
batampos – Pemko Batam akhirnya merealisasikan keluhan masyarakat terkait pembangunan jalan tanah penghubung Kelurahan Sambau dan Batubesar.
Jalan sepanjang kurang lebih 900 meter itu dibangun dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Batam senilai Rp7,72 miliar.
Tender proyek pengerjaan jalan tersebut dimenangkan CV Raja Arta Suma, yang melalui websitenya beralamat di Bengkong Laut.
Kontrak kerjasama pembangunan jalan sudah dilakukan sejak 6 April, hal itu terlihat dari plang di pinggir jalan tanah yang akan dibangun.
Masa pelaksanaan proyek selama 210 hari kelender atau 7 bulan. Yang artinya, pembangunan jalan tanah itu akan tuntas sekitar bulan November mendatang.
Pantauan Batam Pos, proses pengerjaan pembangunan jalan sudah tampak dilakukan. Beberapa alat berat tampak hilir mudik di sekitar lokasi proyek.
Sebagian badan jalan sudah tambah dan ditimbun tanah yang kemudian diratakan dengan alat berat.
Ulanda, warga Nongsa menyambut baik pembangunan jalan penghubung. Sebab, keluhan masyarakat terhadap jalan tanah yang menjadi akses utama warga Sambau itu sudah lama dirasakan. Apalagi disaat hujan turun, warga harus bersahabat dengan lumpur dan jalan berlubang.
“Alhamdulillah akhirnya dibangun. Sudah 7 tahun saya tinggal disini, dan akhirnya jalan ini dibangun juga, ” ujarnya.
Ia berharap realisasi pembangunan jalan tersebut sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Sebab jalan aspal adalah impian hampir seluruh warga Kelurahan Sambau yang kerap melintas di jalan tersebut.
“Semoga tepat waktu saja, jangan molor-molor. Tak apa-apa saat ini akses cukup susah karena pengerjaan jalan yang kembali ditimbun tanah, asal jalan selesai tepat waktu,” imbuhnya.
Hal senada diungkapkan Rahmi warga Nongsa lainnya. Ia merasa lega akhirnya pemerintah menjadikan jalan tersebut sebagai prioritas pembangunan jalan tahun 2022.
“Akhirnya jalan ini dikerjakan juga. Semoga bisa cepat selesai,” ujarnya.
Ia berharap, proyek pembangunan jalan itu tak dilakukan secara asal-asalan. Sebab jalan tersebut kerap dilalui truk-truk besar bermuataan pasir penuh.
“Yang pasti jangan bangun asal-asalan. Kalau asal-asalan pasti mudah rusak lah, yang lewat truk-truk pasir,” ungkapnya.(*)
Reporter: Yashinta






