Senin, 18 Mei 2026
Beranda blog Halaman 767

Kepri Mall Bertransformasi Jadi K SQUARE, Hadirkan Konsep Lifestyle Baru di Jantung Kota

0
Kepri Mall Batam resmi bertransformasi menjadi K SQUARE yang resmi dibuka (opening) pada Jumat (19/12) ini. F. Andhika Ibrahim/Batam pos

batampos – Setelah 15 tahun hadir sebagai salah satu pusat perbelanjaan terkemuka di Kota Batam, Kepri Mall Batam resmi bermetamorfosis menjadi K SQUARE. Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan perubahan menyeluruh yang menghadirkan konsep baru di bidang bisnis, hiburan, dan gaya hidup.

Proses perubahan Kepri Mall Batam yang berdiri sejak 15 Oktober 2010 di atas lahan seluas sekitar 26.681 meter persegi tersebut dilakukan melalui renovasi besar-besaran pada interior dan eksterior gedung. Tampilan baru K SQUARE kini terlihat lebih modern, eksklusif, dan tetap mengusung kearifan lokal yang berpadu dengan kehadiran berbagai tenant merek internasional.

Transformasi ini merupakan bagian dari proyek rejuvenasi yang digagas oleh Retail First Indonesia (RFI) dengan nilai investasi mencapai Rp200 miliar. K SQUARE diposisikan sebagai Gateway of Opportunity, yakni gerbang peluang investasi dan lifestyle yang terinspirasi dari dinamika kawasan Singapura.

Center Director K SQUARE, Ian, mengatakan perubahan ini bertujuan menjadikan K SQUARE sebagai destinasi terdepan di pusat Kota Batam.

Baca Juga: Pilates di Batam: Ini 6 Studio dengan Fasilitas Lengkap dan Trainer Profesional

“Perubahan nama menjadi K SQUARE ini merupakan bentuk sinergi untuk menjadikan kawasan ini sebagai destinasi bisnis, hotel, area residensial, dan gaya hidup di jantung Kota Batam,” ujarnya.

Ian menjelaskan, K SQUARE menghadirkan berbagai tenant dan fasilitas baru yang belum pernah ada sebelumnya di Batam. Salah satunya adalah Gogo Supermarket dengan konsep yang lebih segar dan modern.

Selain itu, kawasan hiburan keluarga juga diperkuat melalui kehadiran Fun World Adventure, yang dilengkapi wahana permainan anak, hingga arena bermain bowling khusus anak-anak.

“Untuk bioskop, Cinépolis dijadwalkan mulai beroperasi minggu depan,” tambahnya.

Dari sisi tenant, K SQUARE akan menghadirkan sejumlah merek ternama seperti Adidas, Skechers, Samsung, serta Mumuso yang disebut sebagai gerai terbesar di Batam. Selain itu, Oh! Some dan beberapa tenant lainnya juga akan hadir untuk pertama kalinya di Kota Batam.

“Oh! Some terbesar ada di sini, Mumuso juga pertama kali buka di Batam. Bahkan, ada beberapa tenant baru yang akan mulai beroperasi pada minggu terakhir tahun 2025,” jelas Ian.

Baca Juga: Batam Berusia 196 Tahun, DPRD Tekankan Pembangunan Tertata dan Berkeadilan

Pengunjung K SQUARE juga akan dimanjakan dengan fasilitas amphitheater indoor, satu-satunya di Batam, yang dirancang sebagai ruang bersantai, bekerja, dan melepas penat. Area ini dilengkapi giant screen terbesar di Batam dengan ukuran sekitar 15×12 meter.

“Pengunjung bisa duduk santai, bekerja, atau sekadar menikmati suasana sambil menonton tayangan di giant screen,” katanya.

K SQUARE dijadwalkan grand opening pada Jumat (19/12). Pusat perbelanjaan ini sudah mulai menerima pengunjung sejak pukul 10.00 WIB, sementara seremoni pembukaan resmi akan digelar pukul 14.00 WIB hingga selesai.

Ian pun mengajak masyarakat Batam dan sekitarnya untuk datang dan merasakan langsung pengalaman baru berbelanja dan beraktivitas di K SQUARE. (*)

Artikel Kepri Mall Bertransformasi Jadi K SQUARE, Hadirkan Konsep Lifestyle Baru di Jantung Kota pertama kali tampil pada Metropolis.

Apa Itu Lampu Kota Mobil? Ini Fungsi dan Manfaatnya untuk Keselamatan Berkendara

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Setiap kendaraan bermotor dilengkapi dengan berbagai jenis lampu yang berfungsi membantu penerangan dan keselamatan saat berkendara. Salah satu komponen yang kerap dianggap sepele namun memiliki peran penting adalah lampu kota mobil.

Lampu kota dikenal juga sebagai lampu senja. Lampu ini dirancang untuk meningkatkan visibilitas kendaraan, khususnya saat kondisi cahaya mulai berkurang, tanpa menyilaukan mata pengendara lain di jalan.

Penggunaan lampu kota umumnya dilakukan saat sore hari, menjelang malam, atau ketika kendaraan melintas di area dengan pencahayaan minim, seperti kawasan perkotaan dan jalan lingkungan.

Dikutip dari Suzuki, terdapat sejumlah fungsi penting lampu kota yang wajib diketahui pengendara:

1. Menandakan Posisi Kendaraan

Lampu kota berfungsi sebagai penanda keberadaan kendaraan agar mudah terlihat oleh pengguna jalan lain, terutama saat malam hari atau kondisi cahaya redup.

2. Menunjukkan Arah Laju Mobil

Lampu kota membantu menunjukkan arah pergerakan kendaraan. Lampu putih menandakan kendaraan datang dari arah berlawanan, sementara lampu merah menunjukkan kendaraan berada di arah yang sama.

3. Memberikan Patokan Ukuran Kendaraan

Dalam kondisi minim penerangan, pengendara sering kesulitan memperkirakan ukuran kendaraan lain. Lampu kota membantu memberikan gambaran lebar dan panjang kendaraan di jalan.

4. Meningkatkan Visibilitas di Jalan

Lampu kota memberikan pencahayaan ringan yang sangat berguna di kawasan perkotaan, terutama saat senja atau malam hari tanpa perlu menyalakan lampu utama.

5. Menghemat Konsumsi Energi

Dibandingkan lampu utama, lampu kota memiliki intensitas cahaya yang lebih rendah sehingga konsumsi daya listrik lebih kecil. Hal ini membantu efisiensi energi kendaraan.

Dengan berbagai fungsi tersebut, lampu kota masuk dalam kategori lampu posisi yang memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan berkendara. Pengendara disarankan untuk menggunakan lampu kota sesuai kondisi dan memastikan fungsinya selalu optimal.(*)

Artikel Apa Itu Lampu Kota Mobil? Ini Fungsi dan Manfaatnya untuk Keselamatan Berkendara pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pilates di Batam Kian Diminati, Ini 5 Studio dengan Fasilitas Lengkap

0
Ilustrasi pilates. F. Freepik.

batampos – Olahraga pilates semakin diminati masyarakat Kota Batam. Selain berfokus pada keseimbangan tubuh dan fleksibilitas, pilates juga dinilai aman karena dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing peserta.

Tren gaya hidup sehat ini tidak hanya diminati warga lokal, tetapi juga wisatawan yang berkunjung ke Batam. Seiring meningkatnya minat, sejumlah studio pilates dengan fasilitas lengkap dan trainer profesional pun bermunculan di berbagai kawasan kota.

Berikut 5 studio pilates di Batam yang dapat menjadi pilihan untuk berolahraga:

1. Serenity Pilates Studio

Serenity Pilates Studio menawarkan ruang latihan yang luas dan nyaman. Studio ini cocok bagi pemula karena didampingi oleh trainer berpengalaman.
Alamat: Ruko Batamas, Jl. Pasir Putih No.83A Blok B6, Sadai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam.

2. The Core Lab

The Core Lab dilengkapi dengan berbagai peralatan pilates modern. Setiap peserta akan mendapatkan bimbingan langsung dari trainer profesional.
Alamat: Jl. Gajah Mada No.12, Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

3. The Ladies Studio

Studio ini khusus diperuntukkan bagi wanita dengan konsep semi private. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap dan nyaman.
Alamat: Ruko Grand Orchid Blok A2 No.10–11, Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

4. AnjaPro Pilates Studio

AnjaPro Pilates Studio menawarkan suasana ruangan yang nyaman dengan dukungan trainer profesional. Fasilitas lengkap membuat aktivitas olahraga terasa lebih menyenangkan.
Alamat: Puri Casablanca Blok B.02, Sukajadi, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

5. Ohana Pilates

Ohana Pilates dikenal dengan konsep tempat yang estetis dan modern. Alat serta fasilitasnya lengkap untuk menunjang latihan pilates.
Alamat: Komplek DC Mall Blok B No.22 (Gate 1, area parkir motor).

Banyaknya studio pilates di Batam mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga dan gaya hidup sehat. Pilates pun menjadi pilihan olahraga yang fleksibel dan ramah bagi berbagai kalangan.

Sebelum berolahraga, masyarakat diimbau untuk memastikan jadwal latihan serta melakukan reservasi terlebih dahulu sesuai ketentuan masing-masing studio.(*)

Artikel Pilates di Batam Kian Diminati, Ini 5 Studio dengan Fasilitas Lengkap pertama kali tampil pada Metropolis.

Jelang Nataru, BP Batam Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

0
Ariastury Sirait.

batampos – Memasuki akhir tahun 2025 dan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), BP Batam memastikan pelayanan publik di bawah Kedeputian Bidang Pelayanan Umum tetap berjalan optimal. Hal ini dilakukan guna menjamin kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya aktivitas dan potensi gangguan layanan.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, khususnya pada layanan pengelolaan air bersih, limbah, hunian, hingga fasilitas kesehatan.

“Untuk layanan air bersih, nanti harus ada rapat koordinasi dengan ABH (Air Batam Hilir) guna mengawal distribusi air kepada masyarakat. Apabila terjadi kebocoran, harus bisa segera ditangani. Begitu juga jika ada masyarakat yang membutuhkan pasokan air, harus cepat diakomodir,” katanya, Jumat (19/12).

Selain air bersih, BP Batam juga memastikan pengelolaan limbah tetap siaga selama masa libur. Kesiapsiagaan ini dipertahankan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah potensi gangguan kesehatan masyarakat.

“Intinya sama, untuk pengelolaan limbah juga harus standby,” ujar Tuty.

Pengawasan juga dilakukan terhadap Unit Hunian Gedung Agribisnis Taman (HGAT), yang dikelola BP Batam, seperti rumah susun, kawasan Taman Rusa Sekupang, Taman Kolam, kawasan agribisnis, hingga sport hall. Pengawasan ini bertujuan memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelayakan fasilitas selama masa libur panjang.

Di sektor layanan kesehatan, Rumah Sakit BP Batam (RSBP) juga disiagakan dengan sistem piket. Tuty menyebut, jadwal piket telah disusun untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah pasien menjelang dan selama libur Nataru.

“Di RSBP juga harus ada jadwal piket untuk mitigasi membludaknya pasien jelang Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Ia menambahkan, sistem piket seluruh unit pelayanan di bawah Kedeputian Pelayanan Umum akan berjalan selama masa libur, terhitung mulai 24 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Dengan kesiapsiagaan ini, BP Batam berharap pelayanan publik tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalani libur akhir tahun dengan aman dan nyaman. (*)

Artikel Jelang Nataru, BP Batam Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal pertama kali tampil pada Metropolis.

Jelang Nataru, BP Batam Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

0
Ariastury Sirait.

batampos – Memasuki akhir tahun 2025 dan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), BP Batam memastikan pelayanan publik di bawah Kedeputian Bidang Pelayanan Umum tetap berjalan optimal. Hal ini dilakukan guna menjamin kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya aktivitas dan potensi gangguan layanan.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, khususnya pada layanan pengelolaan air bersih, limbah, hunian, hingga fasilitas kesehatan.

“Untuk layanan air bersih, nanti harus ada rapat koordinasi dengan ABH (Air Batam Hilir) guna mengawal distribusi air kepada masyarakat. Apabila terjadi kebocoran, harus bisa segera ditangani. Begitu juga jika ada masyarakat yang membutuhkan pasokan air, harus cepat diakomodir,” katanya, Jumat (19/12).

Selain air bersih, BP Batam juga memastikan pengelolaan limbah tetap siaga selama masa libur. Kesiapsiagaan ini dipertahankan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah potensi gangguan kesehatan masyarakat.

“Intinya sama, untuk pengelolaan limbah juga harus standby,” ujar Tuty.

Pengawasan juga dilakukan terhadap Unit Hunian Gedung Agribisnis Taman (HGAT), yang dikelola BP Batam, seperti rumah susun, kawasan Taman Rusa Sekupang, Taman Kolam, kawasan agribisnis, hingga sport hall. Pengawasan ini bertujuan memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelayakan fasilitas selama masa libur panjang.

Di sektor layanan kesehatan, Rumah Sakit BP Batam (RSBP) juga disiagakan dengan sistem piket. Tuty menyebut, jadwal piket telah disusun untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah pasien menjelang dan selama libur Nataru.

“Di RSBP juga harus ada jadwal piket untuk mitigasi membludaknya pasien jelang Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Ia menambahkan, sistem piket seluruh unit pelayanan di bawah Kedeputian Pelayanan Umum akan berjalan selama masa libur, terhitung mulai 24 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Dengan kesiapsiagaan ini, BP Batam berharap pelayanan publik tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalani libur akhir tahun dengan aman dan nyaman. (*)

Artikel Jelang Nataru, BP Batam Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal pertama kali tampil pada Metropolis.

Gerakan Ayah Ambil Rapor Disambut Positif di Bintan, Ibu Masih Dominan

0
Para ayah mengambil rapor anak ke sekolah di SDN 001 Teluk Bintan di Desa Bintan Buyu, Jumat (19/12). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Sejumlah ayah di Kabupaten Bintan menyambut baik gerakan ayah mengambil rapor anak di sekolah. Meski demikian, pantauan di lapangan menunjukkan peran tersebut masih didominasi oleh para ibu.

Salah satu orangtua murid, Nuryanto, ayah dari Maura, siswa kelas IV SD Negeri 001 Teluk Bintan, mengaku mendukung penuh gerakan tersebut. Menurutnya, keterlibatan ayah dalam pengambilan rapor membuat orangtua lebih memahami perkembangan pendidikan anak.

“Menurut saya bagus, jadi lebih tahu soal sekolah anak,” ujar Nuryanto, Jumat (19/12).

Nuryanto datang langsung ke sekolah untuk mengambil rapor anaknya sebagai bentuk berbagi peran dengan sang istri.

“Istri ambil rapor anak di SMK, saya di SD,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Apau, seorang pemilik bengkel di Jalan Lintas Barat, yang mengaku baru mengetahui adanya gerakan ayah ambil rapor anak. Meski demikian, ia menilai gerakan tersebut sebagai langkah positif.

Orangtua dari Chelsyh Meryanty, siswa kelas V SD Negeri 001 Teluk Bintan ini, sebelumnya menyerahkan urusan pengambilan rapor kepada istrinya. Namun kali ini, ia turut ambil bagian lantaran jadwal pengambilan rapor kedua anaknya bersamaan.

“Waktunya bersamaan, jadi istri ambil rapor si kakak di SMP Negeri 008 Sri Bintan, saya yang ambil di sini,” katanya.

Kehadiran ayah di sekolah juga memberi kesan tersendiri bagi siswa. Chelsyh Meryanty mengaku senang karena rapornya diambil langsung oleh sang ayah.

“Senang bisa diambilkan rapor oleh ayah,” ujarnya polos.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 001 Teluk Bintan, Murni, menyambut baik gerakan ayah mengambil rapor anak di sekolah. Ia menyebut, sebelumnya juga telah ada gerakan ayah mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah.

“Kita tahu selama ini ibu yang biasa mengambil rapor anak ke sekolah. Dengan gerakan ini, ayah jadi tahu situasi sekolah dan perkembangan anaknya,” kata Murni.

Ia menambahkan, pihak sekolah telah mengimbau orangtua, khususnya ayah, agar berperan aktif dalam pengambilan rapor. Namun pada pelaksanaannya, masih banyak ibu yang datang ke sekolah.

“Hari ini masih banyak ibu-ibu yang datang mengambil rapor anak. Mungkin banyak bapak-bapaknya yang masih bekerja,” ujarnya.

Murni berharap ke depan semakin banyak ayah yang meluangkan waktu untuk datang ke sekolah, sehingga dapat mengetahui secara langsung hasil belajar dan perkembangan anak. (*)

Artikel Gerakan Ayah Ambil Rapor Disambut Positif di Bintan, Ibu Masih Dominan pertama kali tampil pada Kepri.

Tiongkok Beri Insentif Nikah, tapi Warganya Tetap Pilih Melajang

0

Batampos –  Pemerintahan Tiongkok semakin agresif menawarkan berbagai insentif demi mendorong warganya menikah, mulai dari uang tunai, voucher pernikahan, hingga acara pernikahan massal. Namun, upaya ini dinilai belum mampu membendung tren melajang yang terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda.

PASANGAN menikah di Beijing, Tiongkok, Oktober 2025 lalu. Pemerintah setem pat memberi cukup banyak insentif agar warganya menikah. F Reuters

Contohnya Liao Xiaofen,29, yang menggelar pernikahan adat tradisional di Lyuliang, provinsi Shanxi. Selain tertarik pada adat setempat, keputusan menikah Liao diperkuat oleh insentif uang tunai sebesar 1.500 yuan dari pemerintah lokal bagi pasangan yang mendaftarkan pernikahan di sana.

Bagi masyarakat pedesaan, bonus ini tergolong menarik. Pendapatan bulanan penduduk desa di Tiongkok rata-rata sekitar 1.900 yuan, sehingga insentif tersebut menjadi daya tarik nyata, meski hanya bersifat pemanis bagi pasangan yang memang berniat menikah.

Sepanjang 2025, berbagai kota seperti Ningbo, Hangzhou, hingga Shaoxing di provinsi Zhejiang menawarkan voucher hingga 1.000 yuan, diskon foto pernikahan, paket bulan madu, hingga pernikahan bertema unik demi mendongkrak angka pernikahan dan kelahiran.

Namun para ahli menilai insentif finansial tidak cukup menyentuh akar masalah.

Demografer Yi Fuxian dari University of Wisconsin–Madison mengatakan, penurunan angka pernikahan dan fertilitas dipicu faktor struktural, seperti biaya hidup dan harga rumah yang semakin tinggi serta pengangguran anak muda. “Kalau kerja saja sulit, menikah dan punya anak jelas makin berat,” ujarnya seperti dikutip dari CNA, Jumat (19/12/2025).

Data Statistik resmi di Tiongkok menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan. Pada 2024, hanya 6,1 juta pasangan yang menikah di sana, turun hampir 55 persen dibanding 2013. Hampir 30 persen warga berusia 30 tahun masih lajang pada 2023, lebih dari dua kali lipat dibanding satu dekade sebelumnya.

Meski ada kenaikan tipis jumlah pernikahan di 2025 ini, analis menilai hal itu lebih disebabkan penyederhanaan proses administrasi, bukan meningkatnya minat menikah. Banyak perempuan muda mulai mempertanyakan apakah pernikahan sepadan dengan risikonya.

Su Meng,32, pekerja teknologi di Shanghai, memilih melajang karena merasa mandiri secara finansial dan melihat perlindungan hukum bagi perempuan dalam pernikahan masih lemah. Ia mengkritik aturan masa tunggu perceraian 30 hari dan minimnya perlindungan terhadap kekerasan dalam rumah tangga.

Sosiolog Mu Zheng dari Universitas Nasional Singapura menilai, kekerasan verbal dan emosional di Tiongkok masih kerap dianggap urusan privat, padahal berdampak serius. “Jika negara ingin mendorong pernikahan, perlindungan hukum dan dukungan sosial harus diperkuat,” tegas Zheng.

Perubahan sosial juga menggeser makna pernikahan. Perempuan modern yang mandiri tidak lagi melihat pernikahan sebagai kebutuhan ekonomi, sementara ketimpangan gender dalam pengasuhan anak dan pekerjaan domestik tetap menjadi hambatan besar.

Meski begitu, sebagian perempuan muda masih terbuka pada pernikahan, asalkan tidak mengorbankan diri atau sekadar tunduk pada tekanan keluarga dan usia. Bagi mereka, pernikahan ideal adalah pilihan sadar, bukan kewajiban sosial.

Para analis sepakat, tanpa reformasi besar di bidang hukum, ekonomi, dan kesejahteraan sosial, insentif nikah hanya akan berdampak terbatas. Upaya kecil tidak cukup mengubah masalah demografi yang sangat kompleks. (*)

Artikel Tiongkok Beri Insentif Nikah, tapi Warganya Tetap Pilih Melajang pertama kali tampil pada News.

Ironi Kota Layak Anak, Tapi 132 Anak di Batam Jadi Korban Kekerasan

0
Ilustrasi.

batampos – Belum habis euforia Batam yang meraih predikat Nindya dalam penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2025, malah sebuah ironi justru mencuat ke permukaan. Data Jaringan Safe Migran menunjukkan lonjakan drastis kasus kekerasan ke anak di Kota Bandar Madani. Jika pada 2024 tercatat 24 anak menjadi korban, maka pada 2025 jumlahnya melonjak lebih dari lima kali lipat menjadi 132 anak.

Angka ini menyisakan pertanyaan mendasar: sejauh mana predikat Kota Layak Anak merefleksikan kondisi riil perlindungan anak di Batam?

Batam beberapa bulan lalu mencatatkan prestasi nasional yang konon jadi banggan. Pada Agustus, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI menganugerahkan penghargaan KLA kategori Nindya kepada Batam, dengan skor 770,16 dari total 1.000 poin. Predikat ini menempatkan Batam satu tingkat di bawah kategori Utama dan Paripurna, menandakan capaian cukup tinggi dalam sistem pembangunan daerah berbasis pemenuhan hak anak.

Baca Juga: Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Batam Meningkat Tajam Sepanjang 2025

KLA merupakan sistem penilaian yang mencakup berbagai indikator, mulai dari ketersediaan ruang publik ramah anak, layanan pendidikan dan kesehatan, hingga kebijakan perlindungan anak lintas sektor. Batam bukan pendatang baru dalam ajang ini. Kota ini telah menyandang status KLA pada 2022 dan 2023. Namun, data kekerasan anak tahun ini seolah berjalan berlawanan arah dengan narasi capaian tersebut.

Dua Tafsir Pemerintah

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, tak menampik keprihatinan atas lonjakan angka kekerasan terhadap anak. Namun begitu, ia menawarkan dua kemungkinan tafsir.

“Di satu sisi, kecenderungan kasus muncul bisa berarti kesadaran keluarga sudah semakin baik. Kalau sebelumnya masih berpikir-pikir untuk melapor, sekarang sudah lebih terbuka,” kata Amsakar.

Dia menilai, meningkatnya pelaporan bisa menjadi indikator membaiknya kesadaran hukum warga. Lalu, tafsir kedua jauh lebih gelap.

Baca Juga: Kekerasan Terhadap Anak Meningkat Tajam, Safe Migran Nilai Batam Belum Layak Menyandang Predikat Kota Ramah Anak

“Kemungkinan kedua, memang terjadi peningkatan problem rumah tangga,” ujarnya.

Meski tak mengurai akar persoalan secara detail, Amsakar menyebut, bahwa kasus kekerasan terhadap anak tak bisa dilepaskan dari tiga lingkungan utama: rumah tangga, sekolah, dan lingkungan pergaulan.

Jika kekerasan seksual mendominasi, maka problem serius justru berada di ranah keluarga. Ketahanan keluarga yang harus dibangun bersama.

Amsakar mengaku sedih dengan data tersebut. Ia bilang, angka itu sebagai sinyal kuat bahwasanya koordinasi lintas pemangku kepentingan belum berjalan optimal. Dalam waktu dekat, dia berencana memperkuat koordinasi dengan Asisten Pemerintahan dan Kesra, Komisi Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, hingga lembaga pemasyarakatan anak, untuk menelusuri akar persoalan.

Perda Ramah Anak: Harapan Baru?

Lonjakan kasus ini terjadi nyaris bersamaan dengan disahkannya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Ramah Anak menjadi Perda oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama DPRD Batam. Regulasi ini digadang-gadang menjadi payung hukum baru untuk memperkuat perlindungan anak secara struktural. Ia optimis, dengan regulasi yang semakin kuat, perlindungan terhadap anak juga akan semakin efektif.

“Salah satu substansi Perda ini adalah bagaimana memberikan perlindungan terhadap anak-anak kita,” kata Amsakar.

Namun, ia juga menyampaikan batas kewenangan pemerintah daerah. “Soal kebijakan hukum sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Pemerintah tidak memiliki kewenangan masuk ke ranah itu,” katanya, merujuk pada penanganan pidana kasus kekerasan anak.

Pengawasan Jadi Kunci

Dari sisi legislatif, Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin, memastikan pengesahan Perda hanyalah awal. “Setelah Perda disepakati, kerja kami selanjutnya adalah pengawasan,” tambahnya.

Ia menyebut, Perda Ramah Anak lahir dari kebutuhan masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan regulasi itu tak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan benar-benar berdampak pada perubahan di lapangan.

“Kami akan terus kawal agar Perda ini memberikan perubahan nyata,” katanya.

Lonjakan kasus kekerasan terhadap anak membuka kotak pandora, bahwa perlindungan anak tidak cukup diukur dari skor dan piagam penghargaan. Dari angka-angka penilaian KLA, terdapat realitas keluarga rapuh, relasi kuasa yang timpang, serta lingkungan yang belum sepenuhnya aman bagi anak. (*)

Artikel Ironi Kota Layak Anak, Tapi 132 Anak di Batam Jadi Korban Kekerasan pertama kali tampil pada Metropolis.

Polres Bintan Kerahkan 455 Personel Operasi Lilin Seligi 2025

0
Apel gelar pasukan Operasi Lilin Seligi 2025 di halaman Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Jumat (19/12). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Polres Bintan mengerahkan sebanyak 455 personel dalam pelaksanaan Operasi Lilin Seligi 2025 untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Operasi ini berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

“Kita kerahkan 455 personel untuk Operasi Lilin Seligi yang dilaksanakan mulai 20 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026,” ujar Kapolres Bintan AKBP Yunita Stevani usai apel gelar pasukan di Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Jumat (19/12).

Operasi Lilin Seligi 2025 melibatkan lintas sektor, mulai dari TNI, Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan, Satpol PP Bintan, hingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan. Sinergi tersebut dilakukan guna memastikan pengamanan berjalan optimal selama masa libur akhir tahun.

Kapolres Yunita menyampaikan, operasi ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya jemaat yang melaksanakan ibadah Natal, serta warga yang melakukan perjalanan mudik dan wisata.

“Kita ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada jemaat yang akan melaksanakan ibadah Natal maupun masyarakat yang mudik dan berwisata,” katanya.

Untuk mendukung pengamanan, Polres Bintan mendirikan tujuh pos yang tersebar di sejumlah titik strategis. Pos pelayanan didirikan di Pelabuhan ASDP dan Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban.

Selain itu, pos pengamanan ditempatkan di Simpang Lagoi, Bundaran Kilometer 16 Toapaya, Pantai Trikora, Kijang, serta Tambelan. Pos-pos tersebut difungsikan untuk pengamanan arus lalu lintas, aktivitas pelabuhan, hingga kawasan wisata.

Sementara itu, Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan Kabupaten Bintan selalu menjadi magnet wisata menjelang pergantian tahun. Lonjakan wisatawan, khususnya ke kawasan pantai, perlu diantisipasi dengan kesiapsiagaan semua pihak.

“Bintan selalu menjadi tujuan wisata saat libur Tahun Baru. Kita minta pengelola objek wisata untuk terus mengingatkan wisatawan, terutama yang berlibur di pantai, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujar Roby.

Ia berharap koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan pengelola wisata dapat berjalan maksimal demi menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.(*)

Artikel Polres Bintan Kerahkan 455 Personel Operasi Lilin Seligi 2025 pertama kali tampil pada Kepri.

Masih Didominasi Ibu, Sejumlah Ayah di Bintan Dukung Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak di Sekolah

0
Para ayah mengambil rapor anak ke sekolah di SDN 001 Teluk Bintan di Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Jumat (19/12). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Sejumlah ayah di Bintan menyambut baik gerakan ayah mengambil rapor anak di sekolah.

Tapi di lapangan terlihat masih banyak ibu-ibu yang mengambil rapor anak di sekolah.

Nuryanto, ayah Maura, siswa kelas IV SD Negeri 001 Teluk Bintan mendukung gerakan ayah ambil rapor anak di sekolah.

“Menurut saya bagus, jadi lebih tahu soal sekolah anak,” katanya.

Ia datang ke sekolah untuk mengambil rapor anak karena harus berbagi tugas dengan istrinya.

“Istri ambil rapor anak di SMK, saya di SD,” tambahnya.

BACA JUGA: Kabar Gembira, Gubernur Kepri Terbitkan SE Gerakan Mengambil Rapor Bersama Ayah

Apau, pemilik bengkel di jalan Lintas Barat tidak tahu ada gerakan ayah mengambil rapor anak ke sekolah. Namun, ia menyambut baik gerakan ini.

Orangtua dari Chelsyh Meryanty, siswa kelas V SD Negeri 001 Teluk Bintan ini, sebelumnya telah menyerahkan tugas mengambil rapor anak di sekolah kepada istrinya.

Namun, kali ini ia harus berbagi dengan istri untuk mengambil rapor kedua anaknya.

“Waktunya bersamaan, jadi istri ambil rapor si kakak di SMP Negeri 008 Sri Bintan, saya yang ambil di sini,” kata dia.

Siswa kelas V SD Negeri 001 Teluk Bintan, Chelsyh Meryanty mengaku senang ayahnya bisa datang ke sekolah untuk mengambil rapornya.

“Senang bisa diambilkan rapor oleh ayam,” katanya.

Kepala SD Negeri 001 Teluk Bintan, Murni menyambut baik gerakan ayah ambil rapor anak di sekolah.

Sebelumnya ada gerakan ayah mengantarkan anak pada hari pertama sekolah.

“Kita tahu selama ini ibu yang biasa mengambil rapor anak ke sekolah, tapi dengan gerakan ini ayah jadi tahu situasi sekolah,” katanya.

Ia mengatakan pihak sekolah sudah mengimbau orangtua khususnya ayah untuk mengambil rapor anak di sekolah.

“Tapi hari ini masih banyak ibu-ibu yang datang mengambil rapor anak ke sekolah. Mungkin banyak bapak-bapaknya yang kerja,” katanya.

Ia berharap ke depan makin banyak ayah yang dapat mengambil rapor anak di sekolah sehingga mengetahui bagaimana hasil dan perkembangan anaknya di sekolah. (*)

Artikel Masih Didominasi Ibu, Sejumlah Ayah di Bintan Dukung Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak di Sekolah pertama kali tampil pada Kepri.