
batampos – Tiga bulan pasca bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, banyak warga yang masih tinggal di tenda pengungsian. Pemerintah berjanji, warga terdampak segera dipindahkan ke hunian tetap (huntap) sebelum lebaran tahun ini.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan, pemerintah tengah melakukan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca erupsi Gunung Semeru. Salah satunya, membangun huntap untuk warga terdampak.
Muhadjir pun telah melakukan pengecekan pembangunan huntap dan huntara yang terletak di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akhir pekan lalu. Menurutnya, pembangunan huntap berlangsung pesat. Dari target 1.951 unit huntap, kini sudah lebih dari 1.200 unit huntap yang terbangun. ”Alhamdulillah ini berjalan sangat cepat,” ujarnya dalam keterangan resmi, kemarin (13/3).
Ia optimis, target pembangunan huntap selesai sebelum Hari Lebaran dapat tercapai. Dengan demikian, para warga bisa berlebaran di huniannya sendiri. ”Sehingga tidak lagi di tempat pengungsian. Sehingga Insya Allah nanti lebarannya betul-betul gembira,” sambung Mantan Mendikbud tersebut.
Muhadjir pun turut menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana erupsi Gunung Semeru ini. Baik dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Kabupaten Lumajang, jajaran OPD, hingga TNI-POLRI yang telah berupaya keras.
Di sisi lain, ia turut menyambangi Posko Pengungsian Lapangan Desa Penanggal dan Sekolah Darurat Desa Sumber Mujur untuk memberi dukungan moral pada korban terdampak. Dalam kunjungannya itu, ia pun menyerahkan bantuan secara simbolis dari Kemenko PMK berupa 100 paket hygiene kit, 16 paket children kit, 100 goodie bag, 200 paket sembako dari Lazismu. Lalu, menyerahan dana DSP Rp 500 juta untuk land clearing dari BNPB. Kemudian, alas untuk tenda kelas darurat senilai Rp 6 juta, 475 buah bantuan Thermogun, 6.600 Masker, dan 60 APD dari Kemendikbudristek serta 100 paket sembako dari Kemensos. Di Posko Pengungsian Lapangan Desa Penanggal, terdapat sebanyak 313 jiwa atau 100 kepala keluarga (KK) yang masih tinggal di sana.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan, pihaknya terus berupaya untuk membantu percepatan pembangunan huntap bagi warga Lumajang yang terdampak. Targetnya sama dengan pemerintah pusat, para pengungsi bisa dipindahkan ke huntap sebelum Hari Raya Idul Fitri. (*)
Reporter: JP Group


