Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8233

Pengungsi Semeru Pindah Huntap Sebelum Lebaran

0
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (Dok.JawaPos.com)

batampos – Tiga bulan pasca bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, banyak warga yang masih tinggal di tenda pengungsian. Pemerintah berjanji, warga terdampak segera dipindahkan ke hunian tetap (huntap) sebelum lebaran tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan, pemerintah tengah melakukan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca erupsi Gunung Semeru. Salah satunya, membangun huntap untuk warga terdampak.

Muhadjir pun telah melakukan pengecekan pembangunan huntap dan huntara yang terletak di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akhir pekan lalu. Menurutnya, pembangunan huntap berlangsung pesat. Dari target 1.951 unit huntap, kini sudah lebih dari 1.200 unit huntap yang terbangun. ”Alhamdulillah ini berjalan sangat cepat,” ujarnya dalam keterangan resmi, kemarin (13/3).

Ia optimis, target pembangunan huntap selesai sebelum Hari Lebaran dapat tercapai. Dengan demikian, para warga bisa berlebaran di huniannya sendiri. ”Sehingga tidak lagi di tempat pengungsian. Sehingga Insya Allah nanti lebarannya betul-betul gembira,” sambung Mantan Mendikbud tersebut.

Muhadjir pun turut menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana erupsi Gunung Semeru ini. Baik dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Kabupaten Lumajang, jajaran OPD, hingga TNI-POLRI yang telah berupaya keras.

Di sisi lain, ia turut menyambangi Posko Pengungsian Lapangan Desa Penanggal dan Sekolah Darurat Desa Sumber Mujur untuk memberi dukungan moral pada korban terdampak. Dalam kunjungannya itu, ia pun menyerahkan bantuan secara simbolis dari Kemenko PMK berupa 100 paket hygiene kit, 16 paket children kit, 100 goodie bag, 200 paket sembako dari Lazismu. Lalu, menyerahan dana DSP Rp 500 juta untuk land clearing dari BNPB. Kemudian, alas untuk tenda kelas darurat senilai Rp 6 juta, 475 buah bantuan Thermogun, 6.600 Masker, dan 60 APD dari Kemendikbudristek serta 100 paket sembako dari Kemensos. Di Posko Pengungsian Lapangan Desa Penanggal, terdapat sebanyak 313 jiwa atau 100 kepala keluarga (KK) yang masih tinggal di sana.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan, pihaknya terus berupaya untuk membantu percepatan pembangunan huntap bagi warga Lumajang yang terdampak. Targetnya sama dengan pemerintah pusat, para pengungsi bisa dipindahkan ke huntap sebelum Hari Raya Idul Fitri. (*)

Reporter: JP Group

Heboh, Oknum Pedagang di Batam Diduga Curangi Timbangan

0
Covid prokes
Ilustrasi, Personel Sat Samapta Polresta Barelang saat meninjau penerapan protokol kesehatan di Pasar Tos 3000, Jodoh, Kota Batam. Foto: Humas Polresta Barelang

batampos – Sejumlah masyarakat khususnya pelanggan yang kerap berbelanja di Pasar Toss 3000 Jodoh mengeluhkan ulah sebagian oknum pedagang yang diduga mencurangi berat timbangan.

Akurasi timbangan beberapa oknum pedagang di pasar pagi tersebut banyak dipertanyakan karena ketika ditimbang di tempat lain, beratnya berbeda dan cenderung kurang dari berat semestinya.

Pada Minggu (13/3) pagi, beredar video yang memperlihatkan keluhan salah satu pembeli cabai merah keriting di salah satu lapak pedagang di pasar tersebut.

Pembeli wanita itu mengeluh lantaran cabai yang ia beli di oknum pedagang tersebut, memiliki berat berbeda saat coba ditimbang di timbangan milik pedagang lain di pasar yang sama.

“Dua minggu kemarin aku beli di sini timbanganku (barang yang dibeli, red) kurang seperempat yang cabai merah, yang cabai setan hilang satu ons. Ini (belanjaan kemarin pagi) aku timbang di dalam yang cabai merah (cuma) 7 ons (mestinya 1 kg), yang cabai ini (setan, kurang) satu ons,” ujar wanita dalam video yang belum diketahui identitasnya tersebut.

Wanita tersebut terus meluapkan kekesalannya pada oknum pedagang cabai yang di dalam video berjumlah tiga orang tersebut.

“Enggak jujur kali kalian jadi pedagang,” katanya dengan nada tinggi.

Bukan sekali itu saja keluhan terkait akurasi timbangan di Pasar Toss 3000 Jodoh disampaikan pembeli. Beberapa pembeli yang lain juga kerap mengalami keluhan serupa.

Salah satunya Novi, warga Nongsa yang mengaku kesal usai berbelanja di Pasar Tos 3000 Jodoh, belum lama ini.

Pasalnya, sesampai di rumah, ia mencoba menimbang kembali semua belanjaanya. Ternyata, terdapat selisih berat timbangan dari yang ia beli di pasar.

“Sudah sering mengalami, kalau banyak timbangan pasar itu curang. Cuma sebelumnya saya tak sempat timbang lagi. Kemarin iseng-iseng menimbang, ternyata selisihnya banyak juga,” kata Novi.

Contohnya, sambung dia, saat dirinya membeli 1 kg cabai merah keriting. Saat ditimbang di rumah, ternyata beratnya hanya 694 gram atau 6,9 ons. Begitu juga dengan cabai rawit hijau dan cabai rawit merah, yang harusnya dibeli dengan berat 250 gram atau 2,5 ons, ternyata saat ditimbang hanya 1,9 ons.

“Hampir semua belanjaan ada selisih berat. Kalau pun ada yang akurat, itu cuma sedikit,” terangnya.

Menurut dia, kondisi itu pastinya memberatkan masyarakat, terutama, jika barang belanjaan itu akan dijual kembali. Bukannya mendapat untung karena harga lebih murah, mereka malah merugi cukup banyak.

“Belanja jauh-jauh ke Pasar Jodoh maksudnya ingin dapat harga murah. Tapi kalau dicurangi begini, malah jadi rugi,” ungkap Novi.

Karena itu, ia berharap pemerintah segera turun tangan dengan melakukan tera ulang timbangan pedagang di berbagai pasar.

Ia juga meminta agar pemerintah menyediakan timbangan khusus untuk warga yang berbelanja. Sehingga, jika merasa curiga dengan berat belanjaan, mereka bisa langsung menimbang dan komplain.

“Kalau menumpang timbangan sama penjual lainnya kan enggak enak. Jadi, harusnya memang disediakan juga timbangan akurat di pasar itu,” tegas Novi.

Hal senada dikatakan Dila, warga Batam Center. Ia mengaku sering mendapatkan timbangan tak akurat dari oknum pedagang di Pasar Tos 3000. Bahkan, pernah ia komplain ke pedagang, malah pedagang tersebut marah kepadanya.

“Saya angkat bungkusnya kok kecil, padahal saya belanja sayuran dengan jumlah yang sama. Pas saya bilang, ini kurang enggak pak, eh si bapaknya malah marah,” ceritanya.(*)

Reporter: Yashinta

Jelang USBN TA 2021/2022, DPRD Kepri Minta PTM 100 Persen Khusus Kelas XII

0

batampos-Menjelang digelarnya Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada April 2022 mendatang. Legislator Komisi IV DPRD Kepri, Wahyu Wahyuddin mendorong Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen bagi pelajar kelas XII.

“Mengingat mereka akan segera menghadapi ujian tahap akhir. Kami PTM 100 persen bagi siswa SMA/SMK kelas XII. Untuk siswa kelas X dan XI, silakan tetap melakukan PTM terbatas 50 persen,” ujar Wahyu Wahyudin, Minggu (13/3).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menjelaskan, PTM 100 bagi kelas XII bertujuan agar siswa lebih maksimal menyerap mata pelajaran, karena mereka bisa bertanya langsung jika kurang memahami penjelasan guru di depan kelas. Karena, belajar secara daring dikhawatirkan siswa kurang maksimal menguasai mata pelajaran.

“Selain itu, tidak bisa berinteraksi ataupun bertanya langsung dengan guru, belum lagi persoalan sarana prasarana teknologi pendukung belajar daring tak memadai seperti masalah internet. Mereka tinggal sekitar dua bulan saja di sekolah, jadi sebaiknya terapkan PTM 100 persen saja,” jelasnya.

BACA JUGA: Semua SMA di Karimun Terapkan PTM Terbatas

Lebih lanjut katanya, pihak satuan pendidikan memang harus mengambil resiko menerapkan PTM 100 persen di tengah pandemi supaya siswa mendapat bimbingan guru dan belajar lebih keras untuk menyambut ujian akhir kelulusan. Ia optimis PTM 100 persen dapat berjalan aman dan lancar jika protokol kesehatan dilaksanakan secara disiplin dan ketat.

“Apalagi capaian vaksinasi pelajar usia 12-17 tahun di daerah itu sudah di angka 92 persen, sehingga diharapkan makin memperkuat antibodi tubuh siswa terhindar dari paparan Covid-19. Insya Allah, kalau protokol kesehatan diperketat ditambah sudah vaksinasi, PTM 100 persen siswa kelas XII berjalan aman dan lancar,” tutupnya.

Andi Agung

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Andi Agung mengatakan , Disdik Provinsi Kepri kembali menerapkan PTM terbatas 50 persen bagi siswa SMA/SMK sederajat, seiring meningkatnya kasus Covid-19 sejak Selasa (22/2) lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung menjelaskan kebijakan tersebut berlaku bagi semua kabupaten/kota, di mana sebelumnya ada tiga daerah, yaitu Bintan, Tanjungpinang dan Batam menghentikan sementara PTM dan digantikan dengan pembelajaran daring atau online.

Pihaknya juga mengingatkan satuan pendidikan memperketat pengawasan protokol kesehatan mulai dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga untuk mencegah munculnya klaster baru Covid-19 di lingkungan sekolah. “Kalau ditemukan klaster Covid-19 di sekolah, maka PTM akan dihentikan selama 14 hari,” ujar Andi Agung. (*)

Reporter: Jailani

Pemko Batam Pertimbangkan Program Relaksasi Pajak Bumi dan Bangunan

0
btn pbb
Warga membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di kas Bank BTN mobile di kawasan Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, Senin (8/11/2021) lalu. Pemko Batam menimbang kembali rencana untuk memberikan relaksasi pembayaran pajak. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Memasuki triwulan pertama 2022, Pemerintah Kota Batam tengah menyiapkan program untuk mendongkrak sumber pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya adalah pendapatan dari sektor pajak.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam, Raja Azmansyah, mengatakan, program peningkatan yang dijalankan tahun lalu yaitu relaksasi untuk pajak bumi dan bangunan (PBB) cukup memberikan dampak terhadap optimalisasi capaian pajak.

Keringanan yang diberikan pemerintah, bertujuan untuk memberikan daya tarik bagi objek pajak untuk membayar pajak mereka. Ia menyebutkan, saat ini masih banyak pajak yang belum dilunasi objek pajak.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan evaluasi, dan melihat apakah program ini akan diterapkan kembali di tahun ini.

”Kebijakan di pimpinan, namun evaluasi yang kami lakukan akan disampaikan sebagai bahan pertimbangan untuk kelanjutan dari program relaksasi pajak tersebut,” kata Azmansyah.

Ia menyebutkan, tahun ini target untuk PBB mencapai Rp 255 miliar. Tentu dengan besarnya target, harus ada upaya untuk mencapai hasil tersebut. Salah satunya dengan menarik tunggakan pajak yang masih ada sampai saat ini.

”Tahun lalu tunggakan pajak Rp 40 miliar berhasil didapatkan karena program relaksasi. Untuk itu, kami ingin melakukan yang lebih lagi, agar tunggakan pajak lainnya bisa dibayarkan oleh wajib pajak,” jelasnya.

Lanjutnya, berdasarkan laporan piutang tahun lalu, nilai piutang untuk PBB mencapai Rp 430 miliar, sedangkan yang tertagih baru Rp 40 miliar. Sehingga masih banyak tagihan PBB mengendap.

Untuk itu, ke depan pihaknya akan menyusun kembali program dan melaporkan kepada pimpinan.

”Nanti keputusan di Pak Wali. Kami sekarang rutinkan untuk evaluasi per bulan, sehingga bisa diketahui langkah untuk optimalisasi capaian,” sebut Azman.

Seiring membaiknya sektor perekonomian, ia juga berharap ini memberikan dampak bagi seluruh sektor. Sehingga, wajib pajak bisa melunasi atau membayarkan kewajiban mereka.

Beberapa tahun belakangan ini, keringanan terhadap objek pajak diberikan karena mereka kesulitan menghadapi pandemi Covid-19, yang membuat bisnis mereka kesulitan.

”Semoga membaik, dan di triwulan pertama ini hasil capaian bisa semakin baik,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia

DPRD Kepri: Pelayanan Listrik Batam Kacau

0

batampos-Legislator Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah mengatakan pelayanan listrik yang disediakan oleh bright PLN Batam sudah tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kelistrikan. Karena perusahaan tersebut tidak memberikan pelayanan kehandalan secara terus menerus.

IMG 20220313 WA0023 e1647223978944
Legislator Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah mengkuti rapat kerja bersama komisi III DPRD Kepri membas sejumlah persoalan terkait infrastruktur dan pembangunan di Kepri. Foto Humas DPRD
Kepri

“Ada beberapa parameter yang dapat dijadikan acuan dalam mengetahui keandalan suatu sistem distribusi. Tentunya menyangkut pelayanan kepada konsumen (masyarakat,red),” ujar Irwansyah, Minggu (13/3) di Tanjungpinang.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, untuk mengukur itu, dengan menghitung SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) yang merupakan perhitungan indeks jumlah rata-rata gangguan selama satu tahun dan SAIDI (System Average Interruption Duration Index) yang merupakan indeks durasi rata- rata gangguan sistem selama satu tahun.

BACA JUGA: Wali Kota Minta bright PLN Batam Jaga Kestabilan Pasokan Listrik

“Belakangan ini, bright PLN Batam tidak memberikan pelayanan sesuai dengan mutu yang baik. Karena telah melakukan beberapa kali pemadaman yang tidak terjadwal,” jelasnya.

Disebutkannya, pada pasal 28 Perda Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kelistrikan, dijelaskan tentang kewajiban pemegang izin usaha penyediaan jasa tenaga listrik (PLN,red) adalah menyediakan tenaga listrik yang memenuhi standar mutu dan keandalan yang berlaku, memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada konsumen dan masyarakat, memenuhi ketentuan keselamatan ketenagalistrikan.

“Selain itu mengutamakan produk dan potensi dalam negeri, pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan sesuai ketentuan Peraturan Perundang- Undangan,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut, pria yang merupakan Sekretaris DPW PPP Provinsi Kepri tersebut juga mengatakan, dalam regulasi yang dikeluarkan oleh Pemprov Kepri bersama DPRD Provinsi Kepri itu, masyarakat sebagai konsumen juga punyak hak. Diantaranya adalah mendapat pelayanan yang baik, mendapat tenaga listrik secara terus-menerus dengan mutu dan keandalan yang baik, memperoleh tenaga listrik yang menjadi haknya dengan harga yang wajar.
“Mendapat pelayanan untuk perbaikan apabila ada gangguan tenaga listrik, mendapat kompensasi apabila mendapatkan tenaga listrik tidak sesuai dengan tingkat mutu pelayanan tenaga listrik yang ditetapkan oleh Gubernur,” paparnya.
Mantan Ketua Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Kepri itu juga menegaskan, terjadinya pemadaman bergilir di Batam pada dalam sepekan ini menunjukan bright PLN Batam tidak memberikan pelayanan kehandalan listrik secara terus menerus.

“Sementara, ketika masyarakat yang telat membayar tagihan listrik ada yang sampai diputus meterannya. Lantas bagaimana dengan bright PLN Batam yang tidak memenuhi komitmennya, seharusnya ada sanksi dan masyarakat mendapatkan kompensasi,” tutupnya. (*)

Reporter: Jailani

Bupati Lingga Berharap Event Jelajah Alam Lingga Trail Adventure jadi Event Tahunan

0
Bupati Lingga M Nizar membuka Event Jelajah Alam Lingga Trail Adventure di Desa Musai, Kecamatan
Lingga, Sabtu (12/3).

batampos-Event Jelajah Alam Lingga Trail Adventure digelar di Kabupaten Lingga, Sabtu (12/3/2022). Kurang lebih 130 penghobi motor trail (Trabaser) asal Kepri (Lingga, Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun) hadir ke Kabupaten Lingga untuk meramaikan event yang digalakan komunitas Lingga Trail Adventure (LTA) yang juga berkerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lingga tersebut.

BACA JUGA: Romantisnya! Ronarldo Sewa Burj Khalifa Demi Bikin Kejutan untuk Georgina

Kegiatan ini merupakan event trail perdana di Kabupaten Lingga khususnya di Daik Lingga di tahun 2022. Bupati Lingga M. Nizar membuka kegiatan yang diadakan di Desa Musai, Kecamatan Lingga.

Dalam sambutannya ia berharap mendapat support dan dukungan dari semua pihak. Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga bagaimana melanjutkan untuk mengikat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi agar event ini dapat bergulir setiap tahunnya.

Potensi alam Kabupaten Lingga saat ini masih alami dan asri. Banyak potensi kepariwisataan yang masih alami, baik air terjunnya, sungainya, bukit hingga pegunungan.
Tentu sangat tepat jika event Jelajah Alam Lingga Trail Adventure ini dapat dilakukan berkelanjutan sebagai wisata petualangan yang dapat memacu adrenalin, karena kontur alamnya menjadi tantangan bagi pencinta trail.

Bupati Lingga M Nnizar saat melepas peserta Event jelajah alam lingga Trail Adventure

Di hadapan ketua IMI Kepri, Rizki Faisal yang turut hadir pada kegiatan ini, Nizar berharap IMI dapat menindaklanjuti keinginan Pemkab Lingga menjadikan event ini sebagai kegiatan tahunan.

Nizar juga berharap, kepada para penghobi trail di Kabupaten Lingga agar dapat menjadi duta, dalam mempromosikan olahraga ini, bahwasanya di Kepulauan Riau hanya di Kabupaten Lingga tempat yang paling cocok untuk menyelenggarakan event seperti ini.

“Semoga, kolaborasi dan semangat kita bisa membangkit wisata-wisata kita di Kabupaten Lingga, terimakasih atas apresiasi dan atensi serta kerjasama semua pihak yang terlibat, sehingga event ini terlaksana dengan lancar,” ujarnya.

Turut hadir dalam Pembukaan acara Ketua IMI Provinsi Kepulauan Riau Rizky Faisal, SE., MM. , Ketua IMI Harian Kepri Andika, Budi Yepi (Pembalap Senior), Wadan Lantamal V Tanjung Pinang Kolonel Marinir Andi Rahmat, Kapolsek Lingga Iptu ldris, Ketua KONI
Lingga Abdul Gani Atan Leman, Ketua KNPI Lingga Saparudin, Ketua TP. PKK Lingga Maratusholiha Nizar, Kadis Pendidikan Lingga H Armia, Plt. Kadis Pariwisata Lingga Zalmidri, Kadis Perhubungan Hendry Efrizal, Camat Lingga Yulius, serta Kades Musai Muhammad Nazom.

Setelah dibuka, para peserta dilepas untuk masuk ke Jalur yang berada di Desa Musai oleh Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV (Wadan Lantamal IV) Kolonel Marinir Andi Rahmat M.

Kegiatan juga di meriahkan oleh penampilan Artis lbukota Doni (Ex Vocalist Seventeen) dan Teguh (Gitaris Tiket Band) berkolaborasi dengan Band asal Kota Tanjung Pinang, serta beberapa pengisi acara lokal yang menghibur masyarakat.

Masyarakat juga antusias meramaikan lokasi acara untuk melihat langsung kemampuan para Trabaser untuk menaklukkan salah satu jalur tanjakan di Desa Musai yang diberi nama Jalur Bukit Pelaminan. (*)

Reporter: Maliki

Razia Knalpot Bising Terus Digencarkan

0

 

batampos – Penggunaan knalpot brong atau knalpot bising masih marak ditemukan di jalanan. Bahkan, kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot ini banyak terlihat di kawasan Batam Center pada malam hari.

Kanit Turjawali Polresta Barelang, Ipda Yudhi Patra, me-ngatakan, pihaknya akan meningkatkan kegiatan razia untuk memberantas pengguna knalpot brong tersebut.

knalpot bising
F. Dalil Harahap/Batam Pos
Satlantas Polresta Barelang merazia kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot brong maupun terjaring balap liar di Simpang Masjid Agung Batam Center, Minggu (28/2) malam lalu.

“Akan kami tingkatkan lagi. Razia dilakukan dari kami (polisi) atau razia gabungan dengan instansi terkait,” ujar Yudhi, Minggu (13/5/2022) siang.

Yudhi menjelaskan, kegiatan razia ini juga nantinya dengan sasaran balap liar. Aktivitas ini kerap ditemukan masyarakat pada malam hari saat akhir pekan.

“Sasarannya balap liar juga. Jadi nanti akan rutin kami lakukan,” katanya.

Pihaknya juga akan meningkatkan kegiatan hunting system atau patroli keliling. “Kegiatan hunting tetap kami laksa-nakan dan kami tingkatkan lagi,” tegasnya.

Yudhi menjelaskan, untuk sepeda motor yang menggunakan knalpot brong, petugas memberikan sanksi tilang. Kemudian, pemilik kendaraan diwajibkan untuk mengganti sesuai standardisasi dealer.

“Kendaraan yang kami amankan langsung ditilang. Nanti yang menggunakan knalpot brong wajib mengganti dengan standar diler,” ungkapnya.

Dengan peningkatan kegiatan razia dan hunting tersebut, kata Yudhi, diharapkan dapat juga meningkatkan kenyamanan dan keamanan di jalanan.

“Dan harapannya target Batam zero knalpot brong bisa tercapai,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : Ratna Irtatik

Beras Tanpa Label Kemasan Beredar di Tanjungpinang

0

batampos– Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri menemukan beras tanpa label kemasan yang dijual di swalayan Pinang Lestari Tanjungpinang, Sabtu (12/3).

Pengawas Perdagangan Disperindag Kepri Andri Kurniawan mengatakan, inspeksi mendadak (Sidak) dan pengawasan ini dilakukan atas laporan dari masyarakat. “Memang ditemukan beras tanpa label yang dijual dalam kemasan plastik,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kemendag Segera Cek Info Masuknya Beras Impor ke Tanjungpinang

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 59 tahun 2018 Jo Permendag Nomor 8 Tahun 2019 dijelaskan setiap pelaku usaha yang memperdagangkan beras, wajib menggunakan label. “Tapi pada pasal 10 juga dinyatakan bahwa kewajiban ini dikecualikan, jika pelaku usaha mengemas beras di hadapan konsumennya,” jelas Andri.

Pengawas Perdagangan menemukan beras tanpa label kemasan yang dijual di swalayan Pinang Lestari Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar

Masih kata Andri, peraturan terkait label kemasan beras segera disosialisasikan. Menurutnya, selama ini, pelaku usaha tidak mengetahui adanya peraturan tersebut. Selain itu, konsumen juga berhak mendapatkan informasi yang benar, tentang barang yang diperdagangkan. “Pelaku usaha juga harus memberikan informasi, termasuk label, jadi label harus jelas,” tegasnya.

Atas temuan tersebut, lanjut Andri, pihaknya hanya memberi teguran dan himbauan agar pelaku usaha tidak memperjual belikan produknya tanpa kemasan. “Kepada pelaku usaha agar mematuhi aturan dalam perdagangan beras,” imbaunya. (*)

 

Reporter : YUSNADI NAZAR

Komnas HAM Panggil Densus 88 Antiteror

0
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam. (dok JawaPos.com)

batampos – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turut menyoroti penangkapan Dokter Sunardi oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Mereka berniat menanggul Densus 88 Antiteror pekan ini. Tujuannya untuk meminta keterangan dari mereka berkaitan dengan peristiwa penangkapan tersangka kasus tindak pidana terorisme tersebut.

Dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media kemarin (13/3) Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyatakan bahwa pihaknya sedang mengmpulkan informasi dari banyak pihak. Di samping penangkapan yang jadi polemik karena Dokter Sunardi meninggal dunia dengan luka tembak, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sukoharjo juga berkomunikasi langsung dengan Komnas HAM. ”Meminta atensi kepada Komnas HAM untuk melakukan monitoring pemantauan terhadap peristiwa itu,” jelas dia.

Meski komunikasi belum dilakukan secara langsung, Komnas HAM tetap memberi perhatian. Salah satunya dengan menggali informasi dari berbagai pihak. ”Kami juga sudah melakukan penggalian informasi awal dari berbagai sumber informasi termasuk informasi yang sudah ada di publik,” beber Anam. Tujuannya tidak lain supaya Komnas HAM segera mendapat informasi lengkap. Dia tidak ingin ada satupun informasi yang tidak utuh atau kurang. Karena itu, seluruh informasi terkait harus dikumpulkan.

Tidak terkecuali keterangan dari Densus 88 Antiteror. ”Agar sesegera mungkin kami mendapatkan semua informasinya dan membuat terangnya peristiwa,” terang Anam. Menurut dia keterangan dari Densus 88 Antiteror juga penting untuk mengklirkan berbagai informasi yang sudah beredar ke ruang publik. ”Semoga minggu depan kami dapat memanggil Densus 88 agar segera ada terangnya peristiwa, ada keterangan yang komprehensif,” harapnya.

Lebih lanjut, Anam menyampaikan, dirinya juga berharap Densus 88 Antiteror membawa serta bukti-bukti saat memenuhi panggilan Komnas HAM. ”Sehingga memang kerjanya (bisa) cepat, kami bisa efektif. Memotret apa peristiwanya dan bagaimana peristiwanya,” ungkap dia. Pihaknya juga mempersilakan semua pihak yang hendak mengambil langkah hukum terkait dengan kasus tersebut. Menurut dia, itu menjadi hak mereka. Tugas Komnas HAM adalah membuat peristiwa yang terjadi di Sukoharjo pada Rabu malam (9/3) menjadi terang-benderang. (*)

Reporter: JP Group

Jelang Momen Besar, Kejahatan Meningkat

0

 

batampos – Polisi menyebut jelang Ramadan dan Lebaran, aksi kejahatan jalanan seperti jambret kembali meningkat. Pelaku kejaha­tan ini kerap mengincar pe­ngendara motor wanita, seperti di wilayah Batam Center, Batuampar dan Lubukbaja.

Sebelumnya, polisi juga menangkap sepasang pelaku jambret di Batam Center. Mereka berkeliling menggunakan sepeda motor mencari terget. Selain itu, polisi juga menangkap pelaku jambret yang beraksi di wilayah Melcem, Batuampar.

penjahat
F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Anggota Reskrim Polresta Barelang menggiring penjambret saat ekspos kasus di Mapolresta Barelang, belum lama ini.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono, meminta seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Menurut dia, meningkatnya aksi kejahatan jelang momen hari besar karena faktor ekonomi.

”Misalnya jelang Lebaran, kebutuhan ekonomi meningkat dan harus dicukupi. Maka, kejahatan meningkat,” ujar Budi, kemarin.

Ia meminta kepada para pengendara motor tidak menggunakan barang berharga. Selain itu, tidak menggunakan tas dan bermain ponsel saat berkendara.

”Jika membawa uang dengan mobil dalam jumlah banyak, jangan tinggalkan uang di mobil,” katanya.

Menurut Budi, selain kejahatan jalanan, aksi pencurian atau pembobolan rumah juga akan meningkat. Oleh karena itu, ia meminta ma­syarakat untuk menggunakan kunci tambahan gembok pada rumah, serta pemasangan CCTv.

”Jika meninggalkan rumah dalam waktu lama, laporkan ke perangkat RT atau sekuriti. Jika ada yang mencurigakan segera laporkan,” ungkapnya. (*)

 

 

Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : RATNA IRTATIK