Kamis, 25 Juni 2026
Beranda blog Halaman 8171

Modul Program Disambar Petir, Traffic Light di Karimun Langsung Tak Berfungsi

0

batampos- Beberapa hari lalu, pemandangan disimpang RSUD M Sani, Traffic light atau warga Karimun biasa menyebut lampu merah, tidak berfungsi. Begitu juga disimpang Sungai Lakam terjadi hal yang sama. Sehingga, menjadi keresahan bagi pengguna kendaraan saat melintasi lampu merah tersebut.

Lampu merah Sungai Lakam tidak berfungsi pagi hari dan siang hari langsung diperbaiki oleh petugas Dinas Perhubungan Karimun.f.TRI HARYONO

” Rawanlah, apalagi saat jam kantor maupun pada sore hari banyak masyarakat yang melintasi simpang lampu merah RSUD M Sani ini. Kalau terjadi apa-apa siapa yang mau tanggung jawab,” kata Candra, salah seorang warga yang mengeluhkan lampu merah tidak berfungsi.

BACA JUGA: Penumpang Kapal dari Karimun Tujuan Malaysia Wajib Beli Asuransi

Sementara Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Karimun Hairuddin ketika dikonfirmasi mengatakan, tidak berfungsinya lampu merah tersebut diakibatkan modul program jebol akibat tersambar petir. Dimana, ada dua lokasi lampu merah yang jebol modul program untuk menfungsikan lampu merah. Mulai dari waktu bergantian lampu merah antara merah, kuning dan hijau.

” Benar, beberapa waktu lalu lampu merah simpang RSUD M Sani tidak fungsi dan sudah kita betulkan. Dan, sekarang sudah berfungsi kembali normal,” terangnya, Senin (11/4).

Kemudian, lampu merah simpang Sungai Lakam juga sudah dibetulkan dengan mengganti modul program beberapa waktu lalu dan sudah berfungsi. Namun, kemarin (Senin-red) pagi kembali rusak dan sudah langsung diganti lagi dan sudah berfungsi kembali.

” Untuk lampu merah sungai lakam yang di atasnya, segera kita betulkan nanti. Sebab, kalau siang hari tidak bisa. Paling tengah malam baru bisa dibetulkan dengan dibantu mobil kren nantinya untuk mengganti lampu yang sudah rusak,” ungkapnya.

Pantauan dilapangan, tidak berfungsinya lampu merah disungai lakam para penggendara langsung berlalulalang. Namun, dengan kecepatan rendah sehingga bisa menghindari terjadinya kecelakaan. Dan, pada siang harinya petugas Dinas Perhubungan langsung melakukan perbaikan.

” Sudah kita betulkan bang. Mudah-mudahan tidak terkena petir lagi nanti,” kata petugas Dinas Perhubungan.(*)

Reporter: Tri Haryono

 

Anggaran Pemilu Bisa dikisaran 50-60 Triliun

0
Ilustrasi pemilu 2024 (Dok.JawaPos.com)

batampos – Permintaan Presiden Jokowi agar anggaran pemilu 2024 dikaji ulang mendapat respon dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Lembaga penyelenggara itu memastikan proses pemangkasan terhadap anggaran masih bisa dilakukan.

Seperti diketahui, KPU mengajukan alokasi total anggaran Rp 76 triliun untuk menggelar pemilu 2024. Dana itu digunakan untuk menggelar seluruh rangkaian yang akan berjalan sejak Juni 2022 hingga pertengahan 2024. Alokasi Rp 76 triliun itu akan dibiayai dengan sistem multi years atau dicicil setiap tahun anggaran.

Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, usulan 76 triliun yang diajukan KPU merupakan angka ideal. Artinya sudah termasuk support system seperti perbaikan infrastruktur dan fasilitas penunjang yang bisa memaksimalkan pelaksanaan pemilu.

Namun jika kondisi keuangan negara tidak memungkinkan, maka pemangkasan bisa dilakukan. “Misalnya kantor kalau tadinya mau membangun seluruh kpu kabupaten/kota, ya nanti paling renovasi saja,” ujarnya di Kantor KPU RI, Jakarta, kemarin (11/4).

Namun untuk hal-hal yang sifatnya prinsip seperti honor petugas, kebutuhan logistik, hingga sarana inti lainnya, Pram menyebut tidak bisa dikurangi. Nah, dari hasil perkiraannya, pemangkasan anggaran tidak bisa dilakukan secara signifikan. Pram menghitung, kebutuhan anggaran yang memadai diangka Rp 50 – 60 triliun.

Apalagi, di pemilu tahun 2024 ada sejumlah variable yang bisa menaikkan kebutuhan. Mulai dari kenaikan pemilih 12 juta orang hingga potensi kebutuhan alat pelindung diri akibat situasi pandemi. “APD tetap kita harus menganggarkan. Bahwa nanti dipakai atau tidak itu liat situasi nanti. Itu kan keputusan pemerintah. Tapi perencanaan harus,” kata pria asal Salatiga itu.

Namun untuk kepastiannya, lanjut dia, itu akan bergantung pada proses pembahasan yang akan dijalani komisioner baru. Karena teknis tahapan akan dibahas lagi antara KPU, pemerintah dan DPR. Komisioner baru sendiri baru akan dilantik nanti siang.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang mengatakan, pihaknya akan menggelar rapat konsultasi dengan KPU-Bawaslu baru sebelum reses. Rencananya, rapat akan dilakukan pada 13 April besok. “Hari Rabu, ya, kita reses 14 april,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, ada banyak isu yang akan dibicarakan. Termasuk mengenai tahapan dan anggaran. Bagi DPR sendiri, fokus pembahasan anggaran tidak hanya mengacu pada nominal, melainkan juga kebutuhan. “Komisi II kan bukan eksekutor. Kan penyelenggara itu pelakunya KPU, mereka yang tahu situasi kami hanya mendengar presentase mereka dan menganalisa apakah logic atau tidak,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group

Sekolah Swasta Diperbolehkan Buka PPDB Lebih Awal

0
Pembelajaran Tatap Muka 1 F Cecep Mulyana
Pembelajaran tatap muka. F.Cecep Mulyana

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam berencana membuka pendaftaran peserta didik Baru (PPDB) Juni mendatang. Saat ini persiapan mulai dari mendata jumlah siswa dan daya tampung tengah dilakukan.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan mengatakan untuk data masih diproses, namun menurutnya jumlah pendaftar tidak akan jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data tahun lalu jumlah lulusan TK atau anak usia 6 tahun sampai dengan 7 tahun, berdasarkan data kependudukan berjumlah 22.735 orang.

Daya tampung SD sesuai ketentuan dan ketersediaan rombongan belajar pada 98 satuan pendidikan Sekolah Dasar Negeri di mainland sebanyak 12.348 calon siswa.

Daya tampung pada 224 satuan pendidikan Sekolah Dasar Swasta mainland kurang lebih mencapai 14.000 calon siswa.

“Ini data tahun lalu. Saya rasa tidak jauh berbeda untuk tahun ajaran baru mendatang. Mudah-mudahan tidak ada masalah nanti ya saat dibuka. Masih ada dua bulan ke depan untuk optimalisasi data dan sistem online PPDB,” jelasnya.

Hendri menjelaskan, untuk sekolah swasta diperbolehkan membuka PPDB terlebih dahulu. Hal ini karena sekolah negeri selalu diburu pendaftar, jadi pihaknya memberikan sekolah swasta untuk mendapatkan siswa.

“Kalau semua ke negeri, nanti sekolah swasta tidak kebagian siswa dan menutup sekolah mereka. Jadi memang kami persilakan untuk menerima siswa dari sekarang,” jelasnya.

Sambil menunggu waktu pendaftaran dibuka, pihaknya juga tengah mempersiapkan website untuk pendaftaran online. Untuk memudahkan pendaftar, pihaknya berencana membuka link pendaftaran lebih dari satu. Hal ini guna menghindari traffic saat mendaftar.

“Seperti tahun lalu, jadi kami mengevaluasi sistem pendaftaran setiap tahunnya. Tujuannya agar orangtua tidak mengeluh soal pendaftaran ini. Karena mereka selalu bilang susah masuk, makanya kami tambah nanti link pendaftarannya,” bebernya.

Hendri menambahkan tahun lalu Disdik menambah fasilitas bangunan sekolah untuk mengantisipasi siswa yang masih menumpang atau yang masih belajar dua sif. Ia berharap PPDB tahun ini bisa berjalan lebih baik tentunya.

“Kalau siswa yang masuk sesuai kuota, saya rasa tidak akan jadi masalah. Namun yang patut diantisipasi lonjakan mendaftar ke negeri yang melebihi kuota. Sehingga harus ada kebijakan atau solusi. Mudah-mudahan lebih baik harapan kita semua,” tutupnya. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

3 Warga Kalteng Tewas Hirup Gas Beracun di Dalam Sumur

0
Korban saat di Puskesmas Sandul Kecamatan Batu Ampar, Minggu (10/4). (POLSEK SURTENG UNTUK PROKALTENG.CO)

batampos – Tiga Warga Desa Kalang Kecamatan Batu Ampar, Kalimantan Tengah (Kalteng) tewas usai hirup gas yang diduga beracun di dalam sumur yang dibersihkan dengan kedalaman sekitar 8 meter. Meski sempat dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis, nyawa tiga warga bernisial BA (28), DI (25) dan PE (20) yang diduga keracunan gas di dalam sumur itu tak tertolong alias meninggal dunia, Minggu (10/4).

Kapolres Seruyan AKBP Gatot Istanto melalui Kapolsek Seruyan Tengah (Surteng), AKP G.S Rahail membenarkan adanya kejadian yang menewaskan tiga warga yang usai menghirup gas di dalam sumur tersebut.

AKP Rahail menyampaikan, kronologis kejadian tersebut, dimana tiga pria asal Desa Kalang itu awalnya mengompa dan menguras sumur gali yang kedalamannya kurang lebih sekitar 8 meter dengan menggunakan kompa air jenis Alkon.

Informasi yang diterima jelasnya, bahwa setelah sekitar setengah jam, air sumur tersebut surut dan korban berinisial BA turun ke bawah kedalam sumur tersebut untuk membersihkannya. “Tetapi sesampai di dasar sumur tiba-tiba saudara BA loyo dikarenakan menghisap gas asap dari alkon tersebut lansung pingsan,” katanya, Selasa (12/4).
Sementara itu, mengetahui hal tersebut, selanjutnya ada warga yang ingin menolong korban, tetapi tidak bisa dan lansung naik keatas permukaan dengan menyelamatkan diri. Kemudian PE dan DI juga mencoba untuk turun dan masuk kedalam sumur dengan tujuan untuk menolong atau menyelamatkan korban Bambang itu rupanya tidak membuahkan hasil.
“Karena saat ingin menolong keduanya juga ikut pingsan dan ketiganya terkurung di dalam sumur sekitar 1,5 jam. Hingga sekitar pukul 09.30 WIB datanglah seorang warga menawarkan diri untuk menyelamatkan dan mengambil ketiga warga tersebut keluarkan dari sumur dan berhasil dievakuasi,” katanya.

 

Setelah berhasil dievakuasi, sekitar pukul 09.45 WIB ketiga warga tersebut langsung dibawa ke puskesmas sandul untuk diberi pertolongan dan pengobatan medis tapi tidak bisa tertolong karena sudah tidak bernyawa atau meninggal dunia.

“Akibat kejadian ini ada tiga orang korban meninggal dunia akibat menghirup gas dalam sumur. Informasi yang kami terima bahwa, kejadian ini baru pertama kali terjadi di Desa Kalang,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group

Mahasiswa Batam Demo Tolak Penundaan Pemilu 2024

0
Demo Mahasiswa 2 F Cecep Mulyana scaled e1649692984276
Aliansi Mahasasiswa Kota Batam melakukan aksi demo di jalan Engku Putri depan Kantor DPRD Batam, Senin (11/, Ada beberapa tuntutan yang di suarakan diantaranya menolak masa jabatan presiden 3 priode, kenaikan kebutuhan pokok, dan kenaikan harga BBM. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Puluhan mahasiswa di Kota Batam menggelar aksi demonstrasi untuk menolak wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan jabatan presiden di depan Kantor DPRD Batam, Senin (11/4).

Pantauan Batam Pos di lokasi, aksi mereka tidak sampai di halaman Kantor DPRD Kota Batam. Mereka hanya berorasi di depan pintu masuk Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam.

Aksi saling dorong sempat terjadi saat para mahasiswa memaksa untuk masuk ke halaman Kantor DPRD Kota Batam dan bertemu Anggota DPRD Batam. Mereka juga sempat terlibat adu mulut.

Aksi saling dorong itu dapat langsung dikendalikan. Setelah itu para mahasiswa kembali melanjutkan aksi dan berorasi.

Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa Kota Batam Andre Saputra, mengatakan, dalam aksi tersebut ada beberapa tuntutan dari mereka.

Pertama, mereka mendesak kepada Presiden, DPR RI hingga DPRD Kota Batam untuk menyatakan sikap dengan tegas menolak penundaan pemilu 2024.

“Sehingga kami menolak amandemen UUD 1945 yang ke-5,” tegasnya.

Ia mengungkapkan meski Presiden Jokowi telah menyatakan bahwa tidak ada penundaan pemilu 2024, mereka akan tetap melakukan aksi selanjutnya. Sebab, ada sejumlah tuntutan dari mereka.

“Masih ada poin tuntutan dari kami yang lainnya,” katanya.

Untuk tuntutan lainnya, mereka meminta kepada pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. Terutama untuk harga minyak goreng yang saat ini sudah naik dan sulit didapatkan.

Termasuk mereka juga menolak kenaikan harga BBM. Sebab, dengan kondisi ditengah pandemi yang berdampak pada perekonomian masyarakat, kenaikan harga BBM tidak tepat untuk dilakukan.

Begitu juga dengan Undang-Undang Ibu Kota Negara (IKN). Mereka mendesak ke pemerintah pusat untuk kembali mengkaji ulang UU IKN.

“Pemindahan ibu kota bukanlah sesuatu yang urgent saat ini. Apalagi saat ini hutang kita sudah sampai 7 ribu triliun. Tertinggi dibandingkan presiden periode sebelumnya,” tegasnya.

Dalam aksi itu, mereka juga menyatakan sikap kekecewaan terhadap DPRD Kota Batam. Sebab, dalam aksi itu tidak ada satu orang pun Anggota DPRD Kota Batam yang menemui mereka.

Meskipun Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin berusaha menemui mereka, namun para mahasiswa menolak. Karena aksi demonstrasi mereka sudah selesai.

“Maka dengan ini saya nyatakan, kami aliansi mahasiswa Kota Batam, akan turun lagi ke jalan dengan massa yang lebih besar,” tutupnya. (*)

 

Reporter : Eggi Idriansyah

Diperiksa KPK, Andi Arief Jelaskan Soal Musda

0
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief (tengah) berjalan meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (11/4/2022). Andi Arief diperiksa sebagai saksi terkait perkara suap Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

batampos – Setelah sempat berpolemik, politisi Partai Demokrat Andi Arief akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin (11/4). Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Demokrat itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka dugaan korupsi Bupati (nonaktif) Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud.

Andi Arief diperiksa selama dua jam oleh penyidik KPK. Dia mengaku dimintai keterangan tentang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat di Kalimantan Timur (Kaltim). “Saya diperiksa 2 jam tentang mekanisme Musda,” kata Andi Arief usai menjalani pemeriksaan di gedung Merah Putih KPK di Jakarta. Kepada penyidik, Andi menyebut pelaksanaan musda bukanlah urusan ketua bapilu.

Secara umum, Andi dicecar sebanyak tujuh pertanyaan terkait musda itu. Selebihnya, politisi kelahiran Bandar Lampung itu membantah tuduhan terkait adanya komunikasi dengan Abdu Gafur atau tersangka lain dalam perkara itu. Dia juga membantah dugaan aliran dana dari Abdul Gafur ke Demokrat. “Tadi sudah saya jelaskan tentang bagaimana pelaksanaan musda, itu saja,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa penyidik KPK tidak menanyakan hal lain selain mekanisme musda. “Mekanismenya (musda) saja, soal mekanisme musda. Apakah bapilu menyelenggarakan musda atau bidang lain, bapilu nggak ada urusan sama musda,” ungkap mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat yang pernah terjerat kasus narkoba itu.

Seperti diberitakan, KPK tengah menelisik aliran uang korupsi Abdul Gafur dalam Pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim. Pemilihan itu dilakukan melalui Musda Partai Demokrat. KPK menetapkan Abdul Gafur menjadi tersangka kasus dugaan suap proyek dan perizinan di Pemkab PPU. Gafur dan 5 orang lainnya ditetapkan tersangka setelah terjaring operasi senyap 12 Desember lalu.

KPK menduga kader partai berlambang bintang mercy itu menerima suap terkait proyek-proyek di PPU. Lima tersangka lainnya adalah Achmad Zuhdi alias Yudi (swasta), pelaksana tugas (plt) Sekda PPU Muliadi, Kadis PUTR Edi Hasmoro, Kabid Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Jusman serta Bendahara DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis. (*)

Reporter: JP Group

Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Dispora, Pejabat Pemprov Kepri Terancam Dipecat

0

batampos-Mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kepri, TWW terancam dipecat secara tidak hormat atau Pemberhetian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Pasalanya pejabat terkait sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana hibah di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri tahun 2020 lalu.

Wadirkrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan (dua kiri) didampingi Kasubdit III Ditrkrimsus, dan Humas Polda Kepri menunjukan barang bukti kasus dugaan korupsi dana hibah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri saat ekspos di Mapoldala Kepri, Senin (11/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Memang benar ada penanganan perkara yang ditangani oleh Polda Kepri. Namun untuk perkembangan lebih lanjut belumada informasi yang kami dapat (penetapan tersangka,red),” ujar Kepala Inspektur Daerah Provinsi Kepri, Irmendes, Senin (11/4) di Tanjungpinang.

Ditanya apakah pejabat terkait akan masuk daftar PTDH? Mengenai hal itu, Irmendes mengatakan pejabat yang korupsi dan sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah,red) akan mendapatkan sanksi dalam bentuk PTDH. Tentu apabila, memenuhi syarat untuk diberhentikan secara tidak hormat, maka akand disampaikan ke Badan Kepegawaian Nasional.

BACA JUGA: Polda Kepri Tetapkan 6 Tersangka Dana Hibah Dispora Kepri

“Kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan, jika memang sudah ada keputusan hukum tetap. Maka akan kita proses, sepanjang memenuhi syarat untuk diberhentikan secara tidak hormat,” tegasnya.

Ditambahkannya, terkait punismen ini, sudah ada dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat korupsi. Bahkan Mahkamah Konstitusi (MK) juga sudah memperkuat SKB tersebut. Baik pejabat maupun mantan pejabat yang terlibat dalam perkara korupsi akan mendapatkan sanksi yang sama.

“Bagi yang masih aktif adalah Pemberhetian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Sedangkan yang sudah pensiun berupa pencabutan segala fasilitas setelah pensiun. Kita hanya melaksanakan putusan yang sudah ada, bukan atas dasar suka atau tidak suka,” tutup Irmendes.

Sebelumnya, Penyidik Polda Kepri menetapkan 6 tersangka yakni Ti, Mi, Sp, Mu, Mo, dan Aa dalam kasus dana hibah dispora Kepri. Setiap orang memiliki peranan yang berbeda-beda. Ti sebagai mantan Kabid BPKAD Provinsi, yang mencantumkan 45 organisasi tanpa ada rekomendasi atau pengajuan proposal. Mi, oknum PHL Provinsi Kepri bergerak sebagai pengatur organisasi. (*)

Reporter: Jailani

Proses Lelang SPAM Masuk Dalam Tahap Evaluasi Penawaran Finansial

0
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Proses lelang Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) BP Batam, SPAM Hulu dan SPAM Hilir masih berjalan hingga saat ini.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, pada awal Maret lalu telah dilakukan proses pemasukan dokumen yang berisi dokumen penawaran administrasi dan Teknis yang akan dievaluasi oleh panitia lelang. Proses pemasukan dokumen akan dilakukan satu kali secara keseluruhan dan disampaikan pada Senin (7/3).

Selanjutnya peserta lelang akan diundang kembali untuk membuka Sampul 2 dan melakukan proses evaluasi yang sama. Proses tersebut berlangsung selama tiga minggu.

Adapun untuk komposisi penilaian dari hasil akhir adalah skor evaluasi Sampul 1 x bobot (60%) + skor evaluasi Sampul 2 x bobot (40%). Dari komposisi ini akan ditentukan penawar terendah hingga tertinggi. BP Batam akan mengambil satu pemenang lelang dan satu calon pemenang cadangan.

“Jadi saat ini proses lelang SPAM sudah di tahap evaluasi penawaran finansial,” ujar Ariastuty.

Ia mengungkapkan, saat ini proses lelang SPAM sudah sesuai dengan jadwal. Proses pelelangan secara keseluruhan akan rampung pada tanggal 30 Juni 2022 untuk penandatanganan kontrak kerjasama. Diharapkan pada 1 Juli 2022 operasional sudah dapat dilaksanakan oleh pemenang lelang.

“Semuanya masih sesuai jadwal. Sesuai dengan target yang telah ditentukan dan pemenang tender nantinya dapat melaksanakan pengelolaan air minum bagi masyarakat Batam selama 15 tahun ke depan,” harapnya.

Berita sebelumnya, proses lelang akan menggunakan metode satu tahap dengan dua sampul, yang mana lelang ini merupakan lanjutan Lelang Prakualifikasi untuk kegiatan dimaksud yang sudah dilaksanakan pada akhir 2020 yang lalu.

Proses pelelangan ini dilakukan karena kerjasama masa transisi pengoperasian dan pemeliharaan SPAM antara BP Batam dengan PT Moya Indonesia telah memasuki masa akhir perjanjian.

PT Moya Indonesia telah ditunjuk oleh BP Batam sebagai mitra kerjasama yang dipercaya untuk melakukan fungsi Caretaker Pengelolaan air bersih di Batam selama enam bulan sejak 15 November 2020. Mengingat BP Batam masih membutuhkan waktu untuk menyiapkan rancangan dokumen lelang jangka panjang, kerja sama masa transisi dgn PT Moya Indonesia diamandemen diperpanjang hingga pertengahan 2022.

Adapun peserta lelang yang telah lulus tahap Prakualifikasi Ulang adalah, Konsorsium PT. Krakatau Tirta Industri – Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta II – PT. Adaro Tirta Mandiri – PT. Strivechem Indonesia.

Kemudian, PT. PAM Lyonnaise Jaya; Konsorsium PT Moya Indonesia – PT. PP (Persero).

Serta Konsorsium Adonis Invesment Holding Pte. Ltd – Tritech Engineering & Testing (Singapore) Pte. Ltd – PT Traya Tirta Makassar. (*)

Reporter : Eggi Idriansyah

 

 

Kasus Aktif Covid-19 di Karimun Tinggal 14 Orang

0

batampos- Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karimun terus menunjukkan penurunan. Laporan terbaru yang disampaikan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun, Senin (11/4) kasus aktif tinggal 14 orang.

Kadinkes Karimun, Rachmadi

”Alhamdulillah, penyebaran Covid-19 mulai mengalami penurunan sejak akhir bulan lalu sampai dengan saat ini. Hal ini ditandai dengan jumlah kasus aktif Covid-19 saat ini tersisa 14 orang. Bahkan, yang mendapatkan perawatan di rumah sakit hanya dua orang,” ujar Juru Bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun, Rachmadi.

Dua orang pasien Covid-19 yang menjalani perawatan, lanjut Rachmadi, satu orang di RSUD M Sani dan satu orang lagi RSUD Tanjungbatu. Selebihnya atau 12 orang isolasi mandiri. Bahkan, saat ini lokasi isolasi terpadu di GOR Badang Perkasa sudah tidak ada pasien.

”Meski situasi penyebaran dan tambahan kasus positif Covid-19 sudah menurun, tapi tidak berarti protokol kesehatan harus dilupakan. Melainkan, disiplin protokol kesehatan harus tetap menjadi prioritas bagi setiap diri individu masyarakat. Jangan sampai kondisi saat ini membuat kita mengabaikan protokol kesehatan yang akhirnya dapat menyebabkan timbulnya kasus-kasus covid baru.

Menyinggung tentang perubahan status PPKM level 2 ke level 1, Rachmadi menyatakan, jadwal asesmen dari Kemendagri baru akan keluar pada pekan depan, namun jika indikatornya hanya jumlah kasus aktif mungkin Karimun bisa ke PPKM level 1.

BACA JUGA: Saat Safari Ramadan di Desa Tulang, M Tang Minta Doa Agar Wabup Karimun Cepat Sembuh

”Indikator untuk menentukan level PPKM itu ada beberapa item. Khususnya pencapaian target vaksinasi. Untuk itu, saya pesimis Karimun akan ke level 1 pada minggu ketiga April. Hal ini mengingat pencapaian vaksinasi dosis kedua untuk Lansia minimal harus 60 persen. Saat ini memang sudah mencapai 59 persen lebih. Hanya saja persentase tersebut stagnan.l,” paparnya.

Apalagi, tambah Rachmadi, jika ada Lansia yang divaksin dosis pertama 6 atau 7 bulan lalu ketika akan mendapatkan dosis kedua sudah tentu tidak bisa. Karena, dosis pertama dianggap sudah tidak berlaku. Sehingga, kembali lagi harus divaksin dosis pertama. Makanya, sulit untuk ke PPKM level 1. (*)

Reporter: Sandi

BEM SI Sebut Kerusuhan Muncul karena Ada Penyusup

0
Demo mahasiswa di depan gedung DPR/MPR RI, Senin (11/4/2022). (antara)

batampos – Koordinator Media Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI), Luthfi menyebutkan aksi yang dilakukan, Senin (11/4) berjalan dengan lancar dan tersampaikan dengan baik.

“Alhamdulillah aksi hari ini berjalan dengan lancar dan kondusif, kami mulai aksi pukul 12.00 WIB dan bubar pada pukul 15.30 WIB,” Ujar Luthfi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (11/4) malam.

Dia mengatakan, aksi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) itu merupakan lanjutan dari aksi BEM SI pada 28 Maret 2022 lalu, yang intinya menolak wacana penundaan Pemilu atau amandemen Pemilu, Mengkaji Ulang UU IKN dan menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Aspirasi BEM SI itu diterima langsung oleh Pimpinan DPR RI, Sufmi Dasco, Rahmat Gobel, dan Lodewijk didampingi Kapolri RI, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam orasi di depan pimpinan DPR dan Kapolri, Koordinator Pusat BEM SI Kaharuddin mengungkapkan bahwa aspirasi ini murni dari suara rakyat untuk disampaikan ke wakil rakyat. “Kami meminta pimpinan DPR di sini mewakili suara rakyat bukan suara partai politik,” kata Kahar menegaskan.

Setelah aspirasi diterima dengan baik massa dari BEM SI membubarkan diri lalu kemudian mulai muncul keributan dan kerusuhan. Bahkan diwarnai pemukulan terhadap pegiat medsos Ade Armando. Luthfi menyebut kerusuhan tersebut bukan dilakukan oleh massa BEM SI , tetapi oleh oknum provokator dan penyusup.

“Kerusuhan itu bukan oleh kami dari BEM SI, aksi kami damai dan sudah tersampaikan aspirasinya dengan baik, Setelah kami bubar baru mulai berdatangan oknum provokator dan penyusup,” kata Luthfi.

Dia menambahkan, aksi tersebut berjalan dengan baik dan damai karena mendapatkan pengawalan yang ketat oleh aparat kepolisian sehingga aspirasi BEM SI dapat tersampaikan dengan baik kepada Pimpinan DPR. Luthfi mengatakan, bahwa mereka akan terus mengawal semua tuntutan ini sampai tuntas. (*)