Feria Sawita, nelayan yang berjuang melawan maut akibat kapalnya pecah dihantam angin ribut, Sabtu (25/10). F. Istimewa.
batampos – Sebuah kapal pompong milik nelayan asal Desa Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, pecah dihantam badai di perairan Teluk Adang, Sabtu (25/10) dini hari. Insiden terjadi sekitar pukul 00.00 WIB saat nelayan tengah berlayar pulang dari Pulau Mentude menuju Jagoh.
Kapal kecil yang dikemudikan Feria Sawita (45) itu dilaporkan hancur setelah diterjang ombak besar di tengah laut. Tanpa alat komunikasi dan dalam kondisi gelap gulita, Feria berjuang bertahan hidup di laut selama berjam-jam.
“Alhamdulillah, Pak Feria selamat. Tapi pompong, jaring, dan HP semuanya tenggelam,” ujar Dery, warga yang menolong korban, Sabtu (26/10) pagi.
Menurut Dery, korban sempat hanyut sejak tengah malam dan terus berenang hingga pagi hari meski kelelahan.
“Dari sekitar jam 12 malam bapak ini berenang sampai pagi, sempat hanyut ke tengah laut,” katanya.
Sekitar pukul 08.30 WIB, Dery yang melintas di perairan Teluk Adang melihat seseorang melambai dari atas batu karang. Setelah didekati, ternyata orang tersebut adalah Feria yang selamat dalam kondisi lemah dan seluruh tubuh basah kuyup.
Ia kemudian dievakuasi dan dibawa ke Desa Jagoh untuk mendapatkan pertolongan. Hingga berita ini diturunkan, Feria dilaporkan dalam kondisi selamat meski masih kelelahan setelah semalaman terombang-ambing di laut. (*)
Liverpool takluk 2-3 saat bermain di markas Brentford dalam matchday kesembilan Liga Inggris 2025/26 di Gtech Community Stadium, Minggu (26/10). (Liverpoolfc.com)
batampos – Tren buruk Liverpool berlanjut di Liga Inggris 2025/2026. Juara bertahan itu kembali menelan kekalahan setelah takluk 2-3 dari Brentford pada laga yang berlangsung di Gtech Community Stadium, Sabtu (25/10/2025) dini hari WIB. Hasil ini menjadi kekalahan keempat beruntun The Reds di kompetisi domestik.
Anak asuh Arne Slot langsung dikejutkan gol cepat Dango Ouattara pada menit ke-5 melalui tendangan voli usai memanfaatkan lemparan jauh. Menjelang turun minum, Kevin Schade menggandakan keunggulan Brentford lewat sepakan terukur di menit ke-45.
Liverpool sempat menipiskan ketertinggalan di masa tambahan babak pertama. Milos Kerkez mencetak gol perdananya untuk The Reds lewat assist Conor Bradley, membuat skor 1-2 hingga jeda.
Namun kebangkitan Liverpool sirna di babak kedua. Igor Thiago menambah gol lewat titik putih di menit ke-60 setelah pelanggaran di kotak penalti. Mohamed Salah sempat menghidupkan asa lewat gol di menit ke-89, tetapi waktu tak cukup untuk menyelamatkan tim tamu dari kekalahan menyakitkan di London.
Kekalahan ini menjadi yang keempat secara beruntun bagi Liverpool di Liga Inggris — rekor terburuk sejak 2021. Tiga di antaranya bahkan terjadi di ibu kota, setelah sebelumnya kalah dari Crystal Palace dan Chelsea.
Selain itu, Liverpool gagal menjaga gawangnya bersih dalam sembilan pertandingan terakhir di semua ajang. Kini mereka merosot ke posisi enam klasemen sementara dengan 15 poin, tertinggal empat angka dari Arsenal di puncak yang masih menyisakan satu laga melawan Crystal Palace.
Bagi Brentford, kemenangan kedua beruntun ini membawa mereka naik ke peringkat 10 klasemen sementara, hanya terpaut dua poin dari Liverpool.
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, meminta rekan-rekannya tetap bersatu menghadapi situasi sulit.
“Setiap orang harus menilai diri sendiri, termasuk saya. Kami harus bangkit bersama dan menunjukkan reaksi. Musim lalu suporter ada bersama kami, dan sekarang kami butuh mereka lebih dari sebelumnya,” ujarnya.
Di sisi lain, para pendukung Brentford terlihat mengejek Arne Slot dengan nyanyian “you’re getting sacked in the morning” (kamu akan dipecat besok pagi), meski posisi pelatih asal Belanda itu diyakini masih aman untuk sementara waktu.
Slot mengakui performa timnya jauh dari harapan meski sudah menyiapkan antisipasi menghadapi bola-bola panjang Brentford.
“Saya mengharapkan permainan yang lebih baik, tapi penampilan kami jauh dari standar,” kata Slot seusai laga.
Dengan hasil ini, peluang Liverpool untuk mempertahankan gelar juara mulai menipis. Lini belakang The Reds tampak rapuh, dan meski Salah kembali mencetak gol setelah sebulan mandek, performa tim secara keseluruhan masih belum meyakinkan. (*)
Petugas BPBD Bintan langsung turun setelah menerima laporan kerusakan akibat angin kencang yang merusak atap rumah warga di Bintan, Sabtu (25/10). F. BPBD Bintan untuk Batam Pos.
batampos – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Jumat (24/10) malam. Akibat cuaca ekstrem tersebut, empat rumah warga rusak di dua kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, mengatakan rumah terdampak berada di Kecamatan Bintan Pesisir dan Bintan Timur.
Di Bintan Pesisir, satu rumah milik Mulyadi N di Desa Mapur RT 01 RW 01 Kampung Nendiang mengalami kerusakan.
Sedangkan di Bintan Timur, tiga rumah lainnya milik Rayendra (Jalan Nusantara RT 04 RW 05), Hironimus Rego (Telaga Bintan RT 02 RW 03), dan Edison Edo (Kampung Korindo 1 RT 05 RW 04, Kelurahan Sei Lekop) juga mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang.
“Kerusakan meliputi atap dapur, kamar, ruang tengah, dan ruang tamu yang rusak akibat terjangan angin kencang,” ujar Ramlah, Sabtu (25/10) malam.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bintan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan membantu warga terdampak. Petugas bersama TNI, Polri, perangkat desa, dan masyarakat bahu-membahu membersihkan puing-puing rumah yang rusak.
Ramlah mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah Bintan.
“Cuaca seperti ini bisa datang tiba-tiba, jadi masyarakat perlu siaga,” ujarnya.
Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi, menambahkan tim TRC telah meninjau tiga rumah rusak di Kelurahan Sei Lekop.
“Kerusakan bervariasi, sebagian besar di bagian atap,” katanya.
BPBD Bintan juga akan menyalurkan bantuan material bangunan dan logistik setelah pendataan serta penghitungan kerugian selesai dilakukan. (*)
(Ki-ka) Para pendiri PT Esensi Solusi Buana, Dwi Prawira, Chief Information Technology Officer; Gunawan Chief Executive Officer; Eka Prasetya, Chief Operating Officer; Setiadi Prawiryo, Chief Technology Officer. F. ESB untuk Batam Pos
batampos – Di tengah geliat kebangkitan ekonomi daerah, sektor kuliner di Sumatera terus menunjukkan perannya sebagai motor penggerak perekonomian.
Dari kafe kekinian di pusat kota hingga restoran seafood di tepi pantai, para pelaku usaha kuliner terus berinovasi untuk bertahan dan berkembang.
Namun, di balik semangat tersebut, masih banyak pelaku usaha yang bergelut dengan tantangan klasik: manajemen operasional yang rumit, pencatatan manual, hingga keterbatasan akses terhadap teknologi efisien.
Menjawab kebutuhan itu, PT Esensi Solusi Buana (ESB) — perusahaan teknologi penyedia software all-in-one berbasis cloud khusus industri F&B — memperluas jangkauan transformasi digitalnya ke wilayah Sumatera.
Gunawan, Co-founder & CEO ESB, mengungkapkan bahwa kiprahnya di dunia F&B dimulai dari pengalaman panjang sebagai konsultan keuangan sejak 2008. Ia mendirikan ESB pada akhir 2018 dengan misi sederhana: menghadirkan solusi digital yang fokus pada industri kuliner.
“Sejak awal saya heran, kenapa tidak ada software yang benar-benar fokus membantu F&B. Padahal sejak 2018 saja, industri ini nilainya sudah mencapai 60 miliar dolar,” ujarnya via zoom, Jumat (23/10).
ESB memperluas transformasi digital F&B ke Sumatera, bantu UMKM kuliner naik kelas lewat ekosistem teknologi terintegrasi berbasis cloud dan AI. F. ESB untuk Batam Pos
Berbekal dukungan investor, ESB kini berkembang menjadi ekosistem teknologi kelas dunia yang membantu ribuan pelaku F&B meningkatkan efisiensi hingga 30 persen dan mendorong kenaikan nilai transaksi rata-rata hingga 67 persen.
“Di dunia teknologi, kami punya siklus pengembangan yang disebut dengan sprint. Setiap dua minggu, kami selalu melakukan pembaruan, menambahkan fitur baru atau menyempurnakan sistem yang sudah ada. Kadang perubahan itu tidak terlihat langsung oleh pengguna, tapi di belakang layar kami terus berinovasi,” tambah Gunawan.
ESB menghadirkan ekosistem terintegrasi, mulai dari sistem kasir (POS), Enterprise Resource Planning (ERP), loyalty system, payment gateway, hingga supply chain management yang semuanya saling terhubung. Tujuannya jelas: menghilangkan pekerjaan berulang dan memberikan rekomendasi berbasis data yang bersifat preventif.
“Kami bahkan punya fitur AI bernama Olin yang secara otomatis menganalisis data tanpa memerlukan perintah dari pengguna. Olin dapat langsung memberikan rekomendasi, misalnya, untuk mencegah penurunan penjualan atau memprediksi potensi kecurangan di outlet,” jelasnya.
ESB hadir di Sumatera untuk membantu pelaku usaha F&B naik kelas dengan sistem digital terintegrasi dan dukungan AI. F. ESB untuk Batam Pos
Melalui sistem operasional yang saling terhubung dan analisis data yang lengkap, ESB dapat memperkirakan potensi penjualan hingga tiga bulan ke depan dengan tingkat akurasi 90–97 persen.
Gunawan menegaskan, ESB tidak hanya menyasar pengusaha besar, tetapi juga berkomitmen memperkuat daya saing pelaku UMKM kuliner agar bisa naik kelas.
Menurutnya, pengalaman ESB dalam bekerja sama dengan berbagai jenis usaha kuliner, mulai dari restoran dan kafe hingga gerai kecil dan coffee shop, membuat perusahaan mampu memahami alur kerja terbaik di industri ini.
Pemahaman tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam sistem yang dapat diakses oleh semua pengguna sistem solusi ESB, termasuk pelaku usaha kecil. Dengan begitu, pengusaha kecil juga dapat beroperasi secara lebih profesional dan berkelanjutan.
ESB juga aktif mengadakan pelatihan, seminar, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pertumbuhan industri kuliner.
Teknologi tak lagi milik kota besar. Kini pelaku kuliner di Batam, Medan, dan seluruh Sumatera bisa menikmati kemudahan digital lewat sistem cerdas ESB. F. ESB untuk Batam Pos
Dalam ekspansi ke Sumatera, ESB menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis.
“Kami tidak hanya menyediakan software, tapi juga membangun ekosistem. Merchant bisa mendapat akses ke jaringan perbankan, promosi digital, hingga pelatihan bisnis,” ungkap Gunawan.
Melalui kolaborasi ini, pelaku usaha mendapatkan kemudahan transaksi, promosi lintas platform, serta dukungan pemasaran digital yang lebih luas.
Gunawan menilai wilayah Sumatera, khususnya Batam dan Medan, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan industri F&B berbasis digital di luar Jawa.
“Setelah Jawa, Sumatera adalah pulau paling siap untuk transformasi digital. Pengusahanya lebih matang dan siap berkembang. Bahkan saya melihat Batam bisa tumbuh lebih cepat dari kota-kota besar Sumatera lainnya,” ujarnya optimistis.
Selain karena perputaran ekonomi yang tinggi, ketersediaan SDM berkualitas juga menjadi alasan ESB memilih Batam sebagai salah satu basis ekspansinya.
Baru-baru ini, ESB masuk dalam daftar “Forbes Asia 100 to Watch” 2025, pada kategori Enterprise Technology & Robotics. Gunawan menegaskan bahwa masuknya ESB dalam daftar Forbes menjadi bukti kesehatan bisnis perusahaan teknologi ini di tengah fenomena “tech winter”yang melanda banyak startup.
“Bagi kami, ini bukan hanya soal prestise, tapi bukti bahwa model bisnis kami sehat dan dipercaya. Merchant juga jadi lebih tenang karena tahu mereka memakai layanan dari perusahaan yang stabil,” ujarnya.
Dengan pendekatan berbasis kolaborasi dan teknologi prediktif, ESB tidak hanya membantu pelaku F&B bertahan, tetapi juga tumbuh berkelanjutan.
“Kalau pengusaha kuliner berkembang, maka kami juga berkembang. Misi kami sederhana: menjadikan industri F&B Indonesia tidak hanya kuat di dalam negeri, tapi juga berdaya saing di tingkat dunia,” tutup Gunawan. (*)
Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu (25/10) dini hari menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan atap rumah warga terangkat. Foto. Mohamad Ismail/ Batam Pos
batampos – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu (25/10) dini hari menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan atap rumah warga terangkat.
Peristiwa ini terjadi di beberapa titik di ibu kota provinsi. Pohon-pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan Hutan Lindung, Jalan SMP Negeri 16, Jalan Borobudur, hingga kawasan Tugu Pensil, yang sebagian menutup akses jalan dan merusak beberapa properti.
“Lalu atap rumah warga di Kelurahan Kampung Bugis juga terangkat akibat angin kencang,” kata Muhammad Yamin, Kepala BPBD Kota Tanjungpinang.
Proses penanganan dilakukan sejak malam hingga pagi dengan melibatkan personel BPBD dan bantuan warga setempat. Pohon-pohon yang menutup jalan berhasil dievakuasi, sehingga arus lalu lintas dapat kembali normal.
“Sebagian besar pohon tumbang berada di area jalan utama dan halaman rumah warga. Ada juga yang menimpa atap rumah dan bengkel, namun alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” pungkas Yamin.
Meski tidak menimbulkan korban, BPBD Tanjungpinang mengimbau warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara mendadak. Warga diminta memperhatikan kondisi atap rumah dan pepohonan di sekitar rumah agar terhindar dari risiko lebih besar. (*)
Semangat gotong royong mewarnai kegiatan bersih-bersih lingkungan di Kampung Tua Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Batam, Sabtu (25/10) pagi. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Semangat gotong royong mewarnai kegiatan bersih-bersih lingkungan di Kampung Tua Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Batam, Sabtu (25/10) pagi. Ratusan warga bersama berbagai unsur masyarakat bergabung dalam aksi sosial yang dilakukan serentak di wilayah darat dan laut, demi menjaga kebersihan kawasan pesisir.
Kegiatan yang dimotori oleh World Clean Up Day Batam ini diikuti oleh masyarakat Tanjungriau, pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs), relawan dari PT Philip, jajaran Puskesmas dan Polsek Sekupang, serta aparatur Kelurahan Tanjungriau. Turut serta pula para ketua RT dan RW setempat yang memimpin langsung warga di lingkungan masing-masing.
Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap kebersihan kampung tua yang dikenal sebagai kawasan pesisir padat penduduk. “Kami bergerak bersama-sama, dari masyarakat hingga relawan perusahaan. Ini bentuk kolaborasi nyata menjaga lingkungan,” ujarnya.
Sebanyak 200 relawan dari PT Philip dan 200 siswa MTs turut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut. Mereka tidak hanya membersihkan jalan dan pekarangan rumah warga, tetapi juga turun langsung ke laut menggunakan boat pancung untuk mengangkat sampah yang tersangkut di perairan.
Aksi bersih-bersih di laut menjadi perhatian utama karena arus air sering membawa tumpukan sampah rumah tangga ke tepi pantai dan tambatan perahu warga. Dengan menggunakan beberapa boat, para relawan berhasil mengumpulkan sampah campuran seperti plastik, kayu, dan limbah rumah tangga lainnya.
Dalam kegiatan itu, tercatat sekitar 1,5 ton sampah berhasil dikumpulkan dari area laut dan darat. Seluruh sampah kemudian diangkut menggunakan armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Ketua RW 01, Awang Ramli, mengapresiasi kekompakan warga dan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bagus. Selain lingkungan jadi bersih, warga juga makin kompak,” katanya.
Sementara itu, Ketua RW 02, Surya Ningsih, berharap kegiatan serupa bisa dilakukan secara rutin agar kesadaran masyarakat semakin meningkat. “Kami berharap ke depan warga lebih tertib membuang sampah dan peduli terhadap kebersihan lingkungan. Lingkungan bersih, masyarakat pun sehat,” ujarnya menutup kegiatan. (*)
Gelaran Pekan Rasa Melayu di Hotel Santika Batam berlangsung meriah. Tak hanya menghadirkan bazar kuliner dan pentas budaya, acara ini juga mencetak sejarah baru—1.118 porsi ikan asam pedas cabai kering dimasak serentak dan meraih rekor MURI.
Andre Purwandono dari Museum Rekor Indonesia memberikan piagam penghargaan MURI kepada Bank Indonesia perwakilan Kepri yang diwakili Deputi Bank Indonesia Kepri, Ardhienus, dan GM Hotel Santika Batam, Sukardi, atas pemecahan rekor MURI masak ikan pedas cabe kering sebanyak 1.118 porsi di Hotel Santika Batam, Jumat (24/10). F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Reporter: M. Sya’ban
Siang itu, Jumat (24/10), halaman depan Hotel Santika Batam berubah menjadi lautan manusia. Di bawah deretan tenda putih, para pelaku UMKM dan pedagang kuliner sibuk menyusun sajian khas mereka.
Dari panggangan ikan hingga aroma rempah yang mengepul, semuanya berpadu dalam satu suasana: Pekan Rasa Melayu.
Di tengah hiruk pikuk bazar, wangi asam pedas menyengat hidung—seolah memanggil setiap langkah yang lewat. Inilah momen yang paling dinanti: pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori “Masak Besar dan Terbanyak Ikan Asam Pedas Menggunakan Cabai Kering.”
Lima penari perempuan membuka acara dengan tari persembahan Melayu. Gerakan tangan mereka yang lentik berayun mengikuti irama musik tradisional, diiringi tepuk tangan meriah dari tamu undangan dan masyarakat yang sudah memenuhi halaman hotel.
“Acara ini bertepatan dengan ulang tahun ketiga Hotel Santika Batam. Kami ingin merayakannya sambil mendukung UMKM lokal agar mendapat manfaat dari kegiatan ini,” ujar General Manager Hotel Santika Batam, Sukardi, dalam sambutannya.
Suasana semakin hangat ketika Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, naik ke panggung. Dengan gaya khasnya yang karismatik, ia menegaskan bahwa kuliner bukan sekadar soal rasa, melainkan juga identitas budaya.
“Asam pedas ini favorit saya. Kegiatan ini bukan hanya unik, tapi juga membumikan kuliner daerah,” katanya disambut tepuk tangan penonton.
Tak hanya bicara, Amsakar pun mencicipi langsung ikan asam pedas yang baru matang. “Enak betul,” ujarnya sambil mengacungkan jempol dan tersenyum puas.
Dari sisi ekonomi, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Arhienus, menyoroti pentingnya penggunaan cabai kering dalam kuliner Melayu.
Suasana semarak di depan Hotel Santika Batam saat Bank Indonesia Kepri memecahkan rekor MURI dengan memasak 1.118 porsi ikan asam pedas menggunakan cabai kering, Jumat (24/10). F. Ari Akbar/Batam Pos
Ia menjelaskan bahwa dalam empat bulan terakhir, cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi utama di Kepri.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan penggunaan cabai kering sebagai ciri khas masakan Melayu, sekaligus menjaga stabilitas pasokan,” tuturnya.
Menurutnya, promosi kuliner seperti ini bukan hanya menggugah selera, tapi juga bisa membawa nama masakan Melayu seperti asam pedas dan ikan goreng cabai kering ke kancah nasional, bahkan internasional.
Di dapur terbuka yang menjadi pusat perhatian, Chef Roff dari Yogyakarta memimpin tujuh juru masak lainnya.
Dengan wajan besar di atas tungku panjang, mereka serempak mengaduk ikan asam pedas. Asap tipis mengepul, sementara aroma cabai kering khas Melayu menyelimuti udara sore itu.
Tak lama kemudian, perwakilan MURI, Andra, mengumumkan hasil akhir: bukan seribu, melainkan 1.118 porsi ikan asam pedas cabai kering berhasil dimasak serentak.
“Jumlah ini memenuhi kategori rekor MURI untuk masakan massal yang dapat dihitung. Layak dianugerahi rekor baru,” ujarya.
Sorak-sorai pun pecah. Panitia segera membagikan ribuan porsi asam pedas itu kepada masyarakat yang menunggu sejak siang.
Ada yang membawa satu porsi, ada pula yang pulang dengan empat kemasan sekaligus. Sebagian memilih menikmatinya di tempat, di tengah keramaian yang belum juga surut.
Piagam MURI kemudian diserahkan kepada perwakilan Bank Indonesia Kepri dan General Manager Hotel Santika, Sukardi.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kepri, Said Sudrajat, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal kuliner, tetapi juga tentang membangun kebiasaan makan ikan di masyarakat.
“Kita ingin generasi mendatang terbiasa mengonsumsi ikan. Dengan begitu, ekonomi UMKM, sektor perikanan, dan pariwisata ikut tumbuh,” ujarnya.
Menjelang senja, aroma asam pedas masih menempel di udara. Tawa, musik, dan obrolan tentang rasa menggema di halaman hotel.
Dari wajan raksasa yang mendidih siang itu, Batam bukan hanya memecahkan rekor, tapi juga menegaskan jati dirinya sebagai kota dengan cita rasa Melayu yang tak tergantikan. (***)
Warga Rempang saat melakukan aksi damai di simpang Tanjung Banon. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Di tengah kemeriahan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Badan Pengusahaan (BP) Batam di Tanjung Banon, Sembilang, Sabtu (26/10), sekelompok warga dari Pulau Rempang turut menyuarakan aspirasi mereka. Puluhan warga yang menolak relokasi untuk proyek Rempang Eco City itu berkumpul di simpang Tanjung Banon, tidak jauh dari lokasi acara bakti sosial yang dihadiri pejabat pusat dan daerah.
Dengan membawa sejumlah spanduk dan poster, mereka menuliskan pesan-pesan penolakan terhadap kebijakan relokasi yang masih menjadi polemik. Beberapa tulisan yang terbentang di antaranya bertuliskan, “Pulau Rempang bukan tanah kosong,” “Jangan rampas ruang hidup kami,” “Tanah adat tanah ulayat,” serta “Tolak relokasi dan transmigrasi lokal.”
Aksi tersebut berlangsung tertib dan damai. Warga berdiri di pinggir jalan sambil menanti rombongan pejabat, termasuk Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Kepala BP Batam Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi acara bakti sosial.
“Kami tidak mau pindah. Ini tanah ulayat kami. Kami tunggu di sini supaya pejabat-pejabat itu bisa lihat sendiri suara kami,” ujar Nia, salah satu warga Rempang yang ikut dalam aksi tersebut.
Meskipun rombongan pejabat tidak secara langsung menghampiri massa yang berunjuk rasa, pesan mereka tetap bergema di sekitar area kegiatan. Sejumlah aparat dari Polsek Galang turut berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif. Hingga acara berakhir, tidak terjadi insiden atau tindakan yang menonjol dari kedua pihak.
Dalam sambutannya di acara bakti sosial, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah sempat menyinggung soal kebijakan pembangunan di kawasan Rempang dan Tanjung Banon. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak lagi menggunakan pendekatan pemaksaan dalam proses relokasi. “Tidak ada lagi penggusuran paksa. Pemerintah akan menggunakan cara yang lebih persuasif dan sama-sama nyaman,” ujarnya.
Iftitah juga menjelaskan konsep pembangunan kawasan baru yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut. “Konsepnya seperti gula yang menarik semut. Bukan dipaksakan. Kami ingin warga datang karena tertarik, bukan karena disuruh,” kata Menteri Iftitah.
Menurutnya, pemerintah kini tengah memperkuat berbagai fasilitas di kawasan Tanjung Banon, termasuk perumahan gratis bagi warga terdampak, perbaikan akses jalan, layanan kesehatan, dan fasilitas pendidikan. Selain itu, kebijakan baru terkait ganti rugi aset dan kepemilikan sertifikat juga tengah disiapkan agar warga memiliki kepastian hukum atas lahan mereka.
Sementara itu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa pihaknya terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat Rempang. “Kami ingin memastikan setiap aspirasi tersampaikan dengan baik. Prinsipnya, pembangunan harus membawa manfaat dan tidak meninggalkan warga,” ujarnya usai acara.
Aksi damai di simpang Tanjung Banon tersebut menambah warna tersendiri dalam peringatan HUT ke-54 BP Batam. Di tengah semangat pembangunan dan pelayanan publik, suara warga Rempang menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berkeadilan membutuhkan dialog, empati, dan solusi yang manusiawi. (*)
Risma Hutajulu saat membuat laporan di Polsek Tanjungpinang Barat.
batampos – Risma Hutajulu, seorang ibu rumah tangga di kawasan Tanjungpinang Barat, kini menanggung luka fisik sekaligus luka batin. Pada Rabu, 23 Juli 2025, ia menjadi korban pengeroyokan oleh dua perempuan di sebuah kios laundry di Jalan Sultan Syahrir. Kasus ini masih dalam penyelidikan Polsek Tanjungpinang Barat, namun korban mengeluhkan lambannya proses hukum yang tengah berjalan.
Risma mengisahkan, kejadian bermula saat ia berada di kios Papa Laundry miliknya, Namun tiba-tiba datang dua perempuan yang merupakan tetangganya yang belakangan diketahui berinisial SIC dan EIC menghampiri Risma, dengan nada tinggi menuduhnya menyebarkan pembicaraan yang tidak benar. Saat Risma berusaha menjelaskan, ia malah diserang secara fisik. “Salah satu dari mereka memukul dan menjambak rambut saya, lalu yang lain ikut memukul sampai saya terjatuh,” kata Risma.
Akibat pengeroyokan itu, Risma mengalami luka di kepala, kening, dan lengan kiri. Lebih dari luka fisik, Risma mengaku kini bergulat dengan ketakutan dan trauma yang belum kunjung hilang. Ia sudah melapor ke kepolisian dengan harapan pelaku segera ditangkap dan diadili, tapi hingga kini, prosesnya berjalan lambat.
“Sudah hampir dua bulan lebih sejak kejadian, tapi belum ada kabar kapan pelaku akan ditangkap,” ujarnya. Risma menambahkan, kondisi ini membuatnya semakin takut dan merasa tidak aman. “Kami sebagai korban butuh kepastian. Jangan sampai rasa sakit dan ketakutan kami ini hanya menjadi angin lalu, sementara pelaku masih terlihat bebas berkeliaran,” ujarnya dengan suara berat.
Risma menambahkan sejak kejadian itu dirinya selalu dihantui rasa takut, bahkan ia mengaku sering kali tidak membuka usahanya karena merasa terancam suatu saat pelaku bisa datang lagi dan mengulangi perbuatannya. Selain itu, Risma juga merasa janggal dengan kasus yang dialaminya, karena saat gelar perkara dirinya tidak diundang.
“Saat gelar perkara saya juga tidak dihadirkan, saya hadir dua kali saat diBAP kemudian ada dengan pertanyaan tambahan,” kata Risma.
Risma hanya menginginkan agar kasus yang menimpa dirinnya dilakukan sesuai prosedur sebagaimana mestinya. “Karena pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, saya ingin pelaku segera ditahan, namun nyatanya pelaku masih sering terlihat lalu lalang di depan kios saya,” katanya.
Risma juga menceritakan, sejak kejadian itu ada polisi dari Polsek Tanjungpinang Barat datang ke kiosnya memberi surat lalu langsung pergi. “Polisinya tidak ada menyampaikan apa-apa dan menjelaskan sudah sampai mana kasusnya. Namun dari surat yang saya terima di surat itu tertulis bahwasanya berkas perkara pengeroyokan tersebut sudah dikirim ke JPU pada hari Kamis tanggal 28 Agustus 2025,” katanya.
Risma mengaku dari kejadian yang menimpa dirinya, pelaku juga sudah beberapa kali mengajak perdamaian. “Pelaku sudah mengajak damai melalui orang lain agar saya mencabut laporan. Sudah ada 7 orang yang datang, ganti ganti orang malah, namun saya bersikeras agar kasus ini tetap dilanjutkan, supaya ada efek jera dari pelaku biar tidak asal tuduh sama saya,” katanya.
Sementara Kapolsek Tanjungpinang Barat, Iptu Missyamsu Alson mengatakan bahwa pihaknya sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pengeroyokan tersebut. Tersangka tersebut tidak lain ialah SIC dan EIC.
Saat ini, kata dia kasus tersebut tinggal dilakukan pelimpahan ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang untuk dilakukan proses lanjutan. “Tinggal menunggu pelimpahan berkas dan tersangka. Kemungkinan minggu depan dilakukan pelimpahan,” ungkap Alson.
Selain itu, Alson menjelaskan bahwa kedua tersangka tersebut memang tidak ditahan, karena alasan kemanusian. “Yang satu masih kuliah, yang satu lagi karena menjadi tulang punggung keluarga. Ini pertimbangan kita,” sebutnya. (*)
Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kepri bersama Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. Foto. Yashinta/ Batam Pos
batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berharap kepengurusan baru Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kepri di bawah kepemimpinan Louis Loi mampu menjadi mitra strategis dalam memperkuat perekonomian daerah. Harapan itu disampaikan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, saat menghadiri pelantikan pengurus baru HIPMI Kepri di Ballroom Hotel Wyndham Panbil, Batam, Jumat (24/10) malam.
Dalam sambutannya, Nyanyang menegaskan bahwa peran HIPMI sangat penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
“Kami menaruh harapan besar kepada pengurus baru HIPMI Kepri agar menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif dan berkeadilan di seluruh wilayah Kepri,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya terpusat di Batam, tetapi juga harus menyentuh pulau-pulau lain seperti Natuna, Anambas, Lingga, dan Karimun.
“Setiap daerah punya potensi besar. Pengusaha muda harus berani turun tangan untuk mengolahnya menjadi peluang usaha yang nyata,” katanya.
Menurut dia, dukungan dari Bank Himbara dan program Tapera yang difasilitasi oleh pemerintah pusat akan menjadi tambahan energi bagi HIPMI dalam mendorong tumbuhnya wirausaha baru. “Kami ingin HIPMI menjadi bagian dari solusi untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” imbuhnya.
Menurutnya, Pemprov Kepri siap mendukung langkah-langkah konkret HIPMI melalui kemudahan perizinan dan fasilitasi investasi, terutama di wilayah kepulauan. “Kami ingin HIPMI hadir bukan hanya di ruang rapat, tapi juga di lapangan, ikut membangun daerah,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, memperkenalkan program Modal Bisnis Gotong Royong (MBG) dan Koperasi Merah Putih yang diinisiasi BPP HIPMI untuk memperkuat kolaborasi antar pengusaha muda. “Program ini harus mampu memberikan nilai tambah bagi ekonomi daerah dan membantu menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Akbar menilai, HIPMI Kepri memiliki potensi besar karena wilayah ini menjadi pintu gerbang ekonomi Indonesia di kawasan barat. “Dengan jaringan dan sumber daya yang ada, HIPMI Kepri bisa menjadi contoh kolaborasi pengusaha muda yang berorientasi hasil,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Kepri, Louis Loi, menyatakan siap melanjutkan amanah tersebut. Ia menegaskan HIPMI Kepri akan bersinergi dengan pemerintah dan menjalankan program-program nasional yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Pelantikan ini bukan akhir, melainkan awal perjuangan kita bersama. HIPMI Kepri akan menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat ekonomi lokal,” ujar Louis.
Louis juga menekankan keterbukaan HIPMI bagi semua kalangan pengusaha, termasuk pelaku UMKM. “Yang penting punya semangat wirausaha dan mau maju bersama. HIPMI harus hadir memberi manfaat bagi pengusaha muda dan masyarakat luas,” katanya.
Sebagai langkah awal, HIPMI Kepri menyiapkan sejumlah program unggulan, salah satunya Shibnifest, kegiatan tahunan yang akan dikemas dalam format baru untuk memperkuat jejaring bisnis antaranggota. “Kami ingin HIPMI tumbuh bersama daerah, menjadi wadah inovasi, dan bagian dari solusi pembangunan ekonomi Kepri,” tutup Louis. (*)