adem dan spot foto menarik, cocok untuk liburan keluarga.

5. Adventure Park

Berlokasi di One Batam Mall lantai 1, Adventure Park menjadi pilihan bagi pecinta wahana menantang. Beragam atraksi seru tersedia untuk semua usia, menjadikan akhir pekan lebih berkesan.

Kota Batam terus berbenah untuk menjadi destinasi wisata favorit di Indonesia. Akses transportasi yang mudah dan beragam tempat rekreasi menjadikan Batam pilihan utama untuk liburan singkat yang menyenangkan. (*)

Reporter: Juliana Belence

Artikel Rekomendasi 5 Tempat Unik di Batam yang Wajib Dikunjungi saat Akhir Pekan pertama kali tampil pada Metropolis.

ARTOTEL Batam Hadirkan Pameran Tunggal Lost Boy in Wonderland Karya Alexander Chris

0
Alexander Chris berfoto di depan lukisannya yang dipamerkan di ARTOTEL Batam, Jumat (31/10). (F:R Yusuf Hidayat)

batampos – ARTOTEL Batam melalui ARTSPACE kembali menghadirkan pameran seni rupa kontemporer bertajuk ‘Lost Boy in Wonderland’, sebuah pameran tunggalkarya Alexander Chris yang dikurasi oleh Frigidanto Agung. Pameran ini resmi dibuka pada Jumat, 31 Oktober 2025 di ARTSPACE, lantai lobby ARTOTEL Batam, dan akan berlangsung hingga 31 Januari 2026.

Melalui pameran ini, Alexander Chris mengajak publik untuk menelusuri perjalanan manusia dalam memahami ruang hidup dan makna eksistensi di tengah laju modernitas. Dalam rangkaian karya yang dihadirkan, Chris mengeksplorasi hubungan antara masa lalu dan masa kini, antara kesendirian dan keramaian, dalam ruang sosial yang terus bereksperimen dan berubah.

Beberapa lukisan Alexander Chris yang dipamerkan berjudul Fall of Icarus, All Shall Fall, The Silent King, Freak Show, dan Unwanted King. Karya ini menuangkan refeleksi sosial dan pengalaman sejarah dalam bentuk lukisan.

Baca Juga: Rekomendasi Hotel Dekat Pelabuhan Batam: Pilihan Nyaman untuk Transit dan Liburan

Sebelumnya, Alexander Chris telah ikut dalam beberapa pameran bersama seperti Sens Of Self di Art1 New Museum Jakarta, Artsub 2025, dan pameran tunggal berjudul Lost Boy in Wonderland di Artotel Mangkuluhur Jakarta 2024.

Frigidanto Agung selaku kurator pada pameran seni ini menjelaskan dalam teks kuratorialnya bahwa pameran ini mengupas dinamika manusia yang hidup dalam ruang-ruang terfragmentasi oleh waktu dan tempat.

“Chris mencoba menghadirkan subyek sejarah ke dalam konteks kekinian, menjabarkan otentisitas masa lalu sebagai fondasi nilai hari ini. Melalui warna, cipratan, dan narasi visualnya, ia menandai bahwa kekinian selalu berakar dari masa lalu,” ujar Frigidanto.

Estetika karya Alexander Chris dibangun melalui teknik yang ekspresif, penuh lapisan simbolik, dan sarat refleksi. Ia memanfaatkan pengalaman sosial dan studi sejarahnya sebagai landasan berkarya, menciptakan bentuk-bentuk artifisial yang kaya akan interpretasi dan emosi.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Cafe di Batam dengan Makanan Enak dan Porsi Jumbo, Wajib Coba!

Konsep ‘Lost Boy’ sendiri menjadi representasi dari pencarian identitas manusia di tengah ‘wonderland’ modern—sebuah dunia yang indah sekaligus membingungkan.

“Melalui ARTSPACE, kami ingin terus menghadirkan ruang bagi seniman Indonesia untuk berekspresi dan berinteraksi langsung dengan publik, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kota kreatif yang berkembang pesat” ujar M. Isa Ismail General Manager Caretake ARTOTEL Batam.

Pameran ‘Lost Boy in Wonderland’ dapat dikunjungi oleh masyarakat umum setiap hari di
ARTOTEL ARTSPACE, Lantai Lobby, tanpa biaya masuk. (*)

Artikel ARTOTEL Batam Hadirkan Pameran Tunggal Lost Boy in Wonderland Karya Alexander Chris pertama kali tampil pada Metropolis.

Imigrasi Tanjunguban Terbitkan 4.278 Paspor, 3 Permohonan Ditolak Diduga PMI Ilegal

0
Pekerja mengikuti proses pembuatan paspor di Kawasan Industri Lobam, baru-baru ini. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban mencatat telah menerbitkan 4.278 paspor hingga 27 Oktober 2025. Dari jumlah itu, 2.275 merupakan paspor baru, 1.932 penggantian paspor, dan 71 paspor percepatan.

“Paspor baru merupakan jenis permohonan yang paling banyak diterima, baik di Kantor Imigrasi Tanjunguban maupun di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bintan,” ujar Kepala Kantor Imigrasi TPI Tanjunguban, Adi Hari Pianto, Jumat (31/10).

Namun, dari seluruh permohonan yang masuk, tiga di antaranya ditolak karena diduga terkait Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural.

“Ada tiga permohonan yang ditolak. Alasannya diduga PMI ilegal,” jelasnya.

Selain pelayanan paspor, Imigrasi Tanjunguban juga mencatat aktivitas perlintasan orang yang cukup tinggi. Sebanyak 6.683 Warga Negara Indonesia (WNI) tercatat berangkat ke luar negeri, sementara 6.249 WNI masuk kembali ke Indonesia.

Sementara untuk warga negara asing, tercatat 233.332 orang asing masuk dan 235.426 orang asing keluar melalui tiga Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di wilayah kerja Imigrasi Tanjunguban, yakni Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) Lagoi, Pelabuhan Bandar Seri Udana Lobam, dan Pelabuhan Tanjunguban.

Kantor Imigrasi Tanjunguban juga telah menerbitkan 171 izin tinggal untuk warga negara asing, yang terdiri dari 42 izin tinggal kunjungan, 94 izin tinggal terbatas, 34 alih status, dan 1 izin tinggal tetap.

Dalam bidang pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian, pihaknya telah melaksanakan 36 operasi intelijen keimigrasian dan 50 operasi mandiri, serta melakukan deportasi dan pencekalan terhadap dua orang asing.

“Kami terus memperkuat pengawasan dan memastikan penegakan hukum berjalan optimal,” tegas Adi.

Dari sisi keuangan, realisasi serapan anggaran Kantor Imigrasi Tanjunguban hingga akhir Oktober 2025 mencapai 71,31 persen, atau sekitar Rp8,15 miliar dari total pagu DIPA Rp11,43 miliar.

Adapun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) telah mencapai Rp17,05 miliar atau 55 persen dari target Rp30,82 miliar. “Pendapatan visa menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp13,01 miliar, diikuti pendapatan paspor sebesar Rp3,01 miliar,” kata Adi. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Imigrasi Tanjunguban Terbitkan 4.278 Paspor, 3 Permohonan Ditolak Diduga PMI Ilegal pertama kali tampil pada Kepri.