
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam telah mengumumkan Konsorsium PT Moya Indonesia dan PT. PP (Persero) sebagai pemenang lelang pengoperasian dan pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Hulu dan SPAM Hilir.
Konsorsium PT Moya Indonesia dan PT. PP (Persero) bersama tiga peserta lelang lainnya sebelumnya telah menyerahkan dokumen penawaran administrasi dan teknis yang dievaluasi oleh panitia lelang.
Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid mengucapkan selamat kepada PT Moya dan PT PP yang telah memenangkan lelang penyelenggaraan air bersih di Kota Batam.
Dirinya percaya, proses yang dilalui sudah transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Hingga akhirnya panitia bisa memilih pemenang lelang yang terbaik diantara peserta lelang.
“Kita berharap pihak pemenang bisa menjaga kepercayaan masyarakat Batam dengan memberikan pelayanan air bersih yang terbaik,” ujarnya.
Ia melanjutkan, selama ini ada beberapa keluhan dari pelanggan air bersih di Kota Batam yang harus menjadi masukan kepada PT Moya dan PT PP untuk perbaikan kualitas kedepannya. Salah satunya mengenai kualitas air dan tekanan air yang masih dirasakan.
“Kita sarankan untuk bisa diperbaiki nantinya,” katanya.
Dengan adanya pengumuman ini, ia juga mengajak dan mengimbau ke masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada dua perusahaan pemenang lelang tersebut. Namun dengan tetap mengawasi kualitas layanan mereka tentunya.
“Ketika memang dirasa kurang tentunya kita bisa melapor kepada BP Batam selaku regulator sekaligus pengawas dari SPAM di Batam,” tegasnya.
Kemudian kepada BP Batam, Apindo Kota Batam kembali mengingatkan lagi bahwa ketersediaan air bersih yang berkualitas merupakan bagian dari pertimbangan investor yang akan masuk ke Batam.
Sehingga, kepada BP Batam, Apindo mengimbau untuk selalu mengawasi jalannya penyelenggaraan penyediaan air bersih di Batam. Agar bisa menimbulkan imej positif di kalangan para investor di Batam.
“Apindo sendiri tidak akan segan segan menyampaikan kritik jika penyediaan air bersih ini ada kendala, ataupun terdapat kekurangan pelayanan dari PT Moya dan PT PP, yang telah terpilih dalam proses lelang yang diselenggarakan BP Batam,” imbuhnya.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, untuk pengumuman lelang itu sudah diumumkan melalui website resmi BP Batam.
“Iya, (pemenangnya) sudah diumumkan di website. Kita tentunya berharap pemenang dapat memberikan pelayanan hulu dan hilir yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Ariastuty.
Ia melanjutkan setelah pengumuman pemenang lelang, selanjutnya akan masuk ke dalam tahap masa sanggah selama lima hari. Mulai dari tanggal 22 hingga tanggal 28 April mendatang.
“Jadi saat ini memasuki masa sanggah kepada peserta yang keberatan,” katanya.
Dalam pengumuman itu, PT Moya dan PT PP (Persero) memperoleh peringkat pertama sebagai penyelenggara operasi dan pemeliharaan SPAM Hulu Batam. PT Moya dan PT PP mendapat nilai 95,70.
Dalam surat pengumuman bernomor PQ-HULU/75/4/2022 tersebut, harga jual air curah yang ditawarkan Moya sebesar Rp 1.429 per meter kubik. Sementara tarif jasa pengoperasian waduk, bendungan, dan bangunan pelengkap dan stasiun pompa transfer air baku senilai Rp 245 per meter kubik.
Kemudian peringkat kedua, PAM Lyonanaise Jaya dengan nilai 82,03. Harga jual air curah yang ditawarkan Moya sebesar Rp 1.765 per meter kubik. Sementara tarif jasa pengoperasian waduk, bendungan dan bangunan pelengkap dan stasiun pompa transfer air baku senilai Rp 295 per meter kubik.
Dan untuk di peringkat ketiga, Konsorsium Krakatau Tirta Industri-Perusahaan Umum Jasa Tirta II-PT Adaro Tirta Mandiri-PT Strivechem Indonesia dengan nilai 78,37.
Harga jual air curah yang ditawarkan Rp 1.664 per meter kubik. Sementara tarif jasa pengoperasian waduk, bendungan dan bangunan pelengkap dan stasiun pompa transfer air baku senilai Rp 287 per meter kubik.
Begitu juga untuk pemenang lelang kerja sama penyelenggaraan operasi dan pemeliharaan SPAM Hilir Batam. PT Moya dan PT PP keluar sebagai peringkat pertama dengan nilai 96,62. PT Moya dan PT PP memberikan harga jual air curah sebesar Rp. 887,2 per meter kubik.
Kemudian diperingkat kedua dan ketiga disusul PT PAM Lyonnaise Jaya dengan nilai 86,69 dan Konsorsium Krakatau Tirta Industri-Perusahaan Umum Jasa Tirta II-PT Adaro Tirta Mandiri-PT Strivechem Indonesia dengan nilai 80,17.
Dalam berita sebelumnya, PT Moya Indonesia telah ditunjuk oleh BP Batam sebagai Mitra Kerjasama yang dipercaya untuk melakukan fungsi Caretaker Pengelolaan air bersih di Batam selama enam bulan sejak 15 November 2020.
Dikarenakan BP Batam membutuhkan waktu untuk menyiapkan rancangan dokumen lelang jangka panjang, kerja sama masa transisi dgn PT Moya Indonesia diamandemen diperpanjang hingga pertengahan 2022.
Proses pelelangan secara keseluruhan akan rampung pada tanggal 30 Juni 2022 untuk penandatanganan kontrak kerjasama. Diharapkan pada 1 Juli 2022 operasional sudah dapat dilaksanakan oleh pemenang lelang.
“Sesuai dengan target yang telah ditentukan dan pemenang tender nantinya dapat melaksanakan pengelolaan air minum bagi masyarakat Batam selama 15 tahun ke depan,” harap Ariastuty. (*)
Reporter : Eggi Idriansyah



