
batampos – Empat layanan utama akses internet Indonesia oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI lolos nominasi World Summit on the Information Society Prizes (WSIS) 2022.
BACA JUGA:
XL Axiata dan BAKTI Sediakan Layanan 4G di 132 Titik 3T di Sumatera
Ada pun program BAKTI Kominfo berhasil masuk di empat kategori yaitu: AL C1 The role of governments and all stakeholders in the promotion of ICTs for development berjudul Connecting Frontier, Outermost, and Disadvantaged Regions of Indonesia through Digital Ecosystem Initiatives; AL C4 Capacity building berjudul Indonesia Teaching Fellowship (ITF)-Digital Platform to Enhance Capacity for Teachers and Students; AL C6 Enabling environment berjudul Impact Adventures-Digital Platform For Promotion of Lesser-Known Tourism Destinations; AL C7 ICT applications: benefits in all aspects of life—E-business berjudul BAKTIDesa.id-Empowering Village Enterprises through Digital Platform.
Nominasi AL C1 adalah kategori terkait peran pemerintah dalam mempromosikan TIK untuk pembangunan. Kategori kedua adalah kategori yang fokus pada Capacity Building; kategori ketiga menyorot tentang pariwisata pada daerah tertinggal; dan kategori terakhir menilai aplikasi TIK dalam memberikan manfaat dalam kehidupan atau E-Business. Berbagai program pada sektorsektor di atas menarik perhatian para panel WSIS sehingga menjadi nominasi WSIS Prizes 2022.
“Nominasi ini menunjukkan bahwa program-program kami dalam memberikan akses internet kepada masyarakat tidak hanya mendapatkan apresiasi di masyarakat yang terdampak, tetapi juga diakui dunia Internasional. Ini merupakan suatu kebanggaan tidak hanya bagi Kominfo tetapi juga bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat yang kini bisa mendapatkan akses Internet,” ujar Direktur Utama BAKTI Kominfo, Anang Latif lewat siaran persnya, Rabu (16/3/2022).
Saat ini ada layanan utama Kominfo untuk warga Indonesia, yakni Layanan Akses Internet, Penyediaan Base Transceiver Station (BTS), Palapa Ring, dan Satelit Multifungsi.
Seluruh layanan ini tampak dalam Program Merdeka Sinyal 2024, dimana BAKTI telah menjangkau 15.559 titik akses internet di kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) dan perbatasan (lastmile), membangun 2.401 BTS dengan target 7.904 lokasi.
Selain itu, BAKTI Kominfo juga merencanakan pembangunan lebih kurang 150 ribu titik akses internet dengan teknologi satelit. Selanjutnya, Palapa Ring dan Satelit Multifungsi juga turut memberikan dampak signifikan bagi perluasan akses Internet di daerah 3T.
Dengan adanya dukungan infrastruktur tersebut, BAKTI Kominfo melalui Direktorat Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah (LTIMP) telah mengimplementasikan 44 inisiatif ekosistem digital yang mencakup empat sektor yaitu pendidikan dan literasi digital, pariwisata, UKM, serta layanan kesehatan dan pemerintahan. “Ini menjadi tugas direktorat LTIMP untuk menyelenggarakan program terkait pemanfaatan infrastruktur,” ujar Anang.
Anang mengatakan, program ini meliputi pengembangan sumber daya manusia khususnya guru di wilayah Indonesia Timur. Program ini bekerjasama dengan Ruangguru melalui Indonesia Teaching Fellowship (ITF) di wilayah Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Papua Barat. Ruangguru sendiri telah bermitra dengan 32 pemerintah daerah yang memungkinkan replikasi program ITF di berbagai wilayah di Indonesia.
Pada sektor pariwisata dan UKM, BAKTI Kominfo telah membantu pengembangan dan pemanfaaan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di wilayah 3T untuk mendukung pariwisata online dan pengembangan ekonomi digital di desa-desa.
Sampai saat ini, program BAKTI Kominfo telah memberikan layanan Internet di 463 kabupaten dan kota di Indonesia. “Ke depan, kami berharap semakin banyak wilayah yang terjangkau internet sebagai upaya mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan digital di dunia,” ujar Anang.
Peran BAKTI dalam menyediakan akses Internet terutama di daerah 3T ini, ternyata tidak hanya diapresiasi oleh masyarakat lokal dan nasional, tetapi juga diakui dunia internasional.
Hal ini terlihat dari nominasi yang berhasil didapatkan di ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2022. WSIS merupakan forum internasional yang berada di bawah naungan International Telecommunication Union (ITU).
Adanya ajang ini, memberikan penghargaaan bagi proyek-proyek TIK di seluruh dunia yang dinilai berdampak signifikan bagi keberhasilan perkembangan TIK yang sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
Anang berharap, masyarakat dapat ikut berperan dalam mendukung perkembangan program ini, termasuk dengan memberikan voting pada ajang WSIS Prizes 2022 tersebut melalui link https://bit.ly/3MDSVlb.
“Ayo jadikan Indonesia menjadi kampiun dengan melakukan voting lewat link itu.Mari buktikan torehan prestasi yang luar biasa bagi Indonesia di ajang internasional. Ayo #Baktizen, bersama kita tunjukan Indonesia dalam kancah ekosistem digital dunia,” ajak Anang. (*)
Reporter: Chahaya Simanjuntak


