Kejati Kepri menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus dugaan tindak pidana korupsi PNBP Kapal kepada JPU Kejari Batam, Kamis (23/10). F.Cecep Maulana/Batampos
batampos – Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepri akhirnya menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus dugaan tindak pidana korupsi PNBP Kapal Tunda ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Batam, Kamis (23/10).
Dari tiga tersangka, hanya dua yang baru dilimpahkan ke jaksa penuntut, yakni Direktur PT Bias Delta Pratama YL dan Direktur Operasional perusahaan AJ. Sedangkan S, Kepala Seksi Pemanduan dan Penundaan Bidang Komersil 2012 – Juli 2016 sedang sakit dan dirawat di rumah sakit swasta Batam.
Proses tahap 2 itu dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Kedua tersangka yang berada di rutan Tanjungpinang dibawa ke Batam untuk diserahkan ke JPU di kantor Kejari Batam.
Kasi Intel Kajari Batam, Priandi Firdaus membenarkan adanya pelimpahan dua tersangka. Namun, dari tiga tersangka baru dua yang dilimpahkan penyidik.
“Untuk tahap 2, penyidik menyerahkan dua tersangka. Sedangkan satu lainnya masih di rawat di rumah sakit. Setelah sembuh akan diproses,” kata Priandi.
Menurut dia, dalam proses tahap 2, tersangka akan dimintai keterangan oleh JPU. Yang kemudian setelah proses administrasi lengkap, para tersangka akan dititip di Rutan Tembesi Batam.
“Untuk saat ini, tersangka dititip di Rutan, kemudian nanti pas saat akan sidang kami bawa ke Rutan Pinang,” tegasnya.
Kepala Seksi Penuntutan Kejati Kepri, Aji Satrio Prakoso mengatakan kedua tersangka dilimpahkan ke jaksa penuntut dalam kondisi sehat.
“Untuk satu tersangka lainnya, akan kami limpahkan setelah pulih,” kata Aji.
Disinggung soal kerugiaan negara yang telah dikembalikan oleh PT Biar Delta Pratama sebesar Rp 4,5 miliar, menurut Aji tak menghapus proses hukum para tersangka.
“Untuk pengembalian uang kerugiaan negara, tak menghilangkan proses hukum, karena uang tersebut baru dikembalikan setelah proses penyidikan berjalan,” kata Aji.
Menurut Aji, upaya merugikan negara oleh para tersangka sudah kuat. Karena itu, pengembalian kerugiaan negara nantinya akan menjadi pertimbangan hukum.
“Akan jadi pertimbangan hukum untuk para tersangka. Hukuman bisa lebih ringan,” tegas Aji.
Ia menjelaskan, penyimpangan terjadi pada periode 2015–2021, saat sejumlah perusahaan pelayaran tidak menyetorkan kewajiban PNBP secara penuh ke BP Batam. Sebagian dana justru disebut mengalir ke pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebesar 5 persen, sementara sisanya tidak pernah masuk ke kas negara.
“Kami sudah menagih sejak penyelidikan, tapi pembayaran baru dilakukan belakangan,” kata Aji.
Kasus ini merupakan pengembangan dari tiga perkara sebelumnya yang telah disidangkan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Dalam perkara awal, sejumlah pejabat BP Batam dan pengusaha pelayaran seperti Allan Roy Gemma, Syahrul, Hari Setyobudi, dan Heri Kafianto telah divonis bersalah.
Penyidikan terbaru yang dibuka sejak 2023 menelusuri kembali peran PT Bias Delta Pratama dalam kerja sama operasional (KSO) pemanduan dan penundaan kapal dengan BP Batam pada 2015–2021. Kerja sama tersebut dinilai ilegal karena hanya berdasar kesepakatan internal tanpa dasar hukum yang sah.
Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 17 September 2024 mencatat kerugian negara mencapai USD 272.497 atau sekitar Rp4,55 miliar. Dana itu seharusnya masuk ke kas negara sebagai PNBP, namun tidak pernah disetor. Ketiganyadijerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)
Ilustrasi: Aktivitas jalan kaki, baik saat berolah raga atau menjalankan aktivitas keseharian sangat bermanfaat dalam menjaga kebugaran tubuh dan menghindari penyakit tak menular (Istimewa)
batampos – Aktivitas jalan kaki di pagi hari mungkin terdengar sederhana. Namun berjalan kaki di pagi hari, ternyata menyimpan manfaat yang luar biasa bagi kesehatan.
Penyakit mematikan seperti jantung koroner, darah tinggi, dan serangan jantung ternyata bisa dicegah sedini mungkin dengan kebiasaan jalan kaki di pagi hari.
Jalan kaki juga merupakan olahraga paling sederhana dan termurah, karena tidak memerlukan peralatan khusus maupun pelatih. Hanya dengan niat dan konsistensi, anda sudah bisa mendapatkan manfaatnya.
Berjalan kaki di pagi hari sangat dianjurkan terutama bagi mereka yang memasuki usia lanjut. Selain mendapatkan sinar matahari pagi yang kaya akan vitamin D untuk memperkuat tulang, udara di pagi hari juga masih cukup bersih dari polusi.
Oleh karena itu, bagi anda yang memulai menjalani gaya hidup sehat, maka jalan kaki bisa menjadi pilihan olahraga kardio untuk menjaga kesehatan.
Merangkum informasi dari laman ayosehat.kemkes.go.id dan bkpsdm.jogjakota.go.id berikut adalah enam manfaat jalan kaki di pagi hari.
1.Menguatkan tulang
Berjalan kaki terutama di pagi hari dapat membantu memperkuat tulang. Sinar matahari di Pagi hari memberikan asupan Vitamin D alami yang penting untuk kesehatan tulang. Terutama bagi yang mulai mengalami penuaan dan penurunan kadar estrogen. Selain itu, berjalan kaki di alam juga dapat mempertajam daya ingat dan meningkatkan fokus sampai 20%.
2.Menurunkan berat badan
Meski terlihat sederhana, jalan kaki dapat mempercepat metabolisme tubuh.aktivitas ini sangat disarankan bagi anda yang ingin menurunkan berat badan. Semakin rutin anda jalan kaki, maka semakin banyak kalori yang terbakar. Sehingga berat badan menjadi ideal.
3.Melancarkan sirkulasi darah
Berjalan kaki dengan waktu 30 menit dapat memperlancar metabolisme tubuh dan meningkatkan detak jantung. Sehingga kadar oksigen dalam darah akan bertambah, dan mampu mencegah resiko penyumbatan pembuluh darah.
4.Menjaga kebugaran
Berjalan kaki dapat meningkatkan kekebalan tubuh karena mampu mengaktifkan sel-sel imunitas yang dibawa oleh pembuluh getah bening. Sehingga, dengan berjalan kaki di pagi hari, tubuh akan lebih sehat dan terlindung dari berbagai jenis penyakit.
5.Meredakan stress
Jalan kaki membuat tubuh melepaskan hormon endorphin yang bisa memicu rasa bahagia. Hormon ini dapat mengurangii rasa cemas dan depresi. Sehingga dengan berjalan di pagi hari dapat menjadi cara alami untuk menurunkan stres.
6.Menurunkan risiko penyakit jantung
Jalan kaki mampu menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Tekanan darah anda akan stabil ketika rutin berjalan kaki. Manfaat ini berperan penting dalam menurunkan risiko penyakit jantung koroner maupun serangan jantung mendadak. (*)
Suasana jalan Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji. Foto: Eusebius Sara/Batam Pos
batampos – Arus lalu lintas di sepanjang Jalan Brigjend Katamso dinilai rawan kecelakaan. Banyak pengendara motor yang menerobos traffick light saat melintas di jalan ini.
Pantauan Batam Pos, dua traffick light di Simpang Fanindo dan Simpang Polsek Batuaji selalu diterobos pengendara motor. Padahal, arus lalu lintas tengah padat.
“Banyak yang menerobos lampu merah. Makanya sering kecelakaan di jalan ini,” ujar Dumeh, warga Batuaji.
Diketahui, jalanan ini beberapa kali terjadi kecelakaan yang menyebabkan pengendara motor tewas. Seperti pengendara ibu dan anak yang tewas terlindas trailer di Simpang Batuaji beberapa waktu lalu.
Sementara Satria, warga Marina mengatakan banyaknya pengendara yang melanggar rambu ini sangat membahayakan. Ia berharap pengendara di kawasan ini bisa ditertibkan.
“Kalau dibiarkan terus bakal banyak korban kecelakaan,” tutupnya. (*)
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Ridwan/JawaPos.com)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait kuota haji untuk penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2023–2024. Tim penyidik KPK telah memeriksa Eri Kusmar (EK), pejabat di Kementerian Agama (Kemenag) yang menjabat sebagai Kepala Bagian Umum dan Barang Milik Negara.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk mendalami dugaan keterlibatan pejabat di Kemenag, dalam pengaturan kuota dan penerimaan uang dari pihak penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK). Ia menyebut, pemeriksaan terhadap Eri Kusmar berfokus pada penelusuran aliran dana dari sejumlah penyelenggara haji kepada pihak-pihak tertentu di lingkungan Kemenag.
“Saksi didalami terkait dengan aliran uang dari PIHK kepada oknum-oknum di Kemenag,” kata Budi kepada wartawan, Kamis (23/10).
Menurut Budi, penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang turut menikmati hasil dari praktik korupsi kuota haji tersebut. Ia menegaskan, setiap pihak yang terbukti menerima aliran dana akan dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Penyidikan perkara ini masih terus berprogres, termasuk penghitungan kerugian negara yang dilakukan oleh BPK,” ucapnya.
Budi menambahkan, sejauh ini KPK telah meminta keterangan dari lebih dari 300 penyelenggara ibadah haji khusus yang tersebar di berbagai daerah. Pemeriksaan terhadap ratusan pihak tersebut mencakup wilayah Jawa Timur, Jogjakarta, Sumatera Selatan, Jakarta, Kalimantan Selatan, dan sejumlah daerah lain.
“Sudah lebih dari 300 PIHK yang dimintai keterangan untuk kebutuhan penghitungan kerugian negaranya,” tegasnya.
Meski demikian, hingga kini KPK belum menetapkan pihak-pihak sebagai tersangka. Namun, KPK telah mencegah mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas bersama eks staf khusus (stafsus) Menag Ishfah Abdul Aziz (IAA) dan pihak travel Fuad Hasan Masyhur (FHM) ke luar negeri. Pencegahan dilakukan untuk memudahkan proses penyidikan berjalan secara optimal.
Penyidikan itu dilakukan dengan menerbitkan sprindik umum melalui jeratan Pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2021 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (*)
Keluarga Zulhelmi menunggu di luar ruangan ICU RSJKO EHD Kepri di Tanjunguban, Kamis (23/10) sore. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos – Korban kapal kayu terbakar di Perairan Selat Riau, Zulhelmi (32), warga Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, kini menjalani perawatan intensif di RSJKO Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban, Bintan.
Direktur RSJKO EHD Kepri, dr. Asep Guntur Sapari, mengungkapkan bahwa korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 06.00 WIB dalam kondisi masih sadar.
Setelah dilakukan pemeriksaan medis, tim dokter menemukan luka bakar serius di wajah, dada, lengan, dan kaki korban.
“Korban mengalami luka bakar sekitar 67 persen dari total tubuhnya,” ujar dr. Asep, Kamis (23/10).
Ia menjelaskan, tim medis telah melakukan pembersihan luka bakar sekitar pukul 11.00 WIB dan korban langsung ditangani oleh dokter bedah.
“Saat ini korban dirawat di ruang ICU untuk pemantauan intensif dan mencegah risiko infeksi. Kami masih melakukan observasi karena ada kemungkinan tindakan lanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, ayah korban, Husaini, tampak menunggu di luar ruang ICU dengan wajah cemas. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi kebakaran kapal yang menimpa anaknya.
“Katanya, anak saya sempat terjun ke laut setelah kapal kayu yang ditumpanginya terbakar,” ujarnya singkat.
Kakak korban, Zila, menuturkan bahwa Zulhelmi semula meminjam pompong milik rekannya untuk mengantar barang karena pompong pribadinya sedang rusak.
Namun, musibah terjadi di tengah perjalanan saat kapal yang ditumpangi terbakar di perairan Selat Riau.
Zila menambahkan, keluarga kini tengah berupaya mencari pemberi kerja Zulhelmi, seorang pria berinisial D, untuk meminta bantuan biaya pengobatan.
“Kami masih mencari orang yang bisa membantu biaya perawatan adik saya. Nomor kontaknya ada di HP adik saya, tapi hilang saat kejadian,” ungkap Zila. (*)
Dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB, Meditya Wasesa, Ph.D menyerahkan buku Mangrove and Pengudang Community-Based Tourism kepada Pj Kepala Desa Pengudang, Indra Yani dalam sosialisasi Platform Big Data Analytics Berbasis Konservasi Mangrove, Kamis (23/10). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos – Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkenalkan Platform Big Data Analytics Berbasis Konservasi Mangrove di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat bottom up ITB tahun 2025 yang difokuskan untuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB, Meditya Wasesa, Ph.D., selaku ketua program menjelaskan, inisiatif ini melahirkan dua hasil utama: platform big data analytics untuk memantau kondisi ekosistem hutan mangrove beserta stok karbonnya, serta penerbitan buku Mangrove and Pengudang Community-Based Tourism dalam bahasa Inggris.
“Platform ini membantu masyarakat memahami potensi karbon di wilayah mereka sekaligus menyiapkan komunitas menghadapi era carbon trading dan target net zero emission,” ujar Meditya.
Ia menambahkan, buku yang diterbitkan juga berperan sebagai sarana edukasi dan promosi internasional mengenai upaya konservasi mangrove dan pengembangan wisata berbasis masyarakat di Desa Pengudang.
Menurutnya, program ini tidak hanya fokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi lokal melalui pariwisata berkelanjutan yang digerakkan masyarakat.
“Kami berharap Desa Pengudang bisa menjadi contoh nasional dalam mengembangkan wisata berbasis komunitas dengan semangat keberlanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Pengudang, Indra Yani, menyambut baik inisiatif ITB yang dinilai mampu membuka wawasan masyarakat terhadap pentingnya konservasi dan inovasi berbasis teknologi.
“Terbitnya buku tentang Desa Pengudang dalam bahasa Inggris juga sangat membanggakan, karena bisa memperkenalkan potensi desa kami ke wisatawan mancanegara,” ungkap Indra.
Ketua Kelompok Sadar Wisata Mangrove Pengudang, Iwan Winarto, turut mengapresiasi pendampingan dari SBM ITB yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Ia berharap publikasi buku dan pengembangan platform digital ini dapat semakin meningkatkan kesadaran wisatawan internasional terhadap konservasi mangrove sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.
“Mudah-mudahan langkah ini bisa makin mengenalkan Desa Pengudang ke dunia internasional,” pungkas Iwan. (*)
Setelah bertahun-tahun dalam gelap, warga di pulau-pulau terdepan Batam kini menyapa malam dengan cahaya terang. Pemerataan listrik yang bisa dinikmati selama 24 jam di wilayah pesisir menjadi wujud nyata energi berkeadilan. Bukan sekadar menyalakan lampu, listrik yang datang juga menghidupkan peluang ekonomi dan kesejahteraan di perbatasan negeri.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyalakan saklar meteran listrik secara simbolis di salah satu rumah warga yang mendapat BPBL di Kampung Bagan, Tanjung Piayu, Sungai Beduk, Kota Batam, akhir Mei lalu. F. Dokumentasi Batam Pos
Reporter: Ratna Irtatik
Matahari mulai beringsut turun. Langit jingga perlahan beranjak kelabu. Di Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), cahaya temaram menandai pergantian hari.
Dulu, begitu malam menjelang, gelap menelan semua warna dan menyisakan kelam. Hanya dentum mesin genset yang menjadi teman sunyi, menyalurkan secercah cahaya, namun itu tak berlangsung lama.
“Dulu, listrik cuma nyala dari jam lima sore (pukul 17.00 WIB) sampai tengah malam. Habis itu gelap lagi,” kenang Barnas atau yang lebih akrab disapa Ujang, warga Sijantung.
“Kalau tak ada kerjaan, ya tidur saja. Mau bagaimana lagi, di luar gelap gulita.”
Kini, cerita itu tinggal kenangan. Sejak 2018 lalu, sambungan listrik PLN Batam mengalir ke rumah-rumah warga di Sijantung dan kelurahan lain di sekitarnya.
Pulau Galang, suatu gugusan pulau yang terhubung dengan pulau utama Batam melalui enam jembatan Barelang (Batam–Rempang–Galang), akhirnya terang sepanjang malam.
Dua dekade penantian terbayar sudah. “Begitu listrik masuk, hidup kami berubah,” tutur Ujang, tersenyum lega.
Kini, warga yang sebagian besar merupakan nelayan bisa menyimpan ikan tangkapan di kulkas, menikmati hiburan dengan menonton televisi maupun melihat ponsel dengan pasokan daya yang tetap terjaga, hingga mencuci pakaian dengan mesin cuci.
Kondisi itu tentu jauh berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Dulu, untuk mendapatkan satu wadah es batu seharga Rp16 ribu yang akan digunakan untuk menyimpan ikan hasil tangkapan nelayan, warga mesti bepergian jauh menuju daratan utama Pulau Batam yang jaraknya berpuluh kilometer. Kini, mereka mampu membuatnya sendiri di rumah.
“Hasil tangkapan bisa disimpan lebih lama. Kami tak perlu lagi pergi atau berlayar jauh hanya untuk beli es,” katanya.
Seiring malam yang kian terang, geliat ekonomi warga juga tumbuh. Ibu rumah tangga membuka warung kecil-kecilan, mulai dari menyajikan minuman di kedai kopi hingga menyuguhkan kudapan berupa aneka gorengan hingga larut malam. Anak-anak juga dapat belajar tanpa cemas kehabisan cahaya.
Asnawi, warga lain, mengaku senang bukan kepalang. “Listrik sekarang lebih murah. Dulu pakai genset yang cuma nyala selama tujuh jam, bayar Rp200 ribu sebulan. Sekarang 24 jam nyala, malah lebih hemat, rata-rata enggak sampai Rp200 ribu,” ucapnya.
Kebahagiaan serupa dirasakan warga di pesisir Kampung Bagan, Tanjung Piayu, Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam.
Sebanyak 162 rumah kini menikmati listrik layak lewat program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), hasil kolaborasi pemerintah daerah dan perusahaan ketenagalistrikan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan.
Warga lain, Ani, mengisahkan pengalamannya dengan mata berbinar. Sebelum menikmati listrik sendiri, ia harus menyambung dari rumah kerabatnya untuk mendapatkan pasokan setrum. Biaya yang harus dia keluarkan juga tak sedikit, berkisar Rp300 ribu dalam sebulan.
“Sejak punya (sambungan langsung) listrik sendiri, bulan pertama kemarin saya cuma bayar sekitar Rp180 ribu, itu sudah termasuk pakai mesin cuci dan rice cooker. Kipas angin juga menyala terus,” katanya semringah.
Ke depan, dengan pasokan listrik yang stabil selama 24 jam penuh, ia berencana membuka usaha kuliner rumahan berskala kecil untuk membantu ekonomi keluarganya.
Ketika Pulau-Pulau Kecil Mulai Bercahaya
Perubahan tak hanya dirasakan di Kecamatan Galang dan Sungai Beduk. Pada Mei 2025, empat pulau terluar di Provinsi Kepulauan Riau yakni Pemping, Sugi, Seluan, dan Numbing yang masuk wilayah Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, juga resmi menikmati listrik 24 jam.
Melalui program Kepri Terang, hasil sinergi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau bersama dengan Pemerintah Provinsi Kepri, menandai babak baru pemerataan energi di wilayah 3T: tertinggal, terdepan, dan terluar.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyebut momen ini sebagai kemenangan kecil yang bermakna besar. “Pulau Pemping ini dulu 12 tahun menunggu (dipasang listrik).
Sekarang terang benderang. Tak adil rasanya bila wilayah yang dulu menjadi titik transfer gas ke negara tetangga justru gelap gulita,” ucapnya di lapangan Pulau Pemping, Selasa (27/5/2025) lalu
Untuk diketahui, Pulau Pemping pernah menjadi titik pendaratan (landing point) pipa transmisi gas dari West Natuna Transportation System (WNTS) menuju Singapura, karena jarak pulau di sempadan negeri ini hanya sekitar 29 kilometer dari Negeri Singa tersebut. Pipa ini dioperasikan oleh PT Transportasi Gas Indonesia (TGI).
Namun, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memutuskan untuk mengalihkan pasokan gas yang semula diekspor ke Singapura menjadi sepenuhnya untuk kebutuhan dalam negeri, terutama di Pulau Sumatra dan tuntas 2023 lalu.
Wali Kota kembali menegaskan, “Kelistrikan adalah hak dasar. Kita ingin keadilan energi dirasakan semua warga, bukan hanya di pusat kota.”
Satu dekade sebelumnya, sambungan listrik memang belum menjangkau hingga ke seluruh wilayah pulau penyangga (hinterland) Batam. Hanya warga yang tinggal di pulau utama (mainland) Batam yang dapat menikmati energi listrik selama 24 jam penuh.
Namun, setelah adanya kolaborasi lintas sektor, baik itu dari PLN , pemerintah daerah, hingga sektor swasta lainnya untuk memastikan keadilan energi listrik hingga ke wilayah 3T, cerita itu berubah.
Berbagai program untuk memperluas cakupan kelistrikan di tengah masyarakat, mulai dari BPBL hingga Kepri Terang, nyatanya dapat mendorong percepatan pemerataan energi bagi masyarakat pesisir.
Untuk diketahui, program BPBL di Batam melibatkan banyak pihak, mulai dari PLN Unit Induk Distribus Riau dan Kepulauan Riau; PT PLN Batam; PT Mitra Energi Batam; PT Dalle Energi; PT TJK Power; hingga PT Batamindo Investment Cakrawala. Kolaborasi lintas sektor inilah yang menjadi fondasi bagi pembangunan energi berkeadilan, termasuk ke wilayah sempadan negeri di Provinsi Kepri.
Deretan lampu di Jembatan Barelang menuju ke Pulau Galang dan Rempang, terlihat mulai menyala di sore hari, beberapa waktu lalu. F. BP Batam untuk Batam Pos
Mengakselerasi Kemajuan Wilayah
Perkembangan infrastruktur fisik di Kota Batam cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pembangunan tersebut diyakini menjadi salah satu komponen yang menumbuhkan kepercayaan para investor untuk menanamkan modalnya di suatu wilayah. Termasuk, pembangunan infrastruktur energi dengan cakupan luas serta dapat diandalkan kontinuitas pasokannya.
Wali Kota sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus memberikan efek yang baik untuk semua pihak.
Hal ini sangat penting untuk meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan dasar dan untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing sebuah kawasan.
Selain itu, dimensi lainnya yang tak kalah penting adalah membantu pemulihan perekonomian di masa seperti sekarang ini. Perkembangan infrastruktur Batam yang pesat tentu saja tidak bisa dikerjakan sendiri.
“Kemajuan Batam hanya bisa tercapai lewat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk sektor swasta. Dengan infrastruktur yang baik, maka akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” jelasnya.
Keterhubungan antara infrastruktur dengan pertumbuhan ekonomi sangatlah erat. Jika dicermati, dalam jangka pendek berbagai program pembangunan dan pengembangan infrastruktur dapat menumbuhkan lapangan kerja baru.
Pada jangka menengah dan panjang, infrastruktur yang dibangun akan memberikan efisiensi serta meningkatkan produktivitas berbagai sektor terkait. Masyarakat juga akan mendapatkan peningkatan pendapatan.
Sehingga, angka kemiskinan bisa ditekan semaksimal mungkin. Sejalan dengan adanya peningkatan kualitas hidup maka akan menumbuhkan pusat-pusat perekonomian yang baru.
“Dengan adanya infrastruktur listrik, masyarakat dapat lebih produktif dalam berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, kegiatan usaha kecil, hingga pelayanan sosial lainnya. Semoga program ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemajuan ekonomi masyarakat,” harapnya.
Merujuk data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, secara historis tingkat kemiskinan Batam mengalami fluktuasi.
Pada Maret 2021 dan Maret 2022 ketika pandemi Covid-19 melanda, angka kemiskinan naik akibat perekonomian yang melemah.
Namun, sejak Maret 2023 hingga Maret 2024, kemiskinan kembali turun seiring membaiknya perekonomian kota. Bahkan, persentase kemiskinan pada Maret 2024 sudah setara dengan kondisi Maret 2019, sebelum pandemi melanda.
Masih mengacu pada data BPS, pertumbuhan ekonomi Kota Batam menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir pasca badai Pandemi Covid-19. Tahun 2021, ekonomi Batam tumbuh 4,75 persen setelah di tahun sebelumnya mengalami minus 2,55 persen.
Pada tahun 2022, pertumbuhannya pun mengalami kenaikan dengan capaian 6,84 persen dan tahun 2023 kembali meningkat menjadi 7,04 persen.
Sedangkan Pertumbuhan ekonomi Kota Batam pada tahun 2024 tercatat sebesar 6,69 persen. Meski melambat dibandingkan tahun sebelumnya, angka ini lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,03 persen.
Secara umum, BPS juga mengungkap bahwa Kota Batam mencatatkan peran dominan dalam pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau. Sepanjang tahun 2024, Batam menyumbang 66,01 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri.
Sinergi dan Kolaborasi
Kolaborasi antara PLN dan Pemerintah Kota Batam terus diperkuat. Dalam audiensi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam pada Agustus 2025 lalu, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjung Pinang dan Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Provinsi Kepri, menyampaikan komitmennya memperluas akses listrik hingga 35 titik baru di Batam.
“PLN tidak hanya hadir di pusat kota, tapi juga memastikan listrik sampai ke pulau-pulau terluar yang andal dan merata,” ujar Rully Agus Widanarto, Manager UP3 Tanjungpinang usai bertemu Wali Kota Batam.
Sementara itu, Manager UP2K Provinsi Kepulauan Riau, Yuniarto Hadi Prayitno, menambahkan bahwa berbagai proyek strategis terus didorong untuk mendukung pertumbuhan kelistrikan di wilayah Batam.
“Kami tengah mempersiapkan sejumlah infrastruktur ketenagalistrikan untuk memperkuat pasokan, khususnya di 35 lokasi di wilayah Batam. Sinergi dengan pemerintah daerah akan mempercepat realisasi pembangunan sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Yuniarto.
Manager Unit Layanan Pelanggan Belakang Padang, Andri Van Anugrah, turut mengatakan bahwa pentingnya sinergi PLN dengan Pemerintah Kota Batam.
“Kolaborasi ini merupakan wujud nyata PLN dalam mewujudkan energi berkeadilan bagi rakyat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di pulau-pulau terdepan yang berada di sekitar Kota Batam,” ungkap Andri.
Adapun, program listrik untuk wilayah hinterland Batam atau pulau-pulau di luar Pulau Batam, Rempang dan Galang, merupakan wilayah usaha kelistrikan PLN Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau. Sedangkan di Pulau Batam, Rempang dan Galang, pasokan listrik berasal dari PLN Batam.
Merujuk data dari PLN Batam, hingga 2025, daya mampu listrik mencapai 824 MegaWatt (MW), dengan beban puncak 745 MW, menyisakan cadangan sekitar 10–12 persen. Kondisi ini memungkinkan perluasan sambungan tanpa mengorbankan keandalan pasokan utama.
“Kondisi masih surplus, cadangan bervariasi ±100–250 MW bergantung musim dan kegiatan industri. Surplus dan tambahan kapasitas ini menjadi enabler untuk perluasan sambungan ke hinterland Pulau Batam tanpa mengorbankan keandalan inti,” kata Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana.
Pada tahun 2021, terdapat 12 sasaran kampung yang teraliri listrik di wilayah hinterland Pulau Galang dan sekitarnya.
Antara lain Kampung Kelingking; Pantai Kalat/Pantai Melayu; Tanjung Gundap 2; Air Naga; Colem; Korak Setokok; Pelabuhan Cakang; dan Kampung Cakang. Namun, pembaruan di lapangan menunjukkan Tanjung Cakang di Galang Baru juga telah mendapatkan pasokan listrik sejak awal 2022.
Setelah batch 2021, pekerjaan berlanjut lewat penguatan jaringan dan interkoneksi, misalnya Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) Batam–Pulau Buluh (2023) dan perluasan program Kepri Terang (2024–2025).
“Artinya, sebagian titik sudah on-grid (dalam jaringan), sebagian lain masih dalam proses perluasan atau penyambungan mengikuti road map kelistrikan PLN UID Riau dan Kepulauan Riau serta Pemprov Kepri,” jelasnya.
Hal lain yang patut diapresiasi adalah proyek kabel laut 20 kV Batam–Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Kota Batam sepanjang 1,16 km yang selesai pada November 2023 dan menjadi tonggak penting: Pulau Buluh kini tersambung ke sistem grid dan tidak lagi bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) lokal.
Secara umum, elektrifikasi di wilayah hinterland Batam ditargetkan mencapai 100 persen pada 2027, dengan tambahan sambungan ke sekitar 37 pulau kecil.
Namun, perlu diingat bahwa di balik nyala lampu yang kini menyinari pesisir Batam, ada perjuangan panjang di bawah laut.
Di beberapa lintasan, seperti SKLTM sepanjang 1,16 kilometer menuju Pulau Buluh, harus dipasang pemberat tambahan agar kabel tak terseret gelombang.
Selain faktor teknis, kendala terbesar datang dari biaya dan model layanan di pulau-pulau kecil yang tersebar. Jumlah pelanggan yang sedikit membuat beban biaya tinggi, sementara logistik dan transportasi memakan waktu dan tenaga.
“Kombinasi solusi dan dukungan pendanaan diperlukan agar seluruh warga pesisir dapat menikmati layanan listrik secara berkelanjutan,” kata Yoga.
Beragam upaya dan pembangunan infrastruktur, termasuk memperluas cakupan kelistrikan hingga ke wilayah pesisir, diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi yang membuka lapangan kerja baru, menumbuhkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta memicu kepercayaan investor.
Kini, dari Galang hingga Pemping, dari Piayu hingga Buluh, cahaya listrik merangkai pulau-pulau kecil di perbatasan negeri.
Dari terang, tumbuh kemakmuran; dari sinar, lahir kesetaraan. Listrik bukan hanya urusan kabel dan tiang, melainkan tentang keadilan energi, sebuah komitmen agar tak ada lagi warga Indonesia yang hidup dalam gelap, meski tinggal di ujung negeri. (*)
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali menyelenggarakan Anugerah Investasi BP Batam 2025, sebuah ajang bergengsi dan penghormatan bagi barbagai pihak yang percaya dan ikut membangun Batam.
Mengangkat tema “Mengapresiasi Prestasi, Mendorong Investasi”, ajang ini digelar di Radisson Golf & Convention Centre, Rabu (22/10/2025) dan menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti BP Batam ke 54 Tahun.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra mengatakan, ajang ini menjadi wujud komitmen lembaganya dalam memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha dan mitra yang telah menunjukkan dedikasi tinggi terhadap kemajuan ekonomi Batam.
“Apresiasi ini bukan hanya ucapan terima kasih, tetapi juga motivasi bersama untuk menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Li Claudia.
Menurutnya, penghargaan hari ini tak lepas dari semangat kolaborasi antara BP Batam, pemerintah daerah, dan dunia usaha yang terus tumbuh serta berinovasi di tengah tantangan global.
Sehingga, ia senantiasa mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk terus memperkuat sinergi dan menghadirkan inovasi demi mewujudkan Batam sebagai kawasan investasi unggulan.
“Mari jadikan momentum ini untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat demi kemajuan Batam yang semakin berdaya saing global,” imbuhnya.
Tak lupa, Li Claudia menyampaikan selamat kepada seluruh penerima penghargaan dan berharap prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain untuk terus berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah.
“Selamat kepada para penerima Anugerah Investasi BP Batam 2025. Semoga prestasi hari ini menjadi inspirasi bagi investasi masa depan yang lebih inovatif dan berdampak positif bagi masyarakat,” seru Li Chandra.
Dalam ajang ini turut dilakukan Penandatanganan Nota Komitmen Investasi Batam Tahun 2025 dari sejumlah investor dengan nilai investasi 10,349 miliar USD dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 15.925 orang.
Kemudian juga dilakukan Launching Golden Visa yang diberikan kepada PT Digitalland Services Two dan PT Infineon Technologies.
Berikut Kategori Penerima Anugerah Investasi BP Batam 2025:
PMA dengan Ekspor Tertinggi, PT Austin Engineering Indonesia
PMDN dengan Realisasi Investasi Terbesar, PT Ecogreen Oleochemicals Batam
PMA dengan Realisasi Investasi Terbesar, PT Digitalland Services Two
PMA dengan Anugerah Inovasi Daur Ulang, PT Free The Sea
PMA dengan Anugerah Perusahaan Inklusif untuk Disabilitas, PT TDK Electronics Indonesia
PMA Galangan Kapal Terbaik, PT Batam Abadi Shipyard
PMA dengan Inovasi Manufaktur Ramah Lingkungan PT Wik Far East
Inovasi Hijau Terbaik dalam Pengembangan Kawasan Industri, Kawasan Industri Tunas Grup
Perkapalan Berbasis Ekonomi Biru, PT Buana Shipyard
PMDN Pionir Implementasi 4.0, PT Satnusa Persada
Tokoh Pariwisata Gastronomi Batam, Tek Po (Abi)
Tokoh Penggiat Investasi di Batam, Ali U Lai
Tokoh Penggiat Potensi Investasi di Batam, Peters Vincen
Anugerah Kawasan Pariwisata Unggulan, Hartono
Tokoh Perintis Pengembangan Batam “Purwaka Nirmana Batam”, Soedarsono Darmosoewito
Tokoh Pembangunan Bidang Pendidikan dan Kemasyarakatan “Dharmottama Loka Batam”, Ismeth Abdullah
Hadir mendampingi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra yaitu Para Deputi BP Batam dan tamu undangan dari Direktur Wilayah I Kementerian Investasi/BKPM, Agus Joko Saptono, Forkopimda Kepri dan Batam, perbankan, pelaku usaha dan asosiasi usaha. (*)
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali menyelenggarakan Anugerah Investasi BP Batam 2025, sebuah ajang bergengsi dan penghormatan bagi barbagai pihak yang percaya dan ikut membangun Batam.
Mengangkat tema “Mengapresiasi Prestasi, Mendorong Investasi”, ajang ini digelar di Radisson Golf & Convention Centre, Rabu (22/10/2025) dan menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti BP Batam ke 54 Tahun.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra mengatakan, ajang ini menjadi wujud komitmen lembaganya dalam memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha dan mitra yang telah menunjukkan dedikasi tinggi terhadap kemajuan ekonomi Batam.
“Apresiasi ini bukan hanya ucapan terima kasih, tetapi juga motivasi bersama untuk menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Li Claudia.
Menurutnya, penghargaan hari ini tak lepas dari semangat kolaborasi antara BP Batam, pemerintah daerah, dan dunia usaha yang terus tumbuh serta berinovasi di tengah tantangan global.
Sehingga, ia senantiasa mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk terus memperkuat sinergi dan menghadirkan inovasi demi mewujudkan Batam sebagai kawasan investasi unggulan.
“Mari jadikan momentum ini untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat demi kemajuan Batam yang semakin berdaya saing global,” imbuhnya.
Tak lupa, Li Claudia menyampaikan selamat kepada seluruh penerima penghargaan dan berharap prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain untuk terus berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah.
“Selamat kepada para penerima Anugerah Investasi BP Batam 2025. Semoga prestasi hari ini menjadi inspirasi bagi investasi masa depan yang lebih inovatif dan berdampak positif bagi masyarakat,” seru Li Chandra.
Dalam ajang ini turut dilakukan Penandatanganan Nota Komitmen Investasi Batam Tahun 2025 dari sejumlah investor dengan nilai investasi 10,349 miliar USD dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 15.925 orang.
Kemudian juga dilakukan Launching Golden Visa yang diberikan kepada PT Digitalland Services Two dan PT Infineon Technologies.
Berikut Kategori Penerima Anugerah Investasi BP Batam 2025:
PMA dengan Ekspor Tertinggi, PT Austin Engineering Indonesia
PMDN dengan Realisasi Investasi Terbesar, PT Ecogreen Oleochemicals Batam
PMA dengan Realisasi Investasi Terbesar, PT Digitalland Services Two
PMA dengan Anugerah Inovasi Daur Ulang, PT Free The Sea
PMA dengan Anugerah Perusahaan Inklusif untuk Disabilitas, PT TDK Electronics Indonesia
PMA Galangan Kapal Terbaik, PT Batam Abadi Shipyard
PMA dengan Inovasi Manufaktur Ramah Lingkungan PT Wik Far East
Inovasi Hijau Terbaik dalam Pengembangan Kawasan Industri, Kawasan Industri Tunas Grup
Perkapalan Berbasis Ekonomi Biru, PT Buana Shipyard
PMDN Pionir Implementasi 4.0, PT Satnusa Persada
Tokoh Pariwisata Gastronomi Batam, Tek Po (Abi)
Tokoh Penggiat Investasi di Batam, Ali U Lai
Tokoh Penggiat Potensi Investasi di Batam, Peters Vincen
Anugerah Kawasan Pariwisata Unggulan, Hartono
Tokoh Perintis Pengembangan Batam “Purwaka Nirmana Batam”, Soedarsono Darmosoewito
Tokoh Pembangunan Bidang Pendidikan dan Kemasyarakatan “Dharmottama Loka Batam”, Ismeth Abdullah
Hadir mendampingi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra yaitu Para Deputi BP Batam dan tamu undangan dari Direktur Wilayah I Kementerian Investasi/BKPM, Agus Joko Saptono, Forkopimda Kepri dan Batam, perbankan, pelaku usaha dan asosiasi usaha. (*)
batampos – Seorang guru privat berinisial IR di Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, menjadi sasaran amuk massa setelah diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 17 tahun.
IR dibawa oleh warga dan keluarga korban ke Mapolresta Tanjungpinang pada Rabu (22/10) malam dalam kondisi sudah babak belur.
Kejadian ini terungkap setelah keluarga korban mencurigai adanya perubahan sikap aneh pada siswi tersebut. Setelah didesak, korban akhirnya mengaku menjadi sasaran perbuatan tidak senonoh oleh guru privatnya.
”Kejadian (pencabulan) itu di sela-sela waktu les privat. Bahkan, kejadian ini juga terjadi di lokasi kebun,” kata Susi (nama disamarkan), tante korban, Kamis (23/10).
Merasa tidak terima, keluarga korban dan warga setempat langsung bergerak cepat mencari pelaku di wilayah Tanjungpinang Timur. Pelaku berhasil ditemukan, namun hal itu memicu kemarahan massa.
”Kemudian memicu kemarahan warga setempat hingga pelaku sempat menjadi sasaran amukan massa,” tambah Susi.
Susi menjelaskan bahwa dirinya dan keluarga harus berusaha keras meredam amarah warga dan membawa IR masuk ke dalam mobil untuk segera diserahkan ke Polresta Tanjungpinang.
”Dia meronta seakan-akan tidak merasa bersalah, ya enggak mau (diamankan). Tersulut emosi daripada masyarakat setempat di situ,” sebutnya lagi.
Saat ini, IR telah diamankan oleh pihak kepolisian Polresta Tanjungpinang. Pelaku sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami dugaan kasus pencabulan tersebut.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Agung Tri Poerbowo belum memberikan keterangan resmi, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp(*)