Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 765

Perjuangan Tim RSJKO Engku Haji Daud Jemput Pasien Gangguan Jiwa Lintas Pulau

0
Salah seorang pasien dengan gangguan kejiwaan saat melalui asesmen dan pemeriksaan lapangan oleh tim dari RSJKO EHD Tanjunguban di aula kantor Pemerintah Kelurahan Kijang Kota, Bintan Timur. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban menghadapi sejumlah tantangan saat mengevakuasi pasien gangguan jiwa dari berbagai daerah, termasuk Kota Batam.

Ketua Tim Evakuasi Pasien Jiwa RSJKO EHD, Ns Yanti Girsang, mengatakan salah satu kendala utama adalah pasien yang kabur ketika hendak dievakuasi.

“Pasien yang sudah selesai asesmen dan siap diantar ke rumah sakit, tiba-tiba kabur, sehingga tim harus mencari ke rumah-rumah warga,” ujarnya, Jumat (31/10).

Selain itu, keterbatasan transportasi juga menjadi tantangan tersendiri. Pihak rumah sakit kerap harus menggunakan transportasi laut seperti speedboat untuk menjemput pasien dari Batam dan pulau lain di Kepri.

“Kita harus mencarter speedboat dulu, tapi tidak dipungut biaya, karena ini bagian dari kegiatan sosial rumah sakit,” katanya.

Menurut Yanti, pihak rumah sakit tengah mencari solusi agar proses evakuasi pasien bisa berjalan lebih efisien. Salah satunya dengan kemungkinan memanfaatkan armada transportasi milik Pemerintah Provinsi Kepri.

Baru-baru ini, RSJKO EHD menerima 14 pasien jiwa dari dua yayasan di Batam, sebagai bagian dari program evakuasi pasien gangguan jiwa yang telah dijalankan sejak akhir 2023.

“Program ini diaktifkan kembali dalam tiga bulan terakhir. Tim kami rutin ke Batam setiap dua minggu, untuk menjemput pasien baru dan mengantarkan pasien yang sudah sembuh,” jelasnya.

Kunjungan rutin ini juga dilakukan ke wilayah Kijang. “Jadi sekalian, jemput pasien dari Batam atau Kijang sambil antar pasien yang sudah selesai pengobatan,” ujar Yanti.

Saat ini, RSJKO EHD menangani 27 pasien jiwa, terdiri dari 10 perempuan dan 17 laki-laki. Sebagian besar pasien berasal dari Batam dengan latar belakang masalah ekonomi, keluarga, hingga kegagalan hidup berulang.

Tiga pasien di antaranya masih dirawat di Unit Perawatan Intensif Psikiatri (UPIP) karena kondisi yang belum stabil.

Yanti menjelaskan, setiap pasien baru akan menjalani pemeriksaan fisik dan mental sebelum menjalani perawatan maksimal selama 18 hari, sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan. Namun, pasien bisa dipulangkan lebih cepat bila kondisi dinilai stabil.

“Kalau sudah bisa berobat jalan, biasanya 14 hari pun bisa pulang,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Perjuangan Tim RSJKO Engku Haji Daud Jemput Pasien Gangguan Jiwa Lintas Pulau pertama kali tampil pada Kepri.

Warga Batam Bisa Aktivasi IKD di Mega Mall, Ini Syarat dan Caranya

0
Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Batam, Diah Amaliah Sari. F. M. Sya’ban/Batam Pos.

batampos – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam membuka layanan pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Mega Mall Batam Center, mulai Jumat (31/10) hingga 6 November 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari percepatan transformasi administrasi kependudukan menuju sistem digital yang efisien dan mudah diakses masyarakat.

Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Batam, Diah Amaliah, mengatakan penerapan IKD bertujuan memudahkan masyarakat agar tidak perlu lagi membawa KTP fisik.

“Cukup dengan handphone melalui aplikasi IKD, semua data kependudukan bisa diakses. Jadi lebih praktis dan efisien,” ujarnya, Jumat (31/10).

Menurut Diah, masyarakat yang ingin mendaftar hanya perlu mengunduh aplikasi IKD di Play Store atau App Store, lalu melakukan pendaftaran awal secara mandiri.

“Syaratnya cukup punya e-KTP aktif, smartphone dengan internet, dan e-mail aktif. Setelah isi biodata, nanti muncul pesan verifikasi. Aktivasi dilakukan di petugas Disdukcapil atau di mal pelayanan publik,” jelasnya.

Sistem IKD memiliki empat manfaat utama, yaitu terintegrasi dengan layanan publik nasional, memudahkan akses data diri, menyederhanakan pembaruan data, serta menjamin keamanan dan perlindungan data pribadi.

Melalui aplikasi IKD, warga juga dapat mengurus layanan kependudukan lain seperti akta kelahiran, akta kematian, dan kartu keluarga baru.

“Kalau mau daftar, bisa isi dulu di rumah, nanti tinggal pindai QR code di Mega Mall atau kantor kecamatan,” kata Diah.

Pelayanan di Mega Mall terbuka untuk umum hingga 6 November. Selain di lokasi itu, aktivasi juga dapat dilakukan di kantor Disdukcapil, seluruh kecamatan, serta Gedung Sumatera Ekspres Mall (Smax).

Pada hari pertama pembukaan, sekitar pukul 13.00 WIB, tercatat sudah tujuh warga melakukan pendaftaran. Diah juga menegaskan, pendaftaran IKD tidak dipungut biaya apa pun.

“Gratis, tidak ada biaya. Kami imbau masyarakat waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Disdukcapil,” tegasnya.

Diah menambahkan, ke depan aplikasi IKD akan terus dikembangkan agar dapat terhubung dengan layanan publik lainnya seperti BPJS Kesehatan, sehingga semua data kependudukan bisa diakses hanya lewat satu aplikasi di ponsel. (*)

Reporter: M. Sya’ban 

Artikel Warga Batam Bisa Aktivasi IKD di Mega Mall, Ini Syarat dan Caranya pertama kali tampil pada Metropolis.

Sampah Menumpuk di Sejumlah Perumahan Batam Center, Warga Keluhkan Pengangkutan Tak Lancar

0
Tumpukan sampah yang belum terangkut terlihat menumpit ditepi jalan Duyung Jodoh, Jumat (32/10). Kondisi ini menjadi pemandangan yang kurang enak di lihat dan juga terlihat kotor. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Sejumlah perumahan di wilayah Batam Center kembali dikeluhkan warganya lantaran tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini salah satunya terjadi di kawasan Legenda, termasuk Legenda Bali, yang kini mulai dipenuhi tumpukan kantong sampah di depan rumah warga.

Hidayat, warga Legenda Bali, mengungkapkan bahwa pengangkutan sampah di lingkungannya sudah tersendat sekitar dua minggu terakhir. Sebagian blok memang sudah dilayani, namun sebagian lainnya masih belum tersentuh petugas.

“Sudah dua minggu ini belum diangkut. Di blok depan sudah diambil, tapi di sini belum. Padahal baunya sudah menyengat. Katanya armada rusak, tapi kan belum lama ada tambahan truk baru dari Pemko,” ujar Hidayat, Jumat (31/10).

BACA JUGA: DLH Batam Akhirnya Tempatkan Bak Sampah di Dataran Engku Putri

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Yuliana, warga Legenda Malaka. Ia menyebut, petugas kebersihan sempat datang seminggu lalu, tetapi setelah itu tak terlihat lagi. Akibatnya, sampah rumah tangga menumpuk hingga ke bahu jalan.

“Kami juga kasihan sama petugasnya. Mereka bilang armadanya terbatas. Tapi kalau terlalu lama tidak diangkut, yang kena dampaknya warga. Apalagi kalau hujan, baunya makin parah,” ujarnya.

Sementara itu, warga lainnya, Arif Rahman, berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan pengangkutan kembali lancar. Ia menilai, layanan kebersihan di wilayah Batam Center seharusnya menjadi prioritas karena merupakan kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi.

“Ini kawasan padat. Kalau dibiarkan, bisa jadi masalah kesehatan. Kami berharap DLH segera atasi kendala armada ini, karena Batam kan sudah punya tambahan truk baru beberapa waktu lalu,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam melalui Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Batam, Iqbal Feliansyah belum bisa dikonfirmasi terkait keluhannya warga ini.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam telah menambah armada baru untuk mendukung kebersihan kota. Namun, tingginya volume sampah rumah tangga di kawasan padat seperti Batam Center membuat sebagian kendaraan bekerja di luar kapasitas ideal, sehingga kerap mengalami gangguan teknis.

DLH Batam mengimbau masyarakat untuk tetap menempatkan sampah di lokasi yang sudah disediakan dan tidak membuang secara sembarangan, sambil menunggu perbaikan armada selesai dan layanan pengangkutan kembali lancar sepenuhnya. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Sampah Menumpuk di Sejumlah Perumahan Batam Center, Warga Keluhkan Pengangkutan Tak Lancar pertama kali tampil pada Metropolis.

Panik Dikejar Polisi, Mobil Bandar Sabu Hantam Warung Makan

0

batampos – Aksi pengejaran pengedar atau bandar narkoba oleh tim Subdit II diresnarkoba Polda Kepri di kawasan Lubuk Baja, Jumat (31/10) dini hari berlangsung tegang. Mobil Toyota Agya oranye yang diduga dikendarai bandar narkotika yang berusaha kabur akhirnya menabrak sebuah warung makan dan terhenti. Dari dalam mobil, polisi menemukan 10 paket sabu siap edar yang sudah berserakan.

Dua pelaku yang diamankan masing-masing RS,38, warga asal Sumatera utara dan RAP, pemuda yang berdomisili di Tiban. Keduanya ditangkap setelah tim opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri memburu target pengedar pil inex di sekitar kawasan Nagoya.

Namun, saat dilakukan penangkapan, petugas justru menemukan sabu yang sudah di paket dalam kendaraan yang mereka kendarai. Polisi menduga inex telah dibuang oleh pelaku saat berupaya melarikan diri.

BACA JUGA: Antisipasi Narkoba Lewat Paket, Polda Kepri Sisir Kantor Ekspedisi di Batam

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, mengatakan penangkapan bermula dari informasi masyarakat tentang adanya transaksi narkoba di sekitar belakang Bank BCA Nagoya. Tim kemudian melakukan penyelidikan dan membuntuti kendaraan yang dicurigai membawa narkotika.

“Saat kami lakukan upaya penghentian, mobil pelaku justru melarikan diri. Terjadi aksi kejar-kejaran cukup cepat di kawasan Lubuk Baja, hingga akhirnya kendaraan pelaku menabrak sebuah warung,” ungkap AKBP Ruslaeni, Jumat (31/10).

Meski sempat menabrak warung makan, Ruslaeni memastikan bahwa tak ada korban jiwa. Baik dari pelaku di dalam mobil maupun anggota penangkap.

“Alhamdulillah tak ada korban jiwa. Pelaku selamat meski mobil hancur. Begitu juga anggota, Alhamdulillah aman,” tegasnya

Dijelaskan Ruslaeni, dari hasil penggeledahan di lokasi, ditemukan 10 bungkus plastik bening berisi sabu yang sudah berserakan. Diduga sabu itu hendak dibuang, namun gagal karena mobil sudah keburu menabrak pintu warung makan.

“Awalnya target kami pengedar inex, namun di lapangan justru ditemukan sabu. Dugaan kami inex sudah sempat dibuang sebelum ditangkap,” ujar Ruslaeni.

Selain sabu, turut diamankan dua unit telepon genggam, yakni Oppo A54 dan iPhone 12 Pro, serta mobil Toyota Agya BP 1000 FR yang kini dijadikan barang bukti. Dimana bagian depan mobil tersebut sudah rusak parah.

Dari hasil pemeriksaan sementara,RAP berperan sebagai pembeli, sedangkan RS merupakan bandar yang mengendalikan peredaran sabu di wilayah Batam. Keduanya kini telah diamankan di Mapolda Kepri untuk penyidikan lebih lanjut.

“Tim masih melakukan pengembangan untuk mengungkap asal barang dan jaringan pengedarnya. Kami pastikan akan terus memburu siapa pun yang terlibat,” tegasnya.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal pidana seumur hidup atau hukuman mati.

“Untuk berapa berat barang tersebut masih kami timbang di pegadaian,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

 

Artikel Panik Dikejar Polisi, Mobil Bandar Sabu Hantam Warung Makan pertama kali tampil pada Metropolis.

Wali Kota Minta Satpol PP dan Disbudpar Monitor Tempat Hiburan Malam

0
Wali Kota Batam Amsakar Achmad.

batampos– Wali Kota Batam, yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bakal menindaklanjuti hasil razia gabungan yang dilakukan Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Batam bersama Bea Cukai Batam di sejumlah tempat hiburan malam.

Razia tersebut dilakukan setelah adanya laporan masyarakat dan unggahan di media sosial terkait dugaan aktivitas WNA di tempat hiburan malam. Dari hasil operasi, petugas mengamankan satu WNA asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berinisial LK di Panda Club. Aktivitasnya di lokasi hiburan malam itu diduga melanggar ketentuan izin keimigrasian yang berlaku.

Selain itu, tim Bea dan Cukai menemukan gudang penyimpanan minuman keras tanpa cukai di lantai satu Panda Club. Temuan ini memperkuat indikasi adanya pelanggaran di tempat hiburan tersebut.

BACA JUGA: Amsakar Lantik 8 Pejabat Baru, Firmansyah Resmi Jabat Sekda Batam

Menanggapi hal itu, Amsakar memberi peringatan tegas agar instansi terkait segera turun melakukan pemantauan dan evaluasi.

“Kami cek nanti. Saya minta Satpol PP dan Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) monitor itu,” katanya, Jumat (31/10).

Menurutnya, pemerintah daerah akan mendalami lebih jauh hasil temuan dari instansi pusat tersebut sebelum mengambil langkah lanjutan.

“Akan kami dalami dulu, setelah itu baru bisa kita berikan kesimpulan,” katanya.

Pemerintah daerah setempat mendukung penuh upaya penegakan hukum terhadap praktik yang melanggar izin operasional maupun aturan keimigrasian di sektor hiburan malam.

Ia menilai, keberadaan tempat hiburan di Batam semestinya dikelola secara profesional dan taat aturan, tanpa menimbulkan persoalan hukum maupun sosial di masyarakat.

Razia di dua lokasi hiburan malam itu disebut sebagai bagian dari pengawasan lintas instansi terhadap potensi pelanggaran keimigrasian, kepabeanan, serta peredaran barang tanpa izin. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Wali Kota Minta Satpol PP dan Disbudpar Monitor Tempat Hiburan Malam pertama kali tampil pada Metropolis.

Wali Kota Minta Satpol PP dan Disbudpar Monitor Tempat Hiburan Malam

0
Wali Kota Batam Amsakar Achmad.

batampos– Wali Kota Batam, yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bakal menindaklanjuti hasil razia gabungan yang dilakukan Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Batam bersama Bea Cukai Batam di sejumlah tempat hiburan malam.

Razia tersebut dilakukan setelah adanya laporan masyarakat dan unggahan di media sosial terkait dugaan aktivitas WNA di tempat hiburan malam. Dari hasil operasi, petugas mengamankan satu WNA asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berinisial LK di Panda Club. Aktivitasnya di lokasi hiburan malam itu diduga melanggar ketentuan izin keimigrasian yang berlaku.

Selain itu, tim Bea dan Cukai menemukan gudang penyimpanan minuman keras tanpa cukai di lantai satu Panda Club. Temuan ini memperkuat indikasi adanya pelanggaran di tempat hiburan tersebut.

BACA JUGA: Amsakar Lantik 8 Pejabat Baru, Firmansyah Resmi Jabat Sekda Batam

Menanggapi hal itu, Amsakar memberi peringatan tegas agar instansi terkait segera turun melakukan pemantauan dan evaluasi.

“Kami cek nanti. Saya minta Satpol PP dan Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) monitor itu,” katanya, Jumat (31/10).

Menurutnya, pemerintah daerah akan mendalami lebih jauh hasil temuan dari instansi pusat tersebut sebelum mengambil langkah lanjutan.

“Akan kami dalami dulu, setelah itu baru bisa kita berikan kesimpulan,” katanya.

Pemerintah daerah setempat mendukung penuh upaya penegakan hukum terhadap praktik yang melanggar izin operasional maupun aturan keimigrasian di sektor hiburan malam.

Ia menilai, keberadaan tempat hiburan di Batam semestinya dikelola secara profesional dan taat aturan, tanpa menimbulkan persoalan hukum maupun sosial di masyarakat.

Razia di dua lokasi hiburan malam itu disebut sebagai bagian dari pengawasan lintas instansi terhadap potensi pelanggaran keimigrasian, kepabeanan, serta peredaran barang tanpa izin. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Wali Kota Minta Satpol PP dan Disbudpar Monitor Tempat Hiburan Malam pertama kali tampil pada Metropolis.

Kakek 70 Tahun di Lingga Diduga Cabuli Dua Anak SD, Kasus Naik ke Penyidikan

0
Ilustrasi. F. Istimewa.

batampos – Kasus dugaan tindakan asusila yang dilakukan seorang kakek berusia 70 tahun di Lingga, memasuki babak baru. Polres Lingga memastikan perkara tersebut resmi naik ke tahap penyidikan setelah melalui serangkaian pemeriksaan awal.

Kakek berusia lanjut itu diduga mencabuli dua anak perempuan di bawah umur yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Kasus ini menyita perhatian warga lantaran pelaku sudah berusia lanjut sementara korbannya adalah anak-anak.

Kasat Reskrim Polres Lingga, IPTU Maidir Riwanto, membenarkan perkembangan terbaru kasus tersebut. “Sudah naik sidik,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Jumat (31/10).

Ia menegaskan, penyidik dalam waktu dekat akan segera menggelar perkara untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini.
“Sesegera mungkin. Jumlah korban dua orang,” tambahnya.

Saat ini, polisi masih mendalami keterangan saksi dan mengumpulkan bukti tambahan guna memperkuat proses hukum. Penyidik juga belum mengungkap identitas pelaku dan korban dalam kasus ini.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut melapor jika mengetahui adanya dugaan kekerasan atau pelecehan seksual di lingkungan sekitar, agar setiap tindakan serupa dapat ditangani secara tegas sesuai hukum yang berlaku. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Kakek 70 Tahun di Lingga Diduga Cabuli Dua Anak SD, Kasus Naik ke Penyidikan pertama kali tampil pada Kepri.

AC Rusak, Keluarga Pasien RSUD RAT Bawa Kipas Sendiri

0
Keluarga pasien saat membawa kipas angin sendiri, karena AC RS RAT tidak menyala. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Sejumlah keluarga pasien di RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terpaksa membawa kipas angin pribadi karena pendingin ruangan (AC) di ruang inap rumah sakit tersebut tidak berfungsi.

Tidak berfungsinya AC membuat suasana ruang perawatan terasa pengap dan panas. Hal ini membuat pasien dan keluarga menjadi tidak nyaman saat menjalani perawatan.

“Jadi bawa kipas angin sendiri, apalagi ruangannya tertutup,” kata Ronal, salah satu keluarga pasien yang dirawat di RSUD RAT, Jumat (31/10).

Ronal menambahkan, membawa kipas pribadi merupakan inisiatif sendiri agar keluarganya yang sedang dirawat bisa tetap nyaman.

“Selama tiga hari nginap, AC-nya sama sekali tidak menyala. Bukan cuma saya, keluarga pasien lain juga bawa kipas,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Buhriadi, keluarga pasien lainnya. Ia mengaku anaknya tengah dirawat karena usus buntu, namun selama beberapa hari dirawat, AC di ruang inap tidak pernah menyala.

“Katanya AC masih diperbaiki, jadi kami bawa kipas sendiri biar tidak panas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan RSUD RAT, Syarip Hidayat, membenarkan adanya gangguan pada sistem pendingin ruangan. Ia menyebut pihak rumah sakit telah menginformasikan kondisi tersebut kepada pasien yang akan menjalani rawat inap.

“Beberapa ruangan memang sedang bermasalah dengan pendingin ruangan. Untuk sementara, kami pasang kipas agar tetap nyaman,” jelas Syarip.

Ia menjelaskan, saat ini AC split untuk tiap ruangan masih dalam proses pemasangan, sementara AC central yang sebelumnya mengalami kerusakan sudah diperbaiki namun belum bisa difungsikan.

“Masalahnya ada di jaringan pipa besi yang korosi di hampir setiap lantai. Kami sedang melakukan pengelasan supaya tidak bocor lagi,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel AC Rusak, Keluarga Pasien RSUD RAT Bawa Kipas Sendiri pertama kali tampil pada Kepri.

Amsakar Lantik 8 Pejabat Baru, Firmansyah Resmi Jabat Sekda Batam

0
Wali Kota Amsakar Achmad melantik 8 pejabat baru, termasuk Firmansyah sebagai Sekda Batam definitif. F. Cecep Mulyana/Batam Pos.

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, resmi melantik delapan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Jumat (31/10). Pelantikan berlangsung di Kantor Wali Kota Batam dan dihadiri sejumlah kepala OPD serta pejabat struktural.

Salah satu yang dilantik adalah Firmansyah, yang sebelumnya menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), kini dipercaya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam.

Selain itu, Suhar resmi mengisi posisi Asisten Ekbang, Zulkifli Aman dilantik sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos), dan Yudi Suprapto menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).
Beberapa pejabat eselon III juga turut dilantik untuk mengisi posisi strategis di sejumlah perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Amsakar menyebut pelantikan ini merupakan bagian dari tahapan rotasi, mutasi, promosi, dan demosi pejabat di lingkungan Pemko Batam yang dilakukan secara bertahap dan sesuai aturan kepegawaian.

“Sekarang aturan untuk melakukan mutasi, rotasi, promosi, atau demosi tak sesederhana dulu. Mekanismenya luar biasa ketat,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan, semula terdapat sepuluh pejabat yang dijadwalkan dilantik, namun dua di antaranya masih terkendala persoalan administratif di tingkat pusat.

“Proses perjalanan birokrasi ini sekarang seperti siput, pelan-pelan,” katanya.

Menurutnya, pelantikan kali ini dilakukan untuk mengisi sejumlah posisi strategis yang kosong, baik karena pejabat sebelumnya purnatugas maupun untuk kebutuhan penguatan organisasi pemerintahan.

“Yang dilantik hari ini dalam rangka memenuhi posisi strategis dan saling mengisi satu sama lain. Proses open bidding yang dilakukan hendaknya dijaga, dan amanah ini dijalankan dengan baik,” pesan Amsakar.

Pelantikan tersebut juga menjadi momentum penguatan kinerja Pemko Batam dalam menjalankan program prioritas pembangunan menjelang akhir tahun anggaran 2025. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Amsakar Lantik 8 Pejabat Baru, Firmansyah Resmi Jabat Sekda Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Amsakar Lantik 8 Pejabat Baru, Firmansyah Resmi Jabat Sekda Batam

0
Wali Kota Amsakar Achmad melantik 8 pejabat baru, termasuk Firmansyah sebagai Sekda Batam definitif. F. Cecep Mulyana/Batam Pos.

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, resmi melantik delapan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Jumat (31/10). Pelantikan berlangsung di Kantor Wali Kota Batam dan dihadiri sejumlah kepala OPD serta pejabat struktural.

Salah satu yang dilantik adalah Firmansyah, yang sebelumnya menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), kini dipercaya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam.

Selain itu, Suhar resmi mengisi posisi Asisten Ekbang, Zulkifli Aman dilantik sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos), dan Yudi Suprapto menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).
Beberapa pejabat eselon III juga turut dilantik untuk mengisi posisi strategis di sejumlah perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Amsakar menyebut pelantikan ini merupakan bagian dari tahapan rotasi, mutasi, promosi, dan demosi pejabat di lingkungan Pemko Batam yang dilakukan secara bertahap dan sesuai aturan kepegawaian.

“Sekarang aturan untuk melakukan mutasi, rotasi, promosi, atau demosi tak sesederhana dulu. Mekanismenya luar biasa ketat,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan, semula terdapat sepuluh pejabat yang dijadwalkan dilantik, namun dua di antaranya masih terkendala persoalan administratif di tingkat pusat.

“Proses perjalanan birokrasi ini sekarang seperti siput, pelan-pelan,” katanya.

Menurutnya, pelantikan kali ini dilakukan untuk mengisi sejumlah posisi strategis yang kosong, baik karena pejabat sebelumnya purnatugas maupun untuk kebutuhan penguatan organisasi pemerintahan.

“Yang dilantik hari ini dalam rangka memenuhi posisi strategis dan saling mengisi satu sama lain. Proses open bidding yang dilakukan hendaknya dijaga, dan amanah ini dijalankan dengan baik,” pesan Amsakar.

Pelantikan tersebut juga menjadi momentum penguatan kinerja Pemko Batam dalam menjalankan program prioritas pembangunan menjelang akhir tahun anggaran 2025. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Amsakar Lantik 8 Pejabat Baru, Firmansyah Resmi Jabat Sekda Batam pertama kali tampil pada Metropolis.