Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 805

Samsat Lingga Gandeng Polisi Razia Pajak Kendaraan, Kepatuhan Warga Baru 47 Persen

0
Sebuah truk terjaring razia pajak kendaraan bermotor yang digelar di Lingga, Selasa (21/10). F. Istimewa.

batampos – Samsat Kabupaten Lingga bersama Satlantas Polres Lingga dan Jasa Raharja menggelar razia pajak kendaraan bermotor tahun 2025.

Kegiatan ini bertujuan menertibkan dan mendisiplinkan masyarakat agar lebih patuh membayar pajak kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Razia dilakukan sejak 14 hingga 23 Oktober 2025 di sejumlah titik yang dinilai rawan pelanggaran dan memiliki volume lalu lintas tinggi.

Plt Kepala Samsat Kabupaten Lingga, Ryan Berlianda, mengatakan dalam pelaksanaan razia pajak tahun ini pihaknya menemukan lima kendaraan roda dua dan dua kendaraan roda empat yang belum membayar pajak.

“Namun, kami tidak langsung melakukan penilangan. Saat ini kami masih fokus pada sosialisasi dan imbauan agar pemilik kendaraan segera melunasi kewajibannya,” ujar Ryan, Selasa (21/10).

Ryan menjelaskan, pihaknya juga memberikan keringanan berupa potongan pajak bagi masyarakat yang menunggak antara satu hingga lima tahun ke atas.

Langkah ini diharapkan bisa mendorong masyarakat Lingga lebih disiplin membayar pajak, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih stagnan.

“Kami berharap program pemutihan ini bisa membantu masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pajak,” tegasnya.

Ryan menambahkan, tingkat kepatuhan masyarakat Lingga dalam membayar pajak kendaraan masih rendah, baru mencapai sekitar 47 persen.

Meski demikian, Samsat Lingga terus melakukan evaluasi dan inovasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor.

“Samsat Lingga akan terus berbenah agar bisa mencapai target pendapatan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau,” pungkasnya. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Samsat Lingga Gandeng Polisi Razia Pajak Kendaraan, Kepatuhan Warga Baru 47 Persen pertama kali tampil pada Kepri.

Influenza Merebak di Malaysia, Dinkes Batam Minta Warga Tetap Waspada

0
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi.

batampos – Wabah influenza tengah melanda Malaysia. Sekitar 6.000 pelajar dilaporkan terinfeksi di berbagai wilayah, sehingga pemerintah setempat menutup sejumlah sekolah untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di wilayah terdekat, termasuk Kota Batam yang hanya berjarak beberapa kilometer dari Negeri Jiran tersebut. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam memastikan hingga saat ini belum ada laporan peningkatan kasus influenza di Batam.

“Memang di Malaysia sedang terjadi peningkatan kasus influenza. Dugaan sementara, ada mutasi virus yang menyebabkan penularannya lebih cepat. Tapi untuk Batam, alhamdulillah, belum ada laporan lonjakan kasus,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, Selasa (21/10).

Didi menjelaskan, berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan, virus yang tengah mewabah di Malaysia merupakan Influenza A, yang diduga telah bermutasi atau muncul dalam varian baru.

“Pola penularannya yang lebih cepat menjadi salah satu indikasi adanya mutasi. Namun, hal ini masih dalam tahap dugaan dari pihak kementerian,” jelasnya.

Menurut Didi, Influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) merupakan jenis yang paling sering ditemukan di Indonesia dan menjadi penyebab utama flu musiman. Virus H1N1 yang dulu dikenal sebagai flu babi saat pandemi 2009 kini sudah menjadi virus musiman yang rutin beredar.

Sementara itu, H3N2 kerap menyebabkan gejala lebih berat, terutama pada lansia dan penderita penyakit kronis. “Keduanya sangat mudah menular, terutama di lingkungan padat seperti sekolah, kantor, dan transportasi umum,” katanya.

Didi mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama di musim hujan yang rentan menimbulkan penyakit pernapasan. Ia menyarankan penerapan protokol kesehatan sederhana agar penularan influenza dapat dicegah.

“Bagi yang sedang sakit, sebaiknya istirahat cukup di rumah dan konsumsi makanan bergizi. Jika harus keluar, gunakan masker. Untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, juga disarankan memakai masker saat bepergian,” tegasnya.

Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu panik menghadapi isu influenza ini. Menurutnya, salah satu langkah efektif pencegahan adalah melalui vaksinasi influenza tahunan.

“Yang penting masyarakat jangan panik lah menghadapi ini. Orang tua juga diimbau untuk memvaksin anaknya dengan vaksin influenza. Kalau sudah vaksin, insya Allah aman,” ujarnya.

Didi menyebut vaksin influenza tergolong cukup ekonomis dan mudah dijangkau. “Vaksin influenza bisa didapatkan di rumah sakit atau klinik dengan harga yang terjangkau,” tambahnya.

Dinkes Batam juga mengingatkan warga untuk rutin mencuci tangan, menjaga sirkulasi udara di rumah, menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, serta segera memeriksakan diri ke puskesmas bila mengalami gejala seperti demam tinggi atau sesak napas. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Influenza Merebak di Malaysia, Dinkes Batam Minta Warga Tetap Waspada pertama kali tampil pada Metropolis.

Buka ADUJAKNAS 2025, Wamen Isyana Tekankan Peran Remaja Menuju Indonesia Emas 2045

0
Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Isyana Bagoes Oka memberikan penghargaan kepada duta Genre se-Indonesia, Selasa (21/10. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Isyana Bagoes Oka, secara resmi membuka kegiatan Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Genre Nasional (ADUJAKNAS) 2025 di Kota Tanjungpinang, Senin (20/10).

Ajang tahunan berskala nasional ini menjadi wadah pertemuan, kolaborasi, dan apresiasi bagi para remaja Program Generasi Berencana (GenRe) dari seluruh Indonesia.

Tahun ini, ADUJAKNAS mengusung tema “Peran Remaja dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045.” Kegiatan berlangsung hingga 23 Oktober 2025, dan diikuti oleh sekitar 800 peserta remaja dari 38 provinsi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Isyana menegaskan bahwa remaja memiliki peran kunci dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, generasi muda harus menjadi motor penggerak perubahan sosial melalui kreativitas, kepedulian, dan keteladanan.

“Duta GenRe bukan sekadar kontestasi, tetapi wadah bagi remaja untuk berinovasi, berkomunikasi, dan saling belajar agar mampu menghadapi berbagai tantangan masa remaja,” ujar Isyana.

Isyana juga menilai masa remaja adalah fase krusial yang dipenuhi perubahan, baik secara fisik maupun psikologis. Karena itu, komunikasi harmonis antara remaja dan orang tua menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi tangguh.

Dalam kesempatan itu, Isyana menyoroti peran penting Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai ruang aman bagi remaja untuk bertukar pengalaman dan mendapatkan dukungan.

Melalui wadah ini, para Duta GenRe diharapkan dapat menjadi agen perubahan sosial dengan menyebarkan edukasi seputar perencanaan masa depan, bahaya narkoba, dan pentingnya menunda usia pernikahan.

“Dalam ikrar GenRe disebutkan bahwa perempuan idealnya menikah di usia minimal 21 tahun dan laki-laki 25 tahun, agar mereka siap secara fisik dan mental,” jelasnya.

Isyana juga menekankan bahwa peran remaja sangat strategis dalam mendukung program prioritas pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama di bidang pembangunan sumber daya manusia.

Ia menyebut sejumlah program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperbaiki gizi masyarakat, pencegahan stunting, serta pengembangan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan Garuda sebagai langkah memperluas akses pendidikan berkualitas.

“Jika remaja berpartisipasi aktif, itu artinya mereka ikut mengisi pembangunan. Pemerintah sudah menyiapkan banyak program, tinggal bagaimana generasi muda memanfaatkannya dengan baik,” tegas Isyana.

Menghadapi tantangan dunia kerja di era bonus demografi, Isyana menegaskan pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penciptaan lapangan kerja di tingkat komunitas.

Ia optimistis, setiap tantangan yang dihadapi bangsa memiliki solusi jika generasi muda mau beradaptasi dan berinovasi.

“Setiap tantangan pasti ada solusinya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa bangkit dan terus mencari cara untuk menghadapinya,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Buka ADUJAKNAS 2025, Wamen Isyana Tekankan Peran Remaja Menuju Indonesia Emas 2045 pertama kali tampil pada Kepri.

Mahasiswa-Warga Kompak Tanam 400 Bibit Mangrove di Tanjung Buton dan Mepar

0
Penanaman 400 bibit mangrove di Tanjung Buton dan Desa Mepar, Daik Lingga, Selasa (21/10). F. Istimewa.

batampos – Ancaman abrasi di pesisir Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, kian mengkhawatirkan. Untuk menekan dampak tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Lingga bersama masyarakat melakukan aksi nyata peduli lingkungan dengan menanam 400 bibit mangrove di wilayah pesisir rawan abrasi.

Kegiatan penanaman dilakukan di dua titik utama, yakni Tanjung Buton dan Desa Mepar, Kecamatan Lingga. Kedua lokasi ini dipilih karena mengalami tingkat abrasi yang cukup tinggi.

“Penanaman bibit mangrove ini bertujuan untuk menyelamatkan pulau dari ancaman abrasi yang berlebihan,” ujar Ketua BEM se-Kabupaten Lingga, Suci Pratiwi, Selasa (21/10).

Sebelum penanaman dilakukan, BEM Lingga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga untuk menggelar sosialisasi pentingnya menjaga hutan mangrove.

Dalam kegiatan itu, masyarakat diingatkan bahwa mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami yang melindungi pulau dari gelombang laut dan erosi.

“Tanpa adanya mangrove, Pulau Lingga bisa tenggelam tergerus air laut,” tegas Suci.

Aksi penanaman tersebut tidak hanya diikuti oleh mahasiswa dan warga, tetapi juga melibatkan unsur TNI, Polri, serta berbagai organisasi kepemudaan dan lingkungan di Kabupaten Lingga.

Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan komitmen bersama menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Pihak DLH Lingga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan.
“Menjaga hutan mangrove sama artinya dengan menjaga masa depan Lingga dari bencana alam yang bisa datang kapan saja,” ujar perwakilan DLH. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Mahasiswa-Warga Kompak Tanam 400 Bibit Mangrove di Tanjung Buton dan Mepar pertama kali tampil pada Kepri.

Autopsi Pegawai Imigrasi Tarempa Tertunda Hujan Lebat, Polisi Ambil Sampel Organ

0
Keluarga Harsyad saat keluar dari tenda yang menjadi tempat dilakukan autopsi. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat proses autopsi terhadap jenazah pegawai Imigrasi Tarempa, Harsyad (53), sempat terhambat, Selasa (21/10). Meski begitu, tim forensik Polda Kepri akhirnya berhasil menyelesaikan proses tersebut setelah tiga jam.

Autopsi dilakukan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.30 WIB.

“Awalnya kami perkirakan hanya satu jam, tapi karena hujan lebat prosesnya jadi sedikit terhambat,” ujar Kasat Reskrim Polres Anambas, AKP Bambang Sutmoko.

Bambang menjelaskan, autopsi dipimpin langsung oleh Kepala RS Bhayangkara, AKP Leonardo, dengan mengambil beberapa sampel organ tubuh korban guna dianalisis lebih lanjut.

“Hasilnya nanti akan dikirim ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.

Proses autopsi juga turut disaksikan oleh keluarga korban serta perwakilan dari Kantor Imigrasi Tarempa, instansi tempat Harsyad bekerja.

Sementara itu, AKP Leonardo mengatakan, proses autopsi dibantu oleh tiga tenaga medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kepri.

“Alhamdulillah, autopsi sudah selesai dan semua sampel sudah kami ambil,” katanya.

Leonardo menolak memberikan keterangan hasil sementara autopsi. “Nanti melalui Humas Polres saja. Kami masih melanjutkan analisa hasilnya,” ujarnya singkat.

Salah satu warga Tarempa, Agus, berharap polisi dapat mengungkap penyebab kematian Harsyad yang dinilai janggal.

“Kami masyarakat berharap polisi benar-benar serius mengusut kasus ini. Jangan sampai ada yang ditutupi,” ucapnya.

Sebelumnya, kematian Harsyad sempat menggemparkan warga Tarempa. Ia ditemukan tewas di semak-semak menuju Kampung Flores, Desa Tarempa Selatan, pada Jumat (17/10) lalu, dalam kondisi mencurigakan.

Menurut keterangan keluarga, sebelum ditemukan tewas, korban sempat dijemput pria misterius sekitar pukul 02.00 WIB. Pria tersebut mengenakan jaket berpenutup kepala (hoodie), dan hingga kini identitasnya belum diketahui. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Autopsi Pegawai Imigrasi Tarempa Tertunda Hujan Lebat, Polisi Ambil Sampel Organ pertama kali tampil pada Kepri.

11 Paket Sabu Disembunyikan dalam Toples Pink, Penghuni Kos Dibekuk di Baloi Center

0
Barang bukti yang diamankan dari tangan VA. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Seorang pria asal Lhokseumawe, Aceh, berinisial VA (35), ditangkap polisi setelah kedapatan menyimpan 11 paket sabu siap edar di kamar indekosnya yang berlokasi di kawasan Baloi Center, Lubukbaja. Yang mengejutkan, barang haram itu disimpan dalam dua toples warna merah muda berbentuk hati dan disembunyikan di bawah lemari pakaian.

Penangkapan dilakukan tim Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri, Senin (21/10) malam.

“Informasi dari masyarakat kami terima sekitar pukul lima sore. Setelah dilakukan penyelidikan, pukul sembilan malam kami gerebek lokasi dan amankan satu orang pria,” ujar Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kepri AKBP Ruslaeni, Selasa (21/10).

Saat penggeledahan di kamar kos Jalan Teratai 3 Blok A Nomor 7, Kelurahan Baloi Indah, polisi menemukan dua toples pink berbentuk love. Di dalamnya terdapat sembilan bungkus sabu di satu toples dan dua bungkus sabu di toples lainnya.

“Total ada 11 paket sabu yang kami amankan,” ujar Ruslaeni.

Selain sabu, petugas juga menyita satu timbangan digital, dua alat isap (bong), dan dua unit ponsel yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan jaringan pengedar lain.

VA mengaku sabu tersebut bukan miliknya pribadi, namun hanya dititipkan. Ia juga menyatakan siap mengedarkannya di wilayah Batam. Polisi kini tengah mendalami asal sabu dan keterlibatan jaringan di atasnya.

“Ini sedang kami kembangkan. Keterangan VA masih kami dalami, terutama soal dari mana dia mendapat barang dan siapa pemasoknya,” kata Ruslaeni.

Pengungkapan ini, lanjutnya, tidak lepas dari peran serta masyarakat yang aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.

“Kami sangat mengapresiasi laporan warga. Ini membuktikan bahwa sinergi antara polisi dan masyarakat sangat penting dalam pemberantasan narkoba,” tambahnya.

Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolda Kepri. Sabu-sabu tersebut juga akan dikirim ke laboratorium forensik untuk pengujian kadar dan berat bersih.

VA akan dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana minimal lima tahun dan maksimal hukuman seumur hidup.

“Kami tegaskan tidak ada ruang bagi pengedar narkoba di Kepri. Kami akan tindak tegas siapa pun pelakunya,” tutup Ruslaeni. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel 11 Paket Sabu Disembunyikan dalam Toples Pink, Penghuni Kos Dibekuk di Baloi Center pertama kali tampil pada Metropolis.

Ratusan Buruh Siap Geruduk PT ASL, Tuntut Hentikan Aktivitas dan Evaluasi Total K3

0
Korban ledakan kapal tanker Federal II milik PT ASL Shipyard saat dievakuasi.

batampos – Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Logam (SPL) FSPMI Kota Batam akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Rabu (22/10). Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas tragedi ledakan kapal MT Federal II yang menewaskan 13 pekerja dan melukai belasan lainnya.

Ketua SPL FSPMI Batam, Suprapto, menyebutkan sekitar 500 buruh akan turun ke jalan dalam aksi yang rencananya akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut.

“Besok kami bergerak dari Panbil menuju PT ASL. Kami juga akan lanjutkan aksi ke Pemko Batam. Pemerintah tidak bisa lagi diam soal lemahnya pengawasan keselamatan kerja di galangan kapal,” ujar Suprapto, Selasa (21/10).

Baca Juga: Usai Ledakan Maut, Galangan PT ASL Shipyard Masih Berdenyut Aktivitas

Dalam tuntutannya, massa buruh meminta agar proses hukum tidak berhenti pada pekerja atau pengawas lapangan saja, melainkan menyasar hingga ke manajemen dan pemilik perusahaan.

“Kalau hanya yang di bawah yang dikorbankan, keadilan tidak akan pernah hadir. Mereka hanya pelaksana. Keputusan dan sistem ada di atas,” tegas Suprapto.

Selain itu, para buruh juga mendesak agar seluruh aktivitas produksi di PT ASL dihentikan sementara waktu, sampai ada jaminan nyata terkait perbaikan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Sudah terlalu banyak korban jiwa. Manajemen di sana amburadul. Stop dulu semua kegiatan sampai benar-benar aman,” tambahnya.

Rute aksi dijadwalkan berawal dari Panbil, Muka Kuning, kemudian bergerak menuju PT ASL di Tanjunguncang, dan dilanjutkan ke Kantor Wali Kota Batam untuk menyampaikan aspirasi langsung ke pemerintah daerah.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, membenarkan rencana aksi tersebut dan menyatakan pihaknya siap melakukan pengamanan.

“Benar, kami sudah terima pemberitahuan aksi. Insyaallah kami amankan agar kegiatan berlangsung tertib dan kondusif,” katanya. Ia juga mengimbau agar buruh tidak melakukan tindakan anarkis dan tetap mengikuti aturan hukum.

Gelombang kritik terhadap lemahnya penerapan keselamatan kerja di PT ASL semakin meluas pasca tragedi maut yang terjadi di kapal tanker MT Federal II saat proses perbaikan. Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan kerja paling mematikan di industri galangan kapal Batam dalam beberapa tahun terakhir.

Berbagai pihak kini mendorong agar budaya keselamatan kerja benar-benar ditegakkan, bukan hanya jadi formalitas di atas kertas. Tragedi ini dianggap sebagai alarm keras bagi pemerintah dan pelaku industri agar tidak lagi menyepelekan nyawa para pekerja. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Ratusan Buruh Siap Geruduk PT ASL, Tuntut Hentikan Aktivitas dan Evaluasi Total K3 pertama kali tampil pada Metropolis.

Berkas Kasus Kecelakaan Maut di Galangan Kapal ASL Hampir Rampung, Kejaksaan Kejar Keadilan bagi Korban

0
Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Priandi Firdaus. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam tengah menyempurnakan berkas perkara kasus kecelakaan kerja yang menewaskan empat pekerja di galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, pada Juni lalu. Tragedi ini juga menyebabkan beberapa korban luka dan menjadi sorotan serius atas lemahnya penerapan keselamatan kerja di kawasan industri galangan kapal.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Priandi Firdaus, mengatakan bahwa proses penyempurnaan berkas perkara sudah hampir rampung dan diharapkan dapat segera dinyatakan lengkap (P-21).

“Kami masih menyempurnakan berkas perkara. Insyaallah dalam waktu dekat bisa P-21,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (21/10).

Baca Juga: Praktisi Hukum Soroti Lemahnya Penegakan K3: “UU Kita Sudah Hebat, Tapi Sanksinya Ecek-ecek”

Dari hasil penyelidikan Polresta Barelang, kebakaran yang terjadi di lokasi galangan tersebut disebabkan oleh kelalaian dalam prosedur kerja, yang berujung pada hilangnya nyawa para pekerja. Dalam perkara ini, polisi telah menetapkan dua tersangka berinisial A dan F, yang merupakan petugas di bagian Health, Safety, and Environment (HSE) dari pihak subkontraktor proyek perbaikan kapal.

Keduanya dijerat dengan Pasal 359 dan Pasal 360 KUHP, tentang kelalaian yang mengakibatkan kematian atau luka berat.

“Berkas perkara ditargetkan lengkap pekan depan agar segera bisa kami limpahkan ke pengadilan,” tambah Priandi.

Terkait barang bukti, Priandi menjelaskan bahwa kapal MT Federal II tempat terjadinya ledakan tidak dicantumkan sebagai barang bukti dalam berkas perkara pertama. Namun, hal itu bukan menjadi penyebab utama pengembalian berkas oleh kejaksaan sebelumnya.

“Itu bagian dari kebijakan penyidikan. Yang penting, secara formil dan materil, kekurangan dalam berkas kami minta dilengkapi dulu,” katanya.

Tak berhenti di situ, Kejari Batam juga akan menangani kasus ledakan kedua yang terjadi di lokasi yang sama, namun pada waktu berbeda. Peristiwa tersebut bahkan lebih tragis, dengan korban tewas mencapai 13 orang, serta melukai 21 pekerja lainnya.

“Karena tempus delicti berbeda, penanganannya juga akan dipisah, dengan alat bukti dan proses penyidikan baru,” jelas Priandi.

Pihak kejaksaan menegaskan, kasus-kasus kecelakaan kerja di industri galangan kapal Batam menjadi perhatian serius, mengingat banyaknya korban jiwa dan luka berat yang terus berulang akibat lemahnya penerapan sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

“Ini menjadi peringatan keras bagi semua pelaku industri. Keselamatan pekerja harus jadi prioritas, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, ledakan pertama terjadi pada Juni lalu dan menewaskan empat pekerja. Sementara tragedi kedua yang terjadi saat perbaikan kapal MT Federal II menjadi salah satu kecelakaan kerja terbesar di Batam dalam beberapa tahun terakhir. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Berkas Kasus Kecelakaan Maut di Galangan Kapal ASL Hampir Rampung, Kejaksaan Kejar Keadilan bagi Korban pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemko Batam Percepat Perbaikan Jalan Batuampar, Target Selesai Akhir 2025

0
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra saat meninjau jalan di Batuampar. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan Batuampar, salah satu wilayah dengan kepadatan lalu lintas dan aktivitas industri tertinggi di Batam, Kepulauan Riau.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan proyek perbaikan dan pelebaran jalan akan segera direalisasikan melalui APBD Perubahan Tahun 2025.

“Dari Polsek Baru Ampar di Jalan Lumba-Lumba hingga DC Mall di Jalan Duyung, akan kita overlay (pengaspalan ulang) dan pelebaran. Yang semula dua jalur, akan kita jadikan tiga jalur,” kata Amsakar saat meninjau lokasi proyek, Selasa (21/10).

Selain pelebaran jalan, proyek ini juga menyasar perbaikan sistem drainase yang selama ini menjadi sumber genangan air saat hujan deras. Dengan sistem yang diperbarui, aliran air diharapkan lebih lancar dan tidak menyebabkan banjir lokal.

Tak hanya infrastruktur jalan, Amsakar menegaskan Pemko juga menaruh perhatian serius pada kebersihan kawasan, terutama di titik-titik strategis seperti Tanjunguma dan area sekitar Pasar Induk Jodoh.

“Kita bersihkan sampah-sampah di tepi jalan, rapikan parkir kontainer, dan atasi tumpukan pasir yang selama ini membuat debu berterbangan,” ujarnya.

Amsakar menyebut proyek ini merupakan bentuk komitmen untuk menata ulang kawasan Batuampar secara menyeluruh tidak hanya dari aspek lalu lintas, tapi juga kebersihan, estetika, dan tata kota.

“Perbaikan ini menyentuh semua aspek. Dari jalan, drainase, sampai penataan kawasan logistik. Semua kita selesaikan secara bertahap dan terintegrasi,” tegasnya.

Peninjauan langsung oleh Amsakar bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menjadi bagian dari respons terhadap keluhan masyarakat atas jalan yang rusak, berdebu, dan tidak tertata.

Melalui proyek ini, Pemko Batam menargetkan kondisi kawasan Batuampar bisa lebih tertib, bersih, dan nyaman, sekaligus mendukung kelancaran arus kendaraan kontainer di kawasan industri tersebut.

“Wajah Batuampar akan berubah. Jalan mulus, drainase berfungsi, dan kawasan ini menjadi representasi kota industri yang modern dan tertata,” tambah Amsakar.

Proyek ini ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2025, dan diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk berbagai persoalan infrastruktur di kawasan tersebut. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Pemko Batam Percepat Perbaikan Jalan Batuampar, Target Selesai Akhir 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Tugu Bahasa Senilai Rp100 Miliar Siap Dibangun di Pulau Penyengat Tahun 2026

0
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memastikan pembangunan Tugu Bahasa di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, akan dimulai pada tahun 2026 mendatang. Proyek monumental ini diperkirakan menelan anggaran hingga Rp100 miliar.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, dana pembangunan tugu tersebut akan bersumber dari APBD Provinsi Kepri sebesar Rp90-Rp100 miliar, dengan kemungkinan tambahan dukungan dari pemerintah pusat.

Nyanyang menjelaskan, rencana pembangunan Tugu Bahasa saat ini telah dibahas bersama DPRD Kepri.

“Penganggarannya sudah dimasukkan, tinggal menunggu persetujuan DPRD. Mudah-mudahan secepatnya bisa dibahas bersama agar pelaksanaan proyek dapat dimulai,” ujar Nyanyang, Selasa (21/10).

Ia menambahkan, Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut telah rampung. Pemprov Kepri kini sedang mempersiapkan tahapan pelaksanaan fisik pembangunan.

“Sambil menunggu finalisasi anggaran dan koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan terkait potensi dukungan dana pusat,” lanjutnya.

Tugu Bahasa direncanakan berdiri di Bukit Kursi, Pulau Penyengat, lokasi yang dinilai strategis karena memiliki pemandangan luas ke berbagai arah, mulai dari Dompak, Senggarang, hingga Batam.

“Lokasinya tetap di Bukit Kursi. Dari sana bisa melihat ke berbagai wilayah, bahkan Batam. Nantinya juga akan disediakan lift menuju bagian atas tugu,” ungkap Nyanyang.

Pembangunan Tugu Bahasa di Pulau Penyengat bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga simbol kebanggaan budaya Melayu yang menjadi akar perkembangan Bahasa Indonesia. Pulau ini dikenal sebagai pusat lahirnya bahasa Melayu klasik, yang kemudian menjadi cikal bakal bahasa nasional.

Dengan rampungnya Tugu Bahasa, diharapkan Pulau Penyengat semakin dikenal sebagai ikon sejarah dan kebudayaan nasional serta menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Tugu Bahasa Senilai Rp100 Miliar Siap Dibangun di Pulau Penyengat Tahun 2026 pertama kali tampil pada Kepri.